• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

Pada Bab ini akan menjelaskan metodologi yang dilakukan dalam pengujian, peralatan dan rangkaian yang digunakan dalam penelitian.

3.1. Peralatan dan Rangkaian Penelitian

Dalam skripsi ini penelitian dilakukan pada proyek gedung 8 lantai dengan kapasitas beban maksimum 630kg. Dengan PT. Citas Otis Elevator sebagai penanggung proyek elevator.

3.1.1 Sampel Penelitian

Sampel yang digunakan untuk penelitian adalah Sensor Loadcell merek Dinacell Electronica s.l.. dengan spesifikasi sebagai berikut ;

Serial Number : 13P254 M83 Belt Type : 32KN Number Belts : 3 belts Software Versions : 2.15

Voltages : 30Vdc

Output Resistance : 350 ohm

(2)

Dibawah ini merupakan gambar komponen dari sensor Dinacell Electronica s.l.

Gambar 3.1 Sensor Dinacell Electronica s.l

Gambar 3.2 Komponen Sensor Dinacell Electronica s.l

(3)

Dan Motor yang digunakan untuk penelitian adalah Motor Gearless 3 phasa, dengan spesifikasi sebagai berikut ;

Serial Number : X140409BE572 Date : 14 Juli 2014

Power : 4. 2 Kw

Frekuensi : 40 Hz

Torque : 83.3 Nm

Voltages : 513 V

Speed : 477 Rpm

Current : 6.3 A

Brake Voltage : 48 Vdc Brake Torque : >185 Nm Brake Resistance : 29 Ohm

Efisiensi : 0.85

Gambar 3.3 Motor Gearless Elevator

(4)

3.1.2. Peralatan Penelitian

Peralatan yang digunakan dalam Penelitian Sensor beban Elevator menggunakan sensor Load Cell adalah sebagai berikut :

1. Lift Gen 2 Regen 2. Test Tools 3. Test Weight

3.1.3. Rangkaian Penelitian

Langkah pertama yang di lakukan adalah melakukan pemasangan sensor Dinacell Electronica pada roop belt Elevator, dimana kaki tiga pada sensor load cell mengapit roop belt elevator, seperti gambar di bawah ini ;

Gambar 3.4 Pemasangan Sensor Dinacell Electronica s.l

(5)

Gambar 3.5 Gambar depan Kaki tiga sensor Dinacell

Gambar 3.6 Gambar Belakang kaki tiga sensor Dinacell

Setelah Sensor load cell terpasang, maka dilakukan pemasangan kabel ( Wiring ) dimana sensor load cell terhubung pada kontroler elevator. Dibawah ini merupakan Wiring Diagram sensor load cell

Gambar 3.7 Wiring Diagram Sensor Beban Elevator

(6)

Gambar 3.8 Kontroler Elevator 3.2 Pengujian Elevator

Pengujian pada penelitian ini dilakukan sebanyak 2 kali, yaitu Test Keseimbangan ( Balancing Test ) dan Test beban Penuh ( Over Load Test ).

3.2.1 Pengujian Keseimbangan pada beban Elevator ( Balancing Test)

Balancing Test adalah kesimbangan antara berat sangkar kosong,

ditambah dengan beban tertentu (Over Balance) terhadap berat bobot

pengimbang (Counter Weight). Faktor keseimbangan (Over Balance) pada

elevator ini adalah 47%. Manfaat dari test keseimbangan ini adalah :

(7)

1. Over Balance diperoleh dari rata-rata beban didalam sangkar yang diangkut naik maupun turun sepanjang hari, dengan demikian Elevator diharapkan lebih banyak bekerja dalam keadaan seimbang, dengan penghematan tenaga listrik yang terpakai.

2. Pada saat Elevator bekerja naik maupun turun dalam keadaan sempurna seimbang, maka besaran arus (Ampere) yang terpakai mempunyai nilai paling rendah dan nilainya sama saat naik atau turun. Tenaga listrik yang besar hanya digunakan untuk mengatasi hambatan atau gesekan (Friction) yang mungkin terjadi pada masalah mekanis.

3. Jika Elevator dalam keadaan beban penuh arah turun, motor berputar karena gerakan sangkar yang turun, dengan gaya sebesar (1-0.47) x kapasitas. Motor berubah menjadi generator, yang menghasilkan tenaga listrik untuk peralatan lain (Regenerating System in Close Loop Circuit) 4. Jika Elevator sudah dilakukan Balancing Test dengan sempurna, maka

pergerakan Elevator saat mulai atau percepatan dan berhenti atau perlambatan akan sangat halus atau tidak terasa.

3.2.2 Pengujian Beban Penuh

Pengujian beban penuh pada elevator adalah pengujian dimana batas

maksimal beban yang diperbolehkan oleh pihak elevator. Saat beban

dalam sangkar melebihi beban maksimal atau diatas 100% yang terdapat

pada label Elevator, jika berhasil sangkar tidak dapat bergerak naik atau

turun dan pintu tidak akan menutup selama beban tidak dikurangi.

(8)

Pembacaan beban ini dilakukan oleh Sensor beban Dynacell electronica s.l. Pengujian ini bertujuan untuk ;

1. Mengetahui ketepatan akurasi beban maksimal yang diberikan oleh pabrik sesuai dengan kondisi dilapangan.

2. Melihat terjadi atau tidaknya kemerosotan pada sangkar apabila beban penuh dalam sangkar, apabila terjadi kemerosotan itu menunjukan pengujian keseimbangan yang belum benar.

3.3 Persiapan Awal Pengujian

Langkah dari penelitian ini adalah menyiapkan beban sebesar 0%, 47% dan 100% dari beban maksimal Elevator yaitu 630 kilogram, dimana peneliti menggunakan Test Weight yang merupakan alat test standarisasi dari PT. Citas Otis Elevator. Test Weight ini berbahan dasar besi dengan satuan 20 kilogram per batang

Gambar 3.9 Test Weight

(9)

Sebelum melakukan pengujian, ada beberapa hal yang harus di kerjakan, antara lain :

3.3.1 Melakukan pengaturan parameter pada sistem elevator.

Proses ini menggunakan alat yaitu Test Tool

Gambar 3.10 Menu Utama Test Tool

Parameter Pertama yang diubah adalah pada bagian Drive, dimana Load Weigh Type diatur menjadi nomor 2 dengan penjelasan sebagai berikut :

Gambar 3.11 Menu Load Cell pada Drive Test Tools

(10)

Gambar 3.12 Keterangan Penggunaan sensor beban Elevator di Drive Pengisian pada nomor 2 berarti memilih penggabungan sensor beban pada sistem elevator, dimana peneliti dapat memonitoring data-data yang di dapat sensor beban dari penggunaan Elevator.

Parameter kedua melakukan pengubahan pada sistem kontroler (GECB), dimana Load Weigh Type ( LW-TYPE) di atur menjadi nomor 1 dengan penjelasan sebagai berikut :

Gambar 3.13 Menu Load Cell pada Drive Test Tools

Gambar 3.14 Keterangan Penggunaan sensor beban Elevator di Drive

(11)

Pengisian pada nomor 1 berarti memakai perangkat luar dari elevator yaitu berupa Sensor Dynacell yang telah digabungkan pada Drive melalui parameter yang diubah pada kondisi pertama.

3.3.2 Mengkalibrasi saat beban kosong pada elevator, dengan cara melakukan “Learn Run” pada sistem elevator.

Proses Learn Run adalah proses dimana sistem mempelajari Elevator yaitu berupa jumlah lantai elevator, jarak dari satu lantai ke lantai yang lain, penentuan beban kosong pada elevator dan batas beban maksimal yang diizinkan oleh Elevator, berikut adalah proses Learn run dan penjelasannya, yang di fokuskan pada sistem sensor beban.

3.15 Menu Learn Run pada Test Tool

Setelah peneliti melakukan Learn Run, maka akan muncul

menu berupa tulisan “Calibrate Hitch LoadW?” Kalibrasi yang

dimaksud adalah sensor beban Dina cell Elevator akan menganggap

beban di dalam sangkar kosong ( 0 kilogram ), dan apabila setelah proses

Learn Run selesai maka sensor beban otomatis akan menghitung bila ada

pertambahan berat saat elevator bekerja.

(12)

3.16 Kalibrasi berat pada Test Tool

3.4 Proses Pengujian

Apabila setiap langkah pada persiapan telah selesai dilakukan, maka proses Balancing Test dan Overload Test pada Elevator telah siap untuk di laksanakan

3.4.1 Pengujian saat Elevator bergerak kearah atas dan bawah dengan beban kosong ( 0% ).

Pada pengujian pertama dilakukan beban kosong ( 0% ) sebesar 0 kilogram pada Elevator, lalu kecepatan pada elevator di atur menjadi kecepatan yang rendah ( Slow Speed ) dengan kecepatan 15 meter per menit, dimaksudkan agar mendapat perhitungan nilai akurasi yang tepat.

3.4.2 Pengujian saat Elevator bergerak kearah atas dan bawah dengan beban seimbang ( 47% ).

Pada pengujian kedua dilakukan beban seimbang ( 47% ) sebesar

296 kilogram pada Elevator, lalu kecepatan pada elevator di atur serupa

pada pengujian yang pertama dengan kecepatan 15 meter per menit.

(13)

3.4.3 Pengujian saat Elevator bergerak kearah atas dan bawah dengan beban penuh ( 100% ).

Pada pengujian ketiga dilakukan beban penuh ( 100% ) sebesar 630 kilogram pada Elevator, lalu kecepatan pada elevator di atur serupa pada pengujian yang pertama dan kedua dengan kecepatan 15 meter per menit.

3.4.4 Pengujian Beban diatas 100%

Pada pengujian ini, Sistem elevator diposisikan normal atau High

Speed dengan kecepatan 60 meter per menit, lalu elevator diposisikan pada

lantai dasar dan dimasukkan beban diatas 100%

Gambar

Gambar 3.1 Sensor Dinacell Electronica s.l
Gambar 3.3 Motor Gearless Elevator
Gambar 3.4 Pemasangan Sensor Dinacell Electronica s.l
Gambar 3.6 Gambar Belakang kaki tiga sensor Dinacell
+5

Referensi

Dokumen terkait

Kreteria keempat: adalah proses, yang dimaksud adalah peneliti melakukan dokumentatif menganalisis bagi mana prosedur dalam penentuan seorang kader yang akan

Dimana pada tahap penelitian ini data waveform akan difilter menggunakan filter band-pass yang bergantung pada kualitas data waveform yang dilihat dari jarak

Sampel adalah bagian dari populasi yang dianggap mewakili untuk dijadikan sumber data atau subjek penelitian (Setiadi, 2010:39-40), proses penentuan sampel dari sejumlah

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Servqual dan QFD untuk mencari startegi terbaik dimana metode Serqual digunakan untuk penentuan atribut – atribut

Bentuk proses yang dilakukan dalam tahapan klasifikasi diare dimulai dari tahap pra-proses data, dimana dataset yang digunakan akan diproses terlebih dahulu

Zuldafrial (2012:39) mengatakan bahwa teknik studi dokumenter adalah suatu metode pengumpulan data, dimana sipeneliti mengumpulkan dan mempelajari data atau

Testing atau proses pengujian berfokus pada logika internal Sistem Penentuan Plafond Kredit Nasabah (SPPKN) Menggunakan Subtractive Clustering dan Logika Fuzzy,

Dari tahap pengolahan data yang memperoleh hasil rute usulan kemudian akan dibahas berupa analisis keputusan apakah rute distribusi usulan menghasilkan total jarak