• Tidak ada hasil yang ditemukan

JURNAL PENDIDIKAN EKSAKTA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "JURNAL PENDIDIKAN EKSAKTA"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

ISSN 2528 - 3200

Volume 01

Nomor 1

Juli 2016

ISSN 2528 - 3200

Volume 01

Nomor 1

Juli 2016

Gedung Dekanat FKIP Lt.2 Jl. W.R. Supratman Kandang Limun 38371A

JURNAL PENDIDIKAN

EKSAKTA

JURNAL PENDIDIKAN EKSAKT A JURNAL PENDIDIKAN EKSAKT A

JURUSAN PENDIDIKAN MIPA

FAKULTAS KEGURUAN dan ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS BENGKULU

V

olume 01 Nomor 1 Juli 2016

ISSN 2528 - 3200

V

olume 01 Nomor 1 Juli 2016

ISSN 2528 - 3200

Efektivitas Pelatihan Asisten Praktikum dalam Meningkatkan Kompetensi Asisten untuk Membimbing Praktikum Fisika Dasar I

Suwardi

Penguasaan Materi Kimia Dasar Mahasiswa Semester I Pendidikan Kimia dan Mahasiswa Semester I Pendidikan Fisika FKIP Universitas Bengkulu

I Nyoman Candra dan Grasianto

Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas X pada Pokok Bahasan Suhu dan Kalor di SMA Negeri 7 Kota Bengkulu

Eko Swistoro, Azizatul Arifah dan Dedy Hamdani

Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mahasiswa pada Matakuliah Fisiologi Tumbuhan

Yennita

Pengembangan Model Pembelajaran Berbasis Portofolio pada Mata Pelajaran IPA di Sekolah Dasar Kota Bengkulu

Parlan dan Irwan Koto

Peningkatan Kemampuan Berpikir dan Penguasaan Konsep dalam Mata Kuliah Kimia Sekolah I dengan Menggunakan Pendekatan Saintifik dan Model Penemuan Konsep Pada Mahasiswa Semester V Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Bengkulu

Elvinawati dan Salastri Rohiat

Pemahaman Konseptual Mahasiswa Pendidikan Fisika FKIP Universitas Bengkulu pada Diagram Medan Elektromagnet

Nyoman Rohadi

Kajian Etnofitomedika di Desa Talang Jawi Kecamatan Padang Guci, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu Sebagai Sumber Belajar

Ariefa Primair Yani, Irdam Idrus, dan Tiara Nindia Trisna

Pembelajaran IPA Terpadu Berbasis Pendekatan Saintifik untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Pada Sekolah Menengah Pertama Kelas VIII

Suri Yustini, Evi Suryawati dan Abdul Razak

Penerapan Model Inkuiri Terstruktur untuk Meningkatkan Sikap Ilmiah dan Hasil Belajar Fisika Siswa pada Konsep Kalor di Kelas VII.4 SMPN 3 Kota Bengkulu

Rosane Medriati 1 8 14 20 25 31 36 40 46 51

JURNAL PENDIDIKAN EKSAKTA

(2)

ISSN 2528 - 3200

Volume 01

Nomor 1

Juli 2016

Efektivitas Pelatihan Asisten Praktikum dalam Meningkatkan Kompetensi Asisten untuk Membimbing Praktikum Fisika Dasar I

Suwardi

Penguasaan Materi Kimia Dasar Mahasiswa Semester I Pendidikan Kimia dan Mahasiswa Semester I Pendidikan Fisika FKIP Universitas Bengkulu

I Nyoman Candra dan Grasianto

Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas X pada Pokok Bahasan Suhu dan Kalor di SMA Negeri 7 Kota Bengkulu

Eko Swistoro, Azizatul Arifah dan Dedy Hamdani

Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mahasiswa pada Matakuliah Fisiologi Tumbuhan

Yennita

Pengembangan Model Pembelajaran Berbasis Portofolio pada Mata Pelajaran IPA di Sekolah Dasar Kota Bengkulu

Parlan dan Irwan Koto

Peningkatan Kemampuan Berpikir dan Penguasaan Konsep dalam Mata Kuliah Kimia Sekolah I dengan Menggunakan Pendekatan Saintifik dan Model Penemuan Konsep Pada Mahasiswa Semester V Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Bengkulu

Elvinawati dan Salastri Rohiat

Pemahaman Konseptual Mahasiswa Pendidikan Fisika FKIP Universitas Bengkulu pada Diagram Medan Elektromagnet

Nyoman Rohadi

Kajian Etnofitomedika di Desa Talang Jawi Kecamatan Padang Guci, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu Sebagai Sumber Belajar

Ariefa Primair Yani, Irdam Idrus, dan Tiara Nindia Trisna

Pembelajaran IPA Terpadu Berbasis Pendekatan Saintifik untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Pada Sekolah Menengah Pertama Kelas VIII

Suri Yustini, Evi Suryawati dan Abdul Razak

Penerapan Model Inkuiri Terstruktur untuk Meningkatkan Sikap Ilmiah dan Hasil Belajar Fisika Siswa pada Konsep Kalor di Kelas VII.4 SMPN 3 Kota Bengkulu

Rosane Medriati 1 8 14 20 25 31 36 40 46 51

JURNAL PENDIDIKAN EKSAKTA

(3)

ISSN 2528 - 3200

Volume 01

Nomor 1

Juli 2016

JURNAL PENDIDIKAN EKSAKTA

JURNAL PENDIDIKAN EKSAKTA

Koordinator Editor

Dedy Hamdani

Wakil Koordinator Editor

I Nyoman Candra

Anggota Editor

Rendi Zulni Eka Putri Nike Anggraini Nur Aliyyah Irsal

Desy Hanisa Putri, S.Pd., M.Si

Staf Administrasi

Susi Arpan

Mitra Bestari

Maison (Universitas Jambi)

Irwan Koto (Universitas Bengkulu)

Evi Suryani, M.Pd (Universitas Riau)

Sumpono (Universitas Bengkulu)

Asmawi M. Noer (Universitas Riau)

Diah Aryulina (Universitas Bengkulu)

Ketang Wiyono (Universitas Sriwijaya)

Agus Susanta (Universitas Bengkulu)

Wahyu Widada (Universitas Bengkulu)

Hendra Syarifuddin (Universitas Negeri Padang)

Alamat Redaksi

Jurusan Pendidikan MIPA, FKIP Uuniversitas Bengkulu

Jl. W.R Supratman Kandang Limun, Bengkulu 38171 A

Telp. : 0736-21186, Faks.: 0736-21186

E-mail :dedyham @yahoo.com

(4)

DAFTAR ISI JURNAL PENDIDIKAN EKSAKTA VOL. 1 NO. 1 JULI 2016

FKIP UNIVERSITAS BENGKULU

1 Suwardi Efektivitas Pelatihan Asisten Praktikum dalam Meningkatkan Kompetensi Asisten untuk Membimbing Praktikum Fisika Dasar I

1 2 I Nyoman Candra dan Grasianto Penguasaan Materi Kimia Dasar Mahasiswa Semester I Pendidikan

Kimia dan Mahasiswa Semester I Pendidikan Fisika FKIP Universitas Bengkulu

8 3 Azizatul Arifah, Dedy Hamdani dan Eko Swistoro Penerapan Model Problem Based Learning untuk

Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas X pada Pokok Bahasan Suhu dan Kalor di SMA Negeri 7 Kota Bengkulu

14

4 Yennita Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mahasiswa pada Matakuliah Fisiologi Tumbuhan

20 5 Parlan dan Tono Sugihartono Pengembangan Model Pembelajaran Berbasis Portofolio pada Mata

Pelajaran IPA di Sekolah Dasar Kota Bengkulu

25 6 Elvinawati dan Salastri Rohiat Peningkatan Kemampuan Berpikir dan Penguasaan Konsep dalam

Mata Kuliah Kimia Sekolah I dengan Menggunakan Pendekatan Saintifik dan Model Penemuan Konsep Pada Mahasiswa Semester V Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Bengkulu

31

7 Nyoman Rohadi Pemahaman Konseptual Mahasiswa Pendidikan Fisika FKIP Universitas Bengkulu pada Diagram Medan Elektromagnet

36 8 Ariefa Primair Yani, Irdam Idrus, dan Tiara Nindia Trisna Kajian Etnofitomedika di Desa Talang

Jawi Kecamatan Padang Guci, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu Sebagai Sumber Belajar

40 9 Suri Yustini, Evi Suryawati dan Abdul RazakPembelajaran IPA Terpadu Berbasis Pendekatan

Saintifik untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Pada Sekolah Menengah Pertama Kelas VIII

46

10 Rosane Medriati Penerapan Model Inkuiri Terstruktur untuk Meningkatkan Sikap Ilmiah dan Hasil Belajar Fisika Siswa pada Konsep Kalor di Kelas VII.4 SMPN 3 Kota Bengkulu

(5)

ISSN 2528-3200 Jurnal Pendidikan Eksakta, Vol. 1. No. 1, Juli 2016

Nyoman Rohadi Halaman 36

PEMAHAMAN KONSEPTUAL MAHASISWA PENDIDIKAN FISIKA

FKIP UNIVERSITAS BENGKULU PADA DIAGRAM MEDAN

ELEKTROMAGNET

Nyoman Rohadi

Program Studi Pendidikan Fisika

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Bengkulu Jalan W.R. Supratman, Kandang Limun, Bengkulu

e-mail: [email protected]

ABSTRAK

Suatu studi secara konseptual dilakukan pada hasil penelitian pembelajaran pada mahasiswa program studi Pendidikan Fisika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Bengkulu dalam mata kuliah Listrik Magnet untuk mengkaji lebih lanjut pemahaman mahasiswa pada diagram medan elektromagent. Jumlah mahasiswa yang dilibatkan pada penelitian ini adalah 32 orang pada semester IV tahun akademik 2011/2012. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam tiga siklus menerapkan model pembelajaran berdasarkan masalah (PBM). Hasil belajar mahasiswa diakhir siklus diperoleh dari hasil tes kognitif produk tentang konsep-konsep medan elektromagnet. Hasil yang diperoleh pada postes meningkat 77,27% dibandingkan dengan nilai pretes. Dalam pretes mahasiswa tidak dapat menerapkan kaidah tangan Ampere dalam menentukan arah medan elektromagnet di sekitar kawat berarus listrik. Melalui perkuliahan menerapkan model PBM dengan melaksanakan eksperimen, mahasiswa telah meningkat kompetensi kognitifnya dalam konsep medan elektromagnet. Meski demikian masih perlu dilakukan pengembangan proses pembelajaran yang menekankan pada pemahaman konseptual sesuai dengan berbagai pendekatan permodelan dalam memahami berbagai konsep fisika.

Kata Kunci: diagram medan elektromagnetik, pemahaman konseptual mahasiswa, pembelajaran berdasarkan masalah

ABSTRACT

A conceptual analysis has been done from a research result on student learning electromagnetic field. A number of 32 students of the fourth semester in physics study program, faculty of teacher training and education, university of Bengkulu on the academic year of 2011/2012 was participated in the research. This 3 cycles action research worked on a problem based learning model. A cognitif tes was used to get a final student’s learning outcome about electromagnetic field concepts. The student’s score increased 77.27% on posttest compared with the pretest score.On pretest, many students failed in applying the Ampere role to indicate the flux of electromagnetic field around many form of wires conducted electric current. In this research, the aplication of problem based learning model in laboratorium activities has been enhanced the student’s conceptions on electromagnetic field. So, it is concerned to develope other learning process that focus on improving student’s conception in basic physics concepts.

Keywords: diagram of the electromagnetic field, student conceptual understanding, problem-based learning

I.

PENDAHULUAN

Tidak dapat dielakkan bahwa kualitas ma-sukan mahasiswa untuk progam studi Pendidikan Fisika dipengaruhi oleh rendahnya mutu hasil belajar siswa-siswa sekolah menengah atas (SMA), terutama siswa lulusan SMA di luar perkotaan, dalam pelajaran fisika. Hasil penelitian Rohadi (2004) menunjukkan bahwa sebagian besar siswa SMA mengalami kesulitan dalam memahami berbagai konsep dasar fisika sehubungan dengan terjadinya gejala salah pemahaman atau disebut miskonsepsi. Bekal pengetahuan awal (prior

know-ledge) yang dimiliki mahasiswa ini dapat berpenga-ruh pada cara berpikir konseptual dalam proses akomodasinya pada penerimaan pengetahuan fisika selanjutnya dalam perkuliahan fisika di perguruan tinggi.

Asumsi adanya permasalahan diatas di-dukung oleh kenyataan, berdasarkan pengalaman mengelola mata kuliah Listrik Magnet di program studi Pendidikan Fisika, FKIP Universitas Bengkulu. Banyak mahasiswa mengalami kesulitan dalam mengakomodasi secara konseptual beberapa konsep dasar fisika yang dituangkan dalam bentuk diagram/grafik (Hamdani dan Rohadi, 2005).

(6)

ISSN 2528-3200 Jurnal Pendidikan Eksakta, Vol. 1. No. 1, Juli 2016

Nyoman Rohadi Halaman 37

Beberapa contoh pemahaman konseptual mahasiswa yang belum mantap adalah: (1) bola tenis yang dilemparkan tegak lurus ke atas memiliki gaya yang berlawanan dengan gaya beratnya sehingga benda bergerak keatas, (2) suatu benda tenggelam di dalam air karena benda tidak memiliki gaya apung, (3) jika suatu benda terhalang dari sumber cahaya maka akan terjadi bayangan dibela-kang benda, dan (4) resistor yang dipasang pada rangkaian seri akan menghambat arus listrik sehingga lampu yang dipasang jauh dari sumber baterei akan menyala lebih redup.

Matakuliah Listrik Magnet merupakan kuliah fisika lanjut. Mahasiswa mengikuti mata-kuliah ini pada semester IV setelah menyelesaikan beberapa matakuliah yang mendukung seperti matakuliah fisika dasar, mekanika, fisika mate-matika, dan kalkulus. Beberapa mahasiswa berpen-dapat bahwa perkuliahan Listrik Magnet sulit dan membosankan sebab hanya dilakukan di kelas dan pembahasan materinya hanya secara teoritis. Sehubungan dengan itu, kesulitan mahasiswa dalam memahami konsep-konsep listrik magnet perlu segera diatasi agar tidak ditularkan kepada siswa-siswanya manakala mereka bertugas menjadi tenaga guru seperti yang dilaporkan oleh Rohadi (2012).

Dalam ilmu fisika, untuk mempermudah memahami gejala alam dan untuk memecahkan permasalahan yang berkaitan dengan ilmu penge-tahuan alam, para pakar fisika menggunakan pendekatan permodelan. Permodelan yang sering digunakan adalah (1) model konsep (conceptual model), (2) model matematis, (3) model grafik, dan (4) model gambar/diagram (Gilbert dan Osborne, 1980). Dalam proses pembelajaran, sejumlah siswa, mahasiswa dan bahkan guru masih mengalami kesulitan dalam memahami konsep-konsep yang dituangkan dalam bentuk gambar/diagram fisika (Aryani, 2002; Rohadi, 2011).

Nur (2010) menegaskan bahwa perkuliahan haruslah dapat meningkatkan kemampuan berpikir mahasiswa. Bahwa perkuliahan yang efektif adalah perkuliahan yang tidak hanya membahas tentang materi tetapi juga harus dapat terjadi proses pem-belajaran yang mengembangkan keterampilan ber-pikir. Penerapan model pembelajaran berdasarkan masalah (problem based instructional model) memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan-keterampilan ber-pikir, termasuk kompetensi berpikir konseptual dan berpikir faktual sesuai gejala fisika yang dapat diamati.

Arends dalam Trianto (2010) menyatakan bahwa PBM merupakan suatu model pembelajaan diawali dengan permasalahan yang autentik dengan maksud agar pebelajar dapat menyusun pengetahuan mereka sendiri, mengembangkan

inkuiri dan keterampilan berfikir tingkat lebih tinggi, mengembangkan kemandirian, dan percaya diri atas pengetahuan yang dibangun. Permasalahan yang digunakan dapat berupa gejala yang terjadi dan dapat diamati dalam kehidupan nyata kemudian pebelajar terlibat dalam proses pembelajaran dengan menerapkan pengetahuan dan pengalaman pebelajar sebelumnya. Pembentukan pemahaman yang baru dikaitkan dengan pengetahuan konsep-tual yang sudah dimiliki oleh pebelajar.

Boediyono (2002) menggaris bawahi bahwa pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi (KBK) dalam proses pembelajaran atau perkuliahan ideal-nya meliputi tiga tahap yang tidak terpisahkan yaitu (1) proses pembelajaran, (2) proses pengayaan, dan (3) proses remediasi. Artikel ilmiah ini melaporkan suatu kajian konseptual pada suatu hasil belajar mahasiswa tentang pemahamannya pada gambar/ diagram medan elektromagnet dari hasil penelitian pembelajaran (perkuliahan) pada mahasiswa semester IV dalam matakuliah Listrik Magnet di program studi Pendidikan Fisika, FKIP Universitas Bengkulu.

II.

METODE PENELITIAN

Penelitian pembelajaran dilaksanakan sesuai dengan prosedur penelitian tindakan kelas (PTK) dalam tiga siklus pada program studi Pendidikan Fisika, FKIP Universitas Bengkulu. Kegiatan pene-litian pembelajaran ini dilaksanakan pada semester IV tahun akademik 2011/2012 dalam matakuliah Listrik Magnet. Sebagai subyek penelitian adalah mahasiswa program studi Pendidikan Fisika tahun kedua berjumlah 32 orang. PTK ini dilakukan dalam tiga siklus dan tiap siklus menggunakan waktu empat jam tatap muka di kelas dan di labora-torium. Untuk mengukur pemahaman konseptual mahasiswa pada gambar/diagram medan elektro-magnet digunakan alat tes hasil belajar. Tes hasil belajar digunakan untuk pretes dan postes.

Pada awal siklus pertama dilaksanakan tes awal dan dilanjutkan dengan perkuliahan di kelas. Refleksi I difokuskan untuk mengetahui (1) apakah kegiatan perkuliahan berlangsung sesuai dengan langkah-langkah pada rencana perkuliahan dan apakah terjadi interaksi aktif dalam proses pembe-lajaran, dan apakah tujuan perkuliahan sudah ter-capai secara optimal. Pada siklus kedua mahasiswa dibagi dalam kelompok belajar dan pembelajaran dilaksanakan di laboratorium dengan melakukan kegiatan percobaan menggunakan lembar kerja mahasiswa (LKM I). Refleksi II dilakukan dengan fokus analisis yang sama seperti pada refleksi I. Kegiatan pada siklus ketiga mahasiswa melaksana-kan pembelajaran secara berkelompok (dengan kelompok yang sama seperti pada siklus kedua) pembelajaran dilaksanakan di laboratorium meng-gunakan LKM II. Pada akhir sikus ketiga

(7)

dilak-ISSN 2528-3200 Jurnal Pendidikan Eksakta, Vol. 1. No. 1, Juli 2016

Nyoman Rohadi Halaman 38

sanakan postes. Refleksi III diarahkan sama seperti pada refleksi siklus kedua.

Pada akhir kegiatan ketiga siklus, dilakukan evaluasi dan pembahasan secara konseptual pada hasil belajar (berupa skor nilai) mahasiswa secara total. Data hasil belajar total diperoleh dari hasil postes diakhir seluruh siklus. Pembahasan dilaku-kan untuk membandingdilaku-kan hasil mahasiswa pada pretes dan hasil postes. Pemahaman konseptual mahasiswa pada diagram medan elektromagnet sesuai hasil pretes dan postes dinyatakan dengan rentang 0-100. Soal pretes dan postes berjumlah 8 nomor soal berupa soal essay tentang penerapan rumus menentukan besarnya kuat medan B di sekitar kawat berarus dan menggambarkan arah medan elektromagnetnya. Berikut adalah contoh soal dalam bentuk diagram medan elektromagnet. Soal nomor 2. Gambarkanlah arah medan elektromagnet di sekitar kawat berbentuk melingkar berarus listrik sesuai dengan arah arus listrik pada kawat berikut dan beri penjelasan.

Soal no 4.

III. HASIL DAN PEMBAHASAN

Sesuai dengan fokus artikel ini, hasil penelitian hanya diarahkan untuk mengkaji pema-haman koseptual mahasiswa pada diagram medan elektromagnet dari hasil pretes dan hasil postes. Hasil analisis kuantitatif sederhana pada hasil pretes dan hasil pada postes ditunjukkan seperti pada tabel 1.

Tabel 1. Hasil pretes dan postes

Jumlah mahasiswa Rerata pretes Rerata postes Peningkatan 32 44,37 78,28 77,27%

Seperti dipaparkan pada tabel 1, bahwa secara rata-rata nilai yang diperoleh mahasiswa pada pretes adalah 44,37. Nilai hasil postes secara

rata-rata mencapai 78,28, dengan nilai terendah adalah 70,00 dan nilai tertinggi adalah 85,00. Dengan demikian rentang nilai yang dicapai pada postes adalah 70,00-85,00. Sesuai dengan nilai rata-rata yang diperoleh pada pretes, bahwa hasil mahasiswa pada postes menunjukkan adanya peningkatan sebesar 77,27%.

Berikut adalah contoh bentuk diagram dan pemahaman konseptual mahasiswa pada pretes tentang medan elektromagnet disekitar kawat ber-arus.

Pada soal no. 2

Penjelasan gambar: kuat medan elektromagnet pada kawat arus melingkar hanya ada di titik pusat lingkaran dan tegak lurus dengan bidang arus. Pada soal no. 4

Penjelasan: kuat medan elektromagnet B hanya terjadi lurus di sepanjang solenoida dan kuat medannya paling besar di pusat solenoida di titik O. Pada pretes, meskipun soal-soal hanya diarahkan pada penunjukkan arah medan magnet B tetapi tampaknya mahasiswa mengalami kesulitan dalam menentukan arah medan elektromagnet. Pemahaman konseptual mahasiswa seperti ditun-jukkan pada hasil pretes masih sangat rendah. Kebanyakan subjek penelitian masih mengalami kesulitan dalam menentukan arah medan elektro-magnet disekitar kawat berarus. Mahasiswa ini masih belum dapat menerapkan teori dan kaidah tangan Ampere dalam menggambar arah medan elektromagnet berkaitan dengan arah arus listrik dan bentuk kawat berarus.

Seperti diketahui bahwa pada tingkat SMP dan SMA mahasiswa sudah pernah belajar materi kemagnetan listrik. Selain itu mahasiswa juga sudah belajar medan magnet pada matakuliah

i

B

i

Gambarkanlah arah medan elektromagnet di sekitar kawat berbentuk solenoida berarus listrik sesuai dengan arah arus listrik dan beri penjelasan sesuai gambar yang kamu buat

(8)

ISSN 2528-3200 Jurnal Pendidikan Eksakta, Vol. 1. No. 1, Juli 2016

Nyoman Rohadi Halaman 39

Fisika Dasar. Dari hasil pada pretes tampak bahwa pengetahuan tentang medan magnet tidak tersimpan baik sebagai pengetahuan awal dalam ingatan ma-hasiswa. Sehubungan dengan itu Aryulina (2002) menekankan pentingnya peran prior knowledge siswa dalam pembelajaran IPA selanjutnya dan proses akomodasi yang tepat akan memantapkan pemahaman siswa pada berbagai gejala alam.

Hasil evaluasi pada postes menunjukkan nilai rerata yang baik yaitu mencapai nilai 78,28. Berbeda dengan jawaban mahasiswa pada pretes, pada postes kebanyakan mahasiswa sudah dapat menerapkan teori dan kaidah tangan Ampere dalam menentukan arah medan elektromagnet pada ber-bagai bentuk kawat berarus listrik. Pada kawat melingkar sudah dapat digambarkan arah garis gaya medan elektromagnet mulai dari titik pusat ling-karan di dalam kawat. Pada solenoid, fluks medan elektromagnet digambarkan seperti yang terjadi pada magnet batang. Selain itu, kebanyakan maha-siswa sudah dapat menentukan rumus menghitung besarnya kuat medan elektromagnet disekitar kawat berarus listrik. Disini terlihat bahwa pengalaman mahasiswa dalam melakukan percobaan dalam model perkuliahan PBM cukup berkesan sehingga berdampak baik pada keyakinan mahasiswa sesuai pemahaman konseptualnya dalam menjawab soal-soal postes. Kenyataan ini sesuai dengan pendapat Nur (2010) bahwa pengalaman mahasiswa pada kegiatan belajar bereksperimen dalam model PBM akan dapat mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi dan berpikir konseptual mahasiswa dan membangun pengetahuan sendiri.

IV. SIMPULAN DAN SARAN

Pemahaman konseptual mahasiswa dalam menentukan arah medan elektromagnet disekitar kawat berarus listrik menunjukkan adanya pening-katan mencapai 77,27% setelah mengikuti proses pembelajaran melalui model pembelajaran ber-dasarkan masalah. Nilai rerata pretes yang dicapai oleh 32 mahasiswa meningkat menjadi 78,28 pada postes dengan rentang 70,0-85,0. Melalui pengama-tan pada gejala secara langsung dalam kegiapengama-tan eksperimen, mahasiswa dapat membangun pema-haman konseptual sehingga mampu menentukan arah medan elektromagnet disekitar kawat berarus listrik secara diagram berdasarkan teori dan aturan tangan kanan Ampere.

Untuk saran, perlu diadakan pengembangan perkuliahan listrik magnet yang memungkinkan mahasiswa terlibat langsung dalam kegiatan

per-cobaan atau praktikum sebagai proses akomodasi sehingga terjadi peningkatan pembentukan penge-tahuan fisika yang faktual berdasarkan pemahaman konseptual yang kokoh.

DAFTAR PUSTAKA

Aryani, Novi. 2002. Studi deskriptif tentang pemahaman grafik pada konsep kinematika partikel di SMUN 5 dan SMU St. Carolus Bengkulu. Skripsi Pendidikan Fisika, FKIP Universitas Bengkulu.

Aryulina, Diah. 2002. Peran prior knowledge dalam proses belajar siswa. Makalah untuk Semilok Miskonsepsi Fisika SLTP, FKIP Universitas Bengkulu.

Boediyono. 2002. Pengembangan silabus kurikulum berbasis kompetensi. Jakarta, Depdiknas Pusat.

Hamdani, Dedy dan Rohadi, Nyoman. 2005. Identifikasi pemahaman diagram/grafik fisika mahasiswa tahun pertama JPMIPA FKIP Universitas Bengkulu. Laporan Penelitian Dana Dipa UNIB. Lembaga Penelitian Universitas Bengkulu.

Gilbert, J.K. dan Osborne, R.J. 1980. The use of models in science and science teaching. European Journal of Science Education, 2 (1) 3-13.

Nur, Mohamad. 2010. Model pembelajaran berdasarkan masalah (PBM) berbasis keterampilan berpikir dan berkarakter. Surabaya, PSMS UNESA.

Rohadi, Nyoman

.

2004. Interview about instances dalam mengeksplorasi keragaman konsepsi siswa tentang fenomena fisika. Exacta Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains, vol II no. 1, 20-24.

Rohadi, Nyoman. 2011.

Kendala k

ognitif mahasiswa pendidikan fisika FKIP Universitas Bengkulu pada sejumlah konsep dasar fisika.

Jurnal

Exacta, FKIP Universitas Bengkulu,Vol IX No.2,80-87. Rohadi, Nyoman. 2012. Pengembangan

keterampilan berpikir mahasiswa

pendidikan fisika dalam perkuliahan medan

elektromagnetik dengan model

pembelajaran berdasarkan masalah. Laporan Penelitian Dia Bermutu DIKTI, FKIP Universitas Bengkulu.

Trianto. 2010. Model Pembelajaran Terpadu. Jakarta: Kencana.

Gambar

Tabel 1. Hasil pretes dan postes  Jumlah  mahasiswa  Rerata pretes  Rerata postes  Peningkatan  32  44,37  78,28  77,27%

Referensi

Dokumen terkait

Načelo razlike predvideva razdeljenost nekaterih primarnih socialnih dobrin v korist najbolj deprivilegiranih, tako da ne kaznuje privilegiranih zaradi izhodiščnih

Hasil penelitian ini akan menghasilkan sebuah sistem berbasis website yang digunakan oleh Toko Banlie Mart Di Bengkayang untuk memenuhi kebutuhan penjualan barang dari

Dengan mengucapkan Syukur Alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Alloh SWT, dan sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita nabi besar Muhammad SWT,

Telah diperoleh disain reaktor cepat dengan daya 200 MW(t), waktu operasi 20 tahun berpendingin 44.5%Pb-55.5%Bi, dengan bentuk geometri teras silinder pipih,setimbang dan

Metode yang digunakan untuk memungut isotop hasil fisi (khususnya isotop 137 Cs) dari isotop 235 U, 239 Pu di dalam larutan PEB U3Si2- Al paska iradiasi

32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup kepada 5.000 Org yang terdiri dari Unsur : Pelaku/Dunia Usaha, Aparat LH Kab/Kota se Sumatera Utara, Aparat Instansi

Untuk melihat kinerja algoritma koloni lebah buatan pada sistem dalam menghasilkan nilai optimal kadar asupan energi harian dengan carbing untuk penderita DM,

Metode kontrol fuzzy Takagi-Sugeno bekerja dengan baik untuk mengendalikan gerak Quadrotor mengikuti lintasan yang diinginkan dengan nilai Integral Absolute Error