PERBAIKAN MUTU PADA PROSES PENGELOLAAN BENTONIT MURNI MENJADI BENTONIT NANO KOMPOSIT DENGAN MENGGUNAKAN METODE
TAGUCHI Ridwan
Kualitas merupakan sesuatu hal yang terpenting dalam usaha mendapatkan suatu produk bentonit nano komposit yang baik. Kualitas ini akan menjadi baik apabila proses tersebut berjalan dengan konsisten dalam menghasilkan produk. Dalam usaha perbaikan untuk meningkatkan mutu bentonit nano komposit dijumpai kendala yaitu cukup tingginya tingkat variasi mutu kekuatan uji tarik yang terjadi, sehingga dibutuhkan suatu penelitian terhadap faktor-faktor yang berpengaruh dan pengaturan komposisi bahan yang ideal untuk meminimalkan variasi mutu tersebut.
Untuk menyelesaikan masalah tersebut digunakan metode Taguchi dalam perancangan eksperimen. Kelebihan metode ini ialah mampu meminimalkan akibat dari variasi terhadap respon serta eksperimen dapat dilakukan dengan efisien. Langkah yang dilaksanakan adalah memilih faktor-faktor kendali dan penentuan level level dan selanjutnya membuat matrisk ortogonal untuk eksperimen. Analisa data dilakukan berdasarkan pengoptimalan analisa Mean,Anova dan Signal to Noise Ratio (SNR).
Hasil yang diperoleh terhadap Mean dan SNR didapatkan kesimpulan bahwa setting level terbaik untuk faktor kendali yang berpengaruh terhadap kestabilan kekuatan uji tarik bentonit nano komposit adalah pengaturan ukuran bentonit pada level 300 mesh dan pengaturan suhu pemanasan pada level 600C.
Kata kunci : Kekuatan uji tarik, Peta kendali, Taguchi.
PENDAHULUAN
Tanah liat (bentonit) secara alami adalah berasal dari debu gunung berapi dan batu-batuan yang berasal dari zaman Cretaceous pada periode 85-12.5 juta tahun yang lalu. Debu-debu yang diterbangkan oleh angin sebagian akan bertaburan di lautan membentuk deposit tanah liat dalam jumlah yang besar dan juga di dalam danau. Hal ini menjadi salah satu opini di kalangan ahli geologis bagaimana terjadi perubahan atau transformasi dari debu vulkanis menjadi tanah liat (clay), bagaimana di dalam tanah liat bisa terkandung unsur-unsur Mg+2 dan Na+, termasuk proses-proses geologi lainnya yang terus berlangsung selama ribuan tahun [.Utracki]
Potensi ekonomi terhadap tanah liat (clay) nanokomposit sangat menjanjikan. Saat ini pasar potensial untuk untuk industri ini adalah untuk industri fiber, resin, plastik dengan produk komposit mereka [Stroeve] Untuk itu penelitian ini dilakukan, dimana tujuan dasarnya adalah untuk perbaikan mutu pengolahan bentonit murni menjadi bentonit yang siap di interkalasi dengan polymer dengan menggunakan metode taguchi.Kondisi mutu bentonit nano komposit saat ini sifat mekaniknya sangat rendah dan ketahanannya terhadap panas rendah. Desain eksperimen taguchi lebih efisien karena memungkinkan untuk melaksanakan suatu penelitian yang melibatkan banyak faktor dan jumlah .
Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas, maka peneliti akan mengolah tanah liat (clay) murni dari Aceh Utara menjadi tanah liat nanokomposit yang dapat menambah nilai jual, dimana sebelumnya tanah liat ini hanya dimanfaatkan untuk industri-industri konstruksi, keramik dan menjadi pelapis untuk material lainnya. Dengan mengelola tanah liat menjadi tanah liat bernanokomposit maka akan dapat dimanfaatkan untuk beragam jenis kebutuhan seperti industri polimer, sehingga masalah pokok yang dirumuskan untuk penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui pengaruhnya, maka dilakukan pengujian dengan mengisi tanah liat nanokomposit kedalam polimer, pada penelitian ini dipilih polipropilen (PP) mengingat aplikasi yang sangat luas di dunia industri.
2. Uji karakterisasi yang dilakukan adalah uji morfologi dan uji sifat mekanik. 3. Uji sifat Mekanis berupa uji tarik.
4. Melakukan analisis varians Taguchi untuk menganalisis data yang telah disusun dalam perencanaan statistika dengan menguraikan seluruh variansi atas bagian yang diteliti.
TINJAUAN PUSTAKA
Haydn H. Murray (2000) menyebutkan bahwa pertumbuhan kebutuhan terhadap tanah liat yang diolah dimasa yang akan datang cenderung meningkat secara tajam mengingat pertumbuhan industri yang juga semakin cepat. Tanah liat secara alami adalah material yang sangat murah harganya jika
dibandingkan dengan material pengisi lainnya yang berupa sintetik, sehingga dengan banyaknya penelitian tentang tanah liat nanocomposit ini akan memberi nilai tambah terhadap kebutuhan tanah liat olahan di masa yang akan datang.
Jamaliah Sharif, dkk (2005) dalam penelitiannya tentang karet yang diperkuat dengan tanah liat nanokomposit menyimpulkan bahwa karet alam/ tanah liat nanokomposit mampu menyatu menjadi satu material baru dengan sistim pelelehan (melt mixing blending method) dimana produk yang dihasilkan kemudian di radiasi untuk menghasilkan crosslingking yang lebih baik. Meterial ini juga mampu meningkat dari segi sifat mekanik dan termal dibandingkan dengan sifat asli polimer.
Tsu-Hwang Chuang, dkk (2004) dalam
penelitiannya “Thermal properties and
Flammability of Ethylene-Vinyl Acetate
Copolymer/Montmorillonite/Polyethylene
Nanocomposites with Flame Retardants”
dimana pada penelitian tersebut dilakukan
pencampuran antara etilen vinil asetat
(EVA) dengan tanah liat nanocomposit,
lalu kemudian material komposit tersebut
dicampurkan lagi dengan low densiti
polietilen (LLDPE) menghasilkan suatu
kesimpulan
bahwa
hanya
dengan
menambah
5%
berat
tanahliat
nanocomposit
mampu
meningkatkan
kekuatan material dari 12.8 Mpa menjadi
15.4 Mpa.
Metode Taguchi
Metode Taguchi diaplikasikan oleh perusahaan perusahan manufaktur Jepang dalam rangka memperbaiki mutu produk dan proses. Penekanan lebih diutamakan pada rancangan mutu pada produk dan proses, bukan pada taraf inpeksi pada produk. Di dalam perbaikan mutu secara esensial Taguchi memakai alat alat statistik, tetapi ia menyederhanakannya dengan mengindentifikasikan beberapa petunjuk yang kuat untuk layout eksperimen dan menganalisis hasilnya.
Metode Taguchi mengunakan seperangkat matriks khusus yang disebut Matriks ortogonal. Matriks ini merupakan langkah untuk menentukan jumlah eksperimen minimal yang dapat memberikan informasi sebanyak mungkin semua faktor yang mempengaruhi parameter. Bagian yang terpenting dari metode Matriks ortogonal terletak pada pemeilihan kombinasi level variabel-variabel input masing masing eksperimen. Metode taguchi
Dalam suatu percobaan tidak seluruh faktor yang diperkirakan mempengaruhi variabel yang diselidiki, sebab hal ini akan membuat pelaksanaan percobaan dan analisisnya menjadi kompleks. Hanya faktor fator yang dianggap penting saja yang diselidiki. Beberapa metode yang dapat digunakan untuk mengidentikasi faktor faktor yang diselidiki adalah sebagai berikut.
a. Brainstorming
Brainstorming merupakan pemikiran kreatif tentang pemecahan suatu
masalah, tanpa melihat apakah yang diungkapkan itu masuk akal atau tidak.Brainstorming akan lebih baik jika dimulai dengan diskusi kelompok, mendapatkan informasi dari para ahli, untuk memberikan gambaran tentang masalah yang akan dihadapi ditinjau dari semua sudut pandang yang berbeda.
b. Flowchart.
Pada metode ini yang dilakukan adalah mengindentifikasi faktor faktor melalui flowchart proses pembuatan obyek yang diamati.Dengan melihat pada flowchart maka untuk masing masing tahap diindentifikasikan faktor faktor yang berpengaruh.
c. Diagram Sebab Akibat
Disebut juga diagram Ishikawa,
merupakan metode yang paling
sering
digunakan
untuk
mengindentifikasi
penyebab
penyebab faktor faktor potensial.
Di mulai dengan menyatakan
pengaruh utama (variabel proses)
yang akan diamati, kemudian
secara diurutkan penyebab yang
mungkin
berpengaruh
pada
variabel proses yang diamati.
Perbaikan
mutu
bentonit
ini
dipengaruhi oleh banyak faktor.
Faktor faktor tersebut diseleksi
berdasarkan
keadaan
sekitar
permasalahan.
KERANGKA KONSEP PENELITIAN Komposit
Saat ini salah satu fokus penelitian adalah bagaimana caranya meningkatkan suatu produk yang sudah ada di pasaran menjadi lebih handal lagi dibandingkan dengan produk asalnya. Polimer ada di jalur cepat dalam inovasi produknya. Hampir setiap hari kita dapat menyaksikan produk baru berazaskan
polimer. Bahan komposit adalah campuran dari dua atau lebih fase, yang berbeda untuk menghasilkan sifat dan ciri-ciri spesifik yang tidak dapat dicapai oleh bahan utama. Komposit
memilikikekuatan,kekasaran,ketangguhan,resi stansi panas atau kombinasi Kegiatan penelitian ini bertujuan untuk
mengolah bentonit murni menjadi bentonit nanokomposit yang siap di interkalasi dengan
polymer (polipropilen) dan untuk diagram logicnya dapat dilhat pada Gambar 1.
Permasalahan
Penyebab
Metode penyelesaian masalah
Gambar 1.Diagram Logic
Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok pola faktorial suhu, waktu dan laju pengadukan. Setiap faktor terdiri dari empat level dengan pengulangan setiap perlakuan sebanyak tiga kali. Kisaran nilai setiap faktor atau variabel adalah sebagai berikut:
a. Ukuran Bentonit : 100, 200, 300 mesh
a. suhu pemanasan : 40, 60 , 80 oC c. waktu pemanasan : 40, 60, 80 menit d. laju pengadukan : 2,4,6 rpm.
METODE PENELITIAN
Metode penelitian yang digunakan dalam menyelesaikan masalah ini adalah metode penelitian eksperimental dan pengujian dengan Bagaimana cara bentonit menjadi bentonit nano komposit Bentonit nano komposit yang hidrofilik menjadi hidrofobik terhadap air Produk yang
konsisten dan kokoh terhadap faktor ganguan Sifat termoplastiknya masih rendah Belum dilakukan penambahan matrik Metode Taguchi Bentonit nano komposit dng mutu yg baik
mengunakan model, untuk menguji karakterisasi sifat mekanik dari material maka
digunakan standar ASTM D 638 type V dan perbaikan mutu dengan metode Taguchi Penelitian ini dilakukan di Laboratorium
Teknik Kimia Politeknik Negeri Lhokseumawe untuk persiapan material dan uji karakterisasi .Varibel penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah sebagai berikut :
Variabel Bebas :
- Ukuran bentonit (Mesh), yang terbagi atas 100, 200,dan 300 mesh
- Suhu pemanasan yang terbagi atas 40,60, dan 80 0 C
- Waktu pemanasan yang terbagi atas 40, 60, dan 80 menit
- Laju pengadukan yang terbagi atas 2,4,dan 6 rpm
Variabel Terikat
- Berat PoliPropilen, setelah dihitung adalah 85,6368 gram
HASIL DAN PEMBAHASAN
Sifat mekanik dari bentonit/PP nanokomposit seperti kekuatan tarik dapat diukur dengan alat uji tarik. Kekuatan tarik merupakan salah satu sifat penting yang sering digunakan untuk karakteristik polimer. Perubahan karakter bentonit memberikan nilai tambah yang besar yaitu terjadi penguatan dalam hal elongasi dan kekuatan dari nanokomposit.
Pemilihan karateristik mutu. Karateristik mutu yang diukur pada pada penelitian ini adalah kekuatan uji tarik. Sedangkan fungsi objektif yang akan dituju adalah Nominal the Best (NTB). Mengidentifikasi dari faktor-faktor merupakan tahap pengidentifikasian dan pemilihan faktor– faktor yang mungkin berpengaruh terhadap kualitas produk. Faktor ini merupakan variabel bebas dari eksperimen. Pada tahap ini dilakukan brainstroming untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi karateristik mutu kekuatan uji tarik dari bentonit nano komposit dan memilih faktor-faktor tersebut untuk digunakan sebagai variabel bebas dari eksperimen. Dalam penelitian ini faktor- faktor yang teridentifikasi mempengaruhi kekuatan uji tarik adalah ukuran bentonit, suhu pemanasan, waktu pemanasan, dan laju pengadukan. Menentukan faktor kontrol dan faktor gangguan. Faktor kontrol merupakan faktor yang dapat diatur atau dikendalikan, sedangkan faktor gangguan adalah faktor yang tidak dapat diatur. Pada penelitian ini semua faktor yang teridentifikasi adalah faktor kontrol. Penentuan jumlah level dan nilai level seperti terlihat pada Tabel 5.1.
Tabel 5.1. Jumlah level dan nilai level faktor
Kode Faktor Kontrol Level 1 Level 2 Level 3 A Ukuran bentonit 100 mesh 200 mesh 300 mesh B Suhu pemanasan 40 0C 60 0C 80 0C C Waktu pemanasan 40 menit 60 menit 80 menit D Laju pengadukan 2 rpm 4 rpm 6 rpm
Penentuan jumlah level mempunyai peranan penting karena berkaitan dengan ketelian hasil percobaan. Pada penelitian ini semua faktor dinyatakan dengan tiga level. Pemilihan Orthogonal Array Pada penelitian ini pemilihan matrik orthogonal array didasarkan pada identifikasi faktor faktor, jumlah variabel atau faktor dan jumlah nilai level faktor tersebut. Karena jumlah perlakuan tiap faktor ada tiga nilai level maka rancangan orthogonal array yang digunakan adalah orthogonal array tiga level sehingga matrik rancangan yang dipilih dalam penelitian ini adalah L9(3)
4
seperti Tabel 5.2. Penentuan
jumlah replikasi dilakukan untuk mengurangi tingkat kesalahan percobaan dan meningkatkan ketelitian data percobaan. Dalam penelitian ini, replikasi dilakukan sebanyak tiga kali dengan pertimbangan keterbatasan waktu dan biaya. Tahap Pelaksanaan Eksperimen merupakan tahap pengumpulan data-data hasil eksperimen dari rancangan-rancangan parameter berdasarkan matrik orthogonal array yang telah dipilih. Data hasil eksperimen terhadap karateristik kekuatan uji tarik dari rancangan-rancangan perameter berdasarkan matrik L9(34) (tiga replikasi) seperti terlihat pada Tabel 5.2 Tabel 5.2. Matriks Ortogonal L9 (34)
Eksperimen A B C D 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 1 1 2 2 2 3 3 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 2 3 1 3 1 2 1 2 3 2 1 2 2 3 1
Setelah pemilihan matriks ortogonal dan penepatan faktor ke dalam matrik dilakukan , berikutnya adalah melakukan percobaan berdasarkan matrik tersebut. Hasil percobaan ini diperoleh dengan cara uji kekuatan tarik terhadap bentonit nano
komposit yang sebelumnya dibuat sesuai dengan matriks kombinasi level faktor, untuk
memperoleh nilai taksiran yang lebih akurat mengenai efek dari suatu faktor maka dilakukan penulangan (replikasi). Adapun hasil pengujian selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 5.3
Tabel 5.3. Data hasil percobaan Uji tarik bentonit nano komposit Matriks Ortogonal L9 (34)
Faktor
Replikasi
(Mpa) Jumlah Mean
Eksp. A B C D 1 2 3 1 1 1 1 1 20,983 20,979 20,990 62,952 20,984 2 1 2 2 2 20,979 20,996 20,786 62,761 20,920 3 1 3 3 3 20,529 20,437 20,282 61,248 20,416 4 2 1 2 3 21,766 21,772 21,772 65,310 21,770 5 2 2 3 2 21,774 22,785 22,784 67,343 22,448 6 2 3 1 1 21,523 21,126 21,126 63,775 21,258 7 3 1 3 2 23,342 23,342 23,352 70,036 23,345 8 3 2 1 3 23,452 23,346 23,446 70,244 23,415 9 3 3 2 1 23,596 23,789 23,648 71,033 23,678 Rata rata 22,026
Pada analisa dilkukan pengumpulan dan pengolahan data yaitu meliputi pengumpulan data, pengaturan data , perhitungan data serta penyajian data dalam suatu layout tertentu yang sesuai dengan desain yang dipilih untuk eksperimen yang dipilih. Selain itu dilakukan perhitugan dan pengujian data dengan statistik seperti analisis varians, test hipotesa dan penerapan rumus
rumus empiris pada data hasil eksperimen. Untuk mengetahui faktor faktor apa saja yang signifikan yang berpengaruh terhadap kekuatan tarik bentonit nano komposit diperlukan analisa dan pegolahan data eksperimen dengan menggunakan perhitungan nilai mean dan ditransformasikan ke bentuk rasio S/N dalam tabel analisa varians.
Tabel 5.4. Respon rata rata kekuatan uji tarik bentonit nano komposit dari Pengaruh faktor A B C D Level1
20,773
22,033
21,886
21,973 Level 221,825
22,261
22,123
22,238 Level323,479
21,784
22,070
21,867 Selisih 2,706 0,705 0,290 0,635 Ranking 1 2 4 3Dari Tabel 5.4, faktor faktor yang signifikan adalah A, dan B,. Sebagai aturan empiris, hanya 2 faktor yang dipilih karena dalam matriks ortogonal L9(3)
4
kita hanya mengambil kira kira setengah derajat kebebasan sebagai faktor yang penting.Penggabungan faktor sebagai error dimulai dari faktor dengan jumlah kuadrat/Sum of Square (SS) terkecil dari faktor yang tidak signifikan digabung dengan jumlah kuadrat error sampai derajat kebebasan kesalahan sama dengan atau lebih dari
setengah derajad bebas total. Jumlah kuadrat (Sum of Square) terkecil dari faktor yang tidak signifikan yaitu faktor C.
Penggabungan tersebut menyebabkan struktur tabel analisis varians berubah yang merupakan tabel analisis varians rata rata kekuatan uji tarik bentonit nano komposit dengan pooling pertama, faktor C digabungkan ke dalam variansi error. Hasil perhitungan persen kontribusi kekuatan uji tarik bentonit nano komposit dapat dilihat pada Tabel 5.7.
Tabel 5.7.Persen kontribusi kekuatan uji tarik betnonit nono komposit
Faktor SS Df Mq SS" ρ% F hitung F tabel A 11,163 2 5,582 10,603 37,798 19,934 9,000 B 9,341 2 4,671 4,111 10,967 16,681 9,000 D 0,219 2 0,046 0,046 0,192 0,391 9,000 Pooled e 2,017 2 1,009 6,275 51,043 1,000 9,000 St 22,180 8 22,180 Mean 4.366,302 1 SST 4.388,482 9
Darit Tabel 5.7 ,perhitungan kontribusi faktor, menunjukan bahwa faktor A (ukuran bentonit)
memberikan kontribusi terbesar terhadap rata rata kekuatan uji tarik bentonit nano komposit.
Untuk
meningkatkan kualitas dan meminimalkan penyebab kegagalan, Taguchi menggunakan suatu fungsi kehilangan kuadratik yang disebut Signal to Noise Ratio (SNR). SNR dapat dikatakan sebagai ukuran kinerja sebuah rancangan produk atau proses. Data ditransformasikan ke dalam bentuk S/N untuk mencari faktor yang berpengaruh pada variasi karakteristik kualitas dimana S/N untuk karakteristik kualitas semakin besar semakin baik ( larger the better) adalah:
r i yi r N S 1 2 1 1 log 10 / DimanaYI = nilai kekuatan uji tarik bentonit nano komposit hasil pengamatan
n= jumlah replikasi (pengulangan)
Hasil selengkapnya mengenai perhitungan S/N dapat dilihat pada Tabel 5.8
Tabel 5.8. Hasil perhitungan kekuatan uju tarik Rasio S/N
Matriks Ortogonal L
9(3
4)
Faktor
Replikasi
(Mpa)
S/N
Eksp.
A B C D
1
2
3
1 1 1 1 1
20,983
20,979
20,990
26,439
2 1 2 2 2
20,979
20,996
20,786
26,402
3 1 3 3 3
20,529
20,437
20,282
26,198
4 2 1 2 3
21,766
21,772
21,772
26,759
5 2 2 3 2
21,774
22,785
22,784
27,011
6 2 3 1 1
21,523
21,126
21,126
26,556
7 3 1 3 2
23,342
23,342
23,352
27,375
8 3 2 1 3
23,452
23,346
23,446
27,399
9 3 3 2 1
23,596
23,789
23,648
27,495
Rata rata
26,848
Perhitungan variabilitas nilai rasio S/N kekuatan uji tarik bentonit nano komposit melalui kombinasi level dari masing masing faktor. Untuk kempat faktor yang diamati
yaitu ukuran bentonit, suhu pemanasan, waktu pemanasan dan laju pengadukan secara bersama sama pengaruh faktornya dapat dilihat pada Tabel 5.9
Tabel 5.9.Respon Rasio S/N Kekuatan Uji tarik Bentonit Nano Komposit..
A B C D Level1
26,346
26,858
26,798
26,830 Level 226,775
26,937
26,885
26,929 Level327,423
26,750
26,861
26,785 Selisih 1,077 0,268 0,111 0,243 Ranking 1 2 4 3Dari Tabel 5.9. faktor faktor yang signifikan adalah A, dan B,. Sebagai aturan empiris, hanya 2 faktor yang dipilih karena dalam matriks ortogonal L9(3)
4
kita hanya mengambil kira kira setengah derajat
kebebasan sebagai faktor yang penting. Hasil perhitungan persen kontribusi kekuatan uji tarik bentonit nano komposit dapat dilihat pada Tabel 5.12.
Tabel 5.12.Persen kontribusi kekuatan uji tarik betnonit nono komposit
Faktor SS Df Mq SS" P % F hitung F tabel A 1,763 2 0,881 1,203 49,023 6,295 9,00 B 0,053 2 0,027 -0,507 20,656 0,190 9,00 D 0,033 2 0,006 0,006 0,249 0,044 9,00 Pooled e 0,560 2 0,280 1,751 71,384 1,000 9,00 St 2,453 8 2,453 100,000 Mean 6.487,443 1 SST 6.489,352 9
Eksperimen konfirmasi yang dilakukan berdasarkan hasil dari eksperimen sebelumnya. Eksperimen ini bertujuan untuk membuktikan hal yang didapat sebelumnya. Pada eksperimen konfirmasi, faktor dan level ditetapkan seperti faktor dan level pada
kondisi optimal yaitu faktor A (ukuran bentonit) sebesar 300 mesh pada level 3 dan suhu pemanasan 60 0C pada level 2. Untuk konfirmasi diambil 5 sampel dengan level pada kondisi optimun.
Tabel 5.13. Hasil Percobaan Konfirmasi Eksperimen Hasil Eksperimen
1 23,588 1 24,125 3 24,245 4 23,788 5 23,958
Tabel 5.13. Interpretasi hasil ukuran kekuatan uji tarik bentonit nano komposit
Respon (Uji tarik bentonit nano komposit) Prediksi Optimasi
Eksperimen Rata-rata(µ) 23,788 23,788±1,53 Taguchi Variabilitas(S/N) 27,593 27,593±0,81 Eksperimen Rata-rata(µ) 23,94 23,940±2,043 Konfirmasi Variabilitas(S/N) 27,696 27,696±1,033
Berdasarkan interpretasi hasil perhitungan kekuatan uji tarik bentonit nano komposit yang tertera pada Tabel 5.13, yaitu eksperimen Taguchi ke eksperimen konfirmasi
mengalami peningkatan pada rata rata dan
veriablitasnya.
Dengan
demikian
kombinasi optimal faktor faktor tersebut di
atas terbukti dapat meningkatkan kekuatan
uji tarik bentonit nano komposit.
KESIMPULAN
Berdasarkan tujuan penelitian dan
hasil penelitian yang diperoleh maka
sebagai kesimpulan penelitian ini adalah
sebagai berikut:
1. Potensi yang dimiliki oleh tanah
liat asal Aceh Utara yang selama
ini hanya dimanfaatkan secara
tradisional dengan nilai jual yang
rendah dapat menjadi tanah liat
nanokomposit
sehingga
dapat
meningkatkan nilai jual yang lebih
tinggi.
2. Pengaruh penambahan bentonit
adalah
sangat
besar
terhadap
polimer
murni,
yaitu
mampu
meningkatkan kekuatan, termal dan
kekerasan hingga lebih dari 60%
dari sifat aslinya
3. faktor–faktor yang dianggap
berpengaruh terhadap karakteristik
mutu yang memberikan pengaruh
signifikan pada nilai kekuatan uji tarik
produk bentonit nano komposit adalah
ukuran bentonit dan suhu pemanasan.
4. Kombinasi level dari faktor yang
menghasilkan nilai rata rata dan
variansi kekuatan uji tarik bentonit
nano komposit yang optimal adalah
deperoleh dari setting faktor A (ukuran
bentonit) sebesar 300 mesh pada level
3 dan suhu pemanasan 60 0C pada
level 2 .
5. Dari hasil pelaksanaan eksperimen
dapat diketahui bahwa penyebab
utama terjadinya penurunan sifak
mekanik produk bentonit nano
komposit yaitu tidak diaturnya suhu
pemanasan, ukuran bentonit, dan
waktu pemanasan. Setelah didapat
parameter optimal yang telah terpilih,
maka diharapkan dapat menjadi
penyelesaian permasalahan untuk
meningkatkan sifat mekanik yaitu
kekuatan uji tarik bagi pebaikan mutu
benntonit nano komposit sesuai