• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hani Chairun Nisaa, Drs. Komar Darya, AK., M.M., CA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Hani Chairun Nisaa, Drs. Komar Darya, AK., M.M., CA"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH PROFESIONALISME,

KOMPETENSI, DAN INDEPENDENSI

AUDITOR TERHADAP PERTIMBANGAN

TINGKAT MATERIALITAS DALAM

AUDIT ATAS LAPORAN KEUANGAN

PADA KAP BERAFILIASI DI

JAKARTA PUSAT DAN

JAKARTA SELATAN

Hani Chairun Nisaa, Drs. Komar Darya , AK., M.M., CA

Universitas Bina Nusantara, Jln. Kebon Jeruk Raya No. 9, (62-21) 5350660/5350644

[email protected]

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan membuktikan secara empiris tentang pengaruh profesionalisme, kompetensi, dan independensi auditor secara simultan dan parsial terhadap pertimbangan tingkat materialitas dalam audit atas laporan keuangan. Penelitian ini menggunakan data primer dengan menyebarkan kuesioner dan hasilnya diproses melalui program SPSS versi 22. Populasi dalam penelitian ini adalah auditor independen yang bekerja pada 16 KAP berafiliasi di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan. Metode pengambilan sampel menggunakan Convenience Sampling dengan jumlah responden sebanyak 146. Jenis penelitian ini adalah Explanatory Research dengan metode analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial dan secara simultan variabel profesionalisme, kompetensi, dan independensi auditor berpengaruh signifikan terhadap pertimbangan tingkat materialitas.

(2)

ABSTRACT

This study aims to test and prove empirically about the influence of professionalism, competence and independence of auditors simultaneously and partially on the level of materiality considerations in the audit of the financial statements. This study uses primary data by distributing questionnaires and the results were processed through SPSS version 22. The population in this study is an independent auditor working on 16 affiliated KAP in Central Jakarta and South Jakarta. The sampling method is using Convenience Sampling method with 146 respondents. This research is an Explanatory Research using multiple linear regression analysis. The results showed that professionalism, competence and independence variable of auditors both partially and simultaneously significantly influence the level of materiality considerations.

Keywords: auditor professionalism, the competence of auditors, auditor independence, the level of materiality

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Dalam melaksanakan audit atas laporan keuangan, seorang auditor tidak hanya bekerja untuk kliennya saja, melainkan juga untuk pihak lain yang mempunyai kepentingan atas laporan keuangan auditan. Oleh sebab itu, auditor memiliki beberapa tanggung jawab dalam menjalankan tugasnya, Tanggung jawab tersebut adalah merencanakan dan melaksanakan audit atas laporan keuangan, serta melakukan pertimbangan tingkat materialitas untuk mengetahui apakah laporan keuangan disajikan secara wajar dan bebas dari salah saji material yang disebabkan oleh kekeliruan atau pun kecurangan.

Materialitas merupakan dasar penerapan standar auditing, terutama standar pekerjaan lapangan dan standar pelaporan. Oleh karena itu, materialitas mempunyai pengaruh yang mencakup semua aspek audit dalam audit atas laporan keuangan. Suatu masalah yang dianggap material adalah jika tidak adanya penjelasan atas kesalahan penyajian dalam suatu akun laporan keuangan yang dapat mengubah keputusan para pengguna laporan keuangan.

Auditor eksternal dituntut untuk memiliki sikap profesionalisme di dalam melaksanakan audit atas laporan keuangan. Pertimbangan professional auditor menjadi sangat penting karena opini auditor akan berdampak terhadap keputusan para pemegang kepentingan laporan keuangan. Jika auditor sengaja menentukan besaran jumlah yang material tanpa didasari pertimbangan yang seharusnya dilakukan oleh auditor, maka hal tersebut dapat dinyatakan bahwa auditor tidak jujur dalam memberikan pendapat yang tidak sesuai dengan keadaan perusahaan yang sebenarnya. Sehingga dapat memberikan dampak yang negatif bagi para pengambil keputusan laporan keuangan tersebut. Oleh karena itu selain dituntut untuk memiliki profesionalisme, seorang auditor juga harus memiliki kompetensi dan independensi dalam melaksanakan audit.

(3)

Rumusan Masalah

Berdasarkan pada uraian latar belakang di atas, maka masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Apakah profesionalisme berpengaruh terhadap pertimbangan tingkat materialitas dalam audit atas laporan keuangan?

2. Apakah kompetensi berpengaruh terhadap pertimbangan tingkat materialitas dalam audit atas laporan keuangan?

3. Apakah independensi berpengaruh terhadap pertimbangan tingkat materialitas dalam audit atas laporan keuangan?

4. Apakah profesionalisme, kompetensi dan independensi secara simultan berpengaruh terhadap pertimbangan tingkat materialitas dalam audit atas laporan keuangan?

Tinjauan Pustaka

Penelitian yang dilakukan oleh peneliti merupakan modifikasi dari penelitian Reza Minanda & Dul Muid (2013) dan Anesia Putri Kinanti (2013). Peneliti menggabungkan variabel yang ada pada penelitian Reza Minanda & Dul Muid (2013) yaitu profesionalisme auditor, dengan variabel- variabel yang ada pada penelitian Anesia Putri Kinanti (2013) yaitu kompetensi dan independensi auditor. Objek kedua penelitian tersebut menggunakan Kantor Akuntan Publik (KAP) di Semarang dan Malang, sedangkan objek penelitian yang digunakan peneliti yaitu Kantor Akuntan Publik (KAP) berafiliasi yang berada di Jakarta, khususnya Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan.

Tujuan Penelitian

Tujuan yang ingin dihasilkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui apakah profesionalisme berpengaruh terhadap pertimbangan tingkat materialitas dalam audit atas laporan keuangan.

2. Untuk mengetahui apakah kompetensi berpengaruh terhadap pertimbangan tingkat materialitas dalam audit atas laporan keuangan.

3. Untuk mengetahui apakah independensi berpengaruh terhadap pertimbangan tingkat materialitas dalam audit atas laporan keuangan.

4. Untuk mengetahui apakah profesionalisme, kompetensi dan independensi secara simultan berpengaruh terhadap pertimbangan tingkat materialitas dalam audit atas laporan keuangan.

METODE PENELITIAN

Model Penelitian

Rancangan penelitian ini termasuk tipe penelitian penjelasan (Explanatory/ Confirmatory

(4)

menjelaskan hubungan kasual antara variabel-variabel melalui pengujian hipotesis yang telah dirumuskan sebelumnya.

Metode Pengumpulan Data

Penelitian ini bersifat kuantitatif yaitu menyampaikan hasil penelitian menggunakan angkat-angka. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Data primer diperoleh dengan menggunakan daftar pertanyaan (kuesioner) dengan tujuan untuk mengumpulkan informasi dari

auditor yang bekerja pada KAP berafiliasi di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan. Kuesioner dibagi menjadi 4 macam pertanyaan yaitu pertama kuesioner yang berhubungan dengan profesionalisme

auditor, kedua kuesioner yang berhubungan dengan kompetensi auditor, ketiga kuesioner yang berhubungan dengan independensi auditor, keempat kuesioner yang berhubungan dengan

pertimbangan tingkat materialitas. Variabel tersebut akan diteliti pengaruhnya dengan menggunakan uji statistik.

Penentuan Sampel

Teknik yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah non-probability sampling, dimana sampel yang digunakan dengan pendekatan convenience sampling. Convenience sampling merupakan pemiihan sampel sesuai dengan keinginan peneliti dan berdasarkan kemudahan. Populasi dalam penelitian ini adalah auditor yang bekerja pada KAP berafiliasi international yang berada di Jakarta, khususnya Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 146 responden yang merupakan auditor yang bekerja pada Kantor Akuntan Publik (KAP) berafiliasi di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan.

Metode Analisis Data

Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis regresi linear berganda (Multiple linear regression) dengan menggunakan program SPSS (Statistical

Package for Social Sciences) versi 22. Metode ini dapat digunakan untuk menguji pengaruh

variabel profesionalisme, kompetensi, dan independensi auditor terhadap pertimbangan tingkat materialitas dalam audit atas laporan keuangan.

HASIL DAN BAHASAN

Statistik Deskriptif

Statistik deskriptif di dalam penelitian ini digunakan untuk mentransformasikan

data ke dalam bentuk tabulasi dengan tujuan agar statistik dapat mudah dipahami dan

(5)

diinterprestasikan dengan baik. Berikut ini teknik analisis statistik yang digunakan

adalah mean, minimum, maksimum, dan standar deviasi.

Descriptive Statistics

N

Minimu

m

Maximu

m

Mean

Std.

Deviation

Profesionalisme

146

2,80

5,00

4,0945

,44548

Kompetensi

146

2,80

5,00

4,1788

,42103

Independensi

146

2,50

5,00

4,2063

,46577

Tingkat

Materialitas

146

2,88

5,00

4,1156

,40884

Valid N (listwise)

146

Uji Asumsi Klasik

Terdapat asumsi yang harus dipenuhi agar data yang akan dimasukkan dalam regresi telah memenuhi syarat dan ketentuan regresi. Uji asumsi klasik ini terdiri dari uji normalitas, uji multikolonieritas, uji heteroskedastisitas.

Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi berdistribusi normal. Metode yang digunakan adalah One SampleKolmogorov-Smirnov Test. Dasar pengambilan keputusan untuk pengujian normalitas adalah jika taraf signifikan yang dihasilkan > 0,05 , maka H0 diterima sehingga

data tersebut terdistribusi normal, dan jika taraf signifikan yang dihasilkan < 0,05 maka Ha diterima,

sehingga data tidak terdistribusikan secara normal. Hasil uji normalitas yang telah dilakukan menunjukkan bahwa data penelitian ini terdistribusikan secara normal karena taraf signifikan yang dihasilkan sebesar 0,200 > 005.

Uji Multikoliniearitas

Uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Untuk mendeteksi ada atau tidaknya multikolinieritas di dalam model regresi yaitu dengan melihat (1) nilai tolerance dan lawannya (2) variance inflation factor (VIF) (Kurniawanda, 2013). Jika VIF < 10 dan nilai tolerance > 0,10 maka variabel terbebas dari multikolinieritas atau tidak terjadi gejala multikolinieritas. Hasil uji multikoliniearitas menunjukkan bahwa data dalam penelitian ini tidak terdapat multikoliniearitas.

(6)

Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan uji glejser. Jika probabilitas masing-masing variabel independen >0,05 maka dapat disimpulkan tidak terjadi heteroskedastisitas dalam model regresi (Ghozali, 2013). Model regresi di dalam penelitian ini terbebas dari heterokedastisitas karena memiliki nilai sig lebih besar dari 0,05 untuk semua variabel independennya.

Uji Autokorelasi

Menurut Ghozali (2013), uji autokorelasi bertujuan menguji apakah dalam model regresi linear ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 (sebelumnya). Dalam penelitian ini untuk menguji autokorelasi dengan menggunakan Durbin Watson (DW). Hasil uji autokorelasi menunjukkan bahwa nilai Durbin-Watson sebesar 1,791. Dengan membandingkannya dengan nilai dL = 1,693 dan dU = 1,774 yang ada pada Durbin-Watson tabel, maka dapat disimpulkan bahwa penelian ini bebas autokorelasi.

Pengujian Hipotesis

Pengujian hipotesis dalam penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah seluruh variabel independen, yaitu profesionalisme (X1), kompetensi (X2), independensi (X3) berpengaruh terhadap

variabel pertimbangan tingkat materialitas (Y). Pengujian hipotesis terdiri dari uji regresi simultan (F Test), uji regresi parsial (T Test), uji koefisien determinasi (R2).

Uji F

Uji F digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh variabel independen secara simultan terhadap variabel dependen. Dasar pengambilan keputusan adalah jika probability value (p

value)< 0,05, maka Ha diterima dan jika probability value (p value) > 0,05, maka Ha ditolak. Hasil uji

F menunjukkan bahwa nilai sig dari F adalah 0,000 sehingga dapat disimpulkan bahwa seluruh variabel independen dalam penelitian ini secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap variabel dependennya.

Uji T

Uji T digunakan untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen. Dasar pengambilan keputusan adalah jika P Value< 0,05 maka Ha diterima dan jika P Value> 0,05 maka Ha ditolak. Hasil uji T menunjukkan bahwa masing-masing variabel independen memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel dependen karena semuanya memiliki nilai sig lebih kecil dari 0,05.

(7)

Hasil Pengujian Hipotesis

Dari hasil persamaan regresi linear berganda, maka dapat disimpulkan bahwa konstanta dan ketiga variabel independen yaitu profesionalisme, kompetensi dan independensi auditor memiliki nilai yang positif dan saling berhubungan. Sehingga jika variabel-variabel independen seperti profesionalisme, kompetensi dan independensi auditor meningkat maka kemampuan pertimbangan tingkat materialitas yang dimiliki oleh auditor akan semakin meningkat secara otomatis. Berikut ini penjelasan untuk masing-masing variabel:

1. Nilai koefisien regresi variabel profesionalisme auditor (X1) adalah sebesar 0,106. Setiap

peningkatan profesionalisme auditor sebesar 1 satuan, maka akan meningkatkan tingkat materialitas sebesar 0,106 dengan asumsi bahwa variabel independen lain bernilai tetap. Hal ini menunjukkan bahwa variabel profesionalisme auditor (X1) memiliki pengaruh

yang positif terhadap pertimbangan tingkat materialitas (Y).

2. Nilai koefisien regresi variabel kompetensi auditor (X2) adalah sebesar 0,306. Setiap

peningkatan kompetensi auditor sebesar 1 satuan, maka akan meningkatkan tingkat materialitas sebesar 0,306 dengan asumsi bahwa variabel independen lain bernilai tetap. Hal ini menunjukkan bahwa variabel kompetensi auditor (X2) memiliki pengaruh yang

positif terhadap pertimbangan tingkat materialitas (Y).

3. Nilai koefisien regresi variabel independensi auditor (X3) adalah sebesar 0,481. Setiap

peningkatan independensi auditor sebesar 1 satuan, maka akan meningkatkan tingkat materialitas sebesar 0,481 dengan asumsi bahwa variabel independen lain bernilai tetap. Hal ini menunjukkan bahwa variabel independensi auditor (X3) memiliki pengaruh yang

positif terhadap pertimbangan tingkat materialitas (Y).

SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh profesionalisme, kompetensi dan independensi auditor terhadap pertimbangan tingkat materialitas dalam audit atas laporan keuangan pada Kantor Akuntan Publik (KAP) berafiliasi di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan. Jumlah responden dalam penelitian ini berjumlah 146 responden. Adapun kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Berdasarkan hasil penelitian ini, profesionalisme auditor memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pertimbangan tingkat materialitas. Hal ini sejalan dengn penelitian yang dilakukan oleh Kurniawanda (2013).

2. Berdasarkan hasil penelitian ini, kompetensi auditor memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pertimbangan tingkat materialitas. Hal ini sejalan dengn penelitian yang dilakukan oleh Kinanti (2013).

3. Berdasarkan hasil penelitian ini, independensi auditor memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pertimbangan tingkat materialitas. Hal ini sejalan dengn penelitian yang dilakukan oleh Kinanti (2013).

(8)

4. Berdasarkan hasil penelitian ini, profesionalisme, kompetensi dan independensi auditor secara simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pertimbangan tingkat materialitas.

Saran

Peneliti akan memberikan saran berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan. Adapun saran-saran tersebut sebagai berikut:

1. Kepada para auditor agar selalu mempertahankan dan meningkatkan sikap profesionalisme, kompetensi dan independensinya dalam menentukan tingkat materialitas. Serta bekerja sesuai dengan etika, peraturan dan standar yang berlaku.

2. Kepada penelitian selanjutnya disarankan untuk menambahkan variabel lain di dalam penelitiannya yang diduga memiliki pengaruh dalam menentukan tingkat materialitas, seperti: motivasi, pengalaman kerja, pengetahuan mendeteksi kekeliruan dan lain-lain. 3. Penelitian selanjutnya sebaiknya menambah jumlah sampel dan melakukan penelitian tidak

hanya di Jakarta melainkan juga diluar Jakarta.

4. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menambah metode dalam pengumpulan data selain kuesioner, misalnya: wawancara, observasi, dan lain-lain.

5. Penelitian selanjutnya disarankan untuk memperhatikan waktu dalam menyebarkan kuesioner karena faktor kesibukan auditor.

(9)

REFERENSI

Agoes, S. (2014). Auditing. Jakarta: Salemba Empat.

Agustianto, A. (2013). PENGARUH PROFESIONALISME, PENGALAMAN AUDITOR, GENDER, DAN KUALITAS AUDIT TERHADAP PERTIMBANGAN TINGKAT MATERIALITAS DALAM PROSES PENGAUDITAN LAPORAN KEUANGAN. Tesis S1

Akuntansi.

Ahmad, A. W., Sriyunianti, F., Fauzi, N., & Septriani, Y. (2011). Pengaruh Kompetensi dan Independensi Pemeriksa Terhadap Kualitas Hasil Pemeriksaan Dalam Pengawasan Keuangan Daerah: Studi Pada Inspektorat Kabupaten Pasaman. Jurnal Akuntansi & Manajemen, Vol 6

No.2.

Arens , A. A., Elder, R. J., & Beasley, M. S. (2015, Fifteenth Edition). Auditing and Assurance

Services. United States of America: Pearson.

Boynton, W. C., & Johnson, R. N. (2006, Eighth Edition). Modern Auditing (Assurance Services and

The Integrity of Financial Reporting). United States of America: John Wiley.

Departemen Keuangan. (n.d.). Penjelasan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun

2011 Tentang Akuntan Publik. Retrieved Januari 9, 2015, from PPAJP Depkeu Website:

http://www.ppajp.depkeu.go.id/remository/downloads/uuap5-2011pjl.pdf

Eilifsen, A., Messier, W. F., Kenneth, J., & Endowed, T. K. (2014). MATERIALITY GUIDANCE OF THE MAJOR PUBLIC ACCOUNTING FIRMS. Auditing: A Journal of Practice &

Theory.

Fauziyah. (2012). Pengaruh Kompetensi dan Independensi Auditor Terhadap Kualitas Hasil Audit.

Jurnal Akuntansi.

Febrianty. (2012). PENGARUH PROFESIONALISME AUDITOR TERHADAP TINGKAT MATERIALITAS AUDIT ATAS LAPORAN KEUANGAN. Jurnal Ekonomi dan Informasi

Akuntansi (JENIUS), Vol. 2 No. 2.

Ghozali, I. (2013). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS 21, Edisi 7. Semarang: Badan Penerbit Universitas Dipenogoro.

Hizkia, B. R. (2012). PENGARUH DIMENSI PROFESIONALISME AUDITOR TERHADAP PERTIMBANGAN TINGKAT MATERIALITAS DALAM PROSES AUDIT LAPORAN KEUANGAN PADA KANTOR AKUNTAN PUBLIK BERAFILIASI. Skripsi Akuntansi, 14.

Indrawan, R., & Yaniawati, R. P. (2014). Metodologi Penelitian. Bandung: PT Refika Aditama. Institut Akuntan Publik Indonesia. (2011). Standar Profesional Akuntan Publik. Jakarta: Salemba. Iriyadi, & Vannywati. (2011). Pengaruh Profesionalisme Auditor dan Etika Profesi Auditor Terhadap

Pertimbangan Tingkat Materialitas. Jurnal Ilmiah Ranggagading, Volume 11 No. 2.

JAK. (2014, Januari 15). Akuntan Publik dan KAP: 10 Hal Yang Perlu Diketahui. Retrieved Januari 9, 2015, from JAK Web Site: http://jurnalakuntansikeuangan.com/2014/01/akuntan-publik-dan-kap-10-hal-yang-perlu-diketahui/

(10)

Juma'h, A. H. (2009). THE IMPLICATIONS OF MATERIALITY CONCEPT ON ACCOUNTING PRACTICES AND DECISION MAKING. International Metro Business Journal, Vol. 5, No.

1.

Juventa, S. (2014). PENGARUH PROFESIONALISME AUDITOR TERHADAP PERTIMBANGAN TINGKAT MATERIALITAS DALAM PROSES PENGAUDITAN LAPORAN KEUANGAN PADA KAP YANG BERADA DI JAKARTA BARAT DAN JAKARTA PUSAT. Skripsi Akuntansi, 20.

Kinanti, A. P. (2013). Pengaruh Kompetensi, Independensi, dan Motivasi Terhadap Pertimbangan Tingkat Materialits Dalam Suatu Pengauditan Laporan Keuangan. Jurnal Ilmiah Mahasiswa

FEB, Vol. 1, No. 2.

Kurniawanda, A. M. (2013). Pengaruh Profesionalisme Auditor dan Etika Profesi Terhadap Pertimbangan Tingkat Materialitas. E-Jurnal Binar Akuntansi, Vol. 2 No. 1.

Mansouri, A., Pirayesh, R., & Salehi, M. (2009). Audit Competence and Audit Quality: Case in Emerging Economy. International Journal of Business and Management, Vol. 4, No. 2. Minanda, R., & Dul, M. (2013). Analisis Pengaruh Profesionalisme, Pengetahuan Mendeteksi

Kekeliruan, Pengalaman Bekerja Auditor, dan Etika Profesi Terhadap Pertimbangan Tingkat Materialitas Akuntan Publik (Studi Empiris Pada Auditor KAP di Semarang). Diponegoro

Journal of Accounting, Volume 1, Nomor 1.

Sari, N. I., & Sudana, I. (2013). Pengaruh Kompetensi dan Independensi Auditor Pada Kualitas Proses Audit. Jurnal Akuntansi.

Septiari, I. A., & Sujana, E. (2013). Pengaruh Kompetensi dan Independensi Terhadap Kualitas Audit (Studi Empiris Pada 5 Kantor Inspektorat Provinsi Bali). JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa

Akuntansi S1), Vol 1, No 1.

Septriani, Y. (2012). Pengaruh Independensi dan Kompetensi Auditor Terhadap Kualitas Audit, Studi Kasus Auditor KAP di Sumatera Barat. Jurnal Akuntansi & Manajemen, Vol 7 No. 2. Sukriah, I., Akram, & Inapty, B. A. (2009). Pengaruh Pengalaman Kerja, Independensi, Obyektifitas,

Integritas dan Kompetensi Terhadap Kualitas Hasil Pemeriksaan. Sumanto. (2014). Statistik Deskriptif. Caps Publishing.

Widiyastuti, M., & Pamudji, S. (Vol 5, No 2 (2009)). Pengaruh Kompetensi, Independensi dan Profesionalisme Terhadap Kemampuan Auditor Dalam Mendeteksi Kecurangan (FRAUD).

Jurnal Ekonomi dan Bisnis.

Widyanata, B. K. (2014). Pengaruh Kompetensi, Independensi, Motivasi dan Profesionalisme terhadap Pertimbangan Tingkat Materialitas Dalam Suatu Pengauditan Laporan Keuangan. 1. Zakiyya, A. N. (2013). HUBUNGAN KOMPETENSI DAN INDEPENDENSI AUDITOR DENGAN PERTIMBANGAN TINGKAT MATERIALITAS AUDIT ATAS LAPORAN KEUANGAN. Tesis S1 Jurusan Akuntansi.

Zu'amah, S. (2009). Independensi dan Kompetensi Auditor Pada Opini Audit (Studi BPKP Jateng).

(11)

RIWAYAT PENULIS

Full Name : Hani Chairun Nisaa

Place / Date of Birth : Jakarta, 01 Juni 1993

Formal Education : Bina Nusantara University (2011-2015)

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui apakah penerapan model induktif dengan pendekatan analogi dapat meningkatkan prestasi belajar Bahasa Indonesia dalam Menulis Teks

Diharapkan melalui hipotesis tersebut, dapat menjelaskan hubungan dan pengaruh variabel bebas yaitu program kesejahteraan yang bersifat ekonomis (X 1 ), program

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penduga statistik area kecil untuk data cacahan yakni penduga resiko relatif Bayes empirik dari model Poisson-Gamma dengan peubah

Dengan memanjatkan pujisyukur kehadirat Allah Subhannahu WaTa’ala atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir ini yang

Perkalian di atas dapat diselesaikan dengan cara berikut. Jadi, banyak benih yang dimasukkan paman ke kolam 1.000 benih E. Penilaian Sikap : Satun, peduli dan tanggung jawab. Pada

Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar... Estika Tata

Berdasarkan permasalahan tersebut, penulis akan meneliti terkait penggunaan gijougo dengan judul “ Onomatope yang Menggambarkan Perasaan Manusia ( Gijougo) pada

Memiliki keterampilan hidup dalam aspek vocational skill dalam bidang produksi bahan bangunan berbahan pasir dengan baik. Memperoleh bekal keterampilan pengelolaan