• Tidak ada hasil yang ditemukan

United Nations Convention Against Corruption (UNCAC) 2003 Dalam Kaitannya Dengan Pembentukan Hukum Nasional di Bidang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "United Nations Convention Against Corruption (UNCAC) 2003 Dalam Kaitannya Dengan Pembentukan Hukum Nasional di Bidang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

UNITED NATIONS CONVENTION AGAINST CORRUPTION (UNCAC) 2003 DALAM KAITANNYA DENGAN PEMBENTUKAN HUKUM

NASIONAL DI BIDANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI

SKRIPSI

Disusun da n Dia juka n Seba ga i Sa la h Sa tu Sya ra t Untuk Memperoleh Gela r Sa rja na Hukum Pa da Fa kulta s Hukum Universita s Suma tera Uta ra

Oleh: Holy Apriliani

110200090

DEPARTEMEN HUKUM INTERNASIONAL

FAKULTAS HUKUM

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

(2)

UNITED NATIONS CONVENTION AGAINST CORRUPTION (UNCAC) 2003 DALAM KAITANNYA DENGAN PEMBENTUKAN HUKUM

NASIONAL DI BIDANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI

Skripsi

Diajukan untuk Memenuhi Tugas Akhir dan Melengkapi Syarat dalam Memperoleh Gelar Sarjana Hukum

Oleh :

H O L Y A P R I L I A N I 110200090

Disetujui oleh :

Ketua Departemen Hukum Internasional

DR. Chairul Bariah, S.H., M.Hum NIP : 1956121019860120001

Pembimbing I Pembimbing II

DR. Chairul Bariah, S.H., M.Hum DR. Mahmul Siregar, S.H., M.Hum NIP : 1956121019860120001 NIP : 197302202002121001

PROGRAM SARJANA ILMU HUKUM FAKULTAS HUKUM

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN

(3)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yesus Kristus karena atas berkat dan kasih karunia Nya penulis bisa ada sampai saat ini dan masih dimampukan dalam menyelesaikan penulisan skripsi ini yang berjudul: “UNITED

NATIONS CONVENTION AGAINST CORRUPTION (UNCAC) 2003 DALAM KAITANNYA DENGAN PEMBENTUKAN HUKUM NASIONAL DI BIDANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI” sebagai tugas

akhir untuk menyelesaikan studi dan mendapatkan gelar Sarjana Hukum pada Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara. Dan sungguh hanya karena kasih Nya lah penulis bisa ada sampai dalam tahap ini, semua hanya karena kebaikan Nya semata.

Dalam proses penulisan skripsi ini penulis mengakui bahwa penulis sering mengalami kesulitan dan hambatan, namun berkat bimbingan, arahan, serta petunjuk dari Bapak dan Ibu dosen pembimbing, maka penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terimakasih kepada:

(4)

mendapat gelar Sarjana Hukum ku. Tanpa doa kalian aku bukan apa -apa. Semua ini aku persembahkan untuk kalian dengan sepenuh hati;

2. Prof. Dr. Runtung, SH.M.Hum selaku Dekan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara;

3. Prof. Dr. Budiman Ginting, SH.M.Hum selaku Pembantu Dekan I Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara;

4. Bapak Syafruddin Sulung Hasibuan, SH.MH.DFM selaku Pembantu Dekan II Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara;

5. Bapak Dr. O. K. Saidin, SH.M.Hum selaku Pembantu Dekan III Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara;

6. Ibu Dr. Chairul Bariah, SH.M.Hum selaku Ketua Departemen Hukum Internasional Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara dan juga selaku Dosen Pembimbing I yang telah banyak membantu penulis dalam penulisan skripsi ini, dalam memberikan masukan, arahan-arahan, serta waktunya untuk membimbing penulis dalam pelaksanaan penulisan skripsi ini;

(5)

8. Ibu Afrita, SH.M.Hum selaku Dosen Pembimbing Akademik penulis yang telah membimbing penulis dan memberi pengarahan dari segi akademis kepada penulis dari awal sampai saat ini;

9. Seluruh Bapak dan Ibu Dosen dan staf pengajar di Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara yang telah membimbing serta memberikan ilmu yang sangat bernilai kepada penulis;

10. Kedua adik penulis yang terkasih, Richman Sukada Kembaren, (c)S.An dan Salsaly Angelika Yokhebed Kembaren. Terimakasih buat doa, dukungan, kasih yang kalian tunjukkan melalui cara kalian masing-masing, aku bangga dan bersyukur karena punya kalian dalam hidupku;

11. Keluarga besar Sembiring Kembaren dan Tarigan Tendang. Terimakasih untuk doa, dukungan moril juga materil serta nasihat-nasihat yang sangat luar biasa untuk ku. Biarlah Tuhan saja yang membalas kebaikan kalian semua..;

12. Kelompok kecil Janet dan Elora yaitu Kristina Simbolon, SH, Sarah Siagian, SH, Roulinta Sinaga, SH, Sri Nita Pagit Tarigan, SH, Sabrina Gultom, dan Royanti Tampubolon untuk semua kasih, dukungan, doa, dan kebaikan yg luar biasa yang kalian tunjukkan kepada ku. Aku sungguh bersyukur karena boleh mengenal kalian dan menjadi bagian dari kalian;

(6)

skripsi ini. Terimakasih sahabat! Aku bangga boleh mengenal kalian semua dan menjadi bagian dari Perkumpulan yang sangat luar biasa ini;

14. Resimen Mahasiswa Universitas Sumatera Utara Yon A K/P. Terimakasih untuk persahabatan yang luar biasa walaupun aku sudah tidak lagi tergabung di dalamnya. Dan juga kepada KMK USU UP FH. Terimakasih juga untuk pengalaman yang luar biasa yang boleh aku dapatkan dari kalian;

15. Sahabat-sahabat penulis yang luar biasa, Bintari Oktora, Chatrine Sihombing, Fitri F. Tanjung, Stella, SH, Maisyarah Miraza, SH, Ricky Sidabutar, Tri Yanto Yeremia Siagian, SH, Samitha Andimas, Elfrina Ritonga, Olivya Tambunan, Amd. Terimakasih untuk doa, kasih, dan dukungan kalian untuk ku. Terimakasih juga atas kesabaran kalian dalam menghadapi ku yang super negatif ini. Aku mengasihi kalian ;

16. Teman seperjuangan dan satu asal, Daniel Christian D. Aritonang, Nathan Lumban Raja dan terkhusus soulmate penulis Daniel Bernadus yang membuat penulis percaya bahwa soulmate bisa juga berlaku pada sahabat. Terimakasih dan semoga sukses untuk kalian!;

(7)

untuk saran, doa, dukungan kalian untuk ku. Sangat beruntung boleh mengenal kalian semua kak,bang;

18. Seluruh guru-guru di SDK.Pamardi Yuwana Bhakti, SMPN 148 Jakarta, SMPN 157 Jakarta, dan SMAN 67 Jakarta. Terimakasih Bapak dan Ibu, berkat kalian saya bisa sampai di tahap ini. Terimakasih untuk ilmu dan didikan yang luar biasa!;

19. Sahabat penulis yang luar biasa Almh.Henny Febrina Purnamasari Harahap dan Alm.Olan Fernandus Lumban Toruan. Walaupun kalian udah disamping Bapa di Surga, kenangan bersama kalian dan kebaikan kalian masih aku ingat sampai detik ini. Terimakasih banyak..;

20. Teman-teman ILSA Stambuk 2011, teman-teman Grup B 2011, serta Panitia Natal Keluarga Besar Fakultas Hukum USU 2014 terkhusus Seksi Acara : Rika Sitompul, Christin Tobing, Stephani Situmorang, Via Situmorang, Novi Sihaloho, Imelda Sinurat, SH, Kartika Manurung, SH, Tulus Nababan, SH, Alexandro Simanjuntak, SH, Asido Malau, Guntur Gultom, SH Terimakasih untuk kalian semua! Sangat bersyukur boleh mengenal kalian dan boleh bekerjasama dengan kalian. Aku mengasihi kalian ;

(8)

22. Semua pihak yang mengenal dan telah membantu penulis yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. Terimakasih untuk kalian semua. Aku mengasihi kalian .

Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih mempunyai banyak kekurangan di dalam penulisannya, oleh karena itu penulis berharap adanya masukan dan saran yang bersifat membangun untuk di masa yang akan datang. Demikian lah yang dapat penulis sampaikan, semoga skripsi ini dapat bermanfaat.

Medan,Juli 2015 Penulis

(9)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI ... vii

DAFTAR GAMBAR DAN TABEL ... xi

DAFTAR SINGKATAN ... xii

ABSTRAKSI ... xv

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 6

C. Tujuan Penulisan ... 6

D. Manfaat Penulisan ... 7

E. Keaslian Penulisan ... 7

F. Tinjauan Kepustakaan ... 8

G .Metode Penelitian ... 17

1. Jenis Penelitian ... 17

2. Sumber Data ... 18

3. Teknik Pengumpulan Data ... 19

4. Analisis Data ... 20

H. Sistematika Penulisan ... 20

(10)

A. Sejarah terbentuknya Konvensi United Nations Convention

Aga inst Corruption (UNCAC) 2003 ... 23 B. Kedudukan Konvensi United Nations Convention Against

Corruption (UNCAC) ... 35 1. Defenisi dan ruang lingkup ... 37 2. Tahap pembuatan UNCAC 2003 ... 44 C. Kekuatan mengikat Konvensi United Nations Convention Against

Corruption (UNCAC) 2003... 47 D. Pemberantasan tindak pidana korupsi berdasarkan Konvensi United

Na tions Convention Aga inst Corruption (UNCAC) 2003 ... 53 1. Jenis-jenis tindak pidana korupsi yang diatur dalam Konvensi

United Na tions Convention Aga isnt Corruption (UNCAC) 2003 .... 53 2.Negara-negara yang telah meratifikasi Konvensi

United Na tions Convention Aga inst Corruption (UNCAC) 2003 .... 57 E. Kerjasama internasional dalam pemberantasan tindak pidana korupsi. 66 BAB III HUBUNGAN KONVENSI UNITED NATIONS CONVENTION

AGAINST CORRUPTION (UNCAC) 2003 DENGAN PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI

DI INDONESIA ... 100 A.Ratifikasi Konvensi United Nations Convention Against Corruption .

(11)

2. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2006 tentang Pengesahan

Konvensi UNCAC ... 102

a. Latar belakang dan tujuan pembentukan ... 104

b. Istilah-istilah penting ... 106

c. Pembekuan, penyitaan, dan perampasan aset ... 108

d. Perlindungan saksi, ahli, dan korban ... 110

e. Perlindungan pelapor ... 111

B Akibat hukum dari ratifikasi Konvensi United Nations Convention Aga inst Corruption (UNCAC) 2003 ... 112

C. Pengaruh Konvensi United Nations Convention Against Corruption (UNCAC) 2003 terhadap pembentukan hukum anti korupsi di Indonesia ... 129

D.Pengaruh Konvensi United Nations Convention Agaisnt Corruption (UNCAC) 2003 terhadap proses pemberantasan tindak pidana korupsi di Indonesia ... 130

BAB IV SINKRONISASI PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN NASIONAL TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI DENGAN KONVENSI UNITED NATIONS CONVENTION AGAINST CORRUPTION (UNCAC) 2003 ... 133

(12)

B. Ketentuan-ketentuan Konvensi United Nations Convention Against Corruption (UNCAC) 2003 yang belum diadopsi dalam hukum

nasional ... 151

BAB V PENUTUP ... 156

A.Kesimpulan ... 156

B.Saran ... 162

(13)

DAFTAR GAMBAR DAN TABEL

GAMBAR I Bagan Prosedur Pembuatan Perjanjian Internasional

Dibawah Wibawa PBB 43

GAMBAR II Negara-negara yang telah menandatangani UNCAC 2003 dan status ratifikasinya sampai dengan

12 November 2014 59 TABEL I Daftar negara yang telah menandatangani dan

meratifikasi UNCAC 2003, beserta tanggal nya 60 TABEL II Perjanjian-perjanjian ekstradisi Indonesia dengan

Beberapa negara 69

TABEL III Perjanjian-perjanjian MLA Indonesia dengan

(14)

DAFTAR SINGKATAN A.

AMLA : ASEAN Mutual Legal Assistance Ampres : Amanat Presiden

Art : Article

ACCH : Anti Corruption Clearing House

ACCT : ASEAN Convention on Counter Terrorism ASEAN : Assosiation of South East Asia Nation

C.

CoSP : Conference of the State Parties CTC : Certified True Copy

D.

DPR RI : Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia

H.

HAM : Hak Asasi Manusia

I.

(15)

J.

Jo. : Juncto

K.

KA : Kereta Api

Kapolri : Kepala Kepolisian Republik Indonesia Kemenkumham : Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia KPK : Komisi Pemberantasan Korupsi

KUHAP : Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana

L.

LBB : Liga Bangsa-Bangsa

M.

Menkumham : Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Menlu : Menteri Luar Negeri

MLA : Mutual Legal Assistance

N.

NGO : Non Government Organization

No. : Nomor

P.

(16)

Perpu : Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang PPERPRES : Pengesahan Peraturan Presiden

PPTM : Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri Prolegnas : Program legislasi nasional

R.

RAK : Rapat Antar Kementrian RI : Republik Indonesia

RPERPRES : Rancangan Peraturan Presiden RRT : Republik Rakyat Tiongkok RUU : Rancangan Undang-Undang

T.

TCP : Transfer of Criminal Proceeding TSP : Transfer of Sentenced Person

U.

UN : United Nations

UNCAC : United Nations Convention Against Corruption

UNESCO : United Nations Economic Social Cultural Organization UNODC : United Nations Office on Drugs and Crime

UNTOC : United Nations Convention of International Organized Crime

(17)

ABSTRAK

UNITED NATIONS CONVENTION AGAINST CONVENTION (UNCAC) 2003 DALAM KAITANNYA DENGAN PEMBENTUKAN HUKUM NASIONAL DI

BIDANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI *) Holy Apriliani

**) Chairul Bariah ***) Mahmul Siregar

Tindak pidana korupsi yang meluas dan sistematis merupakan pelanggaran terhadap hak-hak sosial dan hak-hak ekonomi masyarakat, karena itu lah tindak pidana korupsi tidak lagi dapat digolongkan sebagai kejahatan biasa melainkan telah menjadi suatu kejahatan luar biasa. Pemberantasan korupsi secara global kini sudah merupakan komitmen pemerintah di seluruh negara. Hal ini terbukti dengan telah disahkannya konvensi internasional oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa yang mengatur tentang menentang korupsi yang berjudul United Nations Convention Aga inst Corruption (UNCAC) pada tahun 2003.

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian hukum normatif. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaturan hukum internasional tentang tindak pidana korupsi, untuk mengetahui bentuk-bentuk kerjasama internasional dalam pemberantasan tindak pidana korupsi menurut Konvensi PBB mengenai tindak pidana korupsi, dan untuk mengetahui bagaimana hubungan konvensi PBB mengenai tindak pidana korupsi dengan pemberantasan tindak pidana korupsi di Indonesia

Konvensi UNCAC 2003 merupakan sebuah perjanjian internasional (treaty ba sed crimes) yang mengutamakan prinsip-prinsip kesamaan kedaulatan, prinsip integritas nasional dan prinsip non intervensi. .Main point dari konvensi ini adalah kriminalisasi, asset recovery,dan kerjasama internasional. Indonesia ikut menandatangani konvensi tersebut pada tanggal 18 Desember 2003 dan Indonesia telah meratifikasinya melalui Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2006. Sebagai konsekuensi bagi negara yang ikut menandatangani konvensi tersebut, Indonesia akan ikut mendukung sesuai dengan wilayah kedaulatan yang dimiliki. Selain itu Indonesia bisa memanfaatkan konvensi UNCAC 2003 untuk menyelesaikan masalah korupsi di Indonesia yang sudah melintas batas negara (cross border). Kata Kunci: Tindak pidana korupsi, UNCAC 2003, perjanjian internasional *) Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara

Referensi

Dokumen terkait

20 tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Dan Konvensi PBB Mengenai Korupsi, 2003 Terhadap Pengembalian Aset Negara”.. Tujuan penulisan hukum ini adalah untuk

Yanuar, Pengembalian Aset Hasil Korupsi (Berdasarkan Konvensi PBB Anti Korupsi 2003 Dalam Sistem Hukum Indonesia), PT. Alumni,

menyatakan dengan sesungguhnya bahwa karya ilmiah yang berjudul “Implikasi Ratifikasi United Nations Convention Against Corruption (UNCAC) oleh Pemerintah Indonesia”

4.1 Kendala yang Dihadapi Pemerintah Indonesia dalam Implementasi UNCAC

Konvensi UNCAC 2003 menyebutkan bahwa ekstradisi adalah sebuah proses formal di mana seorang tersangka kriminal dalam hal ini menyangkut masalah tindak pidana korupsi yang ditahan

Indeks Persepsi Korupsi (CPI) pada tahun 2018 yang dirilis oleh Transparency International ini mengungkapkan bahwa sebagian besar negara-negara di dunia mengalami kegagalan

Prinsip­prinsip yang tersirat dalam UNCAC, penulis jabarkan sebagai berikut, yang meliputi, prinsip: pertama, terkait dengan kerjasama internasional ( international cooperation

Perlu diketahui bahwa Konvensi PBB tentang Korupsi tahun 2003, sebagaimana telah diratifikasi oleh Indonesia dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2006 tentang Pengesahan United