• Tidak ada hasil yang ditemukan

CASS Cases Assessment System Upaya Penin

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "CASS Cases Assessment System Upaya Penin"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

CASS

(Cases Assessment System)

: Upaya

Peningkatan Peran Orang Tua dalam Gerakan

Sekolah Bebas Korupsi

Oleh :

Raden Roro Widya Ningtyas Soeprajitno Mochamad Shamsul Arif

Anxy Yudathama Ghozuan

(2)
(3)
(4)
(5)

DAFTAR ISI

LEMBAR PERNYATAAN ORISINALITAS ……….. . . ii

DAFTAR ISI ………iii

DAFTAR GAMBAR ……. ………iii

DAFTAR TABEL …… . ………iii

ABSTRAK. . . . BAB I : PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang………...1

1.2 Rumusan Masalah………..……….……...2

1.3 Tujuan Penelitian………..………...3

BAB II : METODOLOGI 2.1 Metode Penelitian………...3

Bab III : KAJIAN PUSTAKA 3.1 CASS (Cases Assessment System)………...5

3.2 Gerakan Sekolah Bebas Korupsi... BAB IV : PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Kerja CASS ...…….………...5

4.2 Pengoperasian CASS………...7

4.3 Implementasi dari CASS...……….. 7

BAB IV 5.1 Kesimpulan………...17

5.2 Saran. . . ..………….………..………..…..17

(6)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. flowchart system CASS. ……….. 4

(7)

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Pengguna aplikasi online messaging. .……….……….2

Tabel 2. Tahap pra perencanaan ……… 3

Tabel 3. Tahap pemantauan..………...3

Tabel 4. Pemantauan Penilaian Kinerja……….. 4

(8)

CASS

(Cases Assessment System)

: Upaya Peningkatan Peran

Orang Tua dalam Gerakan Sekolah Bebas Korupsi

Raden Roro Widya Ningtyas Soeprajitno, Mochamad Shamsul Arif, Anxy Yudathama Ghozuan

ABSTRAK

Kerugian negara sebesar Rp 1,3 triliun berasal dari korupsi di sektor pendidikan (Indonesian Corruption Watch), sedangkan alokasi anggaran untuk pendidikan sebesar 20% dari total APBN (Mendikbud RI), hal ini dapat mencederai hak warga negara mendapatkan akses, baik infrastuktur maupun kualitas pendidikan. Dalam praktiknya, minimnya peran dari orang tua dan siswa sebagai monitoring dan controling menjadi salah satu indikator tertinggi penyebab terjadinya korupsi terhadap penggunaan dana alokasi pemerintah maupun nonpemerintah. Sehingga dibutuhkan peningkatan peran orang tua dalam tercapainya monitoring dan controlling kegiatan di Sekolah. Riset ini secara penuh menggunakan studi deskriptif kualitatif yang memperoleh sistem bernama CASS. CASS (Cases Assessment System), pelaporan online berbasis teknologi mengintegrasikan seluruh kegiatan praperencanaan, perencanaan, penganggaran, keberlangsungan kegiatan, hingga pascakegiatan disertai dengan kewajiban mengisi assessment, baik bagi orang tua maupun siswa. Hasil laporan CASS akan diterima secara otomatis melalui akun yang terintegrasi oleh pihak sekolah. Sehingga CASS memosisikan peran orang tua berdampingan dengan siswa dalam tercapainya monitoring dan controlling demiterciptanya sekolah bebas korupsi.

Kata Kunci : Cases Assessment System, Peran Orang Tua

(9)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Indonesia sebagai negara berkembang yang saat ini mendapat tugas untuk memperbaiki berbagai sistem keuangan khususnya yang dialokasikan sebagai investasi generasi muda melalui pendidikan. Terhitung sejumlah 20% dari Anggaran Perencanaan Belanja Negara (APBN) diakokasikan khusus dalam bidang pendidikan (Mendikbud RI). Pengalokasian yang cukup besar ini diwujudkan dalam rangkaian program wajib belajar 9 tahun, BOS (Bantuan Operasional Sekolah) hingga peningkatan fisik sekolah dan kesejahteraan guru. Tentunya tidak luput dari tujuan paling mendasar bagi bangsa Indonesia dalam menciptakan generasi yang unggul dan berkarakter melalui pendidikan. Dalam pelaksanaanya, alokasi dana pendidikan diberikan langsung kepada sekolah dalam bentuk dana BOS, APBD, DAK (Dana Alokasi Khusus) dan diharapkan tepat sasaran.

Besarnya anggaran dana yang dialokasikan tersebut rupanya mengalami permasalahan setelah melihat kenyataan mengenai kerugian yang dialami negara, sebesar Rp 1,3 triliun kasus korupsi berasal dari sektor pendidikan (Indonesian Corruption Watch). Kenyataan ini dapat mencederai hak warga negara dalam mendapatkan akses, baik infrastuktur maupun kualitas pendidikan. Penyebab utama terbukanya peluang untuk melakukan tindakan korupsi adalah karena kurang adanya transparansi informasi penggunaan dana juga kurangnya peran serta dari orang tua maupun murid untuk terlibat dalam proses pelaksanaan penggunaan dana.

Kebutuhan terciptanya anggaran yang tepat sasaran tentu membutuhkan bantuan dari pihak – pihak berkaitan, yang saat ini dimunculkan dalam bentuk Komite Sekolah. Komite Sekolah diwujudkan sebagai perantara sekolah dengan orang tua wali murid sebagaimana tertuang dalam Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No 44/U/2002. Hal ini dapat terselesaikan apabila semua sistem/program/proyek/kegiatan sekolah dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan akurat. Namun hingga saat ini, kinerja dari adanya Komite Sekolah belum dapat optimal sehingga kasus korupsi juga masih menjadi masalah yang harus ditemukan titik solusinya.

(10)

online instant massaging, yakni telegram. CASS memunculkan dirinya dalam mencapai transparansi dan akuntabilitas terkait seluruh pelaporan RKAS (Rencana Kerja Anggaran Sekolah), LPJ (Laporan Pertanggung Jawaban) beserta Dokumentasinya yang akan disampaikan kepada orang tua melalui grup multiple chatting.

1.2 Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam karya tulis ini adalah :

1. Bagaimana pengoperasian CASS (Cases Assestment System) untuk meningkatkan peran orang tua menuju gerakan sekolah bebas korupsi ?

2. Bagaimana penerapan CASS (Cases Assesment System) agar dapat diterima orang tua?

1.3 Tujuan

Adapun tujuan dengan adanya gagasan “CASS” adalah :

1. Meningkatkan peran dari orang tua/wali untuk terlibat langsung dalam sistem monitoring dan controlling gerakan sekolah bebas korupsi.

2. Mewujudkan sikap kritis siswa, orang tua/wali dalam hal mengawasi segala aktivitas sekolah melalui CASS (Cases Assestment System) yang menggunakan teknologi online massaging chatting.

(11)

BAB II

METODOLOGI

2.1

Metode Penelitian

Metode Penulisan karya ilmiah ini adalah studi pustaka yang disampaikan dalam metode deskriptif kualitatif. Sumber pustaka yang dilakukan penulis berasal dari jurnal, penelitian terdahulu, buku dan surat kabar. Menurut Ghony dan Almanshur (2014), penelitian kualitatif merupakan penelitian khusus objek yang tidak dapat diteliti secara statistik atau dengan cara kuantifikasi. Studi kasus diartikan oleh Gony dan Almanshur (2014) sebagai penelitian yang diarahkan untuk menghimpun data, mengambil makna, dan memperoleh pemahaman dari kasus tersebut.

Penulis juga mengumpulkan data melalui metode kuisioner dengan mengambil sample data dari salah satu SMA di Kabupaten Jombang.

Tabel 1. Pengguna aplikasi online messaging

(12)

BAB III

KAJIAN PUSTAKA

3.1CASS (Cases Assessment System)

CASS kependekan dari Cases Assessment System dengan menggunakan media online instant massaging, yakni telegram. Dalam pelaksanaanya, CASS dibuat sebagai wadah dari transparansi antara pihak sekolah kepada orang tua/wali. sebagai media penghubung antara sekolah dan wali murid terkait dengan setiap kegiatan sekolah kegiatan praperencanaan, perencanaan, penganggaran, keberlangsungan kegiatan, hingga pascakegiatan disertai dengan kewajiban mengisi

assessment, baik bagi orang tua maupun siswa.

3.2 Gerakan Sekolah Bebas Korupsi

Ada beberapa hal harus dilakukan guna menekan terjadinya modus tindakan korupsi di sekolah. Pertama, Harus melibatkan kepala sekolah, guru, murid dan wali murid (komite sekolah) dalam proses penyusunan dan pengelolaan anggaran pendapatan belanja sekolah (APBS). Agar proses penyususan dan pengelolaan APBS lebih transparan dan partisipatif. Kedua, Perlu perhatian masyarakat atau kesadaran kritis masyarakat, bahwa proses pengelolaan sekolah merupakan tanggung jawab masyarakat setempat.

Proses pengelolaan sekolah yang transparan dan partisipatif menjadi upaya untuk menekan tindakan korupsi di lembaga sekolah. Ini dibuktikan di Chicago, Amerika serika, dengan gerakan masyarakat yang bertahun-tahun mampu melahirkan model pengelolaan sekolah yang partisipatif dan tranparan mampu menekan tingkat korupsi.

Beberapa tahun terakhir pun di buktikan di Indonesia, di daerah garut dan tanggerang yang difasilitasi oleh Indonesia Corruption Watch dan Garut Goverment Watch juga menggunakan model pengelolaan sekolah yang partisipatif dan tranparan. Sehingga keberhasilan sekolah di daerah tersebut bisa dirasakan oleh masyarakat sekitar.

(13)

BAB IV

PEMBAHASAN

4.1

Deskripsi Kerja CASS

CASS kependekan dari Cases Assessment System dengan menggunakan media online instant massaging, yakni telegram. Dalam pelaksanaanya, CASS dibuat sebagai wadah dari transparansi antara pihak sekolah kepada orang tua/wali. sebagai media penghubung antara sekolah dan wali murid terkait dengan setiap kegiatan sekolah kegiatan praperencanaan, perencanaan, penganggaran, keberlangsungan kegiatan, hingga pascakegiatan disertai dengan kewajiban mengisi

assessment, baik bagi orang tua maupun siswa. Berikut gambaran system yang digunakan dalam flowchart system :

Gambar 1 flowchart system CASS

CASS akan mengintegrasikan seluruh kegiatan dari sekolah yang dihimpun dalam bentuk dokumen pelaporan berupa isian atau murni pelaporan. Isian disini akan memanfaatkan jetform dalam pengumpulan data dan pengolahan data untuk bisa diserap kembali oleh sekolah dalam bentuk respon dan tanggapan.

4.2

Pengoperasian CASS

Berikut penjelasan untuk pembuatan dan pengoperasian CASS :

Tahap pra perencanaan

Kegiatan Sub Target Waktu Pihak Penanggun

Respon tanggapa

n

Oran g Tua

CAS S

Pra Kegiatan

Sekol ah

Kegiatan

(14)

Kegiatan Hasil Yang

Orang tua Wali murid

(15)

Evaluasi

Tabel 2. Tahap pra perencanaan 1. Analisis Pemegang Kebijakan Sekolah

Langkah yang ditempuh dalam analisis pemegang kebijakan sekolah

1. Menentukan pihak mana saja yang berkaitan dengan program/kegiatan/proyek, kebijakan, dan pelayanan orag tua wali murid.

2. Menentukan masing – masing peran penting masing – masing pihak yang berkaitan dengan program/kegiatan/proyek, kebijakan, dan pelayanan wali murid. 3. Menentukan kelemahan dan kekuatan masing – masing dari pihak yang berkaitan dengan program/kegiatan/proyek, kebijakan dan pelayanan wali murid. 4. Menentukan tingkat kepentingan dan tingkat pengaruh masing-masing pihak yang telah di identifikasi pada langkah 1.

2. Pengumpulan dan pengolahan data

Pada tahap ini dilakukan pengumpulan dan pengolaha data yang dibutuhkan untuk memonitoring segala bentuk program/proyek/kegiatan sekolah yang akan dilaporkan kepada wali murid.

Data – data yang dibutuhkan dalam monitoring melalui online instant massaging : a. Anggaran program/proyek/kegiatan sekolah yang akan dimonitoring oleh wali murid

Contoh : RAPBS, APBS, RKAS

b. Bukti pembayaran (kwitansi,nota,faktur dsb)

c. Catatan teknis (perencanaan proyek, spesifikasi proyek, desain proyek, dsb) d. Catatan manajerial (pemanfaatan dana, pemanfaatan waktu, dsb)

e. Struktur pertanggung jawaban

f. Dokumentasi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi 3. Penyusunan informasi

(16)

melalui grup multiple chat online instant massaging agar informasi yang disampaikan jelas dan tepat sasaran.

4. Penyusunan rencana pemantauan

Penyusunan rencana pemantauan dilaksanakan sebagai upaya untuk menentukan tujuan yang ingin dicapai dari CASS melalui grup multiple online instant massaging. Perencanaan ini dilakukan agar proses pemantauan akan lebih terarah, efektif, dan terukur. Rencana pemantauan dalam pemantauan terdiri dari 3 jenis rencana yang memiliki subtansi masing – masing.

Program/proyek/kegiatan Pelayanan orang tua Skala prioritas :

tinggi Sektor pelayanan : pendidikan Nama pengalokasian :

pengembangan perpustakaan Nama:Penigkatan mutu peserta didik Alokasi : memuaskan bagi peserta didik

Badan 13ublic yang mengelola: Pemerintah Daerah melalui dana pendidikan BOS (Bantuan Operasional Pemerintah)

Badan 13ublic : yang mengelola

Administrasor sekolah dan Bendahara sekolah

Titik kritis pemantauan :

pembengkakan biaya dan cacatnya barang setelah sampai

Titik kritis pemantauan :

Tidak sesuainya data laporan pertanggung jawaban sekolah kepada orang tua

Kebutuhan data dan informasi : Data jumlah pengiriman barang yang diberikan dan kondisi fisik

Kebutuhan data dan informasi : Laporan pertanggung jawaban, dokumentasi, dan dokumen yang

Data yang tersampaikan transparan dan akuntabel

Tahapan kegiatan masing – masing :

Pengechekan, pengiriman dan peninjauan kembali barang

Tahapan kegiatan :

Pembekalan kepada orang tua untuk memonitoring sekolah, pengkritikan terhadap sekolah

Hasil setiap pemantauan :

Sesuai atau tidak sesuai yang diberikan

Hasil setiap pemantauan :

Sesuai dengan rencana atau tidak Tim penulisannya: Tim penulisannya :

(17)

staf sarana dan prasarana sekolah sekolah

Administrasor Tabel 3. Tahap pemantauan

Tahap pelaksanaan dan Evaluasi

1. Pemantauan penilaian kinerja

Pemantauan akan dilaksanakan oleh tim pemantauan yang terdiri dari orang tua wali murid, siswa sebagai penerima mafaat. Pemantauan bertujuan untuk memenui target yang ingin di capai dalam program CASS yang menggunakan media online instant massaging.

Hasil penilaian akan di jelaskan dalam bentuk matrik sebagaimaa berikut Sekolah Target (kualitatif dan

kuantitatif didapatkan tidak sesuai dengan cacatnya barang setelah sampai

Dana BOS

Tabel 4. Pemantauan Penilaian Kinerja

Meskipun pemantauan sudah berjalan tidak menutup kemungkinan sebagai langkah evaluasi akan mengadakan peninjauan kembali untuk menginvestigasi program/proyek/kegiatan sekolah. Sebagai bentuk evaluasi program/proyek/kegiatan sekolah proses penilaian kinerja menggunakan analisis sebagai berikut. Relevansi 0,25 1. Apakah tujuan

(18)

2. Apakah tujuan dan target sudah dapat menjawab permasalahan kebutuhan sekolah ? 3. Jika belum berapa besar tingkat ketepatan tujuan dan target telah tercapai ? dalam %

Efektifias 0,25 1. Apakah

pendekatan, cara, metode sudah sesuai standart dan tepat dilakukan dalam mencapai tujuan dan target ?

2. Apakah jumlah dan kualitas mitra yang menangani program sudah memadai untuk mencapai tujuan dan target atau tidak ?? 3. Apakah peran dari pihak – pihak yang bersangkutan sudah maksimal dalam mencapai tujuan dan target?

Efisiensi 0,25 1. Apakah capaian tujuan dan target program sudah tepat sasaran? 2. Apabilabelum berapakah capaian yang sudah tercapai dalam % ? 3. Apakah sumber daya manusia maupun sumber daya dana untuk mencapai tujuan dan target sudah dimaksimal sebaik mungkin? 4. Berapa % yang terserap dari anggaran ? 5. Apakah dengan anggaran yang sudah dibuat dapat memenuhi tujuan dan target dengan tepat waktu dan sesuai

(19)

dengan aggaran tertulis ?

Dampak 0,25 1. Apakah tujuan dan target

proyek/program/kegiatan memberikan dampak positif dari segi sosial, ekonomi, lingkungan atau yang lain dan seberapa besar pengaruhnya kepada orang tua dan wali murid

2. Apakah tujuan dan target

proyek/program/kegiatan memeberikan dampak positif dari segi sosial, ekonomi, lingkungan atau yang lain dan seberapa besar pengaruhnya kepada orang tua dan wali murid ?

Tabel 5. Analisis Penilaian Kinerja 2. Penyebaran informasi

Proses penyebaran informasi dilakukan untuk menginformasikan hasil monitoring dan controlling kepada orang tua wali murid sebagai penerima manfaat.

4.3 Penyampaian tentang CASS

Dari pihak sekolah dapat mengadakan rapat terbuka dengan orang tua/wali untuk membahas dan mensosialisasikan CASS dengan mengomunikasikan beberapa hal: 1. Sosialisasi tujuan dan manfaat bagi wali murid tentang CASS sebagai salah satu monitoring wali murid kepada pihak sekolah.

a. Pembekalan kepada pihak – pihak dalam pelaksanaan CASS

b. Membuat kesepakatan bersama antara siswa,orang tua, guru,kepala sekolah, komite dan pihak – pihak ahli yang terkait.

c. Membuat peraturan dan kesepakatan antara siswa,orang tua, guru,kepala sekolah, komite dan pihak – pihak ahli yang terkait dengan menjunjung nilai – nilai keadilan, tanggung jawab sosial, akuntabilitas, kepercayaan, keterbukaan, kepedulian kepada rakyat.

(20)

e. Menyusun rencana kerja pelaksanaan audit sosial dalam CASS yang disesuaikan dengan tahap perencanaan, pelaksanaan, dan tindak lanjut audit sosial.

Berikut adalah rencana kerja sosialisasi kepada orang tua wali murid adalah melalui pendampingan dan bimbingan secara teknis berupa :

 Kemampuan untuk mengakses dokumen publik, terutama dengan menggunakan instrumen UU No. 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

 Kemampuan melakukan analisa terhadap pemegang kebijakan.

 Kemampuan dalam memahami dokumen rencana anggaran, program yang dimiliki sekolah

 Kemampuan mengolah dan menyusun informasi

 Kemampuan untuk melakukan pengawasan, pemantauan terhadap program – program sekolah.

 Kemampuan untuk memeriksa dan menginvestigasi terhadap pengawasan.

 Kemampuan untuk menyebarkan informasi hasil pemantauan kepada wali murid

 Mampu menerima dan mengorganisir pendapat orang tua/ wali

4.4 Implementasi dari CASS

Program ini dapat diterapkan kepada orang tua/wali dengan mudah, praktis dan info yang diberikan jelas. Implementasinya adalah seluruh kegiatan/program/proyek yang diadakan sekolah dapat di transparansikan kepada orang tua karena orang tua juga membutuhkan informasi yang seharusnya orang diterima. Dengan adanya grup multiple chatting yang didalamnya adalah kepala sekolah, para wakil kepala sekolah dan wali murid semua transparansi program akan mudah diterapkan. Konsolidasi antara pemangku kebijakan sekolah dengan wali murid akan mudah dilakukan. Semua bentuk sosialisasi dapat dilakukan oleh sekolah melalui grup online multiple chatting. Namun tujuan utamanya adalah wali murid dapat memonitoring dan mengontrol segala aktivitas sekolah melalui grup online tersebut. Monitoring yang dapat dilakukan antara lain laporan pertanggung jawaban sekolah atas penggunaan dana yang berasal dari masyarakat, orang tua dapat mengetahui dan memantau segala bentuk aktifitas anaknya disekolah. Dalam memilih online multiple chatting harus menggunakan media sosial yang sering dipakai dan mudah digunakan oleh semua lapisan masyarakat. Dengan demikian menggunakan media telegram dalam mengimplementasikan program CASS (Cases Assestment System) sangat mendukung. Didalam CASS tersebut juga terdapat kuesioner yang harus diisi oleh orang tua sebagai bentuk apresiasi maupun kritikan terhadap kinerja yang sudah dilakukan oleh sekolah dalam menjaga independensi dan transparansi tentang seluruh kegiatan praperencanaan, perencanaan, penganggaran, keberlangsungan

(21)
(22)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

CASS kependekan dari Cases Assessment System dengan menggunakan media online instant massaging, yakni telegram. Dalam pelaksanaanya, CASS dibuat sebagai wadah dari transparansi antara pihak sekolah kepada orang tua/wali. sebagai media penghubung antara sekolah dan wali murid terkait dengan setiap kegiatan sekolah kegiatan praperencanaan, perencanaan, penganggaran, keberlangsungan kegiatan, hingga pascakegiatan disertai dengan kewajiban mengisi

assessment, baik bagi orang tua maupun siswa. Yang kemudian di implementasikan kepada kegiatan yang melibatkan orang tua dalam mencapai tujuan menuju sekolah bebas korupsi.

5.2 Saran

Diharapkan dengan adanya gagasan tentang CASS ini, kemudian dapat dikembangkan kembali dalam bentuk yang lebih canggih lagi dan kemudian dapat diterapkan dalam sistem sekolah untuk menggiatkan sekolah bebas korupsi.

(23)

DAFTAR PUSTAKA

Departemnen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.(2003). Acuan Operasional dan Indikator Kinerja Komite Sekolah, Jakarta: Departemnen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah .

Moleong, Lexy. (2002). Metologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Posda Karya

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Rahmat Hasbullah, Se, M.Pd, Efektifitas Peran komite sekolah dalam pengelolaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di kabupaten Karawang. Artikel.

Gambar

Tabel 1. Pengguna aplikasi online messaging
Gambar 1 flowchart system CASS
Tabel 2. Tahap pra perencanaan
Tabel 3. Tahap pemantauan
+2

Referensi

Dokumen terkait

•• Sel lemak dalam tubuh (sel adipose) yang ada di pinggang,pinggul Sel lemak dalam tubuh (sel adipose) yang ada di pinggang,pinggul atau tempat lain mensekresi leptin ke dalam

Tidaklah kukatakan pada hatiku: “Dimanakah Engkau Wahai Dzat yang Kurindukan ?” , maka Dia (Allah) menjawab panggilan hatiku dengan ucapan: “INILAH DIA DZAT YANG

Dengan mengucapkan kepada Tuhan Yesus Kristus, yang telah memberikan hikmat-Nya sehingga penulis bisa menyelesaikan Tugas Akhir ini yakni dengan mengambil judul “Sistem

Dengan demikian X 2 hitung lebih besar dari pada X 2 tabel, sehingga dapat dikatakan bahwa luas lahan yang dikelola mempunyai hubungan nyata dengan tingkat

Metode yang akan digunakan untuk membantu kelompok tani mangrove dalam mengedukasi masyarakat (1) Memberi Pelatihan yang akan diberikan meliputi Pelatihan

Свети Кнез Лазар и косовски завет 5.8€ Свети Петка 5.8 Свети Петра и Павле 5.8 Свети Василије Острошки - могографија 5.8 Јеванђеље за децу 8.8

Selain dapat membuka wacana diskusi dalam rangka meningkatkan kreatifitas dan prestasi mahasiswa, Untuk jangka panjangnya saat institusi melakukan suatu kesalahan mereka

Dalam rangka kegiatan Sertifikasi Guru dalam Jabatan untuk guru-guru di lingkungan Departemen Agama (Depag), Panitia Sertifikasi Guru Rayon 15 telah melaksanakan Pendidikan dan