LAPORAN PENDAHULUAN LAPORAN PENDAHULUAN
MANAJEMEN LAKTASI MANAJEMEN LAKTASI
1.1
1.1 Konsepanatomifisiologi systemKonsepanatomifisiologi system 1.1.1
1.1.1 AnatomiAnatomi
Payudara wanita disebut juga glandula mammaria, adalah alat reproduksi Payudara wanita disebut juga glandula mammaria, adalah alat reproduksi tambahan.
tambahan. a.
a. LetakLetak
Setiap payudara terletak pada setiap sisi sternum dan meluas setinggi Setiap payudara terletak pada setiap sisi sternum dan meluas setinggi antara costa kedua dan keenam. Payudara terletak pada fascia antara costa kedua dan keenam. Payudara terletak pada fascia superficialis dinding rongga dada diatas musculus pectoralis major dan superficialis dinding rongga dada diatas musculus pectoralis major dan dibuat stabil oleh ligamentum suspensorium.
dibuat stabil oleh ligamentum suspensorium. b.
b. BentukBentuk
Masing-masing payudara berbentuk tonjolan setengah bulat dan Masing-masing payudara berbentuk tonjolan setengah bulat dan mempunyai ekor(cauda) dari jaringan yang meluas ke ketiak atau axila mempunyai ekor(cauda) dari jaringan yang meluas ke ketiak atau axila (disebut cauda axiallaris spences)
(disebut cauda axiallaris spences) c.
c. UkuranUkuran
Ukuran payudara berbeda untuk setiap individu, juga bergantung pada Ukuran payudara berbeda untuk setiap individu, juga bergantung pada stadium perkembangan dan umur. Tidak jarang salah satu payudara stadium perkembangan dan umur. Tidak jarang salah satu payudara ukurannya agak lebih besar daripada payudara yang lain.
ukurannya agak lebih besar daripada payudara yang lain. d.
d. Struktur MakroskopisStruktur Makroskopis
–
–
Cauda axillarisCauda axillarisAdalah jaringan payudara yang meluas kearah axilaris Adalah jaringan payudara yang meluas kearah axilaris
–
–
AreolaAreolaAdalah daerah lingkaran yang terdiri dari kulit yang longgar dan Adalah daerah lingkaran yang terdiri dari kulit yang longgar dan mengalami pigmentasi dan masing-masing payudara bergaris mengalami pigmentasi dan masing-masing payudara bergaris tengah kira-kira 2,5 cm. areola berwarna merah muda pada wanita tengah kira-kira 2,5 cm. areola berwarna merah muda pada wanita yang berkulit cerah, lebih gelap pada wanita yang berkulit yang berkulit cerah, lebih gelap pada wanita yang berkulit coklat,dan warna tersebut menjadi lebih gelap pada waktu hamil. coklat,dan warna tersebut menjadi lebih gelap pada waktu hamil. Didaerah
Didaerah areola ini areola ini terletak kira-kira terletak kira-kira 20 glandula 20 glandula sebacea. Padasebacea. Pada kehamilan areola ini membesar dan di sebut tuberculum kehamilan areola ini membesar dan di sebut tuberculum Montgomeri.
Montgomeri.
–
–
Papilla mammaePapilla mammaeTerletak dipusat areola mammae setinggi iga (costa) ke-4. Papilla Terletak dipusat areola mammae setinggi iga (costa) ke-4. Papilla mammae merupakan suatu tonjolan dengan panjang kira-kira 6 mammae merupakan suatu tonjolan dengan panjang kira-kira 6 mm,tersusun atas jaringan erektil berpigmen dan merupakan mm,tersusun atas jaringan erektil berpigmen dan merupakan bangunan
bangunan yang yang sangat sangat peka. peka. Permukaan Permukaan papilla papilla mammaemammae berlubang-lubang
berlubang-lubang berupa berupa ostium ostium papillare papillare kecil-kecil kecil-kecil yangyang merupakan muara ductus lactifer. Ductus lactifer ini dilapisi oleh merupakan muara ductus lactifer. Ductus lactifer ini dilapisi oleh epitel.
epitel. e.
e. Struktur mikrokospisStruktur mikrokospis
Payudara terutama tersusun atas jaringan kelenjar tetapi juga Payudara terutama tersusun atas jaringan kelenjar tetapi juga mengandung sejumlah jaringan lemak dan ditutupi oleh kulit. Jaringan mengandung sejumlah jaringan lemak dan ditutupi oleh kulit. Jaringan kelenjar ini dibagi menjadi kira-kira 18 lobus yang dipisahkan secara kelenjar ini dibagi menjadi kira-kira 18 lobus yang dipisahkan secara sempurna satu sama lain oleh lembaran-lembaran jaringan fibrosa. sempurna satu sama lain oleh lembaran-lembaran jaringan fibrosa. Struktur dalamnya dikatakan menyerupai segmen buah anggur atau Struktur dalamnya dikatakan menyerupai segmen buah anggur atau jeruk
jeruk yang yang dibelah. dibelah. Setiap Setiap lobus lobus merupakan merupakan satu satu unit unit fungsional fungsional yangyang berisi dan tersusun atas bangun seperti berikut:
berisi dan tersusun atas bangun seperti berikut:
–
–
AlveoliAlveoliYang mengandung sel-sel yang menyekresi air susu. Setiap Yang mengandung sel-sel yang menyekresi air susu. Setiap alveolus dilapisi oleh sel-sel yang menyekresi air susu,disebut alveolus dilapisi oleh sel-sel yang menyekresi air susu,disebut acini,yang mengekstrasi factor-faktor dari darah yang penting acini,yang mengekstrasi factor-faktor dari darah yang penting untuk pembentukan air susu. Disekeliling setiap alveolus terdapat untuk pembentukan air susu. Disekeliling setiap alveolus terdapat sel-sel mioepitel yang
kadang-sel-sel mioepitel yang kadang-kadang disebut sel ‘keranjang’kadang disebut sel ‘keranjang’ (basket cell).
(basket cell). Atau sel ‘labaAtau sel ‘laba--laba’laba’ (spider cell)(spider cell). Apabila sel-sel ini. Apabila sel-sel ini dirangsang oleh oksitosin akan berkontraksi sehingga mengalirkan dirangsang oleh oksitosin akan berkontraksi sehingga mengalirkan air susu kedalam ductus lactifer.
air susu kedalam ductus lactifer.
–
Saluran kecil yang berhubungan dengan alveoli. Saluran kecil yang berhubungan dengan alveoli.
–
–
Ductus lactiferDuctus lactiferAdalah saluran sentral yang merupakan muara beberapa tubulus Adalah saluran sentral yang merupakan muara beberapa tubulus lactifer.
lactifer.
–
–
AmpullaAmpullaAdalah bagian dari ductus lactifer yang melebar,yang merupakan Adalah bagian dari ductus lactifer yang melebar,yang merupakan tempat menyimpan air susu. Ampulla terletak dibawah areola. tempat menyimpan air susu. Ampulla terletak dibawah areola. Meluas dari ampulla sampai muara papilla mammae.
Meluas dari ampulla sampai muara papilla mammae.
–
–
VaskularisasiVaskularisasiSuplai darah (vaskularisasi) ke payudara berasal dari arteria Suplai darah (vaskularisasi) ke payudara berasal dari arteria mammaria interna,arteria mammaria externa,dan arteria-arteria mammaria interna,arteria mammaria externa,dan arteria-arteria intercostalis superior.drainase vena melalui pembuluh-pembuluh intercostalis superior.drainase vena melalui pembuluh-pembuluh yang sesuai, dan akan masuk kedalam vena mammaria interna dan yang sesuai, dan akan masuk kedalam vena mammaria interna dan vena axillaris.
vena axillaris. f.
f. Drainase limfatikDrainase limfatik
Drainase limfatik terutama kedalam kelenjar axillaris,dan sebagian Drainase limfatik terutama kedalam kelenjar axillaris,dan sebagian akan dialirkan kedalam fissure portae hepar dan kelenjar akan dialirkan kedalam fissure portae hepar dan kelenjar mediastinum. Pembuluh limfatik dan masing-masing payudara mediastinum. Pembuluh limfatik dan masing-masing payudara berhubungan satu sama lain.
berhubungan satu sama lain. g.
g. PersyarafanPersyarafan h.
h. Fungsi payudara terutama dikendalikan oleh aktivitas hormone,tetapiFungsi payudara terutama dikendalikan oleh aktivitas hormone,tetapi kulitnya dipersyarafi oleh cabang-cabang nervus thoracalis. Juga kulitnya dipersyarafi oleh cabang-cabang nervus thoracalis. Juga terdapat sejumlah saraf simpatis,terutama disekitar areola dan papilla terdapat sejumlah saraf simpatis,terutama disekitar areola dan papilla mammae
mammae
1.1.2
1.1.2 FisiologiFisiologi a.
a. Produksi Air susu ibuProduksi Air susu ibu
Terjadi peningkatan suplai darah yang beredar lewat payudara dan Terjadi peningkatan suplai darah yang beredar lewat payudara dan dapat ekstraksi bahan penting untuk pembentukan air susu. dapat ekstraksi bahan penting untuk pembentukan air susu. Globulin,lemak dan molekul-molekul protein dari dasar sel-sel Globulin,lemak dan molekul-molekul protein dari dasar sel-sel sekretoris akan membengkakkan acini dan mendorongnya menuju ke sekretoris akan membengkakkan acini dan mendorongnya menuju ke tubuli lactifer.
tubuli lactifer.
Peningkatan kadar prolaktin akan menghambat ovulasi dan dengan Peningkatan kadar prolaktin akan menghambat ovulasi dan dengan demuikian juga mempunyai fungsi kontrasepsi, tetapi ibu perlu demuikian juga mempunyai fungsi kontrasepsi, tetapi ibu perlu
memberikan air susu 2 sampai 3 kali tiap jam agar pengaruhnya memberikan air susu 2 sampai 3 kali tiap jam agar pengaruhnya benar- benar efektif .kadar
benar efektif .kadar prolaktin paling prolaktin paling tinggi adalah pada tinggi adalah pada malam hari,danmalam hari,dan penghentian
penghentian pertama pertama pemberian pemberian air air susu susu dilakukan dilakukan pada pada malammalam hari,yang biasanya memang demikian,maka metode-metode hari,yang biasanya memang demikian,maka metode-metode kontrasepsi yang lebih reliabel harus dipakai apabila ingin menghindari kontrasepsi yang lebih reliabel harus dipakai apabila ingin menghindari kehamilan.
kehamilan. b.
b. Pengeluaran air susuPengeluaran air susu
Apabila bayi disusui,maka gerakan menghisap yang beerima akan Apabila bayi disusui,maka gerakan menghisap yang beerima akan menghasilkan rangsangan saraf yang terdapat didalam grandula menghasilkan rangsangan saraf yang terdapat didalam grandula pituitaria
pituitaria posterior. posterior. Akibat Akibat langsung langsung reflek reflek ini ini adalah adalah dikeluarkanyyadikeluarkanyya oksitosin dari pituitaria posterior: hal ini akan mneyebabkan sel-sel oksitosin dari pituitaria posterior: hal ini akan mneyebabkan sel-sel mioepitel (sel keranjang atau sel laba-laba) disekitar alveoli akan mioepitel (sel keranjang atau sel laba-laba) disekitar alveoli akan berkontraksi
berkontraksi dan dan mendorong mendorong air air susu susu masuk masuk kedalam kedalam pembuluhpembuluh lactifer, dan dengan demikian lebih banyak air susu yang mengalir lactifer, dan dengan demikian lebih banyak air susu yang mengalir kedalam ampullae. Reflek ini dapat dihambat oleh adanya rasa kedalam ampullae. Reflek ini dapat dihambat oleh adanya rasa sakit,misalnya jahitan perineum. Dengan demikian penting untuk sakit,misalnya jahitan perineum. Dengan demikian penting untuk mendapatkan ibu dengan posisi yang nyaman, santai, dan bebas dari mendapatkan ibu dengan posisi yang nyaman, santai, dan bebas dari rasa sakit, terutama pada jam-jam menyusukan anak. Sekresi oksitosin rasa sakit, terutama pada jam-jam menyusukan anak. Sekresi oksitosin yang sama juga akan menyebabkan otot uterus berkontraksi dan yang sama juga akan menyebabkan otot uterus berkontraksi dan membantu involusi uterus selama puerperium (masa nifas)
membantu involusi uterus selama puerperium (masa nifas) c.
c. Pemeliharaan laktasiPemeliharaan laktasi
Dua factor penting pemeliharaanl aktasi adalah : Dua factor penting pemeliharaanl aktasi adalah : 1)
1) RangsanganRangsangan
Bayi yang minum air susu ibu perlu sering menyusu, terutama pada Bayi yang minum air susu ibu perlu sering menyusu, terutama pada
hari-hari-hari neonatal awal. Penting bahwa bayi “di fiksasi” padahari neonatal awal. Penting bahwa bayi “di fiksasi” pada payudara dengan posisi yang b
payudara dengan posisi yang benar apabila diinginkan untukenar apabila diinginkan untuk meningkatkan rangsangan yang tepat. Rangsangan gusi bayi meningkatkan rangsangan yang tepat. Rangsangan gusi bayi sebaiknya berada pada kulit areola,sehingga tekanan diberikan sebaiknya berada pada kulit areola,sehingga tekanan diberikan pada ampulla yang ada dib
pada ampulla yang ada dibawahnya sebagai tempat tersimpannawahnya sebagai tempat tersimpann yaya air susu. Dengan demikian bayi minum dari payudara, dan bukan air susu. Dengan demikian bayi minum dari payudara, dan bukan dari papilla mammae. Apabila ibu megeluh rasa sakit, maka bayi dari papilla mammae. Apabila ibu megeluh rasa sakit, maka bayi tidak terfiksasi dengan benar.
tidak terfiksasi dengan benar. 2)
2) Pengosongan payudara secara sempurnaPengosongan payudara secara sempurna
Bayi sebaiknya mengosongkan satu payudara sebelum diberikan Bayi sebaiknya mengosongkan satu payudara sebelum diberikan payudara
yang kedua, maka pada pemberian air susu yang berikutnya yang kedua, maka pada pemberian air susu yang berikutnya payudara
payudara kedua kedua ini ini yang yang diberikan diberikan pertama pertama kali. kali. Atau Atau bayibayi mungkin sudah kenyang dengan satu payudara, maka payudara mungkin sudah kenyang dengan satu payudara, maka payudara yang kedua digunakan pada pemberian air susu berikutnya. yang kedua digunakan pada pemberian air susu berikutnya. Apabnila diingibkan agar bayi benar-benar puas (kenyang), maka Apabnila diingibkan agar bayi benar-benar puas (kenyang), maka bayi
bayi perlu perlu diberikan diberikan baik baik air air susu susu pertama pertama maupun maupun air air susu susu keduakedua pada
pada saat saat sekali sekali minaum. minaum. Hal Hal ini ini hanya hanya dapat dapat dicapai dicapai dengandengan pengosongan sempurna pad
pengosongan sempurna pada satu payudara.a satu payudara.
1.2
1.2 Konsep penyakitKonsep penyakit 1.2.1
1.2.1 DefinisiDefinisi
Manajemen laktasi adalah tata laksana yang diperlukan untuk menunjang Manajemen laktasi adalah tata laksana yang diperlukan untuk menunjang keberhasilan menyusui. Dalam pelaksanaannya terutama dimulai pada keberhasilan menyusui. Dalam pelaksanaannya terutama dimulai pada masa kehamilan, segera setelah persalinan dan pada masa menyusui masa kehamilan, segera setelah persalinan dan pada masa menyusui selanjutnya
selanjutnya
Laktasi adalah keseluruhan proses menyusui mulai dari ASI diproduksi Laktasi adalah keseluruhan proses menyusui mulai dari ASI diproduksi sampai proses bayi mengisap dan menelan ASI. Laktasi merupakan sampai proses bayi mengisap dan menelan ASI. Laktasi merupakan bagian integral dari siklus reproduksi mamalia termasuk manusia.
bagian integral dari siklus reproduksi mamalia termasuk manusia. Tugas utama petugas kesehatan
Tugas utama petugas kesehatan
–
–
Memberdayakan ibu untuk melakukan perawatan payudara, caraMemberdayakan ibu untuk melakukan perawatan payudara, caramenyusui, merawatbayi, merawat talipusat dan memandikan bayi menyusui, merawatbayi, merawat talipusat dan memandikan bayi
–
–
Mengatasi masalah laktasiMengatasi masalah laktasi–
–
Memantau keadaan ibu dan bayiMemantau keadaan ibu dan bayi–
–
Jangan berikan cairan atau makanan apapun kepada bbl kecuali adaJangan berikan cairan atau makanan apapun kepada bbl kecuali adaindikasi medis indikasi medis
–
–
Jangan Jangan berikan dot berikan dot kepada bayikepada bayi1.2.2
1.2.2 EtiologiEtiologi
1. Faktor susu : Adanya efek dari stafilokokus aureus. 1. Faktor susu : Adanya efek dari stafilokokus aureus.
2. Keturunan : Ibu yang menderita gangguan payudara sebagian besar 2. Keturunan : Ibu yang menderita gangguan payudara sebagian besar
diturunkan pada anaknya, terutama tumor payudara. diturunkan pada anaknya, terutama tumor payudara.
3. Hiperestrinisme : Ada hubungan antara penyakit payudara dengan 3. Hiperestrinisme : Ada hubungan antara penyakit payudara dengan endotrium terjadi akibat ketidakseimbangan estrogen. Pada kehamilan, endotrium terjadi akibat ketidakseimbangan estrogen. Pada kehamilan, estrogen ditekan yang dikendalikan oleh system neuro endokrinologi estrogen ditekan yang dikendalikan oleh system neuro endokrinologi yang sama.
Kita dapat membedakan tiga macam perubahan fisiologis kelenjar Kita dapat membedakan tiga macam perubahan fisiologis kelenjar payudara.
payudara.
a. Pertumbuhan dan involusi kelenjar payudara. Pada waktu lahir a. Pertumbuhan dan involusi kelenjar payudara. Pada waktu lahir
payudara
payudara merupakan merupakan suatu suatu system system saluran saluran yang yang bermuara bermuara keke mamalia. Beberapa hari sesudah lahir sebagian besar bayi baik mamalia. Beberapa hari sesudah lahir sebagian besar bayi baik laki-laki maupun perempuan menunjukan pembesaran kelenjar payudara laki maupun perempuan menunjukan pembesaran kelenjar payudara sedikit dan mulai bersekresi sedikit mengeluarkan kolostrum yang sedikit dan mulai bersekresi sedikit mengeluarkan kolostrum yang menghilang sesudah kira-kira 1 minggu kemudian. Kelenjar menghilang sesudah kira-kira 1 minggu kemudian. Kelenjar payudara
payudara kembali kembali dalam dalam keadaan keadaan infantile, infantile, tidakaktif. tidakaktif. PadaPada permulaan
permulaan pubertas pubertas antara antara 10-15 10-15 tahun, tahun, areola areola membesar membesar dan dan lebihlebih mengandung pigmen. Payudara pun menyerupai
mengandung pigmen. Payudara pun menyerupai satu “cakram”.satu “cakram”. Pertumbuhan kelenjar akan berjalan terus sampai usia dewasa Pertumbuhan kelenjar akan berjalan terus sampai usia dewasa hingga bentuk seperti kuncup. Hal ini terjadi dibawah pengaruh hingga bentuk seperti kuncup. Hal ini terjadi dibawah pengaruh estrogen yang kadarnya meningkatnya, terutama yang tumbuh ialah estrogen yang kadarnya meningkatnya, terutama yang tumbuh ialah jaringan lemak
jaringan lemak dan jaringan dan jaringan ikat , ikat , diantara kumpudiantara kumpulan kelenjar lan kelenjar 15-2015-20 lobus dari payudara saluran-saluran lobus tidak banyak tumbuh, lobus dari payudara saluran-saluran lobus tidak banyak tumbuh, biasanya payudara sudah
biasanya payudara sudah sempurna.sempurna. b.
b. Perubahan Perubahan kelenjar kelenjar payudara payudara yang yang berhubungan berhubungan dengan dengan haid. haid. PadaPada waktu haid payudara agak membesar dan menegang. Pada beberapa waktu haid payudara agak membesar dan menegang. Pada beberapa wanita timbul rasa nyeri (mastodenia), perubahan ini kiranya ada wanita timbul rasa nyeri (mastodenia), perubahan ini kiranya ada hubungan dengan perubahan vaskuler dan limfogen , karena itu hubungan dengan perubahan vaskuler dan limfogen , karena itu janganlah
janganlah mengambil mengambil keputusan keputusan terhadap terhadap kelainan kelainan payudara payudara padapada waktu
waktu haid, haid, karena karena mungkin kita mungkin kita akan memutuskan akan memutuskan melakukanmelakukan biopsy
biopsy yang yang sebenarnya sebenarnya tidak tidak perlu perlu di di kerjakan. kerjakan. Apabila Apabila dalamdalam keadaan ragu-ragu, lebih baik keputusan di tangguhkan sampai keadaan ragu-ragu, lebih baik keputusan di tangguhkan sampai pemeriksaan sesudah haid selesai.
pemeriksaan sesudah haid selesai.
c. Perubahan payudara pada waktu hamil dan laktasi. Perubahan c. Perubahan payudara pada waktu hamil dan laktasi. Perubahan
payudara
payudara dipengaruhi dipengaruhi oleh oleh progsteron, progsteron, maka maka kemungkinan kemungkinan dapatdapat terjadi gangguan pad apayudara.
terjadi gangguan pad apayudara. 4. Trauma : Belum ada kepastian. 4. Trauma : Belum ada kepastian.
1.2.3
1.2.3 Manifestasi KlinisManifestasi Klinis
Masalah yang sering timbul adalah: kurang/salah informasi puting susu Masalah yang sering timbul adalah: kurang/salah informasi puting susu terbenam (retracted) atau putting susu datar.
terbenam (retracted) atau putting susu datar. a. Kurang / salah informasi
a. Kurang / salah informasi
Banyak ibu yang merasa bahwa susu formula itu sama baiknya atau Banyak ibu yang merasa bahwa susu formula itu sama baiknya atau malah lebih baikdari ASI sehingga cepat menambah susu formula bila malah lebih baikdari ASI sehingga cepat menambah susu formula bila merasa bahwa ASI kurang.Petugas kesehatanpun masih banyak yang merasa bahwa ASI kurang.Petugas kesehatanpun masih banyak yang tidak memberikan informasi pada saatpemeriksaan kehamilan atau saat tidak memberikan informasi pada saatpemeriksaan kehamilan atau saat memulangkan bayi. Sebagai contoh, banyakibu/petugas kesehatan yang memulangkan bayi. Sebagai contoh, banyakibu/petugas kesehatan yang tidak mengetahui bahwa:
tidak mengetahui bahwa:
–
–
Bayi pada minggu-minggu pertama defekasinya encer dan sering,Bayi pada minggu-minggu pertama defekasinya encer dan sering,sehingga dikatakan bayi menderita diare dan sering kali petugas sehingga dikatakan bayi menderita diare dan sering kali petugas kesehatan menyuruh menghentikan menyusui. Padahal sifat defekasi kesehatan menyuruh menghentikan menyusui. Padahal sifat defekasi bayi
bayi yang yang mendapat mendapat kolostrum kolostrum memang memang demikiankarena demikiankarena kolostrumkolostrum bersifat sebagai laksans.
bersifat sebagai laksans.
–
–
ASI belum keluar pada hari pertama sehingga bayi dianggap perluASI belum keluar pada hari pertama sehingga bayi dianggap perludiberikan minuman lain, padahal bayi yang baru lahir cukup bulan diberikan minuman lain, padahal bayi yang baru lahir cukup bulan dan sehat mempunyai persediaan kalori dan cairan yang dapat dan sehat mempunyai persediaan kalori dan cairan yang dapat mempertahankannya tanpa minum selama beberapa hari. Disamping mempertahankannya tanpa minum selama beberapa hari. Disamping itu, pemberian minuman sebelum ASI keluar akan memperlambat itu, pemberian minuman sebelum ASI keluar akan memperlambat pengeluaran ASI oleh bayi menjadi k
pengeluaran ASI oleh bayi menjadi kenyang dan malas menenyang dan malas menyusu.yusu.
–
–
Karena payudara berukuran kecil dianggap kurang menghasilkan ASIKarena payudara berukuran kecil dianggap kurang menghasilkan ASIpadahal
padahal ukuran ukuran payudara payudara tidak tidak menentukan menentukan apakah apakah produksi produksi ASIASI cukup atau kurang karena ukuran ditentukan oleh banyaknya lemak cukup atau kurang karena ukuran ditentukan oleh banyaknya lemak pada
pada payudara payudara sedangkan sedangkan kelenjar kelenjar penghasil penghasil ASI ASI sama sama banyaknyabanyaknya walaupun payudara kecil dan produksi ASI dapat tetap mencukupi walaupun payudara kecil dan produksi ASI dapat tetap mencukupi apabila manajemen laktasi dilaksanakan dengan baik dan benar.
apabila manajemen laktasi dilaksanakan dengan baik dan benar.
Informasi yang perlu diberikan kepada ibu hamil/menyusui antara lain Informasi yang perlu diberikan kepada ibu hamil/menyusui antara lain meliputi :
meliputi :
–
–
Fisiologi laktasiFisiologi laktasi–
–
Keuntungan pemberian ASIKeuntungan pemberian ASI–
–
Keuntungan rawat gabungKeuntungan rawat gabung–
–
Cara menyusui yang baik dan benarCara menyusui yang baik dan benar–
–
Kerugian pemberian susu formulaKerugian pemberian susu formula–
b.
b. Putting susu datar atau terbenamPutting susu datar atau terbenam
Putting yang kurang menguntungkan seperti ini sebenarnya tidak selalu Putting yang kurang menguntungkan seperti ini sebenarnya tidak selalu menjadi masalah. Secara umum ibu tetap masih dapat menyusui bayinya menjadi masalah. Secara umum ibu tetap masih dapat menyusui bayinya dan upaya selama antenatal umumnya kurang berfaedah, misalnya dan upaya selama antenatal umumnya kurang berfaedah, misalnya dengan memanipulasi
dengan memanipulasi Hofman Hofman, menarik-nerik puting, ataupun, menarik-nerik puting, ataupun penggunaan
penggunaan brest shieldbrest shield dandan breast shell breast shell . Yang paling efisien untuk. Yang paling efisien untuk memperbaiki keadaan ini adalah isapan langsung bayi yang kuat. Maka memperbaiki keadaan ini adalah isapan langsung bayi yang kuat. Maka sebaiknya tidak dilakukan apa-apa, tunggu saja sampai bayi lahir, segera sebaiknya tidak dilakukan apa-apa, tunggu saja sampai bayi lahir, segera setelah pasca lahir lakukan :
setelah pasca lahir lakukan :
–
–
Skin-to-skin kontak dan biarkan bayi mengisap sedini mungkinSkin-to-skin kontak dan biarkan bayi mengisap sedini mungkin–
–
Biarkan bayi mencari putting kemudian mengisapnya, dan bila perluBiarkan bayi mencari putting kemudian mengisapnya, dan bila perlucoba berbagaiposisi untuk mendapat keadaan yang paling coba berbagaiposisi untuk mendapat keadaan yang paling menguntungkan. Rangsang putting biardapat keluar sebelum bayi menguntungkan. Rangsang putting biardapat keluar sebelum bayi “mengambil
“mengambilnya.nya.
–
–
Apabila putting benar-benar tidak bisa muncul, dapat ditarik denganApabila putting benar-benar tidak bisa muncul, dapat ditarik denganpompa
pompa putting putting susu susu ((nipple puller nipple puller ), atau yang paling sederhana), atau yang paling sederhana dengan sedotan spuit yangdipakai terbalik.
dengan sedotan spuit yangdipakai terbalik.
–
–
Jika tetap mengalami kesulitan, usahakan agar bayi tetap disusuiJika tetap mengalami kesulitan, usahakan agar bayi tetap disusuidengan sedikit dengan sedikit
–
–
penekanan penekanan pada pada areola areola mammae mammae dengan dengan jari jari sehingga sehingga terbentuk terbentuk dotdotketika ketika
–
–
memasukkan putting susu ke dalam mulut bayi.memasukkan putting susu ke dalam mulut bayi.–
–
Bila terlalu penuh ASI dapat diperas dahulu dan diberikan denganBila terlalu penuh ASI dapat diperas dahulu dan diberikan dengansendok atau cangkir, atau teteskan langsung ke mulut bayi. Bila perlu sendok atau cangkir, atau teteskan langsung ke mulut bayi. Bila perlu lakukan ini hingga 1-2 minggu.
lakukan ini hingga 1-2 minggu.
1.2.4
1.2.4 PatofisiologiPatofisiologi
Patofisiologi laktasi tidak hanya diperhatikan dari sisi fungsi glandula Patofisiologi laktasi tidak hanya diperhatikan dari sisi fungsi glandula mammae dalam memproduksi air susu, glandula mammae pada setiap mammae dalam memproduksi air susu, glandula mammae pada setiap fase pertumbuhan meniadakan kapasitas fungsional glandula mammae. fase pertumbuhan meniadakan kapasitas fungsional glandula mammae.
Pengaturan hormon terhadap pengeluaran ASI dibagi 3 bagian yaitu : Pengaturan hormon terhadap pengeluaran ASI dibagi 3 bagian yaitu : a. Pembentukan kelenjar payudara :
a. Pembentukan kelenjar payudara : 1. Sebelum Pubertas
1. Sebelum Pubertas
Duktus primer dan duktus sekunder sudah terbentuk pada masa Duktus primer dan duktus sekunder sudah terbentuk pada masa fetus. Mendekati Pubertas terjadi pertumbuhan yang cepatdari fetus. Mendekati Pubertas terjadi pertumbuhan yang cepatdari system duktus
system duktus terutama di bawah terutama di bawah pengaruh hormon estrogen sedangpengaruh hormon estrogen sedang pertumbuhan alve
pertumbuhan alveoli oleh oli oleh hormone phormone progesterone. Hormon rogesterone. Hormon yang jugayang juga ikut berperan adalah prolaktin yang dikeluarkan oleh kelenjar ikut berperan adalah prolaktin yang dikeluarkan oleh kelenjar anterior adrenalin, tiroid, paratiroid dan hormone pertumbuhan.
anterior adrenalin, tiroid, paratiroid dan hormone pertumbuhan. 2. Masa Pubertas
2. Masa Pubertas
Pada masa system duktus,proliferasi dan kanalisasi dari unit-unit Pada masa system duktus,proliferasi dan kanalisasi dari unit-unit lobuloalveolar yang terletak pada ujung
lobuloalveolar yang terletak pada ujung – – ujung distal duktulus.ujung distal duktulus. Jaringan penyangga stoma mengalami organisasi dan membentuk Jaringan penyangga stoma mengalami organisasi dan membentuk septum interlobalir.
septum interlobalir. 3. Masa siklus menstruasi 3. Masa siklus menstruasi
Perubahan kelenjar peyudara wanita dewasa berhubungan siklus Perubahan kelenjar peyudara wanita dewasa berhubungan siklus mentruasi dan pengaruh pengaruh hormone yang mengatur siklus mentruasi dan pengaruh pengaruh hormone yang mengatur siklus tersebut seperti estrogen dan progrsteron yang dihasilkan oleh tersebut seperti estrogen dan progrsteron yang dihasilkan oleh korpus luteum. Bila kadar hormone tersebut meningkat maka akan korpus luteum. Bila kadar hormone tersebut meningkat maka akan terjadi edema lobulus , secara klinik payudara dirasakan berat terjadi edema lobulus , secara klinik payudara dirasakan berat mentruasi kadar estrogen dan progesterone, berkurang. Yang bekerja mentruasi kadar estrogen dan progesterone, berkurang. Yang bekerja hanya prolaktin saja. Oedem berkurang berkurang juga. Hal ini hanya prolaktin saja. Oedem berkurang berkurang juga. Hal ini menyebabkan payudara besar sampai umur 30 tahun.
menyebabkan payudara besar sampai umur 30 tahun. 4. Masa Kehamilan
4. Masa Kehamilan
Pada awal kehamilan terjadi perningkatan yang jelas dari duktulus Pada awal kehamilan terjadi perningkatan yang jelas dari duktulus yang baru, percabangan-percabangan dan lobulus, yang dipengaruhi yang baru, percabangan-percabangan dan lobulus, yang dipengaruhi oleh hormon. Hormon yang kurang berperan adenohipofise adalah oleh hormon. Hormon yang kurang berperan adenohipofise adalah hormone ini terjadi pertumbuhan percabangan-percabangan dan hormone ini terjadi pertumbuhan percabangan-percabangan dan penuh.
penuh. Setelah Setelah sehingga sehingga besar besar payudara payudara selalu selalu tambah tambah pada pada tiaptiap siklus ovulasi mulai dari permulaan mentruasi plasenta dan korpus siklus ovulasi mulai dari permulaan mentruasi plasenta dan korpus luteum. Hormon yang membantu mempercepat pertumbuhan luteum. Hormon yang membantu mempercepat pertumbuhan plasenta,
plasenta, korionik korionik gonado gonado tropin, tropin, insulin, insulin, kortisol kortisol hormone hormone tiroid,tiroid, Parathyroid, dan hormone pertumbuhan.
5. Pada 3 bulan Kehamilan 5. Pada 3 bulan Kehamilan
Prolaktin dari adenohipofise mulai merangsang kelenjar air susu Prolaktin dari adenohipofise mulai merangsang kelenjar air susu untuk menghasilkan air susu yang disebut kolostrum. Pada masa ini untuk menghasilkan air susu yang disebut kolostrum. Pada masa ini kolostrum masih di hambat oleh estrogen dan progesterone. Tetapi kolostrum masih di hambat oleh estrogen dan progesterone. Tetapi jumlah
jumlah prolaktim prolaktim meningkat meningkat hanya hanya aktifitas aktifitas dalam dalam pembuatanpembuatan kolustrum yang ditekan.
kolustrum yang ditekan.
6. Pada Trimester kedua Kehamilan 6. Pada Trimester kedua Kehamilan
Laktogen plasenta mulai merangsang pembentukan kolostrum. Laktogen plasenta mulai merangsang pembentukan kolostrum. Keaktifan dari rangsangan hormone terhadap pengeluaran air susu Keaktifan dari rangsangan hormone terhadap pengeluaran air susu telah didemontrasikan kebenarannya bahwa seorang ibu yang telah didemontrasikan kebenarannya bahwa seorang ibu yang melahirkan bayi berumur 4 bulan dimana bayinya meninggal, tetap melahirkan bayi berumur 4 bulan dimana bayinya meninggal, tetap keluar kolostrum adalah Prolaktin, laktogen.
keluar kolostrum adalah Prolaktin, laktogen.
1.2.5
1.2.5 PathwayPathway
Kehamilan Merangsang Perubahan Buah Dada Kehamilan Merangsang Perubahan Buah Dada
Stimulasi
Stimulasi hipofise hipofise anterior anterior Impuls Impuls Syaraf Syaraf Dari Dari Hisapan Hisapan Stimulasi Stimulasi hipofise hipofise posteriorposterior
Sekresi
Sekresi Porolaktin Porolaktin Sekresi Sekresi OksitosinOksitosin
Produksi
Produksi ASI ASI Let Let down down Reflek Reflek Kontraksi Kontraksi sel sel myoepitelmyoepitel dalam
dalam sel sel alveolar alveolar (Mengalirnya (Mengalirnya ASI ASI ke ke sinus sinus laktiferus) laktiferus) sekitaral sekitaral veoliveoli
laktasi laktasi
1.2.6
1.2.6 KomplikasiKomplikasi
Komplikasi bendungan ASI dapat dilakukan dengan cara : Komplikasi bendungan ASI dapat dilakukan dengan cara : a.
a. MastitisMastitis
Peradangan pada payudara disebabkan kuman, terutama bakteri Peradangan pada payudara disebabkan kuman, terutama bakteri stafylococcus aereus melalui puting susu atau melalui peredaran darah stafylococcus aereus melalui puting susu atau melalui peredaran darah
b.
b. Abses payudaraAbses payudara
Terjadi sebagai komplikasi mastitis akibat meluasnya peradangan, Terjadi sebagai komplikasi mastitis akibat meluasnya peradangan, sakit ibu tampak lebih parah, payudara lebih merah, mengkilat sakit ibu tampak lebih parah, payudara lebih merah, mengkilat benjolan te
benjolan tebal sekeras bal sekeras mastitis, tetapi mastitis, tetapi lebih penulebih penuh atau h atau bengkak bengkak berisiberisi cairan.
cairan.
1.2.7
1.2.7 PrognosisPrognosis
–
–
Pemberian ASI dilanjutkan sampai bayi berusia 6 bulanPemberian ASI dilanjutkan sampai bayi berusia 6 bulan–
–
Berikan MP-ASI Berikan MP-ASI setelah bayi setelah bayi berusia 6 berusia 6 bulanbulan–
–
Memantau kecukupan gizi dan memberikan cukup waktu istirahatMemantau kecukupan gizi dan memberikan cukup waktu istirahatbagi ibu menyusui bagi ibu menyusui
–
–
Memperoleh dukungan suami untuk menunjang keberhasilanMemperoleh dukungan suami untuk menunjang keberhasilanmenyusui menyusui
–
–
Mengatasi masalah menyusui.Mengatasi masalah menyusui.1.2.8
1.2.8 Penanganan MedisPenanganan Medis
Obat atau zat yang dipercaya dapat membantu merangsang, Obat atau zat yang dipercaya dapat membantu merangsang, mempertahankan atau meningkatkan produksi air susu ibu (ASI) ibu mempertahankan atau meningkatkan produksi air susu ibu (ASI) ibu menyusui. Produksi ASI yang rendah merupakan alasan tersering menyusui. Produksi ASI yang rendah merupakan alasan tersering ibu/orangtua untuk menghentikan menyusui bayinya sehingga ibu-ibu dan ibu/orangtua untuk menghentikan menyusui bayinya sehingga ibu-ibu dan dokter berusaha mencari obat untuk mengatasi masalah ini.
dokter berusaha mencari obat untuk mengatasi masalah ini.
ASI diproduksi melalui proses kompleks yang mencakup faktor fisik dan ASI diproduksi melalui proses kompleks yang mencakup faktor fisik dan emosional serta interaksi banyak hormon terutama hormon prolaktin. emosional serta interaksi banyak hormon terutama hormon prolaktin. Setelah bayi dilahirkan dan plasenta dikeluarkan, kadar hormon Setelah bayi dilahirkan dan plasenta dikeluarkan, kadar hormon progesteron
progesteron dan dan estrogen estrogen ibu ibu menurun menurun sehingga sehingga kadar kadar prolaktin prolaktin akanakan meningkat dan dimulailah produksi ASI (kontrol endokrin). Setelah meningkat dan dimulailah produksi ASI (kontrol endokrin). Setelah beberapa
beberapa hari hari kadar kadar prolaktin prolaktin secara secara bertahap bertahap berkurang berkurang tetapi tetapi produksiproduksi ASI dipertahankan bahkan meningkat karena mekanisme umpan balik ASI dipertahankan bahkan meningkat karena mekanisme umpan balik lokal yaitu dengan mengosongkan payudara (kontrol otokrin). Oleh lokal yaitu dengan mengosongkan payudara (kontrol otokrin). Oleh karena itu, peningkatan kadar prolaktin diperlukan untuk meningkatkan karena itu, peningkatan kadar prolaktin diperlukan untuk meningkatkan produksi
produksi ASI, ASI, tetapi tetapi tidak tidak untuk untuk mempertahankan mempertahankan produksi produksi ASI. ASI. JikaJika pengosongan
pengosongan payudara payudara tidak tidak dilakukan dilakukan secara secara teratur teratur dan dan sempurna,sempurna, produksi
produksi ASI ASI akan akan berkurang. berkurang. Sebaliknya, Sebaliknya, makin makin sering sering dan dan sempurnasempurna pengosongan payudara m
1.2.8.1 Prolaktin 1.2.8.1 Prolaktin
Prolaktin dihasilkan oleh kelenjar hipofisis bagian depan akibat Prolaktin dihasilkan oleh kelenjar hipofisis bagian depan akibat stimulasi pada puting. Proses ini diatur oleh hipotalamus dengan stimulasi pada puting. Proses ini diatur oleh hipotalamus dengan dopamin sebagai mediator. Konsentrasi prolaktin serum dopamin sebagai mediator. Konsentrasi prolaktin serum meningkat selama kehamilan dari 10 ug/L pada wanita tidak meningkat selama kehamilan dari 10 ug/L pada wanita tidak hamil menjadi 200 ug/L pada saat kehamilan cukup bulan. hamil menjadi 200 ug/L pada saat kehamilan cukup bulan. Prolaktin dihambat kerjanya dengan kenaikan konsentrasi hormon Prolaktin dihambat kerjanya dengan kenaikan konsentrasi hormon progesteron.
progesteron. Setelah Setelah persalinan, persalinan, prolaktin prolaktin ibu ibu yang yang tidaktidak menyusui akan kembali ke kadar sebelum hamil dalam 2-3 menyusui akan kembali ke kadar sebelum hamil dalam 2-3 minggu pasca melahirkan. rolaktin serum basal ibu menyusui minggu pasca melahirkan. rolaktin serum basal ibu menyusui tetap tinggi dan meningkat lebih tinggi karena stimulasi pada tetap tinggi dan meningkat lebih tinggi karena stimulasi pada puting.
puting.
1.2.8.2 Oksitosin 1.2.8.2 Oksitosin
Ketika bayi menyusu di payudara ibu, saraf sensoris di areola Ketika bayi menyusu di payudara ibu, saraf sensoris di areola terangsang. Rangsangan ini dilanjutkan ke hipotalamus, terangsang. Rangsangan ini dilanjutkan ke hipotalamus, menyebabkan pelepasan oksitosin dari hipofisis bagian belakang. menyebabkan pelepasan oksitosin dari hipofisis bagian belakang. Pelepasan oksitosin dihambat oleh katekolamin yang diproduksi Pelepasan oksitosin dihambat oleh katekolamin yang diproduksi jika ibu
jika ibu stres atau stres atau kesakitan. kesakitan. Pencegahan Pencegahan dan dan pemecahan pemecahan masalahmasalah menyusui yang menyebabkan ibu kesakitan dan stres sangat menyusui yang menyebabkan ibu kesakitan dan stres sangat penting untuk mencapai k
penting untuk mencapai keberhasilan menyusuieberhasilan menyusui
1.3
1.3 Rencana Asuham Keperawatan Dengan Manajemen LaktasiRencana Asuham Keperawatan Dengan Manajemen Laktasi 1.3.1
1.3.1 PengkajianPengkajian a)
a) IdenditasIdenditas
Untuk menanyakan biodata klien Untuk menanyakan biodata klien b)
b) Riwayat penyakit sekarang, dahulu, dan keluargaRiwayat penyakit sekarang, dahulu, dan keluarga
Sekarang : yang di rasakan klien saat pertama dibawa ke rumah sakit Sekarang : yang di rasakan klien saat pertama dibawa ke rumah sakit saat ada gangguan laktasi
saat ada gangguan laktasi
Dahulu : apakah pernah mengalami penyakit sebelumnya Dahulu : apakah pernah mengalami penyakit sebelumnya
Keluarga : menjelaskan tentang apakah ada penyakit keturunan Keluarga : menjelaskan tentang apakah ada penyakit keturunan c)
c) Pemeriksan fisik : head to toolPemeriksan fisik : head to tool
Pemeriksaan lengkap pada klien dari atas sampai bawah Pemeriksaan lengkap pada klien dari atas sampai bawah
d)
d) Pemeriksaan penunjangPemeriksaan penunjang
Hasil labHasil lab
USGUSG
CT scan, dllCT scan, dll
1.3.2
1.3.2 Diagnosa keperawatan yang mungkin munculDiagnosa keperawatan yang mungkin muncul Diagnosa1 : ketidakefektifan pemberian ASI Diagnosa1 : ketidakefektifan pemberian ASI 1.3.2.1
1.3.2.1 DefinisiDefinisi
Kesulitan memberikan susu pada bayi/anak secara langsung daripa Kesulitan memberikan susu pada bayi/anak secara langsung daripa yudara, yang dapat mempengaruhi status nnutrisi bayi/anak
yudara, yang dapat mempengaruhi status nnutrisi bayi/anak
1.3.2.2
1.3.2.2 Batasan karakteristikBatasan karakteristik
–
–
Bayi menangis dalam jam pertama setelah menyusuiBayi menangis dalam jam pertama setelah menyusui–
–
Ketidak cukupan pengosongan setiap payudara setelahKetidak cukupan pengosongan setiap payudara setelahmenyusu menyusu
–
–
Luka putting yang menetap setelah seminggu pertamaLuka putting yang menetap setelah seminggu pertamamenyusui menyusui
–
–
Tampak ketidak adekuatan asupan susuTampak ketidak adekuatan asupan susu–
–
Tidak tampak pelepasan oksitoksinTidak tampak pelepasan oksitoksin1.3.2.3
1.3.2.3 Faktor BerhubunganFaktor Berhubungan
–
–
Ambivelensi ibuAmbivelensi ibu–
–
Ansirtas ibuAnsirtas ibu–
–
Anomaly payudara ibuAnomaly payudara ibu–
–
Keletihan ibuKeletihan ibu–
–
Kurang pengetahuan orang tua tentang pentingnya ASIKurang pengetahuan orang tua tentang pentingnya ASIeksklusif eksklusif
Diagnosa 2: diskontinuitas pemberian ASI Diagnosa 2: diskontinuitas pemberian ASI 1.3.2.4
1.3.2.4 DefinisiDefinisi
Berhentinya kontinuitas pemberian ASI pada bayi atau anak Berhentinya kontinuitas pemberian ASI pada bayi atau anak langsung dari payudara, yang dapat menganggu keberhasilan langsung dari payudara, yang dapat menganggu keberhasilan menyusui atau status nutrisi pada bayi atau anak.
1.3.2.5
1.3.2.5 Bataksan karakteristikBataksan karakteristik
Pemberian ASI non eksklusif Pemberian ASI non eksklusif
1.3.2.6
1.3.2.6 Faktor berhubunganFaktor berhubungan
–
–
Bayi dirawatBayi dirawat–
–
Ibu bekerjaIbu bekerja–
–
Penyakit ibuPenyakit ibu–
–
PrematuritasPrematuritas1.3.3
1.3.3 PerencanaanPerencanaan
Diagnosa1 : ketidakefektifan pemberian ASI pemberian ASI Diagnosa1 : ketidakefektifan pemberian ASI pemberian ASI Tujuan dan kreteria hasil
Tujuan dan kreteria hasil
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama ...x24 jam, diharapakan Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama ...x24 jam, diharapakan hasil dengan kriteria (NOC) :
hasil dengan kriteria (NOC) : a.
a. Mengatur penyusuan: bayi : melatih bayi untuk menyusu dari ibunyaMengatur penyusuan: bayi : melatih bayi untuk menyusu dari ibunya sebagai pemberian makan 2-3 minggu pertama
sebagai pemberian makan 2-3 minggu pertama b.
b. Memperthankan penyusuan : nelanjutkan pemberian makan bayiMemperthankan penyusuan : nelanjutkan pemberian makan bayi melalui penyusuan
melalui penyusuan c.
c. Fungsi otot : keadekuatan kontraksi otot yang diperlukan untukFungsi otot : keadekuatan kontraksi otot yang diperlukan untuk bergerak
bergerak d.
d. Status nutrisi : asupan makanan dan cairan : banyaknya makanan danStatus nutrisi : asupan makanan dan cairan : banyaknya makanan dan cairan yang diserap tubuh pada periode 24 jam
cairan yang diserap tubuh pada periode 24 jam
Intervensi (NIC) Intervensi (NIC) a.
a. Konseling laktasi : proses interaktif untuk membantu penyusuan yangKonseling laktasi : proses interaktif untuk membantu penyusuan yang baik dan berhasil
baik dan berhasil b.
b. Pengisapan non nutritive : latihan mengisap bagi bayi yang mengalamiPengisapan non nutritive : latihan mengisap bagi bayi yang mengalami kesulitan mengisap atau tidak dapat menerima apapun melaui mulut kesulitan mengisap atau tidak dapat menerima apapun melaui mulut oleh ibu.
oleh ibu.
Diagnosa 2 : diskontinuitas pemberian ASI Diagnosa 2 : diskontinuitas pemberian ASI Tujuan dan kreteria hasil :
Tujuan dan kreteria hasil : NOC :
NOC : 1.
1. Ibu dan bayi akan mengalami kefektifan pemberian asi yang terusIbu dan bayi akan mengalami kefektifan pemberian asi yang terus menerus yang ditunjukkan dengan kemantapan pemberian ASI
2.
2. Bayi akan menunjukkan kemantapan pemberian ASIBayi akan menunjukkan kemantapan pemberian ASI 3.
3. Pencapaian yang sesuai dari bayi untuk menghisap payudaraPencapaian yang sesuai dari bayi untuk menghisap payudara 4.
4. Mempertahankan menyusui bayiMempertahankan menyusui bayi 5.
5. Kemampuan penyedia perawatan untuk mencairkan, menghangatkanKemampuan penyedia perawatan untuk mencairkan, menghangatkan dan menyimpan ASI secara aman
dan menyimpan ASI secara aman
NIC: NIC: DiagnosaKeperawat DiagnosaKeperawat
an
an RencanaKeperawatanRencanaKeperawatan RasionalisasiRasionalisasi diskontinuitas diskontinuitas pemberian ASI: pemberian ASI: a. Penurunan asupan a. Penurunan asupan ASI, ASI, b. Penurunan absorbsi b. Penurunan absorbsi nutrisi nutrisi c. Depresi, stress, c. Depresi, stress, isolasi sosial isolasi sosial a.
a. Kaji alasan ibu tidakKaji alasan ibu tidak datang berkunjung datang berkunjung kerumah sakit
kerumah sakit b.
b. HE dan mitivasi padaHE dan mitivasi pada keluarga pentingnya keluarga pentingnya pemberian ASI bagibayi pemberian ASI bagibayi c.
c. Anjurkan ibu memompaAnjurkan ibu memompa ASI untuk memenuhi ASI untuk memenuhi kebutuhan ASI klien kebutuhan ASI klien d.
d. Berikan informasi tentangBerikan informasi tentang penyimpanan
penyimpanan ASI ASI dalamdalam lemari Es lemari Es a. a. MengedintifikasiMengedintifikasi masalah untuk masalah untuk menentikan intervensi menentikan intervensi b.
b. ASI adalah makananASI adalah makanan dan minuman yang dan minuman yang paling
paling cocok cocok diserapdiserap sempurna oleh bayi sempurna oleh bayi c.
c. Menjaga Menjaga memenuhimemenuhi kebutuhan ASI bayi kebutuhan ASI bayi secara adekuat
secara adekuat d.
d. Agar dapat diminumAgar dapat diminum bayi
bayi sewaktu-waktusewaktu-waktu dan tidak basi
1.4
1.4 Daftar PustakaDaftar Pustaka Azamris, 2013.
Azamris, 2013. Kanker Kanker Payudara Payudara dalam dalam KehamilanKehamilan. Padang: Universitas. Padang: Universitas Andalas.
Andalas.
Dewi Christyawati, Maria. 2010.
Dewi Christyawati, Maria. 2010. Modul KDM II Asuhan Keperawatan Modul KDM II Asuhan Keperawatan PemenuhanKebutuhan N
PemenuhanKebutuhan Nutrisiutrisi. Surakarta: Politeknik Kesehatan Surakarta. Surakarta: Politeknik Kesehatan Surakarta Potter and Perry. 2003.
Potter and Perry. 2003. Fundamental of Nursing Fundamental of Nursing . Australia: Mosby. Australia: Mosby Heather, T.H. 2015.
Heather, T.H. 2015. Diagnosa Diagnosa keperawatan ”definisikeperawatan ”definisi dan klasifikasi 2015- dan klasifikasi 2015-2017”
2017”. Jakarta. Penerbit buku kedokteran : ECG. Jakarta. Penerbit buku kedokteran : ECG Hulliana, M. 2003.
Hulliana, M. 2003. Perawatan Ibu Pasca Melahirkan Perawatan Ibu Pasca Melahirkan. Jakarta : Pupaswara. Jakarta : Pupaswara Widiasih,
Widiasih, R. R. 2008.2008. Masalah-Masalah Dalam Menyusui Masalah-Masalah Dalam Menyusui. Yogyakarta: Universitas. Yogyakarta: Universitas Padjadjaran
Padjadjaran
Wilkinson. J. M danAhern. N.R . (2011).
Wilkinson. J. M danAhern. N.R . (2011). Buku Buku Saku Saku Diagnosis Diagnosis Keperawatan,Keperawatan, Edisi 9. Penerbit buku kedokteran
Edisi 9. Penerbit buku kedokteran :: EGCEGC Tarwoto dan Wartowah. 2004
Tarwoto dan Wartowah. 2004. KDM dan Proses Keperawatan. KDM dan Proses Keperawatan. Jakarta: Salemba. Jakarta: Salemba Medika
Medika
Pelaihari,
Pelaihari, April April 20172017
Preseptor
Preseptor Lapangan, Lapangan, Preseptor Preseptor Laporan,Laporan,
(...) (...) (...) (...) Preseptor Akademik, Preseptor Akademik, (...) (...)