• Tidak ada hasil yang ditemukan

SIM Namira Nur Jasmine Hapzi Ali Sistem

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "SIM Namira Nur Jasmine Hapzi Ali Sistem"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

Mata Kuliah : Sistem Informasi Manajemen – Pertemuan 3 Dosen Pengampu : Prof. Dr. Hapzi, MM

Senin, 20 Maret 2017

Sistem Kecerdasan Buatan

Sebuah sistem pasti memiliki komponen yang menjadi pembentuknya. Demikian pula dengan Kecerdasan Buatan dan sistem pakar, karena dua sistem tersebut termasuk contoh jenis sistem informasi maka kecerdasan buatan dan sistem pakar juga memiliki komponen. Komponen-komponen itu antara lain :

Komponen Kecerdasan Buatan

a. Basis Pengetahuan

Basis Pengetahuan berisi pengetahuan yang dibutuhkan untuk memahami, memformulasi, dan memecahkan masalah. Basis pengetahuan tersusun atas 2 elemen dasar yaitu : a.Fakta, misalnya: situasi, kondisi, dan kenyataan dari permasalahan yang ada, serta teori dalam bidang itu. b.Aturan, yang mengarahkan penggunaan pengetahuan untuk memecahkan masalah yang spesifik dalam bidang yang khusus.

b. Mesin Inferensi

Mesin Inferensi (Inference Engine), merupakan otak dari Kecerdasan buatan. Juga dikenal sebagai penerjemah aturan (rule interpreter). Komponen ini berupa program komputer yang menyediakan suatu metodologi untuk memikirkan (reasoning) dan memformulasi kesimpulan. Kerja mesin inferensi meliputi :

 Menentukan aturan mana yang akan dipakai

 Menyajikan pertanyaan kepada pemakai ketika diperlukan.

 Menambahkan jawaban ke dalam memori kecerdasan buatan dan sistem pakar.

 Menyimpulkan fakta baru dari sebuah aturan

 Menambahkan fakta tadi (yang telah diperoleh) ke dalam memori

(2)

Komponen Sistem Pakar

1. Subsistem Penambah Pengetahuan 2. Basis Pengetahuan

Basis pengetahuan adalah suatu jenis basis data yang dipergunakan untuk manajemen pengetahuan. Basis data ini menyediakan fasilitas untuk kleksi,organisasi dan pengambilan pengetahuan terkomputerisasi.

3. Mesin Inferensi

Mesin inferensi merupakan elemen inti dari sistem intelejensia buatan 4. BlackBoard

Blackboard adalah memori/lokasi untuk bekerja dan menyimpan hasil sementara. Biasanya berupa sebuah basis data.

5. Interface

6. Subsistem Penjelasan

Subsistem Penjelasan adalah kemampuan untuk menjejak (tracing) bagaimana suatu kesimpulan dapat diambil merupakan hal yang sangat penting untuk transfer pengetahuan dan pemecahan masalah. Komponen subsistem penjelasan harus dapat menyediakannya yang secara interaktif menjawab pertanyaan pengguna , misalnya :

. Mengapa pertanyaan tersebut anda tanyakan? . Seberapa yakin kesimpulan tersebut diambil?

. Mengapa alternatif tersebut ditolak?

. Apa yang akan dilakukan untuk mengambil suatu kesimpulan? . Fakta apalagi yang diperlukan untuk mengambil kesimpulan akhir?

6.Subsistem Penyaring Pengetahuan

(3)

Karakteristik Kecerdasan Buatan

Karakteristik kecerdasan buatan dan sistem pakar Kecerdasan buatan berhubungan dengan penggunaan komputer untuk melaksanakan tugas atau menyelesaikan masalah yang memerlukan kecerdasan atau kepintaran. Adanya berbagai sudut pandang dalam melihat kecerdasan buatan, mempengaruhi pembentukan karakteristik kecerdasan buatan. Karakteristiknya antara lain adalah :

a. Sistem yang dapat berpikir seperti manusia ( Thinking Humanly) Thinking Humanly adalah pendekatan model kognitif. Dikatakan program dapat berpikir seperti manusia, maka ada beberapa cara untuk menyatakannya, yaitu :

 Melalui introspeksi mencoba menangkap pemikiran pemikirannya sendiri pada saat berpikir

 Melalui eksperimen-eksperimen psikologi Sistem ini menggunakan teori pemikiran presisi untuk diekspresikan sebagai program komputer contohnya Sistem Newell & Simon’s GPS general problem solver yang mencari penyelesaian masalah jalan yang dilakukan manusia . Sistem ini menggunakan gabungan antara model komputer Ai dan teknik psikologi.

b. Sistem yang dapat beraksi seperti manusia ( Acting Humanly) Acting Humanly : Pendekatan Uji Turing. Turing mendefinisikan tingkah laku yang cerdas sebagai suatu kemampuan untuk meniru manusia dalam semua tugas kognitif, mencukupi untuk fool interrogator . Uji yang dilakukan Turing merupakan komputer yang akan dijalankan oleh manusia melalui teletype. Jika interrogator tidak dapat membedakan apakah yang diinterogasi manusia atau komputer, maka komputer berintelegensia tersebut lolos dari uji Turing (Turing Test). Untuk lolos dari sistem uji Turing (Turing Test) ini diperlukan :

 Natural Language Processing

 Knowledge Representation,

 Automated Reasoning

 Machine Learning

c. Sistem yang dapat berpikir secara rasional ( Thinking Rationally) Thinking Rationally atau disebut juga The Laws of Thought Approach. Hukum ini memiliki beberapa poin, yaitu :

 Tidak mudah membuat pengetahuan informal dan menyatakan dalam bentuk formal yang diperlukan oleh notasi logika, khususnya jika pengetahuan memiliki ketidakpastian <>

(4)

d. Sistem yang dapat bertingkah laku rasional (Acting Rationally) Acting Rationally disebut juga The Rational Agent Approach. Adanya mesin inferensi yang benar membuat sistem ini dapat bertindak sebagai rational agent, karena satu cara untuk melakukan aksi secara rasional. Aksi secara rasional adalah menalar secara logika untuk mendapatkan kesimpulan bahwa aksi yang diberikan akan mencapai tujuan, dan kemudian melakukan aksi atas kesimpulan tersebut.

(5)

Contoh-contoh Kecerdasan Buatan

1. Game Playing

Game Playing (permainan game) merupakan bidang AI yang sangat populer berupa permainan antara manusia melawan mesin yang mempunyai intelektual untuk berpikir. Bermain dengan komputer memang menarik, bahkan sampai melupakan tugas utama yang lebih penting. Komputer dapat bereaksi dan menjawab tindakan-tindakan yang diberikan oleh lawan mainnya.

2. General Problem Solving

Bidang AI ini berhubungan dengan pemecahan masalah terhadap suatu situasi yang akan diselesaikan oleh komputer. Permasalahan yang diungkapkan dalam suatu cara yang sedemekian rupa sehingga komputer dapat mengerti semua deskripsi-deskripsi yang diinginkan juga diberikan kepada komputer. Biasanya permasalahan tersebut dapat diselesaikan secara trial dan error sampai solusi yang diinginkan didapatkan. Suatu program paket yang cukup populer di kompuer mikro untuk pemecahan masalah secara trial and error adalah EUREKA yang ditulis oleh Borland.

3. Natural Language Recognition

Studi mengenai AI mencoba supaya komputer dapat mengerti bahasa alamiah yang diketikkan lewat keyboard. Bahasa alamiah (natural language) adalah bahasa sehari-hari yang dipergunakan oleh orang untuk berkomunikasi. Komputer yang dapat menerjemahkan satu bahasa ke bahasa lainnya yang merupakan contoh penerapan AI di bidang ini. Biasanya komputer yang khusus untuk AI dapat digunakan pada bidang ini diantaranya adalah IPL (Information Processing Language), LISP, INTERLISP, SAIL, PLANNER, KRL dan PROLOG. Bidang AI ini masih sangat sulit dan belum dapat sempurna penerapannya.

4. Speech Recognition

(6)

Suatu alat recognizer dapat ditambahkan pada komputer mikro sehingga dapat digunakan untuk speech recognition, diantaranya yaitu:

- Voice Recognition Module (VRM) buatan Interstate Electronic. - Voice Data Entry System (VDEC) buatan Interstate Electronic. - SpeechLab buatan Heuristics Inc.

- Voice Entry Terminal (VET) buatan Scott Instruments. - Cognivox buatan Voicetek.

5. Visual Recognition

Bidang ini merupakan kemampuan suatu komputer yang dapat menangkap signal elektronik dari suatu kamera dan dapat memahami apa yang dilihat tersebut. Penerapan AI ini misalnya pada komputer yang dipasang di peluru kendali, sehingga peluru kendali dapat diprogram untuk selalu mengejar sasarannya yang tampak dikamera.

Pada era globalisasi saat ini, bidang Visual Recognition dapat kita jumpai pada komputer laptop terbaru. Awalnya komputer dipasang alat untuk mendeteksi

sidik jari (fingerprints password). Sekarang ini sudah banyak digunakan face detector, sehingga untuk mengakses sebuah laptop yang sudah dipasangi password dari gambar wajah orang pemiliknya, maka orang lain dengan wajah yang berbeda tidak akan dapat membuka laptop tersebut. Misalkan pada laptop LENOVO 3000 Y410 keluaran IBM.

6. Robotics

Robot berasal dari kata Robota, dari bahasa Chekoslavia yang berarti tenaga kerja. kata ini digunakan oleh dramawan Karel Capek pada tahun 1920 pada sandiwara fiksinya, yaitu R.U.R Rossum’s Universal Robots).

(7)

Penggolongan Robot

Ada beberapa cara menggolongkan robot. Ada yang menggolongkan robot menurut sumber tenaganya (secara elektronik, hidrolik, dan pneumatik). Ada yang

menggolongkan ke dalam kerumitannya (robot yang sederhana hanya dapat bergerak dalam satu, dua atau tiga jurusan saja, sedang robot yang canggih dapat bergerak puluhan sudut secara serentak). Robot dapat juga digolongkan dalam daya angkatnya (ada robot yang hanya dapat mengangkat benda-benda yang ringan saja sampai yang berat). Ada yang menggolongkan dalam kecepatan geraknya, ketepatannya serta metode penggunaannya. Berdasarkan penggunaannya robot dapat digolongkan sebagai: - Robot pribadi (personal robots)

Juga disebut dengan home robots (robot rumah tangga), karena ditujukan untuk membantu pekerjaan-pekerjaan rumah tangga menjadi lebih otomatis.

- Robot industri (industrial robots)

Robot industri merupakan robot yang digunakan untuk membantu di dalam proses produksi, misalnya untuk menangani material, mengelas, mengecat, memasang komponen dan lain sebagainya.

7. Expert System (Sistem Pakar)

Kemampuan, keahlian dan pengetahuan tiap orang berbeda-beda. Komputer dapat diprogram untuk berbuat seperti orang yang ahli dalam bidang tertentu.

Komputer yang demikian dapat dijadikan seperti konsultan atau tenaga ahli di bidang tertentu yang dapat menjawab pertanyaan dan memberikan nasehat-nasehat yang dibutuhkan. Sistem demikian disebut Expert System (Sistem Pakar).

Salah satu expert system yang pertama adalah:

1. MACSYMA, yang digunakan untuk tugas-tugas matematika. 2. MYCIN, untuk mendiagnosa penyakit infeksi pada darah. 3. CADUCEUS, untuk mendeteksi penyakit.

4. PUFF, untuk mengukur fungsi dari paru-paru.

5. PROSPECTOR, digunakan perusahaan DEC untuk menggamarkan konfigurasi dari sistem komputer bagi para langganannya.

(8)

Contoh Aplikasi berbasis Android yang memiliki Kecerdasan Buatan

1. Google Now

(9)

2. Simsimi

Siapa yang tidak kenal dengan robot chatting yang satu ini?. Simsimi merupakan robot imut yang memiliki kecerdasan buatan, ada saja hal-hal kocak yang diucapkan oleh simsimi pada saat kita chatting dengannya. karena kekocakan tersebut membuat saya tertarik menggunakan aplikasi simsimi, pada aplikasi tersebut robot cerdas yang imut ini dapat kita ajarkan kata-katanya, Aplikasi simsimi tersedia diberbagai platform sistem operasi salah satunya android. Manfaat aplikasi ini sendiri adalah untuk menghibur user dan sangat cocok untuk mengisi waktu luang.

3. Instant Heart Rate Pro

(10)

4. Photo Math

Sebuah aplikasi pendidikan, PhotoMath sendiri berfungsi layaknya kalkulator, namun pada PhotoMath kita hanya memfoto objek angka yang mau kita hitung maka PhotoMath secara otomatis menkonversi foto tersebut menjadi angka dan melakukan penghitungan. awalnya saya tidak percaya, tapi ternyata aplikasi PhotoMath ini benar-benar dapat melakukan perhitungan melalui foto, cara penggunaannya cukup mudah, cukup arahkan kamera smarthphone ke soal matematika yang akan kita hitung dan PhotoMath melakukan perhitungannya secara otomatis, cerdas dan canggih bukan? namun, tidak semua jenis perhitungan dapat dilakukan PhotoMath, semoga versi selanjutnya dapat lebih cerdas lagi.

5. Waze

(11)

Referensi

Anonim. (2009).

Kecerdasan Buatan [Online]. Diakses dari :

http://silvercyber19.blogspot.co.id/2009/05/kecerdasan-buatan.html

pada 20 Maret 2017 jam 14.20)

Anonim. (2013).

Contoh Kecerdasan Buatan [Online]. Diakses dari :

http://www.danang-ekal.com/2013/03/contoh-contoh-kecerdasan-buatan_19.html#.WM-E3TuGPIU pada 20 Maret 2017

jam 14.30)

Anonim. (2015). Aplikasi Android yang memiliki Kecerdasan Buatan

[Online]. (Diakses dari :

http://ropiudin95.blogspot.co.id/2015/07/5-aplikasi-android-yang-memiliki.html

pada 20 Maret 2017 jam 14.00 )

Anonim. (2017). Knowledge based systems [Online]. (Diakses dari

https://en.wikipedia.org/wiki/Knowledge-based_systems

pada

20 Maret 17 jam 14.15)

Smith, Reid (May 8, 1985). "Knowledge-Based Systems Concepts,

Techniques, Examples" (PDF). (Diakses dari :

(12)

Referensi

Dokumen terkait

In Madura, the woman social position is reflected in their folktales, like Aer Mata Ebu, The Origin of Madura, and Aryo Menak and His Wife.. Such three stories have

Pelaksanaan praktik kerja industri merupakan salah satu cara dalam menumbuhkembangkan jiwa kewirausahaan pada program SMK di mana peserta didik melakukan praktek kerja

Agar pembahasan ini dapat lebih terarah dan tidak menyimpang dari permasalahan yang akan dibahas, maka ruang lingkup pembahasan yang akan dibahas yaitu berapa

Kuantitas dan kualitas pertanyaan dan pernyataan terdistribusi pada tingkatan dari kemampuan berpikir kognitif C1 sampai dengan C6 pada dimensi pengetahuan

rasio solvabilitas (leverage), menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka panjang , dan (5) rasio pasar, menunjukkan informasi penting perusahaan

Untuk kategori sub materi yang sangat dipahami, kelompok kami menyimpulkan berdasarkan jawaban siswa yaitu yang berkaitan dengan sifat periodik unsur secara

- Undang- Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi pasal 2 ayat (1) yang berbunyi “setiap orang yang secara melawan hukum melakukan

tfifosAeu iieasss jAJiofcrsinfca 1-opeito JoK atsa Bttbtmgs® PcrTJUrahsin tmtute oenborilJGn p o rc n tH itv s m , Dalai pisgpwai l&#34;63?col5ut' la lu fesRSDAcfeftli