• Tidak ada hasil yang ditemukan

STUDI KELAYAKAN BUKU AJAR IPA SD BERMUATAN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS TRADISI LISAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "STUDI KELAYAKAN BUKU AJAR IPA SD BERMUATAN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS TRADISI LISAN"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

STUDI KELAYAKAN BUKU AJAR IPA SD BERMUATAN

PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS TRADISI LISAN

I Made Maduriana, Ni Putu Seniwati

Pendidikan Biologi, FP MIPA, IKIP Saraswati, Tabanan, Bali e-mail: [email protected]

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan buku ajar IPA SD bermuatan pendidikan karakter berbasis tradisi lisan oleh siswa. Sebagai buku alternatif dalam belajar IPA dengan menggali tradisi lisan yang berkembang di masyarakat Bali yang disesuaikan dengan materi IPA SD menurut kurikulum 2013. Buku ini diharapkan memiliki fungsi pembelajaran IPA sekaligus pembentukan karakter siswa. Metode dalam penelitian ini memakai metode penelitian kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif dipakai untuk mengumpulkan data aktivitas dan respon siswa. Sedangkan metode kuantitatif dilakukan melalui metode penelitian eksperimen dengan desain Pretest-Posttest Control Group Design. Subjek penelitian adalah siswa kelas 4 dari SD Negeri 1 Gianyar dan SD Saraswati Tabanan Tahun Pelajaran 2016/2017. Data aktivitas belajar siswa dikumpulkan dengan instrumen lembar observasi aktivitas yang memuat 10 item pengamatan. Data respon siswa dikumpulkan dengan angket respon yang memuat 20 pernyataan. Data prestasi belajar siswa dikumpulkan dengan tes formatif berjumlah 20 soal pilihan. Analisisdata dilakukan dengan analisis deskriftif kualitatif dan analisis statistik. Analsis deskriftif dipakai untuk data aktivitas dan respon. Analsis statistik untuk data prestasi belajar siswa. Dari hasil penelitian diperoleh aktivitas siswa berada dalam katagori aktif, dan respon siswa berada pada katagori setuju. Buku ajar IPA SD bermuatan pendidikan karakter berbasis tradisi lisan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.

Kata kunci: studi kelayakan, pendidikan karakter, tradisi lisan, pelajaran IPA SD

ABSTRACT

This study aims to determine the feasibility of uncharged elementary science textbook based character education oral tradition by students. As an alternative book in learning science by exploring the oral tradition that developed in Balinese adjusted elementary science lessons according to 2013 curriculum. The book is expected to have a learning of science function once the character formation of students. The method in this study were taking qualitative and quantitative research methods. Qualitative methods used to collect activity data and student response. While quantitative methods conducted through a research method experiment with pretest-posttest control group design. Subjects were students in grade 4 of SDN 1 Gianyar and Tabanan Saraswati Elementary School Year of sudy 2016/2017. Data collected by the student activity sheet activity observation instrument contains 10 items observations. Student response data collected by questionnaire responses containing 20 statements. Data collected by the student achievement by formative tests amounted to 20 test choices. Data was analyzed using qualitative descriptive analysis and

(2)

statistical analysis. Descriptive used for the analysis of data and response activity. The analysis of the data statistics of student achievement. From the research activities of students are in the active category, and the category of student responses were category of agree. Uncharged elementary textbook IPA oral tradition-based character education can improve student achievement.

Keywords: feasibility studies, character education, oral traditions, elementary science

lessons

PENDAHULUAN

Keresahan masyarakat kita saat iniyang sering disaksikan di media masa maupun realita kehidupan adalahterjadinya kemerosotan moral anak bangsa. Keadaan ini dapat di saksikan terjadinya kasus tawuran anak sekolah, pornografi, narkoba, korupsi, perampokan dan terorisme. Suatu fakta yang tidak bisa dibantah bahwa akibat globalisasi saat ini telah terjadi pergeseran nilai-nilai dari yang berorientasi moral spiritual ke orientasi fisikal material. Gaya hidup religius dan bersahaja sebagaimana dianut oleh masyarakat Indonesia zaman,dahulu telah bergeser menjadigayahidupmaterialistis, d a n hedonis (Barokah, W. 2013). Sementara kemajuan teknologi saat ini dapat memberikan sisi positif juga memberikan dampak negatif pada anak yakni lunturnya nilai-nilai sosial di masyarakat.Seperti penilaian I.B.O. Windhu,.dkk. (1986), permainan tradisional yang biasa dilakukan saat terang bulan, mengajarkan kejujuran, sopan, peduli, kerjasama, desiplin dan bertanggung jawab, kini permainan tradisional telah tergantikan dengan permainan modern yang cendrung individualis dan materialis. Kalau dahulu sebelum tidur anak diceritakan suatu dongeng, mitos, legenda, makna ritual dan adat kebiasaan yang memberikan contoh kebaikan, kini telah tergantikan oleh instrumen canggih internet, televisi, dan handphone.danplaystation. Piranti ini sering menayangkan adegan yang tidak sesuai untuk anak-anak, dan menjauhkan anak dari interaksi sosialnya. Maka pemerintah mulai bergerak menyelamatkan karakter anak bangsa melalui dunia pendidikan dengan pencanangan kurikulum 2013 yang sarat pendidikan karakter.

Secara akademik, pendidikan karakter dimaknai sebagai pendidikan nilai, pendidikan budi pekerti, pendidikan moral, pendidikan watak yang tujuannya mengembangkankemampuan peserta didik untuk memberikan keputusan baik-buruk, memelihara apa yang baik itu dan mewujudkan kebaikkan itu dalam kehidupan sehari-hari dengan sepenuh hati (Wilujeng, I. 2013). Landasan yuridis yang dapat dipakai dalam pengembangan pendidikan karakter adalah Permendiknas No 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan yang memuat nilai-nilai dasar dalam SKL PendidikanDasar dan Pendidikan Menengah.Pendidikan karakter selama ini seolah-olah hanya dibebankan pada pendidikan agama dan PPKn saja. Sehingga porsi pendidikan karakter dirasa masih kurang. Seperti dikemukakan oleh Insih Wilujeng (2013), pendidikan karakter dapat diintegrasikan dalam pembelajaran IPA. Pendidikan karakter dapat digali dari kearifan lokal yang berkembang di masyarakat. Hasil penelitian Maduriana dan Seniwati(2014),menemukan tradisi lisan yang ada dimasyarakat Bali dapat dijadikan dasar pendidikan karakter disekolah dasar.Materi pendidikan karakter dapat dikembangkan dengan menggali dari kearifan lokal

(3)

(tradisi lisan) yang ada di masyarakat .Banyak tradisi lisan yang berkembang di Bali relevan dengan materi IPA disekolah dasar.

Tradisi lisan yang telah diinput sebagai buku ajar, apakah layak dijadikan sebagai materi pembelajaran IPA di sekolah dasar sesuai kurikulum 2013. Penilaian kelayakan disamping telah dilakukan oleh guru juga perlu penilaian oleh siswa SD. Tujuan penelitian ini adalah: terwujudnya materi pembelajaran IPA bermuatan pendidikan karakter berbasis tradsisi lisan di sekolah dasar.Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat memberikan acuan alternatif pada konsep pendidikan karakter bagi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Pemerintah Daerah/Kabupaten Kota, sekolah dasar, mahasiswa calon guru, dan dunia pendidikan.

METODE PENELITIAN

Secara keseluruhan desain penelitian ini adalah penelitian tipe pengembangan “Prototipycal Studies” (Akker,1999)danPlomp(2001) dengan melalui fase analisishulu-hilir (front-endanalysis),fasepengembanganprototipe(prototypingphase), danfase penilaian (assessmentphase)atauevaluasisumatif.

Sebagai fase awal penelitian tahun 2014, telah dilakukan dengan menggali tradisi lisan yang berkembang di masyarakat. Penelusuran dilakukan pada delapan perpustakaan yang ada di Bali. Penelusuran materi tradisi lisan yang relevan dengan pendidikan karakter dan materi pembelajaran IPA di sekolah dasar dilakukan dengan studi kepustakaan, studi lapangan pada guru dan siswa, wawancara mendalam, diskusi kelompok terarah. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kwalitatif. Data yang berhasil di input pada tahun pertama diolah memakai fase analisishulu-hilir (front-endanalysis). Materi pendidikan karakter yang diperoleh selanjutnya diinput sebagai draft buku ajar IPA SD kelas 4.

Pelaksanaan uji coba buku secara lebih luas baru dilaksanakan didua sekolah yakni Sekolah Dasar Negeri 1 Gianyar dan Sekolah Dasar Saraswati Tabanan. Alasan pemilihan kedua sekolah ini adalah karena merupakan sekolah pavorit di kedua kota, dantelah menerapkan kurikulum 2013. Siswa yang belajar di kedua sekolah ini dari berbagai etnis, sehingga dari segi heterogenitas kedua sekolah cukup heterogen. Siswa kelas empat kedua sekolah memilikikelas paralel sehingga memungkinkan peneliti membagi atas kelas eksperimen dan kontrol. Dalam uji coba ini dipiilih dua kelas yang memiliki kemampuan setara berdasarkan hasil tes awal dan informasi dari guru. Satu kelas sebagai kelas eksperimen diajar memakai materi buku IPA berbasis tradisi lisan dan kelas kontrol yang diajar memakai buku paket yang dipakai sekolah.

Data yang diinput pada uji coba ini adalah data respon, data aktivitas dan prestasi belajar siswa sebelum dan sesudah melaksanakan pembelajaran memakai materi dari buku ajar yang diuji cobakan. Respon siswa diukur dengan menggunakan angket respon yang berisi 20 pernyataan mengenai isi, penyajian, kebahasaan dan kegrafikan dari buku yang diujicoba. Tiap pernyataan memilikilimakriteriayakni sangat tidak setuju, tidak setuju, kurang setuju, setuju dan sangat setuju dengan rentang nilai 1-5. Data respon siswa diolah secara deskriptif kwalitatif.

(4)

Data aktivitas diukur memakai lembar observasi yang terdiri atas 4 deskriptor yakni antusiasisme siswa dalam pembelajaran, interaksi siswa dengan guru, interaksi siswa dengan siswa dan aktivitas siswa dalam kelompok dengan 10 item penilaian.Setiap item memiliki skor masing-masing antara 1 – 5 dengan katagori sangat kurang aktif, kurang aktif, cukup aktif, aktif, dan sangat aktif. Aktivitas diukur sebanyak tiga kali pertemuan yakni di awal, tengah dan akhir pembelajaran. Setiap item aktivitas dinyatakan dalam prosentase keaktifan siswa dengan rentang 0%-100%. Jika siswa yang aktif 81%-100% maka diberi skor 5 (lima), jika siswa yang aktif 0%-20% diberi skor 1 (satu).. Data aktivitas diolah dengan mencari skor rata-rata (𝑋̅), mean ideal (MI), dan Standar Deviasi Ideal (SDI). Rata-rata skor aktivitas diperoleh dari tiga kali pengukuran. Berdasarkan Nurkancana dan Sunartana (1992), kriteria katagori aktivitas siswa adalah sebagai berikut.

Mi + 1,5 SD ≤ 𝑿̅  Sangat Aktif

Mi + 0,5 SD ≤ 𝑿̅< Mi + 1,5 SD  Aktif

Mi – 0,5 SD ≤ 𝑿̅< Mi + 0,5 SD  Cukup Aktif

Mi – 1,5 SD ≤ 𝑿̅< Mi – 0,5 SD  Kurang Aktif

𝑴̅ < Mi – 1,5 SD  Sangat Kurang Aktif Mi = ½ (skor tertinggi ideal + skor terrendah ideal)

SD = 1/6(skor tertinggi ideal - skor terrendah ideal)

Prestasi siswa diukur dengan tes formatif model pilihan ganda sebanyak 20 soal diakhir pembelajaran. Data prestasi siswa dicari nilai rata-rata pretest dan post test, kemudian dilakukan uji perbedaanya dengan uji t-test-sampel independen antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Peningkatan prestasi pada kelompok eksperimen sebelum dan sesudah memakai buku ajar IPA bermuatan pendidikan karakter berbasisi tradisi lisan memakai

ujit-test sampel berpasangan (paired)Semua proses analisis memakai bantuanMicrosoft Office Excel 2007dan software SPSS 17.0.

HASIL DAN PEMBAHASAN Tradisi lisan yang relevan

Materi buku ajar yang diuji coba tema 2: “Selalu berhemat energi”. Adapun tema dan sub tema yang dipelajari dan tradisi lisan yang relevan seperti pada tabel 1.1 berikut.

Tabel 1

Tradisi Lisan yang Relevan sebagai Materi Buku Ajar IPA SD

Tema Sub tema Tradisi lisan

Selalu berhemat energi

Sumber-sumber energi Energi matahari,Energi angin, Energi ai, Energi arang,

(5)

Pemanfaatan energi Kegiatan sehari-hari, Transportasi

tradisional, Nyepi, Sistem Subak, Makanan Gerak dan gaya Kegiatan bertani danpertukangan, Gaya

gesekan, Gaya pegas, Empas dengan angsa, Mengarak bade

Uji coba dilakukan untuk mengetahui efektivitas buku ajar IPA bermuatan pendidikan karakter berbasisi tradisi lisan jika dipakai oleh siswa sebagai materi pembelajaran. Uji coba ini adalah uji coba draft III hasil revisi draft II yang telah dilakukan oleh guru berdasarkan komponen isi, penyajian, kebahasaan dan kegrafikan. Uji coba dilakukan pada siswa kelas empat Sekolah Dasar Negeri 1 Gianyar dan Sekolah Dasar Saraswati Tabanan tahun pelajaran 2016/2017.

Respon siswa

Respon siswa terhadap buku ajar yang diberikan akan memberikan gambaran seberapa besar tanggapan siswa terhadap buku tematik IPA berbasis tradisi lisan sebagai bahan pelajaran IPA di SD. Respon siswa diukur dengan menggunakan angket repon yang berisi 20 pernyataan mengenai isi, penyajian, kebahasaan dan kegrafikan dari buku tersebut. Respon diberikan dalam lima katagori yakni sangat tidak setuju, tidak setuju, kurang setuju, setuju dan sangat setuju. Tanggapan siswa terhadap buku tematik berbasis tradisi lisan tiap komponen seperti tersaji dalam tabel 2 berikut.

Tabel 2.

Nilai rata-rata respon siswa di sekolah subyek

Sekolah Skor rata-rata Kualifikasi

SD Negeri 1 Gianyar 4,32 Setuju

SD Saraswati Tabanan 4,39 Setuju

Hasil analisis angket respon memberikan rata-rata nilai seluruh komponen 4,32 untuk SDN 1 Gianyar dan 4,39 untuk SD Saraswati Tabanan berada dalam katagori setuju dengan buku Ajar IPA SD Bermuatan Pendidikan Karakter Berbasis Tradisi Lisanyang dipakai sebagai bahan ajar alternatif. Respon setuju dari siswa menunjukkan materi yang disajikan dalam buku dapat diterima oleh siswa. Berdasarkan penilaian per komponen yakni komponen isi, penyajian, kebahasaan, dan kegrafikan tersaji pada gambar 1 berikut.

(6)

Gambar 1. Grafik respon siswa pada buku tematik berbasis tradisi lisan

Dari gambar 1 di atas terlihat respon tertinggi siswa pada buku tematik berbasis tradisi lisan adalah pada komponen kelayakankegrafikan, disusul komponen isi. Nilai terendah diperoleh pada komponen penyajian. Keadaan ini sesuai dengan hasil penilaian para guru yang memberikan nilai terendah pada komponen penyajian. sesuai dengan saran dari guru kelas penyajian perlu didukung dengan materi matematika tiap sub komponen dan penyajian kurang runtut. Perlu penambahan ilustrasi untuk memperkuat penyajian. Keterpaduan dalam penyajian sangat penting untuk diperhatikan.

Aktivitas Siswa

Kegiatan pengukuran aktivitas siswa bertujuan mendapatkan gambaran tentang kesungguhan siswa dalam proses pembelajaran dengan memakai media buku ajar IPA bermuatan pendidikan karakter berbasis tradisi lisan. Hasil penilaian terhadap aktivitas siswa dapat dijadikan pedoman dalam menentukan kelayakan sebuah buku ajar dijadikan media pembelajaran dapat menambah aktivitas siswa. Data pengamatan aktivitas siswa setiap pertemuan pembelajaran seperti pada tabel 1 berikut.

Tabel 3.

Rata-rata Nilai Aktivitas Siswa

Dengan nilai Mi = 30 dan SD = 6,66 maka katagori aktivitas belajar siswa pada kelompok kontrol dan eksperimen berada pada katagori aktif. Data pada tabel 3 menunjukkan aktivitas belajar pada kelompok eksperimen lebih tinggi daripada kelompok kontrol. Hal ini disebabkan materi yang disajikan pada buku ajar IPASD bermuatan pendidikan karakter berbasis tradisi lisankarena materi yang disajikan pada buku berangkat dari akar budaya yang

4,15 4,2 4,25 4,3 4,35 4,4 4,45 4,5

Isi Penyajian Kebahasaan Kegrafikan

Isi Penyajian Kebahasaan Kegrafikan

Kelompok perlakuan Rata-rata aktivitas belajar Kategori

Kontrol 35 Aktif

Eksperimen 37,33 Aktif

(7)

berkembang di Bali, yang telah siswa alami dan saksikan dalam kehidupan di masyarakat. Kenyataan ini sesuai dengan pendapat Wisudarini (2013),menyatakan belajar yang berakar dari pendidikan budaya anak itu sendiri akan lebih mudah memahami suatu materi sebagai bagian upaya pembangunanidentitasbangsa,dansebagai penyaring (filter) dalampenyeleksian pengaruhglobalisasi

Pre test dan post test

Kegiatan pemberian pre test dan post tes bertujuan mengukur prestasi siswa sebelum dan sesudah dilakukan pembelajaran dengan memakai buku yang diuji cobakan. Pelaksanaan

pre test dilakukan sebelum kegiatan pembelajaran dengan memakai buku yang diuji coba

dimulai. Hasil pre test diperiksa oleh guru dan skor siswa dicatat. Materi pembelajaran disesuaikan dengan sub tema yang sedang berjalan di kelas sampel. Materi dipilih sesuai pembentukan karakter dengan orientasi spiritualisme. Dalam uji coba ini sedang membahas materi tema 2 sub tema 1 yakni “sumber-sumber energi”. Materi dalam buku yang diuji coba adalah sumber-sumber energi yang biasa dipakai dalam kehidupan masyarakat Bali seperti energi matahari, angin, air dan sumber enrgi lainnya baik yang terbarukan maupun yang tak terbarukan. Setelah selesai sub tema yang diberikan siswa diminta mengerjakan post test, skor yang diperoleh siswa dalam post test diinput untuk selanjutnya dianalisis. Hasil pre test dan post test yang diperoleh siswa rata-rata terlihat dalam gambar 2 berikut.

Gambar 2. Grafik Skor Pre test dan post test

Rata-rata nilai ujian siswa pre test sebesar 6,081 untuk kontro dan 6,083 utuk ekperimen. Hasil uji t-testpre test antara kelompok kontrol dan eksperimen adalah 0.20096lebih rendah dari nilai t tabel df 38 dan df 35, α= 0,05 adalah 1,6863. Jadi nilai pre test antara kelompok kontrol dan eksperimen adalah tidak berbeda secara signifikan. Sedangkan rata-rata hasilpost test antara kelompok kontrol dan eksperimen sebesar 5,949 dan 7,333. Hasil uji t-testnilai post test antara kelompok kontrol dan eksperimen adalah 3,751 lebih besar dari harga t tabel untuk df 38 dan 35, α= 0,05 sebesar 1,6863. Jadi terdapat perbedaan prestasi antara kelompok kontrol dengan eksperimen.

Prestasi belajar siswa kelompok eksperimen sebelum dan sesudah memakai buku ajar IPA bermuatan pendidikan karakter berbasis tradisi lisan, tersaji dalam gambar 3 berikut.

0 2 4 6 8

Pre test Kontrol Pre test eksperimen Post test kontrol Post test

(8)

Gambar 3. Grafik nilai pre test dan post test kelompok eksperimen

Dari gambar 3 hasil uji beda dengan t-test diperoleh harga t-hitung 4,971 lebih besar dari harga t-tabel daf 35, α= 0,05. Artinya terdapat peningkatan secara signifikan prestasi siswa sebelum dan sesudah memakai buku yang diuji cobakan. Terdapat peningkatan prestasi siswa sebesar 1,25 atau 20,55%. Peningkatan ini disebabkan oleh adanya buku sebagai media pembelajaran yang dapat menambah pengetahuan mereka tentang tradisi lisan yang berkembang di sekitarnya. Belajar dari budaya yang berkembang di sekitar siswa akan menambah pemahaman siswa pada suatu materi.

SIMPULAN

Setelah melakukan penelitian dan melakukan pengolahan datanya, maka dapat disimpulkan sebagai berikut.

1. Siswa memberikan respon setuju terhadap buku ajar IPA SD bermuatan pendidikan karakter berbasis tradisi lisan, sebagai bahan ajar alternatif.

2. Respon tertinggi berada pada kelayakan kegrafikan dan terrendah pada komponen penyajian.

3. Aktivitas siswa, berada pada katagori aktif dengan nilai rata-rata aktivitas 37,33, karena materi disajikan bersumber dari tradisi lisan yang berkembang di masyarakat.

4. Terdapat perbedaan prestasi siswa sebelum dan sesudah memakai buku ajar IPASD bermuatan pendidikan karakter berbasis tradisi lisan dengan peningkatan prestasi 20,55%.

5. Peningkatan prestasi karena pemakaian buku ajar IPASD bermuatan pendidikan karakter berbasis tradisi lisan yang dikembangkan berasal dari lingkungan adat dan budaya masyarakat Bali.

UCAPAN TERIMA KASIH

Pada kesempatan yang baik ini penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada:

1. Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristek Dikti atas pendanaan yang telah diberikan sehingga penelitian ini dapat berjalan.

2. LPPM IKIP Saraswati beserta jajarannya atas pemantauan yang telah diberikan.

3. Kepala Sekolah Dasar Negeri 1 Gianyar beserta guru-guru kelas 4 yang telah mengijinkan dan membantu penulis dalam melakukan uji coba buku ajar ini.

0 2 4 6 8

pre test post test

pre test post test

(9)

4. Kepala Sekolah Dasar Saraswati beserta guru-guru kelas 4 yang telah mengijinkan dan membantu penulis dalam melakukan uji coba buku ajar ini.

5. Semua pihak yang tidak bisa disebutkan satu persatu, yang telah membantu kelancaran pelaksanaan penelitian ini.

DAFTAR PUSTAKA

Akker, J.V. (1999).PrinciplesandMethodsofDevelopmentResearch.InJ.vamden Akker,RBranch,K Gustafson,N Nieveen andTj.Plomp(Eds).Design Approaches

andTools in Education and Training (hlm. 1-14). Dodrecht : Kluwer

AcademicPublisher

Barokah, W. 2013. Kearifan Lokal Dalam Sastra Lisan Sebagai Materi Pembelajaran Karakter Di Sekolah Dasar. Surabaya: UPBJJ-UT

Kemendiknas. 2006. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 23

Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: Kemendiknas

Kemendiknas.(2010). PembinaanPendidikanKarakterdiSekolahMenengahPertama. Jakarta Kemdikbud. 2013. Kurikulum 2013: Kompetensi Dasar Sekolah Dasar (SD)/Madarasah

Ibtidaiyah (MI). Jakarta: Kemdikbud

Maduriana,I. M dan Seniwati, N.P. 2014.Integrasi Pendidikan KarakterBerbasis Tradisi Lisandalam PembelajaranIPA di SD.SuluhPendidikan/JurnalIlmu-ilmu

PendidikanISSN:1829-894X. Volume12 Nomor 1.

Nurkancana & Sunartana. 1992. Evaluasi Hasil Belajar. Surabaya: Usaha Nasional.

Pusat Perbukuan Depdiknas. (2003). Standar Penilaian Buku Pelajaran Sains. (Online). available from: http/www.dikdaski.go.id. (cited20Juni 2015).

Plomp.(2001).DevelopmentResearchin/onEducationDevelopment.Makalah disajikan padaSeminarNasional PendidikanMatematikaRealistik Indonesia.diUSD Yogyakarta: 14-15 November.

Wisudariani,NiMade Rai.(2013).Nilai-nilai KearifanLokalSastraBaliSebagaiPilar Pendidikan Karakter(Kajian Tembang Macepat/ Pupuh Ginada).Prosiding

SeminarNasionalMengurai TradisiLisanMerajutPendidikan Karakter.

Tabanan:Bekerja samadenganFPBSIKIPSaraswatiTabanan,BaliAsosiasi TradisiLisanIndonesia(ATLI)Bali.

Windhu, I.B.O, dkk. 1986. Permainan Rakyat Daerah Bali. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah. Wilujeng,I.2010.Implementasi Pendidikan KarakterdalamPembelajaranIPA. (Sains).Available

Gambar

Gambar 1. Grafik respon siswa pada buku tematik berbasis tradisi lisan
Gambar 2. Grafik Skor Pre test dan post test
Gambar 3. Grafik nilai pre test dan post test kelompok eksperimen

Referensi

Dokumen terkait

Maka perlu dilakukan penelitian lanjutan, antara lain dengan memberikan perlakuan variasi suhu, konsentrasi Carboxymethyl Cellulose (CMC), dan jenis isolat bakteri

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui tingkat kebisingan lalu lintas dan sebarannya di sepanjang Jalan Cik Di Tiro;2) Mengetahui hubungan antara jumlah

Seksi Kemasyarakatan yang merangkap menjadi petugas pelayanan. Terbatasnya pengetahuan petugas pelayanan dalam memberikan pelayanan juga menyebabkan proses pelayanan

Hasil penelitian ini adalah lie detector memiliki urgensi dalam penggunaannya pada tahap penyidikan kasus tindak pidana pembunuhan berencana yang sulit untuk dipecahkan

“Setiap penanggung jawab usaha yang usahanya dapat menimbulkan dampak besar dan penting terhadap kerusakan dan atau pencemaran lingkungan hidup yang berkaitan dengan kebakaran

Proposal skripsi merupakan rancangan penelitian yang dipersiapakan oleh mahasiswa dan diajukan kepada Jurusan untuk mendapat pengesahan, proposal ini disusun sesuai

Hal yang dilakukan untuk mengkaji penyimpangan peta topografi areal tambang yang masih berupa hutan dengan data situasi original tambang batubara adalah menampalkan keadaan

pikir dari ekonomi neoliberal yang dominan untuk menjadi lebih berkemanusiaan dan berkeadilan sosial yang dijiwai nilai-nilai Pancasila. Tawaran SEP dengan fokus ekonomi