BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1. Metode Penelitian 3.1.1. Metode Observasi
Metode observasi dimasudkan untuk mengadakan pengamatan terhadap subyek yang akan diteliti, yaitu tentang perencanaan sistem distribusi dan instalasi di Gedung Perkantoran 16 Lantai - Jakarta. Disini peneliti hanya mengadakan observasi atau penelitian dengan mengambil data perencanaan instalasi di Gedung Perkantoran 16 Lantai - Jakarta.
3.1.2. Metode Wawancara
Metode wawancara atau interview ini dilakukan dengan tanya jawab yang dimaksudkan untuk memperoleh data-data dari responden yang sudah ahli. Dalam hal ini pembimbing penelitian yang sudah ahli tentang perencanaan sistem distribusi dan instalasi di Gedung Perkantoran 16 Lantai, Jakarta.
3.1.3. Metode Literatur
Metode literatur atau dokumenter ini dimaksudkan untuk mendapatkan dan mencari data-data atau bahan dalam penelitian skripsi ini, yang didapat dari buku-buku, artikel-artikel, modul-modul yang ada di perpustakaan daerah atau di perpustakaan Universitas Mercubuana, literatur-literatur lain baik dari pembimbing penelitian di Proyek Gedung Perkantoran 16 Lantai – Jakarta, maupun dosen pembimbing skripsi, selain itu juga dengan mendownload di internet.
3.2. Pengumpulan Data
Gedung Perkantoran 16 lantai terletak di daerah Jakarta Selatan, terdiri dari 16 lantai + 2 lantai Basement yang dilengkapi area parkir, dimana dalam setiap lantainya terdapat banyak ruangan dengan kegunaan masing-masing :
- Lantai Basement memiliki luas 4.330 m2 dengan beberapa ruang kecil didalamnya, antara lain : tangga darurat, lobby lift umum, koridor, ruang panel, lobby lift barang, ruang delivery, ruang pompa hydrant, storage, pantry, toilet supir, gudang aset, ruang manajemen, ruang security, ruang generator set dan area parkir.
- Lantai Semi Basement memiliki luas 4.330 m2 dengan beberapa ruang kecil didalamnya, antara lain : tangga darurat, lobby lift umum, koridor, ruang panel, lobby lift barang, ruang trafo, ruang MV/LV dan area parkir.
- Lantai Dasar memiliki luas 1.765 m² dengan beberapa ruang kecil didalamnya, antara lain : tangga darurat, lobby lift umum, koridor, ruang panel, lobby lift barang, entrance lobby , ruang AHU, pantry, toilet dan area penyewa.
- Lantai 2 memiliki luas 1.154 m² dengan beberapa ruang kecil didalamnya, antara lain : tangga darurat, lobby lift umum, koridor, ruang panel, lobby lift barang, ruang AHU, storage, toilet, area outdoor unit AC dan area server. - Lantai 3 memiliki luas 1.154 m² dengan beberapa ruang kecil didalamnya,
antara lain : tangga darurat, lobby lift umum, koridor, ruang panel, lobby lift barang, ruang AHU, storage, toilet, area outdoor unit AC dan area penyewa. - Lantai 4 memiliki luas 1.154 m² dengan beberapa ruang kecil didalamnya,
antara lain : tangga darurat, lobby lift umum, koridor, ruang panel, lobby lift barang, ruang AHU, storage, toilet, dan area penyewa.
- Lantai 5, 7 dan 13 memiliki luas 1.154 m² dengan beberapa ruang kecil didalamnya, antara lain : tangga darurat, lobby lift umum, koridor, ruang panel, lobby lift barang, mushalla, toilet, dan area penyewa.
- Lantai 6 memiliki luas 1.154 m² dengan beberapa ruang kecil didalamnya, antara lain : tangga darurat, lobby lift umum, koridor, ruang panel, lobby lift barang, ruang AHU, storage, toilet, dan area penyewa.
- Lantai 8, 10 dan 12 memiliki luas 1.154 m² dengan beberapa ruang kecil didalamnya, antara lain : tangga darurat, lobby lift umum, koridor, ruang panel, lobby lift barang, ruang AHU, storage, toilet, dan area penyewa. - Lantai 15 memiliki luas 1.154 m² dengan beberapa ruang kecil didalamnya,
antara lain : tangga darurat, lobby lift umum, koridor, ruang panel, lobby lift barang, mushalla, toilet, dan area penyewa.
- Lantai 16 memiliki luas 1.154 m² dengan beberapa ruang kecil didalamnya, antara lain : tangga darurat, lobby lift umum, koridor, ruang panel, lobby lift barang, ruang AHU, storage, toilet, dan area penyewa.
- Lantai atap memiliki luas 1.154 m² dengan beberapa ruang kecil didalamnya, antara lain : tangga darurat, ruang mesin lift, area mesin AC dan pompa.
3.2.1. Peralatan Listrik Utama
Peralatan listrik utama yang digunakan pada Gedung Perkantoran 16 Lantai adalah sebagai berikut :
1. 1 unit panel MVMDP (Medium Voltage Main Distribution Panel) terdiri atas : - 1 Incoming dilengkapi dengan LBS 22 kV/630 A/3P dan Earth Switch - 3 Outgoing dilengkapi dengan LBS 20 kV/400 A/3P, Fuse 80 A, Earth
Switch dan lampu indikator. 2. 3 unit Trafo penurun tegangan
- Trafo 1, kapasitas 1250 kVA untuk keperluan utilitas - Trafo 2, kapasitas 1250 kVA untuk keperluan utilitas
- Trafo 3, kapasitas 1000 kVA untuk keperluan akan datang (Future) 3. 3 unit Generator set
- Genset 1, kapasitas 1000 kVA untuk keperluan utilitas - Genset 2, kapasitas 1000 kVA untuk keperluan utilitas
- Genset 3, kapasitas 650 kVA untuk keperluan akan datang (Future) 4. 2 unit panel LVMDP (Low Voltage Main Distribution Panel)
- LVMDP-OFFICE untuk keperluan utilitas
5. 2 unit Capasitor Bank
- Capacitor Bank Office, kapasitas 500 kVAR 12 steps, untuk keperluan utilitas.
- Capacitor Bank Data Center, kapasitas 400 kVAR 12 steps, untuk keperluan akan datang (Future).
3.2.2. Sistem Distribusi Listrik
Gedung Perkantoran 16 Lantai Jakarta menggunakan sistem radial yaitu sumber dari PLN digunakan sebagai sumber utama, sedangkan diesel genset berfungsi untuk memback up PLN bila sewaktu-waktu PLN padam. Sumber listrik PLN yang menyuplai kebutuhan di gedung ini menggunakan tegangan menengah 20 kV dengan daya tersambung 1730 kVA.
Dari sumber listrik PLN masuk ke panel MV tegangan menengah 20 kV, kemudian didistribusikan ke trafo 1, 2 dan 3. Dari trafo 1 dan 2 tegangan diturunkan menjadi tegangan rendah 380/220 V dan diteruskan ke panel LVMDP-OFFICE untuk didistribusikan ke setiap panel beban. Didalam panel LVMDP-OFFICE terdapat coupler (LBS 3P 2000 A) yang dapat menghubungkan sistem pada trafo 1 dan 2. Sedangkan trafo 3 didistribusikan ke LVMDP-DATA-CENTER untuk keperluan yang akan datang (Future).
Genset 1 didistribusikan ke panel LVMDP-OFFICE digabung dengan busbar trafo1, Genset 2 didistribusikan ke panel LVMDP-OFFICE digabung dengan busbar trafo 2 dan Genset 3 didistribusikan ke panel LVMDP-DATA-CENTER digabung dengan busbar trafo 3. Sistem Interlock perpindahan dari sumber PLN ke genset menggunakan ATS (Automatic Transfer Switch).
Dari panel LVMDP-OFFICE daya listrik didistribusikan lagi ke panel-panel sub distribusi (SDP) yang ada pada tiap-tiap area dan diteruskan ke panel penerangan (LP) pada tiap-tiap lantai atau panel power (PP) pada tiap-tiap pusat pengendali motor.
Untuk melayani beban-beban darurat disediakan panel PP-EMERGENCY yang dilengkapi ACOS (Automatic Change Over Switch), sumber listrik diambil langsung dari trafo 1 & genset 1 melalui terminal incoming LVMDP-OFFICE dan
dilengkapi pengaman tersendiri, sehingga bila terjadi kebakaran saluran-saluran yang lain dapat diputus dari sumber listriknya.
3.2.3. Pembagian Beban
Dengan banyaknya peralatan listrik yang mempunyai karakteristik berbeda-beda maka pembagian/pengelompokkan beban tersebut perlu dilakukan dengan beberapa tujuan :
- Untuk memudahkan dalam pengontrolan dan bila terjadi gangguan dapat segera diatasi dengan mudah dan aman.
- Agar kerja peralatan listrik yang satu tidak mempengaruhi peralatan listrik yang lain.
- Untuk memudahkan perluasan dan penambahan dikemudian hari.
Pembagian beban dilakukan berdasarkan fungsi dan karakteristik dari peralatan-peralatan tersebut dan juga berdasarkan dari area dimana peralatan-peralatan tersebut dipakai. Berdasarkan dari fungsi dan karakteristiknya beban dibagi kedalam 3 kelompok yaitu :
1. Beban Mekanik
Beban mekanik adalah peralatan-peralatan listrik yang digunakan untuk keperluan mekanik dan pada umumnya peralatan-peralatan tersebut adalah merupakan motor-motor listrik yang penggunaanya antara lain :
a. Sistem air bersih. b. Sistem pendingin udara.
2. Beban Penerangan dan Kontak-Kontak
Penggunaannya terutama digunakan untuk penerangan, melayani operasional kantor dan peralatan-peralatan lain seperti kontak-kontak untuk komputer, alat-alat elektronik dan lain-lain.
3. Beban Khusus
Penggunaannya terutama digunakan untuk area data center dimana banyak perangkat lunak yang memerlukan pelayanan khusus.
4. Beban-Beban Darurat
Beban-beban ini adalah peralatan-peralatan untuk kepentingan keadaan darurat seperti bila terjadi kebakaran, penggunaanya untuk :
a. Hydrant pump. b. Jockey pump. c. Pressurize fan. d. Mesin lift.
Berikut adalah tabel data beban, kabel daya, pengaman dan grounding untuk setiap panel listrik yang diambil dari gambar perencanaan gedung.
Tabel 3.1. Data LVMDP-OFFICE
No Beban
Daya Demand Daya Jenis
Breaker (A) Tersambung Factor Terpakai Kabel Grounding
(VA) (DF) (VA) (mm2) (mm2) 1 SDP-POMPA 92.875 1 92.875 NA2XY 4x1Cx95 BC 16 MCCB 3P 200 2 PP-CHILLER.I 702.800 0,9 632.520 NA2XY 3(4x1Cx300) BC 70 MCCB 3P 1600 3 PP-ATAP 138.645 0,8 110.916 NA2XY 4x1Cx150 BC 70 MCCB 3P 250 4 SDP-POWER 320.570 0,85 272485 NA2XY 4(3x1Cx240) BC 70 MCCB 3P 1000 5 (SPARE) MCCB 3P 250 6 (SPARE) MCCB 3P 250 7 PP-CHILLER.II 490.400 0,9 441.360 NA2XY 3(3x1Cx240) BC 70 MCCB 3P 1000 8 SDP-PENERANGAN 179.558 0,8 143.646 NA2XY 4(3x1Cx150) BC 70 MCCB 3P 800 9 SDP-SB 162.740 0,8 130.192 NA2XY 4x1Cx185 BC 70 MCCB 3P 300 10 KANTIN MCCB 3P 400 11 (SPARE) MCCB 3P 125 12 (SPARE) MCCB 3P 250 Total LVMDP-OFFICE 1.823.994 Faktor Kebutuhan 0.8 Kebutuhan Maksimum 1.459.195
Tabel 3.2. Data PP-EMERGENCY
No Beban
Daya Demand Daya Jenis
Tersambung Factor Terpakai Kabel Grounding Breaker
(VA) (DF) (VA) (mm2) (mm2) (A)
1 PP-SEF.13 s/d 16 17.600 1 17.600 FRC 4x1x10 BC 6 MCCB 3P 40 2 PP-SEF.9 s/d 12 17.600 1 17.600 FRC 4x1x10 BC 6 MCCB 3P 40 3 PP-SEF.5 s/d 8 17.600 1 17.600 FRC 4x1x10 BC 6 MCCB 3P 40 4 PP-SEF.1 s/d 4 17.600 1 17.600 FRC 4x1x10 BC 6 MCCB 3P 40 5 PP-FIRE LIFT &
71.250 1 71.250 FRC 4x1x35 BC 16 MCCB 3P 125 PP-PRESS FAN BC 6 6 PP-HYDRANT 213.750 0.087 18.596 FRC 4(2x1Cx185) BC 50 MCCB 3P 1000 7 (SPARE) MCCB 3P 50 Total PP-EMERGENCY 160.246 Faktor Kebutuhan 0.8 Kebutuhan Maksimum 128.197
Tabel 3.3. Data PP-CHILLER.I
No Beban
Daya Jenis
Tersambung Kabel Grounding Breaker
(VA) (mm2) (mm2) (A) 1 CHILLER.1 351.400 NA2XY 4(3x1Cx240) BC 70 MCCB 3P 1000 2 CHILLER.2 351.400 NA2XY 4(3x1Cx240) BC 70 MCCB 3P 1000 3 (SPARE) MCB 1P 15 4 (SPARE) MCB 1P 25 Total PP-CHILLER. 1 702.800
Tabel 3.4. Data PP-ATAP
No Beban
Daya Jenis
Tersambung Kabel Grounding Breaker
(VA) (mm2) (mm2) (A) 1 PP-LIFT 125.750 NYY 4x 125 BC 70 MCCB 3P 250 2 LP-ATAP 1.645 NYY 4x 6 BC 6 MCCB 3P 16 3 PP-GON. 5.000 NYY 4x 6 BC 6 MCCB 3P 25 4 PP-BP 6.250 NYY 4x 6 BC 6 MCCB 3P 16 Total PP-ATAP 138.645
Tabel 3.5. Data SDP-POWER
No Beban
Daya Jenis
Tersambung Kabel Grounding Breaker
(VA) (mm2) (mm2) (A) 1 PP-FCU-D 28.460 NYY 4x 25 BC 6 MCCB 3P 80 PP-FCU-2 PP-FCU-3 PP-AHU-4 2 PP-AHU-5 59.340 NYY 4x 35 BC 6 MCCB 3P 125 PP-AHU-6 PP-AHU-7 3 PP-AHU-8 59.040 NYY 4x 35 BC 6 MCCB 3P 125 PP-AHU-9 PP-AHU-10 4 PP-AHU-11 59.340 NYY 4x 35 BC 6 MCCB 3P 125 PP-AHU-12 PP-AHU-13 5 PP-AHU-14 54.390 NYY 4x 35 BC 6 MCCB 3P 125 PP-AHU-15 PP-AHU-16 6 PP-UPS 60.000 NYY 4x 35 BC 6 MCCB 3P 150 7 (SPARE) Total SDP-SB 320.570
Tabel 3.6. Data PP-CHILLER.II
No Beban
Daya Jenis
Tersambung Kabel Grounding Breaker
(VA) (mm2) (mm2) (A) 1 CHILLER.3 351.400 NA2XY 4(3x1Cx240) BC 70 MCCB 3P 1000 2 CHWP.1 46.250 NYY 2(3x35) BC 35 MCCB 3P 125 3 CHWP.2 46.250 NYY 2(3x35) BC 35 MCCB 3P 125 4 CHWP.3 46.250 NYY 2(3x35) BC 35 MCCB 3P 125 5 (SPARE)
6 MUWP 250 NYY 2x4 NYY 4 MCB 1P 15
2 (SPARE) 7 (SPARE)
Tabel 3.7. Data SDP-SB
No Beban
Daya Jenis
Tersambung Kabel Grounding Breaker
(VA) (mm2) (mm2) (A) 1 LP-SB 13.824 NYY 4x 10 BC 6 MCCB 3P 40 2 PP-EF.SB 38.200 NYY 4x 35 BC 6 MCCB 3P 100 3 LP-TENNIS 10.000 NYY 4x 6 BC 6 MCCB 3P 25 4 LP-PL.1 1.125 NYY 4x 6 BC 6 MCCB 3P 20 5 LP-PL.2 2.313 NYY 4x 6 BC 6 MCCB 3P 20 6 PP-EF.BS 57.380 NYY 4x 35 BC 6 MCCB 3P 100 7 LP-BS 15.398 NYY 4x 10 BC 6 MCCB 3P 40 8 PP-K.(KOLAM) 24.500 NYY 4x 16 BC 6 MCCB 3P 63 8 (SPARE) 9 (SPARE) Total SDP-SB 162.740
Tabel 3.8. Data SDP-PENERANGAN
No Beban
Daya Jenis
Tersambung Kabel Grounding Breaker
(W) (mm2) (mm2) (A) 1 LP-D 12.125 NYY 4x 10 BC 6 MCCB 3P 50 2 LP-2 2.916 NYY 4x 6 BC 6 MCCB 3P 25 3 LP-3 3.091 NYY 4x 6 BC 6 MCCB 3P 25 4 LP-4 12.793 NYY 4x 10 BC 6 MCCB 3P 50 5 LP-5 12.793 NYY 4x 10 BC 6 MCCB 3P 50 6 LP-6 12.793 NYY 4x 10 BC 6 MCCB 3P 50 7 LP-7 12.793 NYY 4x 10 BC 6 MCCB 3P 50 8 LP-8 12.605 NYY 4x 10 BC 6 MCCB 3P 50 9 LP-9 11.546 NYY 4x 10 BC 6 MCCB 3P 50 10 LP-10 12.605 NYY 4x 10 BC 6 MCCB 3P 50 11 LP-11 12.950 NYY 4x 10 BC 6 MCCB 3P 50 12 LP-12 12.605 NYY 4x 10 BC 6 MCCB 3P 50 13 LP-13 12.793 NYY 4x 10 BC 6 MCCB 3P 50 14 LP-14 12.793 NYY 4x 10 BC 6 MCCB 3P 50 15 LP-15 12.877 NYY 4x 10 BC 6 MCCB 3P 50 16 LP-16 9.480 NYY 4x 10 BC 6 MCCB 3P 50 17 (SPARE) 18 (SPARE) Total SDP-PEN. 179.558
Tabel 3.9. Data PP-AHU.11
No Beban
Daya Jenis
Tersambung Kabel Grounding Breaker (VA) (mm2) (mm2) (A)
1 AHU-11.1 18650 NYY 2(3x6) BC 6 MCB 40 2 FCU-11.1 630 NYY 2x4 NYY 4 MCB 10 3 EF-11.1 300 NYY 2x4 NYY 4 MCB 10 4 BF-11.1 300 NYY 2x4 NYY 4 MCB 10 5 (SPARE) MCB 10 6 (SPARE) MCB 15 Total PP-AHU.11 19880 Tabel 3.10. Data LP-11 No Beban
Daya Tersambung Jenis
Daya Qty (W) Kabel Grounding Breaker
(W) (Bh) R S T (mm2) (mm2) (A) 1 Lampu TL 1x18 W 18 12 216 FRC 2x2,5 2,5 MCB 1P 10 2 Lampu TL 1x18 W 18 12 216 FRC 2x2,5 2,5 MCB 1P 10 3 Lampu TL 2x36 W + Battery 72 3 216 NYA 2x2,5 2,5 MCB 1P 10 Lampu TL 2x8 W (Exit) 16 2 32
Down Light PLC 2x18 W + Batt. 36 2 72
4 Lampu TL 1x20 W 20 4 80 NYA 2x2,5 2,5 MCB 1P 10 Down Light PLC 1x13 W 13 11 143 5 Lampu TL 1x36 W 36 6 216 NYA 2x2,5 2,5 MCB 1P 10 Down Light PLC 1x13 W 13 1 13 Down Light PLC 2x18 W 36 1 36
6 Down Light PLC 2x18 W 36 10 360 NYA 2x2,5 2,5 MCB 1P 10 7 Down Light Halogen 50 W 50 6 300 NYA 2x2,5 2,5 MCB 1P 10 8 Down Light Halogen 50 W 50 9 450 NYA 2x2,5 2,5 MCB 1P 10 9 Down Light PLC 1x18 W 18 20 360 NYA 2x2,5 2,5 MCB 1P 10
10 Stop Kontak 10 A 100 4 400 NYA 2x2,5 2,5 MCB 1P 10
11 Stop Kontak 10 A 100 3 300 NYA 2x2,5 2,5 MCB 1P 10
12 (SPARE) MCB 3P 10 13 (SPARE) MCB 3P 10 14 (SPARE) MCB 3P 10 15 (SPARE) MCB 3P 10 16 DB.1 840 840 840 NYM 3x6 6 MCB 3P 10 17 DB.2 708 708 708 NYM 3x6 6 MCB 3P 10 18 DB.3 1.632 1.632 1.632 NYM 3x6 6 MCB 3P 10 19 (SPARE) MCB 3P 10 Total 4.319 4.411 4.220 Total LP-11 12.950
Asumsi Faktor Daya 0,8