BAB II
BAB II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
2.1.
2.1. Pengertian Marmer Pengertian Marmer Batu
Batu marmer marmer merupakan merupakan salah salah satu satu bahan bahan galian galian industri industri yang yang diperoleh diperoleh dari dari alam.alam. Yang
Yang merupakan batuan jenis “lime” yang bermetamorfosis. Batuan ini adalah sedimentasimerupakan batuan jenis “lime” yang bermetamorfosis. Batuan ini adalah sedimentasi dari bebatuan yang terbentuk oleh peninggalan inorganik yang biasanya berasal dari proses dari bebatuan yang terbentuk oleh peninggalan inorganik yang biasanya berasal dari proses presipitasi air laut.
presipitasi air laut. Batuan jenis Batuan jenis “lime” sebagian “lime” sebagian besar terdiri atas besar terdiri atas kalsit (kalsium karbonat).kalsit (kalsium karbonat). Marmer telah bernilai tinggi sejak masa lampau karena memiliki warna-warni yang Marmer telah bernilai tinggi sejak masa lampau karena memiliki warna-warni yang teristimewa serta penampilan yang elegan. Batuan ini secara alamiah terbentuk ketika teristimewa serta penampilan yang elegan. Batuan ini secara alamiah terbentuk ketika bebatuan terekspos pada tekanan oleh tumbukan kristal dan panas tinggi dari inti bumi. bebatuan terekspos pada tekanan oleh tumbukan kristal dan panas tinggi dari inti bumi. Selama proses metamorfosis ini berlangsung, kristal kalsit dari bebatuan berkurang
Selama proses metamorfosis ini berlangsung, kristal kalsit dari bebatuan berkurang dalamdalam jumlah
jumlah dan dan meningkat meningkat dalam dalam ukuran ukuran sehingga sehingga menciptakan menciptakan kekuatan kekuatan yang yang bertambahbertambah seiring berkurangnya jumlah rongga. Adapun marmer dengan jumlah rongga yang Cukup seiring berkurangnya jumlah rongga. Adapun marmer dengan jumlah rongga yang Cukup banyak
banyak memiliki memiliki kekuatan kekuatan yang yang berkurang. berkurang. Marmer Marmer yang yang tersusun tersusun dari dari kristal-kristalkristal-kristal berukuran
berukuran besar besar menjadi menjadi lebih lebih rapuh rapuh karena karena cenderung cenderung memiliki memiliki lekukan-lekukan lekukan-lekukan mineralmineral yang lebih banyak.
yang lebih banyak.
Senyawa kimia marmer, yaitu Silikat SiO2 0.13 % , Alumunium Dioksida AlO3 0.31 %, Senyawa kimia marmer, yaitu Silikat SiO2 0.13 % , Alumunium Dioksida AlO3 0.31 %, Feri Oksida Feo3 0.04 %, Kalsium Oksida CaO 55.07 %, Magnesium Oksida MgO 0.36 %, Feri Oksida Feo3 0.04 %, Kalsium Oksida CaO 55.07 %, Magnesium Oksida MgO 0.36 %, Kalium Oksida K2O 0.01 %, Sulfur Trioksida SO3
Gambar 1 Contoh Marmer di alam Gambar 1 Contoh Marmer di alam 2.2.
2.2. Sumber dan Sifat Marmer Sumber dan Sifat Marmer Marmer adalah
Marmer adalah batuan batuan kristalinkristalin kasar yang berasal darikasar yang berasal dari batu batu gampinggamping atau dolomit.atau dolomit. Marmer yang murni berwarna
Marmer yang murni berwarna putihputih dan terutama disusun oleh mineraldan terutama disusun oleh mineral kalsit.kalsit.
Marmer atau batu pualam merupakan batuan hasil proses metamorfosa atau malihan dari Marmer atau batu pualam merupakan batuan hasil proses metamorfosa atau malihan dari batu
batu gamping. gamping. Pengaruh Pengaruh suhu suhu dan dan tekanan tekanan yang yang dihasilkan dihasilkan oleh oleh gaya gaya endogenendogen menyebabkan terjadi rekristalisasi pada batuan tersebut membentuk berbagai foliasi menyebabkan terjadi rekristalisasi pada batuan tersebut membentuk berbagai foliasi mapun non foliasi.
mapun non foliasi. Akibat
Akibat rekristalisasirekristalisasi struktur asal batuan membentuk tekstur baru dan keteraturan butir.struktur asal batuan membentuk tekstur baru dan keteraturan butir. Marmer Indonesia diperkirakan berumur sekitar 30
Marmer Indonesia diperkirakan berumur sekitar 30 – – 60 juta tahun atau berumur Kuarter 60 juta tahun atau berumur Kuarter hingga Tersier.
hingga Tersier.
Untuk mengetahui besarnya cadangan suatu tubuh marmermaka biasanya dilakukan eksplorasi geofisika Untuk mengetahui besarnya cadangan suatu tubuh marmermaka biasanya dilakukan eksplorasi geofisika agar diketahui baikpenyebaran horizontal maupun vertikal, kemudian dbuat sumuruji dan pemboran agar diketahui baikpenyebaran horizontal maupun vertikal, kemudian dbuat sumuruji dan pemboran untuk mengetahui ketebalan lapisan. Untukmengetahui kualitas marmer di suatu lokasi maka untuk mengetahui ketebalan lapisan. Untukmengetahui kualitas marmer di suatu lokasi maka diambilsampel yang diuji di laboratorium baik fisika maupun kimia,secara mikroskopis
diambilsampel yang diuji di laboratorium baik fisika maupun kimia,secara mikroskopis Adapun sifat marmer:
Adapun sifat marmer: a)
a) Kompak atau keras sehingga daya tahan tinggi dan lebih awetKompak atau keras sehingga daya tahan tinggi dan lebih awet b)
b) Motif nya yang beragam akibat dari campuran yang berbeda-beda membuatnya lebihMotif nya yang beragam akibat dari campuran yang berbeda-beda membuatnya lebih indah
c)
c) Tidak cepat memanasTidak cepat memanas d)
d) Tahan goresanTahan goresan
2.3.
2.3. Sebaran dan Potensi Marmer di Sebaran dan Potensi Marmer di IndonesiaIndonesia Sumatra
Sumatra
Potensi Marmer di Sumatera Utara Potensi Marmer di Sumatera Utara
Kegunaan Marmer : Untuk bangunan seperti ubin lantai, dinding, papan nama, Kegunaan Marmer : Untuk bangunan seperti ubin lantai, dinding, papan nama, dekorasi atau hiasan, ornamen dan perabot rumah tangga seperti meja.
dekorasi atau hiasan, ornamen dan perabot rumah tangga seperti meja. Lokasi : Aekbanir Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailingnatal Lokasi : Aekbanir Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailingnatal Status : Penyelidikan Pendahuluan
Status : Penyelidikan Pendahuluan
Hasil Analisa : SiO = 0,04 26,34 %, CaO = 23,55 54,68 %, Fe2O3 = 0,16 Hasil Analisa : SiO = 0,04 26,34 %, CaO = 23,55 54,68 %, Fe2O3 = 0,16 -9,18 %, MgO = 0,60 - 5,65 %, LOI = 9,41 - 43,30 %
9,18 %, MgO = 0,60 - 5,65 %, LOI = 9,41 - 43,30 %
Lokasi : Muarapungkut Kecamatan Kotanopan Kabupaten Mandailingnatal Lokasi : Muarapungkut Kecamatan Kotanopan Kabupaten Mandailingnatal Koordinat : 00o51'46" LU 98o11'17,8" BT
Koordinat : 00o51'46" LU 98o11'17,8" BT Status : Penyelidikan Umum
Status : Penyelidikan Umum
Lokasi : Desa Ranjobatu Kecamatan Muarasipongi Kabupaten Mandailingnatal Lokasi : Desa Ranjobatu Kecamatan Muarasipongi Kabupaten Mandailingnatal Status : Penyelidikan Umum
Status : Penyelidikan Umum Cadangan : 29.400.000 ton Cadangan : 29.400.000 ton
Lokasi : Desa Sibaganding Kecamatan Girsangsipanganbolon Kabupaten Lokasi : Desa Sibaganding Kecamatan Girsangsipanganbolon Kabupaten Simalungun
Simalungun
Status : Penyelidikan Umum Status : Penyelidikan Umum
Lokasi : Desa Mardinding Kecamatan Mardinding Kabupaten Lokasi : Desa Mardinding Kecamatan Mardinding Kabupaten KaroKaro Status : Penyelidikan Umum
Status : Penyelidikan Umum Cadangan : 1.552.233 m3 Cadangan : 1.552.233 m3
Lokasi : Desa Mbalmbalpetarum Kecamatan Lubaleng Kabupaten Karo Lokasi : Desa Mbalmbalpetarum Kecamatan Lubaleng Kabupaten Karo Status : Penyelidikan Umum
Status : Penyelidikan Umum
Lokasi : Desa Laubuluh Kecamatan Kutabuluh Kabupaten Karo Lokasi : Desa Laubuluh Kecamatan Kutabuluh Kabupaten Karo Status : Penyelidikan Pendahuluan
Status : Penyelidikan Pendahuluan
Lokasi : Desa Kutabuluh Kecamatan Tanahpinem Kabupaten Dairi Lokasi : Desa Kutabuluh Kecamatan Tanahpinem Kabupaten Dairi Status : Penyelidikan Umum
Cadangan : 1.500.000 ton Cadangan : 1.500.000 ton
Lokasi : Desa Najunambe Kecamatan Pangaribuan Kabupaten Tapanuli Utara Lokasi : Desa Najunambe Kecamatan Pangaribuan Kabupaten Tapanuli Utara Status : Penyelidikan Umum
Status : Penyelidikan Umum Potensi Marmer di Lampung Potensi Marmer di Lampung
Lokasi : Desa Relung Helak, Kec. N Lokasi : Desa Relung Helak, Kec. Natar atar Sumberdaya : 50 Hektar (hipotetik) Sumberdaya : 50 Hektar (hipotetik)
Lokasi : Desa Timbul Rejo, Kec. Bangun Lokasi : Desa Timbul Rejo, Kec. Bangun RejoRejo Sumberdaya : 101.290.800 ton (hipotetik) Sumberdaya : 101.290.800 ton (hipotetik) Lokasi : Kec. Sendang Agung
Lokasi : Kec. Sendang Agung
Sumberdaya : 18.168 ton (hipotetik) Sumberdaya : 18.168 ton (hipotetik) Lokasi : Pekon Sukamulya, Kec. Pugung Lokasi : Pekon Sukamulya, Kec. Pugung Sumberdaya : 1.794.000 ton (hipotetik) Sumberdaya : 1.794.000 ton (hipotetik)
Lokasi : Pekon Tanjung Kemala, Kec. Pugung Lokasi : Pekon Tanjung Kemala, Kec. Pugung Sumberdaya : 313.040 ton (hipotetik)
Sumberdaya : 313.040 ton (hipotetik)
Lokasi : Kampung Bukit Harapan, Kec. Way Tuba Lokasi : Kampung Bukit Harapan, Kec. Way Tuba Sumberdaya : 44.161.000 Ton (Hipotetik)
Sumberdaya : 44.161.000 Ton (Hipotetik) Lokasi : Desa Lumbirejo. Kec. Gedong Tataan Lokasi : Desa Lumbirejo. Kec. Gedong Tataan Sumberdaya : 32 Hektar (hipotetik)
Sumberdaya : 32 Hektar (hipotetik)
Lokasi : Desa Umbulan Komering, Kec. Gedong Tataan Lokasi : Desa Umbulan Komering, Kec. Gedong Tataan Sumberdaya : 15 Hektar (hipotetik)
Sumberdaya : 15 Hektar (hipotetik)
Lokasi : Desa Roworejo Kec. Gedong Tataan Lokasi : Desa Roworejo Kec. Gedong Tataan Sumberdaya : 15 Hektar (hipotetik)
Sumberdaya : 15 Hektar (hipotetik)
Lokasi : Desa Tanjung Kemala, Kec. Pagelaran Lokasi : Desa Tanjung Kemala, Kec. Pagelaran Sumberdaya : 1,6 Ha (hipotetik)
Sumberdaya : 1,6 Ha (hipotetik) Potensi Marmer di Sumatera Barat Potensi Marmer di Sumatera Barat Kabupaten Lima Puluh Kota
Kabupaten Lima Puluh Kota
Lokasi: Tanjung Gadang dan Halaban, Luhak Lokasi: Tanjung Gadang dan Halaban, Luhak
Lokasi: Halaban dengan prakiraan potensi hipotetik sebesar 74.999.608 ton Lokasi: Halaban dengan prakiraan potensi hipotetik sebesar 74.999.608 ton Lokasi: Sitanang dengan prakiraan potensi hipotetik 1.249.792 ton
Lokasi: Sitanang dengan prakiraan potensi hipotetik 1.249.792 ton Kabupaten Agam
Kabupaten Agam
Lokasi: Matur dengan prakiraan potensi hipotetik 500.000.000 ton Lokasi: Matur dengan prakiraan potensi hipotetik 500.000.000 ton Lokasi: Palupuh
Lokasi: Palupuh
Kabupaten Pasaman Barat Kabupaten Pasaman Barat
Lokasi: Air Bangis Kecamatan Sei Lokasi: Air Bangis Kecamatan Sei
Prakiraan Potensi: Hipotetik 1.500.000 ton Prakiraan Potensi: Hipotetik 1.500.000 ton Kabupaten Sawahlunto/Sijinjing
Kabupaten Sawahlunto/Sijinjing
Lokasi: Bukit Talang Liang dan Bukit Talaung, J. Lolo, Tanjung Gadang Lokasi: Bukit Talang Liang dan Bukit Talaung, J. Lolo, Tanjung Gadang Prakiraan Potensi: Terduga 90 Ha 75.000.000 ton
Prakiraan Potensi: Terduga 90 Ha 75.000.000 ton Lokasi: Tampurungo, S.Kudus.
Lokasi: Tampurungo, S.Kudus.
Prakiraan Potensi: Terduga 50 Ha 2.500.000.000 m3 Prakiraan Potensi: Terduga 50 Ha 2.500.000.000 m3
Lokasi: Bukit Sangkar Ayam Tanjung Lolo Tanjung Gadang. Lokasi: Bukit Sangkar Ayam Tanjung Lolo Tanjung Gadang. Prakiraan Potensi: Terduga 25 Ha 700.000 m3
Prakiraan Potensi: Terduga 25 Ha 700.000 m3 Kabupaten Solok
Kabupaten Solok
Lokasi: Batu Takudo, Balai Balai, X Koto Di Lokasi: Batu Takudo, Balai Balai, X Koto Diatasatas Prakiraan Potensi: Hipotetik 3.000.000 m2 (50 Prakiraan Potensi: Hipotetik 3.000.000 m2 (50 Ha)Ha) Lokasi: Bukit Sibunbun Betina, Timbulun,
Lokasi: Bukit Sibunbun Betina, Timbulun, Linawan Sulit Air, X Koto DiatasLinawan Sulit Air, X Koto Diatas Prakiraan Potensi; Hipotetik 25.000.000 m3 (50 Ha)
Prakiraan Potensi; Hipotetik 25.000.000 m3 (50 Ha)
Lokasi: Tanjung Baliksibarambang, X Koto Diatas, Lolo, Pan
Lokasi: Tanjung Baliksibarambang, X Koto Diatas, Lolo, Pan tai Cermintai Cermin Kabupaten Solok Selatan
Kabupaten Solok Selatan
Lokasi: Bukit Bingkuang, Kiambang, Sungai Pagu Lokasi: Bukit Bingkuang, Kiambang, Sungai Pagu Lokasi: Bukit Ambayan, Kiambang, Sungai Pagu Lokasi: Bukit Ambayan, Kiambang, Sungai Pagu Prakiraan Potensi: Hipotetik 15 Juta m3
Prakiraan Potensi: Hipotetik 15 Juta m3
Lokasi: Bukit Alahan Bodi Bukit Gadang, Sungai Pagu Lokasi: Bukit Alahan Bodi Bukit Gadang, Sungai Pagu Prakiraan potensi: Hipotetik 54 Juta m3 (180 Ha)
Prakiraan potensi: Hipotetik 54 Juta m3 (180 Ha) Lokasi: Bukit Karang Putih, Sukoharjo, Sangir Lokasi: Bukit Karang Putih, Sukoharjo, Sangir Prakiraan Potensi: Hipotetik 2,4 juta m3 (100 Prakiraan Potensi: Hipotetik 2,4 juta m3 (100 Ha)Ha) Kabupaten Tanah Datar
Kabupaten Tanah Datar
Lokasi: Pamusian dan Mawar, Lintau Buo dengan prakiraan potensi 700 Ha Lokasi: Pamusian dan Mawar, Lintau Buo dengan prakiraan potensi 700 Ha Lokasi: Patai, Sungayang dengan prakiraan potensi 150 Ha
Lokasi: Patai, Sungayang dengan prakiraan potensi 150 Ha Lokasi: Solok, X Koto dengan prakiraan potensi 600 Ha Lokasi: Solok, X Koto dengan prakiraan potensi 600 Ha Potensi Marmer di Jambi
Lokasi : Desa Ngaol, Kecamatan Tabir Ulu,
Lokasi : Desa Ngaol, Kecamatan Tabir Ulu, Kabupaten Merangin; Areal 200Kabupaten Merangin; Areal 200 Ha, cadangan tereka 12 juta m3 CaO 5,0-55,06%, 0,87%, kuat teka 806,94 Ha, cadangan tereka 12 juta m3 CaO 5,0-55,06%, 0,87%, kuat teka 806,94 kg/cm, Sungai Pinang (Hulu sungai Sengayau) Kecamatan Sungai Manau kg/cm, Sungai Pinang (Hulu sungai Sengayau) Kecamatan Sungai Manau Kabupaten Merangin; Areal 12.500 Ha, cangan tereka 1,5 milyar m3. CaO Kabupaten Merangin; Areal 12.500 Ha, cangan tereka 1,5 milyar m3. CaO 61,21%, SiO2 1,43%, AI2O 2,40%, MgO 0,81% kuat tekan 960-1.060 kg/cm. 61,21%, SiO2 1,43%, AI2O 2,40%, MgO 0,81% kuat tekan 960-1.060 kg/cm. Potensi Marmer di Aceh
Potensi Marmer di Aceh
Cadangan : 350,730,272,059 ton Cadangan : 350,730,272,059 ton
Kabupaten : Aceh Besar, Aceh Tengah, Aceh Barat Kabupaten : Aceh Besar, Aceh Tengah, Aceh Barat Potensi Marmer di Bengkulu
Potensi Marmer di Bengkulu
Lokasi : Desa Ulak Bandung, Batu Luang Api api Kec Kaur Tengah Lokasi : Desa Ulak Bandung, Batu Luang Api api Kec Kaur Tengah Tahap Penyelidikan : Survey Tinjau
Tahap Penyelidikan : Survey Tinjau
Keterangan : kantor Pertambangan ESDM Kab Kaur tahun 2005 Keterangan : kantor Pertambangan ESDM Kab Kaur tahun 2005 Lokasi : Desa Bungi Tambun Kec kaur Utara
Lokasi : Desa Bungi Tambun Kec kaur Utara Tahap Penyelidikan :Survey Tinjau
Tahap Penyelidikan :Survey Tinjau
Cadangan : kantor Pertambangan ESDM Kab Kaur tahun 2005 Cadangan : kantor Pertambangan ESDM Kab Kaur tahun 2005 Lokasi Terletak di Desa Simpang Ketenong
Lokasi Terletak di Desa Simpang Ketenong Kec KerkapKec Kerkap Tahap Penyelidikan : Survei Tinjau
Tahap Penyelidikan : Survei Tinjau Kualitas: Kalsit=89% Kualitas: Kalsit=89% Kuarsa=6% Kuarsa=6% Felspar= 3% Felspar= 3% Jawa Jawa
Potensi Marmer di Jawa Tengah Potensi Marmer di Jawa Tengah Kabupaten Banjarnegara
Kabupaten Banjarnegara Cadangan terka: 18,68 m3 Cadangan terka: 18,68 m3 Potensi Marmer di Jawa Barat Potensi Marmer di Jawa Barat Kabupaten Tasikmalaya
Kabupaten Tasikmalaya
Potensi Marmer di Daerah Istimewa Yogyakarta Potensi Marmer di Daerah Istimewa Yogyakarta
Kabupaten Kulonprogo Kabupaten Kulonprogo Lokasi: Samigaluh Lokasi: Samigaluh
Potensi Marmer di Jawa Timur Potensi Marmer di Jawa Timur Kabupaten Blitar
Kabupaten Blitar Kabupaten Bojonegoro Kabupaten Bojonegoro
Produksi per tahun sebesar 500 m3 Produksi per tahun sebesar 500 m3 Deposit: 300.000 m3 Deposit: 300.000 m3 Kabupaten Gresik Kabupaten Gresik Kabupaten Malang Kabupaten Malang Kabupaten Pacitan Kabupaten Pacitan Kabupaten Tulungagung Kabupaten Tulungagung Kabupaten Ponorogo Kabupaten Ponorogo
Luas lahan yang tersedia 6 ha Luas lahan yang tersedia 6 ha Kabupaten Trenggalek
Kabupaten Trenggalek
Kapasitas produksi per tahun sebesar 61 ton Kapasitas produksi per tahun sebesar 61 ton Deposit: 250 ton
Deposit: 250 ton
Sulawesi Sulawesi
Potensi Marmer di Sulawesi Tenggara Potensi Marmer di Sulawesi Tenggara Kabupaten Bombana
Kabupaten Bombana
Lokasi: Lengora dan Rahadopi Pulau Kabaena. Lokasi: Lengora dan Rahadopi Pulau Kabaena. Luas: 8.062,5 Ha Luas: 8.062,5 Ha Cadangan: 2,5 milyar m3 Cadangan: 2,5 milyar m3 Komposisi Kimia: Komposisi Kimia:
SiO2=14,44%; CaO=27,05%; AI2O3=0,45%; Fe2O3=0,36%; MgO=7,95%. SiO2=14,44%; CaO=27,05%; AI2O3=0,45%; Fe2O3=0,36%; MgO=7,95%. Kabupaten Kolaka
Kabupaten Kolaka
Lokasi: Tamborasi, Ahilulu Lokasi: Tamborasi, Ahilulu Penyebaran: 105.748, 5 Ha Penyebaran: 105.748, 5 Ha Cadangan: 466 Milyar m3 Cadangan: 466 Milyar m3 Komposisi: Komposisi:
SiO2=10,80%; CaO=44,58%; AI2O3=3,04%; Fe2O3=0,16%; Na2O3=0,24%; SiO2=10,80%; CaO=44,58%; AI2O3=3,04%; Fe2O3=0,16%; Na2O3=0,24%; FeS2=0,36%; MgO=37,30%.
FeS2=0,36%; MgO=37,30%. Kabupaten Kolaka Utara Kabupaten Kolaka Utara
Lokasi: Batu Putih dan Ranteangin. Lokasi: Batu Putih dan Ranteangin. Kabupaten Konawe Selatan
Kabupaten Konawe Selatan Lokasi: Moramo, Wolasi. Lokasi: Moramo, Wolasi. Luas: 2.580 Ha (Moramo) Luas: 2.580 Ha (Moramo)
Cadangan: Terkira 4.000.000.000 m3 (Moramo). Cadangan: Terkira 4.000.000.000 m3 (Moramo). Kabupaten Buton Utara
Kabupaten Buton Utara
Lokasi: Labuan, Lanosangia dan Tomoahi. Lokasi: Labuan, Lanosangia dan Tomoahi. Penyebaran: 32.762 Ha
Penyebaran: 32.762 Ha
Cadangan: 16.493.500.000 m3 Cadangan: 16.493.500.000 m3
Komposisi: SiO2=5,32% ; CaO=59,44% ; Fe2O3=0,84% ;
Komposisi: SiO2=5,32% ; CaO=59,44% ; Fe2O3=0,84% ; MgO=1,61%.MgO=1,61%. Kabupaten Konawe Utara
Kabupaten Konawe Utara Lokasi: Lasolo dan Kokapi. Lokasi: Lasolo dan Kokapi. Luas: 1.870 Ha (Lasolo) Luas: 1.870 Ha (Lasolo)
Cadangan: Terkira 4.000.000.000 m3 (Lasolo) Cadangan: Terkira 4.000.000.000 m3 (Lasolo)
Potensi Marmer di Sulawesi Tengah Potensi Marmer di Sulawesi Tengah Kabupaten Banggai
Kabupaten Banggai
Lokasi: Kecamatan Luwuk Timur. Lokasi: Kecamatan Luwuk Timur. Kabupaten Morowali
Kabupaten Morowali
Lokasi: Desa Tinompo, Korowalelo dan Beteleme, Kecamatan Lembo, dan Desa Lokasi: Desa Tinompo, Korowalelo dan Beteleme, Kecamatan Lembo, dan Desa Didiri dan Bungintimbe Kecamatan Petasia.
Didiri dan Bungintimbe Kecamatan Petasia. Kabupaten Poso
Kabupaten Poso
Lokasi: Desa Sulewana, Ratodena dan Tonusu, Kecamatan Pamona Utara, Desa Lokasi: Desa Sulewana, Ratodena dan Tonusu, Kecamatan Pamona Utara, Desa Kilo, Kecamatan Poso Pesisir.
Kilo, Kecamatan Poso Pesisir. Kabupaten Tojounauna
Kabupaten Tojounauna
Lokasi: Desa Kabalo Kecamatan Tojo Lokasi: Desa Kabalo Kecamatan Tojo
Kecamatan Ampibabo, Perbukitan Parigi, Binangga, Parigimpu, dan Kecamtan Kecamatan Ampibabo, Perbukitan Parigi, Binangga, Parigimpu, dan Kecamtan Parigi Barat.
Potensi Marmer di Sulawesi Barat Potensi Marmer di Sulawesi Barat Kabupaten Mamuju
Kabupaten Mamuju
Lokasi: Kecamatan Budong-Budong Lokasi: Kecamatan Budong-Budong Cadangan: 500.000 ton
Cadangan: 500.000 ton
Potensi Marmer di Sulawesi Selatan Potensi Marmer di Sulawesi Selatan Kabupaten Barru
Kabupaten Barru
Cadangan: 100 juta ton Cadangan: 100 juta ton Kabupaten Bone Kabupaten Bone Cadangan: 10.000.000 ton Cadangan: 10.000.000 ton Kabupaten Enrekang Kabupaten Enrekang
Lokasi: Buntu Batu, Liang Bai Eran Batu, Asaan, dan Langisan Lokasi: Buntu Batu, Liang Bai Eran Batu, Asaan, dan Langisan Kabupaten Maros Kabupaten Maros Cadangan: 75.000.000.000 ton Cadangan: 75.000.000.000 ton Kabupaten Pangkep Kabupaten Pangkep Cadangan: 698.500.000 m2 Cadangan: 698.500.000 m2 Nusa tenggara Nusa tenggara
Potensi Marmer di Nusatenggara Timur Potensi Marmer di Nusatenggara Timur Kabupaten Manggarai
Kabupaten Manggarai
Lokasi: Sambi Rampas (Desa Nanga Mbaur) Lokasi: Sambi Rampas (Desa Nanga Mbaur) Luas/Sebaran: 12.500.000 m3
Luas/Sebaran: 12.500.000 m3
Potensi Marmer di Nusatenggara Barat Potensi Marmer di Nusatenggara Barat
Lokasi: Kabupaten Dompu, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Sumbawa Lokasi: Kabupaten Dompu, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Sumbawa Barat
Barat Papua Papua
Potensi Marmer di Papua Barat Potensi Marmer di Papua Barat Kabupaten Sorong Selatan Kabupaten Sorong Selatan
Lokasi: Tersebar di Distrik Sawiat, Ayamaru, Ayamaru Utara, dan
Lokasi: Tersebar di Distrik Sawiat, Ayamaru, Ayamaru Utara, dan Mare.Mare. Potensi Marmer di Papua
Potensi Marmer di Papua Kabupaten Jayawijaya Kabupaten Jayawijaya Lokasi: Kurulu
Lokasi: Kurulu
Cadangan: 350 juta ton Cadangan: 350 juta ton Maluku
Maluku
Potensi Marmer di Maluku Potensi Marmer di Maluku Lokasi : P. Seram G Nakaela
Lokasi : P. Seram G Nakaela ( Kec Taniwel), G Kasieh ( Kec. ( Kec Taniwel), G Kasieh ( Kec. Taniwel), GTaniwel), G Anuena ( P. Buano), G Keki ( P. Buano)
Anuena ( P. Buano), G Keki ( P. Buano) Kualitas :
Kualitas :
. G. Nakaela : Karbohidrat 76,8%, Lempung 19,7 % . G. Nakaela : Karbohidrat 76,8%, Lempung 19,7 %
. G. Anuena : Karbohidrat 86,6-92,3%, Lempung 6,3-12,3% . G. Anuena : Karbohidrat 86,6-92,3%, Lempung 6,3-12,3% . G. Keki : Karbohidrat 86,5-92,3%, Lempung 6,3-12,3% . G. Keki : Karbohidrat 86,5-92,3%, Lempung 6,3-12,3% Luas Cadangan : Luas Cadangan : . G. Nakaela : 3.733.000.000 ton . G. Nakaela : 3.733.000.000 ton . G. Kasieh : 1.047.600.000 ton . G. Kasieh : 1.047.600.000 ton . G. Anuena : 412.799.999 ton . G. Anuena : 412.799.999 ton . G. Keki : 11.200.000 ton . G. Keki : 11.200.000 ton
Keterangan : Penyelidikan Pendahuluan Keterangan : Penyelidikan Pendahuluan 2.4.
2.4. Kegunaan Marmer Kegunaan Marmer
Seperti yang kita ketahui Marmer adalah batuan yang keras/kuat dan indah, sehinga Seperti yang kita ketahui Marmer adalah batuan yang keras/kuat dan indah, sehinga banyak
banyak kegunaannya. kegunaannya. Penggunaan Penggunaan Marmer Marmer biasa biasa dikategorikan dikategorikan kepada kepada dua dua penampilanpenampilan yaitu tipe ordinario dan tipe staturio. Tipe ordinario biasanya digunakan untuk yaitu tipe ordinario dan tipe staturio. Tipe ordinario biasanya digunakan untuk pembuatan
pembuatan tempat tempat mandi, mandi, meja-meja, meja-meja, dinding dinding dan dan sebagainya, sebagainya, sedangka sedangka tipe tipe staturiostaturio sering dipakai untuk seni pahat dan patung
sering dipakai untuk seni pahat dan patung 2.5.
2.5. Proses Pengolahan Marmer Proses Pengolahan Marmer Tah
Tah ap ap PePenamnambangan bangan marmer marmer
Ini merupakan tahapan yang terberat dari proses pengolahan
Ini merupakan tahapan yang terberat dari proses pengolahan marmer,marmer, karena karena dalam dalam proses proses iniini harus keluar masuk hutan untuk mencari lokas
harus keluar masuk hutan untuk mencari lokasi marmer i marmer yang bagus, dan layak untuk dijadikanyang bagus, dan layak untuk dijadikan sebuah bahan baku. Layak disini dalam arti secara kwalitas, bahan yang ada disekitar lokasi sebuah bahan baku. Layak disini dalam arti secara kwalitas, bahan yang ada disekitar lokasi tersebut bisa dimanfaatkan untuk bahan baku lanta
tersebut bisa dimanfaatkan untuk bahan baku lantai marmer i marmer atau dinding. Penambangan iniatau dinding. Penambangan ini dilakukan dalam skala besar, biasanya hanya perusahaan-perusahaan yang besar saja yang bisa dilakukan dalam skala besar, biasanya hanya perusahaan-perusahaan yang besar saja yang bisa melakukan eksplorasi, dengan mempergunakan izin dari PERHUTANI setempat. Karena melakukan eksplorasi, dengan mempergunakan izin dari PERHUTANI setempat. Karena biasanya
dieksplorasi dalam bongkahan-bongkahan besar, dan juga bongkahan- bongkahan kecil, biasanya dieksplorasi dalam bongkahan-bongkahan besar, dan juga bongkahan- bongkahan kecil, biasanya disesuaikan dengan tujuan pembuatan bongkahan tersebut. Misalnya bongkahan untuk mej disesuaikan dengan tujuan pembuatan bongkahan tersebut. Misalnya bongkahan untuk mejaa marmer
marmer bulat biasanya bulat biasanya besar sekali, sampai besar sekali, sampai dengan luasan dengan luasan 1,5 M 1,5 M X 1,5 X 1,5 M X 1M X 1,5 M ,5 M .kalau untuk .kalau untuk tujuan pembuatan bahan baku prasasti PNPM biasa hanya berukuran kecil sekitar 50X70X40 tujuan pembuatan bahan baku prasasti PNPM biasa hanya berukuran kecil sekitar 50X70X40 CM saja
CM saja perbongkah.Yang terbesar perbongkah.Yang terbesar biasanya adalah biasanya adalah bahan baku bahan baku untuk meja untuk meja bilyard bilyard ukurannyaukurannya mencapai 2,25 M X 1,5 M X 1,5 M, ini biasanya satu truk FUSO hanya muat satu dua mencapai 2,25 M X 1,5 M X 1,5 M, ini biasanya satu truk FUSO hanya muat satu dua bongkahan
bongkahan saja. saja. Tingkat Tingkat kesulitan kesulitan yang yang tinggi tinggi akan akan berkembang berkembang jika jika faktor faktor cuaca cuaca tidak tidak mendukung, bisa saja kita membeli bongkahan
mendukung, bisa saja kita membeli bongkahan marmer marmer tanggal 5 Januari Misalnya, karenatanggal 5 Januari Misalnya, karena cuacanya hujan terus-terusan maka bahan baku baru bisa dikeluarkan dari hutan tanggal 10 cuacanya hujan terus-terusan maka bahan baku baru bisa dikeluarkan dari hutan tanggal 10 Januari.
Januari. Tahapan
Tahapan PePenggenggergajrgaj ian ian
Setelah proses penambangan bahan , tahapan selanjutnya adalah penggergajian bahan. Setelah proses penambangan bahan , tahapan selanjutnya adalah penggergajian bahan. Penggergajian ini dilakukan disebuah pabrik khusus untuk menggergaji balokan dan bongkahan Penggergajian ini dilakukan disebuah pabrik khusus untuk menggergaji balokan dan bongkahan marmer
marmer tersebut menjadi bahan-bahan setengah jadi. Biasanya dalam penggergajian ini telahtersebut menjadi bahan-bahan setengah jadi. Biasanya dalam penggergajian ini telah direncanakan untuk bahan kerajinan A, bahan kerajinan B , C, D dan seterusnya. Demikian juga direncanakan untuk bahan kerajinan A, bahan kerajinan B , C, D dan seterusnya. Demikian juga untuk pembuatan dinding
untuk pembuatan dinding marmer marmer dan lantadan lantai marmer,i marmer, setelah direncanakan balokan dan sebelumsetelah direncanakan balokan dan sebelum masuk pabrik penggergajian ini .
masuk pabrik penggergajian ini . Tah
Tah apan apan PePemolmoleessan an marmer.marmer.
Tahapan yang ketiga dalam proses pembuatan prasasti PNPM ini Tahapan yang ketiga dalam proses pembuatan prasasti PNPM ini adalah pemolesan bahan, hal ini dimaksudkan agar bahan adalah pemolesan bahan, hal ini dimaksudkan agar bahan prasasti
prasasti PNPM PNPM kita kita menjadi menjadi mengkilat mengkilat dan dan siap siap dikerjakan.dikerjakan. Proses ini juga dilakukan untuk menambal pori-por
Proses ini juga dilakukan untuk menambal pori-por i marmer i marmer dengan bahan resin dan katalist, sehingga pori-pori atau bahkan dengan bahan resin dan katalist, sehingga pori-pori atau bahkan lubang-lubang tersebut dapat tertutup rapi dan kelihatan seperti lubang-lubang tersebut dapat tertutup rapi dan kelihatan seperti alami.Dalam rangkaian pemolesan ini juga dilakukan penutupan alami.Dalam rangkaian pemolesan ini juga dilakukan penutupan pori-pori
pori-pori belakang belakang agar agar tampak tampak rapi rapi pula, pula, meskipun meskipun biasanyabiasanya banyak
banyak juga juga tukang tukang poles poles yang yang mengabaikan mengabaikan hal hal ini, ini, dandan dibiarkan tetap terbuka lebar seandainya ada lubang.
dibiarkan tetap terbuka lebar seandainya ada lubang. Tahapan Pengerjaan Prasasti
Tahapan Pengerjaan Prasasti
Tahapan ini adalah tahapan akhir dari rangkaian panjang Tahapan ini adalah tahapan akhir dari rangkaian panjang bagaimana
bagaimana pengrajin-pengrajin pengrajin-pengrajin kami kami membuat membuat sebuahsebuah prasasti.Dan
prasasti.Dan tahapan tahapan ini ini memerlukan memerlukan keahlian keahlian khusus khusus dalamdalam pengerjaannya,
pengerjaannya, biasanya biasanya dilakukan dilakukan oleh oleh tukang tukang pahat pahat atauatau Tukang Letter.
Tukang Letter.
Para pengrajian dan pekerja telah memiliki tradisi turun temurun tentang pengolahan Para pengrajian dan pekerja telah memiliki tradisi turun temurun tentang pengolahan batu-batuan
batu-batuan marmer.marmer. Tradisi pengolahanTradisi pengolahan marmer marmer Tulungagung adalah tradisiTulungagung adalah tradisi marmer marmer yang
yang tertua di Indonesia, tertua di Indonesia, sehingga jika anda berada disehingga jika anda berada dikawasan sebuah pabrik kawasan sebuah pabrik marmer marmer , diluar , diluar Jawa sekalipun, Tulungagung sudah sangat terkenal.