• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH KONFLIK PEKERJAAN-KELUARGA DAN ORIENTASI ETIKA TERHADAP HUBUNGAN ANTARA KOMITMEN ORGANISASI DENGAN KEPUASAN KERJA INTERNAL AUDITOR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENGARUH KONFLIK PEKERJAAN-KELUARGA DAN ORIENTASI ETIKA TERHADAP HUBUNGAN ANTARA KOMITMEN ORGANISASI DENGAN KEPUASAN KERJA INTERNAL AUDITOR"

Copied!
129
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 4.10 menunjukkan deskripsi dari variabel-variabel penelitian serta jumlah  kuesioner yang valid
Tabel 4.15 dibawah ini menunjukkan hasil uji reliabilitas dan uji validitas untuk  variabel idealisme
Tabel 4.17 memperlihatkan hasil uji reliabilitas dan uji validitas terhadap  pertanyaan-pertanyaan guna mengukur variabel kepuasan kerja yang digunakan sebagai  variabel independen dalam penelitian ini
TABEL 4.20  HASIL UJI GLEJSER
+3

Referensi

Dokumen terkait

Artinya, ketika perawat mengalami konflik dari pekerjaan yang dibawa ke keluarga, namun perawat tersebut mempunyai sentralitas pekerjaan, menjadikan kepuasan

Skripsi yang berjudul “ HUBUNGAN KONFLIK PEKERJAAN – KELUARGA, STRES, KOMITMEN ORGANISASIONAL, KINERJA DAN KEINGINAN UNTUK MENINGGALKAN ORGANISASI” ini digunakan sebagai

(3) Karena koefisien korelasi dari hubungan tuntutan keluarga dan konflik keluarga- pekerjaan pada responden wanita dan pria berbeda (0,352  0,232), maka berarti Ha

Berdasarkan penjelasan diatas, maka gap penelitian yang dapat penulis kemukakan adalah belum ada penelitian yang menguji pengaruh konflik pekerjaan-keluarga dan

Pengujian terhadap hipotesis 2 dalam penelitian ini yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh positif antara profesionalisme terhadap kepuasan kerja ternyata sepenuhnya terbukti,

Variabel etika kerja Islam memiliki pengaruh yang signifikan terhadap affective commitment, normative commitment, dan continuance commitment ternyata lebih

Analisis regresi linier berganda digunakan dalam penelitian ini dimaksudkan untuk membuktikan hipotesis mengenai pengaruh variabel konflik keluarga pekerjaan dan self

Dalam penelitian yang dilakukan Amiriel & Yuwono (2007) mengenai konflik kerja-keluarga dengan kepuasan kerja pada karyawati berperan jenis androgini, didapati bahwa