BAB III LPPD REVIEW IKK 2014 - Kumpulan data - OPEN DATA PROVINSI JAWA TENGAH

Teks penuh

(1)

D. INDIKATOR KINERJA KUNCI

1. TATARAN PENGAMBIL KEBIJAKAN (IKK II.1) a. Ketenteraman dan Ketertiban Umum Daerah;

Aspek Ketenteraman dan Ketertiban Umum Daerah ini penilaiannya

difokuskan pada 5 hal, yang masing-masing dilihat / diukur dari Indikator

Kinerja Kunci (IKK) yang berbeda.

Masing-masing fokus dan Indikator Kinerja Kunci (IKK) tersebut adalah

sebagai berikut :

FOKUS NO

IKK IKK CAPAIAN

Peraturan tentang

Ketertiban Penataan Ruang

1 Keberadaan Perda IMB Legal formalnya.

1. Peraturan Daerah Kota Semarang No.4 / 2011 ttg.

Retribusi Retribusi Perijinan tertentu.

2. Peraturan Daerah Kota Semarang No.5/ 2009 ttg.

Bangunan

Ada

2 - Jumlah rumah ber IMB sd. akhir Tahun 2014, sebanyak 190.146 unit.

- Jumlah seluruh rumah sd. akhir Tahun 2014, sebanyak 358.471 Unit.

58,04%

3 Keberadaan Perda RTRW

PERDA Nomor : 14 Tahun 2011 tentang RTRW Kota Semarang Tahun 2011 – 2031

Ada

- Perwal Nomor 1B tahun 2010 Tentang standar pelayanan publik Dinas kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Semarang

- PERDA Nomor : 13 Tahun 2009 tentang Retribusi Penerbitan Dokumen Kependudukan.

- SK Nomor : 474.4/490 Tahun 2011 tentang Pembebasan Biaya Retribusi Penerbitan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Di Kota Semarang. - Perda No. 2 Tahun 2012 tentang Retribusi Jasa

Umum

- Penduduk pada akhir tahun 2014, berjumlah = 1.741.824 Orang

- Perda Nomor 5 tahun 2014 tentang Penanganan Anak Jalanan, Gelandangan, dan Pengemis di Kota Semarang

Ada

Peraturan tentang Kebersihan Kota

8 • PERDA Nomor 6 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah

• PERDA Nomor 2 Tahun 2012 tentang Retribusi Jasa Umum di Kota Semarang

(2)

Fokus pertama pada aspek ini menunjukkan bahwa Kota Semarang telah melakukan pengaturan / regulasi kebijakan dalam bentuk Peraturan

Daerah yang memberikan kepastian hukum dalam pengurusan IMB (Ijin

Mendirikan Bangunan), yaitu dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4

Tahun 2011 tentang Retribusi Ijin Mendirikan Bangunan dan Peraturan

Daerah Kota Semarang nomor 5 Tahun 2009 tentang Bangunan. (IKK II.1 no.1). Adapun rumah ber IMB di Kota Semarang mempunyai rasio mencapai 58,04%.(IKK II.1 no.2).

Dalam sistem perencanaan pembangunan Daerah, dan untuk

meningkatkan ketertiban pembangunan, maka selain pengaturan melalui

IMB, juga diatur penataan ruang kota yang secara khusus diatur dengan

Peraturan Daerah, terakhir kali direvisi dengan Perda Nomor 14 Tahun 2011

tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Semarang Tahun 2011 –

2031.(IKK II.1 no.3)

Fokus kedua pada aspek berikutnyaadalahRegulasi dalam bidang kependudukan.Pengurusan KTP telah diatur dalam Peraturan Daerah Nomor

4 Tahun 2000, yang kemudiantelah diubah dengan Peraturan Daerah Nomor

13 Tahun 2009 tentang Retribusi Penerbitan Dokumen Kependudukan, Akta

Kelahiran, Akta Perkawinan, TBA Akta Kelahiran, TBA KTP dan Akta

Perceraian. Peraturan Daerah tersebut ditindaklanjuti dengan Keputusan

Walikota Semarang nomor 474.4/490 tahun 2011 tentang pembebasan biaya

retribusi penerbitan kartu tanda penduduk di Kota Semarang. Melalui

perubahan peraturan tersebut, telah dilakukan restrukturisasi pelayanan KTP

menjadi 1 (satu) hari dengan biaya gratis, serta diterbitkan pula Perda No. 2

Tahun 2012 tentang Restribusi Jasa Umum.(IKK II.1 no 4 dan 5)

Fokus Ketiga adalah dalam hal ketersediaan aparat Tramtibum, tercatat sebesar 230 orang personil Satpol PP per 10.000 penduduk. Jumlah

ini memang belum cukup memadai, namun mengingat berbagai keterbatasan

yang ada pada Pemerintah Kota, maka dalam rangka meningkatkan

efektivitas ketenteraman dan ketertiban umum, maka Pemerintah Kota

Semarang bekerja sama dengan jajaran kepolisian dan TNI sebagai bagian

dari aparatur negara. (IKK II.1 no.6)

Keberadaan PKL dan kebersihan lingkungan juga sangat berpengaruh

(3)

Nomor 11 Tahun 2000 tentang Pengaturan dan Pembinaan Pedagang Kaki

Lima dengan tujuan untuk mengatur agar tidak menimbulkan dampak sosial

yang merugikan masyarakat. Sedangkan untuk mengatur PSK telah diatur

Peraturan Daerah tentang Pemberantasan Pelacuran dijalan dalam Kota

Besar Semarang diubah dengan perda tanggal 25 Agustus 1971 tentang

Penutupan Rumah Tinggal Pelacuran. (IKK II.1 no.7)

Sementara itu, regulasimengenai kebersihan diatur dengan Peraturan

Daerah nomor 6 Tahun 1993 tentang Kebersihan dalam wilayah Kotamadya

Daerah Tingkat II Semarang serta telah diperbaharui dengan Peraturan

Daerah nomor 6 tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah (IKK II.1 no.8)

b. Keselarasan dan Efektivitas Hubungan Antara Pemerintahan Daerah dan Pemerintah, serta antara Pemerintahan Daerah Dalam Rangka Pengembangan Otonomi Daerah

Aspek ini penilaiannya difokuskan pada 4 hal, yang masing-masing

dilihat / diukur dari 1 (satu) Indikator Kinerja Kunci (IKK) yang berbeda.

Masing-masing fokus dan Indikator Kinerja Kunci (IKK) tersebut adalah

sebagai berikut :

FOKUS NO

IKK IKK CAPAIAN

Penyampaian Laporan Kepada Pemerintah

9 Bukti Pengiriman :

- LPPD Tahun 2013 disampaikan pada tanggal 27 Maret 2014 sesuai dengan Surat Walikota Semarang Nomor 130/1376 tanggal 27 Maret 2014

Tepat

Penyampaian Laporan Keuangan dan Kinerja

10 Bukti Pengiriman:

- Laporan Keuangan : Berita Acara Serah Terima LKPD Unaudited Kota Semarang TA 2013 Nomor 900/1401 pada tanggal 29 Maret 2014.

- Laporan Kinerja 2013 disampaikan pada tanggal 07-02-2014 sesuai Surat Pengantar Nomor 130/366 tanggal 07-02-2014

(4)

FOKUS NO

IKK IKK CAPAIAN

Implementasi Standar Pelayanan Minimal (SPM)

11 Urusan yang sudah diterapkan SPM nya berdasar pedoman yang diterbitkan oleh Pemerintah Urusan yang diterapkan oleh Pemda sebanyak 6 urusan, yang terdiri dari:

1) Urusan Wajib Pendidikan 2) Urusan Wajib Kesehatan 3) Urusan Wajib Lingkungan Hidup 4) Urusan Wajib Pemberdayaan Perempuan 5) Urusan Wajib Sosial

6) Urusan Wajib Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera

Tambahan urusan yang sudah dikeluarkan oleh Kementerian :

7) Urusan Wajib Pekerjaan Umum 8) Urusan Wajib Perumahan 9) Urusan Wajib Penataan Ruang

10) Urusan Wajib Perencanaan Pembangunan 11) Urusan Wajib Pemberdayaan Masyarakat 12) Urusan Wajib Perhubungan

13) Urusan Wajib Komunikasi Informasi

14) Urusan Wajib Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Perangkat Daerah, Kepegawaian dan Persandian

15) Urusan Wajib Kependudukan dan Capil

6 Urusan Wajib

Hubungan antar Daerah 12 Kerjasama dengan Daerah lain 100 LoI,MOU dan perjanjian

Pada Aspek ini yang menjadi Fokus pertama adalah penyampaian laporan kepada pemerintah. Penyampaian laporan penyelenggaraan

Pemerintahan ini telah diatur dengan berbagai Peraturan Pemerintah, baik

laporan penyelenggaraan program dan kegiatan maupun laporan

keuangannya. Dalam tahun 2014 Pemerintah Kota telah menyampaikan

laporan dimaksud sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Untuk LPPD

Tahun 2013 disampaikan pada tanggal 27 Maret 2014 sesuai dengan Surat

Walikota Semarang Nomor 130/1376 tanggal 27 Maret 2014. (IKK II.1 no.9)

Sedangkan penyampaian Laporan Keuangan Tahun 2013 telah

disampaikan pada tanggal 29 Maret 2014 sesuai Surat Pengantar Nomor

900/1401 tanggal 29 Maret 2014 dan Berita Acara Serah Terima LKPD

Unaudited Kota Semarang TA 2013 pada tanggal 29 Maret 2014 untuk

Laporan Keuangan Tahun 2013 (IKK II.1 no.10)

Untuk meningkatkan sinergitas program dan kegiatan penyelenggaraan

urusan pemerintahan antara Pemerintah Daerah dengan Pemerintah,

maupun dalam penyelenggaraan urusan dekonsentrasi dan tugas

pembantuan, maka keselarasan hubungan antara Pemerintah dengan

(5)

Pemerintah Kota Semarang adalah dengan mendorong SKPD untuk

menetapkan Standar Pelayanan Minimal dengan mengacu pada SPM yang

telah ditetapkan oleh Kementerian/Pimpinan LPND pada berbagai urusan.

Sebagai implementasi dari komitmen tersebut, SKPD telah menyusun

program dan kegiatan yang mendukung pencapaian SPM tersebut. (IKK II.1 no.11)

Sementara itu dalam rangka menjamin kelangsungan penyelenggaraan

pemerintahan dan pembangunan, hubungan kerjasama antar daerah menjadi

sangat penting. Oleh karena itu Pemerintah Kota Semarang senantiasa

menjalin hubungan kerjasama dengan daerah lain, baik dalam negeri

maupun luar negeri. Salah satu bentuk usaha kerjasama adalah dengan

penandatanganan MoU antar Daerah. Sampai dengan tahun 2014 terjadi

kesepakatan kerjasama sebanyak 100 MoU LoI, yang mencakup berbagai

bidang dan program. (IKK II.1 no.12)

c. Keselarasan antara Kebijakan Pemerintahan Daerah dengan Kebijakan Pemerintah

Aspek Keselarasan antara Kebijakan Pemerintahan Daerah dengan

Kebijakan Pemerintah ini penilaiannya difokuskan pada 6 hal, yang

masing-masing dilihat / diukur dari beberapa Indikator Kinerja Kunci (IKK) yang

berbeda, yaitu sebagai berikut :

FOKUS IKK NO IKK CAPAIAN

Sinkronisasi Pelaksanaan

pembangunan Nasional dan Daerah

13 - Prioritas pembangunan daerah pada RKPD yang mendukung prioritas pembangunan nasional 7 Program - Prioritas pembangunan nasional ada

sebanyak 11 program prioritas.

63,64 %

Kewenangan 14 Urusan Wajib yang diselenggarakan Daerah

Urusan wajib yang dilaksanakan pada Tahun 2014 (APBD) =26 urusan. Urusan Wajib (sesuai Perda Kota Semarang Nomor 5 Tahun 2008 tentang Urusan Pemerintah yang menjadi Kewenangan Pemerintah Daerah Kota Semarang)

(6)

FOKUS NO

IKK IKK CAPAIAN

Keuangan 15 Waktu Penetapan Perda APBD 2012 Apabila tepat :

Sebutkan dasar hukumnya

PERDA Nomor : 12 Tahun 2013 tetang APBD Kota Semarang Tahun Anggaran 2014.

(Paling lambat tanggal 23 Desember 2013)

Tepat waktu

16 Keberadaan PERDA tentang pengelolaan keuangan daerah berdasarkan PP 58/2005

Apabila ADA :

Sebutkan legal formalnya.

PERDA Nomor : 11 Tahun 2006 tentang pengelolaan keuangan daerah.

Ada

17 Belanja Pelayanan dasar APBD Tahun 2014

6 Urusan Wajib Sosial 26.799.922. 7 Urusan Wajib

18 Belanja Pendidikan dan Kesehatan

(7)

FOKUS NO

IKK IKK CAPAIAN

Pelayanan Publik 19 Keberadaan PERDA ttg Standar pelayanan Publik sesuai Peraturan Perundangan Dasar Hukum :

- Perwal 14B /2005 ttg Standar

Penyelenggaraan Pelayanan Publik Dinas Kebakaran;

- Perwal 14 C/2005 ttg Standar

Penyelenggaraan Pelayanan Publik Dinas Kebersihan;.

- Perwal 14 H/2005 ttg Standar

Penyelenggaraan Pelayanan Publik Dinas Pasar;.

- Perwal 14 I/2005 ttg Standar Penyelenggaraan Pelayanan Publik Kesbanglinmas;.

- Perwal 14 M/2005 ttg Standar Penyelenggaraan Pelayanan Dinas Kelautan dan Perikanan;.

- Perwal 14 N/2005 ttg Standar Penyelenggaraan Pelayanan Disnakertrans;.

- Perwal 14 O/2005 ttg Standar

Penyelenggaraan Pelayanan Publik Dinas Koprasi dan UKM;.

- Perwal 14 Q/2005 ttg Standar

Penyelenggaraan Pelayanan Publik Dinas Pendidikan;.

- Perwal 6/2005 ttg Standar

Penyelenggaraan Pelayanan PDAM;. - Perwal 19/2005 ttg Standar

Penyelenggaraan Pelayanan Publik Dinas Pertanian;.

- Perwal 20 /2005 ttg Standar Penyelenggaraan Pelayanan Publik DPKAD;.

- Perwal 22/2005 ttg Standar

Penyelenggaraan Pelayanan Publik Dinas Pariwisata dan Kebudayaan;.

- Perwal 1/2007 ttg Standar Penyelenggaraan Pelayanan Publik RSUD;.

- Perwal 1B/2010 ttg Standar Pelayanan Publik Dispenduk dan Capil;.

- Perwal 13 /2011 ttg Standar Pelayanan Publik BPPT;.

- Perwal 14 /2011 ttg Standar Pelayanan Publik DTKP;.

- Perwal 17/2011 ttg Standar Pelayanan Publik BKD;.

- Perwal 18/2011 ttg Standar Pelayanan Publik Bina Marga;.

- Perwal 4/2012 ttg Standar Pelayanan Publik Dishubkom info;

- Perwal 6/2012 ttg Standar Pelayanan Publik Satpol PP;.

- Perwal 7/2012 ttg Standar Pelayanan Publik Dinas Kesehatan;.

- Perwal 8/2012 ttg Standar Pelayanan Publik Disperindag;.

Ada

Kepegawaian 20 Jumlah PNS Kota tahun 2014 sebanyak 14.707 orang.

Jumlah penduduk Kota tahun 2014 sebanyak 1.761.414 orang.

0,83%

21 Sistem Informasi Kepegawaian Ada data base Kepegawaian yaitu (SIMPEG)

(8)

FOKUS NO

IKK IKK CAPAIAN

Kelembagaan 22 Penataan SKPD berdasar PP 41 / 2007 Rincian SKPD :

1) Bagian (Setda) = 13 unit 2) Dinas = 19 unit 3) Badan =9 unit 4) Kantor = 3 unit 5) Rumah Sakit =1 unit 6) Kecamatan/Distrik = 16 unit Jumlah SKPD = 61 unit

61 Unit

Dilihat dari sinkronisasi Pelaksanaan pembangunan Nasional dan

Daerah yang diukur dari indikator kesesuaian prioritas pembangunan, Kota

Semarang dalam menetapkan prioritas pembangunan mengacu pada

program dan kebijakan pembangunan nasional. Dari 11 program prioritas

pembangunan nasional, hampir seluruhnya dilaksanakan Pemerintah Kota

Semarang, kecuali 1 program yaitu penanganan daerah tertinggal, terdepan,

terluar dan pasca konflik. Program tersebut tidak dilaksanakan, mengingat

bahwa di wilayah Kota Semarang tidak ada yang masuk dalam kriteria

tersebut (IKK II.1 no.13)

Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2008, Pemerintah Kota

Semarang telah melaksanakan seluruh 26 urusan pemerintahan wajib yang

telah ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah tersebut atau sejumlah 100%

(IKK II.1 no. 14)

Sebagai upaya penunjang penyelenggaraan Pemerintahan Daerah

adalah ketersediaan anggaran yang harus dikelola sesuai dengan ketentuan

peraturan perundangan yang berlaku.Untuk kepentingan ini Pemerintah Kota

telah menerbitkan Peraturan Daerah nomor 1 tahun 2012 tentang APBD Kota

Semarang Tahun 2012 yang ditetapkan tanggal 31 Desember 2011 dan

Peraturan Daerah nomor 11 Tahun 2012 tentang Perubahan APBD Tahun

Anggaran 2012. (IKK II.1 no.15). Sedangkan dasar hukum pengelolaan keuangan di Pemerintah Kota Semarang adalahPeraturan Daerah Nomor 11

Tahun 2006 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.(IKK II.1 no.16).

Sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kota Semarang dalam

meletakkan prioritas pelayanan publik, maka Pemerintah Kota Semarang

mengalokasikan anggaran untuk belanja pelayanan dasar sebesar 65,36 %

(9)

kesehatan merupakan prioritas utama yang harus diberikan kepada

masyarakat.(IKK II.1 no.18)

Dalam memberikan pelayanan untuk masyarakat, Pemerintah Kota

Semarang telah menerbitkan Peraturan Walikota tentang Standar Pelayanan

Publik pada tahun 2005, 2007, 2010, 2011, dan 2012(IKK II.1 no.19).

Jumlah SKPD di Pemerintah Kota Semarang berdasarkan Peraturan

Pemerintah Nomor 41/2007 sebanyak 61 unit yang terdiri dari 13 Bagian di

Sekretariat Daerah, 1 Sekretariat DPRD, 19 Dinas, 9Badan, 3 Kantor, 1

RSUD, 2 Lembaga Teknis lainnya 2dan 16 Kecamatan.(IKK II.1 no.22)

dengan jumlah PNS sebesar 15.454 atau memiliki rasio sebesar 0,84%dari

jumlah penduduk Kota Semarang (IKK II.1 no.20). Data PNS tersebut, seluruhnya telah terekam dalam Sistem Informasi Kepegawaian (SIMPEG)

(IKK II.1 no.21).

d. Efektivitas Hubungan antara Pemerintah Daerah dengan DPRD

Aspek Efektivitas Hubungan antara Pemerintah Daerah dengan DPRD

ini penilaiannya difokuskan pada 2 (dua) hal, yaitu pertama, Produk

Peraturan perundangan, yang diukur dari indikator jumlah Peraturan Daerah

yang ditetapkan, dan yang kedua, Raperda yang diajukan pada tahun

berjalan, dengan indikator jumlah Rancangan Peraturan Daerah (Raperda)

yang disetujui oleh DPRD.

FOKUS NO

IKK IKK CAPAIAN

Produk Peraturan Perundangan 23 PERDA yang ditetapkan dalam Tahun 2014 sebanyak11Perda .

11 PERDA

Raperda yang diajukan tahun berjalan

24 - RAPERDA yang diusulkan tahun 2014, sebanyak 11RAPERDA. - RAPERDA yang disetujui DPRD

tahun 2014, sebanyak11PERDA.

100 %

Jumlah Perda yang ditetapkan pada tahun 2014 adalah sebanyak 11

Peraturan Daerah (Perda)(IKK II.1 no.23). Namun jika dilihat dari capaian kinerja, maka jumlah tersebut belum menunjukkan capaian 100 %, mengingat

jumlah Rancangan Peraturan Daerah yang dibahas adalah sebanyak 29

Raperda, namun hingga akhir tahun anggaran 2014 baru 11 Raperda atau

sebesar 41,37 %, yang disetujui oleh DPRD dan ditetapkan menjadi

Peraturan Daerah dan diundangkan dalam Lembaran Daerah Kota

(10)

e. Efektivitas Proses Pengambilan Keputusan oleh DPRD beserta Tindak Lanjut Pelaksanaan Keputusan

Aspek Efektivitas Proses Pengambilan Keputusan oleh DPRD beserta

Tindak Lanjut Pelaksanaan Keputusan ini penilainnya difokuskan pada

Keputusan DPRD yang ditindaklanjuti oleh Pemerintah Daerah, yang diukur

dari indikator Keputusan DPRD yang ditindak lanjuti oleh Pemerintah Daerah.

FOKUS NO

IKK IKK CAPAIAN

Keputusan DPRD yang

ditindaklanjuti 25 - Keputusan DPRD yang ditindaklanjuti oleh DPRD dalam tahun 2014, sebanyak 35 keputusan.

- Keputusan DPRD dalam tahun 2014, sebanyak 35 keputusan.

100%

Demikian halnya jika dilihat dari tindak lanjut dari keputusan yang telah

dihasilkan sebanyak 46 keputusan, semua ditindaklanjuti oleh Pemerintah

Daerah, mengingat keputusan yang telah ditetapkan dalam sidang paripurna

DPRD adalah keputusan bersama antara Pemerintah Daerah dan DPRD(IKK II.1 no.25).

f. Efektivitas Proses Pengambilan Keputusan oleh Kepala Daerah beserta Tindak Lanjut Pelaksanaan Keputusan

Aspek Efektivitas Proses Pengambilan Keputusan oleh Kepala Daerah

beserta Tindak Lanjut Pelaksanaan Keputusan ini penilaiannya difokuskan

pada 2 (dua) hal, yaitu pertama, Tindak lanjut Keputusan Walikota yang

diukur dari indikator jumlah keputusan Walikota yang ditindaklanjuti. Dan

kedua, Tindak Lanjut Peraturan Walikota, yang diukur dari indikator Peraturan

Walikota yang ditindaklanjuti.

FOKUS NO

IKK IKK CAPAIAN

Tindak lanjut Keputusan Walikota

26 - Keputusan Walikota tahun 2014,sebanyak 604 keputusan. - Keputusan Walikota tahun 2014 yang

ditindaklanjuti, sebanyak 604 keputusan.

100%

Tindak lanjut Peraturan Walikota

27 - Peraturan Walikota dalam tahun 2014, sebanyak 63PerWalikota. - Peraturan Walikota yang

ditindaklanjuti, sebanyak 63PerWalikota

100%

Baik Peraturan Walikota (Perwal) maupun Keputusan Walikota adalah

(11)

2014 adalah sebanyak 602 keputusan dan jumlah Peraturan Walikota yang

ditindaklanjuti pada tahun 2014 adalah sebanyak 63 peraturan. Oleh karena

itu setiap keputusan maupun peraturan yang telah ditetapkan harus dan

selalu ditindaklanjuti. Dengan kata lain tingkat capaian kinerja pada aspek ini

adalah sebesar 100 %(IKK II.1 no.26 dan 27).

g. Ketaatan Pelaksanaan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah pada Peraturan Perundang-Undangan

Aspek ini penilainnya difokuskan pada 1 (satu) hal, yaitu dari jumlah Perda

yang dibatalkan

FOKUS NO

IKK IKK CAPAIAN

Perda yang dibatalkan 28 Perda yang dibatalkan, 0 perda yang terdiri dari :

Perda yang dikirimkan untuk dievaluasi oleh Pemerintah sebanyak 14 Perda.

0%

Terkait dengan semua Perda yang sudah ditetapkan tidak ada satupun

yang dibatalkan oleh DPRD maupun oleh Pemerintah Provinsi dan

Pemerintah Pusat, baik karena inisiatif legislatif, eksekutif maupun oleh

masyarakat.Sedangkan jumlah Perda yang dikirim untuk dievaluasi oleh

Pemerintah sebanyak 14 Perda(IKK II.1 no.28).

h. Intensitas dan Efektivitas Proses Konsultasi Publik antara Pemerintahan Daerah dengan Masyarakat atas Penetapan Kebijakan Publik yang Strategis dan Relevan untuk Daerah

Aspek Intensitas dan Efektivitas Proses Konsultasi Publik antara

Pemerintahan Daerah dengan Masyarakat atas Penetapan Kebijakan Publik

yang Strategis dan Relevan untuk Daerah ini penilaiannya difokuskan pada 3

(tiga) hal, yang masing-masing dilihat / diukur dari 1 (satu) Indikator Kinerja

Kunci (IKK) yang berbeda.

Masing-masing fokus dan Indikator Kinerja Kunci (IKK) tersebut adalah

sebagai berikut :

FOKUS NO

IKK IKK CAPAIAN

Peraturan Daerah tentang Konsultasi Publik

29 - Perda atau Perwal Nomor 16 tahun 2011 tentang Tata Cara Pembentukan Peraturan Daerah (konsultasi publik)

- Peraturan Walikota (Perwal) No. 26 Tahun 2012 tentang Pedoman pengelolaan Informasi dan Dokumentasi di Lingkungan Pemerintah Kota Semarang

(12)

FOKUS NO

IKK IKK CAPAIAN

Media Informasi Pemda yang dapat diakses oleh Publik

30 Apabila ADA, Sebutkan Nama Medianya : - Peraturan Walikota (Perwal) No. 26 Tahun

2012.

- Leafleat PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dukumentasi ) di Lingkungan Pemkot Semarang.

- Website Kota

Semarangwww.semarang.go.id dengan SK Walikota Nomor 060/209 tahun 1999 tentang Sistem Informasi Manajemen Pemerintah Daerah Kodya Dati II Semarang

- SK. Walikota Nomor 481/6/694/2014 tentang Susunan Ke anggotaan PIP (Pusat Informasi Publik)

Ada

Pelaksanaan Konsultasi Publik yang diadakan DPRD dan Pemerintah

Kota Semarang adalah dalam rangka Penyusunan Peraturan Daerah

(Perda). Hal ini menunjukkan adanya komitmen bersama antara Pemerintah

Kota dengan DPRD sebagai representasi masyarakat Kota Semarang dalam

perumusan kebijakan penyelenggaraan Pemerintahan dan Pembangunan

serta pelayanan publik. Bahkan dalam pelaksanaannya, aturan tentang

konsultasi publik ini ditetapkan dengan Peraturan Daerah nomor 9 Tahun

2007 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Pembangunan Daerah, yang

didalamnya mengatur tentang mekanisme dan ketentuan-ketentuan

konsultasi publik. Selain itu Pemerintah Kota Semarang juga mengeluarkan

Peraturan Walikota (Perwal) No. 26 Tahun 2012 tentang Pedoman

pengelolaan Informasi dan Dokumentasi di Lingkungan Pemerintah Kota

Semarang(IKK II.1 no.29).

Sementara itu untuk meningkatkan hubungan dan komunikasi antara

Pemerintah Kota dengan Masyarakat, maka Pemerintah Kota menyediakan

berbagai media komunikasi yang dapat diakses dengan sangat mudah oleh

seluruh masyarakat, diantaranya dengan website www.semarang.go.id, KIM /

FIM, SMS get away, piye jal, pembentukan P5D, brosur dan leaflet informasi

Semarang, Media Semarang dan secara organisatoris informasi kepada

masyarakat dilakukan oleh Bagian Hubungan Masyarakat Sekretariat Derah

Kota Semarang. Hal ini dilakukan untuk mempermudah akses masyarakat

dalam menyampaikan aspirasi dan partisipasi dalam Pemerintahan dan

(13)

i. Transparansi dalam Pemanfaatan Alokasi, Pencairan dan Penyerapan DAU, DAK dan Bagi Hasil

Aspek Transparansi dalam Pemanfaatan Alokasi, Pencairan dan

Penyerapan DAU, DAK dan Bagi Hasil ini penilaiannya difokuskan pada 3

(tiga) hal, yang masing-masing dilihat / diukur dari 1 (satu) Indikator Kinerja

Kunci (IKK) yang berbeda.

Masing-masing fokus dan Indikator Kinerja Kunci (IKK) tersebut adalah

sebagai berikut :

FOKUS NO

IKK IKK CAPAIAN

Serapan Dana Perimbangan 31 Dana perimbangan yang terserap Tahun 2014 sebesar Rp.1.388.556.957.431,- Dana perimbangan yang direncanakan sesuai dengan APBD Tahun 2014 sebesar Rp.1.266.631.093.000,-

109,62 %

Alokasi Belanja pada APBD dari DAU

32 - Belanja langsung APBD tahun 2014, sebesar Rp 1.677.796.743.000,- - DAU Tahun 2014, sebesar Rp.

1.196.801.092-,

140,19 %

Alokasi Belanja pada APBD 33 - Total Belanja langsung Rp. 1.677.796.743.000 APBD tahun 2014, sebesar RP 2.910.150.160.000,- - Total Belanja APBD Tahun 2014, sebesar

Rp. 3.184.087.019.000,-

57,65%

Tingkatpenyerapan dana perimbangan mencapai 97,66% jika

dibandingkan dengan jumlah yang direncanakan(IKK II.1 no.31). Hal ini menunjukkan perencanaan yang baik sesuai dengan kapasitas, potensi dan

kemampuan Daerah. Demikian halnya dengan alokasi belanja publik yang

mencapai 74,93 % (IKK II.1 no.32) dibanding dengan alokasi yang ada pada Dana Alokasi Umum (DAU), artinya Dana Alokasi Umum yang diterima

dan teralokasi dalam APBD dapat didayagunakan secara maksimal sesuai

dengan peruntukannya.

Sedangkan jika dilihat secara menyeluruh dari APBD, maka alokasi

belanja langsung mencapai 58,24% (IKK II.1 no.33) dari total belanja APBD Kota Semarang tahun 2014.

j. Intensitas, Efektifitas dan Transparansi Pemungutan Sumber PAD dan Pinjaman / Obligasi Daerah

Aspek Ketenteraman dan Ketertiban Umum Daerah ini penilaiannya

difokuskan pada 1 (dua) hal, yang masing-masing dilihat / diukur dari1 (satu)

(14)

FOKUS NO IKK IKK CAPAIAN

Besaran Pendapatan Asli Daerah (PAD)

34 - PAD APBD (Realisasi) Tahun 2014, sebesar Rp 1.245.446.513.845,-

- Total Pendapatan dalam APBD (Realisasi) Tahun 2014, sebesar Rp.

3.248.293.653.157,-

37,92 %

Pendapatan Asli Daerah Kota Semarang Tahun 2014 adalah sebesar

Rp.750.117.662.397,-Besaran Pendapat Asli Daerah (PAD) ini mencapai

sebesar 28,62% jika dibandingkan dengan keseluruhan realisasi pendapatan

daerah Kota Semarang tahun 2014, yang mencapai sebesar Rp.

2.620.790.383.751,-(IKK II.1 no.34)

Pada Tahun Anggaran 2014 usaha peningkatan PAD difokuskan

melalui intensifikasi dan ekstensifikasi. Intensifikasi dilakukan dengan cara

mengembangkan sumber daya yang sudah dimiliki dengan tidak

memberatkan pada masyarakat. Untuk kegiatan ekstensifikasi,diantaranya

dengan mengidentifikasi dan menemukan obyek-obyek pajak/retribusi daerah

yang baru. Keberhasilan pencapaian target dibutuhkan upaya yang intensif

dari seluruh proses pemungutan pajak daerah, dimulai dari pendaftaran dan

pendataan obyek wajib pajak daerah sampai dengan pengawasan

penyetoran pajak daerah ke Kas Daerah.

k. Efektivitas Perencanaan, Penyusunan, Pelaksanaan Tata Usaha, Pertanggungjawaban dan Pengawasan APBD

Aspek EfektivitasPerencanaan, Penyusunan, Pelaksanaan Tata Usaha,

Pertanggungjawaban dan Pengawasan APBD ini penilaiannya difokuskan

pada 6 (enam) hal, yang masing-masing dilihat / diukur dari 1 (satu) Indikator

Kinerja Kunci (IKK) yang berbeda.

Masing-masing fokus dan Indikator Kinerja Kunci (IKK) tersebut adalah

sebagai berikut :

FOKUS NO IKK IKK CAPAIAN

Kewajaran laporan Keuangan (Lapkeu)

35 - Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI Tahun 2012, dengan opini: WTP (Wajar Tanpa Pengecualian)

- Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI Tahun 2013, dengan opini: WTP (Wajar Tanpa Pengecualian)

(15)

FOKUS NO IKK IKK CAPAIAN Besaran SILPA 36 - SILPA , Tahun 2014 sebesar

Rp1.203.702.493.489,- - Total Pendapatan dalam APBD

(Realisasi) Tahun 2014, sebesar Rp.3.284.293.653.157,-

36,65 %

Realisasi Belanja 37 - Realisasi Belanja Tahun 2014, sebesar Rp 2.961.976.689.386,-

- Total Anggaran Belanja dalam APBD Tahun 2014, sebesar Rp.

2.865.509.578.000,-

103,36 %

Pengawasan Inspektorat Kota 38 - Temuan BPK RI tahun 2013 tentang LHP. LKPD tahun 2012 sebanyak 12 temuan, dengan Jumlah Rekomendasi sebanyak 31 rekomendasi.

- Rekomendasi BPK RI yang telah ditindaklanjuti sampai dengan 2013 sebanyak 31 Rekomendasi, tersiri atas : - 13 telah sesuai dengan rekomendasi - 18 masih dalam proses

100%

Opini BPK terhadap Laporan Keuangan Daerah selama 2 tahun

terakhir adalah Wajar Dengan Pengecualian, hal ini dapat dimaknai bahwa

dalam pengelolaan keuangan Daerah Kota Semarang masih dalam koridor

kewajaran tanpa terjadi penyimpangan yang berarti(IKK II.1 no.35).

Besaran SILPA Kota Semarang adalah sebesarRp. 432.324.714.550,-

Besaran SILPA ini mencapai sebesar 16,49% jika dibandingkan dengan

keseluruhan realisasi pendapatan daerah Kota Semarang tahun 2014, yang

mencapai sebesar Rp. 2.620.790.383.751,-(IKK II.1 no.36).

SILPA pada dasarnya terdiri dari :

a. Over target PAD

b. Sisa lebih belanja gaji dan tunjangan

c. Efisiensi pelaksanaan APBD

d. Adanya sisa labih nilai kontrak hasil pelelangan pengadaaqn barang

e. Belanja yang tidak jadi dilaksanakan karena adanya berbagai

permasalahan, antara lain penetapan perubahan anggaran yang

ditetapkan pada awal bulan Nopember, sehingga program dan kegiatan

kurang cukup dalam menyelesaikannya karena ketentuan dan persyaratan

teknis.

Adapun Realisasi Belanja pada tahun 2014 sebesar

Rp.78.311.315.892,- Besaran ini mencapai 2% dibanding dengan Total

Anggaran Belanja sebesarRp. 2.418.386.486.000,- (IKK II.1 no.37)

Sehingga dengan demikian dapat dikatakan bahwa tingkat efisiensi

(16)

Salah satu faktor yang mendukung hal ini adalah karena Pemerintah

Kota Semarang memiliki komitmen yang tinggi terhadap koreksi maupun hasil

temuan pemeriksaan, untuk selalu ditindak lanjuti. Meskipun masih banyak

mengalami hambatan, namun tindak lanjut terhadap temuan tersebut di Kota

Semarang mencapai 100%, artinya semua temuan selalu ditindak lanjuti

dengan perbaikan dalam pengelolaan keuangan Daerah(IKK II.1 no.38).

l. Pengelolaan Potensi Daerah

Aspek Ketenteraman dan Ketertiban Umum Daerah ini penilainnya

difokuskan pada 2 (dua) hal, yaitu pertama, Peta Potensi Daerah, yang

diukur dari indikator kinerja kunci Rasio Realisasi PAD tahun 2014 terhadap

Potensi PAD. Dan kedua, Peningkatan PAD, yang diukur dari indikator

kinerja kunci Peningkatan PAD dibanding dengan tahun sebelumnya.

FOKUS NO

IKK IKK CAPAIAN

Peta Potensi Daerah 39 - Realisasi PAD Tahun 2014, sebesar Rp.1.245.446.513.845,-

- Potensi PAD pada RPJMD (khusus Tahun 2014) Rp.891.280.705.000,-

139,73%

Peningkatan PAD 40 - Total PAD pada Tahun 2014 sebesar Rp. 2.796.570.726.860,-

- Total PAD pada Tahun 2013 sebesar Rp. 2.533.676.148.799,-

110,37 %

Dilihat dari Rasio Realisasi PAD tahun 2014, maka dapat dihitung

bahwa capaian realisasi PAD tahun 2014 sebesar Rp.

604.057.125.000,-atau mencapai 113,17% dibanding dengan potensi yang tercatat pada APBD

Tahun 2014 sebesarRp. 631.317.018.562,- (IKK II.1 no.39), sehingga realisasi PAD melebihi dari target yang ditetapkan. Sedangkan jika dilihat

dari peningkatan PAD, maka sebenarnya sudah dijelaskan pada bagian

sebelumnya. Namun jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yaitu

tahun 2013 sebesar Rp.521.538.058.477,- maka pada tahun 2014 PAD Kota

Semarang mengalami peningkatan sebesar 49,484%. Hal ini salah satunya

karena pelaksanaan program intensifikasi dan ekstensifikasi pendapatan

(17)

m. Terobosan / Inovasi Baru dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah

Aspek Terobosan / Inovasi Baru dalam Penyelenggaraan Pemerintahan

Daerah ini penilaiannya difokuskan pada 3 (tiga) hal, yang masing-masing

dilihat / diukur dari 1 (satu) Indikator Kinerja Kunci (IKK) yang berbeda.

Masing-masing fokus dan Indikator Kinerja Kunci (IKK) tersebut adalah

sebagai berikut :

FOKUS NO

IKK IKK CAPAIAN

Penghargaan 41 1. Juara I Jambore JKN Tingkat Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

2. Rekor MURI Penyuluhan Serentak tentang Kesehatan di 177 kelurahan kota Semarang. 3. Tenaga Kefarmasian Pengelola Obat

Berprestasi Tingkat Nasional

4. Penghargaan Utama Lomba Krenova Provinsi Jawa Tengah dengan temuan “Dispenser Tenaga Matahari”, dan sebagai penemu Andika Jaka Saputra Dkk, Pelajar SMKN 7 Semarang.

5. Penghargaan Labdhakretya Anugrah Iptek Kreativitas – Inovasi Masyarakat Tingkat Nasional dengan temuan “Emergency Power Plan ALBATEC Teknologi (Energi listrik nyaman dan ramah lingkungan), sebagai penemu Bp. Albasori, S.Pd Pengajar SMKN 7 Semarang.

6. Penghargaan Utama Lomba Krenova Provinsi Jawa Tengah dengan temuan “Dispenser Tenaga Matahari”, dan sebagai penemu Andika Jaka Saputra Dkk, Pelajar SMKN 7 Semarang

7. Penghargaan Labdhakretya Anugrah Iptek Kreativitas – Inovasi Masyarakat Tingkat Nasional dengan temuan “Emergency Power Plan ALBATEC Teknologi (Energi listrik nyaman dan ramah lingkungan), sebagai penemu Bp. Albasori, S.Pd Pengajar SMKN 7 Semarang.

8. Penghargaan Piala Wahana Tata Nugraha tahun 2014 dari Kementrian Perhubungan Republik Indonesia di bidang angkutan umum dan lalu lintas kategori Kota Metropolitan bersama Kota Palembang dan Bandung 9. Anugerah Adipura sebagai Kota Metropolitan

terbersih.

10. Piagam penghargaan Earth Hour City Challenge 2014, yang diselenggarakan WWF (World Wildlife Fund Internasional) pada 27

(18)

FOKUS NO

IKK IKK CAPAIAN

Maret 2014

11. Kota Semarang mendapatkan penghargaan di tingkat Internasional yaitu Earth Hour City Callenge (EHCC) pada kategori National Earth Hour Capital 2014 di Vauncouver Kanada. Kompetisi di bidang pelestarian lingkungan itu diselenggarakan oleh World Wildlife Fund Internasional (WWF). Dari sekitar 160 kota di 14 negara yang mengikuti kompetisi tersebut, Kota Semarang satu-satunya kota di Indonesia yang memenangkan kategori tersebut bersama 12 kota lainnya)

12. Penghargaan Sekolah Adiwiyata Nasional yang diberikan kepada sekolah yang dinilai berjasa dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup, seperti :

13. Penghargaan Kalpataru Sebagai Pembina Lingkungan Hidup Tahun 2014 Tingkat Propinsi Jawa Tengah kepada Dr. dr. Budi Laksono, MHSc

14. Penghargaan Kalpataru Sebagai Perintis Lingkungan Hidup Tahun 2014 Tingkat Propinsi Jawa Tengah kepada Marheno Jayanto

15. Penghargaan Kalpataru Sebagai Perintis Lingkungan Hidup Tahun 2014 Tingkat Propinsi Jawa Tengah kepada Sri Ismiyati 16. Penghargaan Kalpataru Sebagai Perintis

Lingkungan Hidup Tahun 2014 Tingkat Propinsi Jawa Tengah kepada Ika Yudha Kurniasari, SKM

17. Sertifikasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 untuk pelayanan di Bidang Pencatatan Sipil pada tahun 2014 18. Pakarti Utama II tingkat Nasional ,yaitu

penghargaan sebagai pelaksana terbaik dalam pencegahan KDRT Tingkat Nasional

diserahkan oleh Menteri Dalam Negeri kepada Walikota Semarang di Jakarta

(19)

FOKUS NO

IKK IKK CAPAIAN

21. Penghargaan untuk Bp. Hendrar Prihadi sebagai "Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Perusahaan 2014" dari Kementerian Tenaga kerja dan Transmigrasi RI yang diserahkan langsung oleh

Menakertrans Muhaimin Iskandar pada tanggal 26 Mei 2014

22. Tanda Kehormatan Satyalancana

Pembangunan Bidang Koperasi diserahkan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada Walikota Semarang Bp. HENDRAR PRIHADI pada peringatan Hari Koperasi Nasional ke-67 tingkat Nasional yang dilaksanakan di Kota Medan, Sumatera Utara, 12 Juli 2014.

23. Penghargaan Satyalancana Wira Karya dan Bhakti Koperasi & UKM pada peringatan Hari Koperasi Nasional ke-67 tingkat Nasional yang dilaksanakan di Kota Medan, Sumatera Utara, 12 Juli 2014 diserahkan oleh Menteri Koperasi dan UMKM Republik Indonesia kepada Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Kota Semarang. 24. Pada Tahun 2014 BPPT mempertahankan

Sertifikasi ISO 9001 – 2008 untuk proses pelayanan 29 perijinan.

25. SINDO GOVERNMENT AWARD tahun 2014 tentang Pelayanan Publik Tingkat Nasional. 26. Nominee Investment Award Penyelenggara

Pelayanan Terpadu Satu Pintu di Bidang Penanaman Modal (PTSP-PM) Kota terbaik tahun 2014 Tingkat Nasional.

27. Juara Nasional Tradisi Lesan 28. Juara 1 Atletik PON Remaja

29. Juara I Lomba Seleksi Pramuka Garuda Tingkat Nasional

30. Kejurda Atletik Remaja Tingkat Jawa Tengah perolehan medali 6 emas, 2 perak, dan 2 perunggu

31. Juara I SMP sederajat Liga Pendidikan Indonesia (LIPIO) Tingkat Jawa Tengah 32. Juara Umum I SD sederajat Pekan Olahraga

Pelajar Daerah (POPDA) Tingkat Jawa Tengah

33. Juara Umum I SMP sederajat Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Tingkat Jawa Tengah

34. Juara Umum I SMA sederajat Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Tingkat Jawa Tengah

(20)

FOKUS NO

IKK IKK CAPAIAN

tengah

36. Juara I Kelompok SMA Lomba Tata Upacara Bendera/ Baris Berbaris Tingkat Jawa Tengah 37. Juara I dan Juara Favorit Lomba Band

Pemuda dalam rangka Hari Sumpah Pemuda ke 86 Tahun 2014 tingkat Jawa tengah di Wonogiri

38. Juara I Lomba Seleksi Pramuka Garuda Tingkat Propinsi Jateng

39. Juara I Bidang Binawasa Lomba Administrasi Kwarcab Tingkat Jawa Tengah

40. Juara I dan Juara Umum Lomba Dewan Kerja Cabang Pramuka Tingkat Jawa Tengah 41. Juara I Putra dan Juara I Putri Pesta Siaga

Binwil Tingkat Jawa Tengah

42. Juara I Jambore Saka Kalpataru Lomba LKTI Tingkat Jawa Tengah.

43. Pada tahun 2014 Pemerintah Kota Semarang mendapatkan Juara ketiga Lomba Defile dalam rangka Hari Ulang Tahun Satuan Polisi Pamong Praja Tingkat Provinsi Jawa Tengah di Magelang.

44. Raihan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK untuk Laporan Keuangan 2013.

45. Tanda Kehormatan Satyalencana Karya Bhakti Praja Nugraha kepada Walikota Semarang Bp. HENDRAR PRIHADI pada tanggal 25 April 2014.

46. Peringkat I Pemerintah Daerah Kota Terbaik dari Kementerian Dalam Negeri dalam Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (EKPPD) yang diberikan dalam rangka HUT Otonomi Daerah tanggal 25 April 2014. 47. Penghargaan Gratifikasi Award katagori

Laporan Terbaik Pemerintah Daerah dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diterimakan bersamaan dengan Hari Peringatan Anti Korupsi pada tanggal 9 Desember 2014 di UGM Yogyakarta. 48. Penghargaan Kota Peduli Hak Asasi Manusia

(HAM). Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna Hamonangan Laoly Pemerintah Kota Semarang di Graha Pengayoman

Kementerian Hukum dan HAM Jakarta pada Rabu, 10 Desember 2014

(21)

FOKUS NO

IKK IKK CAPAIAN

Sambiroto Kec. Tembalang)

51. Juara II Tingkat Provinsi Jawa Tengah Lomba Kegiatan Karangtaruna (Kelurahan

Lempongsari Kec. Semarang Selatan) 52. Penghargan Mitra Strategis Pemilu kategori

Lembaga dari KPU Pusat. Penghargaan tersebut diserahkan Wapres Jusuf Kalla di Hall Ecovention Ecopark Ancol, Taman Impian Jaya Ancol Jakarta pada Rabu, 17 Desember 2014.

53. Juara III kategori stan terbaik dalam Pameran Produk Unggulan dan Potensi Daerah Tingkat Provinsi Jawa Tengah tanggal 21-22 Juni 2014 di Anjungan Jawa Tengah Taman Mini Indonesia Indah.

54. Juara I Lomba Pelaksana Terbaik Posyandu Tingkat Jawa Tengah, penghargaan deserahkan oleh Wagub Jawa Tengah pada tanggal 24 Desember 2014, di Pendopo Pemkab. Kendal

55. Badan Publik terbaik Se Jawa Tengah pada Penghargaan Komisi Informasi Jateng Award 2014 sebagai, penghargaan ini diserahkan pada malam penganugerahan hasil pemeringkatan badan publik terbaik se-Jawa Tengah, di Kusuma Sahid Prince Hotel, Solo, Minggu pada tanggal 16 November 2014 56. Penghargaan Adicipta Lokatara Pratama dari

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yaitu untuk pengelolaan rumah pintar yang diserahkan dalam rangka hari Pendidikan Nasional 2014 pada tanggal 20 Mei 2014 57. Akreditasi ‘B’ Perpustakaan Umum dari

Perpustakaan Nasional RI.

58. Penghargaan atas peran aktif Pemerintah Kota Semarang dalam promosi pembudayaan kegemaran membaca di wilayah kerjanya, termasuk pelaksanaan road show

perpustakaan pada tanggal 6 September 2014 dan tanggal 2 Desember 2014 dari

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia 59. Juara III Tk. Nasional. Gebyar Wisata Budaya

Nusantara

60. Juara II Tk. Provinsi Jawa Tengah Apresiasi POKDARWIS

61. Juara I Putra Tk. Provinsi Jawa Tengah Pemilihan Duta Pramuka Pariwisata 62. Stand Pameran Terbaik Festifal Desa Wisata 63. Juara Busana Terbaik Duta Wisata Jawa

Tengah.

(22)

FOKUS NO

IKK IKK CAPAIAN

Provinsi Jawa Tengah, atas nama kelompok Istiqomah;

65. Juara III lomba ikan hias tingkat Provinsi Jawa Tengah, atas nama kelompok APPIHIS. 66. Penghargaan Kota Tertib Ukur. Penghargaan

ini diberikan oleh Dirjen Standarisasi dan Perlindungan Konsumen Kementerian Perdagangan di halaman Gedung Lawang Sewu pada tanggal 20 November 2014. 67. Penghargaan KADIN AWARD 2014 (Kepala

Daerah Kinerja Terbaik untuk Pengembangan Dunia Usaha). Penghargaan diserahkan langsung oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bersama Ketua Kadin Jateng Kukrit Suryo Wicaksono di Hotel Oaktree, Semarang, Rabu tanggal 26 November 2014

Pengadaan Barang dan Jasa

42 Apabila ADA

Sebutkan Penerapan E-procurement mulai operasi pada bulan Nopember tahun 2010

Ada Perwal Nomor 27 tahun 2010 Penerapan ULP pada Bulan Juni 2011

Perwal nomor 7A tahun 2011 tentang Unit Layanan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Kota Semarang tanggal 1 Maret 2011

Ada

Daya Saing Daerah 43 Persetujuan ijin pada Tahun 2014, sebanyak :4,450 ijin 4.450 ijin investasi

Selama tahun 2014 terdapat 67 penghargaan yang diterima oleh Pemerintah Kota Semarang yaitu :

1. Juara I Jambore JKN Tingkat Jawa Tengah dan Daerah Istimewa

Yogyakarta.

2. Rekor MURI Penyuluhan Serentak tentang Kesehatan di 177 kelurahan kota

Semarang.

3. Tenaga Kefarmasian Pengelola Obat Berprestasi Tingkat Nasional

4. Penghargaan Utama Lomba Krenova Provinsi Jawa Tengah dengan

temuan “Dispenser Tenaga Matahari”, dan sebagai penemu Andika Jaka

Saputra Dkk, Pelajar SMKN 7 Semarang.

5. Penghargaan Labdhakretya Anugrah Iptek Kreativitas – Inovasi Masyarakat

Tingkat Nasional dengan temuan “Emergency Power Plan ALBATEC

Teknologi (Energi listrik nyaman dan ramah lingkungan), sebagai penemu

Bp. Albasori, S.Pd Pengajar SMKN 7 Semarang.

6. Penghargaan Utama Lomba Krenova Provinsi Jawa Tengah dengan

(23)

7. Penghargaan Labdhakretya Anugrah Iptek Kreativitas – Inovasi Masyarakat

Tingkat Nasional dengan temuan “Emergency Power Plan ALBATEC

Teknologi (Energi listrik nyaman dan ramah lingkungan), sebagai penemu

Bp. Albasori, S.Pd Pengajar SMKN 7 Semarang.

8. Penghargaan Piala Wahana Tata Nugraha tahun 2014 dari Kementrian

Perhubungan Republik Indonesia di bidang angkutan umum dan lalu lintas

kategori Kota Metropolitan bersama Kota Palembang dan Bandung

9. Anugerah Adipura sebagai Kota Metropolitan terbersih.

10. Piagam penghargaan Earth Hour City Challenge 2014, yang

diselenggarakan WWF (World Wildlife Fund Internasional) pada 27 Maret

2014

11. Kota Semarang mendapatkan penghargaan di tingkat Internasional yaitu

Earth Hour City Callenge (EHCC) pada kategori National Earth Hour Capital

2014 di Vauncouver Kanada. Kompetisi di bidang pelestarian lingkungan itu

diselenggarakan oleh World Wildlife Fund Internasional (WWF). Dari sekitar

160 kota di 14 negara yang mengikuti kompetisi tersebut, Kota Semarang

satu-satunya kota di Indonesia yang memenangkan kategori tersebut

bersama 12 kota lainnya)

12. Penghargaan Sekolah Adiwiyata Nasional yang diberikan kepada sekolah

yang dinilai berjasa dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup, seperti :

a. SDN Sarirejo

b. SDN Srondol Wetan 02

c. SDN Padangsari 02

d. SD Katolik Sang Timur

e. SDI Al Azhar 29 BSB

f. SMPN 33 Semarang

13. Penghargaan Kalpataru Sebagai Pembina Lingkungan Hidup Tahun 2014

Tingkat Propinsi Jawa Tengah kepada Dr. dr. Budi Laksono, MHSc

14. Penghargaan Kalpataru Sebagai Perintis Lingkungan Hidup Tahun 2014

Tingkat Propinsi Jawa Tengah kepada Marheno Jayanto

15. Penghargaan Kalpataru Sebagai Perintis Lingkungan Hidup Tahun 2014

Tingkat Propinsi Jawa Tengah kepada Sri Ismiyati

16. Penghargaan Kalpataru Sebagai Perintis Lingkungan Hidup Tahun 2014

(24)

17. Sertifikasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 untuk pelayanan di

Bidang Pencatatan Sipil pada tahun 2014

18. Pakarti Utama II tingkat Nasional ,yaitu penghargaan sebagai pelaksana

terbaik dalam pencegahan KDRT Tingkat Nasional diserahkan oleh Menteri

Dalam Negeri kepada Walikota Semarang di Jakarta

19. Juara I PIK Remaja kategori TEGAR se- Jawa Tengah Tahun 2014 ,

penyerahan piala oleh Wagub Jawa Tengah .

20. Juara harapan I PIK Remaja Tingkat Nasional Tahun 2014 penyerahan

piala oleh Kepala BKKBN Pusat

21. Penghargaan untuk Bp. Hendrar Prihadi sebagai "Pembina Keselamatan

dan Kesehatan Kerja (K3) Perusahaan 2014" dari Kementerian Tenaga

kerja dan Transmigrasi RI yang diserahkan langsung oleh Menakertrans

Muhaimin Iskandar pada tanggal 26 Mei 2014

22. Tanda Kehormatan Satyalancana Pembangunan Bidang Koperasi

diserahkan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada

Walikota Semarang Bp. HENDRAR PRIHADI pada peringatan Hari

Koperasi Nasional ke-67 tingkat Nasional yang dilaksanakan di Kota

Medan, Sumatera Utara, 12 Juli 2014.

23. Penghargaan Satyalancana Wira Karya dan Bhakti Koperasi & UKM pada

peringatan Hari Koperasi Nasional ke-67 tingkat Nasional yang

dilaksanakan di Kota Medan, Sumatera Utara, 12 Juli 2014 diserahkan oleh

Menteri Koperasi dan UMKM Republik Indonesia kepada Kepala Dinas

Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Kota Semarang.

24. Pada Tahun 2014 BPPT mempertahankan Sertifikasi ISO 9001 – 2008

untuk proses pelayanan 29 perijinan.

25. SINDO GOVERNMENT AWARD tahun 2014 tentang Pelayanan Publik

Tingkat Nasional.

26. Nominee Investment Award Penyelenggara Pelayanan Terpadu Satu Pintu

di Bidang Penanaman Modal (PTSP-PM) Kota terbaik tahun 2014 Tingkat

Nasional.

27. Juara Nasional Tradisi Lesan

28. Juara 1 Atletik PON Remaja

29. Juara I Lomba Seleksi Pramuka Garuda Tingkat Nasional

(25)

31. Juara I SMP sederajat Liga Pendidikan Indonesia (LIPIO) Tingkat Jawa

Tengah

32. Juara Umum I SD sederajat Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA)

Tingkat Jawa Tengah

33. Juara Umum I SMP sederajat Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA)

Tingkat Jawa Tengah

34. Juara Umum I SMA sederajat Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA)

Tingkat Jawa Tengah

35. Juara Umum III Kejurda Karate Tingkat Jawa tengah

36. Juara I Kelompok SMA Lomba Tata Upacara Bendera/ Baris Berbaris

Tingkat Jawa Tengah

37. Juara I dan Juara Favorit Lomba Band Pemuda dalam rangka Hari Sumpah

Pemuda ke 86 Tahun 2014 tingkat Jawa tengah di Wonogiri

38. Juara I Lomba Seleksi Pramuka Garuda Tingkat Propinsi Jateng

39. Juara I Bidang Binawasa Lomba Administrasi Kwarcab Tingkat Jawa

Tengah

40. Juara I dan Juara Umum Lomba Dewan Kerja Cabang Pramuka Tingkat

Jawa Tengah

41. Juara I Putra dan Juara I Putri Pesta Siaga Binwil Tingkat Jawa Tengah

42. Juara I Jambore Saka Kalpataru Lomba LKTI Tingkat Jawa Tengah.

43. Pada tahun 2014 Pemerintah Kota Semarang mendapatkan Juara ketiga

Lomba Defile dalam rangka Hari Ulang Tahun Satuan Polisi Pamong Praja

Tingkat Provinsi Jawa Tengah di Magelang.

44. Raihan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK untuk Laporan

Keuangan 2013.

45. Tanda Kehormatan Satyalencana Karya Bhakti Praja Nugraha kepada

Walikota Semarang Bp. HENDRAR PRIHADI pada tanggal 25 April 2014.

46. Peringkat I Pemerintah Daerah Kota Terbaik dari Kementerian Dalam

Negeri dalam Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah Daerah

(EKPPD) yang diberikan dalam rangka HUT Otonomi Daerah tanggal 25

April 2014.

47. Penghargaan Gratifikasi Award katagori Laporan Terbaik Pemerintah

Daerah dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diterimakan

bersamaan dengan Hari Peringatan Anti Korupsi pada tanggal 9 Desember

(26)

48. Penghargaan Kota Peduli Hak Asasi Manusia (HAM). Penghargaan ini

diserahkan langsung oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna Hamonangan

Laoly Pemerintah Kota Semarang di Graha Pengayoman Kementerian

Hukum dan HAM Jakarta pada Rabu, 10 Desember 2014

49. Juara III lomba kelurahan Tingkat Provinsi Jawa Tengah (Kelurahan

Sumurboto Kec. Banyumanik)

50. Juara III Lomba Pemanfaatan Hasil Toga Tingkat Provinsi Jawa Tengah

(Kelurahan Sambiroto Kec. Tembalang)

51. Juara II Tingkat Provinsi Jawa Tengah Lomba Kegiatan Karangtaruna

(Kelurahan Lempongsari Kec. Semarang Selatan)

52. Penghargan Mitra Strategis Pemilu kategori Lembaga dari KPU Pusat.

Penghargaan tersebut diserahkan Wapres Jusuf Kalla di Hall Ecovention

Ecopark Ancol, Taman Impian Jaya Ancol Jakarta pada Rabu, 17 Desember

2014.

53. Juara III kategori stan terbaik dalam Pameran Produk Unggulan dan Potensi

Daerah Tingkat Provinsi Jawa Tengah tanggal 21-22 Juni 2014 di Anjungan

Jawa Tengah Taman Mini Indonesia Indah.

54. Juara I Lomba Pelaksana Terbaik Posyandu Tingkat Jawa Tengah,

penghargaan deserahkan oleh Wagub Jawa Tengah pada tanggal 24

Desember 2014, di Pendopo Pemkab. Kendal

55. Badan Publik terbaik Se Jawa Tengah pada Penghargaan Komisi Informasi

Jateng Award 2014 sebagai, penghargaan ini diserahkan pada malam

penganugerahan hasil pemeringkatan badan publik terbaik se-Jawa

Tengah, di Kusuma Sahid Prince Hotel, Solo, Minggu pada tanggal 16

November 2014

56. Penghargaan Adicipta Lokatara Pratama dari Menteri Pendidikan dan

Kebudayaan yaitu untuk pengelolaan rumah pintar yang diserahkan dalam

rangka hari Pendidikan Nasional 2014 pada tanggal 20 Mei 2014

57. Akreditasi ‘B’ Perpustakaan Umum dari Perpustakaan Nasional RI.

58. Penghargaan atas peran aktif Pemerintah Kota Semarang dalam promosi

pembudayaan kegemaran membaca di wilayah kerjanya, termasuk

pelaksanaan road show perpustakaan pada tanggal 6 September 2014 dan

tanggal 2 Desember 2014 dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

(27)

61. Juara I Putra Tk. Provinsi Jawa Tengah Pemilihan Duta Pramuka Pariwisata

62. Stand Pameran Terbaik Festifal Desa Wisata

63. Juara Busana Terbaik Duta Wisata Jawa Tengah.

64. Juara III lomba budidaya rumput laut tingkat Provinsi Jawa Tengah, atas

nama kelompok Istiqomah;

65. Juara III lomba ikan hias tingkat Provinsi Jawa Tengah, atas nama

kelompok APPIHIS.

66. Penghargaan Kota Tertib Ukur. Penghargaan ini diberikan oleh Dirjen

Standarisasi dan Perlindungan Konsumen Kementerian Perdagangan di

halaman Gedung Lawang Sewu pada tanggal 20 November 2014.

67. Penghargaan KADIN AWARD 2014 (Kepala Daerah Kinerja Terbaik untuk

Pengembangan Dunia Usaha). Penghargaan diserahkan langsung oleh

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bersama Ketua Kadin Jateng Kukrit

Suryo Wicaksono di Hotel Oaktree, Semarang, Rabu tanggal 26 November

2014 (IKK II.1 no.41)

Sedangkan dalam rangka transparansi dan akuntabilitas pengadaan barang dan jasa, Pemerintah Kota Semarang sejak Nopember 2010 telah membentuk ULP (unit layanan pengadaan) barang dan jasa dimana telah menggunakan e-procurement dalam prosesnya. (IKK II.1 no.42) Hal ini sesuai dengan Peraturan Walikota Semarang Nomor 27 Tahun 2010Tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Secara Elektronik

Disamping itu dalam peningkatan daya saing daerah, maka aspek investasi menjadi bagian penting.

(28)

2. TATARAN PELAKSANAKEBIJAKAN (IKK II.2)

a. Kebijakan Teknis Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan

Aspek Kebijakan Teknis Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan ini penilaian kinerjanya difokuskan pada 2 (dua) hal, yaitu Program Nasional yang dilaksanakan oleh SKPD, dengan Indikator Kinerja Kunci (IKK) Rasio Jumlah Program Nasional yang dilaksanakan oleh SKPD. Dan Kesesuaian dengan Kebijakan Teknis yang ditetapkan oleh pemerintah, dengan Indikator Kinerja Kunci (IKK) Keberadaan Standar Operasional Prosedur (SOP). a) Program Nasional yang dilaksanakan oleh SKPD

b) Kesesuaian dengan Kebijakan Teknis yang ditetapkan pemerintah cq. Kementerian LPNK

Sebagai bagian dari sistem penyelenggaraan pemerintahan Nasional, Pemerintah Kota Semarang dalam melaksanakan kebijakan selalu berorientasi dan berpedoman pada ketentuan dan peraturan perundangan yang berlaku, dengan tujuan agar tidak terjadi penyimpangan dalam implementasinya. Oleh karena itu dalam pelaksanaannya ditetapkan Standar Operasional Prosedur, yang ditetapkan baik dengan Peraturan Daerah, Peraturan Walikota, Keputusan Walikota maupun dengan Keputusan Kepala SKPD yang terkait.

b. Ketaatan Terhadap Peraturan Perundangan-undangan.

Aspek Ketaatan terhadap Peraturan Perundang-undangan ini pengukuran kinerjanya difokuskan pada jumlah Perda yang harus dilaksanakan SKPD menurut Peraturan Menteri (Permen), dengan Indikator Kinerja Kunci (IKK) Rasio jumlah Perda pelaksanaan yang ada terhadap Perda yang harus dilaksanakan menurut Peraturan Menteri (Permen). Sehingga dengan demikian tingkat capaian pada indikator ini mencapai 100 %.

c. Penataan Kelembagaan Daerah

Aspek Penataan Kelembagaan Daerah ini pengukuran kinerjanya difokuskan pada Pengisian Struktur Jabatan dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 41 Tahun 2007, dengan Indikator Kinerja Kunci (IKK) Rasio Struktur Jabatan dan eselonering yang terisi, serta keberadaan jabatan fungsional dalam struktur organisasi SKPD.

(29)

Hal ini disebabkan karena terjadinya pergeseran dan perubahan struktur organisasi serta adanya pejabat yang purna tugas, sehingga memerlukan penyiapan secara lebih matang dalam penempatan pejabat sesuai dengan eselon dan fungsi organisasi.

Sementara itu jika dilihat dari indikator keberadaan jabatan fungsional dalam struktur organisasi SKPD, sesuai Peraturan Daerah tersebut, Struktur Organisasi Perangkat Daerah Kota Semarang semua terdapat struktur jabatan fungsional. Namun belum semua dapat terisi mengingat hal ini juga sangat tergantung dengan ketetapan mengenai jabatan fungsional itu sendiri.

d. Pengelolaan Kepegawaian Daerah

Aspek Pengelolaan Kepegawaian Daerah ini pengukuran kinerjanya difokuskan pada Tingkat Kompetensi SDM dalam menyelenggarakan tugas SKPD yang relevan dengan Urusan terkait, dengan Indikator Kinerja Kunci (IKK) meliputi (1) Rasio PNS Kota, (2) Pejabat yang telah memenuhi persyaratan pendidikan dan latihan kepemimpinan, dan (3) Pejabat yang telah memenuhi persyaratan kepangkatan.

Jumlah PNS di Kota Semarang pada tahun 2014 adalah 14.707 orang yang terbagi dalam 33 SKPD dan 16 Kecamatan.

e. Perencanaan pembangunan Daerah

Aspek Perencanaan Pembangunan Daerah pengukuran kinerjanya dilihat dari 4 (empat) fokus, dengan masing-masing 1 (satu) Indikator Kinerja Kunci (IKK) yang berbeda. Empat fokus dan Indikator Kinerja Kunci tersebut adalah sebagai berikut :

a) Kelengkapan dokumen perencanaan pembangunan yang dimiliki SKPD, dengan indikator kinerja kunci (IKK): Keberadaan dokumen perencanaan pembangunan di setiap SKPD, seperti Renstra SKPD, Renja SKPD dan RKA SKPD

b) Sinkronisasi program Renja SKPD dengan Program RKPD, dengan indikator kinerja kunci (IKK) : Jumlah program RKPD yang diakomodir dalam Renja SKPD;

c) Sinkronisasi program RKA SKPD dengan Renja SKPD, dengan indikator kinerja kunci (IKK) : Jumlah program Renja RKPD yang diakomodir dalam RKA SKPD;

d) Perencanaan Pelaksanaan Program dan Anggaran, dengan indikator kinerja kunci (IKK) : Jumlah program Renja SKPD yang diakomodir dalam RKA SKPD.

(30)

Jika dilihat dari keberadaan dokumen perencanaan pembangunan di setiap SKPD, maka dapat dikatakan 100 % SKPD memiliki dokumen perencanaan mengingat hal ini merupakan salah satu ketetapan yang ditentukan untuk mengukur kinerja program maupun kegiatan SKPD.

Sinkronisasi program Renja SKPD menunjukkan bahwa secara umum Renja yang disusun oleh SKPD telah mengakomodir program-program yang ditetapkan dalam RKPD. Hanya sedikit SKPD yang belum sepenuhnya mengakomodir program yang ada dalam RKPD, masih ada program yang belum terakomodir, hal ini mengingat kapasitas, dan urgensitas program yang memang belum merupakan prioritas yang mendesak.

Demikian halnya dengan sinkronisasi program RKA SKPD dengan Renja SKPD, secara keseluruhan telah dilakukan sinkronisasi dan RKA yang disusun berdasar pada Renja masing-masing SKPD.

f. Pengelolaan Keuangan Daerah

Aspek Pengelolaan Keuangan Daerah ini pengukuran kinerjanya dilihat dari 4 (empat) fokus, dengan masing-masing Indikator Kinerja Kunci (IKK) yang berbeda, yaitu :

a) Alokasi Anggaran, dengan Indikator Kinerja Kunci (IKK) : Alokasi anggaran SKPD terhadap total belanja APBD

b) Besaran belanja modal, dengan Indikator Kinerja Kunci (IKK) : Belanja modal terhadap totasl belanja SKPD;

c) Besaran belanja pemeliharaan, dengan Indikator Kinerja Kunci (IKK) : (1) Total belanja pemeliharaan dari total belanja barang dan jasa dan (2) Total belanja pemeliharaan dari total belanja SKPD.

d) Laporan Keuangan SKPD, dengan Indikator Kinerja Kunci (IKK) : Keberadaan laporan keuangan SKPD (LRA, Neraca, CALK)

g. Pengelolaan Barang Milik Daerah

Aspek Pengelolaan Barang Milik Daerah ini pengukuran kinerjanya dilihat dari 2 (tiga) fokus, dengan masing-masing 1 (satu) indikator kinerja kunci (IKK) yang berbeda, yaitu :

a) Manajemen aset SKPD, dengan indikator kinerja kunci (IKK) : Keberadaan inventarisasi barang atau aset SKPD;

b) Penggunaan aset oleh SKPD, dengan indikator kinerja kunci (IKK) : Jumlah aset yang tidak digunakan oleh SKPD

(31)

kewajiban untuk membuat daftar inventarisasi barang atau aset yang ada di dalam SKPD-nya masing-masing sebagai bahan kelengkapan pelaksanaan kegiatan. Salah satu bentuk aktivitas ini adalah adanya kartu inventaris barang yang harus disediakan di setiap SKPD

Inventarisasi aset di masing-masing SKPD tidak ada pemisahan

dengan urusan yang dikerjakan, menjadi satu kesatuan dengan SKPDnya. Adapuninventaris barang atau aset pada masing-masing SKPD dan terhimpun pada Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Semarang baik berupa kartu inventaris barang antara lain tanah, mesin, bangunan, aset tetap dan konstruksi, arsip Simbada, sertifikat/surat tanah serta surat kendaraan bermotor.

Inventarisasi dilakukan sebanyak 6 bulan sekali, 1 tahun sekali dan 5 tahunan (sensus).Dari aset tersebut hanya sebagian kecil saja yang tidak dipergunakan oleh SKPD karena dalam kondisi rusak/tidak layak pakai.

h. Pemberian Fasilitasi Terhadap Partisipasi Masyarakat

Aspek Pengelolaan Barang Milik Daerah ini pengukuran kinerjanya dilihat dari 2 (dua) fokus, dengan masing-masing 1 (satu) indikator kinerja kunci (IKK) yang berbeda, yaitu :

a) Bentuk-bentuk fasilitas / prasarana partisipasi masyarakat, dengan indikator kinerja kunci (IKK) : Jumlah fasilitas / prasarana informasi, seperti papan pengumuman, pos pengaduan, leaflet, mobil keliling, pengumuman di media massa.

b) Responsivitas terhadap partisipasi masyarakat, dengan indikator kinerja kunci (IKK) : keberadaan survey kepuasan masyarakat.

Bentuk fasilitas / prasarana partisipasi masyarakat pada setiap SKPD tentu saja berbeda-beda kebutuhannya, mengingat tidak semua SKPD selalu berhubungan langsung dengan masyarakat. Namun secara umum sarana dan fasilitas tersebut senantiasa tersedia dan disediakan oleh Pemerintah Kota semarang, baik berupa papan pengumuman, leaflet, booklet, media massa dan media elektronik, website, mobil keliling.

(32)

3. TINGKAT CAPAIAN KINERJA PENYELENGGARAAN URUSAN WAJIB DAN URUSAN PILIHAN (IKK II.3)

URUSAN WAJIB

1. Urusan Pendidikan

Capaian kinerja penyelenggaraan Urusan Pendidikan diukur dari 14 (empat belas) Indikator Kinerja Kunci (IKK), yang secara umum dapat dikatakan bahwa pada tahun 2014, capaian kinerja pada urusan ini mengalami peningkatan dibandingkan dengan capaian pada tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa Pemerintah Kota Semarang memiliki komitmen yang tinggi dan menempatkan urusan pendidikan sebagai prioritas dalam penyelenggaraan Pemerintahan dan pembangunan Daerah.

Secara rinci capaian pada masing-masing indikator tersebut adalah sebagai berikut :

NO

IKK INDIKATOR KINERJA KUNCI (IKK)

CAPAIAN

1 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) 58,95%

2 Penduduk yang berusia > 15 tahun melek huruf 99,96%

3 Angka Partisipasi Murni (APM) SD/MI/Paket A 91,90%

4 Angka Partisipasi Murni (APM) SMP/MTs/Paket B 82,97%

5 Angka Partisipasi Murni (APM) SMA?SMK/MA/Paket C 83,67%

6 Angka Putus Sekolah (APS) SD/MI 0,03%

7 Angka Putus Sekolah (APS) SMP/MTs 0,09 %

8 Angka Putus Sekolah (APS) SMA/SMK/MA 0,38%

9 Angka Kelulusan (AL) SD/MI 99,98%

10 Angka Kelulusan (AL) SMP/MTs 98,42 %

11 Angka Kelulusan (AL) SMA/SMK/MA 99,87 %

12 Angka Melanjutkan (AM) dari SD/MI ke SMP/MTs 104,27%

13 Angka Melanjutkan (AM) dari SMP/MTs ke SMA/SMK/MA 118,51%

14 Guru yang memiliki Kualifikasi S-1/D-IV 81,07%

2. Urusan Kesehatan

Capaian kinerja pada penyelenggaraan Urusan Kesehatan diukur dari 8 (delapan) Indikator Kinerja Kunci (IKK), dengan tingkat capaian yang

meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Secara rinci capaian pada masing-masing Indikator Kinerja Kunci tersebut

(33)

NO

IKK INDIKATOR KINERJA KUNCI (IKK) CAPAIAN

15 Cakupan Komplikasi Kebidanan yang ditangani 100%

16 Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan yang memiliki Kompetensi Kebidanan

97,87%

17 Cakupan Desa / Kelurahan Universal Child Immunization (UCI) 100 %

18 Cakupan Balita Gizi Buruk mendapat Perawatan 100 %

19 Cakupan Penemuan dan Penanganan Penderita Penyakit TBC dan TBA 104,2 %

20 Cakupan Penemuan dan Penanganan Penderita Penyakit DBD 100 %

21 Cakupan Pelayanan Kesehatan Rujukan Pasien Masyarakat Miskin 73,27 %

22 Cakupan Kunjungan Bayi 98,89 %

3. Urusan Lingkungan Hidup

Capaian kinerja pada penyelenggaraan Urusan Lingkungan Hidup diukur dari 4 (empat) Indikator Kinerja Kunci (IKK).

Secara rinci, capaian pada masing-masing indikator tersebut adalah sebagai

berikut :

a) Penanganan Sampah, dari volume sampah yang ditangani sebesar 4179

m3 dari jumlah produksi sampah yang dihasilkan sebesar 4917 m3 atau sebesar 85 %(IKK II.3 no 23).

b) Cakupan Pengawasan terhadap Pelaksanaan AMDAL, dari 135 perusahaan yang wajib AMDAL, sudah semuanya (100 %) dilakukan

pengawasan dalam pengelolaan lingkungan(IKK II.3 no 24).

Adapun jumlah pasar yang ada di Kota Semarang sebanyak 50 pasar dan kriteria pasar yang tergolong baik sejumlah 46 pasar dengan capaian kinerja sebesar 92%.

c) Tempat Pembuangan Sampah (TPS) per satuan Penduduk, yang dilihat dari daya tampung TPS dibandingkan dengan jumlah penduduk (produksi sampah). Pada indikator ini capaian kinerja sebesar 1,386per 1000 penduduk (IKK II.3 no 25).

d) Penegakan Hukum Lingkungan merupakan suatu hal yang wajib dilakukan, hal ini dapat dilihat dari kasus lingkungan yang dapat diselesaikan. Dalam tahun 2014 terdapat 34 kasus lingkungan, dan semuanya (100%) dapat terselesaikan dengan baik(IKK II.3 no 26).

4. Urusan Pekerjaan Umum

Capaian kinerja pada penyelenggaraan Urusan Pekerjaan Umum diukur dari

3 (tiga) Indikator Kinerja Kunci (IKK). Pada tahun 2014, capaian kinerja pada

(34)

a) Panjang Jalan Kota dalam Kondisi Baik, dari keseluruhan jalan kota

sepanjang 2.690 km, 1.482.416km diantaranya atau sebesar 55,10 %

berada dalam kondisi baik dan sedangserta terawat(IKK II.3 no 27).

b) Luasan irigasi dalam kondisi baik tercatat sebesar 1.709 dari total

keseluruhan panjang irigasi sepanjang 2.339 dengan capaian 73,06%

(IKK II.3 no. 28)

c) Rumah Tangga bersanitasi, dari keseluruhan rumah tangga yang tercatat

sebanyak 436.237, yang sudah memenuhi standar sanitasi mencapai

371.448atau sebesar 85,15 %(IKK II.3 no 29).

d) Kawasan Kumuh, harus diakui bahwa di Kota Semarang masih terdapat

kawasan yang masuk dalam kategori kumuh, hal ini terjadi karena

berbagai macam faktor yang kadang masih sulit untuk dikendalikan.

Namun upaya mengeliminir kawasan ini selalu dilakukan, diantaranya

melalui penataan kawasan. Dari 37.370,Ha luas wilayah Kota Semarang,

masih terdapat kurang lebih 459,65 Ha wilayah yang masuk dalam

kategori kumuh, atau sebesar 1,23 %(IKK II.3 no 30).

5. Urusan Tata Ruang

Capaian Kinerja Urusan Tata Ruang pada Tahun 2014 sebagaimana

Indikator Kinerja Kunci yang ditetapkan yaitu prosentase perbandingan

antara luas ruang terbuka hijau dengan luas wilayah ber-HPL/HGB adalah

52,290% dengan perhitungan 19.541 Ha dibagi luas wilayah sebesar 37.370

Ha(IKK II.3 no 31).

6. Urusan Perencanaan Pembangunan

Capaian Kinerja Urusan Perencanaan Pembangunan pada Tahun 2014

secara garis besar dapat dikatakan “baik” hal ini dapat dilihat dari beberapa

capaian Indikator Kinerja Kunci sebagai berikut :

a) Tersedianya / adanya dokumen RPJPD yang telah ditetapkan dalam

Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2010(IKK II.3 no 32).

b) Tersedianya / adanya dokumen RPJMD yang telah ditetapkan dalam

Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2011 tentang Rencana

Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RJPMD) Kota Semarang

(35)

c) Tersedianya / adanya dokumen RKPD yang telah ditetapkan dalam

Peraturan Walikota Nomor 12 Tahun 2012 tentang Rencana Kerja

Pemerintah Daerah Kota Semarang tahun 2013(IKK II.3 no 34).

d) Terjabarkannya Program RPJMD ke dalam RKPD dimana perbandingan

antara program RKPD dengan program yang harus dilaksanakan pada

Tahun 2014 sesuai RPJMD adalah mencapai100 %(IKK II.3 no 35). Hal ini dikarenakan Kota Semarang telah memiliki Sistem Informasi

Perencanaan Daerah (SIMPERDA) yang dikelola oleh Bappeda.

7. Urusan Perumahan

Capaian kinerja Urusan Perumahan pada Tahun 2011 sebagaimana Indikator

Kinerja Kunci yang telah ditetapkan adalah sebagai berikut :

a) Rumah tangga pengguna air bersih mencapai 91,999 % dengan

perhitungan rumah tangga pengguna air bersih yaitu 400.369

dibandingkan dengan jumlah seluruh rumah tangga yaitu 435.184 (IKK II.3 no 36)

b) Lingkungan permukiman kumuh mencapai 1,1 % dengan perhitungan

adanya 415.83 luas lingkungan permukiman kumuh dibanding luas

wilayah kota yaitu 37.370,39(IKK II.3 no 37)

c) Rumah layak huni mencapai 90,48 % dengan perhitungan banyaknya

jumlah rumah layak huni sebanyak 324.407dibanding jumlah seluruh

rumah di wilayah Kota Semarang yaitu 358.523(IKK II.3 no 38)

8. Urusan Kepemudaan dan Olah Raga

Capaian kinerja Urusan Kepemudaan dan Olahraga pada Tahun 2014

dengan Indikator Kinerja Kunci Keberadaan Gelanggang / balai remaja dan

lapangan olahraga adalah sebagai berikut :

a) Gelanggang atau balai remaja yang dimiliki Kota Semarang (selain milik

swasta) mencapai 0,21% dengan perhitungan 368 gelanggang

dibandingkan dengan jumlah penduduk sebesar 1.741.824 dikalikan

1000 (IKK II.3 no 39).

b) Lapangan olahraga mencapai 0,78% dengan perhitungan adanya 1365

lapangan olahraga dibandingkan jumlah penduduk yaitu

1.741.824dikalikan 1000(IKK II.3 no 40).

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Outline : URUSAN WAJIB