1
Analisa Pengaruh Kerja Lembur Terhadap Cash Flow Diagram
Pada Kontraktor (Studi Kasus : Proyek Pembangunan Gudang
Peleburan Karbon PT.Inalum Dan Proyek Foundation And
Auxiliaries For AICPL PT.Inalum)
Lintri Julainy1 dan Indra Jaya Pandia2 1
Departemen Teknik Sipil, Universitas Sumatera Utara (USU) Jl. Perpustakaan, Kampus USU Medan 20155 INDONESIA
E-mail: [email protected] 2
Staf Pengajar Departemen Teknik Sipil, Universitas Sumatera Utara (USU) Jl. Perpustakaan, Kampus USU Medan 20155 INDONESIA
ABSTRAK
Keterlambatan proyek konstruksi merupakan hal yang sering terjadi dilapangan. Hal ini terjadi karena adanya faktor – faktor tertentu yang menyebabkan keterlambatan pekerjaan. Untuk mengejar keterlambatan tersebut maka tidak jarang pihak kontraktor mengadakan kerja lembur. Dengan adanya kerja lembur maka adanya penambahan biaya sehingga berpengaruh terhadap cash flow kontraktor.
Setelah dilakukan analisis dengan diagram cash flow didapat nilai NPV rencana pada Proyek Pembangunan Gudang Peleburan Karbon PT.Inalum sebesar Rp. 351.667.108 dan NPV realisasi setelah diadakan kerja lembur sebesar Rp. 278.482.612. Sedangkan pada proyek Foundation and auxiliaries for AICPL didapat nilai NPV rencana sebesar Rp. 137.260.850 dan NPV realisasi setelah ada kerja lembur sebesar Rp. 107.751.973. Dan setelah dilakukan analisis diperoleh bahwa kedua proyek tidak memiliki nilai IRR. Hal ini dikarenakan nilai cash inflow berada pada awal perioda nilainya lebih besar dari jumlah
cash outflow.
Dari nilai kedua nilai NPV yang diperoleh menunjukkan bahwa akibat adanya kerja lembur, kontraktor mengalami kerugian dari nilai NPV yang direncanakan.
Kata Kunci : Kerja Lembur, NPV , IRR, cash flow
ABSTRACT
Delays in construction projects is that often occur in the field. This occurs because of factors - certain factors that cause delays in the work. To pursue these delays so often the contractor entered overtime. With the overtime then the additional costs that affect the cash flow of the contractor.
After analyzing the cash flow diagram obtained NPV plan on Project Development Carbon Warehouse Consolidation PT.Inalum Rp. 351 667 108 and NPV realization after overtime held Rp. 278 482 612. While on the Foundation project and auxiliaries for AICPL obtained NPV value of Rp plan. 137 260 850 and NPV realization after overtime Rp. 107 751 973. And after analysis showed that the two projects do not have the IRR. This is because the value of cash inflow is at the beginning of the period value is greater than the amount of cash outflow.
Of the value of both the NPV obtained show that as a result of overtime work, the contractor suffered a loss of value NPV planned.
Keywords: Overtime, NPV, IRR, cash flow
1. PENDAHULUAN
Dalam pelaksanaan proyek konstruksi dikenal tiga faktor yaitu biaya, waktu dan kualitas. Ketiganya membentuk tata hubungan yang saling bergantung dan berpengaruh erat. Seperti diketahui, penyelenggaraan konstruksi selalu ditujukan untuk menghasilkan suatu bangunan yang bermutu dengan pembiayaan tidak boros, dan kesemuanya harus dapat diwujudkan dalam rentang waktu yang terbatas mengingat besarnya investasi biaya yang harus dikeluarkan.
Proyek konstruksi di lapangan sering terjadi keterlambatan, yang disebabkan antara lain cuaca yang tidak mendukung, sumber daya manusia yang kurang disiplin, kurangnya peralatan, penundaan akibat hal-hal tertentu atau faktor teknis lainnya.
2 Dengan adanya kerja lembur akan menambah biaya upah pekerja . Agar biaya dapat diperkecil seminim mungkin maka perlu dianalisis waktu kerja lembur. Untuk memecahkan problem-problem ekonomi tersebut digunakan diagram cash flow.
2. LANDASAN TEORI 2.1 Umum
Proyek adalah suatu usaha untuk mencapai suatu tujuan tertentu yang dibatasi oleh waktu dan sumber daya yang terbatas. Sehingga pengertian proyek konstruksi adalah suatu upaya untuk mencapai suatu hasil dalam bentuk bangunan /infrastruktur. Bangunan ini pada umumnya mencakup pekerjaan pokok yang termasuk didalamnya bidang teknik sipil dan arsitektur, juga tidak jarang melibatkan disiplin lain seperti: teknik industri, teknik mesin, elektro dan sebagainya. Adapun bentuk bangunan tersebut dapat berupa perumahan, gedung perkantoran, bendungan terowongan, bangunan industri dan bangunan pendukung yang banyak digunakan untuk kepentingan masyarakat banyak.
2.2
Kerlambatan Proyek KonstruksiParameter penting dalam penyelenggaraan proyek konstruksi, yang sering dijadikan sebagai sasaran proyek adalah anggaran, jadwal, dan mutu. Keberhasilan dalam menjalankan proyek tepat waktu, biaya, serta mutu yang telah direncanakan adalah salah satu tujuan terpenting bagi pemilik dan kontraktor. Pelaksanaan proyek yang tidak sesuai dengan rencana, dapat mengakibatkan keterlambatan proyek. Pada pelaksanaan proyek konstruksi, keterlambatan proyek seringkali terjadi, yang dapat menyebabkan berbagai bentuk kerugian bagi penyedia jasa dan pengguna jasa. Bagi kontraktor, keterlambatan selain dapat menyebabkan pembekakan biaya proyek akibat bertambahnya waktu pelaksanaan proyek, dapat pula mengakibatkan menurunnya kredibilitas kontraktor untuk waktu yang akan datang. Sedangkan bagi pemilik, keterlambatan penggunaan atau pengoperasian hasil proyek konstruksi dan seringkali berpotensi menyebabkan timbulnya perselisihan dan klaim antara pemilik dan kontraktor (Soeharto, 1997).
2.3 Kerja Lembur
Pengertian kerja lembur adalah jadwal kerja yang direncanakan merujuk pada situasi dimana operasi itu telah dijadwalkan secara teratur untuk melampaui hari yang terdiri dari jam yang normal, 40 jam seminggu.
Terjadinya kerja lembur dapat atas permintaan pemilik atau dari pihak kontraktor, tergantung dari situasi dan kondisi dimana proyek itu berada. Adapun faktor-faktor yang menyebabkan kerja lembur atas permintaan pemilik, antara lain : untuk mengejar target penjualan atau produksi dari bangunan tersebut, adanya perubahan pekerjaan, untuk tujuan tertentu oleh pejabat yang berwenang, adanya waktu yang terbatas, adanya pemendekan durasi aktivitas/ percepatan pekerjaan, adanya bencana alam (banjir, gempa, dan lainnya), adanya pergantian musim (penghujan/ kemarau).
Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kerja lembur yang berasal dari kontraktor, antara lain mendekati waktu penyelesaian, keterlambatan dari jadual rencana, mengejar prestasi pekerjaan, adanya keterbatasan sumber daya (tenaga, material dan peralatan), adanya pergantian musim (penghujan/ kemarau), adanya kesalahan pelaksanaan.
2.4 Cash Flow Diagram
Ketidakmampuan perusahaan konstruksi untuk memenuhi kewajiban-kewajiban pada waktunya, dapat menimbulkan hambatan dalam pelaksanaan proyek. Hambatan tersebut akan menimbulkan kerugian berupa naiknya beban biaya langsung dan tidak langsung. Untuk mengatasi hal tersebut diatas dalam pengelolaan keuangan dipergunakan sarana pengendalian likuiditas berupa Cash Flow (arus kas).
Cash flow proyek adalah merupakan daftar yang mencakup prakiraan (Forecast) dari
penerimaan dan pengeluaran proyek secara tunai (cash) yang akan terjadi dalam kurun waktu tertentu, agar dapat mengetahui kelebihan ataupun kekurangan dana dari waktu ke waktu termasuk mengatasi finansial bila defisit.
Rumus utama dari pembuatan cash flow proyek gedung adalah
Cash flow = Progress rencana (%) x Total RAB 2.5 Net Present Value ( NPV )
Net present value adalah suatu teknik capital budgeting, yang dalam mengukur profitibilitas rencana
investasi proyek mempergunakan faktor nilai waktu uang. Kriteria nilai bersih sekarang (NPV) didasarkan atas dasar konsep diskonto semua arus kas masuk dan keluar selama umur proyek (investasi) kenilai sekarang, kemudian dihitung angka bersihnya akan diketahui selisih dengan memakai dasar yang sama yaitu harga pasar saat ini. Ada dua hal yang harus diperhatikan yaitu nilai waktu dari uang dan selisih besar arus kas masuk dan keluar.
3
Net present value proyek dapat dihitung dengan menggunakan rumus persamaan matematis
berikut (Grant et.al, 1996): NPV = 𝒄 𝒕 (𝟏+𝑰′) 𝒏 𝒕=𝟎 – (𝒄𝒐) (𝟏+𝑰′) 𝒏 𝒕=𝟎 Dimana :
NPV = Nilai sekarang netto (C)t = Aliran kas masuk tahun ke-t (Co) = Aliran kas keluar tahun ke-t n = Umur unit usaha hasil investasi i = Arus pengembalian
t = Waktu
2.6 Internal Rate Of Return ( IRR)
Seringkali diperlukan suatu analisis untuk menjelaskan apakah rencana proyek cukup menarik apabila dilihat dari segi tingkat pengembalian yang telah ditentukan. Prosedur yang lazim dipakai adalah mengkaji tingkat pengembalian internal (internal rate of return-IRR), yaitu tingkat pengembalian yang menghasilkan NPV arus kas masuk sama dengan NPV arus kas keluar.
Hal lain yang perlu diketahui tidak semua cash flow akan menghasilkan IRR. Jika menghasilkan IRR ada kalanya dapat ditemukan lebih dari satu. Cash flow tanpa IRR ( atau IRR tidak rasional misalnya IRR negatif atau lebih dari 100%) biasanya ditandai dengan terlalu besarnya rasio antara aspek benefit dengan aspek cost . Hal ini juga bisa ditandai karena konsep IRR merupakan present value ( PV ) cash in flow = PV cash out flow maka jika nilai cash in flow berada pada awal nilainya lebih besar dari jumlah cash out
flow sebelum dikonversi ke PV atau sebaliknya maka tidak akan ada IRR. Cash flow dengan banyak IRR
biasanya ditandai dengan netto cash flow yang bergantian antara positif dan negatif.
Untuk menghitung nilai IRR diperoleh dengan menggunakan persamaan sebagai berikut (Grant et.al, 1996) :
IRR= 𝒊𝟏 +
𝑵𝑷𝑽𝟏
𝑵𝑷𝑽𝟏−𝑵𝑷𝑽𝟐 (𝒊𝟐 - 𝒊𝟏 )
Menentukan nilai IRR dengan coba-coba adalah sebagai berikut :
1. Pilih nilai discout rate yang dianggap mendekati nilai IRR yang sebenarnya, kemudian dihitung nilai NPV dari arus benefit dan cost.
2. Jika menghasilkan nilai positif, berarti pengambilan nilai coba-coba terlalu rendah, kita coba lagi dengan nilai yang lebih tinggi.
3. Jika nilai NPV negatif, berarti pengambilan nilai coba-coba terlalu tinggi.
4. Pada hasil percobaan pertama untuk discount rate dilambangkan dengan (𝑖1), sedangkan yang kedua dilambangkan (𝑖2). Untuk NPV yang pertama ditandai dengan NPV1, yang kedua NPV2 dengan demikian kita memperoleh nilai NPV=0.
Menganalisis proyek dengan IRR, memberikan indikasi sebagai berikut: a. IRR > tingkat pengembalian (i) yang diinginkan, proyek diterima. b. IRR < tingkat pengembalian (i) yang diinginkan, proyek ditolak. 3. METODOLOGI PENELITIAN
Data sekunder yang digunakan adalah RAB,
Kurva s,upah harian normal,upah kerja
lembur,waktu kerja lembur,dan dokumen kontrak dari
proyek PEMBANGUNAN GUDANGPELEBURAN KARBON PT.INALUM DAN PROYEK FOUNDATION AND AUXILIARIES FOR AICPL PT.INALUM.Secara keseluruhan, flowchart penelitianya adalah
MERUMUSKAN MASALAH
TUJUAN PENELITIAN
TINJAUAN PUSTAKA
START
T
4 4.ANALISA DAN PEMBAHASAN
4.1 Perhitungan Waktu Kerja Lembur
Tabel 4.1 Waktu Kerja Lembur Proyek Gudang Peleburan Karbon PT.Inalum PENGUMPULAN DATA
STUDI LAPANGAN
1. Kurva s
2. Rencana anggaran
biaya
3. Upah harian normal
4. Upah kerja lembur
5. Waktu kerja lembur
6.
Dokumen kontrak
STUDI LITERARTUR
Buku- buku literatur yang
berhubungan dengan judul
ANALISA DATA
1. Menghitung Waktu Kerja Lembur
2. Menghitung Biaya Kerja Lembur
3. Analisa Diagram Cash Flow
4. Menghitung NPV
5. Menghitung IRR
5 Tabel 4.2 Waktu Kerja Lembur
proyek Foundation and Auxiliaries
for AICPL PT.Inalum
BULAN TANGGAL JAM
Oktober 31 5 November 1 5 2 5 3 5 4 5 5 Sabtu 6 Minggu 7 5 8 5 9 5 10 5 11 5 12 Sabtu 13 Minggu 14 5
4.2 Perhitungan Biaya Kerja Lembur
Tabel 4.3 Rekapitulasi Biaya Lembur Proyek Gudang Peleburan Karbon PT.Inalum
Jenis Pengeluaran Biaya Keluar (Rp) Selisih Pengeluaran (Rp) Rencana Realisasi
Man Power Cost 505.792.500 533.122.722 27.330.222
Tools and Equipment 116.747.500 126.028.250 9.280.750
Transportation 25.175.000 39.550.000 14.375.000
Tabel 4.4 Rekapitulasi Biaya Lembur
proyek Foundation and Auxiliaries for AICPL PT.Inalum
Jenis Pengeluaran
Biaya Keluar (Rp)
Selisih Pengeluaran (Rp)
Rencana
Realisasi
Man Power Cost
140.875.000
154.015.875
13.140.875
Tools and Equipment
18.160.000
23.785.000
5.625.000
Transportation
15.200.000
24.900.000
9.700.000
4.3. Analisa Diagram Cash Flow
Tabel 4.5 Rekapitulasi Cash In Rencana Proyek Pembangunan Gudang Peleburan Karbon PT.Inalum TAHAP BESAR % JUMLAH UANG
( Rp) KETERRANGAN
I 20% 787.024.800 Uang muka
II 80% 3.148.099.200 Bertahap seseuai
6 Tabel 4.6 Rekapitulasi Cash Out Rencana Proyek Pembangunan Gudang Peleburan Karbon PT.Inalum
Bulan Ke- Rencana Progress Rencana Arus Kas (Rp) Bobot Kumulatif Biaya Kumulatif
I 0,24% 0,24% 8.499.866,40 8.499.866,40 II 8,24% 8,48% 291.828.746,40 300.328.612,80 III 12% 20% 424.993.320 725.321.932,80 IV 14% 34% 495.825.540 1.221.147.472,80 V 20% 54% 708.322.200 1.929.469.672,80 VI 20% 74% 708.322.200 2.637.791.872,80 VII 15% 89% 531.241.650 3.169.033.522,80 VIII 9,39% 98,87% 332.557.272,90 3.501.590.795,70 IX 1,12% 100,00% 39.666.043,20 3.541.611.000,00
Diagram cash in rencana pada proyek
Pembangunan Gudang Peleburan Karbon PT.Inalum7 Maka dapat dihitung nilai NPV rencana sebagai berikut :
i = 12% P cash in = 787.024.800 ( P/F ; 12% ;1 ) + 3.148.099.200 ( P/F ; 12% ;1 ) = 702.700.714,3+ 2.810.802.857 = 3.513.503.571 P cash out = 8.499.866,40 ( P/F ; 12% ;1 ) + 291.828.746,40 ( P/F ; 12% ;1 ) + 424.993.320 ( P/F ; 12% ;1 ) + 495.825.540 ( P/F ; 12% ;1 ) + 708.322.200 ( P/F ; 12% ;1 ) + 708.322.200 ( P/F ; 12% ;1 ) + 531.241.650 ( P/F ; 12% ;1 ) + 332.557.272,90 ( P/F ; 12% ;1 ) + 39.666.043,20 ( P/F ; 12% ;1 ) = 7.589.166,429+260.561.380,7+379.458.321,4+442.701.375+ 632.430.535,7+632.430.535,7 + 474.322.901,8 + 296.926.136,5+ 35.416.110 = 3.161.836.463
NPV = P cash in - P cash out = 3.513.503.571- 3.161.836.463
= 351.667.108
Tabel 4.7 Rekapitulasi Cash In Realisasi Proyek Gudang Peleburan Karbon PT.Inalum
Tahap Biaya ( Rp ) Keterangan
I 787.024.800 Uang muka
II 1.574.049.600 Progress pekerjaan 50% III 787.024.800 Progress pekerjaan 75%
IV 787.024.800 Progress pekerjaan
100%
Tabel 4.8 Rekapitulasi Cash Out Realisasi Proyek Gudang Peleburan Karbon PT.Inalum
Bulan Ke-
Aktual Progress Arus Kas (Rp) Bobot Kumulatif Biaya Kumulatif
I 0,14% 0,14% 5.073.020,17 5.073.020,17 II 10,34% 10,48% 374.678.775,13 379.751.795,30 III 21% 31% 745.733.964 1.125.485.759,73 IV 12% 43% 435.917.376 1.561.403.135,44 V 17% 60% 626.155.632 2.187.558.767,39 VI 3% 64% 125.738.428 2.313.297.195,79 VII 23% 87% 848.643.802 3.161.940.997,88 VIII 10,15% 97,41% 367.793.962,05 3.529.734.959,93 IX 2,58% 100,00% 93.488.514,49 3.623.585.833,00
8
Diagram cash in realisasi pada proyek
Proyek Pembangunan Gudang Peleburan Karbon PT.InalumDiagram cash out realisasi pada proyek
Proyek Pembangunan Gudang Peleburan Karbon PT.InalumTabel 4.9 Rekapitulasi Cash In Rencana Foundation and Auxiliaries for AICPL PT.Inalum
TAHAP BESAR % JUMLAH UANG
( Rp) KETERRANGAN
I 20% 333.414.600 Uang muka
II 80% 1.333.658.400 Bertahap seseuai
progress pekerjaan Tabel 4.10 Rekapitulasi Cash Out Rencana Foundation and Auxiliaries for AICPL PT.Inalum
Minggu Ke-
Rencana Progress Rencana Arus Kas (Rp) Bobot Kumulatif Biaya Kumulatif
I 1,14% 1,14% 17.104.168,98 17.104.168,98 II 9,03% 10,17% 135.483.022,71 152.587.191,69 III 13% 23% 195.047.541 347.634.732,69 IV 22% 45% 330.080.454 677.715.186,69 V 43% 88% 645.157.251 1.322.872.437,69 VI 13% 100% 188.746.005 1.511.618.442,75
9
Diagram cash in rencana pada proyek
Foundation and Auxiliaries for AICPL PT.InalumDiagram cash out rencana pada proyek
Foundation and Auxiliaries for AICPL PT.InalumMaka dapat dihitung nilai NPV rencana sebagai berikut : i = 9,95% P cash in = 333.414.600 ( P/F ; 9,95% ;1 ) + 1.333.658.400 ( P/F ; 9,95% ; 1 ) = 302.416.870,7+ 1.209.667.483 = 1.512.084.354 P cash out = 17.104.169 ( P/F ; 9,95% ;1 ) + 135.483.023 ( P/F ; 9,95% ;1 ) + 195.047.54 ( P/F ; 9,95% ;1 ) + 330.080.454 ( P/F ; 9,95% ;1 ) + 645.157.251 ( P/F ; 9,95% ;1 ) + 188.746.005 P/F ; 9,95% ;1 ) = 15.556.315,58 + 123.222.394,5+ 177.396.581,2+ 300.209.598,9+ 586.773.307 + 171.665.307 = 1.374.823.504 NPV = P cash in - P cash out
= 1.512.084.354- 1.374.823.504 = 137.260.850
10
Tabel 4.11 Rekapitulasi Cash In Realisasi Foundation and Auxiliaries for AICPL PT.Inalum
Tahap Biaya ( Rp ) Keterangan
I 333.414.600 Uang muka
II 666.829.200 Progress pekerjaan 50% III 333.414.600 Progress pekerjaan 75% IV 333.414.600 Progress pekerjaan 100%
Tabel 4.12 Rekapitulasi Cash Out Realisasi Foundation and Auxiliaries for AICPL PT.Inalum Minggu
Ke-
Rencana Progress Rencana Arus Kas (Rp)
Bobot Kumulatif Biaya Kumulatif
I 1,09% 1,09% 16.831.974,84 16.831.974,84 II 9,30% 10,39% 143.612.262,38 160.444.237,22 III 12% 22% 182.526.553 342.970.790,04 IV 16% 38% 243.677.581 586.648.370,72 V 50% 88% 771.336.829 1.357.985.199,28 VI 12% 100% 186.078.254 1.544.063.453,21
11
Diagram cash out realisasi pada proyek
Foundation and Auxiliaries for AICPL PT.InalumTabel 4.13 Rekapitulasi nilai NPV Proyek Gudang Peleburan Karbon PT.Inalum
Rencana Realisasi
NPV 351.667.108 278.482.612
Tabel 4.14 Rekapitulasi nilai NPV Proyek Foundation and Auxiliaries for AICPL
Rencana Realisasi
NPV 137.260.850 107.751.973
4.4 Perhitungan IRR
IRR Proyek Gudang Peleburan Karbon PT.Inalum IRR = 12% + 351.667.108,12
351.667.108,12−196.933.580,55 ( 100% - 12% )
= 211,76 % ( Tidak memiliki IRR )
Gambar 4.1 NPV Proyek Pembangunan Gudang Peleburan Karbon PT.Inalum tanpa IRR 0,00 100.000.000,00 200.000.000,00 300.000.000,00 400.000.000,00 500.000.000,00 0 20 40 60 80 100 120 NPV i (%)
12 IRR Proyek Foundation and Auxiliaries for AICPL PT.Inalum
IRR = 9,95% + 137.260.850
137.260.850−77.727.279 ( 100% - 9,95% )
= 219,135 % ( Tidak memiliki IRR )
Gambar 4.2 NPV Proyek Foundation and Auxiliaries For AICPL PT.Inalum tanpa IRR
5. KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 KESIMPULAN
Setelah dilakukan analisis dengan menggunakan diagram cash flow dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
1. Dari hasil analisis diperoleh NPV rencana pada proyek Gudang Peleburan PT.Inalum sebesar Rp.351.667.108 dan pada proyek Foundation and Auxiliaries for AICPL PT.Inalum sebesar Rp.137.260.850.
2. Dari hasil analisis diperoleh NPV realisasi setelah diadakan kerja lembur pada proyek Gudang Peleburan PT.Inalum sebesar Rp.278.482.612 dan pada proyek Foundation and Auxiliaries for AICPL PT.Inalum sebesar Rp.107.751.973.
3. Dari hasil analisis diperoleh IRR proyek Gudang Peleburan PT.Inalum 211,76 % dan proyek Foundation and Auxiliaries for AICPL PT.Inalum
219,135 %. Karena nilai IRR lebih dari 100% maka kedua kedua proyek tidak memiliki nilai IRR. Hal ini biasa ditandai dengan cash inflow pada awal perioda nilainya lebih besar dari jumlah
cash outflow.
Dari kedua nilai NPV yang dihasilkan jelas bahwa akibat adanya kerja lembur, kontraktor mengalami kerugian dari nilai NPV yang direncanakan.
5.2 Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka peneliti memberikan saran sebagai berikut :
1. Dianjurkan kepada pihak proyek untuk memperhatikan masalah waktu dan upah kerja lembur sesuai UUD NO.13 Tahun 2003 pasal 78 dan Kepmenakertrans No. 102 Tahun 2004.
2. Dianjurkan kepada semua kontraktor perlunya membuat diagram cash flow guna untuk mengetahui aliran dana proyek serta dapat mengambil suatu kebijakan finansial apabila terjadi masalah terhadap proyek.
DAFTAR PUSTAKA
Ervianto, Wulfram I. (2005). Manajemen Proyek Konstruksi, CV Andi Offset, Yogyakarta.
Sulistyawan,Abriyani.(2007).Analisis Kerja Lembur Dan Produktivitas Tukang Batu Bata Pada Proyek
Konstruksi, Jurnal Wahana,2007.
Tolangi,Martho F.(2012).Analisis Cash Flow Optimal Pada Kontraktor Proyek Pembangunan
Perumahan, Jurnal Sipil Statik Vol.1 No.1,2012.
0,00 20.000.000,00 40.000.000,00 60.000.000,00 80.000.000,00 100.000.000,00 120.000.000,00 140.000.000,00 160.000.000,00 180.000.000,00 0 20 40 60 80 100 120 NPV i (%)
13 Asiyanto, (2005). Construction Project Cost Management. Pradnya Paramita: Jakarta.
Harris, Frank and McCaffer, Ronald. 1991, Management of Construction Equipment, Second Edition, Macmillan Education LTD, London.
Sulianti, Ika Dan Lina Flaviana Tilik. (2012). Analisis Kelayakan Finansial Internal Rate of Return (IRR)
dan Benefit Cost Ratio (BCR) pada Alternatif Besaran Teknis Bangunan Pasar Cinde Palembang.
Jurnal Sipil Statik Vol. 1 No.1,2013.
Purnomo, Ari. (2014). Pengaruh Waktu Kerja Lembur Dan Jenis Tugas Terhadap Tingkat Kelelahan
Pekerja Proyek Pembangunan Gedung Telkomsel Di Kota Medan Tahun 2013. Tugas Akhir
Sarjana FKM Universitas Sumatera Utara, Medan.
Tanubrata,Maksum.(2013). Sistem Informasi Cash In Dan Cash Out Pada Suatu Proyek Konstruksi,
Konteks7,2013.
Republik Indonesia.2004. Nomor KEP. 102/MEN/VI/2004 Tentang Waktu Kerja Lembur Dan Upah kerja
Lembur. Menteri Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Republik Indonesia. Sekretariat Negara.
Jakarta.
Republik Indonesia.2013. No PEM-01126/WPJ.20/KP.0803/2013 Tentang Provisi Bank Garansi. SK.Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Sekretariat Negara. Jakarta.
Republik Indonesia.2003. UUD No.13 Tahun 2003 pasal 78 Tentang Waktu Kerja Lembur. Sekretariat Negara. Jakarta.
Manopo,Steven Frederick Joseph.( 2013 ). Analisis Biaya Investasi Pada Perumahan Griya Paniki Indah, Jurnal Sipil Statik Vol. 1 No.5,2013.
Saragih, Elfrida. (2014). Analisis Cash Flow Dengan Variasi Sistem Pembayaran Terhadap Keuntungan