i
PROSES PEMILIHAN PASANGAN PADA WANITA
BISEKSUAL
SKRIPSI
Diajukan kepada Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran,
Universitas Udayana untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat-syarat Guna
Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi
Sayu Prabandari Mahathanaya
1202205017
Program Studi Psikologi
Fakultas Kedokteran
Universitas Udayana
2016
ii
LEMBAR PENGESAHAN
SKRIPSI
PROSES PEMILIHAN PASANGAN PADA WANITA BISEKSUAL
Oleh :
Sayu Prabandari Mahathanaya NIM. 1202205017
Telah disetujui oleh :
April 2016
Pembimbing Skripsi,
iii
Dipertahankan di depan panitia Ujian Skripsi Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana dan Diterima untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat-syarat Guna
Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi
Pada Tanggal :
Mengesahkan Program Studi Psikologi
Fakultas Kedokteran Universitas Udayana
Dekan,
Prof. Dr. dr. Putu Astawa, Sp.OT(K), M.Kes.
Panitia Penguji :
Tanda Tangan
1. Made Diah Lestari, S.Psi., M.Psi.
2. Dra. Adijanti Marheni, M.Si., Psi.
3. I.G.A.P. Wulan Budisetyani, S.Psi., M.Psi.
iv
MOTTO
I never lose. Either I win or I learn. - Big Empire
v
PERNYATAAN KEASLIAN KARYA
Saya yang bertanda tangan dibawah ini, Sayu Prabandari Mahathanaya, dengan ini menyatakan bahwa skripsi ini adalah karya sendiri dan belum pernah diajukan untuk memperoleh derajat kesarjanaan di suatu perguruan tinggi manapun dan sepanjang pengetahuan saya tidak terdapat karya orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka. Jika terdapat hal-hal yang tidak sesuai dengan isi pernyataan ini, maka saya bersedia derajat kesarjanaan saya dicabut.
Denpasar, April 2016 Yang menyatakan,
Sayu Prabandari Mahathanaya NIM. 1202205017
vi
Proses Pemilihan Pasangan pada Wanita Biseksual
Sayu Prabandari Mahathanaya
Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Abstrak
Setiap individu memiliki kebutuhan untuk mendapatkan kasih sayang dan penerimaan, oleh karena itu, manusia tidak terlepas dari keinginan untuk mencari pasangan hidup (Atwater, 1983). Dalam melakukan interaksi untuk mencari pasangan hidup, terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi penilaian individu terhadap orang lain, salah satunya adalah orientasi seksual. Orientasi seksual adalah pola yang unik dari dorongan seksual dan romantis, perilaku, dan identitas yang diekspresikan oleh individu (Lehmiller, 2014). Perbedaan orientasi seksual pada tiap individu dapat mengarahkan individu pada proses pemilihan pasangan yang berbeda, demikian halnya pada biseksual (Lehmiller, 2014). Hasil penelitian Rosario, dkk. (2007) mengungkapkan bahwa biseksual sejati seringkali ditemui pada wanita, khususnya dengan peran sebagai femme. Berbagai konflik yang dialami oleh biseksual akan mengarahkan biseksual pada proses pemilihan pasangan yang cukup kompleks. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini difokuskan untuk membahas mengenai proses pemilihan pasangan pada wanita biseksual.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan desain penelitian studi kasus. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi pada tiga orang wanita biseksual dengan taraf biseksualitas yang berbeda, yakni heteroseksual, bi-biseksual, dan bi-homoseksual.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tiga fase dalam proses pemilihan pasangan oleh wanita bi-heteroseksual dan bi-homoseksual. Fase tersebut mencakup fase rapport, fase intimacy, dan fase committed relationship. Berbeda dengan kedua tipe wanita tersebut, wanita bi-biseksual hanya melalui dua fase, yaitu fase rapport dan intimacy. Tahapan proses yang terjadi pada tiap fase akan dijelaskan melalui proses pemilihan pasangan yang dijalani oleh wanita biseksual secara lengkap dalam kehidupannya.
vii
Mate Selection Process on Bisexual Women
Sayu Prabandari Mahathanaya
Department of Psychology, Faculty of Medicine, Udayana University
Abstract
Every individual has a need for affection and acceptance, therefore, human is inseparable from the desire to look for a life partner (Atwater, 1983). In the interactions to look for a life partner, there are various factors that influence individual assessments of others, one of which is sexual orientation. Sexual orientation is a unique pattern of sexual desire and romantic, behavior, and identity expressed by individuals (Lehmiller, 2014). Sexual orientation differences between individuals can direct the individual in the process of selecting a different partner, as well as the bisexual (Lehmiller, 2014). Research of Rosario, et. al. (2007) revealed that true bisexuality is often found in women, especially with the role of femme. Various conflicts experienced by bisexuals will direct to quite complex bisexual mate selection process. Accordingly, this study was focused on discussing the process of mate selection on bisexual women.
This study used qualitative and case study research design. Data were collected by using interview and observation methods on three bisexual women with a different level of bisexuality, i.e. bi-heterosexual, bi-bisexual and bi-homosexual.
The results of this study indicated that there were three phases in the process of mate selection of the bi-heterosexual and bi-homosexual women. Those phases include the rapport phase, the phase of intimacy, and phase of committed relationship. In contrast to that two type of women, there were two phases experienced by bisexual women, namely the phase of rapport and intimacy. The process steps that occur in each phase will be explained through the comprehensive process of selecting a couple who lived by a bisexual.
viii
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan berkat-Nya, penulis mampu menyelesaikan skripsi ini. Skripsi merupakan salah satu syarat dalam memperoleh gelar Sarjana Psikologi di Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, sehingga dengan demikian, terciptalah skripsi dengan judul “Proses Pemilihan Pasangan pada Wanita Biseksual” ini.
Atas tercapainya tujuan untuk menyusun dan menyelesaikan skripsi ini, penulis ingin menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dan mendukung penulisan skripsi ini :
1. Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang telah memberkati dan memberikan kemudahan bagi penulis dalam menempuh setiap perjalanan dan melewati kesulitan yang dihadapi peneliti dalam mencapai tujuan.
2. Prof. Dr. dr. Putu Astawa, Sp.OT(K) selaku Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.
3. Dra. Adijanti Marhaeni, S.Psi., M.Si., sebagai Ketua Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.
4. Made Diah Lestari, S.Psi, M.Psi., selaku dosen pembimbing skripsi yang telah sangat sabar dan sangat baik membimbing sekaligus bertukar pikiran dengan penulis, serta bersedia membagikan ilmu yang dimiliki guna membantu menyempurnakan karya yang penulis tulis.
5. Dra. Adijanti Marheni, M.Si., Psi., selaku dosen penguji skripsi yang telah sangat sabar membimbing dan membagikan ilmu demi membantu menyempurnakan karya ini.
6. I.G.A.P. Wulan Budisetyani, S.Psi., M.Psi., selaku dosen penguji skripsi yang telah bersedia menyediakan waktunya di masa kehamilan kedua Beliau dan dengan sepenuh hati tetap memberikan dan membagikan ilmunya demi membantu menyempurnakan karya tulis ini.
7. David Hizkia Tobing, S.Psi., MA., selaku dosen penguji skripsi yang telah bersedia membimbing dan membagikan ilmu kepada penulis demi membantu menyempurnakan karya ini.
8. Ayah Gusti Alit Suthayana, Ibu Desak Mahariani, Adik Gusti Ngurah Indra Mahathanaya, dan seluruh keluarga yang selalu memberikan dukungan dan menjadi motivasi utama dalam hidup penulis. Terima kasih telah mendampingi penulis selama ini.
ix
Terima kasih atas doa-doa dan dukungan kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan tulisan ini dalam waktu seperti yang telah diharapkan.
9. Para responden yang telah membantu penulis dalam penulisan karya ini serta memberikan wawasan baru bagi penulis akan sisi kehidupan yang tidak pernah terungkap.
10. Kepada sahabat terkasih, kekasih terbaik, dan psikolog kehidupan terhebat, Bagus Darma Yudha, terima kasih telah mendampingi penulis selama penyusunan karya ini. Terima kasih untuk bantuan yang tidak pernah berhenti demi membantu peneliti untuk menyelesaikan karya ini.
11. Kepada sahabat seperjuangan, alm. Anak Agung Ayu Chandra Yuvita. Dalam kesempatan ini, penulis ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas dukungannya selama ini. Perjuangan kita bersama telah tersimpan dalam ingatan penulis, dan selamanya akan menjadi harta yang abadi dan tak terlupakan.
9. Para sahabat di Psikologi 2012, Zettrasedon, terima kasih untuk suka dan duka selama masa-masa perkuliahan.
10. Seluruh pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu yang selama ini turut membantu dalam penyusunan dan pengerjaan skripsi penulis. Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini belum sepenuhnya sempurna. Oleh karena itu, penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun demi kesempurnaan skripsi ini. Akhir kata, penulis berharap semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca. Terimakasih.
Denpasar, April 2016
Penulis
x
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ... i
HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ... ii
HALAMAN PENGESAHAN ... iii
MOTTO ... iv
PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ... v
ABSTRAK ... vi
ABSTRACT ... vii
KATA PENGANTAR ... viii
DAFTAR ISI ... x
DAFTAR GAMBAR ... xiv
DAFTAR TABEL ... xv
DAFTAR LAMPIRAN ... xvi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1
B. Fokus Penelitian ... 11
C. Signifikansi dan Keunikan Penelitian ... 11
D. Tujuan Penelitian ... 14
E. Manfaat Penelitian ... 14
1. Manfaat Teoretis ... 14
2. Manfaat Praktis ... 15
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Proses Pemilihan Pasangan ... 16
xi
A.2. Proses Pemilihan Pasangan ... 18
A.3. Faktor yang Mempengaruhi Proses Pemilihan Pasangan ... 23
A.4. Pola Pemilihan Pasangan ... 29
A.5. Komitmen ... 38
B. Orientasi Seksual ... 39
B.1. Pengertian Orientasi Seksual ... 39
B.2. Pengertian Biseksual ... 44
B.3. Pengertian Wanita Biseksual ... 45
B.4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pembentukan Orientasi Biseksual ... 46
B.5. Tahap Perkembangan Identitas Biseksual ... 49
B.6. Permasalahan yang Dihadapi Biseksual dalam Membangun Hubungan ... 51
C. Perspektif Teoretis ... 54
D. Pertanyaan Penelitian ... 62
BAB III METODE PENELITIAN A. Tipe Penelitian ... 63
B. Unit Analisis ... 66
C. Subjek Penelitian ... 67
D. Teknik Penggalian Data ... 69
D.1. Wawancara ... 70
D.2. Observasi ... 71
E Teknik Pengorganisasian Data ... 72
F. Teknik Analisis Data ... 73
xii
H. Isu Etik ... 79
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Orientasi Kancah ... 80
A.1. Persiapan Penelitian ... 81
B. Pelaksanaan Penelitian ... 83
B.1. Lokasi Penelitian ... 83
B.2. Karakteristik Subjek Penelitian ... 84
B.3. Proses Pengumpulan Data ... 86
B.4 Pengorganisasian Data ... 89 B.5. Analisis Data ... 91 C. Hasil Penelitian ... 92 C.1. Subjek 1 (AR) ... 93 C.2. Subjek 2 (CY) ... 117 C.3. Subjek 3 (AA) ... 135 D. Pembahasan ... 154
D.1. Dinamika Fase Rapport dalam Proses Pemilihan Pasangan pada Wanita Biseksual ... 155
D.2. Dinamika Fase Intimacy dalam Proses Pemilihan Pasangan pada Wanita Biseksual ... 160
D.3. Dinamika Fase Committed Relationship dalam Proses Pemilihan Pasangan pada Wanita Biseksual ... 162
D.4. Dinamika Proses Pemilihan Pasangan pada Heteroseksual dan Biseksual ... 164
D.5. Konflik yang Mempengaruhi Proses Pemilihan Pasangan pada Wanita Biseksual ... 168
xiii
E. Keterbatasan Penelitian ... 173
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan ... 175
B. Saran ... 176
B.1. Saran bagi individu biseksual ... 176
B.2. Saran bagi keluarga individu biseksual dan masyarakat disekitarnya ... 177
B.3. Saran bagi praktisi kesehatan ... 177
B.4. Saran bagi pemerintah ... 178
B.5. Saran bagi peneliti selanjutnya ... 179
xiv
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Proses Pemilihan Pasangan Stimulus-Value-Role Theory ... 18
Gambar 2. Proses Pemilihan Pasangan Model Hubungan Enam Tahap ... 20
Gambar 3. Tipe Pola Pemilihan Pasangan Homogamy ... 30
Gambar 4. Tipe Pola Pemilihan Pasangan The Filter Theory ... 33
Gambar 5. Tipe Pola Pemilihan Pasangan Reiss’ Wheel Theory of Love ... 37
Gambar 6. Kontinum Orientasi Seksual Kinsey ... 41
Gambar 7. Hubungan Proses Pemilihan Pasangan dengan Orientasi Biseksual ... 61
Gambar 8. Fase Rapport Proses Pemilihan Pasangan pada Subjek 1 (AR) ... 95
Gambar 9. Fase Intimacy Proses Pemilihan Pasangan pada Subjek 1 (AR) ... 104
Gambar 10. Fase Committed Relationship Proses Pemilihan Pasangan pada Subjek 1 (AR) ... 113
Gambar 11. Proses Pemilihan Pasangan pada Subjek 1 (AR) ... 116
Gambar 12. Fase Rapport Proses Pemilihan Pasangan pada Subjek 2 (CY) ... 118
Gambar 13. Fase Intimacy Proses Pemilihan Pasangan pada Subjek 2 (CY) ... 126
Gambar 14. Proses Pemilihan Pasangan pada Subjek 2 (CY) ... 134
Gambar 15. Fase Rapport Proses Pemilihan Pasangan pada Subjek 3 (AA) ... 136
Gambar 16. Fase Intimacy Proses Pemilihan Pasangan pada Subjek 3 (AA) ... 143
Gambar 17. Fase Committed Relationship Proses Pemilihan Pasangan pada Subjek 3 (AA) ... 150
xv
DAFTAR TABEL
Tabel 1. Karakteristik Responden ... 86
Tabel 2. Waktu Pelaksanaan Wawancara ... 88
Tabel 3. Waktu Pelaksanaan Observasi ... 89
Tabel 4. Kode Data Verbatim dan Fieldnote ... 90
Tabel 5. Perbandingan Dinamika Fase Rapport Antarsubjek ... 155
Tabel 6. Perbandingan Dinamika Fase Intimacy Antarsubjek ... 160
Tabel 7. Perbandingan Dinamika Fase Committed Relationship Antarsubjek ... 162
Tabel 8. Perbandingan Dinamika Proses Pemilihan Pasangan pada Heteroseksual dan Biseksual ... 164
Tabel 9. Konflik yang Mempengaruhi Proses Pemilihan Pasangan Antarsubjek dan Harapan Subjek terhadap Lingkungan Sosial ... 168
xvi
DAFTAR LAMPIRAN
Guideline Wawancara 1 Guideline Wawancara 2
Guideline Wawancara Informan Informed Consent Subjek AR Informed Consent Subjek CY Informed Consent Subjek AA Informed Consent Informan Y Informed Consent Informan D Informed Consent Informan R Verbatim Wawancara 1 (Subjek AR) Verbatim Wawancara 2 (Subjek AR)
Verbatim Wawancara Informan Y (Subjek AR) Fieldnote Observasi 1 (Subjek AR)
Fieldnote Observasi 2 (Subjek AR) Open Coding Verbatim Wawancara 1 Open Coding Verbatim Wawancara 2
Open Coding Verbatim Wawancara Informan Y Open Coding Fieldnote Observasi 1
Open Coding Fieldnote Observasi 2 Axial Coding