• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perbandingan Algoritma Boyer Moore dan Brute Force Dalam Pembuatan Kamus Bahasa Mandarin – Indonesia – Inggris Platform Android

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Perbandingan Algoritma Boyer Moore dan Brute Force Dalam Pembuatan Kamus Bahasa Mandarin – Indonesia – Inggris Platform Android"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 1

PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Pada era komputerisasi, informasi telah berkembang dengan pesat. Terdapat sistem operasi yang berkembang antara lain mobile phone dan smartphone. Smartphone sebagai product mobile phone dewasa ini lebih berkembang dan lebih diminati penggunaannya oleh masyarakat karena beragam fitur dapat ditampilkan untuk memenuhi kebutuhan dan daya tarik tersendiri bagi masyarakat penggunannya.

Kebutuhan masyarakat terhadap layanan teknologi berbasis IT sangat bervariatif, salah satu kebutuhan adalah kebutuhan akan ketersediaan kamus dengan berbagai kepentingan mulai dari kamus yang bersifat umum seperti kamus bahasa hingga kamus istilah-istilah khusus seperti kamus politik, kamus ekonomi, kamus bahasa dan sebagainya. Kamus bahasa Mandarin merupakan salah satu kamus yang di perlukan oleh masyarakat, kamus istilah bahasa Mandarin yang saat ini banyak beredar dalam bentuk buku, namun banyak penggunaannya menyulitkan karena pengguna harus mencari arti dan istilah bahasa Mandarin secara manual, disisi lain buku sangat sulit untuk dibawa dan tidak dapat di update setiap saat sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan pada saat ini. Oleh karena itu di butuhkan ketersediaan kamus istilah bahasa Mandarin yang dapat memudahkan semua orang mencari dan memahami arti kata bahasa Mandarin dengan mudah dan cepat dimana pun kita berada. Mengingat masyarakat dewasa ini sangat akrab dengan layanan smartphone maka jika salah satu layanannya dapat menyediakan fitur kamus tentunyaakan sangat bermanfaat dan menarik serta diminati oleh penggunanya.

(2)

keunggulan dari sistem operasi ini antara lain sistem operasinya yang open source,dapat diubah sesuai dengan keinginan kita sendiri, banyaknya aplikasi

komputer yang sudah tersedia untuk smartphone android dan harganya yang terjangkau.

String match adalah suatu algoritma yang digunakan untuk memecahkan masalah

pencocokan suatu teks terhadap suatu teks lain. Ada beberapa algoritma yang dapat digunakan dalam pencarian string matching contohnya ialah algoritma Brute Force dan Boyer Moore yang memiliki cara kerja berbeda, mengakibatkan kecepatan pencocokan yang berbeda.

Dengan adanya perbedaan tersebut, maka perlu diadakan perbandingan langsung terhadap aplikasi yang akan dirancang.

1.2Rumusan Masalah

Adapun masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah :

1. Bagaimana merancang Algoritma Boyer Moore dan Algoritma Brute Force dalam pembuatan kamus Bahasa Mandarin – Indonesia - Inggris

2. Bagaimana melakukan perbandingan Algoritma Booyer Moore dan Algoritma Brute Force dalam pembuatan kamus Bahasa Mandarin – Indonesia – Inggris.

1.3 Batasan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas maka aplikasi kamus berbasis android yang dapat menjadi acuan batasan masalah yakni :

1. Inputan langsung berupa kata, tidak berupa kalimat. 2. Hasil terjemahan hanya berupa bentuk kata (kata dasar).

3. Aplikasi ini hanya kompatibel dengan ponsel berbasis android 4.2 Jelly Bean sampai Android 5.0 Lollipop

(3)

5. Manajemen Sistem Database yang digunakan dalam program kamus berbasis android adalah SQlite.

6. Jumlah kata yang tersedia dalam database hanya 500 kata pada Kamus Bahasa Mandarin – Indonesia – Inggris.

7. Parameter yang digunakan dalam perbandingan Algoritma Brute Force dan Boyer Moore adalah Running Time

1.4Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Merancang aplikasi Kamus Bahasa Mandarin – Indonesia – Inggris.

2. Melakukan perbandingan Algoritma Boyer Moore dan Algoritma Brute Force.

1.5 Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Manfaat bagi penulis adalah menambah pengetahuan penulis dalam merancang aplikasi berbasis android dan pengetahuan tentang algoritma Boyer Moore dan Algoritma Brute Force.

2. Manfaat bagi bidang ilmu adalah sebagai acuan agar dapat dikembangkan algoritma string matching dan dikembangkan aplikasi android dalam bidang yang lain.

(4)

1.6 Metode Penelitian

Penelitian ini menerapkan beberapa metode penelitian sebagai berikut: 1. Studi Pustaka

Pada tahap ini, dilakukan peninjauan terhadap buku-buku, jurnal-jurnal, artikel-artikel yang pembahas tentang algoritma Boyer Moore, Algoritma Brute Force dan beberapa tutorial pembuatan aplikasi Android.

2. Analisis dan Perancangan

Melakukan analisis terhadap permasalahan, batasan sistem, kinerja sistem, cara kerja sistem disertai pembuatan Flowchart, Unified Modeling Language (UML), Design Interface

3. Implementasi

Pada tahap ini pengimplementasian Algoritma Brute Force dan Boyer-Moore untuk mencari kata hasil terjemahan berbasis Android dan menunjukkan perbandingan antara algoritma tersebut.

4. Pengujian

Aplikasi yang telah diimplementasikan diuji berdasarkan hasil analisis dan perancangan pencarian kata serta menunjukkan perbandingan dari Algoritma Brute Force dan Boyer Moore dari segi Running Time

5. Dokumentasi

(5)

1.7Sistematika Penulisan

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini berisi latar belakang masalah, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, metodologi penelitian, dan sistematika penulisan skripsi.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Bab ini berisi teori-teori yang berkaitan dengan penelitian tugas akhir, antara lain Algoritma Booyer Moore, Algoritma Brute Force, Bahasa Mandarin, Sejarah dan jenis jenis Android.

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

Bab ini berisi tentang analisis terhadap masalah penelitian dan perancangan terhadap sistem yang akan dibangun, cara kerja sistem disertai pembuatan flowchart, Unified Modeling Language (UML), Design Interface.

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

Pada bab ini berisi tentang implementasi pembuatan sistem dan coding sesuai analisis dan perancangan dan menunjukkan perbandingan algoritma Brute Force dan Boyer-Moore dalam segi kecepatan waktu.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Referensi

Dokumen terkait

Kelemahan Algoritma Knuth Morris Pratt dalam penelitian ini adalah lebih lambat dibandingkan Algoritma Boyer Moore dalam pencarian kata yang pendek karena

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Algoritma yang lebih baik diantara Algoritma Knuth Morris Pratt dan Algoritma Boyer Moore untuk proses pencocokan

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat, kasih dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini sebagai

Bab ini menjelaskan latar belakang judul skripsi ” Perbandingan Algoritma Boyer-Moore dan Algoritma Rabin-Karp pada Pencarian Teks dalam Undang-Undang Perlindungan Anak

Judul : PERBANDINGAN ALGORITMA TURBO BOYER MOORE DAN STRING MATCHING ON ORDERED ALPHABETS UNTUK APLIKASI KAMUS FISIKA BERBASIS ANDROID.. Kategori

Algoritma Turbo Boyer Moore melakukan pencarian kata lebih cepat bila dibandingkan dengan String Matching on Ordered Alphabets karena algoritma Turbo Boyer Moore

Algoritma Boyer Moore dan Algoritma Brute Force merupakan bagian dari algoritma String Matching yang memiliki cara kerja berbeda, sehingga jika diterapkan dalam pencarian

Pada pengerjaan skripsi dengan judul Implementasi Algoritma Pencocokan String Boyer-Moore Dalam Pembuatan Contact Manager Pada Platform Android, penulis menyadari bahwa