• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROSIDING SEMINAR NASIONAL PG PAUD UNTIRTA 2019

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PROSIDING SEMINAR NASIONAL PG PAUD UNTIRTA 2019"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

PROSIDING

SEMINAR

NASIONAL

PG PAUD

UNTIRTA

2019

Penasihat: Dr. H. Aceng Hasani, M.Pd. Ketua: Atin Fatimah, M.Pd. Sekretaris:

dr. Tricahyani E.Y., M.PH., Sp.EM.

Bendara:

Laily Rosidah, M.Pd.

Narasumber Seminar: Dr. Cepi Riyana, M.Pd.

(Universitas Pendidikan Indonesia)

Dr. Hapidin, M.Pd.

(Universitas Negeri Jakarta)

Tim Prosiding: Ratih Kusumawardani, M.Pd. Kristiana Maryani, M.Pd. Reviewer: Ila Rosmilawati, Ph.D Yuli Kurniawati, Ph.D Kesekretariatan: 1. Dr. Luluk Asmawati, M.Pd. 2. Rr. Dina Kusuma Wardani, M.Pd.

Cover dan Tata Letak:

Desma Yuliadi Saputra, S.Pd.

JURUSAN PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

PERMAINAN

TRADISIONAL

VS

(3)

iii

Seminar Nasional PGPAUD UNTIRTA 2019

Kata

Pengantar

S

alah satu misi pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi anak bangsa sejak usia dini. Misi ini memberikan pandangan bahwa pendidikan harus mampu membentuk manusia seutuhnya sebagai manusia yang berkarakteristik personal dan mampu memahami dinamika psikososial dan lingkungan kulturalnya. Maka proses pendidikan harus mencakup (1) Penumbuhkembangan keimanan dan ketakwaan, (2) Pengembangan wawasan kebangsaan, kenegaraan, demokrasi, dan kepribadian, (3)Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, (4) Pengem-bangan penghayatan, apresiasi, dan ekspresi seni, serta (5) Pembentukan manusia yang sehat jasmani dan rohani.

Tujuan paling utama program PAUD adalah untuk meningkatkan kapasitas anak dalam berkembang dan belajar. Kegiatan PAUD, baik dalam program pengajaran, penelitian, maupun pengabdian diarahkan untuk mendukung dan memberikan layanan pada praktisi, akademisi, maupun anak-anak agar dapat mengembangkan kapasitasnya dan menggunakan komunikasi massa untuk meningkatkan penge-tahuan dan kemampuan praktikal.

Berdasarkan hasil curah pendapat dalam seminar nasional PGPAUD yang diselenggarakan kedua kalinya oleh Jurusan PGPAUD di Serang pada bulan Agustus 2019 dengan bertajuk “Permainan Tradisional Vs Digital” disepakati bahwa stimulasi untuk peningkatan kapasitas anak dalam berkembang dan belajar dapat ditempuh melalui multi metode dengan tidak menanggalkan identitas budaya setempat sebagai bagian dari upaya filtrasi budaya. Demi tujuan dan komitmen tersebut, maka Jurusan S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa memandang perlu meng-adakan kegiatan seminar nasional di mana dalam momentum ini berkumpul semua pihak terkait pendidikan anak usia dini, mulai dari akademisi, praktisi (para penge-lola lembaga PAUD dan pendidik anak usia dini, baik guru, pengasuh, maupun orang tua) untuk mendapatkan hasil dari desiminasi penelitian guna menuju profesionalitas dalam pendidikan anak usia dini.

(4)

Seminar ini telah diikuti oleh berbagai unsur yang semuanya memiliki komitmen yang sama yakni profesionalisme dalam penyelenggaraan pendidikan bagi anak usia dini yang kelak akan tampil di masa yang akan datang sebagai generasi penerus pemimpin-pemimpin bangsa yang akan mengukir prestasi bagi Bangsa Indonesia.

Seminar nasional ini dapat berlangsung berkat dukungan dari berbagai pihak. Kami ucapkan terima kasih kepada Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dan Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dan seluruh panitia yang telah mendukung acara ini. Terkhusus kepada seluruh penulis yang telah berkontribusi pada prosiding ini, kami ucapkan terima kasih. Semoga prosiding seminar nasional 2 PGPAUD 2019 dengan tajuk “Permainan Tradisional Vs Digital” ini dapat bermanfaat bagi penelitian dan pengembangan pendidikan anak usia dini di masa yang akan datang.

Ketua Jurusan PG PAUD FKIP Untirta

(5)

v

Seminar Nasional PGPAUD UNTIRTA 2019

63

73

21

31

41

51

PELAKSANAAN PENDIDIKAN INKLUSI DI PAUD BINA BANGSA ISLAMIC SCHOOL KOTA SERANG

Aas Asmawati

PENGARUH MANAJEMEN SARANA PRASARANA PENDIDIKAN TERHADAP KREATIVITAS ANAK USIA 5-6 TAHUN

Amalia Sahara, Cucu Atikah, dan Reza Mauldy Raharja

MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA ANAK USIA 4-5 TAHUN MELALUI MEDIA CERITA BERGAMBAR

Aninda Kusuma Wardhany

MENINGKATKAN KECERDASAN KINESTETIK MELALUI KEGIATAN SENAM IRAMA

Anisa Qurotul Aeni, Alis Triena Permanasari, dan Siti Khosiah

PERAN GURU DALAM MENGOPTIMALKAN KEDISIPLINAN ANAK USIA 4-5 TAHUN

Anna Karina

PENINGKATAN KREATIVITAS MELALUI KEGIATAN BERMAIN SAINS

Annisa Nabila

MENINGKATKAN KONSENTRASI ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI METODE BERCERITA DENGAN BERBAGAI MEDIA

Asry Pratiwi

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR MELALUI PERMAINAN OLAH TUBUH

Dea Elma Pavitta

MENGEMBANGKAN ALAT PERMAINAN TRADISIONAL ENGKLEK UNTUK MENINGKATKAN MOTORIK KASAR ANAK USIA 4-5 TAHUN DI PAUD MUTIARA HATI TAHUN AJARAN 2017/2018

Dwi Istati Rahayu, Nurhasanah, dan Baiq Nunike Resti Aulia

DAFTAR

ISI

1

9

(6)

PENERAPAN PEMBELAJARAN TERPADU MODEL WEBBED PADA ANAK USIA TAMAN KANAK-KANAK

Eem Khujaemah

MENINGKATKAN KEMAMPUAN KREATIVITAS MELALUI MEDIA CLAY PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN

Elma Tresia

KREATIVITAS SENI RUPA ANAK DALAM KEGIATAN MOZAIK DI TK AL HUSNA BURING KOTA MALANG

Emmalia Marta Hapsari dan Wuri Astuti

MODEL BIMBINGAN MELALUI PERMAINAN SOSIODRAMA UNTUK MENGEMBANGKAN PERILAKU PROSOSIAL ANAK

Evi Afiati

EFEKTIVITAS PARENTING DALAM PENINGKATAN PROSES STIMULASI TUMBUH KEMBANG ANAK DI PAUD/TK KOTA MATARAM TAHUN 2017

Fahruddin, Muazar Habibi, Nurhasanah, dan Ika Rahmayani

PENGARUH GIZI SEIMBANG TERHADAP PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA 4-5 TAHUN

Fida Fitria Ahadiyani

MENINGKATKAN KEMAMPUAN EMOSIONAL

ANAK USIA 4-5 TAHUN ME-LALUI BERMAIN KONTUKTIF

Fitri Haryati

PENGARUH METODE PEMBELAJARAN BERMAIN PERAN TERHADAP KEDISIPLINAN ANAK USIA 5-6 TAHUN

Gita Kurniawati

PENERAPAN PERMAINAN TRADISIONAL PADA ANAK USIA DINI

Kristiana Maryani

MENGEMBANGKAN NILAI-NILAI KARAKTER MELALUI UPACARA BENDERA

Kristina Uli

MENINGKATKAN KEMAMPUAN KREATIVITAS

MELALUI KEGIATAN ME-WARNAI DENGAN TEKNIK GRADASI

Misshita Dwita

95

103

113

119

133

147

161

173

181

189

199

(7)

vii

Seminar Nasional PGPAUD UNTIRTA 2019

MENINGKATKAN KREATIVITAS MELALUI METODE BERMAIN PERAN PADA ANAK KELOMPOK B

Nani Yulia

PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP KECERDASAN EMOSI ANAK USIA 4-6 TAHUN

Nia Prasetyaningsih

MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERCERITA MELALUI MEDIA CERITA BERGAMBAR PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN

Nina Rakhmawati, Luluk Asmawati, dan Laily Rosidah

PENINGKATAN KEMANDIRIAN MELALUI METODE BERCERITA

Nopiana

PENERAPAN PENGELOLAAN PEMBELAJARAN DI TAMAN PENITIPAN ANAK

Noviyana Furyanti

PERAN GURU DALAM MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN BERBICARA MELALUI MEDIA KARTU GAMBAR PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI PAUD SMART KECAMATAN SERANG, KOTA SERANG-BANTEN

Nunu Astuti

MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI METODE PROYEK DI PAUD AL-HUDA KOTA SERANG

Nurul Ashila Tri Utami

PEMBELAJARAN ENTREPRENEURSHIP ANAK USIA DINI DI TK KHALIFAH 2 SERANG

Nurul Fathia

KREATIVITAS GURU DALAM MENCIPTAKAN PERMAINAN KREATIF UNTUK ANAK USIA DINI

Nuryati

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN ANAK KELOMPOK B MELALUI MEDIA AUDIO VISUAL

Ridha Indah Fajarwati

MENINGKATKAN KOSAKATA MELALUI MEDIA GAMBAR

Rifkiyanti Azizah

219

229

239

251

263

275

283

293

305

315

207

(8)

SMARTPHONE: ANAK ATAU ORANGTUA YANG SESUNGGUHNYA TIDAK DAPAT

TERLEPAS DARINYA?

Rina Windiarti

PENGARUH METODE BERNYANYI TERHADAP KETERAMPILAN BERBICARA ANAK USIA 4 – 5 TAHUN

Riska Novianti

MENINGKATKAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI KEGIATAN PENGOLAHAN BAHAN BEKAS

Siska Fahrunisa Aulia

PENGARUH PERMAINAN PUZZLE

TERHADAP KECERDASAN LOGIKA MATEMATIKA

Siti Maprudoh

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MATEMATIKA PERMULAAN ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI KEGIATAN BERMAIN BALOK

Siti Marifah

PENGARUH PENDEKATAN BCCT (BEYOND CENTRE AND CIRCLE TIME) TERHADAP KREATIVITAS GURU DI KECAMATAN CIBEBER

KOTA CILEGON BANTEN

Siti Nur Asiyah

MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI KEGIATAN FUN COOKING

Siti Nuraeni dan Tricahyani Endah Yuniarti

PENGUASAAN BAHASA LISAN ANAK USIA 4 TAHUN

Siti Nurhayati

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH TERHADAP KECERDASAN LOGIKA MATEMATIKA ANAK

Siti Nurlaeli

MENINGKATKAN KETERAMPILAN MOTORIK KASAR MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL INDONESIA

Siti Restu Utami Fatmawati

PENGARUH MODEL ACTIVE LEARNING TERHADAP PENGEMBANGAN ENTREPRENEURSHIP ANAK USIA DINI

Siti Rokimah dan Fadlullah

345

355

363

377

385

393

401

409

417

325

335

(9)

ix

Seminar Nasional PGPAUD UNTIRTA 2019

PERKEMBANGAN SOSIAL ANAK DI SENTRA BALOK

Sri Purwatih dan Fahmi

MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI KEGIATAN KLASIFIKASI

Sri Wahyuningsih dan Isti Rusdiyani

MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN SAINS ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI KEGIATAN BERMAIN KREATIF

Sulastina dan Ratih Kusumawardani

MENINGKATKAN KREATIVITAS MELALUI BERMAIN LEGO PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK TUNAS MERAK PANDEGLANG

Upiah dan Atin Fatimah

PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK USIA 0-24 BULAN

Wiwin Supriatin

PENTINGNYA KETERAMPILAN GURU DALAM MENGELOLA KELAS

Yonia Ilma Insyira

MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN SOSIAL ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI PEMBIASAAN DI TK ISLAM TIRTAYASA

Yoyoh Khumaeroh

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI MEDIA LEGO HURUF

Zahrotul Uyun dan Tri Sayekti

453

459

467

477

485

427

435

443

(10)
(11)

401

Seminar Nasional PGPAUD UNTIRTA 2019

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF

TIPE MAKE A MATCH TERHADAP KECERDASAN LOGIKA

MATEMATIKA ANAK

Siti Nurlaeli

Universitas Sultan Ageng Tirtayasa [email protected]

ABSTRACT

This study aims to determine the effect of the application of the cooperative learning model type make a match on the mathematical logic intelligence of children aged 5-6 years. The study was conducted on group B in an integrated Islamic kindergarten Nur El-Qolam Serang City-Banten. The method used in this study is a quasi-experimental research with nonequivalent control group desaign, design with a sample of 38 children, group B Mawar with a sample of 19 children as an experimental class and group B Jasmine with a sample of 19 children as a control class. The instrument used in this study was an observation guide with data analysis using the SPSS 22 program. The results showed that the average children’s mathematical logic intelligence in the experimental class at the pretest was 27.53 while the average control class was 27.89. Meanwhile the posttest results in the experimental class averaged to 33.00, and the average control class became 28.58, the difference for the experimental class was 5.57%, while for the control class was 0.69%. This shows that there is an influence of the implementation of cooperative learning model type make a match on the mathematical intelligence of children aged 5-6 years. So it can be concluded that the cooperati ve learning model type make a match can influence the intelligence of mathematical logic of children aged 5-6 years in integrated Islamic kindergarten Nur El-Qolam Serang City-Banten.

Keywords: cooperative learning model type make a match,

(12)

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe make a match terhadap kecerdasan logika matematika anak usia 5-6 tahun. Penelitian dilakukan pada kelompok B di TK IT Nur El-Qolam Kota Serang-Banten. Metode yang digunakan dalam peneli tian ini yaitu penel itian kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group desaign dengan sampel 38 anak, kelompok B Mawar dengan sampel 19 anak sebagai kelas eksperimen dan kelompok B Melati dengan sampel 19 anak sebagai kelas kontrol. Instrumen yang di-gunakan dalam penelitian ini berupa pedoman observasi dengan analisis data meng-gunakan program SPSS 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kecerdasan logika matematika anak kelas eksperimen saat pretest sebesar 27,53 sedangkan untuk kelas kontrol rata-ratanya sebesar 27,89. Sementara itu hasil posttest pada kelas eksperimen rata-ratanya menjadi 33,00, dan kelas kontrol rata-ratanya menjadi 28,58, selisihnya untuk kelas eksperimen sebesar 5,57%, sedangkan untuk kelas kontrol sebesar 0,69%. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penerapan model pembelajar-an kooperatif tipe make a match terhadap kecerdaspembelajar-an logika matematika pembelajar-anak usia 5-6 tahun. Maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe make a match dapat mempengaruhi kecerdasan logika matematika anak usia 5-6 tahun di TKIT Nur El-Qolam Kota Serang- Banten.

Kata kunci: Model Pembelajaran Kooperatif Tipe make a match,

Kecerdasan Logika Matematika, Anak Usia 5-6 tahun

PENDAHULUAN

Pendidikan anak usia dini (PAUD) me-rupakan salah satu layanan pendidikan yang dapat membantu memfasilitasi dan men-stimulasi pertumbuhan dan perkembangan anak, agar berkembang sesuai dengan ta-hapan usianya, serta membantu menyiap-kan anak untuk memasuki pendidimenyiap-kan yang lebih lanjut. Upaya yang dilakukan berupa tindakan yang diberikan oleh pendidik dalam menciptakan suasana lingkungan belajar yang dapat memberikan pengalam-an kepada pengalam-anak untuk mengeksplorasi ling-kungan tersebut agar mendapatkan penge-tahuan baru berdasarkan pengalamannya, serta memberikan kegiatan yang dapat menstimulasi berbagai aspek kecerdasan anak.

Berkaitan dengan kecerdasan seperti yang dipaparkan oleh Gardner yakni tentang teori multiple intelligences atau biasa disebut kecerdasan jamak yaitu terdapat sembilan kecerdasan, di antaranya: kecerdasan linguistik, kecerdasan logika matematika,

personal, kecerdasan naturalistik, kecerdas-an visual spasial, dkecerdas-an kecerdaskecerdas-an spiritual. Kecerdasan melibatkan kemampuan dalam memecahkan masalah. Keahlian pemecahan masalah memungkinkan seseorang untuk mendeskripsikan suatu situasi di mana sasarannya akan diperoleh dan menentukan rute yang memadai menuju sasaran itu.

Salah satu kecerdasan yang akan di-kembangkan dalam hal ini adalah kecerdas-an logika matematika. Kecerdaskecerdas-an logika matematika merupakan kecerdasan yang melibatkan keterampilan mengolah angka dengan baik dan atau kemahiran meng-gunakan penalaran atau logika dengan benar. Kecerdasan ini meliputi kepekaan pada hubungan logis, hubungan sebab akibat, dan logika-logika lainnya. Proses yang digunakan dalam kecerdasan matema-tika ini antara lain klasifikasi (penggolongan atau pengelompokan), pengambilan kesim-pulan dan perhitungan.

Kecerdasan logika matematika sangat-lah penting dipupuk sejak usia dini, hal ini

(13)

403

Seminar Nasional PGPAUD UNTIRTA 2019

matematika. Kecerdasan logika matema-tika anak usia dini di TK IT Nur El-Qolam Kota Serang-Banten khususnya anak usia 5-6 tahun dalam hal mengenal konsep bilangan cukup baik, indikator yang muncul berupa kemampuan dalam mengenal lambang bilangan, menyebutkan urutan bilangan, serta menghubungkan konsep bilangan dengan lambang bilangannya, kemampuan dalam bekerja sama pada saat pembelajar-an juga terlihat berjalpembelajar-an cukup baik. Namun di samping itu anak terkadang masih kesu-litan dalam proses pemecahan masalah pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung.

Kegiatan pembelajaran yang diterap-kan belum menerapditerap-kan model pembel-ajaran yang bervariasi, guru cenderung mendominasi dalam proses pembelajaran (teacher center), kegiatan pembelajarannya masih menggunakan lembar kerja anak, selain itu juga kurang didominasi dengan permainan yang dapat memicu keaktifan dan kekreatifan anak pada saat pembelajar-an, sehingga terkadang anak merasa jenuh berada di dalam kelas. Dengan melihat ke-mungkinan dari pembelajaran yang dite-rapkan, maka peneliti akan menggunakan model pembelajaran yang berbeda untuk menciptakan suasana pembelajaran yang lebih menarik dan mampu mengembang-kan kecerdasan anak. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan untuk menstimulasi kecerdasan logika matema-tika anak adalah model pembelajaran kooperatif tipe make a match.

Tujuan dari pelaksanaan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe make a

match terhadap kecerdasan logika

mate-matika anak usia 5-6 tahun di TK IT Nur El-Qolam Kota Serang-Banten. Manfaat pene-litian ini yaitu dapat menambah wawasan dan pengetahuan dalam memperbaiki dan meningkatkan proses kegiatan pembelajar-an, khususnya dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Make

a Match untuk meningkatkan kecerdasan

logika matematika anak.

Kecerdasan logika matematika meru-pakan kecerdasan yang ditunjukkan dengan kemampuan dalam memahami konsep-konsep yang bersifat kuantitas. kecerdasan logika matematika melibatkan keterampil-an mengolah keterampil-angka dketerampil-an/atau kemahirketerampil-an menggunakan logika dan akal sehat (Amstrong 2003: 20). Anak-anak yang memi-liki keterampilan dalam mengolah angka biasanya mampu berpikir secara numerik atau dalam konteks yang berhubungan dengan perhitungan, pengukuran dan per-bandingan. Kemampuan ini merupakan salah satu bentuk kemampuan yang dapat dengan mudah diukur dan dilihat perkem-bangannya, karena hal ini selalu ditunjuk-kan anak dalam kegiatannya sehari-hari.

Menurut Gardner (Adiningsih, 2008: 6) kecerdasan logika matematika mencakup tiga bidang yang saling berhubungan yaitu matematika, ilmu pengetahuan (sains), dan logika. Itulah sebabnya, kecerdasan logika matematika tidak hanya terkait dengan bilangan tetapi juga pada huruf. Anak yang mempunyai kecerdasan logika matema-tika, selain senang mengotak-ngatik bilang-an juga senbilang-ang dengbilang-an permainbilang-an bahasa yang melibatkan konsep berpikir sebab-akibat, bertentangan, maupun pola-pola logika lain.

Pada umumnya anak yang memiliki ke-cerdasan logika matematika cenderung menyukai dan efektif dalam hal: menghi-tung dan menganalisis himenghi-tungan, menemu-kan fungsi-fungsi dan hubungan, memper-kirakan, memprediksi, bereksperimen, mencari jalan keluar yang logis, menemu-kan adanya pola, induksi atau deduksi, mengorganisasikan, berpikir abstrak dan mengurutkan simbol abstrak, serta bermain permainan yang perlu strategi (Musfiroh, 2017: 1.14).

Berdasarkan uraian atas, dapat disim-pulkan bahwa kecerdasan logika

(14)

matematika adalah kemampuan berpikir secara ilmiah untuk memahami suatu kon-sep dan pemahaman tentang angka-angka dan bilangan, pemahaman tentang pola, menggunakan penalaran secara sistematis, serta mampu berpikir secara logis.

Karakteristik kecerdasan logika mate-matika yang terlihat di antaranya: (1) pema-haman tentang angka dan bilangan, (2) pe-mahaman tentang pola, (3) menggunakan penalaran secara sistematis, (4) mampu berpikir secara logis.

Pembelajaran kooperatif adalah suatu cara pendekatan atau serangkaian strategi yang khusus dirancang untuk memberikan dorongan kepada peserta didik agar be-kerja sama selama proses pembelajaran (Suprijono, 2015: 47). Dalam pembelajaran kooperatif siswa dituntut untuk saling membantu dalam belajar, proses yang ter-jadi meliputi, berdiskusi, berargumentasi, saling bertukar pikiran, serta saling mem-bantu dalam memahami tentang apa yang dipelajari secara bersama-sama.

Pembelajaran kooperatif merupakan satu model pembelajaran yang saat ini banyak digunakan untuk mewujudkan ke-giatan mengajar yang berpusat pada siswa (student oriented), terutama untuk meng-atasi permasalahan yang ditemukan oleh guru dalam mengaktifkan siswa, yang tidak dapat bekerja sama dengan orang lain, siswa yang agresif dan tidak peduli pada orang lain (Isjoni 2016: 16). Dalam proses pembel-ajaran kooperatif guru tidak lagi mendomi-nasi pada saat pembelajaran berlangsung, peran guru sebagai fasilitator untuk mem-berikan fasilitas yang menunjang proses pembelajaran. Dengan demikian mereka diharapkan dapat terlibat aktif dalam ke-giatan belajar untuk membangun penge-tahuan dari pengalaman belajar yang diper-oleh.

Model pembelajaran kooperatif tipe

2014 : 98 ). Make a match merupakan model pembelajaran yang mengajak siswa men-cari jawaban terhadap suatu pertanyaan atau pasangan dari suatu konsep melalui permainan kartu pasangan dalam batas waktu yang ditentukan (Komalasari, 2014: 85). Make a match dapat dijadikan salah satu alternatif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Kartu berpasangan ber-fungsi sebagai media untuk menyampaikan suatu topik mengenai pembahasan materi yang akan dipelajari, siswa akan belajar berkompetisi untuk menemukan pasangan kartu yang dimiliki sebelum batas waktu yang ditentukan selesai.

Dengan demikian model pembelajaran kooperatif tipe make a match merupakan model pembelajaran yang mengajak anak mencari pasangan mengenai suatu konsep atau topik yang dipelajari melalui permain-an kartu paspermain-angpermain-an dalam suaspermain-ana belajar yang menyenangkan. Model pembelajaran ini menerapkan batasan waktu, sehingga anak harus menyelesaikannya sebelum waktu yang ditentukan habis.

Adapun manfaat dari model pembel-ajaran kooperatif tipe make a match mampu meningkatkan belajar siswa secara fisik maupun kognitif, membuat materi pembel-ajaran yang disampaikan menjadi lebih me-narik karena dikemas dalam konsep per-mainan sehingga suasana kelas menjadi lebih dinamis. Munculnya dinamika gotong-royong antar anggota kelompok, dengan ini setiap anggota bertanggung jawab untuk dapat menjalin hubungan yang baik dengan anggota yang lain.

Langkah-langkah model pembelajaran kooperatif tipe make a match (1) Guru mem-berikan materi untuk dipelajari, (2) guru membagi anak ke dalam kelompok per-tanyaan dan kelompok jawaban, (3) guru memberikan kartu-kartu yang berisi per-tanyaan kepada kelompok perper-tanyaan dan

(15)

405

Seminar Nasional PGPAUD UNTIRTA 2019

mencari/mencocokkan kartu pasangan, (5) guru memberikan batasan waktu, guru me-manggil satu pasangan untuk presentasi, (6) guru memanggil pasangan berikutnya untuk presentasi, (7) guru memberikan kon-firmasi tentang kebenaran dan kecocokan pertanyaan dan jawaban dari pasangan yang memberikan presentasi.

METODOLOGI PENELITIAN

Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperi-men, dengan penelitian quasi eksperimen-tal

de-sign (eksperimen kuasi). Adapun jenis desain

yang dipilih dalam penelitian ini yaitu

non-equivalent control group design. Populasi

dalam penelitian ini yaitu seluruh anak ke-lompok B dengan jumlah populasi adalah 38 anak yang terdiri dari dua kelompok.

Pengambilan sampel yang digunakan adalah nonprobability sampling, dengan teknik sampling jenuh, yaitu teknik peng-ambilan sampel di mana seluruh anggota populasi dijadikan sebagai sampel, hal ini dilakukan apabila jumlah populasi relatif kecil (Sugiyono, 2016:85). Dalam penelitian ini sampel yang digunakan yaitu sebanyak 38 anak dari dua kelas yang berbeda, masing-masing kelas berjumlah 19 anak.

Instrumen penelitian merupakan alat yang digunakan oleh peneliti untuk mem-permudah dalam mengumpulkan data agar hasil yang diperoleh lebih baik, lebih leng-kap, objektif serta tersusun secara sistema-tis, sehingga lebih mudah diolah. Instrumen penelitian ini bertujuan untuk mengumpul-kan data tentang kecerdasan logika mate-matika anak usia 5-6 tahun. Instrumen ini terdiri atas empat aspek kecerdasan logika matematika, yaitu : (1) pemahaman tentang angka dan bilangan, (2) pemahaman ten-tang pola, (3) mengunakan penalaran secara sistematis, (4) mampu berpikir secara logis. Tekinik pengolahan data menggunakan uji validitas, uji realibilitas, uji normalitas, dan uji homogenitas dengan bantuan

pro-gram komputer SPSS 22. Selanjutnya data yang didapat dapat ditarik kesimpulannya. Analisis data menggunakan analisis sta-tistika berupa analisis stasta-tistika parametris menggunakan uji Independent sample

t-test. Untuk melihat apakah terdapat

penga-ruh pada penerapan model pembelajaran kooperatif tipe make a match terhadap kecerdasan logika matematika anak.

HASIL PENELITIAN

Penelitian ini dilakukan sebanyak empat belas kali pertemuan dengan empat tahap-an, yakni tahap uji instrumen yang dilakukan sebelum pretest sebanyak 2 kali, tahap

pre-test sebanyak 4 kali (kelas seksperimen dan

kontrol) , pemberian treatment sebanyak 4 kali (kelas eksperimen), dan posttest se-banyak 4 kali (kelas eksperimen dan kontrol). Sebelum pelaksanaan pretest pada kelas eksperimen dan kelas kontrol instrumen penelitian diuji cobakan terlebih dahulu pada kelompok anak dari sekolah lain dengan kriteria yang sama dengan sekolah penelitian. Dari 15 pernyataan dalam uji coba instrumen terdapat 2 pernyataan yang tidak valid.

Berikut ini adalah pengujian data statis-tik deskriptif kecerdasan logika matema-tika anak usia 5-6 tahun:

Tabel 1. Rekapitulasi Hasil Uji Normalitas

Data Pre-Test

Sumber: hasil penelitian SPSS

Berdasarkan hasil analisis data statis-tik uji normalitas Shapiro Wilk diperoleh nilai signifikan untuk kecerdasan logika matematika anak usia 5-6 tahun, diketahui

Tests of Normality Eksperimen

N Mean Median Varian Std. deviation Minimum Maximum

Asymp. Sig (2-tailed) 19 27.53 28.00 11.596 3.405 21 33 .792

(16)

bahwa nilai signifikansi untuk kelas ekspe-rimen sebesar 0.792 dan untuk kelas kon-trol sebesar 0,617 sehingga dapat disim-pulkan bahwa nilai uji normalitas kelas eksperimen dan kelas kontrol lebih besar > 0,05 sehingga nilai berdistribusi normal.

Tabel 2. Rekapitulasi Hasil Uji Normalitas

Data Post-Test

Berdasarkan hasil analisis data statis-tik uji normalitas Shapiro Wilk diperoleh nilai signifikan untuk kecerdasan logika matematika anak usia 5-6 tahun, diketahui bahwa nilai signifikansi untuk kelas ekspe-rimen sebesar 0.306 dan untuk kelas kon-trol sebesar 0,762, maka dapat disimpulkan bahwa nilai uji normalitas kelas eksperi-men dan kelas kontrol lebih besar > 0,05 sehingga nilai berdistribusi normal.

Jika dilihat dalam bentuk diagram per-bandingan rata-rata nilai pretest dan

post-test pada kelompok eksperimen dan

ke-lompok kontrol dapat dilihat pada grafik sebagai berikut:

Grafik 4.1. Hasil Rata-Rata Kecerdasan

Logika Matematika Anak Usia 5-6 Tahun

men sebesar 27,53 kemudian setelah

post-test hasilnya menjadi 33,00. Sementara itu

hasil rata-rata kelas kontrol sebesar 27,89 lalu saat posttest menjadi 28,58. Selisihnya untuk kelas eksperimen sebesar 5,57%, sedangkan untuk kelas kontrol sebesar 0,69%.

Berdasarkan data yang diperoleh bahwa nilai signifikan dari hasil perhitungan uji homogenitas kelas eksperi-men dan kelas kontrol sebesar 0.255 artinya nilai signifikan lebih besar > 0,05. Sehingga dapat disimpul-kan bahwa data tersebut adalah homogen dan memiliki variansi yang sama.

Selain itu, berdasarkan data yang di-temukan, diperoleh bahwa nilai signifikan dari hasil perhitungan uji homogenitas kelas eksperimen dan kelas kontrol sebesar 0,394 artinya nilai signifikan lebih besar > 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa data tersebut adalah homogen dan memiliki variansi yang sama. Dari hasil penelitian me-nunjukkan bahwa hasil data yang diperoleh normal dan homogen, untuk itu analisis data dapat dilanjutkan dengan pengujian hipo-tesis uji-t.

Tabel 3. Hasi Uji-t Independent

Sample T Test

Berdasarkan tabel di atas, maka diper-oleh nilai Sig (2-tailed) untuk kelas ekspe-rimen = 0,00 dan nilai Sig (2-tailed) untuk kelas kontrol = 0,00. Dari hasil tersebut di-ketahui bahwa nilai sig (2-tailed) < 0,05, maka H0 ditolak dan H1 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat penga-ruh signifikan dan positif pada penerapan Model pembelajaran kooperatif tipe make

a match. Kecerdasan logika matematika

Tests of Normality Eksperimen kontrol

N Mean Median Varian Std. deviation Minimum Maximum

Asymp. Sig (2-tailed) 19 33.00 33.00 11.000 3.317 27 38 .306 19 28.58 29.00 8.924 2.987 23 34 .762

Levene statictic Sig

.743 .394 Kelas Sig (2-Tailed) Nilai Signifikan Keterangan Kelas Eksperimen 0,00 0,05 Terdapat Perbedaan Kelas Kontrol 0,00 0,05 Terdapat Perbedaan

(17)

407

Seminar Nasional PGPAUD UNTIRTA 2019

gunakan model pembelajaran kooperatif tipe make a match.

Hal ini menunjukkan bahwa kelas yang diberikan perlakuan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe make a match, lebih baik dibandingkan dengan kelas yang hanya diberikan pembelajaran biasa.

PEMBAHASAN

Berdasarkan hasil pretest dan posttest pada kelas eksperimen menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe make a match mampu memberikan pengaruh terhadap kecerdasan logika mate-matika anak. Hal ini dapat diamati melalui aspek kecerdasan logika matematika anak, antara lain: Konsep angka dan bilangan di-tunjukkan dengan memasangkan bilangan dengan lambang bilangannya, dan menghi-tung banyak benda. Mengenal pola (meng-urutkan benda berdasarkan pola tertentu), menentukan ukuran suatu benda, meng-identifikasi bentuk-bentuk geometri, serta mampu berpikir secara logis. Selain itu juga dapat dilihat melalui peningkatan hasil rata-rata yang diperoleh setelah diberikan perlakuan.

Besarnya pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe make a

match ini dikarenakan kegiatan

pembel-ajaran dilakukan secara menyenangkan, sehingga anak tidak merasa jenuh berada di kelas. Model pembelajaran ini bersifat permainan oleh karena itu anak-anak tidak merasa terbebani saat belajar. Selain pema-haman materi yang diutamakan hal lain yang didapatkan anak pada saat pembel-ajaran adalah belajar bekerja sama dalam kelompok, pemecahan masalah saat men-cari jawaban sesuai dengan materi dan konsep pembelajaran yang diinstruksikan, merangsang pemikiran logis melalui kegiat-an menemukkegiat-an kaitkegiat-an kegiat-antara satu gambar dengan gambar yang lain sehingga pada

akhirnya mampu berpengaruh terhadap kecerdasan logika matematika anak.

PENUTUP

1. Simpulan

Berdasarkan hasil perhitungan yang di-peroleh dari nilai posttest menunjukkan bahwa hasil rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi dari pada kelas kontrol. Selisih-nya untuk kelas eksperimen sebesar 5,57%, sedangkan untuk kelas kontrol sebesar 0,69%. Maka dapat disimpulkan bahwa ter-dapat pengaruh yang signifikan dari pene-rapan model pembelajaran kooperatif tipe

make a match terhadap kecerdasan logika

matematika anak usia 5-6 tahun. Hal ini dapat diamati melalui aspek kecerdasan logika matematika anak, antara lain: mahaman tentang angka dan bilangan, pe-mahaman tentang pola, Menggunakan penalaran secara sistematis, serta mampu berpikir logis.

2. Saran

Hasil penelitian tentang pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe make

a match terhadap kecerdasan logika

mate-matika anak usia 5-6 tahun di TKIT Nur El-Qolam Serang, diharapkan dapat dijadikan sebagai alternatif oleh guru dalam membuat variasi model pembelajaran di kelas se-hingga dapat meningkatkan kecerdasan logika matematika anak.

DAFTAR PUSTAKA

Adiningsih, Neni Utami. 2008. Permainan

Kreatif Asah Kecerdasan Logis Mate-matis Balita. Bandung: Karya Kita

Amstrong, Thomas. 2003. Setiap Anak

Cerdas. Alih Bahasa: Rina Buntaran.

Jakarta: Gramedia Pustaka Utama Huda, Miftahul. 2014. Model-Model

Peng-ajaran dan PembelPeng-ajaran. Yogyakarta:

Pustaka Belajar

Isjoni. 2016. Cooperative Learning. Bandung: Alfabeta

Levene statictic Sig

(18)

Komalasari, Kokom. 2014. Pembelajaran

Kontekstual Konsep dan Aplikasi.

Ban-dung : Refika Aditama

Musfiroh, Tadkirotun. 2017.

Pengembang-an KecerdasPengembang-an Majemuk. TPengembang-angerPengembang-ang

Selatan: Universitas Terbuka

Shoimin, Aris. 2014. 68 Model Pembelajaran

Inovatif dalam Kurikulum 2013.

Yogya-karta: Ar-Ruz Media

Sugiyono. 2014. Metode Penelitian

Kuan-titatif Kualitatif dan R&D. Bandung:

Gambar

Tabel 2. Rekapitulasi Hasil Uji Normalitas Data  Post-Test

Referensi

Dokumen terkait

Pada bahan campuran AgI 0,5- (Al 2 O 3 ) 0,5 hasil iradiasi sinar gamma dilakukan analisis dan karakterisasi dengan menggunakan alat LCR-meter untuk mengetahui perubahan

[r]

Data pengukuran P-Potensial dan hasil sidik ragam menunjukkan bahwa pemberian kombinasi bahan organik baik berupa kompos kulit durian dan pupuk kandang ayam

Kondisi risiko yang terdapat pada usaha peternakan sapi perah skala besar yang memanfaatkan limbah untuk menghasilkan biogas, terdiri dari dua bagian yakni risiko harga dan

Untuk usia kurang dari 18 tahun dikatakan hipertensi bila dua kalikunjungan Untuk usia kurang dari 18 tahun dikatakan hipertensi bila dua kalikunjungan yang

SHAH ALAM, 19 Dis 2017: Bahan Rujukan Malaysia Standard Emas (MyRM Gold) yang bertujuan memastikan semua alat pengukur ketulenan emas adalah berdasarkan Unit Sistem

 Menjawab pertanyaan tentang materi Faktor-kator yang menyebabkan Nusantara yang kaya dan indah terpaksa dikuasai oleh bangsa asing yang terdapat pada buku pegangan peserta

1 Pengendalian pemanfaatan Ruang Kondisi saat ini sebagian besar tanah timbul dikuasai oleh masyarakat di mana penguasaan dilakukan sejak proses pematangan dengan menggunakan