BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Bentuk Penelitian
Bentuk penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan
kualitatif. Menurut Zuriah (2006:47) penelitian dengan menggunakan metode deskriptif
adalah penelitian yang diarahkan untuk memberikan gejala-gejala, fakta-fakta, atau kejadian
secara sistematis dan akurat mengenai sifat populasi atau daerah tertentu. Dalam penelitian
deskriptif ini cenderung tidak perlu mencari dan menguji hipotesis. Data yang dikumpulkan
adalah berupa kata-kata, gambar, dan bukan angka-angka.
3.2 Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian ini dilakukan pada Ermina 2 Net yang berada di Jalan STM
Lubukpakam.
3.3 Informan Penelitian
Informan adalah seseorang yang secara lengkap dan mendalam mengetahui informasi
tentang situasi atau kondisi latar penelitian. Menurut Suryanto (2005:172), informan
penelitian terdiri dari beberapa macam, yaitu:
1. Informan Kunci (Key Informan), yaitu mereka yang mengetahui dan memiliki
berbagai informasi pokok yang diperlukan dalam penelitian.
2. Informan Utama, yaitu mereka yang terlibat secara langsung dalam interaksi sosial
3.4 Definisi Konsep
Konsep adalah istilah dan definisi yang digunakan untuk menggambarkan secara
abstrak kejadian, keadaan, kelompok atau individu yang menjadi pusat penelitian ilmu sosial
(Singarimbun 1995:33). Adapun konsep dari penelitian ini adalah:
1. Strategi
Strategi merupakan suatu alat untuk mencapai tujuan. Alat analisis yang sesuai untuk
merumuskan strategi tersebut adalah analisis SWOT. Analisis SWOT didasarkan pada
logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (strength) dan peluang (opportunity) dan
secara bersamaan dapat meminimalkan kelamahan (weakness) dan ancaman (threats).
2. Persaingan
Persaingan merupakan suatu bentuk usaha yang dilaksanakan supaya mendapatkan
kemenangan atau mendapatkan posisi yang lebih baik tanpa harus terjadi benturan
fisik atau konflik. Persaingan (kompetisi) dalam suatu komunitas dapat
dikelompokkan menjadi dua jika dilihat dari asalnya yakni persaingan yang berasal
dari dalam populasi jenis itu sediri yang disebut intraspesifik dan persaingan yang
berasal dari luar populasi tersebut yang disebut ekstraspesifik.
Dalam dunia persaingan usaha dikenal dengan dinamika persaingan yang berarti
perubahan-perubahan yang terjadi terhadap persaingan yang terjadi pada perusahaan
dalam memperebutkan pelanggan pada periode-periode tertentu. Untuk itu setiap
perusahaan perlu memperhatikan dinamika yang terjadi agar mereka bisa mengikuti
persaingan supaya tidak mengalami kekalahan dalam kompetisi di pasar.
3. Warnet
Warung Internet (warnet) adalah salah satu jenis wirausaha yang menyewakan jasa
3.5 Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan beberapa
metode yaitu sebagai berikut:
1. Teknik pengumpulan data primer, merupakan teknik pengumpulan data yang
dilakukan secara langsung dari sumber daya (tidak melalui perantara). Pengumpulan
data primer tersebut dilakukan dengan cara sebagai berikut:
a) Wawancara, yaitu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan mengajukan
pertanyaan-pertanyaan langsung kepada pihak-pihak yang terkait yaitu pemilik
dan karyawan setiap warnet yang ingin diteliti.
b) Observasi, yaitu teknik pengumpulan data dengan mengamati secara langsung
objek penelitian dengan mencatat gejala-gejala yang ditemukan di lapangan untuk
melengkapi data-data yang diperlukan dalam penelitian.
2. Teknik pengumpulan data sekunder, merupakan teknik pengumpalan data yang
dilakukan melalui pengumpulan kepustakaan yang dapat mendukung data primer.
Adapun pengumpulan data sekunder yang dilakukan adalah:
a) Studi kepustakaan, yaitu pengumpulan data yang diperoleh dari berbagai literatur
seperti buku-buku, jurnal, artikel, dan majalah yang memiliki relevansi dengan
masalah yang diteliti.
b) Studi dokumentasi, yaitu pengumpulan data dengan menggunakan
catatan-catatan, foto, ataupun benda lainnya yang berkaitan dengan objek penelitian.
3.6 Teknik Analisis Data
Analisis SWOT dapat menggambarkan secara jelas bagaimana peluang dan ancaman
eksternal yang dihadapi perusahaan dapat disesuaikan dengan kekuatan dan kelemahan yang
dimilikinya. (Freddy Rangkuti, 2009:31). Analisis SWOT adalah identifikasi berbagai faktor
logika yang dapat memaksimalkan strengths dan opportunities, namun secara bersamaan
dapat meminimalkan weaknesses dan threats. Strength,weakness, opportunity, dan threat
merupakan faktor-faktor strategis perusahaan yang perlu dianalisis dalam kondisi yang ada
pada saat ini. Hal ini disebut pula analisis situasi dengan model analisis SWOT.
3.6.1 Melakukan Perumusan IFAS
Setelah melakukan identifikasi faktor-faktor strategis internal, maka faktor-faktor
strategi internal tersebut disusun dalam rangka Strength dan Weakness. Tahapannya adalah
1. Tentukan faktor-faktor yang menjadi kekuatan dan kelemahan perusahaan pada kolom
1.
2. Beri bobot masing-masing faktor tersebut dengan skala mulai dari 1,0 (paling penting)
sampai 0,0 (tidak penting), berdasarkan pengaruh faktor-faktor tersebut dalam
perusahaan (semua bobot tersebut jumlahnya tidak boleh melebihi skor 1,0).
3. Hitung rating (dalam kolom 3) untuk masing-masing faktor memberikan skala mulai
dari 4 (outstanding) sampai dengan 1 (poor), berdasarkan pengaruh faktor tersebut
terhadap kondisi perusahaan yang bersangkutan. Variabel yang bersifat positif (semua
yang termasuk kategori kekuatan) diberi nilai mulai dari +1 sampai dengan +4 (sangat
baik) dengan membandingkannya dengan rata-rata industry atau pesaing utama.
Sedangkan variabel yang bersifat negatif, kebalikannya.
4. Kalikan bobot pada kolom 2 dengan rating pada kolom 3 untuk memperoleh faktor
pembobotan dalam kolom 4. Hasilnya berupa skor pembobotan untuk masing-masing
faktor yang nilainya bervariasi mulai dari 4,0 (outstanding) hingga 1,0 (poor).
5. Jumlahkan skor pembobotan (pada kolom 4), untuk memperoleh total skor
pembobotan bagi perusahaan yang bersangkutan. Nilai total ini menunjukkan
bagaimana perusahaan tertentu beraksi terhadap faktor-faktor strategis internalnya.
Kekuatan Utama : 4
Bukan Kekuatan Utama : 3
Bukan Kelemahan Utama : 2
Kelemahan Utama : 1
Nilai bobot untuk kekuatan yang bersifat positif diberikan sesuai dengan faktor
strategis yang paling menonjol atau besar kecilnya faktor kekuatan tersebut dibandingkan
dengan faktor strategis lainnya. Sedangkan untuk nilai bobot kelemahan yang bersifat negatif
diberikan dengan caran kebalikan dari kekuatan yang mana jika kelemahannya dibawah
rata-rata diberi nilai 4, tetapi jika kelemahannya diatas rata-rata-rata-rata diberi nilai 1.
Tabel 3.1
Matriks IFAS
Faktor-faktor
internal (1)
Bobot (2) Rating (3) Bobot x rating
(4)
Kekuatan
Kelemahan
Total
Sumber: Freddy Rangkuti, 2009:25
3.6.2 Melakukan Perumusan EFAS
Berikut ini cara-cara penentuan faktor strategi eksternal:
1. Susunlah dalam kolom 1 (5 sampai dengan 10 peluang dan ancaman)
2. Beri bobot masing masing faktor dalam kolom 2, mulai dari 1,0 (sangat penting) hingga
0,0 (tidak penting). Faktor-faktor tersebut kemungkinan dapat memberikan dampak
3. Hitung rating (dalam kolom 3) untuk masing-masing faktor dengan memberikan skala
mulai dari 4 (outstanding) sampai dengan 1 (poor) berdasarkan pengaruh faktor tersebut
terhadap kondisi perusahaan yang bersangkutan. Pemberian nilai rating untuk faktor
peluang bersifat positif (peluang yang semakin besar diberi rating +4, tetapi jika
peluangnya kecil, diberi rating +1). Pemberian nilai rating ancaman adalah sebaliknya.
Misalnya, jika nilai ancamannya sangat besar, ratingnya adalah 1. Sebaliknya, jika nilai
ancamannya kecil maka ratingnya adalah 4.
4. Kalikan bobot pada kolom 2 dengan rating pada kolom 3 untuk memperoleh faktor
pembobotan pada kolom 4. Hasilnya berupa skor pembobotan untuk masing-masing
faktor yang nilainya bervariasi mulai dari 4,0 (outstanding) hingga 1,0 (poor).
5. Jumlahkan skor pembobotan (pada kolom 4), untuk memperoleh total skor pembobotan
bagi perusahaan yang bersangkutan. Nilai total ini menunjukkan bagaimana perusahaan
tertentu beraksi terhadap faktor-faktor strategi eksternalnya.
Dan nilai yang diberikan untuk kolom rating adalah sebagai berikut:
Peluang yang sangat sedikit atau ancaman yang sangat besar : 1
Peluang yang sangat sedikit atau ancaman yang besar : 2
Peluang yang besar atau ancaman yang kecil : 3
Peluang yang sangat besar atau ancaman yang sangat kecil : 4
Nilai bobot untuk peluang yang bersifat positif sesuai dengan faktor strategi yang
paling menonjol atau besar kecilnya faktor peluang tersebut dibandingkan dengan faktor
strategis lainnya. Sedangkan untuk nilai bobot ancaman yang bersifat negatif diberikan
dengan cara kebalikan dari peluang yang mana jika ancamannya kecil atau sedikit maka diberi
Tabel 3.2
Matriks EFAS
Faktor-faktor
eksternal (1)
Bobot (2) Rating (3) Bobot x rating
(4)
Peluang
Ancaman
Total
Sumber: Freddy Rangkuti, 2009:24
3.6.3 Matriks SWOT
Matriks SWOT adalah alat yang digunakan untuk mengukur faktor-faktor strategi
perusahaan. Matriks ini dapat menggambarkan secara jelas bagaimana peluang dan ancaman
eksternal yang dihadapi perusahaan kemudian dapat disesuaikan dengan kekuatan dan
kelemahan yang dimiliki untuk mengaudit atau menilai sebuah organisasi beserta
lingkungannya.
Dalam kerangka analisis perumusan strategi, Analisis SWOT merupakan langkah
pertama dalam tahap pencocokan. Dalam menyusun Matriks SWOT, para pengambil
keputusan meletakkan fokus pada masalah-masalah utama, yang kemudian membantu mereka
untuk merumuskan perencanaan strategi. Matriks SWOT juga merupakan sebuah alat
pencocokan yang penting yang membantu para manajer mengembangkan empat jenis strategi,
yaitu strategi SO (kekuatan peluang), strategi WO (kelemahan peluang), strategi ST (kekuatan
Tabel 3.3
1. IFAS, internal factory analysis summary dengan kata lain faktor-faktor strategis
internal suatu perusahaan disusun untuk merumuskan faktor-faktor internal dalam
kerangka strength dan weakness.
2. EFAS, eksternal factory analysis summary dengan kata lain faktor-faktor strategis
eksternal perusahaan disusun untuk merumuskan faktor-faktor eksternal dalam
3. Srategi SO, strategi ini dapat dibuat berdasarkan jalan pikiran perusahaan, yaitu
dengan memanfaatkan seluruh kekuatan untuk merebut dan memanfaatkan peluang
sebesar-besarnya.
4. Strategi ST, ini adalah strategi dalam menggunakan kekuatan yang dimiliki
perusahaan untuk mengatasi ancaman.
5. Strategi WO, strategi ini diterapkan berdasarkan pemanfaatan peluang yang ada
dengan cara meminimalkan kelemahan yang ada.
6. Strategi WT, strategi ini didasarkan pada kegiatan yang bersifat defensif dan berusaha
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Deskripsi Objek Penelitian
4.1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian
Usaha warnet Ermina 2 Net ini didirikan sekitar tahun 2015. Usaha warnet ini dimiliki
oleh Bapak S. Tarigan. Dia melihat banyak konsumen yang sangat tertarik pada usaha
warnet, belum lagi dilihat dari sisi lokasi yang begitu strategis begitu banyaknya kesempatan
dalam mendapat pelanggan yang banyak sehingga Bapak S. Tarigan ini pun tertarik untuk
mendirikan usaha warnet tersebut. Warnet ini berusaha memberikan fasilitas yang terbaik
bagi konsumennya baik itu jasa memprint, parkiran kendaraan bagi konsumen yang
membawa motor dan juga kebersihan yang selalu dijaga oleh pemilik usaha warnet ini.
Tarif untuk penggunaan jasa internet di warnet ini memang sama dengan warnet lain
pada umumnya yaitu Rp.2.500 untuk per jamnya. Tetapi warnet ini menyediakan harga
promosi apabila konsumen mereka sudah menjadi member tetap di warnet ini yaitu Rp.2.000
jamnya. Warnet ini dijaga oleh 2 orang pegawainya dan terkadang pemiliknya ikut juga
membantu dalam menjalankan usaha warnet ini. Usaha Warnet ini buka setiap hari dari jam
08.00 sampai 23.00 Wib.
Dalam usaha warnet ini tidak menutup kemungkinan bahwa tarif yang dikenakan akan
berubah. Misalnya, pada saat tarif listrik dinaikkan maka pemilik usaha warnet ini akan
menaikkan harga perjammnya menjadi Rp.3.000 dan Rp.2.500 perjam bagi pengguna member
4.1.1.1 Visi dan Misi
Visi
Menjadi usaha yang unggul dan terpercaya bagi konsumen dalam memberikan
kebutuhan dalam kegiatan yang berkaitan dengan membrowsing internet.
Misi
Selalu memberikan pelayanan terbaik bagi demi kepuasan konsumen
Menciptakan rasa aman bagi konsumen
Menciptakan hubungan yang baik dengan konsumen
4.1.2 Struktur Organisasi
Gambar 4.1
Struktur Organisasi
Pemilik
Bagian Keuangan
Pegawai
4.1.3 Deskripsi Tugas
1. Pemilik
Pemilik usaha memiliki pengaruh dalam perkembangan usaha yang dijalankan.
Adapun tugas dari pemilik ialah : Mengawasi kegiatan operasional usaha tersebut
berjalan sebaiknya dan menentukan tarif yang ditawarkan oleh usaha warnet
tersebut.
2. Bagian Keuangan
Mengatur dan membuat laporan pertanggungjawaban keuangan dari usaha warnet
3. Pegawai
Melakukan pencatatan atas semua transaksi yang terjadi dan membantu pelanggan
dalam memberikan informasi maupun layanan.
4.2 Penyajian Data
Peneliti akan menyajikan hasil data yang telah dikumpulkan oleh penulis selama
proses penelitian. Penulis melakukan penelitian pada Ermina 2 Net, yang terletak di Jalan
STM Lubukpakam. Dalam penelitian ini peneliti telah memperoleh data yang digunakan guna
menyelesaikan penulisan skripsi ini, dan dalam bab ini penulis akan menyajikan data yang
diperoleh selama masa penelitian.
Dalam penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data kualitatif, dimana
untuk mendapatkan data yang diperlukan penulis menggunakan teknik wawancara terhadap
informan dan melakukan observasi langsung ke lokasi penelitian. Teknik wawancara
dilakukan dengan menanyakan beberapa pertanyaan kepada informan, dari dalam dan luar
objek usaha penelitian. Selain dengan menggunakan teknik wawancara, teknik observasi
dilakukan juga dengan tujuan untuk melihat langsung kejadian dan kebenaan yang ada di
lapangan sekaligus membantu untuk melengkapi data yang diperoleh melalui proses
wawancara.
Pada bagian penyajian data ini peneliti akan menyajikan data-data yang didapat dari
hasil penelitian (obesrvasi) di lapangan dan hasil obesrvasi kepada 3 informan. Adapun ketiga
informan tersebut antara lain, 1 informan kunci yaitu pemilik usaha, dan informan utama yaitu
pegawai dan pelanggan. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan data-data yang dibutuhkan oleh
peneliti.
Tabel 4.1 Informan
Nama Jabatan Tingkat
pendidikan
Status
S Tarigan Pemilik S1 Informan Kunci
Ica, Beby Karyawan SMA Informan Utama
Berdasarkan hasil dari wawancara dan observasi maka dapat disimpulkan bahwa
fasilitas dan pelayanan yang ada di warung internet ini sudah termasuk baik. Fasilitas
komputer dengan spek yang terbaik menjadi keunngulan tersendiri yang ditawarkan oleh
pemilik usaha warnet ini. Pelayanan yang sangat baik juga diciptakan oleh karyawan warung
internet tersebut guna terciptanya hubungan sosial yang harmonis terjadi dengan
pelanggannya. Tetapi para pelanggan berharap pelayanan yang baik dan juga fasilitas yang
baik ini harus dipertahankan maupun juga harus ditingkatkan maka dari itu ditemukan
data-data yang diperlukan oleh penulis berupa faktor internal warnet Ermina 2 Net yaitu kekuatan
(strength) dan kelemahan (weakness), dan faktor eksternal warnet Ermina 2 Net yaitu peluang
(opportunity) dan ancaman (threats).
Data-data tersebut dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:
Tabel 4.2 Faktor Internal dan Eksternal Ermina Net 2
FAKTOR INTERNAL
Kekuatan (Strength) Kelemahan (Weakness) a. Memiliki tempat yang strategis
b. Pelayanannya yang baik
c. Harga terjangkau
d. Spesifikasi komputer dengan akses
a. Manajemen keuangan tidak rapi.
b. Banyaknya PC yang terkena
virus dan mengakibatkan
internet lebih baik
e. Lahan parkir yang memadai.
virus
c. Daerah di sekitar warnet sering
terjadi pemadaman listrik
sedangkan warnet tidak
memiliki genset untuk
operasional mereka apabila
listrik padam.
FAKTOR EKSTERNAL
Peluang (Opportunity) Ancaman (Threat) a. Ermina 2 Net ini sudah sangat
terkenal di daerah tersebut
b. Ada penawaran kredit bank dengan
bunga bersaing untuk tambahan
modal
c. Menambah usaha yang lain seperti
dengan menjual makanan dan
minuman
d. Menambah cabang baru di daerah
yang lebih strategis lagi.
a. Munculnya bisnis sejenis
b. Perkembangan teknologi
informasi di bidang gadget
c. Meningkatnya gaya hidup dengan
4.2.1 Faktor Internal Ermina 2 Net
4.2.1.1 Kekuatan (Strength)
Merupakan faktor-faktor internal yang menunjukkan kelebihan dari usaha warnet
Ermina 2 Net.
Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut:
a) Memiliki tempat yang strategis sehingga banyak orang yang dapat datang ke warnet
ini.
b) Pelayanannya yang baik sehingga menciptakan hubungan yang akrab antara pihak
warnet dengan para konsumennya.
c) Memilik harga yang terjangkau sehingga dapat membuat konsumen tetap bertahan.
d) Spesifikasi komputer dengan akses internet lebih baik agar konsumen merasa puas
dengan apa yang dimiliki oleh warnet dan mendapat pelayanan internet yang baik
daripada yang disediakan oleh warnet lain.
e) Lahan parkir yang memadai dapat berguna bagi para konsumen yang datang dengan
menggunakan kendaraan bermotor mereka.
4.2.1.2 Kelemahan (Weakness)
Merupakan faktor-faktor internal yang membuat Warnet Ermina 2 Net kurang
mencapai tujuan usahanya.
Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut:
a) Manajemen keuangan tidak rapi. Seringnya terjadi kesalahan dalam transaksi
keuangan membuat pemilik warnet menjadi rugi.
b) Banyaknya PC yang terkena virus dan mengakibatkan flashdisk konsumen terkena
virus dan mengakibatkan konsumen mencari warnet lain karena merasa tidak aman
c) Daerah di sekitar warnet sering terjadi pemadaman listrik sedangkan warnet tidak
memiliki genset untuk operasional mereka apabila listrik padam.
4.2.2 Faktor Eksternal Ermina 2 Net
4.2.2.1 Peluang (Opportunity)
Merupakan faktor-faktor eksternal positif yang harus dimanfaatkan Ermina 2 Net
untuk mencapai tujuan usahanya.
Faktor-faktor tersebut adalah:
a) Ermina 2 Net ini sudah sangat terkenal di daerah tersebut sejak pertama kali di buka
karena promosi yang mereka tawarkan membuat para pelanggan selalu ingin memilih
warnet tersebut
b) Ada penawaran kredit bank dengan bunga bersaing untuk tambahan modal. Dengan
adanya modal yang kuat dapat membuat Ermina 2 Net dapat mengatur keuangan demi
memajukan bisnis usaha mereka.
c) Menambah usaha yang lain seperti dengan menjual makanan dan minuman karena
usaha ini sangat berguna apabila ada pelanggan yang merasa kehausan dan kelaparan
d) Menambah cabang baru di daerah yang lebih strategis lagi dengan begitu Ermina 2
Net akan lebih terkenal lagi.
4.2.2.2 Ancaman (Threat)
Faktor-faktor eksternal yang dapat menjadi penghalang dari kekuatan Ermina 2 Net.
Berikut ini faktor-faktornya:
a) Munculnya bisnis sejenis, hal ini menjadi suatu ancaman bagi Ermina 2 Net karena
akan mempengaruhi pelanggan untuk memilih tempat yang baru. Para pelanggan akan
b) Perkembangan teknologi informasi di bidang gadget. Harga yang murah ditawarkan
oleh perusahaan-perusahaan gadget membuat orang banyak dengan gampang memiliki
gadget. Terutama dari gadget tersebut mereka dapat mengakses internet kapanpun dan
dimanapun. Hal ini dapat menjadi ancaman bagi pelaku usaha warnet yang dapat
mengurangi konsumen/target pasar mereka.
c) Meningkatnya gaya hidup dengan menggunakan laptop dan WIFI, hal ini akan dapat
mengakibatkan kurangnya pelanggan dari warnet tersebut. Sebab sudah banyaknya
tempat yang memfasilitasi WIFI secara gratis sehingga dapat membuat masyarakat
berpikir untuk tidak perlu lagi pergi ke warnet
4.3 Analisis Data
Berdasarkan hasil dari penyajian data di atas untuk mengelolah data tersebut melalui
analisis SWOT, maka dilakukan terlebih dahulu tahap-tahap seperti menyusun tabel Internal
Factor Analysis Summary (IFAS) dan Eksternal Factor Analysis Summary (EFAS) dengan
menentukan faktor-faktor yang menjadi strength dan weakness dari Ermina 2 Net, selanjutnya
memberikan bobot masing-masing faktor dari skala mulai dari 0,00 (tidak penting) sampai
dengan 1,00 (sangat penting) dimana semua bobot tersebut jumlahnya tidak lebih dari skor
total 1,00.
Menghitung rating untuk masing-masing faktor dengan memberikan skala mulai dari
Tabel 4.3 Matriks IFAS Ermina 2 Net
Faktor-Faktor Kunci Internal Bobot Rating
Skor
(Bobot X Rating) KEKUATAN/STRENGTH(S)
1. Memiliki tempat yang strategis
2. Pelayanannya yang baik
3. Harga terjangkau
4. Spesifikasi komputer dengan akses internet lebih
baik
5. Lahan parkir yang memadai.
0,14
1. Manajemen keuangan yang kurang rapi
2. Banyaknya PC yang terkena virus dan
mengakibatkan flashdisk konsumen terkena virus
3. Daerah di sekitar warnet sering terjadi
pemadaman listrik sedangkan warnet tidak
memiliki genset untuk operasional mereka
apabila listrik padam.
Total Skor Kelemahan 0,28 0,42
1. Faktor kekuatan dari Ermina 2 Net adalah Memiliki lokasi tempat usaha yang
strategis, yaitu berada di kawasan yang mudah dijangkau dengan bobot sebesar 0,14
(sangat penting) dan rating 4 (kekuatan utama). Berdasarkan hasil yang diperoleh,
maka didapat skor 0,56.
2. Kekuatan berikutnya ialah Pelayanannya yang baik. Hasil bobot sebesar 0,14 (sangat
penting) dan rating 4 (kekuatan utama). Berdasarkan hasil yang diperoleh, maka
didapat skor 0,56. Ini merupakan faktor penting agar pelanggan tetap bertahan di
Ermina 2 Net.
3. Harga Terjangkau sangatlah penting apabila ingin mempertahankan pelanggan. Hasil
bobot yang didapat adalah sebesar 0,11 (penting) dan rating 3 (kekuatan sekunder).
Berdasarkan hasil yang diperoleh, maka didapat skor 0,33
4. Spesifikasi komputer dengan akses internet lebih baik merupakan hal yang penting
dalam memenangkan persaingan dengan usaha lain yang sejenis. Hasil bobot yang
didapat adalah sebesar 0,11 (penting) dan rating 3 (kekuatan sekunder). Berdasarkan
hasil yang diperoleh, maka didapat 0,33.
5. Lahan parkir yang memadai untuk menampung kendaran dari pelanggan. Hasil bobot
yang didapat ialah sebesar 0,07 dan rating 3 (kekuatan sekunder). Berdasarkan hasil
yang diperoleh, maka didapat skor 0,21.
Keterangan hasil analisis matriks IFAS dari sisi kelemahan:
1. Faktor kelemahan pada Ermina 2 Net ialah manajemen keuangannya yang tidak rapi
tersebut mendapat bobot 0,14 dan rating sebesar 1 (kelemaha utama). Nilai bobot yang
didapatkan sebesar 0,14. Faktor ini harus membuat Ermina 2 Net perlu lagi
memperhatikan kualitas sumber daya mansianya guna kejelasan transaksi keuangan
2. Faktor kelemahan berikutnya ialah banyaknya PC yang terkena virus dan
mengakibatkan flashdisk konsumen terkena virus dengan bobot 0,07 dan rating 2
(kelemahan sekunder) nilai bobot yang didapatkan ialah sebesar 0,14. Berdasarkan
hasil penelitian yang dilakukan banyak konsumen yang mengeluhkan banyaknya virus
yang terdapat di PC.
3. Faktor kelemahan berikutnya untuk Ermina 2 Net ialah daerah di sekitar warnet sering
terjadi pemadaman listrik sedangkan warnet tidak memiliki genset untuk operasional
mereka apabila listrik padam mendapat bobot 0,07 dan rating sebesar 2 (kelemahan
sekunder). Nilai bobot yang didapatkan sebesar 0,14. Faktor kelemahan ini harus
menjadi perhatian bagi Ermina 2 Net dan harus menyediakan genset demi memberikan
pelayanan yang terbaik bagi konsumen.
Tabel di atas menunjukkan bahwa Ermina 2 Net memiliki kekuatan yang lebih
besar daripada kelemahannya yang berarti memiliki kekuatan yang cukup signifikan
yang dapat dimanfaatkan dalam menerapkan strategi bersaing demi mempertahankan
pelanggannya.
Tabel 4.4 Matriks EFAS Ermina 2 Net
Faktor-Faktor Kunci Eksternal Bobot Rating
Skor (Bobot X
Rating) PELUANG/ OPPORTUNITIES(O)
a. Ermina 2 Net ini sudah sangat terkenal di daerah
Keterangan hasil analisis matriks EFAS dari sisi peluang adalah:
1. Faktor peluangnya yaitu Ermina 2 Net ini sudah sangat terkenal di daerah tersebut
dengan bobot 0,19 (sangat penting) dengan rating 4 (peluang utama) sehingga total
skor ialah 0,76.
2. Faktor peluang berikutnya ialah ada penawaran kredit bank dengan bunga bersaing
untuk tambahan modal. Peluang ini mendapat bobot sebesar 0,09 (penting) dengan
rating 3 (peluang sekunder) sehingga skor yang didapat adalah 0,27.
3. Faktor peluang berikutnya ialah menambah usaha yang lain seperti dengan menjual
makanan dan minuman. Peluang ini mendapat bobot sebesar 0,09 (penting) dengan
rating 3 (peluang sekunder) sehingga skor yang didapat sebesar 0,27. menjual makanan dan minuman.
d. Menambah cabang baru di daerah yang lebih
strategis.
0,09 3 0,27
Total Skor Peluang 0,46 1,57
ANCAMAN/ THREATS (T) a. Munculnya bisnis sejenis.
b. Perkembangan teknologi informasi di bidang
gadget.
c. Meningkatnya gaya hidup dengan menggunakan
laptop dan WIFI
0,19
0,04
0,19
1
2
1
0,19
0,08
0,19
Total Skor Ancaman 0,42 0,46
4. Peluang selanjutnya ialah menambah cabang baru di daerah yang lebih strategis.
Faktor peluang ini mendapat bobot sebesar 0,09 (penting) dengan rating 3 (peluang
sekunder) sehingga skor yang didapat ialah 0,27.
Keterangan hasil analisis matriks EFAS dari sisi ancaman:
1. Faktor ancaman pada Ermina 2 Net ialah munculnya bisnis sejenis. Banyaknya usaha
sejenis yang ada di sekitar Ermina 2 Net membuat target pasarnya menjadi berkurang.
Faktor ancaman ini mendapat bobot sebesar 0,19 (sangat Penting) dan rating sebesar
1 (ancaman utama), maka hasil yang didapat sebesar 0,19.
2. Faktor ancaman selanjutnya ialah perkembangan teknologi informasi di bidang gadget
mendapat bobot sebesar 0,04 (penting) dan rating 2 (ancaman sekunder), maka hasil
yang didapat sebesar 0,08.
3. Faktor ancaman berikutnya ialah Meningkatnya gaya hidup dengan menggunakan
laptop dan WIFI mendapat bobot sebesar 0,19 (sangat penting) dengan rating 1
(ancaman utama), maka hasil yang didapat ialah 0,19.
Tabel di atas menunjukkan bahwa peluang Ermina 2 Net lebih besar dari
ancamannya, artinya Ermina 2 Net memiliki peluang yang cukup besar untuk lebih
meningkatkan pelayanan serta keuntungannya dengan mengandalkan peluang serta
4.3.1 Matriks SWOT
Tabel 4.5 Matriks SWOT Ermina 2 Net
3. Meningkatnya gaya
diperoleh untuk warnet Ermina 2 Net yaitu:
1. Strategis SO
a. Memanfaatkan citra Ermina 2 Net yang sudah baik, maka dari itu pelayanan dari
Ermina 2 Net seharusnya lebih ditingkatkan demi menjaga nama baik. Maka dari
itu Ermina 2 Net seharusnya tetap menjaga konsistensinya dan tidak boleh
membuat kesalahn yang dapat membuat pelanggan tidak nyaman.
b. Menerima penawaran kredit untuk membuat inovasi lagi pada usaha tersebut demi
menaikkan omset. Pelanggan lebih tertarik lagi untuk datang karena adanya hal
yang baru dibuat yang tidak ada di warnet yang lain.
c. Menjaga kenyamanan pelanggan baik dalam mengakses internet menyediakan
makanan atau minuman agar pelanggan merasa senang. Apabila dalam koneksi
kecepatannya lambat maka pelanggan merasa kurang senang dan dapat pergi ke
tempat lain yang kecepatannya lebih baik. Ketersediaan makanan dan minuman
dapat membuat pelanggan tidak perlu lagi keluar jauh untuk membeli karena sudah
2. Strategi WO
a. Memanfaatkan kredit bank demi untuk membayar penginstalan ulang PC yang sudh terkena virus maupun pengadaan kelengkapan barang yang terkait dengan
komputer. Dengan memiliki spesifikasi komputer yang bagus dan peralatan yang
baru akan membuat pelanggan merasa nyaman dengan pelayanan yang diberikan
pelaku usaha kepada mereka
b. Memanfaatkan kredit untuk membeli alat genset demi menjaga operasional usaha
tetap berjalan agar tidak terganggu karena adanya pemadan listrik. Jangan sampai
pelanggan kita mencari tempat lain akibat dari ketidak lengkepan alat dalam
operasional usaha.
c. Meningkatkan kualitas SDMnya. Pekerja yang dimiliki harus diberi pembelajaran
lagi tantang IT.
3. Strategi ST
a. Mampu meyakinkan pelanggan agar tetap memilih Ermina 2 Net. Dengan cara
memberikan pelayanan yang baik dan ramah maka para pelanggan akan mau tetap
bertahan dan memilih Ermina 2 Net dan tidak mau berpindah ke warnet yang lain
b. Mampu membeli alat-alat yang berkaitan dengan usaha agar tidak ketinggalan
jaman dan meningkatkan kecepatan membrowsing. Hal ini merupakan syarat bagi
sebuah warnet untuk mendapatkan pelanggan. Sehingga apabila pelaku usaha
ingin mendapatkan pelanggan yang banyak maka syarat ini harus dipenuhi agar
pelanggan banyak yang datang.
c. Memanfaatkan ruangan yang masih luas untuk dibangun hotspot. Jadi pelanggan
bisa menggunakan laptop di warnet dan hanya bayar sewa koneksi saja. Kemajuan
jaman sekarang membuat banyak masyarakat yang sudah memiliki alat yang
Dengan adanya hotspot di warnet tersebut, pemilik usaha tidak perlu takut
pelanggannya akan berkurang.
4. Strategi WT
a. Lebih meningkatkan kualitas warnet agar mampu bersaing dengan usaha warnet
lainnya. Selalu melakukan perawatan alat-alat dan kecepatan koneksi agar tidak
tertinggal dengan usaha yang lain.
b. Membuat strategi yang bagus agar mampu menarik masyarakat agar menjadi
pelanggan setia Ermina 2 Net. Strategi dan kekreatifan yang sudah ada harus
dikembangkan lagi agar masyarakat tertarik menjadi pelanggan setia Ermina 2
Net.
c. Berubah menjadi game online centre dan mau mengadakan event game online.
Sekalian promosi. Masyarakat sekarang banyak sekali yang menggemari game
online. Apabila dengan adanya event yang dilakukan Ermina 2 Net maka
dipastikan akan banyak sekali masyarakat yang mengikuti, baik itu pelanggan setia
Ermina 2 Net maupun orang lain. Dengan begitu Ermina 2 Net akan banyak
dikenal orang.
Berdasarkan hasil perhitungan IFAS dan EFAS yang telah dilakukan pada tahap sebelumnya,
1. Dari segi internal: Strength > Threats
2. Dari segi eksternal: Opportunity > Threats
Tabel 4.6 Strategi Berdasarkan Perhitungan IFAS dan EFAS
Internal Eksternal Strategi
Strength> Weakness Opportunity > Threats
Strategi Agressive 1,99 > 0,42 1,57 > 0,46
Sumber: data diolah, 2016
Keterangan untuk hasil strategi yang diperoleh yaitu strategi agressive adalah sebagai berikut:
Nilai internal untuk kekuatan adalah 1,99 sedangkan nilai untuk kelemahan 0,42,
maka kekuatan Ermina 2 Net memiliki skor yang lebih tinggi dibandingkan kelemahan
internalnya. Nilai eksternal untuk peluang memiliki skor 1,57 sedangkan nilai ancaman untuk
Ermina 2 Net yang diperoleh adalah 0,46 sehingga dapat disimpulkan bahwa Ermina 2 Net
berada dalam posisi strategi Agressive yang mendukung pertumbuhan.
Strategi Agressive merupakan strategi yang memanfaatkan kekuatan untuk mencapai
peluang yang ada. Pada Ermina 2 Net dimana kekuatan (strength) dan peluang (opportunity)
adalah faktor yang paling dominan sehingga strategi yang digunakan adalah strategi SO.
Adapun alternatif strategi SO yang dihasilkan yaitu:
1. Memanfaatkan citra Ermina 2 Net yang sudah baik, maka dari itu pelayanan dari
Ermina 2 Net seharusnya lebih ditingkatkan demi menjaga nama baiknya.
2. Menerima penawaran kredit untuk membuat inovasi lagi pada usaha tersebut demi
3. Menjaga kenyamanan pelanggan baik dalam mengakses internet menyediakan
makanan atau minuman agar pelanggan merasa senang.
4.3.2 Diagram Analisis SWOT Ermina 2 Net
Gambar 4.2 Diagram Analisis SWOT
BERBAGAI PELUANG
Kuadran 4 Kuadran 1
Mendukung strategi turn-around Mendukung strategi agresif
Mend
Kuadran 3 Kuadran 2
Mendukung strategi diversifikasi Mendukung strategi defensif
Sumber: Data diolah penulis, 2016
Berdasarkan diagram 4.1 diagram analisis SWOT yang diatas bahwa Ermina 2 Net
terletak di kuadran I, yaitu Strategi Agresif. Dengan memanfaatkan kekuatan internal yang
dimiliki, Ermina 2 Net bisa mengambil peluang yang ada dengan menggunakan strategi
agresif. Pada strategi ini suatu usaha berada dalam posisi yang baik untuk memanfaatkan
kekuatan internalnya untuk:
1. Memanfaatkan kesempatan-kesempatan yang ada
2. Mengatasi masalah yang terjadi di internal usaha, dan
KEKUATAN INTERNAL KELEMAHAN
BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisa yang dilakukan penulis terhadap lingkungan internal yang
terkait dengan kekuatan dan kelemahan dan juga eksternal yang terkait peluang serta ancaman
yang ada pada Ermina 2 Net, maka dapat ditarik kesimpulan dari penelitian adalah sebagai
berikut:
1. Adapun yang menjadi faktor kelebihan dan kekurangan (kekuatan, kelemahan,
peluang, dan ancaman) dari Ermina 2 Net adalah:
a. Kekuatan dari Ermina 2 Net adalah bahwa warnet ini memiliki lokasi tempat
usaha yang strategis, yaitu berada di kawasan yang mudah dijangkau orang,
memilik pelayanan yang baik , serta dibarengi dengan harga yang terjangkau,
memiliki spesifikasi komputer dengan akses internet lebih baik, dan juga
memiliki lahan parkir yang luas untuk menampung kendaraan dari para
pelanggan.
b. Kelemahan dari Ermina 2 Net adalah usaha ini memiliki manajemen keuangan
yang tidak rapi, banyaknya PC yang terkena virus dan mengakibatkan banyak
flashdisk konsumen yang terkena virus, dan juga faktor daerah temapt usaha
yang sering terjadinya pemadaman listrik yang mengakibatkan operasional
usaha menjadi terganggu.
c. Peluang dari Ermina 2 Net adalah bahwa Ermina 2 Net ini sudah terkenal di
daerah tersebut, adanya penawaran kredit bank dengan bunga bersaing untuk
tambahan modal, menambah usaha dan juga menambah atau mendirikan
d. Ancaman dari Ermina 2 Net adalah munculnya bisnis sejenis, perkembangan
teknologi informasi di bidang gadget yang sudah maju, dan juga meningkatnya
gaya hidup masyarakat dengan menggunakan laptop dan WIFI.
2. Berdasarkan keterangan dari faktor lingkungan internal dan faktor lingkungan
eksternalnya maka strategi yang tepat dilakukan Ermina 2 Net untuk bersaing di
tengah pasar kompetitif pada usaha warnet ini ialah Strategi Intensif Pengembangan
Produk, yaitu bahwa Ermina 2 Net harus membuat terobosan-terobosan baru dan
inovasi terhadap usaha mereka untuk meningkatkan omset usaha mereka.
5.2 Saran
Setelah melakukan penelitian pada usaha Ermina 2 Net, maka penulis memiliki saran
yang dapat dipertimbangkan oleh pihak Ermina 2 Net yaitu sebagai berikut:
1. Ermina 2 Net harus memiliki SDM yang baik agar mampu mengelola keungan usaha
tersebut dengan baik.
2. Ermina 2 Net harus lebih memberikan pelayanan yang baik lagi terhadap para
pelanggan mereka demi terciptanya rasa sosial kepada mereka
3. Melakukan perbaikan atau pembaharuan pada fasilitas yang tersedia pada usaha
tersebut.
4. Ermina 2 Net seharusnya melengkapi alat-alat operasional yang seharusnya diperlukan