PT PRIMA ALLOY STEEL UNIVERSAL Tbk NERACA (Dalam Rupiah) 31 Desember Catatan 2006 2005 AKTIVA AKTIVA LANCAR
Kas dan bank 2m,3,9,23 Rp 5.516.489.388 Rp 10.888.561.001 Investasi jangka pendek 2b,13 205.000.000 400.000.000 Piutang usaha 2c,2m,4,23
Pihak yang mempunyai
hubungan istimewa 2d,6 257.822.876.009 114.312.192.255 Pihak ketiga 83.243.057.733 185.260.735.836 Piutang lain-lain 23 620.734.241 1.927.708.142 Persediaan 2e,5 77.915.363.059 84.631.092.379
Pembayaran di muka dan
aktiva lancar lainnya 2f 11.515.989.680 11.234.716.621 Jumlah Aktiva Lancar 436.839.510.110 408.655.006.234 AKTIVA TIDAK LANCAR
Taksiran tagihan pajak penghasilan 3.814.618.945 - Piutang pihak yang mempunyai
hubungan istimewa 2d,2m,6,23 1.024.728.635 499.019.950 Aktiva pajak tangguhan 2n, 22 3.149.889.210 2.069.603.590 Aktiva tetap-setelah dikurangi
akumulasi penyusutan sebesar Rp 210.910.776.277 pada tahun 2006 dan Rp 196.640.234.396
pada tahun 2005 2g,2h,7,9,13,14,15 120.963.704.766 125.698.135.179 Uang muka pembelian aktiva tetap 23 23.421.873.200 17.382.536.540 Aktiva lain-lain 2i,8 3.945.919.585 6.810.726.733 Jumlah Aktiva Tidak Lancar 156.320.734.341 152.460.021.992 JUMLAH AKTIVA Rp 593.160.244.451 Rp 561.115.028.226
KEWAJIBAN DAN EKUITAS KEWAJIBAN LANCAR
Hutang jangka pendek 2m,9,23 Rp 258.438.456.582 Rp 224.685.439.959 Hutang usaha 2m,10,23
Pihak yang mempunyai
hubungan istimewa 2d,6 - 2.405.521.329
Pihak ketiga 111.365.964.167 59.527.265.074
Hutang lain-lain 2m, 23 1.375.600.010 3.654.169.636 Biaya masih harus dibayar 2m,11,23 2.689.114.357 3.293.460.959 Hutang pajak 2n,12,22 499.417.053 1.434.066.851 Uang muka penjualan 167.146.339 731.580.835 Hutang jangka panjang jatuh tempo
dalam waktu satu tahun
Hutang bank 2j,2m,13,23 30.062.761.393 32.787.759.861 Hutang sewa guna usaha 2g,2h,7,14 560.132.446 1.006.462.266 Hutang yang
direstrukturisasi 2j,2m,15 - 2.457.500.000 Jumlah Kewajiban Lancar 405.158.592.347 331.983.226.770 KEWAJIBAN TIDAK LANCAR
Hutang pihak yang mempunyai
hubungan istimewa 2d,6,23 39.508.071.160 43.813.025.417 Hutang jangka panjang-setelah
dikurangi bagian jatuh tempo dalam waktu satu tahun
Hutang bank 2j,2m,13,23 17.679.200.000 52.020.899.376 Hutang sewa guna usaha 2g,2h,7,14 209.888.139 675.797.119 Kewajiban diestimasi atas
imbalan kerja 2l,16 3.811.542.370 3.067.675.581 Jumlah Kewajiban Tidak Lancar 61.208.701.669 99.577.397.493 EKUITAS
Modal saham-nilai nominal Rp 100 per saham
Modal dasar - 1.500.000.000 saham Modal ditempatkan dan disetor
penuh - 588.000.000 saham 1a,17 58.800.000.000 58.800.000.000 Tambahan modal disetor 18 38.881.241.354 38.881.241.354 Saldo laba 29.111.709.081 31.873.162.609 Jumlah Ekuitas 126.792.950.435 129.554.403.963 JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS Rp 593.160.244.451 Rp 561.115.028.226
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan
PT PRIMA ALLOY STEEL UNIVERSAL Tbk LAPORAN LABA RUGI
(Dalam Rupiah)
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-
tanggal 31 Desember
Catatan 2006 2005
PENJUALAN BERSIH 2d,2k,6,19 Rp 746.120.875.043 Rp 688.563.010.572 BEBAN POKOK PENJUALAN 2d,2k,6,20 717.527.281.426 643.102.200.785 LABA KOTOR 28.593.593.617 45.460.809.787 BEBAN USAHA 2k,21
Penjualan 8.744.153.821 8.865.431.454
Umum dan administrasi 18.211.928.492 17.874.074.881 Jumlah Beban Usaha 26.956.082.313 26.739.506.335
LABA USAHA 1.637.511.304 18.721.303.452
PENGHASILAN (BEBAN)
LAIN-LAIN
Laba (rugi) selisih kurs - bersih 2m,23 3.797.375.661 ( 3.933.127.224 ) Beban bunga 9,13,14,15 ( 11.670.477.030 ) ( 9.815.489.950 ) Penghasilan bunga 3 258.388.907 285.748.430 Laba penjualan aktiva tetap 2g,7 25.000.000 120.000.000 Lain-lain-bersih 2.110.462.010 1.630.638.228 Beban Lain-lain – Bersih ( 5.479.250.452 ) ( 11.712.230.516 ) LABA (RUGI) SEBELUM TAKSIRAN
PENGHASILAN (BEBAN) PAJAK ( 3.841.739.148 ) 7.009.072.936 TAKSIRAN PENGHASILAN
(BEBAN) PAJAK 2n, 22
Kini - ( 4.956.070.100 )
Tangguhan 1.080.285.620 2.547.055.709 Taksiran Penghasilan (Beban) Pajak 1.080.285.620 ( 2.409.014.391 ) LABA (RUGI) BERSIH ( 2.761.453.528 ) 4.600.058.545 LABA (RUGI) PER SAHAM DASAR 2p (Rp 4,7 ) Rp 7,8
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2006 dan 2005
Modal
Ditempatkan dan Tambahan
Catatan Disetor Modal Disetor Saldo Laba Jumlah
Saldo 1 Januari 2005 17,18 Rp 58.800.000.000 Rp 38.881.241.354 Rp 27.273.104.064 Rp 124.954.345.418 Laba bersih - - 4.600.058.545 4.600.058.545 _________ Saldo 31 Desember 2005 17,18 58.800.000.000 38.881.241.354 31.873.162.609 129.554.403.963 Rugi bersih - - ( 2.761.453.528 ) ( 2.761.453.528 ) Saldo 31 Desember 2006 17,18 Rp 58.800.000.000 Rp 38.881.241.354 Rp 29.111.709.081 Rp 126.792.950.435
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan
PT PRIMA ALLOY STEEL UNIVERSAL Tbk LAPORAN ARUS KAS
(Dalam Rupiah)
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember
Catatan 2006 2005
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 2c,2m,4,6,23 Rp 670.193.089.326 Rp 610.054.602.532 Pembayaran kas kepada pemasok 2e,2k,6,20,21 ( 607.701.198.403 ) ( 569.727.928.037 ) Kas yang dihasilkan dari operasi 62.491.890.923 40.326.674.495 Pembayaran: Bunga 9,13,14,15 ( 11.622.853.306 ) ( 8.563.519.883 ) Pajak 2n,12 ( 3.572.971.549 ) ( 8.435.653.580 ) Penerimaan: Penghasilan bunga 3 258.388.907 282.654.802 Lain-lain 2m,23 9.698.116.708 10.452.668.589 Kas Bersih yang Diperoleh dari
Aktivitas Operasi 57.252.571.683 34.062.824.423 ARUS KAS DARI AKTIVITAS
INVESTASI
Pembelian aktiva tetap 2g,7 ( 25.461.977.561 ) ( 42.117.180.461 )
Pencairan deposito berjangka 195.000.000 -
Penerimaan dari penjualan aktiva tetap 2g,7 25.000.000 120.000.000 Kas Bersih Digunakan untuk
Aktivitas Investasi ( 25.241.977.561 ) ( 41.997.180.461 ) ARUS KAS DARI AKTIVITAS
PENDANAAN
Penambahan hutang jangka panjang 13 - 36.928.800.000 Penambahan hutang sewa guna usaha 2h,14 205.636.000 1.163.820.850 Pembayaran hutang/piutang pihak
yang mempunyai
hubungan istimewa 2d,6 ( 1.590.662.942 ) ( 1.831.733.321 ) Pembayaran:
Hutang jangka panjang 13,15 ( 33.956.922.844 ) ( 27.407.753.342 ) Hutang sewa guna usaha 2h,14 ( 1.117.874.720 ) ( 923.412.692 )
Biaya pinjaman 15 ( 922.841.229 ) -
Dividen - ( 59.068.030 )
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember
Catatan 2006 2005
PENURUNAN BERSIH
KAS DAN BANK (Rp 5.372.071.613 ) (Rp 63.702.573 ) KAS DAN BANK
AWAL TAHUN 2m,3,23 10.888.561.001 10.952.263.574 KAS DAN BANK
AKHIR TAHUN 2m,3,23 Rp 5.516.489.388 Rp 10.888.561.001 INFORMASI TAMBAHAN ARUS KAS:
Aktivitas yang tidak mempengaruhi arus kas: Perolehan aktiva sewa guna usaha melalui
hutang sewa guna usaha 269.150.093 1.364.900.000 Pembayaran bunga melalui pendebitan langsung bank 364.930.423 978.068.292 Reklasifikasi uang muka pembelian aktiva tetap
ke aktiva tetap 1.712.307.450 1.980.431.900
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan
PT PRIMA ALLOY STEEL UNIVERSAL Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2006 Dan 2005 (Dalam Rupiah)
1. UMUM
a. Pendirian Perusahaan
PT Prima Alloy Steel Universal Tbk (Perusahaan) didirikan dengan akta Notaris M.M. Lomanto, S.H. No. 22 tanggal 20 Pebruari 1984. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri
Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2-2315-HT.01.TH.1985 tanggal 25 April 1985 serta diumumkan dalam Berita Negara No. 27 Tambahan No. 304 tanggal 3 April 1987. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
dengan akta Notaris Dyah Ambarwaty Setyoso, S.H. No. 62 tanggal 27 Mei 2005, antara lain mengenai peningkatan modal dasar Perusahaan dan pemecahan nilai nominal saham (stock split) dari Rp 500 per lembar saham menjadi Rp 100 per lembar saham. Perubahan tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan Surat Keputusan No. C-21383 HT.01.04.Th.2005 tanggal 3 Agustus 2005.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan meliputi industri rim, stabilizer dan peralatan lain dari alloy aluminium dan baja, serta perdagangan umum untuk produk-produk tersebut. Kantor dan pabrik Perusahaan berlokasi di Jalan Muncul No. 1, Gedangan, Sidoarjo, Jawa Timur.
Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1986.
Berdasarkan surat keputusan Badan Koordinasi Penanaman Modal No. 604/A.1/1989 tanggal 12 September 1989, bidang usaha Perusahaan adalah bebas dari analisis mengenai dampak lingkungan.
b. Penawaran Umum Efek Perusahaan
Pada tanggal 15 Oktober 1990, penawaran umum perdana 2.000.000 saham Perusahaan dan penjualan 1.000.000 saham milik pihak yang mempunyai hubungan istimewa dengan nilai nominal Rp 1.000 per saham kepada masyarakat dinyatakan efektif.
Pada tahun 1994, para pemegang saham menyetujui pembagian satu saham bonus untuk setiap satu saham.
Pada tahun 1997, para pemegang saham menyetujui perubahan nilai nominal saham dari Rp 1.000 per lembar saham menjadi Rp 500 per lembar saham, pembagian dividen saham sebanyak 2 lembar saham dengan nilai nominal Rp 500 kepada setiap pemegang 10 lembar saham dengan nilai nominal Rp 1.000 per lembar saham dan pembagian saham bonus sebanyak 8 lembar saham dengan nilai nominal Rp 500 per lembar saham kepada setiap pemegang 5 lembar saham dengan nilai nominal Rp 1.000 per lembar saham.
Berdasarkan Rapat Umum Luar Biasa tanggal 10 Januari 2003 yang diaktakan dengan akta Notaris Dyah Ambarwaty Setyoso, S.H., No. 13 tanggal 10 Januari 2003, para pemegang saham menyetujui restrukturisasi hutang dan penambahan modal melalui penerbitan saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu sejumlah 41.600.000 saham dengan harga sebesar Rp 1.250 per lembar saham. Pada tahun 2005, para pemegang saham menyetujui perubahan nilai nominal saham dari Rp 500 per lembar saham menjadi Rp 100 per lembar saham.
Perusahaan telah mencatatkan 588.000.000 saham pada tahun 2006 dan 2005 ditempatkan dan disetor penuh pada Bursa Efek Jakarta dan Surabaya.
c. Komisaris, Direksi dan Karyawan
Pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005, susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Johanes Susilo : Presiden Komisaris
Ratnawati Sasongko : Komisaris
Ari Nugraha : Komisaris Independen Dewan Direksi
Djoko Sutrisno : Presiden Direktur
Herry Bertus : Direktur
Agus Santo Manahan : Direktur Tjandra Kusuma : Direktur
Jumlah karyawan tetap Perusahaan adalah 1.014 orang dan 1.170 orang masing-masing pada tahun 2006 dan 2005. Gaji dan manfaat kesejahteraan lain untuk Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan kurang lebih sebesar Rp 3.740.000.000 dan Rp 3.270.000.000 masing-masing pada tahun 2006 dan 2005.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI a. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan
Laporan keuangan telah disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK) mengenai Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan, yang diedarkan oleh BAPEPAM-LK bagi emiten atau perusahaan publik industri manufaktur.
Laporan keuangan disusun berdasarkan pada saat terjadinya (accrual basis) dengan konsep biaya perolehan (historical cost), kecuali untuk persediaan yang dinyatakan berdasarkan nilai terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih, serta aktiva tetap tertentu yang dinyatakan berdasarkan nilai penilaian kembali (revaluasi).
Laporan arus kas menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas yang diklasifikasikan dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan adalah Rupiah. b. Investasi Jangka Pendek
Deposito berjangka yang jatuh temponya kurang dari tiga bulan pada saat penempatan namun dijaminkan, atau telah ditentukan penggunaannya dan deposito berjangka yang jatuh temponya lebih dari tiga bulan pada saat penempatan, disajikan sebagai “Investasi Jangka Pendek”. Deposito disajikan sebesar nilai nominal.
PT PRIMA ALLOY STEEL UNIVERSAL Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2006 Dan 2005 (Dalam Rupiah)
c. Piutang Usaha
Piutang usaha dinyatakan sebesar nilai faktur asli dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu. Perusahaan menetapkan penyisihan piutang ragu-ragu berdasarkan penelaahan piutang masing-masing pelanggan pada akhir tahun.
d. Transaksi dengan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa
Perusahaan melakukan transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebagaimana didefinisikan dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 7, tentang “Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa”.
Seluruh transaksi signifikan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa baik yang dilakukan dengan atau tidak dengan tingkat harga dan persyaratan normal sebagaimana dilakukan dengan pihak ketiga, diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan.
e. Persediaan
Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi bersih (the lower of cost or net realizable value). Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata-rata tertimbang (weighted-average method).
f. Pembayaran di Muka
Pembayaran di muka dibebankan pada operasi selama masa manfaat. g. Aktiva Tetap
Aktiva tetap, kecuali hak atas tanah, dinyatakan sebesar biaya perolehan atau nilai penilaian kembali untuk aktiva tetap tertentu yang dinilai kembali berdasarkan peraturan pemerintah, dikurangi akumulasi penyusutan. Hak atas tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan dan tidak disusutkan. Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method) berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aktiva tetap sebagai berikut:
Tahun
Pematangan tanah 5
Bangunan dan prasarana 5 - 15
Mesin dan peralatan pabrik 2 - 10
Perabot dan peralatan kantor 5
Alat pengangkutan 5
Biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan pada operasi pada saat terjadinya; pemugaran dan penambahan dalam jumlah signifikan dikapitalisasi. Aktiva tetap yang sudah tidak digunakan lagi atau yang dijual, nilai tercatat serta akumulasi penyusutannya dikeluarkan dari kelompok aktiva tetap yang bersangkutan dan laba atau rugi yang diperoleh/diderita dilaporkan dalam laporan laba rugi tahun yang bersangkutan.
Sesuai dengan PSAK No. 48 tentang “Penurunan Nilai Aktiva”, mewajibkan Perusahaan melakukan penelaahan atas indikasi penurunan nilai aktiva ke nilai wajar apabila terjadi indikasi kejadian atau peristiwa bahwa nilai tercatat tidak dapat diperoleh kembali. Penurunan nilai aktiva dibebankan sebagai rugi dalam laporan laba rugi. Penerapan atas pernyataan tersebut diatas berlaku sejak tanggal 1 Januari 2000.
h. Sewa Guna Usaha
Transaksi sewa guna usaha digolongkan sebagai sewa guna usaha dengan hak opsi (capital lease) apabila memenuhi semua kriteria yang disyaratkan dalam PSAK No. 30 tentang “Akuntansi Sewa Guna Usaha”. Jika salah satu kriteria tidak dipenuhi, maka transaksi sewa guna usaha dikelompokkan sebagai transaksi sewa menyewa biasa (operating lease). Aktiva sewa guna usaha yang dapat dikapitalisasi, disajikan dalam neraca sebagai bagian dari “Aktiva Tetap” dan dinyatakan sebesar nilai tunai dari seluruh pembayaran sewa guna usaha selama masa sewa guna usaha ditambah nilai sisa (harga opsi) yang harus dibayar pada akhir masa sewa guna usaha, dikurangi akumulasi penyusutan. Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line
method) berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis yang sama dengan yang diterapkan pada
aktiva tetap yang diperoleh melalui pemilikan langsung.
Hutang sewa guna usaha disajikan sebesar nilai tunai dari seluruh pembayaran sewa guna usaha. Laba atau rugi yang terjadi dari transaksi penjualan dan penyewaan kembali (sale-and-leaseback
transactions) ditangguhkan dan diamortisasi selama sisa masa manfaat aktiva sewa guna usaha yang
bersangkutan dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method). i. Beban Ditangguhkan
Biaya yang terjadi sehubungan dengan perolehan hutang jangka panjang ditangguhkan dan diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method) selama jangka waktu hutang yang bersangkutan.
j. Restrukturisasi Hutang-Piutang Bermasalah
Sesuai PSAK No. 54 tentang “Akuntansi Restrukturisasi Hutang-Piutang Bermasalah”, untuk restrukturisasi hutang yang hanya meliputi modifikasi persyaratan, Perusahaan mencatat dampak restrukturisasi tersebut secara prospektif sejak saat restrukturisasi dilaksanakan dan tidak mengubah nilai tercatat hutang pada saat restrukturisasi, jika nilai tercatat tersebut tidak melebihi jumlah pembayaran kas masa depan (pokok dan bunga) yang ditetapkan dalam persyaratan restrukturisasi baru.
Beban bunga dihitung dengan menggunakan tingkat bunga efektif konstan dikalikan dengan nilai tercatat hutang pada awal setiap periode antara saat restrukturisasi sampai dengan jatuh tempo. Tingkat bunga efektif yang baru adalah sebesar tingkat diskonto yang dapat menyamakan nilai tunai jumlah pembayaran kas masa depan sebagaimana ditetapkan dalam persyaratan baru dengan nilai tercatat.
Restrukturisasi tiap kewajiban, termasuk yang dinegosiasikan dan direstrukturisasi secara bersamaan, harus diperhitungkan secara individual.
k. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Pendapatan dari penjualan domestik diakui pada saat penyerahan barang kepada pelanggan, sedangkan pendapatan dari penjualan ekspor diakui pada saat barang dikirim. Beban diakui pada saat terjadinya (accrual basis).
l. Kewajiban Diestimasi Atas Imbalan Kerja
Perusahaan mengakui kewajiban atas imbalan kerja karyawan yang tidak didanai sesuai dengan Undang-undang Ketenagakerjaan No. 13/2003 tanggal 25 Maret 2003 (“UU”).
PT PRIMA ALLOY STEEL UNIVERSAL Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2006 Dan 2005 (Dalam Rupiah)
Sesuai PSAK No. 24 (Revisi 2004) tentang biaya penyisihan imbalan kerja karyawan menurut UU ditentukan berdasarkan penilaian aktuaria menggunakan metode “Projected Unit Credit”. Keuntungan dan kerugian aktuaria diakui sebagai penghasilan atau beban apabila akumulasi keuntungan dan kerugian aktuaria bersih yang belum diakui pada akhir tahun pelaporan sebelumnya melebihi 10% dari jumlah yang lebih besar antara nilai kini imbalan pasti dan nilai wajar aktiva program pada tanggal neraca. Keuntungan dan kerugian aktuaria ini diakui dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method) berdasarkan rata-rata sisa masa kerja karyawan. Kemudian, biaya jasa lalu yang timbul akibat penerapan program imbalan pasti atau perubahan program imbalan yang terhutang, diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus sampai imbalan tersebut menjadi hak karyawan (vested).
m. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing
Transaksi dalam mata uang asing dicatat berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada tanggal neraca, aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing disesuaikan untuk mencerminkan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut dan laba atau rugi kurs yang terjadi dikredit atau dibebankan pada usaha periode berjalan. Pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005, kurs yang digunakan dihitung berdasarkan rata-rata kurs beli dan jual yang dipublikasikan terakhir pada periode yang bersangkutan untuk uang kertas dan/atau kurs transaksi Bank Indonesia adalah sebagai berikut:
2006 2005
EUR, Euro Eropa Rp 11.858 Rp 11.660
AS$, Dolar Amerika Serikat 9.020 9.830
AUD, Dolar Australia 7.133 7.207
SGD, Dolar Singapura 5.879 5.906
RMB, Yuan China 1.200 1.226
JPY, Yen Jepang 76 83 n. Taksiran Pajak Penghasilan
Taksiran pajak penghasilan Perusahaan dihitung berdasarkan taksiran penghasilan kena pajak dalam tahun yang bersangkutan. Penangguhan pajak penghasilan dilakukan untuk mencerminkan pengaruh pajak atas perhitungan beda waktu antara pelaporan komersial dan fiskal, dan akumulasi kompensasi rugi fiskal.
o. Informasi Segmen
Sesuai dengan PSAK No. 5 (revisi 2000) tentang “Pelaporan Segmen”, mensyaratkan Perusahaan mengungkapkan informasi segmen menurut pengelompokan jenis transaksi penjualan produk dan wilayah pemasaran.
p. Laba (Rugi) per Saham Dasar
Laba (rugi) per saham dasar dihitung dengan membagi laba (rugi) bersih tahun berjalan dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar dalam tahun yang bersangkutan yaitu sebesar 588.000.000 saham pada tahun 2006 dan 2005.
q. Penggunaan Estimasi
Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum mengharuskan manajemen membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan. Karena terdapatnya risiko yang melekat dalam suatu estimasi, hasil sebenarnya yang akan dilaporkan di masa mendatang mungkin didasarkan pada jumlah yang berbeda dari estimasi tersebut.
3. KAS DAN BANK Akun ini terdiri dari:
2006 2005
Kas
(AS$ 2.949 dan Rp 113.795.077 pada tahun 2006 dan AS$ 4.679 dan
Rp 314.208.059 pada tahun 2005) Rp 140.394.606 Rp 360.202.039 Bank
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Surabaya (AS$ 305.384 dan Rp 2.540.927
pada tahun 2006 dan AS$ 864.655
dan Rp 58.658.351 pada tahun 2005) 2.757.106.772 8.558.215.035 The Hongkong and Shanghai Banking
Corporation Ltd., Surabaya (AS$ 221.766 dan EUR 1.535
pada tahun 2006 dan AS$ 144.454 dan
EUR 2.330 pada tahun 2005 ) 2.018.532.868 1.447.152.780 PT Bank Central Asia Tbk, Sidoarjo 351.804.480 258.209.494 United Overseas Bank Limited, Singapura
(dahulu Chung Khiaw Bank Limited) (AS$ 13.775 pada tahun 2006 dan
AS$ 13.768 pada tahun 2005) 124.254.288 135.344.158 PT Bank Ekspor Indonesia
(AS$ 8.053 pada tahun 2006) 72.634.632 - PT Bank Buana Indonesia Tbk, Surabaya 48.980.211 72.087.947 PT Bank Ekonomi Raharja, Surabaya 2.781.531 3.141.816 Deutsche Bank, Surabaya
(AS$ 5.515 pada tahun 2005) - 54.207.732
Jumlah Rp 5.516.489.388 Rp 10.888.561.001 Pada tahun 2005, sebagian dari dana Perusahaan di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk sebesar
AS$ 740.279 merupakan dana yang digunakan sebagai jaminan atas kelebihan penggunaan fasilitas
usance letter of credit oleh Perusahaan (lihat Catatan 9).
4. PIUTANG USAHA
Akun ini merupakan piutang dari penjualan ekspor hasil produksi Perusahaan. Rincian piutang usaha adalah sebagai berikut:
2006 2005
Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Prestige Autotech Co., Amerika Serikat
(AS$ 27.430.068 pada tahun 2006 dan
PT PRIMA ALLOY STEEL UNIVERSAL Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2006 Dan 2005 (Dalam Rupiah)
2006 2005
Enmaru Union Co.Ltd., Jepang
(JPY 123.040.042 dan AS$ 119.491 pada tahun 2006 dan
JPY 163.874.992 pada tahun 2005) Rp 10.403.661.206 Rp 13.670.746.808
Sub-jumlah 257.822.876.009 114.312.192.255 % terhadap jumlah aktiva 43,47% 20,4%
Pihak Ketiga
Penjualan ekspor (AS$ 9.228.720 dan Rp 2.143.840 pada tahun 2006 dan AS$ 18.791.509, EUR 46.330
pada tahun 2005) 83.243.057.733 185.260.735.836
Jumlah Rp 341.065.933.742 Rp 299.572.928.091 Pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005, analisis piutang usaha adalah sebagai berikut:
2006 2005
Rp % Rp %
Belum jatuh tempo 146.072.897.551 42,83 118.115.654.400 39,43 Jatuh tempo:
1 – 30 hari 64.005.807.560 18,77 83.789.355.095 27,97 31 – 60 hari 47.389.875.830 13,89 7.214.679.350 2,41 Lebih dari 60 hari 83.597.352.801 24,51 90.453.239.246 30,19 Jumlah 341.065.933.742 100,00 299.572.928.091 100,00
Piutang usaha digunakan sebagai jaminan atas hutang bank (lihat Catatan 9, 13 dan 15).
Berdasarkan hasil penelaahan keadaan akun piutang masing-masing pelanggan pada akhir tahun, manajemen Perusahaan berpendapat bahwa seluruh piutang dapat ditagih, oleh karena itu penyisihan piutang ragu-ragu ditetapkan nihil.
5. PERSEDIAAN Akun ini terdiri dari:
2006 2005
Barang jadi Rp 33.212.270.758 Rp 37.940.348.542
Barang dalam proses 27.321.171.610 24.960.991.715
Bahan baku 1.520.852.282 4.767.216.393
Bahan pembantu 15.861.068.409 16.962.535.729
Jumlah Rp 77.915.363.059 Rp 84.631.092.379 Seluruh persediaan digunakan sebagai jaminan hutang bank (lihat Catatan 9, 13 dan 15).
Persediaan tersebut diasuransikan atas risiko kebakaran dan risiko lainnya berdasarkan suatu paket polis tertentu dengan nilai pertanggungan sebesar AS$ 6.000.000 masing-masing pada tahun 2006 dan 2005. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kerugian yang mungkin terjadi.
6. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA
Dalam kegiatan usaha normal, Perusahaan melakukan transaksi usaha dan keuangan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa.
Sifat hubungan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa tersebut adalah sebagai berikut:
Sifat hubungan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Pemegang Saham Perusahaan PT Enmaru International
Venice Enterprises Holdings Ltd.,
British Virgin Island
Memiliki Pemegang Saham yang sama Enmaru Union Co.Ltd., Jepang Anggota keluarga dekat
dari Direksi Perusahaan Prestige Autotech Co., Amerika Serikat Presiden Direktur Perusahaan Djoko Sutrisno
Beberapa transaksi signifikan dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebagai berikut:
1. Perusahaan melakukan penjualan kepada Prestige Autotech Co., Amerika Serikat dan Enmaru Co. Ltd., Jepang. Jumlah penjualan ekspor kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebesar lebih kurang 53,4% dan 42,1% dari jumlah penjualan ekspor bersih Perusahaan masing-masing pada tahun 2006 dan 2005 (lihat Catatan 19). Saldo piutang usaha dari pihak yang mempunyai hubungan istimewa pada tanggal-tanggal 31 Desember 2006 dan 2005 disajikan sebagai bagian dari “Piutang Usaha” (lihat Catatan 4).
Berdasarkan perjanjian distribusi antara Perusahaan dengan Prestige Autotech Co., Amerika Serikat (Prestige) dan Enmaru Union Co.Ltd., Jepang (Enmaru), Perusahaan memproduksi dan menjual rim logam aluminium sedangkan Prestige dan Enmaru memiliki pengetahuan, pengalaman dan fasilitas untuk mempromosikan, menjual dan memasarkan hasil produksi. Pembayaran dilakukan berdasarkan salah satu persyaratan pembayaran berikut:
a. 180 hari Usance Letter of Credit. b. 150 hari sampai 360 hari Open Account.
2. Perusahaan membeli bahan pembantu dan suku cadang tertentu dari Prestige Autotech Co., Amerika Serikat dan Enmaru Union Co.Ltd., Jepang. Jumlah pembelian yang timbul dari transaksi ini sejumlah Rp 1.198.587.585 (0,18% dari jumlah pembelian) dan Rp 2.222.238.163 (0,38% dari jumlah pembelian) pada tahun 2006 dan 2005. Saldo hutang dari transaksi tersebut disajikan sebagai bagian dari “Hutang Usaha” (lihat Catatan 10).
3. Perusahaan melakukan transaksi keuangan dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa yang meliputi piutang bunga dan pembayaran biaya-biaya terlebih dahulu. Saldo piutang yang timbul dari transaksi ini, disajikan sebagai “Piutang Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa”, adalah sebagai berikut:
PT PRIMA ALLOY STEEL UNIVERSAL Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2006 Dan 2005 (Dalam Rupiah)
2006 2005
Prestige Autotech Co. Ltd., Amerika Serikat (AS$ 18.708 dan Rp 844.155.625 pada
tahun 2006 dan AS$ 50.765 pada tahun 2005) Rp 1.012.901.785 Rp 499.019.950 Enmaru Union Co.Ltd., Jepang 11.826.850 -
Jumlah Rp 1.024.728.635 Rp 499.019.950 % terhadap jumlah aktiva 0,173% 0,089%
Piutang usaha – pihak yang mempunyai hubungan istimewa dan piutang pihak yang mempunyai hubungan istimewa masing-masing sebesar 43,6% dan 20,4% dari jumlah aktiva pada tanggal-tanggal 31 Desember 2006 dan 2005.
4. Pada tanggal 31 Mei 2003, pinjaman tanpa bunga yang dijamin dengan jaminan pribadi Presiden Direktur Perusahaan, akan jatuh tempo pada tahun 2008 dari Venice Enterprises Holdings Ltd., British Virgin Islands (Venice), pemegang saham Perusahaan, sebesar Rp 36.080.000.000 dan Rp 39.320.000.000 pada tahun 2006 dan 2005 (setara dengan AS$ 4.000.000). Perjanjian dengan Venice mensyaratkan Perusahaan untuk mendapatkan izin tertulis dari Venice, dalam melakukan, antara lain, pengalihan atau penjualan aktiva utama Perusahaan, pembayaran dividen, bertindak sebagai penjamin dan memberikan pinjaman kepada pihak lain kecuali untuk operasi usaha normal. Rincian hutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah sebagai berikut:
2006 2005
Venice Enterprises Holdings Ltd,
British Virgin Islands (AS$ 4.000.000) Rp 36.080.000.000 Rp 39.320.000.000
Djoko Sutrisno 2.751.571.160 4.493.025.417
Ratnawati Sasongko (AS$ 75.000) 676.500.000 -
Jumlah Rp 39.508.071.160 Rp 43.813.025.417 % terhadap jumlah kewajiban 8,47% 10,2%
Hutang usaha-pihak yang mempunyai hubungan istimewa dan hutang pihak yang mempunyai hubungan istimewa masing-masing sebesar 8,47% dan 10,7% dari jumlah kewajiban pada tanggal-tanggal 31 Desember 2006 dan 2005.
Pihak yang mempunyai hubungan istimewa tertentu memberikan jaminan atas hutang bank (lihat Catatan 9, 13 dan 15).
7. AKTIVA TETAP Akun ini terdiri dari:
Perubahan selama Periode Berjalan
2006 Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Nilai Tercatat
Pemilikan langsung
Hak atas tanah Rp 12.130.437.500 Rp - Rp - Rp 12.130.437.500
Pematangan tanah 880.526.770 - - 880.526.770
Bangunan dan prasarana 18.299.824.895 41.000.000 - 18.340.824.895
Mesin dan peralatan pabrik 280.659.386.295 21.342.813.752 17.857.913.636 284.144.286.411
Perabot dan peralatan kantor 4.258.486.254 182.668.912 - 4.441.155.166
Alat pengangkutan 1.031.199.161 2.364.800.337 49.410.000 3.346.589.498
Perubahan selama Periode Berjalan
2006 Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Aktiva dalam penyelesaian
Bangunan Rp 737.000.000 Rp 4.478.805.017 Rp 308.289.637 Rp 4.907.515.380
Mesin - 1.338.286.967 - 1.338.286.967
Sub-jumlah 737.000.000 5.817.091.984 308.289.637 6.245.802.347
Sewa guna usaha
Alat pengangkutan 4.341.508.700 269.150.093 2.265.800.337 2.344.858.456
Jumlah Nilai Tercatat 322.338.369.575 30.017.525.078 20.481.413.610 331.874.481.043
Akumulasi Penyusutan
Pemilikan langsung
Pematangan tanah 838.589.395 12.568.500 - 851.157.895
Bangunan dan prasarana 13.652.392.180 818.784.997 - 14.471.177.177
Mesin dan peralatan pabrik 176.704.702.005 22.812.803.047 10.650.998.609 188.866.506.443
Perabot dan peralatan kantor 3.086.849.924 388.353.931 - 3.475.203.855
Alat pengangkutan 1.021.429.463 1.481.691.304 49.410.000 2.453.710.767 Sub-jumlah 195.303.962.967 25.514.201.779 10.700.408.609 210.117.756.137 Sewa guna usaha
Alat pengangkutan 1.336.271.429 915.780.924 1.459.032.213 793.020.140
Jumlah Akumulasi Penyusutan 196.640.234.396 26.429.982.703 12.159.440.822 210.910.776.277
Nilai Buku Rp 125.698.135.179 Rp 120.963.704.766
Perubahan selama Periode Berjalan
2005 Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Nilai Tercatat
Pemilikan langsung
Hak atas tanah Rp 12.130.437.500 Rp - Rp - Rp 12.130.437.500
Pematangan tanah 880.526.770 - - 880.526.770
Bangunan dan prasarana 18.299.824.895 - - 18.299.824.895
Mesin dan peralatan pabrik 231.834.311.210 48.825.075.085 - 280.659.386.295
Perabot dan peralatan kantor 4.016.909.054 241.577.200 - 4.258.486.254
Alat pengangkutan 1.295.442.465 - 264.243.304 1.031.199.161
Sub-jumlah 268.457.451.894 49.066.652.285 264.243.304 317.259.860.875
Aktiva dalam penyelesaian - 737.000.000 - 737.000.000
Sewa guna usaha
Alat pengangkutan 2.976.608.700 1.364.900.000 - 4.341.508.700
Jumlah Nilai Tercatat 271.434.060.594 51.168.552.285 264.243.304 322.338.369.575
Akumulasi Penyusutan
Pemilikan langsung
Pematangan tanah 826.020.895 12.568.500 - 838.589.395
Bangunan dan prasarana 12.586.189.082 1.066.203.098 - 13.652.392.180
Mesin dan peralatan pabrik 143.026.885.856 33.677.816.149 - 176.704.702.005
Perabot dan peralatan kantor 2.722.109.756 364.740.168 - 3.086.849.924
Alat pengangkutan 1.236.959.025 48.713.742 264.243.304 1.021.429.463
Sub-jumlah 160.398.164.614 35.170.041.657 264.243.304 195.303.962.967 Sewa guna usaha
Alat pengangkutan 585.156.355 751.115.074 - 1.336.271.429
Jumlah Akumulasi Penyusutan 160.983.320.969 35.921.156.731 264.243.304 196.640.234.396
Nilai Buku Rp 110.450.739.625 Rp 125.698.135.179
Pada tahun 2006, penambahan aktiva tetap termasuk reklasifikasi dari aktiva dalam penyelesaian sebesar Rp 308.289.637 dan aktiva sewa guna usaha dengan nilai tercatat dan akumulasi penyusutan masing-masing sebesar Rp 2.265.800.337 dan Rp 1.459.032.213.
PT PRIMA ALLOY STEEL UNIVERSAL Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2006 Dan 2005 (Dalam Rupiah)
Pengurangan aktiva tetap merupakan penjualan aktiva alat pengangkutan dengan nilai buku sebesar nol pada tahun 2006 dan 2005 serta harga jual sebesar Rp 25.000.000 dan Rp 120.000.000 masing-masing pada tahun 2006 dan 2005.
Penyusutan yang dibebankan pada usaha adalah sebagai berikut:
2006 2005
Beban pokok penjualan – beban pabrikasi Rp 23.868.076.839 Rp 34.907.800.176 Beban usaha (lihat Catatan 21) 1.102.873.651 1.013.356.555
Jumlah Rp 24.970.950.490 Rp 35.921.156.731 Sebagian hak atas tanah seluas 8.660 m2 (14,4% dari keseluruhan hak atas tanah) masih atas nama
Presiden Direktur Perusahaan. Pada tanggal 31 Desember 2006, hak atas tanah merupakan hak guna bangunan (HGB) yang akan berakhir sampai dengan tahun 2025, dan dapat diperbarui.
Aktiva tetap tertentu digunakan sebagai jaminan atas hutang bank dan hutang sewa guna usaha (lihat Catatan 9, 13, 14 dan 15).
Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat penurunan nilai aktiva di tahun 2006.
Pada tahun 2006 dan 2005, aktiva tetap Perusahaan telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya berdasarkan suatu paket polis tertentu dengan nilai pertanggungan masing-masing sebesar AS$ 34.500.000 dan Rp 3.860.503.950 serta AS$ 30.000.000 dan Rp 749.540.000. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kerugian yang mungkin terjadi. Pada bulan Juli 2006, Perusahaan mengalami kebakaran yang mengakibatkan kerusakan pada mesin casting pengecoran velg. Kerugian kebakaran mesin tersebut diperkirakan sebesar Rp 7.206.915.027. Pendapatan atas klaim yang telah diterima Perusahaan sampai dengan tanggal 31 Desember 2006 adalah sebesar AS$ 784.262 (atau setara dengan Rp 7.147.884.415). Kerugian sebesar Rp 59.030.612 disajikan sebagai bagian dari “Penghasilan (Beban) Lain-lain”.
8. AKTIVA LAIN-LAIN Akun ini terdiri dari:
2006 2005
Beban ditangguhkan - bersih Rp 2.548.261.164 Rp 4.851.692.710 Lain-lain 1.397.658.421 1.959.034.023 Jumlah Rp 3.945.919.585 Rp 6.810.726.733 Beban ditangguhkan – bersih merupakan biaya sehubungan dengan kredit yang diperoleh dari PT Bank
Negara Indonesia (Persero) Tbk, Surabaya dan PT Bank Buana Indonesia Tbk, Surabaya serta biaya pembelian perangkat lunak komputer (SAP).
9. HUTANG JANGKA PENDEK
Akun ini terdiri dari:
2006 2005
Mata uang asing Rp Mata uang asing Rp PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk, Jakarta AS$ 24.911.613 224.702.751.425 AS$ 22.530.165 221.471.521.459 PT Bank Ekspor
Indonesia (Persero) 3.740.100 33.735.705.157 - -
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation
Limited - - 326.950 3.213.918.500
Jumlah 258.438.456.582 224.685.439.959
Perusahaan mendapat fasilitas usance letter of credit dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) sebesar AS$ 22.000.000. Pinjaman ini dijamin dengan jaminan yang sama dengan pinjaman jangka panjang yang diperoleh dari BNI (lihat Catatan 3 dan 13).
Pada tahun 2006, Perusahaan memperoleh fasilitas modal kerja dalam bentuk usance letter of credit dan/atau pembelian tagihan ekspor dengan batas maksimum sebesar AS$ 5.000.000 dari PT Bank Ekspor Indonesia (Persero) dan jatuh tempo dalam waktu 1 (satu) tahun. Pinjaman ini dijamin dengan piutang dagang dan persediaan, aktiva tetap tertentu milik Perusahaan (lihat Catatan 4, 5 dan 7), serta jaminan pribadi dari Presiden Direktur Perusahaan.
Pada tahun 2005, Perusahaan memperoleh fasilitas impor dari Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited sebesar AS$ 500.000. Tingkat bunga atas fasilitas ini adalah sebesar 3% per tahun. Pinjaman ini dijamin dengan jaminan pribadi sebesar AS$ 700.000 dari Presiden Direktur Perusahaan.
10. HUTANG USAHA
Akun ini merupakan hutang atas pembelian kepada:
2006 2005
Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Prestige Autotech Co., Amerika Serikat
(AS$ 234.426 pada tahun 2005) Rp - Rp 2.304.408.268 Enmaru Union Co.Ltd., Jepang
(JPY 1.212.070 pada tahun 2005) - 101.113.061
Sub-jumlah - 2.405.521.329
% terhadap jumlah kewajiban 0% 0,5% Pihak Ketiga
Bahrain Alloys M.Co.
(AS$ 4.616.257 pada tahun 2006 dan
AS$3.255.422 pada tahun 2005) 41.638.641.928 32.000.801.012 Shanghai Shen Lian
(AS$ 462.959 pada tahun 2006 dan
AS$ 83.823 pada tahun 2005) 4.175.890.180 823.983.924 Basf Coatings AG, Jerman
(EUR 55.403 pada tahun 2006 dan
PT PRIMA ALLOY STEEL UNIVERSAL Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2006 Dan 2005 (Dalam Rupiah)
2006 2005
Sun Fa Mould Manufacturing
(AS$ 57.994 pada tahun 2005) Rp - Rp 570.076.400 Lain-lain (AS$ 6.041.283, AUD 22.650,
EUR 8.901, RMB 675, dan
Rp 10.134.144.601 pada tahun 2006 dan AS$ 1.365.136, EUR 1.509, SGD 1.169,
dan Rp 11.426.978.124 pada tahun 2005) 64.894.452.010 24.870.756.250 Sub-jumlah 111.365.964.167 59.527.265.074 Jumlah Rp 111.365.964.167 Rp 61.932.786.403
11. BIAYA MASIH HARUS DIBAYAR Akun ini terdiri dari:
2006 2005
Air, listrik dan gas Rp 1.891.791.285 Rp 1.898.970.281
Gaji dan upah 669.686.050 806.327.375
Beban bunga (AS$ 32.279) - 317.306.699
Lain-lain 124.637.022 270.856.604
Jumlah Rp 2.686.114.357 Rp 3.293.460.959
12. HUTANG PAJAK Akun ini terdiri dari:
2006 2005 Pajak Penghasilan Pasal 21 Rp 185.080.100 Rp 288.436.907 Pasal 22 - - Pasal 23 5.182.056 9.161.400 Pasal 25 253.177.393 884.845.192 Pasal 29 - 168.694.500
Pajak Pertambahan Nilai 55.977.504 82.928.852 Jumlah Rp 499.417.053 Rp 1.434.066.851
13. HUTANG JANGKA PANJANG Akun ini terdiri dari:
2006 2005
Hutang Bank
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Jakarta (AS$ 5.282.500 pada tahun 2006 dan
AS$ 8.605.000 pada tahun 2005) Rp 47.648.150.000 Rp 84.587.150.000 PT Bank Buana Indonesia Tbk, Surabaya 93.811.393 221.509.237 Jumlah 47.741.961.393 84.808.659.237
2006 2005 Dikurangi bagian jatuh tempo dalam waktu satu tahun
(AS$ 3.322.500 dan Rp 93.811.393 pada
tahun 2006 dan AS$ 3.322.500 dan Rp 127.584.861
pada tahun 2005) Rp 30.062.761.393 Rp 32.787.759.861 Bagian jangka panjang Rp 17.679.200.000 Rp 52.020.899.376 Pada tahun 2003, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Jakarta memberikan fasilitas kredit modal kerja ekspor untuk tambahan modal kerja ekspor dan mengambil alih fasilitas kredit dari PT Bank Buana Indonesia Tbk, Surabaya dengan batas maksimum sebesar AS$ 9.850.000 kepada Perusahaan. Tingkat bunga atas pinjaman modal kerja ekspor adalah sebesar 7,5% per tahun. Pinjaman ini akan jatuh tempo pada tahun 2007.
Pada tahun 2005, Perusahaan mendapat tambahan fasilitas pinjaman dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, yaitu berupa:
a. Kredit investasi dengan batas maksimum sebesar AS$ 4.300.000 tingkat bunga atas pinjaman adalah sebesar 8% per tahun dengan jangka waktu pinjaman 5 tahun.
b. Modal kerja ekspor yang bisa digunakan untuk fasilitas pembukaan Letter of Credit Impor dengan batas maksimum sebesar AS$ 3.000.000 tingkat bunga atas pinjaman adalah sebesar 7,5% per tahun dengan jangka waktu pinjaman sampai dengan tanggal 31 Desember 2008.
Pinjaman ini dijamin dengan surat kuasa membebankan hak tanggungan dan akta pemberian hak tanggungan atas tanah dan bangunan yang terdiri dari Hak Guna Bangunan (HGB) No. 28 dan No. 72 yang masing-masing seluas 50.960 m2 atas nama Perusahaan dan 8.660 m2 atas nama Djoko Sutrisno, piutang usaha, persediaan, aktiva tetap tertentu milik Perusahaan (lihat Catatan 4, 5 dan 7), jaminan Perusahaan dari PT Enmaru International, Presiden Direktur pemegang saham Perusahaan dan jaminan pribadi dari Komisaris dan Presiden Direktur Perusahaan.
14. HUTANG SEWA GUNA USAHA
Perusahaan mengadakan perjanjian sewa guna usaha dengan PT UFJ-BRI Finance, Surabaya dan PT Primus Financial Services, Jakarta untuk kendaraan dan alat pengangkutan (lihat Catatan 7).
2006 2005
Nilai Tunai Sewa Guna Usaha Minimum
2006 Rp - Rp 1.193.657.229 2007 643.536.131 582.481.275 2008 218.767.807 165.844.351 2009 4.410.288 - Jumlah 866.714.226 1.941.982.855 Dikurangi bunga 96.693.641 259.723.470 Jumlah hutang sewa guna usaha 770.020.585 1.682.259.385 Dikurangi bagian jatuh tempo dalam waktu satu tahun 560.132.446 1.006.462.266 Bagian jangka panjang Rp 209.888.139 Rp 675.797.119
PT PRIMA ALLOY STEEL UNIVERSAL Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2006 Dan 2005 (Dalam Rupiah)
15. HUTANG YANG DIRESTRUKTURISASI
Pada tanggal 31 Desember 2005, hutang yang direstrukturisasi adalah sebagai berikut:
2005
PT Bank Multicor, Jakarta
(AS$ 250.000 pada tahun 2005)
Rp 2.457.500.000
Jumlah 2.457.500.000
Dikurangi bagian jatuh tempo dalam waktu satu tahun
(AS$ 250.000 pada tahun 2005) 2.457.500.000
Bagian jangka panjang Rp -
Pada tanggal 13 Maret 2000, PT Bank Multicor, Jakarta telah menyetujui untuk merestrukturisasi fasilitas modal kerja sebesar AS$ 2.000.000. Fasilitas pinjaman tersebut diperpanjang sampai dengan bulan Mei 2006 dan telah dilunasi oleh Perusahaan.
Fasilitas pinjaman ini dikenakan suku bunga tahunan sebesar 3% di atas biaya pendanaan bank atas dolar AS dan dijamin dengan hak atas tanah dan bangunan yang dimiliki oleh pemegang saham, piutang usaha dan persediaan milik Perusahaan, jaminan pribadi dari Komisaris dan Presiden Direktur Perusahaan dan jaminan Perusahaan dari PT Enmaru International, pemegang saham (lihat Catatan 4, 5 dan 7).
16. KEWAJIBAN DIESTIMASI ATAS IMBALAN KERJA
Berdasarkan penilaian aktuaria yang dilakukan oleh PT Sienco Aktuarindo Utama, aktuaris independen dalam laporannya masing-masing tanggal 15 Pebruari 2007 dan 6 Januari 2006 dengan menggunakan metode Projected Unit Credit, Perusahaan mencatat kewajiban imbalan pasti atas uang pesangon, uang penghargaan, masa kerja dan ganti kerugian kepada karyawan masing-masing sebesar Rp 3.811.542.370 dan Rp 3.067.675.581 pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005 yang disajikan dalam “Kewajiban Diestimasi atas Imbalan Kerja” dalam neraca.
Asumsi dasar yang digunakan adalah:
Tingkat kenaikan gaji tahunan : 6% pada tahun 2006 dan 7% pada tahun 2005 Suku bunga diskonto tahunan : 11%
Tingkat mortalitas : Tabel CSO – 1958 Usia pensiun : 55 tahun
Manajemen Perusahaan berpendapat bahwa jumlah akrual pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005 tersebut adalah memadai untuk memenuhi ketentuan dalam keputusan tersebut.
17. MODAL SAHAM
Rincian pemegang saham Perusahaan dan jumlah kepemilikannya pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005 adalah sebagai berikut:
Jumlah Saham
Ditempatkan dan Persentase
Disetor Penuh Kepemilikan Jumlah
Pemegang Saham (lembar) (%) (Rp)
PT Enmaru International 266.000.000 45,24 26.600.000.000 Venice Enterprises Holdings Ltd 208.000.000 35,37 20.800.000.000 PT Roda Tunggal Perkasa 37.054.500 6,30 3.705.450.000
Ratnawati Sasongko 36.875.900 6,27 3.687.590.000
Koperasi 3.040.000 0,52 304.000.000
Masyarakat (masing-masing
di bawah 5%) 37.029.600 6,30 3.702.960.000
Jumlah 588.000.000 100,00 58.800.000.000
Berdasarkan Rapat Umum Luar Biasa Pemegang Saham pada tanggal 27 Mei 2005 yang telah diaktakan dengan akta Notaris Dyah Ambarwaty Setyoso, S.H., No. 61 tanggal 27 Mei 2005, para pemegang saham Perusahaan telah menyetujui perubahan nilai nominal saham dari Rp 500 per lembar saham menjadi Rp 100 per lembar saham, sehingga jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh meningkat dari 117.600.000 saham menjadi 588.000.000 saham.
18. TAMBAHAN MODAL DISETOR Tambahan modal disetor berasal dari:
2006 2005
Konversi hutang jangka panjang ke modal,
tahun 2003 Rp 31.200.000.000 Rp 31.200.000.000 Deklarasi dividen saham, tahun 1997 6.700.000.000 6.700.000.000 Penawaran Perdana, tahun 1990 981.241.354 981.241.354 Jumlah Rp 38.881.241.354 Rp 38.881.241.354
19. PENJUALAN BERSIH
Penjualan bersih terdiri dari sebagai berikut:
2006 2005
Penjualan ekspor
Pihak yang mempunyai hubungan istimewa
(lihat Catatan 6) Rp 394.561.778.751 Rp 285.496.782.594 Pihak ketiga 344.602.775.111 394.042.261.545 Jumlah penjualan ekspor 739.164.553.862 679.539.044.139 Penjualan lokal 6.956.321.181 9.023.966.433
PT PRIMA ALLOY STEEL UNIVERSAL Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2006 Dan 2005 (Dalam Rupiah)
2006 2005
Pihak yang mempunyai hubungan istimewa
Prestige Autotech Co., Amerika Serikat Rp 394.070.738.791 Rp 284.511.422.330 Enmaru Union Co.Ltd., Jepang 491.039.960 985.360.264 Sub-jumlah 394.561.778.751 285.496.782.594 Pihak ketiga :
Frensi Holding Co.Ltd., Singapura 207.389.659.724 252.962.192.169 Lain-lain 144.169.436.568 150.104.035.809 Sub-jumlah 351.559.096.292 403.066.227.978 Jumlah Rp 746.120.875.043 Rp 688.563.010.572 Pada tahun 2006 dan 2005, Perusahaan melakukan penjualan di atas 10% kepada Prestige Autotech Co. dan Frensi Holding Co. Ltd.
20. BEBAN POKOK PENJUALAN
Rincian beban pokok penjualan adalah sebagai berikut:
2006 2005
Pemakaian bahan baku Rp 241.721.809.933 Rp 243.583.609.838
Upah langsung 18.155.636.134 17.602.847.296
Beban pabrikasi 59.905.361.985 69.909.783.042 Jumlah Beban Produksi 319.782.808.052 331.096.240.176 Persediaan Barang Dalam Proses
Pada awal tahun 24.960.991.715 10.259.727.895 Pada akhir tahun ( 27.321.171.610 ) ( 24.960.991.715 ) Beban Pokok Produksi 317.422.628.157 316.394.976.356 Persediaan Barang Jadi
Pada awal tahun 37.940.348.542 36.486.254.830
Pembelian 395.376.575.485 328.161.318.141
Pada akhir tahun ( 33.212.270.758 ) ( 37.940.348.542 ) Beban Pokok Penjualan Rp 717.527.281.426 Rp 643.102.200.785 Perusahaan melakukan pembelian persediaan sebagai berikut:
2006 2005
Wuxi Chenhwat Rp 142.150.918.322 Rp -
Bahrain Alloys M.Co, Bahrain 137.794.693.380 169.262.382.265 Zhejiang Wanfeng A. Co. Ltd., China 84.242.613.826 120.722.206.385 Lain-lain (di bawah 10%) 291.064.323.374 292.675.275.361
21. BEBAN USAHA
Rincian beban usaha adalah sebagai berikut:
2006 2005
Penjualan
Pengangkutan Rp 3.908.676.585 Rp 4.449.075.846
Beban bank 2.045.130.705 2.181.101.045
Gaji dan upah 852.063.350 787.671.950
Perjalanan dinas 711.086.509 774.785.361
Promosi 79.565.692 17.940.239
Lain-lain 1.147.630.980 654.857.013
Sub-jumlah 8.744.153.821 8.865.431.454 Umum dan Administrasi
Gaji dan upah 9.471.711.146 8.378.910.764
Amortisasi 2.986.165.707 2.545.310.587 Penyusutan 952.182.443 933.888.667 Perjalanan dinas 935.050.757 1.437.148.500 Beban bank 800.813.413 853.033.611 Komunikasi 585.403.709 582.437.743 Beban profesional 156.500.000 295.762.315 Lain-lain 2.324.101.317 2.847.582.694 Sub-jumlah 18.211.928.492 17.874.074.881 Jumlah Beban Usaha Rp 26.956.082.313 Rp 26.739.506.335
22. PAJAK PENGHASILAN
Penghasilan (beban) pajak Perusahaan terdiri dari:
2006 2005
Pajak kini Rp - (Rp 4.956.070.100 )
Pajak tangguhan 1.080.285.620 2.547.055.709
Jumlah Rp 1.080.285.620 (Rp 2.409.014.391 ) Pajak Kini
Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum taksiran beban pajak penghasilan seperti yang disajikan dalam laporan laba rugi untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2006 dan 2005, dan taksiran laba (rugi) fiskal adalah sebagai berikut:
2006 2005
Laba (rugi) sebelum taksiran penghasilan (beban)
pajak menurut laporan laba rugi (Rp 3.841.739.148 ) Rp 7.009.072.936 Beda waktu
Penyusutan ( 8.698.057.945 ) 8.017.404.716
Imbalan kerja 743.866.789 703.312.492
Sewa guna usaha ( 50.969.988 ) 59.404.318
Amortisasi 672.870.222 544.808.326
PT PRIMA ALLOY STEEL UNIVERSAL Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2006 Dan 2005 (Dalam Rupiah)
2006 2005
Beda tetap
Penyusutan Rp 390.240.000 Rp 331.646.667
Jamuan dan sumbangan 36.021.982 305.039.824
Beban pajak 14.570.721 13.626.695
Penghasilan bunga yang pajaknya
bersifat final ( 258.388.907 ) ( 285.748.430 ) Laba penjualan aktiva tetap ( 25.000.000 ) ( 120.000.000 ) Taksiran laba (rugi) fiskal (Rp 11.870.554.681 ) Rp 16.578.567.544 Perhitungan beban pajak kini dan hutang pajak adalah sebagai berikut:
2006 2005
Taksiran penghasilan kena pajak Rp - Rp 16.578.567.000
10% x Rp 50.000.000 - 5.000.000
15% x Rp 50.000.000 - 7.500.000
30% x Rp 16.478.567.000 pada tahun 2005 - 4.943.570.100 Taksiran Beban Pajak Kini Rp - Rp 4.956.070.100 Dikurangi pembayaran pajak penghasilan di muka
Pasal 22 Rp 35.727.957 Rp 68.310.156
Pasal 25 3.724.890.988 4.677.065.444
Fiskal luar negeri 54.000.000 42.000.000
Jumlah 3.814.618.945 4.787.375.600
Taksiran hutang (tagihan) pajak penghasilan (Rp 3.814.618.945 ) Rp 168.694.500 Pajak Tangguhan
2006 2005
Penghasilan (beban) pajak tangguhan
Rugi fiskal Rp 3.561.166.404 Rp -
Sewa guna usaha ( 40.293.982 ) ( 232.601.951 )
Penyusutan ( 2.865.607.905 ) 2.405.221.414
Imbalan kerja 223.160.037 210.993.748
Amortisasi beban ditangguhkan 201.861.066 163.442.498 Taksiran Penghasilan Pajak – Tangguhan Rp 1.080.285.620 Rp 2.547.055.709 Rekonsiliasi antara taksiran Pajak Penghasilan yang dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku sebesar 30% dari laba (rugi) akuntansi sebelum taksiran Pajak Penghasilan, dengan taksiran Pajak Penghasilan seperti yang tercantum dalam laporan laba rugi untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005 adalah sebagai berikut:
2006 2005
Laba (rugi) sebelum taksiran penghasilan (beban)
pajak (Rp 3.841.739.148 ) Rp 7.009.072.936
Taksiran Pajak Penghasilan dengan tarif
2006 2005 Pengaruh atas beda tetap:
Jamuan dan sumbangan Rp 10.806.595 Rp 91.511.947
Beban pajak 4.371.216 4.088.009
Penyusutan 117.072.000 99.494.000
Penghasilan bunga yang pajaknya
bersifat final ( 77.516.672 ) ( 85.724.529 )
Laba penjualan aktiva tetap ( 7.500.000 ) ( 36.000.000 )
Lain-lain 25.002.985 232.923.083
Beban (penghasilan) pajak (Rp 1.080.285.620 ) Rp 2.409.014.391 Pengaruh pajak atas beda waktu yang signifikan antara pelaporan komersial dan pajak adalah sebagai berikut:
2006 2005
Aktiva pajak tangguhan
Rugi fiskal Rp 3.561.166.404 Rp -
Imbalan kerja 1.143.462.712 920.302.675
Penyisihan piutang ragu-ragu 62.375.588 62.375.588
Sub-jumlah 4.767.004.704 982.678.263
Kewajiban pajak tangguhan
Penyusutan 1.002.937.227 ( 1.862.670.678 )
Amortisasi beban ditangguhkan 367.721.306 569.582.372 Sewa guna usaha 246.456.961 206.162.979
Sub-jumlah 1.617.115.494 ( 1.086.925.327 ) Aktiva pajak tangguhan – bersih Rp 3.149.889.210 Rp 2.069.603.590
Taksiran laba (rugi) fiskal Perusahaan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005 telah sesuai dengan Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan yang disampaikan kepada Kantor Pelayanan Pajak.
23. AKTIVA DAN KEWAJIBAN DALAM MATA UANG ASING
Saldo aktiva dan kewajiban dalam mata uang asing pada tanggal 31 Desember 2006 adalah sebagai berikut:
Mata Uang Asing Setara dalam Rupiah
Aktiva
Kas dan bank AS$ 551.927 Rp 4.978.380.277
EUR 1.535 18.206.885
Piutang usaha AS$ 36.778.279 331.740.076.847
JPY 123.040.042 9.325.856.895
PT PRIMA ALLOY STEEL UNIVERSAL Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2006 Dan 2005 (Dalam Rupiah)
Mata Uang Asing Setara dalam Rupiah
Pembayaran di muka dan aktiva lancar lainnya AS$ 1.207.255 Rp 10.889.441.363
EUR 3.444 40.839.468
JPY 550.680 41.738.956
Piutang pihak yang mempunyai
hubungan istimewa AS$ 18.708 168.746.160
Uang muka pembelian aktiva tetap AS$ 2.596.660 23.421.873.200
Jumlah Aktiva Rp 380.984.627.256
Kewajiban
Hutang jangka pendek AS$ 28.651.713 258.438.456.582
Hutang usaha AS$ 11.120.499 100.306.903.957
EUR 64.304 762.532.288
RMB 675 810.000
AUD 22.650 161.573.322
Hutang lain-lain AS$ 108.038 974.502.760
Biaya masih harus dibayar AS$ 77.345 788.764.115 Hutang jangka panjang jatuh tempo
dalam waktu satu tahun
Hutang bank AS$ 3.322.500 29.968.950.000
Hutang pihak yang mempunyai hubungan istimewa AS$ 4.075.000 36.756.500.000 Hutang jangka panjang – setelah dikurangi bagian
jatuh tempo dalam waktu satu tahun
Hutang bank AS$ 1.960.000 17.679.200.000
Jumlah Kewajiban 445.838.193.024
Kewajiban bersih (Rp 64.853.565.768 )
24. INFORMASI SEGMEN USAHA
Informasi mengenai segmen usaha Perusahaan adalah sebagai berikut:
2006 2005
Informasi menurut daerah geografis Penjualan bersih: Asia Rp 234.889.749.772 Rp 295.557.041.427 Amerika 395.348.336.791 286.099.536.939 Eropa 97.807.345.220 95.077.476.232 Afrika 14.428.879.380 11.259.045.334 Australia 3.646.563.880 569.910.640 Jumlah Rp 746.120.875.043 Rp 688.563.010.572 Informasi menurut jenis transaksi penjualan
Penjualan bersih:
Manufaktur Rp 318.258.601.065 Rp 345.971.994.697
Dagang 427.862.273.978 342.591.015.875 Jumlah Rp 746.120.875.043 Rp 688.563.010.572
2006 2005 Beban Pokok Penjualan:
Manufaktur Rp 323.969.397.805 Rp 323.183.614.688 Dagang 393.557.883.621 319.918.586.097 Jumlah Rp 717.527.281.426 Rp 643.102.200.785 Laba Usaha: Manufaktur (Rp 5.710.796.740 ) Rp 22.788.380.009 Dagang 34.304.390.357 22.672.429.778
Beban usaha yang tidak dapat dialokasikan ( 26.956.082.313 ) ( 26.739.506.335 )
Jumlah Rp 1.637.511.304 Rp 18.721.303.452 Jumlah Aktiva:
Manufaktur Rp 155.614.669.988 Rp 169.632.559.093
Dagang 263.366.626.813 214.571.461.377
Aktiva segmen yang tidak dapat dialokasikan 174.178.947.650 176.911.007.756
Jumlah Rp 593.160.244.451 Rp 561.115.028.226
25. KONDISI EKONOMI
Ekonomi Indonesia yang mengalami krisis sejak pertengahan tahun 1997, telah menunjukkan perkembangan perbaikan, walaupun masih menghadapi ketidakpastian akibat ketidakstabilan sosial politik dalam negeri. Nilai tukar mata uang Rupiah sudah relatif stabil terhadap mata uang asing utama (terutama mata uang AS Dolar), namun masih sangat mudah dipengaruhi oleh kondisi sosial dan politik dalam negeri maupun regional.
Dalam memberikan respon terhadap kondisi ekonomi tersebut dan agar Perusahaan dapat tetap bersaing di pasaran internasional, Perusahaan melakukan langkah-langkah sebagai berikut:
a. Peningkatan efisiensi disektor produksi dengan melakukan re-engineering proses-proses yang ada.
b. Peningkatan efisiensi pemakaian bahan baku pokok dengan mengkaji ulang berat dan hasil test kekuatan produk yang diharapkan akan mengurangi konsumsi bahan baku pokok untuk per unit produk.
c. Peningkatan kemampuan dibidang desain dan pembuatan mould yang ditujukan untuk mempercepat pengeluaran desain-desain baru mendahului para pesaing.
d. Peningkatan kesadaran akan biaya (cost consciousness) yang diharapkan akan membantu pengurangan pemborosan biaya diberbagai bidang.
Penyelesaian kondisi ekonomi tergantung pada kebijakan fiskal, moneter dan lainnya yang telah dan akan diambil oleh Pemerintah Indonesia, suatu tindakan yang berada di luar kendali Perusahaan. Oleh karena itu, tidaklah mungkin untuk menentukan dampak masa depan terus memburuknya kondisi ekonomi terhadap likuiditas dan pendapatan Perusahaan.
26. PENYELESAIAN LAPORAN KEUANGAN
Manajemen Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan laporan keuangan yang telah diselesaikan pada tanggal 20 Maret 2007.
PT PRIMA ALLOY STEEL UNIVERSAL Tbk
LAPORAN KEUANGAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 31 DESEMBER 2006 DAN 2005
DAN