UDAYANA UNIVERSITY PRESS
2015
SEMINAR NASIONAL
DAN TEKNOLOGI
Kuta, 29 - 30 Oktober 2015
LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN
KEPADA MASYARAKAT
iv | Kuta, 29-30 Oktober 2015
Ni Made Ary Esta Dewi Wirastuti, S.T., MSc. PhD Prof. Dr. Drs. IB Putra Yadnya, M.A.
Prof. Dr. Ir. I Gede Mahardika, M.S. Dr. Ni Ketut Supasti Dharmawan, SH., MHum., LLM.
Prof. Dr. drh. I Nyoman Suarsana, M.Si Prof. Dr. Ir. I Gede Rai Maya Temaja, M.P.
Ir. Ida Ayu Astarini, M.Sc., Ph.D Prof. Dr. Ir. Nyoman Gde Antara, M.Eng
Dra. Ni Luh Watiniasih, MSc, Ph.D Prof. Dr. drh. Ni Ketut Suwiti, M.Kes. Prof. Dr. Ir. I Made Alit Karyawan Salain, DEA.
Ir. I Nengah Sujaya, M.Agr.Sc., Ph.D. Ir. Ida Bagus Wayan Gunam, MP, Ph.D dr. Ni Nengah Dwi Fatmawati, SpMK, Ph.D
Dr. Agoes Ganesha Rahyuda, S.E., M.T. Putu Alit Suthanaya, S.T., M.Eng.Sc, Ph.D.
I Putu Sudiarta, SP., M.Si., Ph.D. Dr. Ir. Yohanes Setiyo, M.P. Dr. P. Andreas Noak, SH, M.Si I Wayan Gede Astawa Karang, SSi, MSi, PhD.
Dr. Drh. I Nyoman Suarta, M.Si l
Udayana University Press, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Udayana
2015, xli + 2191 hal, 21 x 29,7
SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2015
Kuta, 29-30 Oktober 2015 | vii
KATA PENGANTAR
S
eminar Nasional Sains dan Teknologi (SENASTEK), merupakan agenda tahunan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Udayana, dan tahun 2015 merupakan penyelenggaraan SENASTEK yang ke II dalam upaya menyebarluaskan hasil-hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Seminar ini merupakan sarana komunikasi bagi para peneliti dan pengabdi dari perguruan tinggi, institusi pendidikan, lembaga penelitian maupun industri guna mempercepat pengembangan sains dan teknologi.Berbeda dengan Senastek sebelumnya, Senastek II tahun ini selain mendesiminasikan hasil penelitian, juga mendesiminasikan hasil Pengabdian Kepada Masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat merupakan kegiatan sivitas akademika dalam mengamalkan dan membudayakan sains dan teknologi untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa, yang mana hasil-hasilnya nyata dapat dirasakan oleh masyarakat dan menjadi tolok ukur sejauh mana hasil-hasil penelitian dapat diabdikan untuk memaslahatan masyarakat banyak.
Senastek II, tahun 2015 diselenggarakan dalam kaitan dengan ulang tahun ke 53 Universitas Udayana dan dalam rangka desiminasi hasil-hasil penelitian peneliti dari berbagai Perguruan Tinggi termasuk Unud, Lembaga Penelitian, dll. Tema Senastek II adalah “Inovasi Humaniora, Sains dan Teknologi untuk Pembangunan Berkelanjutan” dengan tujuan penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengabdian, Ajang pertemuan ilmiah para peneliti dan pengabdi yang bergerak di bidang sains dan teknologi, dan Sarana tukar informasi bagi para peneliti dan pengabdi dalam rangka pengembangan sains dan teknologi ke depan. Topik Makalah meliputi: Bidang Humaniora, Ketahanan PanganKesehatan dan Obat-obatan, Energi baru dan terbarukan Transportasi dan manufaktur, Informasi dan Komunikasi Pertahanan dan keamanan, ketertiban dan kebencanaan, Biodiversitas, lingkungan dan , sumberdaya alam
Kegiatan Seminar ini diharapkan dapat mendorong terjadinya pertukaran informasi, pengetahuan, dan pengalaman dalam penerapan sains dan teknologi untuk pemecahan permasalahan di masyarakat, serta kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan publikasi hasil penelitian dan pengabdian; dan kerjasama antar peneliti; antar Perguruan Tinggi dan Lembaga-lembaga penelitian di Indonesia.
Denpasar, Desember 2015 Panitia
KATA PENGANTAR ... vii SAMBUTAN KETUA PANITIA ... ix SAMBUTAN KETUA LPPM UNIVERSITAS UDAYANA ... xi
HUMANIORA
NILAI LOKAL DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA IKAN DAN PENGEMBANGAN HUKUM
Fenty U. Puluhulawa, Nirwan Yunus ...3 KEBIJAKAN LOKAL DAN ETNISITAS MENUJU
INTEGRASI KELOMPOK ETNIS DI KABUPATEN POHUWATO
Wantu Sastro ...8 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEBERHASILAN IMPLEMENTASI EKONOMI HIJAU DALAM RESTORASI DAN KONSERVASI TERUMBU KARANG DI PEMUTERAN BALI SEBAGAI DAYA TARIK EKOWISATA
I Ketut Surya Diarta, I Gede Setiawan Adi Putra ...13 KEMAMPUAN BAHASA BALI GENERASI MUDA BALI DI UBUD GIANYAR BALI
Ni Luh Nyoman Seri Malini, Luh Putu Laksminy, I Ketut Ngurah Sulibra ...21 INTENSITAS KAPITAL INDUSTRI DAN DINAMISME KEUNGGULAN
KOMPARATIF PRODUK EKSPOR INDONESIA
Ni Putu Wiwin Setyari ...29 MODEL ESTIMASI KINERJA KEUANGAN BERDASARKAN FAKTOR-FAKTOR
INTERNAL UKM DI KABUPATEN BANDUNG
Rivan Sutrisno,Mardha Tri Meilani ...38
KAMUS PRIMITIVA SEMANTIK BALI-INDONESIA-INGGRIS BIDANG ADAT DAN AGAMA Dr. I Made Netra, S.S., M.Hum, Drs. I Nyoman Udayana, M.Litt., Ph.D,
Dr. Drs. I wayan Suardiana, M.Hum, Drs. I Ketut Ngurah Sulibra, M.Hum.,
Dr. Drs. Frans I Made Brata, M.Hum ...46 MODEL KONFIGURASI MAKNA TEKS CERITA RAKYAT TENTANG PRAKTIK-PRAKTIK BUDAYA RANAH AGAMA DAN ADAT
UNTUK MEMPERKOKOH JATI DIRI MASYARAKAT BALI
Dr. Dra. Ni Ketut Ratna Erawati, M.Hum, Dr. I Made Netra, S.S., M.Hum,
Dr. Frans I Made Brata, M.Hum, Prof. Dr. I Made Suastika, S.U ... 54
xxviii | Kuta, 29-30 Oktober 2015
PENGARUH KONSENTRASI NAOH TERHADAP PEMBENTUKAN ALFA SELULOSA PADA PEMBUATAN SELULOSA MIKROKRISTALDARI JERAMI PADI VARIETAS IR64
I G. N. Jemmy A. Prasetia1), I G. N. A. Dewantara Putra ...1209
DETEKSI LOGAM BERAT Pb DAN Cd DAN HUBUNGANNYA DENGAN SGPT/SGOT DARAH SAPI BALI YANG DIPELIHARA DI TPA SUWUNG KOTA DENPASAR
I Ketut Berata, Ni Nyoman Werdi Susari, I Made Kardena ...1214 IDENTIFIKASI MUTASI DAERAH PROMOTER INHA PADA ISOLAT DNA
METAGENOMIK DARI SPUTUM PASIEN MDR-TB
Sagung Chandra Yowani1,3), I Nengah Wirajana ...1219
IDENTIFIKASI DAN KARAKTERISASI ANTOSIANIN EKSTRAK ETANOL 70%
DALAM SUASANA ASAM DARI UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas L.) DENGAN KLT-SPEKTRODENSITOMETRI
Ni Putu Linda Laksmiani1), Ni Putu Eka Leliqia1, Ni Nyoman Tria Wiriyanti1),
Ida Ayu Putu Chandra Dewi, I Made Agus Gelgel Wirasuta ...1226 HUBUNGAN MASSA LEMAK TUBUH DENGAN RESISTENSI INSULIN
PADA POPULASI DENGAN FAKTOR RESIKO DIABETES
Made Ratna Saraswati, Ketut Suastika, AAG Budhiarta, I Made Pande Dwipayana ...1233 EKSTRAKSI ZAT WARNA ALAM DARI BONGGOL TANAMAN PISANG
(Musa paradiasciaca L.) DAN GOLONGAN SENYAWANYA
A. Bawa Putra*, I W. G. Gunawan, dan N. W. Bogoriani ...1240 PENGGUNAAN DUA SUHU SENTRIFUGE YANG BERBEDA DAN PHENOL RED
PADA SAMPEL BUFFY COAT DALAM PERHITUNGAN JUMLAH CD3 - CD4 Rasmaya Niruri1), Inna Narayani2), Wayan T. Artama3),
Mantik Astawa4), Ahmad Hamim Sadewa ...1246
POTENSI DAUN ASHITABA (ANGELICA KEISKEI) SEBAGAI OBAT ANTI VIRUS DILIHAT DARI RESPON KEKEBALAN SELULER PADA MENCIT BALB/C
Sudira I Wayan1), Merdana I Made ...1250
STATUS PRAESEN SAPI BALI BETINA SELAMA PERIODE KEBUNTINGAN
I Gusti Ngurah Bagus Trilaksana1), I Nyoman Suartha ... 1258
UJI POTENSI PROBIOTIK BAKTERI ASAM LAKTAT ISOLAT 3B HASIL ISOLASI DARI KOLON SAPI BALI
I Wayan Suardana*) dan I Made Sukada ...1264
EFEK EKSTRAK PALIASA PADA TINGKAT PERDARAHAN PANKREAS TIKUS HIPERGLIKEMIK
Yuliana1), Sianny Herawati ...1271
STATUS KESEHATAN SAPI BALI YANG DIPELIHARA DI TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR Anak Agung Sagung Kendran1* , Nyoman Sadra Dharmawan2,
IDENTIFIKASI DAN KARAKTERISASI ANTOSIANIN EKSTRAK
ETANOL 70% DALAM SUASANA ASAM DARI UBI JALAR UNGU
(Ipomoea batatas L.) DENGAN KLT-SPEKTRODENSITOMETRI
Ni Putu Linda Laksmiani1), Ni Putu Eka Leliqia1, Ni Nyoman Tria Wiriyanti1), Ida Ayu Putu
Chandra Dewi, I Made Agus Gelgel Wirasuta
1Jurusan Farmasi Fakultas MIPA, Universitas Udayana
Alamat : Gedung AF, Jurusan Farmasi Fakultas MIPA (Kompleks Fakultas Peternakan), Udayana Email : [email protected]
ABSTRAK
Ubi jalar ungu memiliki warna ungu yang cukup pekat yang disebabkan oleh adanya pigmen antosianin terasetilasi yaitu sianidin dan peonidin. Jenis antosinain ini memiliki stabilitas yang relatif stabil dengan suhu penanganan
Metode pada penelitian ini meliputi ekstraksi dengan maserasi, dan diuapkan dengan rotary evaporator dengan suhu 50 °C selama 2x24 jam. Pengembangan metode KLT dengan menggunakan n-butanol : asam asetat glasial : air (4:1:2 v/v/v) sebagai fase gerak. Plat dipindai dengan menggunakan densitometer CAMAG TLC Scanner 3 pada panjang gelombang 210 nm dan spektrum pada rentang panjang gelombang 200-700 nm. Untuk memastikan 3, AlCl3 5% dan FeCl3 2%
Berdasarkan data spektrum tersebut, diketahui panjang gelombang 540 nm sebagai panjang gelombang maksimum
sedikit atau sudah terdegradasi akibat adanya perlakuan suhu. Kata kunci : Ubi jalar ungu, ekstrak, fraksi, antosianin, suhu.
IDENTIFICATION AND CHARACTERIZATION ANTHOCYANINS
FROM 70% ETHANOL EXTRACT IN ACID CONDITION OF
PURPLE SWEET POTATO (Ipomoea batatas L.) WITH
TLC-SPEKTRODENSITOMETRI
Ni Putu Linda Laksmiani1), Ni Putu Eka Leliqia1), Ni Nyoman Tria Wiriyanti1), Ida Ayu Putu
Chandra Dewi, I Made Agus Gelgel Wirasuta
1 Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Sciences, Udayana University
Address : AF Building, Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Sciences, Udayana University, Email : [email protected]
ABSTRACT
Purple sweet potato has a fairly dense purple color caused by the presence of anthocyanin pigments that acetylated such as cyanidin and peonidin. Antosinain has been relatively stable with the temperature of 50 °C. So this study was conducted to identify and evaluate characterization of anthocyanin extracts or
The method in this study include the extraction by maceration, and evaporated with a rotary evaporator at 50°C for 2x24 h. TLC method development using n-butanol: glacial acetic acid: water (4: 1: 2 v/v/v) as the
Kuta, 29-30 Oktober 2015 | 1227 mobile phase. The plates were scanned using a densitometer CAMAG TLC Scanner 3 at a wavelength of 210 nm and a spectrum in the wavelength range of 200-700 nm. To ensure the identity of the anthocyanin
Based on spectral data, the known wavelength of 540 nm as the wavelength of maximum cyanidin. In the
little or degraded due to temperature treatment.
Keywords: Sweet potato purple, extract, fractions, anthocyanins, temperature.
PENDAHULUAN
Pemanfaatan ubi ungu sebagai pewarna alami maupun tanaman herbal banyak ditemukan di Indonesia. Ubi jalar ungu memiliki warna ungu yang cukup pekat yang disebabkan oleh adanya pigmen ungu antosianin yang menyebar dari bagian kulit sampai pada daging ubinya (Santoso dan Estiasih, 2012). Selain sebagai pewarna, kandungan antosianin pada ubi jalar ungu juga memiliki keuntungan bagi kesehatan seperti antimutagenik, antidiabetes (Terahara et al., 2004), memiliki aktivitas antikarsinogenik (Katsube et al., 2003), serta sebagai antioksidan (Jawi dkk., 2011).
Antosianin secara umum terdiri dari struktur dasar aglikon (antosianidin), dan gugusan glikon (gula), namun terkadang juga memiliki gugusan asil (MacDougall et. al., 2002). Sianidin dan peonidin merupakan antosianidin utama pada ubi jalar ungu (Jiao et al., 2012) dimana kedua antosianidin tersebut merupakan senyawa yang berkontribusi besar terhadap aktivitas antioksidan. Menurut penelitian Giusti dan Wrolstad (2008) dalam Xu (2013), kandungan antosianin utama pada ubi jalar ungu adalah sianidin dan peonidin terasetilasi dengan satu atau dua asam sinamat yang larut dalam pelarut polar seperti air, etanol, metanol serta stabil pada kondisi asam (Leimena, 2008). Sianidin dan peonidin berperan dalam memberikan warna merah dan biru pada ubi jalar ungu (Truong et al., 2010). struktur molekulnya, sianidin dan peonidin lebih stabil daripada jenis antosianin lainnya. Penelitian terakhir memperlihatkan bahwa kandungan antosianin terasetilasi lebih stabil terhadap panas yang tinggi dan cahaya selama proses dan penyimpanan daripada kandungan pigmen alami lainnya (Montilla et al, 2010). Secara umum stabilitas antosianin dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti : struktur dan konsentrasi antosianin, derajat keasaman (pH), oksidator, cahaya, dan suhu (Santoso dan Estiasih, 2014).
Pada penelitian kali ini akan difokuskan pada pengaruh suhu penguapan yaitu 50°C dari pembuatan ekstrak etanol ubi jalar ungu terhadap stabilitas antosianinnya dilihat dari spektrum menggunakan KLT-Spektrodensitometri dan memastikan identitasnya menggunakan pereaksi semprot. Ekstraksi ubi jalar ungu dinyatakan masih stabil dan aman dilakukan sampai pada suhu 80°C (Bridgers et al., 2010). Namun pada penelitian yang lain, menyatakan bahwa antosianin relatif tahan terhadap pemanasan sekitar suhu 50°C. Antosianin baru akan terdegradasi di atas suhu 75 °C. Peningkatan suhu dan pH akan menyebabkan karbinol serta kalkon yang tidak berwarna (Harborne, 1987). Sehingga sangat penting untuk dilakukan suhu penguapan 50°C untuk memastikan antosianin tidak terdegradasi. Pengasaman pelarut berfungsi untuk menjaga pH ekstraksi karena antosianin stabil pada pH 1-3 (Bondre et al., 2012). Setelah dipastikan antosianin pada ekstrak ubi ungu tidak terdegradasi karena pengaruh suhu tersebut maka dapat dilanjutkan alami baik untuk kosmetika maupun makanan.
BAHAN DAN METODE Bahan
Bahan yang digunakan pada penelitian ini meliputi ubi jalar ungu (kulit dan umbinya) yang diperoleh dari desa Petang, Kabupaten Badung, Bali, etanol 70% derajat teknis (Bratachem®), HCl 37%
p.a. (Merck®), serbuk silika gel 60 F254 (Merck®), etanol p.a (Merck®), metanol (Merck®), n-butanol, asam
asetat glasial, aquadest, AlCl35%, FeCl3 2%, amonia (NH3), (NH4)2Fe(SO4)2.6H2O (Merck®),
Determinasi Tanaman
Determinasi tanaman dilakukan dengan cara membandingkan sampel tanaman ubi jalar ungu yang akan digunakan dengan data dari pustaka acuan. Determinasi tanaman dilakukan di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Eka Karya, Bedugul, Bali.
Pengumpulan Sampel dan Ekstraksi
Sampel ubi jalar ungu yang telah dikumpulkan kemudian dicuci hingga bersih. Selanjutnya sebanyak 1 kg ubi jalar ungu dipotong kecil (ketebalan 1-2cm) dimaserasi dengan 1 L HCl 0,005% dalam etanol 70% (pH 3). Sebelumnya ubi jalar ungu diblender terlebih dahulu dengan etanol 70% secukupnya selama 5 menit kemudian diletakkan dalam toples kaca selama 24 jam sambil sesekali diaduk. Setelah 24 jam, campuran disaring dengan kain kasa lapis tiga dan ampas dimaserasi kembali sampai maserat berkurang kepekatannya. Maserat yang diperoleh dikumpulkan kemudian dipekatkan dengan rotary evaporator pada suhu 50°C dan diuapkan sisa pelarutnya di dalam oven suhu 50°C hingga diperoleh ekstrak yang kental.
plat KLT silika gel 60 F254 berukuran 2x10 cm. Plat dicuci dengan metanol dan diaktivasi pada suhu 110°C selama 30 menit. Ekstrak kental yang telah dilarutkan dalam etanol, ditotolkan sebanyak 10 µL pada plat menggunakan penotol linomat V. Selanjutnya plat dielusi pada chamber yang telah jenuh dengan fase gerak n-butanol:asam asetat glasial:air (4:1:2) v/v.
Plat dipindai dengan menggunakan densitometer CAMAG TLC Scanner 3 pada panjang gelombang 210 nm dan spektrum pada rentang panjang gelombang 200-700 nm. Ditentukan panjang gelombang maksimum antosianin dengan memperhatikan spektrum serapan dari hasil scan pada rentang panjang gelombang 200-700, dimana dari spektra akan terlihat panjang gelombang maksimum yaitu panjang gelombang yang memberikan nilai absorbansi maksimum. Selanjutnya plat dipindai kembali pada panjang yang dihasilkan dari pengukuran dengan nilai Rf dan spektrum antosianin pada pustaka.
berupa amonia (NH3), AlCl3 5% dan FeCl3
yang berbeda. Plat 1 diuapi dengan amonia, plat 2 disemprot dengan pereaksi warna AlCl3 5%, sedangkan plat 3 disemprot dengan pereaksi warna FeCl3 2%. Diamati perubahan warna yang dihasilkan secara visual, dibawah sinar UV 254 nm dan dibawah sinar UV 366 nm. Plat yang telah disemprot kemudian dipindai kembali dengan densitometer CAMAG TLC Scanner 3 pada panjang gelombang maksimum antosianin dan rentang panjang gelombang 200-700 nm. Diamati kromatogram dan perubahan atau pergeseran spektrum yang dihasilkan. Ditentukan spot yang diduga antosianin.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Kuta, 29-30 Oktober 2015 | 1229 Panjang gelombang maksimum dari antosianin dicari dengan melihat spektrum dari kromatogram pada panjang gelombang 210 nm dengan cara melalukan scanning pada rentang panjang gelombang 200-700 nm. Panjang gelombang maksimum adalah panjang gelombang yang memberikan nilai absorbansi maksimum. Spektrum pada rentang panjang gelombang 200-700 nm dapat dilihat pada gambar 1.
Gambar 1. Spektrum Ekstrak Etanol Ubi Jalar Ungu pada Panjang Gelombang 200-700 nm.
Berdasarkan spektrum tersebut dapat diketahui bahwa absorbansi maksimum terdapat pada panjang gelombang 280 nm dan terdapat pula puncak pada panjang gelombang 325 nm dan 540 nm. Markham (1988) menyatakan bahwa spektrum antosianin berada pada rentang 270-280 nm (pita II) dan 465-560 nm (pita I). Serapan pada daerah panjang gelombang 465-560 nm adalah serapan gugus aglikon yang dalam ubi jalar ungu merupakan cyanidin (Hardiyanti dkk.,2013). Jika terdapat puncak pada spektrum pada rentang panjang gelombang 326-329 nm maka terdapat gugus asil pada antosianin tersebut (Escribano et al., 2004). Sehingga data spektrum ekstrak yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan adanya senyawa antosianin yang memiliki gugus asil. Berdasarkan data spektrum tersebut, maka digunakan panjang gelombang 540 nm sebagai panjang gelombang maksimum cyanidin. Berikutnya plat dipindai kembali pada panjang gelombang 540 nm dan rentang panjang gelombang 200-700.
Hasil scan pada panjang gelombang 540 nm yaitu data kromatogram dan spektrum dapat dilihat pada gambar 2. Puncak kromatogram 1 dari hasil pengukuran tersebut diduga sebagai senyawa antosianin karena pada spektrum terdapat puncak seperti bahu pada panjang gelombang 523-540 nm. Puncak kromatogram 2, 3, 4 dan 5 (Rf masing-masing 0,1; 0,6; 0,69; 0,81 dan 0,9) memiliki puncak pada panjang gelombang 280 nm namun tidak terdapat puncak pada 540 nm. Kemungkinan puncak kromatogram 2, 3, 4 dan 5
3, AlCl3 5% dan FeCl32%. Hasil
Berdasarkan hasil reaksi pada tabel 1, dapat dilihat bahwa bercak pada Rf 0,1 merupakan bercak pada pemberian pereaksi semprot FeCl32% dan AlCl35%. Ekstrak yang diuji positif mengandung fenol berdasarkan hasil pereaksi semprot FeCl3
menggunakan AlCl3 menyatakan bahwa pada bercak dengan Rf 0,1 terjadi pergeseran pada puncak spektrum pita II. Selain itu visualisasi pada UV 366 nm dari warna merah kecoklatan menjadi kuning A, dimana posisi 5-OH juga terdapat pada cincin A. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ekstrak yang disebabkan karena kadarnya yang sedikit. Disamping hal tersebut, antosianin atau antosianidin (bentuk
Gambar 2. Kromatogram dan Spektrum Masing-masing Puncak pada Ekstrak Etanol Ubi Jalar Ungu pada panjang gelombang 540 nm.
Kuta, 29-30 Oktober 2015 | 1231
KESIMPULAN
Antosianin dari ekstrak ubi jalar ungu mengalami degradasi bila dilakukan penguapan pada suhu dengan pereaksi semprot diketahui bahwa antosianin tidak terdeteksi namun terdeteksi hanya sebagai
suhu dibawah 50 °C yaitu 30 °C sama dengan perlakuan terhadap betasianin pada ekstrak buah naga (Rebecca et.al., 2010).
UCAPAN TERIMA KASIH
Terima kasih peneliti ucapkan kepada hibah yang mendanai terlaksananya penelitian ini yaitu hibah unggulan program studi, LPPM Universitas Udayana dan Fakultas MIPA Jurusan Farmasi Universitas Udayana
DAFTAR PUSTAKA
Bridger, E. N., M. S. Chinn, and V. Truong. 2010. Extraction of Anthocyanin from Industrial Purple Fleshed Sweetpotato and Enzymatic Hydrolysis of Residues for Fermentable Sugars. Industrial Crops and Product. 32: 613-620.
Escribano, Bailon, M. T., Celestino S B. dan Julian C R G. 2004. Anthocyanins incereals. J. Chromatogr. A 1054. Hal. 129-141.
Giusti, M. M., S. J. Schwartz, and J. H. V. Elbe. 2008. Colorants. Fennema’s Food Chemistry. 4th ed. S. Francis : CRC Press/Taylor.
Harbone, J. B. and Grayer R. J. 1988. The Anthocyanins. London: Chapman and Hall. 256.
Jawi, I. M., D. N. Suprapta, I N. Arcana, A. W. Indrayani dan A. A. N. Subawa. 2011. Efek Antioksidan Ekstrak Umbi Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L) terhadap Darah dan Berbagai Organ pada Mencit yang Diberikan Beban Aktivitas Fisik Maksimal. (Bappeda Provinsi Bali 2006).
Jiao, Y., Y. Jiang, W. Zhai dan Z. Yang. 2012. Studies On Antioxidant Capacity Of Anthocyanin Extract From Purple Sweet Potato (Ipomoea batatas L.). African Journal of Biotechnology. 11(27): 7046-7054.
Katsube N., Iwashita K., Tsushuda T., Yamaki K., and Kobori M. 2003. Induction of Cancer Cells by Bilberry (Vacciniummyrtillus) and The Anthocyanins. J. Agric. Food Chem. 51: 68–75.
Leimena, B. B. 2008.
(Skripsi). Bogor: Institut Pertanian Bogor.
MacDougall, D. B., et. al. 2002. Colour in Food. Boca Raton: CRC Press.
Markham. 1988. . Bandung: ITB. 47, 53.
Montilla, E. C., S. Hillebrand, and P. Winterhalter. Anthocynin in Purple Sweet Potato (Ipomoea batatas L.) Varieties. Fruit, Vegetable, and Cereal Science and Biotechnology. 5(2): 19-24.
of Red Dragon Fruit (Hylocereus polyrhizus). African Journal of Biotechnology. 9(10): 1450-1454. Santoso, W. E. A. dan T. Estiasih. 2012. Jurnal Review : Kopigmentasi Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas Var. Ayamurasaki) Dengan Kopigmen Na-Kaseinat Dan Protein Whey Serta Stabilitasnya Terhadap Pemanasan. Jurnal Pangan dan Agroindustri. 2(4): 121-127.
Terahara, N., I. Konczak, H. Ono, M. Yoshimoto, and O. Yamakawa. 2004. Characterization of Acylated Anthocyanins in Callus Induced FromStorage Root of Purple-Fleshed Sweet Potato, Ipomoea batatas L. Journal of Biomedicine and Biotechnology. 5: 279-286.
Xu, J. 2013.
IDENTIFIKASI DAN
KARAKTERISASI ANTOSIANIN
EKSTRAK ETANOL 70%
DALAM SUASANA ASAM DARI
UBI JALAR UNGU (Ipomoea
batatas L.) DENGAN
KLT-SPEKTRODENSITOMETRI
by Ni Putu Linda Laksmiani
FILE
TIME SUBMITTED 01-OCT-2015 01:55PM
SUBMISSION ID 578250976
WORD COUNT 2610
CHARACTER COUNT 16113
FULLTEXTSENASTEK_NIPUTULINDALAKSMIANI_FMIPA_HUPS.DOC (427K)
15
%
SIMILARIT Y INDEX
10
%
INT ERNET SOURCES
8
%
PUBLICAT IONS10
%
ST UDENT PAPERS1
2
%
2
1
%
3
1
%
4
1
%
5
1
%
ETANOL 70% DALAM SUASANA ASAM DARI UBI JALAR
UNGU (Ipomoea batatas L.) DENGAN
KLT-SPEKTRODENSITOMETRI
ORIGINALITY REPORT PRIMARY SOURCESSubmitted to iGroup
St udent Paperwww.uga.edu
Int ernet Source
waset.org
Int ernet Source
Submitted to Unika Soegijapranata
St udent Paper
SHAN SHAN. "PHYSICOCHEMICAL
PROPERTIES AND SALTED
NOODLE-MAKING QUALITY OF PURPLE SWEET
POTATO FLOUR AND WHEAT FLOUR
BLENDS : BLENDS OF PURPLE SWEET
POTATO FLOUR-WHEAT FLOUR", Journal of
Food Processing and Preservation, 04/2012
Publicat ion1
%
7
1
%
8
1
%
9
1
%
10
1
%
11
1
%
12
1
%
13
<
1
%
Ceron, I.X.. "Design and analysis of antioxidant
compounds from Andes Berry fruits (Rubus
glaucus Benth) using an enhanced-fluidity
liquid extraction process with CO"2 and
ethanol", The Journal of Supercritical Fluids,
201202
Publicat ion
ml.scribd.com
Int ernet Source
www.readbag.com
Int ernet Source
Kabaci, M. J.. "Theses and Dissertations
Completed in Family and Consumer Sciences:
2013", Family and Consumer Sciences
Research Journal, 2014.
Publicat ioniosrphr.org
Int ernet Source
Robert Swoboda. "", IEEE Transactions on
Circuits and Systems II Express Briefs, 11/2006
Publicat ion
Submitted to Udayana University
14
<
1
%
15
<
1
%
16
<
1
%
17
<
1
%
18
<
1
%
19
<
1
%
20
<
1
%
Int ernet Source
Submitted to The International School of
London
St udent Paper
artikel.dikti.go.id
Int ernet Source
senastek.unud.ac.id
Int ernet SourceSubmitted to Universitas Muhammadiyah
Surakarta
St udent Paper
Babu, Merlene Ann; Suriyakala, M. A. and
Gothandam, K. M.. "Varietal Impact on
Phytochemical Contents and Antioxidant
Properties of Musa acuminata (Banana)",
Journal of Pharmaceutical Sciences &
Research, 2012.
Publicat ion
HAFID, ACHMAD FUAD; ARIANTARI, NI
PUTU; TUMEWU, LIDYA; HIDAYATI, AGRIANA
ROSMALINA and WIDYAWARUYANTI, ATY.
"THE ACTIVE MARKER COMPOUND
IDENTIFICATION OF ARTOCARPUS
CHAMPEDEN SPRENG. STEMBARK
21
<
1
%
EXCLUDE QUOTES OFF
EXCLUDE BIBLIOGRAPHY
OFF
EXCLUDE MATCHES OFF
Pharmacy & Pharmaceutical Sciences, 2012.
Publicat ion