SATUAN ACARA PENYULUHAN
SATUAN ACARA PENYULUHAN
HIPERTENSI PADA LANSIA
HIPERTENSI PADA LANSIA
PROMOSI KESEHATAN RUMAH SAKIT SANTA ELISABETH
PROMOSI KESEHATAN RUMAH SAKIT SANTA ELISABETH
BATAM
BATAM
2019
2019
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
HIPERTENSI PADA LANSIA HIPERTENSI PADA LANSIA
Topik
Topik : : HipertensiHipertensi Sasaran
Sasaran : : Lansia Lansia Unit Unit Sosial Sosial Buddhayana Buddhayana BatamBatam Tempat
Tempat : : Unit Unit Sosial Sosial Buddhayana Buddhayana Batam, Batam, Windsor Windsor Phase Phase 1 1 Blok Blok III III No.No. 28-29, Batam
28-29, Batam Waktu
Waktu : : Jam Jam 14:30 14:30 WIB WIB s/d s/d 16.00 16.00 WIBWIB Hari/Tanggal
Hari/Tanggal : : Sabtu Sabtu , , 1 1 Juni Juni 20192019
A.
A. TujuanTujuan
1.
1. Tujuan UmumTujuan Umum
Setelah dilakukan penyuluhan, peserta diharapkan mampu me
Setelah dilakukan penyuluhan, peserta diharapkan mampu me mahami konsepmahami konsep teori Hipertensi dan mempraktekkan senam geriatri.
teori Hipertensi dan mempraktekkan senam geriatri. 2.
2. Tujuan KhususTujuan Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan, peserta mampu: Setelah mengikuti penyuluhan, peserta mampu: a)
a) Menjelaskan pengertian hipertensiMenjelaskan pengertian hipertensi b)
b) Menjelaskan tanda dan gejala hipertensiMenjelaskan tanda dan gejala hipertensi c)
c) Menjelaskan penyebab penyakit hipertensiMenjelaskan penyebab penyakit hipertensi d)
d) Mengetahui penatalaksanaan hipertensiMengetahui penatalaksanaan hipertensi e)
e) Mengetahui langkah-langkah dari senam geriatriMengetahui langkah-langkah dari senam geriatri
B.
B. METODE METODE PENYAMPAIAPENYAMPAIANN 1. 1. CeramahCeramah 2. 2. DemonstrasiDemonstrasi C. C. MEDIAMEDIA 1. 1. MultimediaMultimedia 2. 2. LeafletLeaflet D.
D. MATERI : TerlampirMATERI : Terlampir E.
N N o
o TAHAP TAHAP WAKTUWAKTU
KEGIATAN KEGIATAN PERAWAT PESERTA PERAWAT PESERTA 1 1 .. Pembukaan
Pembukaan 5 5 menit menit a.a. Memberikan salam,Memberikan salam, memperkenalkan diri memperkenalkan diri b.
b. Apersepsi Apersepsi tentangtentang Hipertensi
Hipertensi
a.
a. Peserta Peserta menjawabmenjawab salam
salam b.
b. Peserta Peserta menjawabmenjawab
sesuai dengan
sesuai dengan
pengetahuan
pengetahuan yangyang dimiliki dimiliki 2 2 .. Pelaksanaan
Pelaksanaan 20 20 menit menit a.a. MenjelaskanMenjelaskan pengertian
pengertian Hipertensi,Hipertensi,
tanda gejala,
tanda gejala,
penyebab,
penyebab, komplikasi,komplikasi, penatalaksanaan, penatalaksanaan, dandan pencegahan hipertensi. pencegahan hipertensi. b. b. MemberikanMemberikan kesempatan kepada kesempatan kepada peserta
peserta untukuntuk demonstrasi senam demonstrasi senam geriatri.
geriatri. c.
c. Melakukan sesi tanyaMelakukan sesi tanya jawab
jawab d.
d. Mengevaluasi secaraMengevaluasi secara verbal pada peserta verbal pada peserta penyuluhan penyuluhan a. a. PesertaPeserta mendengarkan mendengarkan dengan seksama dengan seksama b. b. PesertaPeserta memperhatikan dan memperhatikan dan melakukan melakukan demonstrasi demonstrasi c.
c. Peserta memberikanPeserta memberikan pertanyaan
pertanyaan kepadakepada pemateri
pemateri d.
d. Peserta Peserta menjawabmenjawab pertanyaan pertanyaan 3 3 .. Penutup
Penutup 5 5 menit menit a.a. MenyimpulkanMenyimpulkan materi penyuluhan materi penyuluhan b. b. MengakhiriMengakhiri kegiatan dengan kegiatan dengan mengucapkan mengucapkan salam salam c. c. MembagikanMembagikan leaflet leaflet a. a. PesertaPeserta memperhatikan memperhatikan b.
b. Peserta Peserta menjawabmenjawab salam
salam c.
c. Peserta Peserta menerimamenerima leaflet
leaflet
F.
1.
1. Penanggung jawabPenanggung jawab Tugas:
Tugas: a.
a. Membuat satuan acara penyuluhanMembuat satuan acara penyuluhan b.
b. Bertanggungjawab terhadap semua kegiatan mulai dari awal sampai akhirBertanggungjawab terhadap semua kegiatan mulai dari awal sampai akhir kegiatan yang berkaitan dengan
kegiatan yang berkaitan dengan ““Hipertensi pada LansiaHipertensi pada Lansia”.”.
2.
2. ModeratorModerator Tugas: Tugas: a.
a. Membuka dan menutup acaraMembuka dan menutup acara b.
b. Memperkenalkan anggotaMemperkenalkan anggota
3.
3. Penyaji MateriPenyaji Materi
Tugas: Menyajikan dan menjelaskan tentang materi
Tugas: Menyajikan dan menjelaskan tentang materi ““Bahaya Hipertensi bagiBahaya Hipertensi bagi
Lansia Lansia””
4.
4. Sie Perlengkapan :Sie Perlengkapan :
Tugas : Menyiapkan lembar balik dan leaflet. Memberikan leaflet pada pasien. Tugas : Menyiapkan lembar balik dan leaflet. Memberikan leaflet pada pasien.
5.
5. Sie konsumsiSie konsumsi
Tugas : Menyediakan dan memberikan konsumsi pada peserta penyuluhan. Tugas : Menyediakan dan memberikan konsumsi pada peserta penyuluhan.
6.
6. Sie dokumentasiSie dokumentasi
Tugas : Mendokumentasikan seluruh kegiatan. Tugas : Mendokumentasikan seluruh kegiatan.
7.
7. PeragawanPeragawan
Tugas : Mendemonstrasikan senam hipertensi pada lansia sesuai dengan Tugas : Mendemonstrasikan senam hipertensi pada lansia sesuai dengan perintah pemateri 2.
perintah pemateri 2.
G.
G. EVALUASIEVALUASI 1.
1. Evaluasi Struktur Evaluasi Struktur a.
a. SAP sudah siap satu hari sebelum dilaksanakan kegiatanSAP sudah siap satu hari sebelum dilaksanakan kegiatan b.
b. Alat dan tempat sudah siap satu hari sebelum dilaksanakan kegiatanAlat dan tempat sudah siap satu hari sebelum dilaksanakan kegiatan c.
c. Sudah dibentuk struktur organisasi atau pembagian peranSudah dibentuk struktur organisasi atau pembagian peran 2.
a.
a. Alat dan tempat dapat di gunakan sesuai rencanaAlat dan tempat dapat di gunakan sesuai rencana b.
b. Peserta hadir tepat waktuPeserta hadir tepat waktu c.
c. Peserta mengikuti kegiatan yang telah direncanakan dengan penuh perhatianPeserta mengikuti kegiatan yang telah direncanakan dengan penuh perhatian
3.
3. Evaluasi hasilEvaluasi hasil a.
a. 80% peserta dapat menyebutkan pengertian dari hipertensi.80% peserta dapat menyebutkan pengertian dari hipertensi. b.
b. 80% peserta dapat menjelaskan tentang penyebab penyakit hipertensi.80% peserta dapat menjelaskan tentang penyebab penyakit hipertensi. c.
c. 80% peserta 80% peserta dapat dapat menjelaskan tentang tanda menjelaskan tentang tanda dan gejala penydan gejala penyakit hipertensi.akit hipertensi. d.
d. 80% p80% peserta dapat eserta dapat menjelakan penatalaksanaan penymenjelakan penatalaksanaan penyakit hipertensi.akit hipertensi. e.
e. 80% p80% peserta dapat eserta dapat menjelakan komplikasi menjelakan komplikasi penyakit hipertensi.penyakit hipertensi. f.
f. 80% p80% peserta dapat eserta dapat menjelaskan pencegahan menjelaskan pencegahan penyakit hipertensi.penyakit hipertensi. g.
Lampiran
Lampiran
HIPERTENSI HIPERTENSI A. A. PENGERTIANPENGERTIANDefinisi atau pengertian hipertensi banyak dikemukakan oleh para ahli. WHO Definisi atau pengertian hipertensi banyak dikemukakan oleh para ahli. WHO mengemukakan bahwa hipertensi terjadi bila tekanan darah diatas 160/95 mmhg, mengemukakan bahwa hipertensi terjadi bila tekanan darah diatas 160/95 mmhg, sementara itu Smelttzer & Bare (2002:896) mengemukakan bahwa hipertensi sementara itu Smelttzer & Bare (2002:896) mengemukakan bahwa hipertensi merupakan tekanan darah persisten atau terus menerus sehingga melebihi batas merupakan tekanan darah persisten atau terus menerus sehingga melebihi batas normal dimana tekanan sistolik diatas 140 mmhg dan tekanan diastole diatas normal dimana tekanan sistolik diatas 140 mmhg dan tekanan diastole diatas 90mmhg. Pendapat yang sama juga diutarakan oleh doenges (2000:42). Pendapat 90mmhg. Pendapat yang sama juga diutarakan oleh doenges (2000:42). Pendapat senada juga disampaikan oleh TIM POKJA RS Harapan Kita, Jakarta (1993:199) senada juga disampaikan oleh TIM POKJA RS Harapan Kita, Jakarta (1993:199) dan Prof. Dr. dr. Budhi Setianto (Depkes, 2007), yang menyatakan bahwa hipertensi dan Prof. Dr. dr. Budhi Setianto (Depkes, 2007), yang menyatakan bahwa hipertensi adalah kenaikan tekanan darah sistolik lebih dari 150 mmHg dan tekanan diastolik adalah kenaikan tekanan darah sistolik lebih dari 150 mmHg dan tekanan diastolik lebih dari 90 mmHg. Terdapat perbedaan tentang batasan tentang hipertensi seperti lebih dari 90 mmHg. Terdapat perbedaan tentang batasan tentang hipertensi seperti diajukan oleh kaplan (1990:205) yaitu pria, usia kurang dari 45 tahun, dikatakan diajukan oleh kaplan (1990:205) yaitu pria, usia kurang dari 45 tahun, dikatakan hipertensi bila tekanan darah waktu berbaring diatas atau sama dengan hipertensi bila tekanan darah waktu berbaring diatas atau sama dengan 130/90mmhg, sedangkan pada usia lebih dari 45 tahun dikatakan hipertensi bila 130/90mmhg, sedangkan pada usia lebih dari 45 tahun dikatakan hipertensi bila tekanan darah diatas 145/95 mmhg. Sedangkan pada wanita tekanan darah diatas tekanan darah diatas 145/95 mmhg. Sedangkan pada wanita tekanan darah diatas sama dengan 160/95 mmhg. Hal yang berbeda diungkapkan TIM POKJA RS sama dengan 160/95 mmhg. Hal yang berbeda diungkapkan TIM POKJA RS Harapan Kita (1993:198) pada usia dibawah 40 tahun dikatakan sistolik lebih dari Harapan Kita (1993:198) pada usia dibawah 40 tahun dikatakan sistolik lebih dari 140 mmhg dan untuk usia antara 60-70 tahun te
140 mmhg dan untuk usia antara 60-70 tahun tekanan darah sistolik 150-155 mmHgkanan darah sistolik 150-155 mmHg masih dianggap normal. Hipertensi pada usia lanjut didefinisikan sebagai tekanan masih dianggap normal. Hipertensi pada usia lanjut didefinisikan sebagai tekanan sistolik lebih besar dari 140 mmHg dan atau tekanan diastolik lebih besar dari 90 sistolik lebih besar dari 140 mmHg dan atau tekanan diastolik lebih besar dari 90 mmHg ditemukan dua kali atau lebih pada dua atau lebih pemeriksaan yang mmHg ditemukan dua kali atau lebih pada dua atau lebih pemeriksaan yang berbeda. (JNC VI, 1997).
berbeda. (JNC VI, 1997).
Untuk usia kurang dari 18 tahun dikatakan hipertensi bila dua kalikunjungan Untuk usia kurang dari 18 tahun dikatakan hipertensi bila dua kalikunjungan yang berbeda waktu didapatkan tekanan darah diastolik 90 mmHg ataulebih, atau yang berbeda waktu didapatkan tekanan darah diastolik 90 mmHg ataulebih, atau apabila tekanan darah sistolik pada beberapa pengukuran didapatkannilai yang apabila tekanan darah sistolik pada beberapa pengukuran didapatkannilai yang menetap diatas 140mmHg (R. P. Sidabutar dan Waguno P, 1990).Berdasarkan menetap diatas 140mmHg (R. P. Sidabutar dan Waguno P, 1990).Berdasarkan pengertian
pengertian – – pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwahipertensi merupakan pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwahipertensi merupakan
kenaikan tekanan darah dimana tekanan sistolik lebih dari140 mmhg dan atau kenaikan tekanan darah dimana tekanan sistolik lebih dari140 mmhg dan atau diastolik lebih dari 90 mmhg.
B.
B. PENYEBABPENYEBAB
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya hipertensi: Ada beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya hipertensi: 1)
1) Genetik: bawaan dari orang tua/keturunanGenetik: bawaan dari orang tua/keturunan 2)
2) Obesitas: terkait dengan level insulin yang tinggi yang mengakibatkantekananObesitas: terkait dengan level insulin yang tinggi yang mengakibatkantekanan darah meningkat.
darah meningkat. 3)
3) Stress LingkunganStress Lingkungan 4)
4) Hilangnya Elastisitas jaringan and arterisklerosis pada orang tua sertapelabaranHilangnya Elastisitas jaringan and arterisklerosis pada orang tua sertapelabaran pembuluh
pembuluh darah. darah. Penyebab Penyebab hipertensi hipertensi pada pada orang orang dengan dengan lanjutusia lanjutusia adalahadalah terjadinya perubahan
terjadinya perubahan – – perubahan pada : perubahan pada :
a)
a) Elastisitas dinding aorta menurunElastisitas dinding aorta menurun b)
b) Katub jantung menebal dan menjadi kakuKatub jantung menebal dan menjadi kaku c)
c) Kemampuan jantung memompa darah menurun 1% setiap Kemampuan jantung memompa darah menurun 1% setiap tahun sesudahtahun sesudah berumur 20 tahun k
berumur 20 tahun kemampuan jantung memompa darah menuruemampuan jantung memompa darah menurunn menyebabkan menurunnya kontraksidan volumenya
menyebabkan menurunnya kontraksidan volumenya d)
d) Kehilangan elastisitas pembuluh darah, Hal ini terjadi karenakurangnyaKehilangan elastisitas pembuluh darah, Hal ini terjadi karenakurangnya efektifitas pembuluh darah perifer untuk oksigenasi
efektifitas pembuluh darah perifer untuk oksigenasi e)
e) Meningkatnya resistensi pembuluh darah periferMeningkatnya resistensi pembuluh darah perifer
C.
C. TANDA DAN GEJALATANDA DAN GEJALA
Menurut FKUI (1990:210) dan Dr. Budhi Setianto (Depkes, 2007)hipertensi Menurut FKUI (1990:210) dan Dr. Budhi Setianto (Depkes, 2007)hipertensi esensial kadang tampa gejala dan baru timbul gejala setelah terjadikomplikasi pada esensial kadang tampa gejala dan baru timbul gejala setelah terjadikomplikasi pada organ target seperti pada ginjal, mata, otak dan jantung. Namunterdapat pasien yang organ target seperti pada ginjal, mata, otak dan jantung. Namunterdapat pasien yang mengalami gejala dengan sakit kepala, epitaksis.Menurut Rokhaeni ( 2001 ), mengalami gejala dengan sakit kepala, epitaksis.Menurut Rokhaeni ( 2001 ), manifestasi klinis beberapa pasien
manifestasi klinis beberapa pasien yangmenderita hipertensi yaitu :yangmenderita hipertensi yaitu : 1)
1) Mengeluh sakit kepala, pusing bahkan terasa berat di pundakMengeluh sakit kepala, pusing bahkan terasa berat di pundak 2)
2) Lemas, kelelahanLemas, kelelahan 3)
3) Sesak nafasSesak nafas 4) 4) GelisahGelisah 5) 5) MualMual 6) 6) MuntahMuntah 7) 7) EpistaksisEpistaksis 8)
D.
D. KOMPLIKASIKOMPLIKASI 1.
1. Penyakit ginjalPenyakit ginjal 2.
2. Penyakit strokePenyakit stroke 3.
3. Penyakit jantungPenyakit jantung
E.
E. PENATALAKSANAANPENATALAKSANAAN
Pengelolaan hipertensi bertujuan untuk mencegah morbiditas dan mortalitas Pengelolaan hipertensi bertujuan untuk mencegah morbiditas dan mortalitas akibat komplikasi kardiovaskuler yang berhubungan dengan pencapaian dan akibat komplikasi kardiovaskuler yang berhubungan dengan pencapaian dan pemeliharaan tekanan darah dibawah 140/90
pemeliharaan tekanan darah dibawah 140/90 mmHg.mmHg. Prinsip pengelolaan penyakit hipertensi meliputi : Prinsip pengelolaan penyakit hipertensi meliputi : 1.
1. Terapi tanpa ObatTerapi tanpa Obat
Terapi tanpa obat digunakan sebagai tindakan untuk hipertensi ringan dan Terapi tanpa obat digunakan sebagai tindakan untuk hipertensi ringan dan sebagai tindakan suportif pada hipertensi sedang dan berat. Terapi tanpa obat ini sebagai tindakan suportif pada hipertensi sedang dan berat. Terapi tanpa obat ini meliputi :
meliputi : a.
a. DietDiet
Diet yang dianjurkan untuk penderita hipertensi adalah : Diet yang dianjurkan untuk penderita hipertensi adalah : 1)
1) Restriksi garam secara moderat dari 10 gr/hr menjadi 5 gr/hrRestriksi garam secara moderat dari 10 gr/hr menjadi 5 gr/hr 2)
2) Diet rendah kolesterol dan rendah asam lemak jenuhDiet rendah kolesterol dan rendah asam lemak jenuh b.
b. Penurunan asupan etanolPenurunan asupan etanol c.
c. Latihan FisikLatihan Fisik
Latihan fisik atau olah raga yang teratur dan terarah yang dianjurkan untuk Latihan fisik atau olah raga yang teratur dan terarah yang dianjurkan untuk penderita
penderita hipertensi hipertensi adalah adalah olah olah raga raga yang mempunyai yang mempunyai empat empat prinsip prinsip yaitu:yaitu: Macam olah raga yaitu isotonis dan dinamis seperti lari, jogging, bersepeda, Macam olah raga yaitu isotonis dan dinamis seperti lari, jogging, bersepeda, berenang
berenang dan dan lain-lain. lain-lain. Intensitas Intensitas olah olah raga raga yang yang baik baik antara antara 60-80 60-80 % % daridari kapasitas aerobik atau 72-87 % dari denyut nadi maksimal yang disebut kapasitas aerobik atau 72-87 % dari denyut nadi maksimal yang disebut zona latihan. Lamanya latihan berkisar antara 20
zona latihan. Lamanya latihan berkisar antara 20 – – 25 menit berada dalam 25 menit berada dalam
zona latihan Frekuensi latihan sebaiknya 3 x perminggu dan paling baik 5 x zona latihan Frekuensi latihan sebaiknya 3 x perminggu dan paling baik 5 x perminggu.
perminggu. d.
d. Edukasi PsikologisEdukasi Psikologis
Pemberian edukasi psikologis untuk penderita hipertensi meliputi : Pemberian edukasi psikologis untuk penderita hipertensi meliputi : 1)
1) Tehnik BiofeedbackTehnik Biofeedback
Biofeedback adalah suatu tehnik yang dipakai untuk menunjukkan pada Biofeedback adalah suatu tehnik yang dipakai untuk menunjukkan pada subyek tanda-tanda mengenai keadaan tubuh yang secara sadar oleh subyek tanda-tanda mengenai keadaan tubuh yang secara sadar oleh subyek dianggap tidak normal. Penerapan biofeedback terutama dipakai subyek dianggap tidak normal. Penerapan biofeedback terutama dipakai
untuk mengatasi gangguan somatik seperti nyeri kepala dan migrain, untuk mengatasi gangguan somatik seperti nyeri kepala dan migrain, juga untuk gangg
juga untuk gangguan psikologis seperti kecemasan dan keteganganuan psikologis seperti kecemasan dan ketegangan 2)
2) Tehnik relaksasiTehnik relaksasi
Relaksasi adalah suatu prosedur atau tehnik yang bertujuan untuk Relaksasi adalah suatu prosedur atau tehnik yang bertujuan untuk mengurangi ketegangan atau kecemasan, dengan cara melatih penderita mengurangi ketegangan atau kecemasan, dengan cara melatih penderita untuk dapat belajar membuat otot-otot dalam tubuh menjadi rileks.
untuk dapat belajar membuat otot-otot dalam tubuh menjadi rileks. 3)
3) Terapi tanpa obat bisa dilakukan dengan berolah raga secara teratur,Terapi tanpa obat bisa dilakukan dengan berolah raga secara teratur, dari
dari berbagi macam olah raga yberbagi macam olah raga yang ada. Salah satu olah ang ada. Salah satu olah raga yang dapraga yang dapatat dilakukan yaitu senam hipertensi pada lansia.
dilakukan yaitu senam hipertensi pada lansia. 2.
2. Terapi dengan ObatTerapi dengan Obat
Tujuan pengobatan hipertensi tidak hanya menurunkan tekanan darah saja tetapi Tujuan pengobatan hipertensi tidak hanya menurunkan tekanan darah saja tetapi juga
juga mengurangi mengurangi dan dan mencegah mencegah komplikasi komplikasi akibat akibat hipertensi hipertensi agar agar penderitapenderita dapat bertambah kuat. Pengobatan hipertensi umumnya perlu dilakukan seumur dapat bertambah kuat. Pengobatan hipertensi umumnya perlu dilakukan seumur hidup penderita. hidup penderita. Pengobatannya meliputi : Pengobatannya meliputi : a. a. Step 1Step 1
Obat pilihan pertama : diuretika, beta blocker, Ca antagonis, ACE inhibitor Obat pilihan pertama : diuretika, beta blocker, Ca antagonis, ACE inhibitor b.
b. Step 2Step 2
Alternatif yang bisa diberikan : Alternatif yang bisa diberikan : 1)
1) Dosis obat pertama dinaikkanDosis obat pertama dinaikkan 2)
2) Diganti jenis lain dari obat pilihan pertamaDiganti jenis lain dari obat pilihan pertama 3)
3) Ditambah obat keDitambah obat ke – – 2 jenis lain, dapat berupa diuretika , beta blocker, Ca2 jenis lain, dapat berupa diuretika , beta blocker, Ca
antagonis, Alpa blocker, clonidin, reserphin, vasodilator antagonis, Alpa blocker, clonidin, reserphin, vasodilator c.
c. Step 3Step 3
Alternatif yang bisa ditempuh Alternatif yang bisa ditempuh 1)
1) Obat ke-2 digantiObat ke-2 diganti 2)
2) Ditambah obat ke-3 jenis lainDitambah obat ke-3 jenis lain 3.
3. Terapi HerbalTerapi Herbal a. a. BlimbingBlimbing b. b. SaledriSaledri c. c. MentimunMentimun d. d. AlpukatAlpukat e. e. SemangkaSemangka f. f. mengkudumengkudu
F.
F. PENCEGAHANPENCEGAHAN 1.
1. Pencegahan PrimerPencegahan Primer
Faktor resiko hipertensi antara lain: tekanan darah diatas rata-rata, adanya Faktor resiko hipertensi antara lain: tekanan darah diatas rata-rata, adanya hipertensi pada anamnesis keluarga, ras (negro), tachycardi, obesitas dan hipertensi pada anamnesis keluarga, ras (negro), tachycardi, obesitas dan konsumsi garam yang berlebihan dianjurkan untuk:
konsumsi garam yang berlebihan dianjurkan untuk: a.
a. Mengatur diet agar berat badan tetap ideal juga untuk menjaga agar tidakMengatur diet agar berat badan tetap ideal juga untuk menjaga agar tidak terjadi hiperkolesterolemia, Diabetes Mellitus, dsb.
terjadi hiperkolesterolemia, Diabetes Mellitus, dsb. b.
b. Dilarang merokok atau menghentikan merokok.Dilarang merokok atau menghentikan merokok. c.
c. Merubah kebiasaan makan sehari-hari dengan konsumsi rendah garam.Merubah kebiasaan makan sehari-hari dengan konsumsi rendah garam. d.
d. Melakukan exercise untuk mengendalikan berat badan.Melakukan exercise untuk mengendalikan berat badan. 2.
2. Pencegahan sekunderPencegahan sekunder
Pencegahan sekunder dikerjakan bila penderita telah diketahui menderita Pencegahan sekunder dikerjakan bila penderita telah diketahui menderita hipertensi berupa:
hipertensi berupa: a.
a. Pengelolaan secara menyeluruh bagi penderita baik dengan obat maupunPengelolaan secara menyeluruh bagi penderita baik dengan obat maupun dengan tindakan-tindakan seperti pada pencegahan primer.
dengan tindakan-tindakan seperti pada pencegahan primer.
Harus dijaga supaya tekanan darahnya tetap dapat terkontrol secara normal Harus dijaga supaya tekanan darahnya tetap dapat terkontrol secara normal dan stabil mungkin.
dan stabil mungkin. b.
b. Faktor-faktor resiko penyakit jantung ischemik yang lain Faktor-faktor resiko penyakit jantung ischemik yang lain harus dikontrol.harus dikontrol. c.
SENAM HIPERTENSI PADA LANSIA SENAM HIPERTENSI PADA LANSIA
A.
A. PENGERTIANPENGERTIAN
Senam adalah serangkaian gerak nada yang teratur dan terarah serta terencana yang Senam adalah serangkaian gerak nada yang teratur dan terarah serta terencana yang dilakukan secara tersendiri atau berkelompok dengan maksud meningkatkan dilakukan secara tersendiri atau berkelompok dengan maksud meningkatkan kemampuan fungsional raga untuk mencapai tujuan tersebut. Senam hipertensi kemampuan fungsional raga untuk mencapai tujuan tersebut. Senam hipertensi adalah bagian dari usaha untuk mengurangi berat badan dan mengelola stress adalah bagian dari usaha untuk mengurangi berat badan dan mengelola stress (factor yang mempertinggi hipertensi).
(factor yang mempertinggi hipertensi).
B.
B. TUJUANTUJUAN
Tujuan dari senam hipertensi pada lansia ini adalah untuk mengatasi Tujuan dari senam hipertensi pada lansia ini adalah untuk mengatasi berbagaimacam yaitu: berbagaimacam yaitu: 1) 1) StresStres 2) 2) KecemasanKecemasan 3) 3) InsomniaInsomnia 4)
4) Hipertensi (tekanan darah tinggi)Hipertensi (tekanan darah tinggi) 5)
5) Membangun emosi positif dari emosi negatif.Membangun emosi positif dari emosi negatif.
C.
C. MANFAATMANFAAT
Semua senam dan aktifitas olahraga ringan tersebut sangat bermanfaat untuk Semua senam dan aktifitas olahraga ringan tersebut sangat bermanfaat untuk menghambat proses degeneratif/penuaan. Senam ini sangat dianjurkan untuk menghambat proses degeneratif/penuaan. Senam ini sangat dianjurkan untuk mereka yang memasuki usia pralansia (45 thn) dan usia lansia (65 thn ke atas). mereka yang memasuki usia pralansia (45 thn) dan usia lansia (65 thn ke atas). Orang melakukan senam secara teratur akan mendapatkan kesegaran jasmani yang Orang melakukan senam secara teratur akan mendapatkan kesegaran jasmani yang baik
baik yang yang terdiri terdiri dari dari unsur unsur kekuatan kekuatan otot, otot, kelentukan kelentukan persendian, persendian, kelincahankelincahan gerak, keluwesan,
gerak, keluwesan, cardiovascular fitnesscardiovascular fitness dandan neuromuscular fitnessneuromuscular fitness..
Apabila orang melakukan senam, peredarah darah akan lancar dan Apabila orang melakukan senam, peredarah darah akan lancar dan meningkatkan jumlah volume darah. Selain itu 20% darah terdapat di otak, meningkatkan jumlah volume darah. Selain itu 20% darah terdapat di otak, sehingga akan terjadi proses indorfin hingga terbentuk hormon norepinefrin yang sehingga akan terjadi proses indorfin hingga terbentuk hormon norepinefrin yang dapat menimbulkan rasa gembira, rasa sakit hilang, adiksi (kecanduan gerak) dan dapat menimbulkan rasa gembira, rasa sakit hilang, adiksi (kecanduan gerak) dan menghilangkan depresi. Dengan mengikuti senam lansia efek minimalnya adalah menghilangkan depresi. Dengan mengikuti senam lansia efek minimalnya adalah lansia merasa berbahagia, senantiasa bergembira, bisa tidur lebih nyenyak, pikiran lansia merasa berbahagia, senantiasa bergembira, bisa tidur lebih nyenyak, pikiran tetap segar.
tetap segar.
Senam lansia disamping memiliki dampak positif terhadap peningkatan fungsi Senam lansia disamping memiliki dampak positif terhadap peningkatan fungsi organ tubuh juga berpengaruh dalam meningkatkan imunitas dalam tubuh manusia organ tubuh juga berpengaruh dalam meningkatkan imunitas dalam tubuh manusia
setelah latihan teratur. Tingkat kebugaran dievaluasi dengan mengawasi kecepatan setelah latihan teratur. Tingkat kebugaran dievaluasi dengan mengawasi kecepatan denyut jantung waktu istirahat yaitu kecepatan denyut nadi sewaktu istirahat. Jadi denyut jantung waktu istirahat yaitu kecepatan denyut nadi sewaktu istirahat. Jadi supaya lebih bugar, kecepatan denyut jantung sewaktu istirahat harus menurun. supaya lebih bugar, kecepatan denyut jantung sewaktu istirahat harus menurun.
Manfaat senam lainnya yaitu terjadi keseimbangan antara osteoblast dan Manfaat senam lainnya yaitu terjadi keseimbangan antara osteoblast dan osteoclast. Apabila senam terhenti maka pembentukan osteoblast berkurang osteoclast. Apabila senam terhenti maka pembentukan osteoblast berkurang sehingga pembentukan tulang berkurang dan dapat berakibat pada pengeroposan sehingga pembentukan tulang berkurang dan dapat berakibat pada pengeroposan tulang. Senam yang diiringi dengan latihan
tulang. Senam yang diiringi dengan latihan stretching stretching dapat memberi efek ototdapat memberi efek otot yang tetap kenyal karena ditengah-tengah serabut otot ada impuls saraf yang yang tetap kenyal karena ditengah-tengah serabut otot ada impuls saraf yang dinamakan
dinamakan muscle spindlemuscle spindle, bila otot diulur (, bila otot diulur (recking recking ) maka) maka muscle spindlemuscle spindle akanakan bertahan
bertahan atau atau mengatur mengatur sehingga sehingga terjadi terjadi tarik-menarik, tarik-menarik, akibatnya akibatnya otot otot menjadimenjadi kenyal. Orang yang melakukan
kenyal. Orang yang melakukan stretching stretching akan menambah cairan sinoval sehinggaakan menambah cairan sinoval sehingga persendian akan licin dan mencegah cedera (Suroto, 200
persendian akan licin dan mencegah cedera (Suroto, 2004).4).
D.
D. CARA MELAKUKAN SENAM HIPERTENSI PADA LANSIACARA MELAKUKAN SENAM HIPERTENSI PADA LANSIA
1.
1. PEMANASANPEMANASAN
a.
a. Tekuk kepala kesamping lalu tahan dengan tangan pada sisi yang samaTekuk kepala kesamping lalu tahan dengan tangan pada sisi yang sama dengan arah kepala. Tahan dengan hitungan 8-10, lalu bergantian dengan dengan arah kepala. Tahan dengan hitungan 8-10, lalu bergantian dengan sisi lain.
sisi lain. b.
b. Tautkan jari-jari kedua tangan dan angkat lurus keatas kepala dengan posisiTautkan jari-jari kedua tangan dan angkat lurus keatas kepala dengan posisi kedua kaki dibuka selebar bahu. Tahan dengan 8-10 hitungan. Rasakan kedua kaki dibuka selebar bahu. Tahan dengan 8-10 hitungan. Rasakan tarikan bahu dan punggung.
2.
2. KEGIATAN INTIKEGIATAN INTI a.
a. Lakukan gerakan seperti jalan ditempat dengan lambaian kedua tanganLakukan gerakan seperti jalan ditempat dengan lambaian kedua tangan
searah dengan sisi kaki yang diangkat. Lakukan perlahan dan hindari searah dengan sisi kaki yang diangkat. Lakukan perlahan dan hindari hentakan.
hentakan.
b.
b. Buka kedua tangan dengan jemari mengepal dan kaki dibuka selebar bahu.Buka kedua tangan dengan jemari mengepal dan kaki dibuka selebar bahu.
Kedua kepalan tangan bertemu dan ulangi gerakan semampunya sambil Kedua kepalan tangan bertemu dan ulangi gerakan semampunya sambil mengatur nafas.
mengatur nafas.
c.
c. Kedua kaki dibuka agak lebar lalu angkat tangan menyerong. Sisi kaki yangKedua kaki dibuka agak lebar lalu angkat tangan menyerong. Sisi kaki yang
searah dengan tangan sedikit ditekuk. Tangan diletakan dipinggang dan searah dengan tangan sedikit ditekuk. Tangan diletakan dipinggang dan kepala searah dengan gerakan tangan. Tahan 8-10 hitungan. Lalu ganti kepala searah dengan gerakan tangan. Tahan 8-10 hitungan. Lalu ganti dengan sisi lainnya.
dengan sisi lainnya.
d.
d. Gerakan hampir sama dengan sebelumnya, tapi jari mengepal dan keduaGerakan hampir sama dengan sebelumnya, tapi jari mengepal dan kedua
tangan diangkat keatas. Lakukan bergantian secara perlahan dan tangan diangkat keatas. Lakukan bergantian secara perlahan dan semampunya.
semampunya.
e.
e. Hampir sama dengan gerakan inti I, tapi kaki digerakan ke samping. KeduaHampir sama dengan gerakan inti I, tapi kaki digerakan ke samping. Kedua
tangan dengan jemari mengepal kearah yang berlawanan. Ualangi dengan tangan dengan jemari mengepal kearah yang berlawanan. Ualangi dengan sisi bergantian.
sisi bergantian.
f.
f. Kedua kaki dibuka lebar dari bahu. Satu Kedua kaki dibuka lebar dari bahu. Satu lutut agak ditekuk dan tangan lutut agak ditekuk dan tangan yangyang
searah lutut dipinggang. Tangan sisi yang lain lurus kearah lutut yang searah lutut dipinggang. Tangan sisi yang lain lurus kearah lutut yang ditekuk. Ulangi gerakan kearah sebaliknya dan lakukan semampunya.
3.
3. PENDINGINANPENDINGINAN a.
a. Kedua kaki dibuka selebar bahu. Lingkarkan satu tangan ke leher dan tahanKedua kaki dibuka selebar bahu. Lingkarkan satu tangan ke leher dan tahan
dengan tangan lainnya. Hitungan 8- 10 x dan lakukan pada sisi lainnya. dengan tangan lainnya. Hitungan 8- 10 x dan lakukan pada sisi lainnya.
b.
b. Posisi tetap tautkan kedua tangan lalu gerakan ke samping dengan gerakanPosisi tetap tautkan kedua tangan lalu gerakan ke samping dengan gerakan
setengah putaran. Tahan 8-10 hitungan lalu arahkan tangan ke sisi lainnya. setengah putaran. Tahan 8-10 hitungan lalu arahkan tangan ke sisi lainnya. Dan tahan dengan hitungan yang sama.
Dan tahan dengan hitungan yang sama.
E.
E. HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM MELAKUKANHAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM MELAKUKAN SENAM HIPERTENSI PADA LANSIA
SENAM HIPERTENSI PADA LANSIA 1)
1) Jangan terlalu menegangkan otot berlebihan karena dapat melukai dirisendiriJangan terlalu menegangkan otot berlebihan karena dapat melukai dirisendiri 2)
2) Untuk merilekskan otot-otot membutuhkan waktu sekitar 20-50 detikUntuk merilekskan otot-otot membutuhkan waktu sekitar 20-50 detik 3)
3) Memeriksa apakah klien benar-benar rileks dan nyamanMemeriksa apakah klien benar-benar rileks dan nyaman 4)
4) Terus-menerus memberikan instruksi yang tidak terlalu cepat dan tiTerus-menerus memberikan instruksi yang tidak terlalu cepat dan ti dak terlaludak terlalu lambat.
DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA
Aji Subekti, Insan. 2012.
Aji Subekti, Insan. 2012. Olahraga Bagi Usia Lanjut.Olahraga Bagi Usia Lanjut.
http://insanajisubekti.wordpress.com/2012/04/17/olahraga-bagi-usia-lanjut/ http://insanajisubekti.wordpress.com/2012/04/17/olahraga-bagi-usia-lanjut/ ,, diakses 26 November 2013
diakses 26 November 2013
Arumdita. 2010.
Arumdita. 2010. Klasifikasi Tekanan D Klasifikasi Tekanan Daraharah..
http://arumdita.blogs
http://arumdita.blogspot.com/2010/01/klaspot.com/2010/01/klasifikasi-tekanan-ifikasi-tekanan-darah.htmldarah.html ,, diakses 26 November 2013.
diakses 26 November 2013. Departemen Kesehatan. 2012.
Departemen Kesehatan. 2012. Pharmaceut Pharmaceutical Careical Care Untuk Penyakit Hipertensi.Untuk Penyakit Hipertensi. Buku Saku. Buku Saku. http://www.binfar.de
http://www.binfar.depkes.go.id/bmspkes.go.id/bmsimages/136133844images/1361338449.pdf9.pdf ,, diakses 26 November 2013.
diakses 26 November 2013.
Fhajar Pranama, Vendyik. 2012. Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Tekanan Darah Pada Lansia Fhajar Pranama, Vendyik. 2012. Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Tekanan Darah Pada Lansia
Hipertensi Di Desa Pomahan Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo,
Hipertensi Di Desa Pomahan Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo, Karya Tulis, Karya Tulis, Universitas Muhammadiyah Ponorogo.
Universitas Muhammadiyah Ponorogo. http://lib.umpo.ac.id/gdl
http://lib.umpo.ac.id/gdl/files/disk1/5/jkptumpo-g/files/disk1/5/jkptumpo-gdl-vendyikfha-233-dl-vendyikfha-233-1-abstrak-i.pdf1-abstrak-i.pdf,, diakses 21 November 2013.
diakses 21 November 2013. Kadulli, Arnold. 2012.
Kadulli, Arnold. 2012. Proposal H Proposal Hipertensi Pada Lanipertensi Pada Lansiasia..
http://arnoldkadulli120819
http://arnoldkadulli12081991.blogspot.com91.blogspot.com/2012/11/proposal-hiper/2012/11/proposal-hipertensi-pada- tensi-pada-lansia.html
lansia.html ,,
diakses pada 26 November 2013. diakses pada 26 November 2013.
Karya, Teguh. 2012.
Karya, Teguh. 2012. Olahraga Pada Lansia PengidapOlahraga Pada Lansia Pengidap Hipertensi,
Hipertensi, http://teguhkarya277.blogspot.com/2012/03/v- http://teguhkarya277.blogspot.com/2012/03/v- behaviorurldefaultvmlo_31.html