• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROGRAM KONSERVASI PESUT MAHAKAM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PROGRAM KONSERVASI PESUT MAHAKAM"

Copied!
35
0
0

Teks penuh

(1)

2008

LAPORAN

Kampanye Pendidikan Lingkungan Hidup tingkat SLTP dan SMU di Daerah Mahakam Tengah, Kalimantan Timur, Indonesia

Juni 2008

Yayasan Konservasi RASI

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami haturkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan begitu banyak limpahan rahmat dan hidayah-Nya bagi kita semua. Syukur pula atas limpahan begitu besar sumberdaya alam, dengan keragaman flora fauna Indonesia yang begitu tinggi, sehingga mampu memberikan manfaat yang begitu besar kepada bangsa Indonesia.

Kalimantan Timur sebagai salah satu propinsi yang mempunyai potensi sumberdaya alam cukup besar memegang peranan penting dalam menyuplai kebutuhan berbagai industri baik sektor migas maupun non migas, terutama kayu dan batubara. Deforestasi tersebut telah menyebabkan Kalimantan Timur kehilangan begitu banyak potensi keragaman hayati penting seperti keberadaan bekantan, orang utan, kayu ulin, gaharu, beruang dan juga pesut. Termasuk didalamnya juga berbagai jenis flora fauna langka lainnya, akibat kerusakan habitat, kebakaran hutan serta perburuan liar. Di sisi lain upaya konservasi bagi jenis yang terancam punah belum banyak dilakukan, bahkan tidak mendapatkan perhatian serius dari pihak pemerintah.

Program Kampanye Pendidikan Lingkungan Hidup merupakan sebagian kecil peranan yang dapat kami lakukan guna mendukung upaya konservasi salah satu dari begitu banyak spesis terancam punah di muka bumi ini, khususnya di Kalimantan Timur.

Ucapan terima kasih sedalam-dalamnya kami haturkan kepada:

1. Kami sangat berterima kasih atas dukungan finansial dari the Ursula Merz Foundation bekerjasama dengan Global Nature Fund, serta ucapan terima kasih khususnya kepada Stephan Horman, Udo Gattenloher, Stephanie Lampert dan Manuela Uhde. 2. Seluruh pihak sekolah terutama adik-adik dari SLTP dan SMU di Kabupaten Kutai Barat

dan Kartanegara beserta seluruh staf pengajar yang terlibat secara aktif dan antusias sekali dalam mendukung program kampanye konservasi.

3. Tim kampanye dari staf YK-RASI (Fida) dan Mahasiswa Fakultas Kehutanan (Agus, Leli dan Narja) Universitas Mulawarman, yang dilakukan dengan motivasi dan semangat yang teguh dari awal hingga kunjungan sekolah terakhir.

4. Seluruh pihak yang telah membantu dan mendukung dalam program kampanye ini. Semoga apa yang telah kita lakukan dan usahakan bersama memberikan sedikit arti dari begitu besar tugas kita untuk bersama-sama melestarikan alam beserta isinya yang merupakan amanah dari Allah SWT yang Maha kaya ini.

(3)

Samarinda, 23 June 2008,

Budiono, Ir. Danielle Kreb, Ph.D

Executive Director Scientific Program Advisor

Yayasan Konservasi RASI P.O. Box 1105

Komplek Pandan Harum Indah (Erliza), Blok D, No. 87

Samarinda, Kalimantan Timur Indonesia

Tel/ fax: + 62.541.206406 E-mail: yk.rasi@gmail.com

(4)

DAFTAR ISI

Hal

KATA PENGANTAR .…….……….………... i DAFTAR ISI ……….………... iii I. PENDAHULUAN …….………...

A. Latar Belakang ………... B. Nama dan Tema Kegiatan ………... C. Tujuan ……….………... D. Topik Kampanye ……….………... E. Waktu dan Lokasi Kampanye ……….………... F. Pelaksana Kampanye …….………... II. METODE KEGIATAN .……… ………... A. Metode Kampanye ………... B. Alat dan Bahan ……….………... C. Peserta ………... D. Pendukung Kegiatan Kampanye ……….. III. HASIL KEGIATAN ………..……….. A. Presentasi dan Tanggapan Peserta ……… Presentation 1- Permasalahan-permasalahan lingkungan …………..……….. Presentation 2- Kebakaran hutan dan upaya pencegahan …………..……… Presentation 3- Jenis-jenis satwa dilindungi beserta habitatnya ……….. Presentation 4- Pesut Mahakam dan habitatnya ……… B. Simulasi (Permainan Mendidik) ……….……...………….. C. Harapan dan Kesan dari Pihak Sekolah ……….. D. Pemenang Lomba Esay dan Poster ………..……… IV. PENUTUP ……… A. Kesimpulan ………...…………. B. Saran ………..………… V. DAFTAR PUSTAKA ………. 1 1 2 2 2 3 3 4 4 5 5 5 6 6 6 9 11 13 16 17 18 19 19 20 20

(5)

LAMPIRAN

1. Daftar sekolah dan jumlah peserta kampanye ... 2. Daftar nama tim kampanye ... 3. Jadwal Kampanye Pendidikan Lingkungan Hidup ... 4. Daftar 22 besar peserta dan pemenang lomba poster tingkat SMP ……… 5. Foto-foto poster yang menang ……… 6. Daftar peserta dan pemenang lomba Esay tingkat SMU ……… 7. Foto-foto yang diambil saat kampanye ………

21 21 22 23 24 25 26

(6)

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Indonesia, khususnya Propinsi Kalimantan Timur dengan hutan hujan tropisnya merupakan habitat bagi berbagai jenis flora (tumbuhan) dan fauna (hewan). Namun sangat disayangkan saat ini habitat tersebut terancam punah akibat pemanfaatan sumber daya alam yang tak berkelanjutan. Kerusakan habitat menjadi faktor terpenting dalam proses menurunnya populasi jenis flora dan fauna secara drastis. Jika hal ini tidak segera dihentikan, tidak mustahil dalam beberapa tahun mendatang kita akan kehilangan banyak jenis flora dan fauna langka yang merupakan ciri khas dan endemik di Kalimantan Timur.

Potensi keanekaragaman hayati di Daerah Mahakam Tengah (DMT) sangatlah tinggi. Keberadaan satwa-satwa khas seperti mamalia air tawar Pesut Mahakam, burung enggang dan reptilia endemik seperti Buaya Sapit atau disebut Senyulong serta Biawak Kalimantan. Jenis satwa-satwa tersebut merupakan jenis yang dilindungi dan memiliki status mendekati terancam hingga sangat terancam. Beberapa faktor penyebab terjadinya ancaman ketidakberlangsungan hidup satwa tersebut di daerah ini meliputi kebakaran dan penebangan hutan, penangkapan satwa, habitat tercemar, konversi hutan, ditambah pemanfaatan SDA secara berlebihan. Ancaman ini dapat berdampak pada suatu kemiskinan akan hutan, flora dan fauna, air bersih dan ekonomi.

Salah satu upaya konservasi bagi kelestarian flora dan fauna Kalimantan Timur adalah melalui kegiatan kampanye pendidikan lingkungan secara integral, berkala dan berkesinambungan. Pendidikan secara dini bagi anak-anak sekolah tentang pentingnya konservasi akan sangat menentukan konsistensi pelestarian lingkungan hidup di masa mendatang.

(7)

Yayasan Konservasi RASI (Rare Aquatic Species of Indonesia) bekerjasama dengan Mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman sebagai organisasi yang peduli terhadap upaya konservasi flora dan fauna bermaksud mengambil sebagian kecil dari begitu banyak upaya konservasi yang dapat kita lakukan. Kerja kecil tersebut terangkai dalam kegiatan Kampanye Pendidikan Lingkungan Hidup.

B. Nama dan Tema Kegiatan

Nama : “KAMPANYE PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP, MAHAKAM 2008”

Tema : Meningkatkan pengetahuan dan kepedulian serta peranan masyarakat dalam usaha Konservasi flora dan fauna beserta habitatnya di Kalimantan Timur, khususnya Pesut Mahakam.

C. Tujuan

1. Meningkatkan pengetahuan pelajar sekolah menengah tentang kondisi sumberdaya alam Kalimantan Timur.

2. Meningkatkan daya tarik generasi muda terhadap lingkungan hidup

3. Meningkatkan kesadaran akan pentingnya konservasi flora dan fauna bagi kehidupan.

4. Mengajak generasi muda untuk ikut berperan aktif dalam kegiatan peduli lingkungan.

D. Topik Kampanye

1. Menjelaskan permasalahan-permasalahan lingkungan hidup khususnya di Daerah Mahakam Tengah.

(8)

3. Menggalang dukungan bagi upaya pelestarian Pesut Mahakam dan jenis satwa lainnya.

4. Meningkatkan peran serta generasi muda terutama siswa sekolah menengah dalam upaya konservasi flora fauna dan upaya lain melalui kegiatan pecinta alam.

E. Waktu dan Lokasi Kegiatan:

Kegiatan ini dilaksanakan dalam 3 tahap, yaitu:

ÿ Tahap persiapan : 04 – 17 Pebruari 2008 ÿ Tahap Pelaksanaan Kampanye : 18 Pebruari – 05 Maret 2008 ÿ Tahap Evaluasi dan laporan : 06 Maret – 10 Mei 2008

Lokasi kegiatan dilaksanakan di Kantor Yayasan Konservasi RASI (tahap persiapan dan evaluasi) serta di 12 (dua belas) SLTP, 2 (dua) MTs dan 9 (sembilan) SMU negeri di Kabupaten Kutai Barat dan Kartanegara (lihat Lampiran 1).

Lokasi Kegiatan di Sekolah Wilayah

5 (lima) SMU dan 5 (lima) SLTP Kabupaten Kutai Barat

4 (empat) SMU, 2 (dua) MTs dan 7 (tujuh) SLTP Kabupaten Kutai Kartanegara

F. Pelaksana Kegiatan

Pelaksanaan kegiatan sepenuhnya dilakukan oleh Yayasan Konservasi Rasi dan mahasiswa Fahutan UNMUL (daftar team di lampiran 2).

(9)

II. METODE KEGIATAN

A. Metode Kampanye

Metode yang diterapkan dalam kampanye ini adalah dengan cara penggalian pengetahuan siswa mengenai sumberdaya Kalimantan Timur khususnya Daerah Mahakam Tengah (DMT), ceramah, simulasi (game mendidik) kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab dan diskusi.

1. Pertama-tama peserta kampanye diberikan pengenalan disertai permainan kecil bertujuan agar selama pemberian materi peserta merasa santai namun tetap serius.

2. Pertanyaan pembuka berupa tanya jawab secara langsung, untuk menguji sejauh mana pengetahuan mereka tentang Pesut Mahakam dan lingkungannya. Materi kampanye meliputi :

· Permasalahan-permasalahan lingkungan. · Pesut Mahakam dan habitatnya.

· Jenis-jenis satwa dilindungi beserta habitatnya. · Kebakaran hutan disertai upaya pencegahan.

3. Pemberian materi dilakukan dengan menggunakan infocus.

4. Seluruh materi berupa gambar-gambar yang menarik dan materi tertulis mengenai karena pelajar akan lebih tertarik dan cepat memahami isi materi. 5. Setelah pemberian materi dilakukan tanya jawab dan diberikan kenang-kenangan

berupa souvenir bertemakan pelestarian satwa, sehingga diharapkan akan terjadi komunikasi yang dilakukan secara dua arah.

6. Setelah pemberian dua materi diberikan permainan yang mendidik bagi para peserta agar mereka menjadi lebih aktif dan semangat.

(10)

B. Alat dan Bahan

Bahan dan alat yang digunakan adalah sebuah laptop, infocus, layar proyektor, wireless, microphone dan kamera. Bahan tambahan berupa souvenir (kartu pos, gantungan kunci gambar satwa), kaos dan poster. Begitupun, materi presentasi dan perlengkapan permainan.

C. Peserta

Kampanye diikuti oleh siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) dan Sekolah Menengah Umum (SMU) negeri maupun swasta yang terdapat di 5 kecamatan (Sendawar, Damai, Muara Lawa, Muara Pahu dan Penyinggahan), Kabupaten Kutai Barat dan 7 kecamatan (Muara Muntai, Jantur, Muara Wis, Kota Bangun, Melintang, Semayang dan Muara Kaman), Kabupaten Kartanegara dengan total peserta di kedua kabupaten tersebut adalah 1675 siswa dan 64 staf guru, yang meliputi 13 SLTP dan 9 SMU negeri maupun swasta.

D. Kegiatan pendukung kampanye berupa lomba poster dan esay

Kegiatan pendukung kampanye berupa perlombaan esay dan gambar yang diadakan selama 2 minggu sebelum Kampanye dilaksanakan dan diikuti oleh seluruh siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) dan Sekolah Menengah Umum (SMU) negeri maupun swasta yang ada di Kab. Kubar dan Kukar.

(11)

III. HASIL KEGIATAN

Tahun 2008 telah dilaksanakan kampanye pendidikan lingkungan hidup untuk tingkat sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP) dan menengah umum (SMU) di Kabupaten Kutai Barat dan Kartanegara, dengan total jumlah sebanyak 23 sekolah, 1.675 siswa murid dan 64 guru. Sikap aktif dan peduli peserta terhadap lingkungan hidup melalui kampanye ini sangatlah diutamakan. Tanya jawab (diskusi) secara langsung dan permainan yang medidik setelah pemberian materi bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan dasar siswa terhadap lingkungan hidup terutama upaya konservasi Pesut Mahakam, serta sebagai salah satu indikator tingkat pemahaman siswa dalam mengikuti kampanye. Ditambah dengan pemberian souvenir atau hadiah bagi para peserta yang bisa menjawab pertanyaan dari panitia dengan benar.

A. Penyampaian materi dan diskusi

Materi I

Tema : Permasalahan Lingkungan Hidup Presentator : Agus Soeyitno

Materi yang disampaikan dalam kampanye ini berupa permasalahan-permasalahan yang terjadi khususnya di Daerah Mahakam Tengah (DMT). Tujuannya adalah agar peserta dapat lebih memahami dan mengetahui masalah yang dihadapi saat ini, sehingga peserta menjadi termotivasi untuk melakukan upaya pelestarian dan perlindungan.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyampaian materi ini, adalah: 1. Apa saja masalah lingkungan yang sering terjadi di DMT ? 2. Dampak dari pemanfaatan SDA yang tidak berkelanjutan ?

3. Beberapa kegiatan pemanfaatan SDA disertai aturan dan upaya berkelanjutan ? 4. Bagaimana cara mencegah dan mengatasi masalah lingkungan ?

(12)

5. Penjelasan mengenai hukum dan kebijakannya ? 6. Beberapa kegiatan yang memanfaatkan dari alam ? Tanggapan Peserta :

Diagram 1. Tanggapan peserta per sekolah mengenai permasalahan lingkungan hidup Dari hasil diagram diatas, diketahui 43% dari peserta SLTP dan 39% dari peserta SMU menyatakan bahwa permasalahan lingkungan hidup yang sering terjadi adalah penebangan hutan secara legal ataupun ilegal. Kemudian limbah dengan angka persentase dari peserta SLTP dan SMU adalah masing-masing berjumlah 38% dan 28%. Masalah kebakaran hutan juga terjadi dengan persentase sekitar 9% dari peserta SLTP dan 18% dari SMU. Sedangkan pernyataan mengenai pemanfaatan SDA dan penangkapan satwa memiliki angka persentase yang rendah. Namun, apabila melihat permasalahan yang sering tampak terutama di sepanjang Sungai Mahakam adalah kegiatan penambangan, penebangan hutan dan penangkapan satwa. Didasarkan laporan wawancara tahun 2007, telah diketahui bahwa sejak tahun 2000 - 2007 terdapat kurang lebih sekitar 527 ekor dari jenis Bangau Tongtong dan 281 ekor dari jenis Cangak Merah yang ditangkap masyarakat untuk dipelihara atau diperdagangkan (Budiono et al., 2007).

43% 39% 9% 18% 38% 28% 4% 9% 6% 6% 05 1015 2025 3035 4045 50

Tebang Hutan Kebakaran Hutan Limbah Pemanfaatan SDA Penangkapan Satwa Tanggapan Peserta per Sekolah (rataan)

Mengenai

Realita Masalah Lingkungan Hidup

(13)

Diketahui bahwa : Peserta tidak sepenuhnya mengetahui bahwa dampak pemanfaatan SDA yang bersifat tak dapat diperbaharui (butuh waktu sangat lama untuk memperbaharuinya) dan penangkapan satwa secara berlebihan dapat memberikan kepunahan bagi satwa dan hilangnya kekayaan alam.

Tabel 1. Tanggapan peserta mengenai dampak kegiatan yang tak berkelanjutan dan upaya pencegahannya setelah presentasi.

Didasarkan pada tanggapan peserta, kebanyakan memberikan pernyataan (65 – 75% baik SLTP maupun SMU) mengenai dampak dari pemanfaatan SDA tak berkelanjutan adalah sering terjadi banjir kecil hingga besar hampir seluruh wilayah Mahakam. Upaya yang dapat mencegah masalah lingkungan dan mengurangi dampaknya adalah melindungi dan melestarikan lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, tidak menebang hutan lagi dan adanya kerjasama dari seluruh pihak.

Isi Materi Tanggapan Peserta Persentase Alasan

SLTP SMU

Dampak dari

pemanfaatan SDA yang tidak berkelanjutan

1. Banjir

2. Tumbuhan air (Eceng Gondok dan rumput air) terutama di daerah danau 3. Satwa musnah 4. Limbah (sampah) menjadi tercemar 65% 10% 15% 75% 5% 20%

§ Karena sering terjadi musim hujan tiap tahun

§ Daerah Mahakam Tengah merupakan daerah paparan banjir

§ Ditambah adanya kegiatan penebangan hutan secara terus menerus

§ Di sungai Mahakam banyak terlihat sampah Bagaimana cara mencegah dan mengatasi masalah lingkungan 1. Melindungi dan melestarikan 2. Seluruh pihak bekerjasama 3. Tidak menebang hutan lagi 4. Tidak membuang sampah sembarangan 50% - 10% 40% 65% 5% 5% 25%

§ Agar tidak kebanjiran lagi § Supaya sungai Mahakam tidak

tercemar limbah § Hutan tidak habis

§ Agar anak cucu kita dapat merasakan kekayaan SDA

(14)

Dalam materi ini juga menyampaikan tentang hukum dan kebijakan dalam pengelolaan lingkungan hidup. Selain itu, ada beberapa contoh kegiatan yang memanfaatkan dari alam berupa pembuatan kompos, daur ulang kertas, biogas dari kotoran ternak dan eceng gondok, hidroponik menggunakan pestisida alami dan pupuk organik, keramba lestari menggunakan pakan ikan berupa pelet atau sayur.

Respon peserta : Peserta sangat tertarik tentang contoh kegiatan yang berasal dari alam dan ditambah informasi tentang aturan dan kebijakan dari UU pemerintah. Sebagian besar peserta belum mengetahui aturan-aturan tersebut.

Materi II

Tema : Kebakaran Hutan dan pencegahannya Presentator : Narjayaning Ayu Maharani

Materi yang disampaikan dalam kampaye ini berupa penjelasan tentang terjadinya kebakaran hutan dan beberapa upaya pencegahannya. Kebakaran hutan sering terjadi di Daerah Mahakam Tengah baik sengaja maupun tidak sengaja (karena faktor alam). Tujuan materi ini adalah memberikan pengetahuan kepada peserta mengenai dampak kebakaran dan upaya pencegahan kebakaran.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyampaian materi ini, adalah: 1. Penyebab terjadinya kebakaran hutan ?

2. Dampak dari kebakaran hutan di dalam maupun di luar kawasan ? 3. Penjelasan mengenai fungsi hutan ?

4. Ada beberapa daerah yang rawan terhadap kebakaran ?

5. Ada beberapa faktor-faktor yang mempertinggi resiko kebakaran hutan ? 6. Bagaimana cara pencegahan apabila terjadi kebakaran hutan ?

(15)

Tanggapan peserta :

Diagram 2. Tanggapan peserta per sekolah mengenai permasalahan lingkungan hidup

Ditinjau dari gambar diatas, diketahui bahwa pengetahuan peserta mengenai penyebab kebakaran yang paling tinggi adalah membuang rokok sembarangan (30% dari peserta SLTP) dan musim kemarau (29% dari SMU).

Dalam penjelasan fungsi hutan, banyak peserta menjawab dampak kebakaran hutan adalah banyak asap, hutan habis, lingkungan terasa panas, dan salah satu penyebab terjadinya banjir. Sedangkan untuk daerah yang rawan terhadap kebakaran, 75% peserta menjawab rumput atau padang alang-alang yang kering. Respon peserta : Peserta sangat memperhatikan penjelasan proses terjadinya suatu kebakaran dan ancaman yang sedang heboh saat ini adalah global warming (pemanasan global).

Tabel 3. Pertanyaan yang sering diajukan oleh peserta kampanye (SMP dan SMA) setelah pemberian materi

22% 29% 30% 15% 16% 8% 25% 26% 7% 22% 0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50

Musim kemarau Buang rokok sembarangan

Membuka lahan Bakar sampah Tidak tahu

Tanggapan Peserta per Sekolah (rataan) Mengenai Penyebab Kebakaran Hutan

(16)

Pertanyaan peserta Jawaban pelaksana 1. Dari manakah asal kebakaran muncul ?

2. Sebutkan beberapa upaya pengelolaan kebakaran ?

3. Dimana saja daerah Kalimantan yang pernah terjadi kebakaran ?

4. Bagaimana salah satu cara pengembangan masyarakat ?

5. Kenapa daerah lahan gambut merupakan daerah yang rawan kebakaran ?

Asal dari titik api. Penyebab terjadi kebakaran akibat dua factor yaitu: manusia dan alam. Pelatihan, tersedia peralatan pemadaman, serta membangun system koordinasi penanggulangan kebakaran

Hampir di seluruh pulau Kalimantan Berbagai upaya alternatif yang melibatkan masyarakat desa dikembangkan untuk

mengurangi dan mencegah kebakaran berupa pelatihan dan penyuluhan

Karena kandungan bahan organik yang tinggi dan memiliki sifat kering tak balik (kekeringan yang ekstrim), porositas tinggi, dan daya hantar

hidrolik vertikal yang rendah.

Materi III

Tema : Jenis satwa dilindungi beserta habitatnya Presentator : Nur Lili Yuslianti

Materi yang disampaikan dalam kampaye ini berupa penjelasan tentang jenis-jenis satwa dilindungi di Daerah Mahakam tengah (DMT). Tujuan materi ini adalah mengenalkan kepada peserta tentang jenis burung, mamalia, dan reptilia yang dilindungi UU beserta statusnya menurut kriteria IUCN.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyampaian materi ini, adalah:

1. Penjelasan tentang status berdasarkan UU pemerintah, kriteria Redlist IUCN, CITES apendiks ?

2. Beberapa foto disertai keterangan statusnya untuk jenis burung, mamalia dan reptilia yang dilindungi ?

(17)

3. Penjelasan mengenai habitat jenis satwa di DMT ? 4. Ada beberapa ancaman-ancaman satwa ?

5. Peran konservasi dalam menyelamatkan keberadaan jenis satwa tersebut ?

Tanggapan Peserta :

Selama penyampaian materi ini, peserta banyak konsentrasi pada penjelasan dan foto-foto satwa. Kelemahan dalam materi ini adalah penyebutan nama satwa yang berbeda, karena peserta banyak menggunakan nama daerah setempat. Hampir 90% peserta belum mengetahui tentang jenis satwa yang dilindungi.

Respon Peserta : Peserta sangat kaget ternyata foto-foto jenis satwa yang ada di dalam materi adalah satwa-satwa yang mereka sering temui di daerah mereka. Dan ternyata ada beberapa peserta yang memelihara beberapa jenis satwa dilindungi seperti Bangau Tongtong dan jenis elang.

Tabel 4. Pertanyaan yang sering diajukan oleh peserta kampanye (SMP dan SMA) setelah materi jenis satwa dilindungi beserta habitatnya

Pertanyaan peserta Jawaban pelaksana 1. Bagaimana kak kalau ada masyarakat yang

pelihara jenis satwa dilindungi, alasannya tidak tahu ?

2. Kenapa kak kita tidak boleh pelihara satu ekor saja, alasannya agar mereka tidak musnah dimakan pemangsanya dan kita sayang sama satwanya ?

3. Apa yang kita harus lakukan sebagai anak muda apabila melihat ada salah satu warga (orang tua) yang pelihara jenis burung dilindungi seperti Bangau Tongtong di atas rakit ?

Karena alasan tidak tahu, maka akan diberikan toleransi. Kemudian dia masih pelihara dan menangkap lagi berarti dia harus diberi hukuman, sesuai UU. No.5 tahun 1990.

Semua jenis satwa mempunyai kebebasan untuk hidup di alam liar dan keberadaan predator merupakan daur rantai makanan.

1. Kita jangan memaksa dia secara langsung untuk mau melepaskan satwa tersebut

2. Berikan penjelasan secara baik dan sabar bahwa jenis yang dipelihara merupakan dilindungi 3. Apabila kita masih melanggar aturan UU

pemerintah akan menerima hukuman penjara dan denda uang yang tidak sedikit jumlahnya.

(18)

Materi IV

Tema : Konservasi Pesut Mahakam, Kalimantan Timur, Indonesia. Presentator : Rafidha Agustina

Tujuan penyampaian materi ini adalah meningkatkan pengetahuan peserta tentang Pesut Mahakam dan habitatnya. Selain itu, untuk mengetahui apakah keberadaan pesut memberikan pengaruh bagi kehidupan mereka selama ini.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyampaian materi ini, adalah: 1. Pengenalan Pesut Mahakam dan ciri-ciri umumnya ?

2. Pengenalan habitat utama dan daerah penyebaran pesut lainnya ? 3. Bagaimana kehidupan sosial dari lumba-lumba air tawar ini ? 4. Penjelasan status dan populasi pesut di Sungai Mahakam ? 5. Beberapa ancaman penyebab kematian pesut ?

6. Beberapa upaya pelestarian Pesut Mahakam ?

Tanggapan Peserta :

Tanggapan peserta mengenai Pesut Mahakam sebelum penyampaian materi

7% 9% 14% 15% 7% 15% 2% 14% 15% 2%

Pesut adalah ikan Pesut adalah mamalia Pesut adalah satwa langka

Pesut suka seburkan air lewat lubang di atas kepalanya Kalau ada pesut berarti ada banyak ikan

Semburan pesut bisa melepuhkan kulit manusia Asal pesut dari manusia

Populasi pesut sekarang sedikit dibandingkan dahulu Sekarang pesut jarang terlihat

(19)

Diagram 3. Mengukur pengetahuan peserta tentang Pesut Mahakam

Didasarkan pada diagram diatas, diketahui bahwa pengetahuan peserta tentang jenis satwa yang dilindungi dan sangat terancam punah ini adalah cukup. Terlihat dari pernyataan peserta menyatakan pesut adalah mamalia (9%), satwa langka (14%), dan kekritisan peserta terhadap populasi pesut dilihat dari 15% yang menyatakan bahwa populasi satwa ini sekarang sedikit dan jarang terlihat dibandingkan dahulu. Namun ada sebagian (15%) peserta masih percaya akan mitos bahwa semburan pesut bisa melepuhkan kulit dan asal pesut dari manusia.

Respon Peserta : Peserta sangat antusias terhadap informasi yang berkaitan dengan biologi dan kehidupan sosial pesut. Bila diperhatikan dari reaksi peserta, ternyata banyak hal-hal baru yang mereka peroleh dari materi ini dan hampir seluruh (75%) peserta ingin mengajukan pertanyaan setelah materi selesai.

(20)

Tabel 4. Pertanyaan yang sering diajukan oleh peserta kampanye (SMP dan SMA) Pertanyaan peserta Jawaban pelaksana 1. Bagaiamana pesut melakukan perkawinan ?

2. Berapa lama interval waktu pesut dapat bereproduksi kembali setelah melahirkan ? 3. Apa yang dimaksud tes DNA ?

4. Berapa lama umur pesut dan bereproduksi ? 5. Bagaimana cara mengetahui populasi pesut

saat ini ?

6. Dimanakah pesut melahirkan bayi mereka ? 7. Apakah ada upaya lain selain pelestarian

habitat ?

8. Jika membandingkan pesut laut dengan sungai, manakah yang ukuran tubuh yang paling besar ?

9. Apakah pesut bisa ditangkarkan untuk alasan perkembangbiakan ?

10. Karena faktor ancaman habitat yang tinggi, bisakah pesut sungai dipindah ke laut ?

Salah satu variasi pesut melakukan hubungan seksual adalah posisi tubuh si jantan terlentang berada di bawah tubuh si betina.

Pesut melakukan reproduksi kembali paling cepat satu tahun.

Tes yang dilakukan dengan pengambilan sampel dari beberapa anggota tubuh (seperti darah, kulit, gigi, rambut, dll)

Maksimal 30 tahun tergantung pada kondisi ancaman yang terjadi di habitat baik secara langsung maupun tidak langsung.

Berdasarkan survei penelitian dengan hasil data tertulis dan rumus, foto sirip-sirip dan perhitungan langsung di lapangan menggunakan perkiraan tepat, maks-min. Berdasarkan pengamatan saar ini, pesut melahirkan di perairan.

Ada. Salah satu upaya adalah peningkatan kesadaran, pengetahuan dan kerjasama seluruh pihak termasuk generasi mudanya melalui penyuluhan-penyuluhan dan program kerja lainnya.

Pesut sungai. Alasannya mungkin karena faktor pencarian makan yang lebih mudah dibandingkan di laut dan kurang persaingan dalam mencari mangsa..

Tidak boleh. Alasannya pesut merupakan satwa yang gampang stres dan sensitif. Apabila tetap melakukan penangkapan akan berdampak pada kematian. Belum diketahui. Karena butuh penyesuaian habitat kembali dan itu sangat sulit. Namun kita berharap hal tersebut tidak terjadi dan itu menyebabkan hilangnya simbol khas Kalimantan Timur.

(21)

B. Simulasi (permainan mendidik) untuk seluruh peserta

Game utama : Pesut, ikan besar, ikan kecil ( ± 15 menit )

Dalam permainan ini peserta diharapkan untuk aktif dan daya nalar yang tinggi. Permainan ini menjelaskan tentang makanan yang tercemar akan berdampak pada konsumen yang terakhir. Pelajaran yang bisa diambil dalam permainan ini adalah kertas “makanan” yang berwarna putih berarti bersih, sedangkan kertas yang berwarna merah berarti tercemar. Pencemar yang tahan terhadap penguraian akan mengalami “Pelipatgandaan” secara biologis melalui rantai makanan.

Sehingga konsumen akhirlah yang akan mengkonsumsi bahan pencemar paling banyak. Apalagi manusia adalah omnivora (pemakan segala), tidak hanya dari ikan yang kita makan namun sayuran menggunakan pestisida juga berdampak. Jadi, tidak hanya pesut dan satwa lainnya yang menderita, kita pun juga menerima dampaknya akibat kesalahan diri kita sendiri.

Respon Peserta : Peserta sangat antusias sekali mengikuti permainan ini dan pengetahuan yang diperoleh dapat langsung dimengerti dan dipelajari dari makna permainan.

Game pendukung :

Tim pelaksana juga memberikan beberapa permainan yang menguji ketangkasan dan daya pikir para peserta sebelum presentasi. Hal ini terbukti bahwa para peserta terlihat menjadi semangat dan antusias penuh ceria dari wajah mereka. Daya dukung dan respon antar peserta dengan pelaksana sangat baik dan berkesinambungan hingga aksi kampanye selesai.

(22)

C. Harapan dan kesan dari pihak sekolah

Berdasarkan pada berita acara mengenai kampanye pendidikan lingkungan hidup, 100% pihak sekolah memberikan dukungan yang luar biasa terutama para anak didik mereka. Salah satunya adalah SMU Negeri 1 Muara Muntai terlihat sangat antusias dan aktif dari pihak para pelajar dan guru. Dimana ada seorang pengawas perpustakaan sekaligus pembimbing ekstrakurikuler lingkungan di sekolah tersebut telah menaruh harapan yaitu agar kegiatan diluar sekolah seperti kegiatan pecinta alam

mempunyai dukungan moril terutama dari pihak yayasan sebagai penyelenggara. Pernyataan dukungan dari seluruh pihak sekolah dapat terlihat pada diagram di bawah ini;

Diagram 4. Hasil tanggapan dari seluruh pihak sekolah dalam bentuk berita acara Selain itu para pihak sekolah juga menyatakan harapan-harapan setelah adanya program kampanye ini, antara lain;

1. Disarankan agar kampanye ini lebih ditingkatkan, terutama bagi para pengusaha tambang dan perkebunan di wilayah Kubar beserta masyarakat.

2. Semoga program ini terus berlanjut untuk generasi yang akan datang 3. Program beasiswa bagi anak didik kami

Tanggapan dari seluruh pihak sekolah

20% 19% 8% 4% 13% 19% 17%

Dapat menambah wawasan dan pengetahuan Sangat mendukung sekali program ini

Mengajarkan siswa/(i) untuk bertanggung jawab dalam pelestarian Pesut Mahakam Generasi muda dapat ikut serta dalam menjaga kelestarian lingkungan

Sangat menarik dan edukatif

Sangat berkesan dan membuat antusias anak didik kami

(23)

4. Penyuluhan tidak hanya di pihak sekolah namun juga diterapkan pada pihak masyarakat terutama untuk aturan dan kebijakan dalam kawasan pelestarian.

5. Salah satu harapan kami dari program berkelanjutan adalah berupa kurikulum sekolah dalam bentuk buku panduan atau pelajaran tentang lingkungan hidup agar diadakan.

D. Pemenang lomba karya tulis esai dan poster

Dari keseluruhan jumlah peserta esai dan poster, panitia melakukan seleksi dan penilaian untuk menentukan pemenang berdasarkan nilai tertinggi yang ditentukan oleh para juri. Berdasarkan hasil karya yang dikumpulkan, diketahui bahwa kegiatan lomba poster diikuti oleh 10 (sepuluh) sekolah (SMP/MTS) dengan jumlah poster sebanyak 178 (seratus tujuh puluh delapan siswa). Seleksi poster terbaik sebanyak 22 (dua puluh dua), kemudian dari 22 poster tersebut dinilai kembali untuk ditentukan pemenang berdasarkan nilai tertinggi yang ditentukan oleh para juri. Jumlah pemenang ditentukan sebanyak 6 (enam) orang yang meliputi; Juara umum 1, 2 dan 3 serta Juara Harapan 1, 2 dan 3.

Sedangkan seleksi lomba karya tulis esai diikuti oleh 5 (lima) sekolah yang diketahui dengan jumlah sebanyak 16 (enam belas peserta, baik individu/kelompok). Jumlah pemenang ditentukan sebanyak 4 (empat) orang yang meliputi; Juara umum 1, 2 dan 3 serta Juara favorit/kreatifitas (satu) orang. (Daftar nama-nama pemenang terlampir).

Bagi pemenang lomba juara 1, 2, dan 3 memperoleh uang pembinaan sebesar Rp. 1.000.000, Rp. 750.000, dan Rp. 500.000 sedangkan bagi juara harapan 1, 2, dan 3 mendapat hadiah bingkisan berupa sebuah buku lingkungan hidup seharga Rp. 100.000. Beberapa kriteria dalam penilaian ditinjau dari;

Poster

· Kesesuaian Tema · Kesesuaian Gambar · Kreatifitas

Karya Tulis Esai · Kerapian

· Parameter Esai (Habitat, Ekologi & Biologi, dan Ancaman)

· Solusi

(24)

IV. P E N U T U P

A. Kesimpulan

Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan pada pembahasan hasil kegiatan, baik yang dilakukan sebelum kampanye maupun sesudah kampanye, dapat diambil beberapa kesimpulan yang dapat dijadikan sebagai salah satu parameter untuk mengetahui sejauh mana program kampanye pendidikan lingkungan hidup tahun 2008 ini berjalan dengan efektif dan efesien serta sebagai bahan acuan bagi program kampanye selanjutnya.

Beberapa kesimpulan yang dapat diambil antara lain:

1. Siswa telah memahami benar tentang arti pentingnya upaya pelestarian dan perlindungan (konservasi) terhadap lingkungan hidup terutama Pesut Mahakam, dimana baik sebelum maupun setelah dilakukan kampanye, sebagian besar dari peserta menyatakan bahwa konservasi adalah upaya agar sumber daya alam tidak terganggu dan tidak punah. Hal ini disebabkan oleh adanya pengalaman bahwa pemanfaatan sumberdaya alam di Kalimantan Timur masih mengesampingkan upaya konservasi.

2. Pengetahuan pelajar tentang keberadaan Pesut Mahakam dan jenis satwa yang dilindungi masih kurang, dengan sumber informasi terbanyak diperoleh hanya dari cerita masyarakat dan orang tua saja. Sementara sektor pendidikan formal seperti guru dan buku pelajaran sekolah belum memberikan masukan yang cukup besar untuk menyebarkan informasi tentang Pesut Mahakam dan lingkungan hidup sekitarnya. Demikan juga dengan sektor informal seperti radio, televisi dan koran.

(25)

3. Meningkatnya pengetahuan siswa tentang lokasi habitat Pesut Mahakam serta jenis satwa dilindungi dan para siswa telah mengetahui pasti ancaman-ancaman yang membahayakan kelestarian jenis-jenis satwa tersebut.

4. Keberadaan program kampanye ini meningkatkan pengetahuan dan kesadaran bagi para pelajar.

5. Respon positif dari siswa untuk ikut terlibat secara aktif dalam program pelestarian Pesut Mahakam, yang disesuaikan dengan kapasitas dan kemampuan mereka masing-masing.

B. Saran

1. Peningkatan sumber informasi pendidikan formal terutama buku atau sumber inforamsi lainnya tentang Pesut Mahakam dan lingkungan hidup (sebagai muatan lokal atau ekstrakurikuler).

2. Peningkatan usaha kampanye atau penyuluhan untuk membangun opini publik dan peningkatan kesadaran masyarakat tentang arti pentingnya pelestarian Pesut Mahakam beserta habitatnya.

3. Perlunya wadah atau organisasi yang dapat menampung aktivitas mereka dalam upaya pelestarian sumberdaya alam terutama Pesut Mahakam.

V. Daftar Pustaka

Budiono, Agustina R., Kreb D. & Soeyitno A. (2007) Middle Mahakam Conservation Program. Technical report YK-RASI: Bird diversity surveys and conservation status assessment of the lesser adjutant in the Middle Mahakam Lakes and Wetlands Area in East Kalimantan, Indonesia, 2005-2007

(26)

LAMPIRAN

Lampiran 1. DAFTAR JUMLAH SISWA DAN GURU SERTA SEKOLAH PESERTA KAMPANYE PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP MAHAKAM 2008

Lampiran 2. DAFTAR TEAM PELAKSANA KAMPANYE

No Nama Pelaksana Kampanye Organisasi

1. Budiono, S.Hut Yayasan Konservasi RASI

2. Rafidha Agustina Yayasan Konservasi RASI

3. Agus Soeyitno Mahasiswa Fahutan UNMUL

4. Nur Lili Yuslianti Mahasiswa Fahutan UNMUL

5. Narjayaning Ayu Maharani Mahasiswa Fahutan UNMUL

No Nama Sekolah Jumlah Peserta Keterangan

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22.

23.

Kab. Kutai Barat

SMU Negeri 1 Melak

SMU Sari Mentawang Damai SMU Purnama 3 Muara Lawa SMU Negeri 5 Muara Pahu SMU Swadaya Penyinggahan SLTP Negeri 2 Melak

SLTP Negeri 7 Damai SLTP Negeri 8 Muara Lawa SLTP Negeri 13 Muara Pahu SLTP Negeri 14 Penyinggahan

Kab. Kutai Kartanegara

SMU Negeri 1 Muara Muntai SMU Negeri 1 Muara Wis SMU Negeri 1 Kota Bangun SMU Negeri 1 Muara Kaman SLTP Negeri 1 Muara Muntai SLTP Negeri 2 Jantur

SLTP Negeri 1 Muara Wis SLTP Negeri 1 Kota Bangun

SLTP Negeri 2 Kota Bangun (Liang) SLTP Transisi Melintang

MTS Shahihah Melintang MTS Bahrul Ulum Semayang SLTP Negeri 1 Muara Kaman

50 Siswa, 1 Guru 157 Siswa, 2 Guru 50 Siswa, 2 Guru 56 Siswa, 5 Guru 20 Siswa, 1 Guru 180 Siswa, 2 Guru 36 Siswa, 1 Guru 40 Siswa, 2 Guru 103 Siswa, 9 Guru 50 Siswa, 1 Guru 40 Siswa, 1 Guru 70 Siswa, 2 Guru 120 Siswa, 5 Guru 70 Siswa, 3 Guru 50 Siswa, 3 Guru 44 Siswa, 1 Guru 90 Siswa, 3 Guru 200 Siswa, 4 Guru 70 Siswa, 1 Guru 55 Siswa, 2 Guru 74 Siswa, 12 Guru 50 Siswa, 1 Guru

Perwakilan Kelas I IPA dan II IPS Bergabung dengan SLTP 7 Damai Perwakilan Kelas I, II, III

Perwakilan Kelas I, II, III Perwakilan Kelas I, II, III Perwakilan Kelas I, II, III Perwakilan Kelas I, II, III Perwakilan Kelas I, II, III Perwakilan Kelas I, II, III Perwakilan Kelas I, II, III Perwakilan Kelas I dan II Kelas II dan III

Perwakilan Kelas I, II, III

Perwakilan Kelas II IPA dan IPS Perwakilan Kelas I, II, III

Perwakilan Kelas I, II, III Kelas II

Perwakilan Kelas I dan II Kelas I dan II

Perwakilan Kelas I, II, III Kelas I, II, III

Kelas I, II, III

Perwakilan Kelas II A, II B Total Peserta 1.675 Siswa, 64 Guru

(27)

Lampiran 3. JADWAL KAMPANYE PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP TINGKAT SMP DAN SMA DI KABUPATEN KUTAI BARAT DAN KARTENEGARA

No. Hari/Tanggal Jam Nama Sekolah

1. Senin/18 Pebruari 2008 08.15 – 09.45 10.00 – 11.30

SMU Negeri 1 Melak SLTP Negeri 2 Melak 2. Selasa/19 Pebruari 2008 09.00 – 10.30 SMU Sari Mentawang Damai

SLTP Negeri 7 Damai 3. Rabu/20 Pebruari 2008 09.30 – 11.00

11.30 – 12.00

SMU Purnama 3 Muara Lawa SLTP Negeri 8 Muara Lawa 4. Kamis/21 Pebruari 2008 08.15 – 09.45

10.00 – 11.30

SLTP Negeri 13 Muara Pahu SMU Negeri 5 Muara Pahu 5. Sabtu/23 Pebruari 2008 09.00 – 10.30

10.30 – 12.00

SMU Swadaya Penyinggahan SLTP Negeri 14 Penyinggahan 6. Senin/25 Pebruari 2008 08.15 – 09.45

10.00 – 11.30

SLTP Negeri 1 Muara Muntai SMU Negeri 1 Muara Muntai 7. Selasa/26 Pebruari 2008 10.00 – 11.30 SLTP Negeri 1 Jantur 8. Kamis/28 Pebruari 2008 08.15 – 09.45

10.00 – 11.30

SMU Negeri 1 Muara Wis SLTP Negeri 1 Muara Wis 9. Jumat/29 Pebruari 2008 08.15 – 09.45

10.00 – 11.30

SMU Negeri 1 Kota Bangun SLTP Negeri 1 Kota Bangun 10. Sabtu/01 Pebruari 2008 08.30 – 10.00 SLTP Negeri 2 Kota Bangun (Liang)

11. Senin/03 Pebruari 2008 10.00 – 11.30 14.00 – 16.00

MTs Shahihah Melintang SLTP Transisi Melintang 12. Selasa/04 Pebruari 2008 08.30 – 10.00 MTs Bahrul Ulum Semayang

13 Rabu/05 Pebruari 2008 08.15 – 09.45 10.00 – 11.30

SMU Negeri 1 Muara Kaman SLTP Negeri 1 Muara Kaman

(28)

Lampiran 4.

DAFTAR 22 BESAR PESERTA DAN PEMENANG LOMBA POSTER

PESUT MAHAKAM DAN LINGKUNGAN

DI DAERAH MAHAKAM TENGAH (DMT) KALIMANTAN TIMUR

No

Nama

Sekolah

Skor/Nilai

Keterangan

1

Novianti

SMPN 8 Sendawar

291

2

Mira Asmara

SMPN

269

3

Susi Sefti. K

SMPN I Kota

Bangun

359

Juara Umum I

4

No Name

260

5

Iskandar

MTS B.U. Kenohan

318

Juara Umum III

6

Syahidi

MTS B.U. Kenohan

306

Juara Harapan II

7

Ana Yulinda

MTS B.U. Kenohan

272

8

Yoel

SMPN 2 Sendawar

310

Juara Harapan I

9

M. Rizki. Asp

SMPN 2 Sendawar

338

Juara Umum II

10 Devi Arpian

SMPN 2 Kota

Bangun

274

11 Nelida. O

SMPN 13 Muara

Pahu

289

12 Syarifudin

SMPN 2 Sendawar

279

13 Khairun Nisa

SMPN 2 Kota

Bangun

228

14 Nurma Yunita SMPN 2 Sendawar

270

15 Dina Ermiliana SMPN 2 Sendawar

254

16 Ijai

SMPN 2 M. Muntai

259

17 Hendi. B

MTS. B.U. Kenohan

240

18 Alvian. B

MTS. B.U. Kenohan

236

19 Pahrani

SMPN 2 M. Muntai

290

20 Ida Salamah

SMPN 2 Sendawar

293

21 Sahrin

SMPN 2 M. Muntai

295

Juara Harapan II

22 Andri

(29)
(30)

Lampiran 6.

DAFTAR PESERTA DAN PEMENANG LOMBA ESAY

PESUT MAHAKAM DAN LINGKUNGAN HIDUP

DI DAERAH MAHAKAM TENGAH (DMT) KALIMANTAN TIMUR

Penyelenggara:

YAYASAN KONSERVASI RASI

No

Nama

Sekolah

Skor/Nilai

Keterangan

1

Anggita

Aryani

SMA N I Sendawar

420

Juara Favorit

2

M.Gazali. H

SMA N I Sendawar

495

Juara I

3

Dessi. A. Dkk

SMA N 9 Sendawar

280

4

Agus Sopian

SMA Swadaya

Penyinggahan

310

5

Selmis

SMA Swadaya

Penyinggahan

300

6

Redy. R. Dkk

SMA N I Kota Bangun

400

7

Rika. H. Dkk

SMA N I Kota Bangun

470

Juara III

8

M. Sholihin

SMA N I Kota Bangun

440

9

Nurul. H

SMA N I Kota Bangun

430

10 Fahri & Erwin

SMA N I Kota Bangun

405

11 Johan. N. W

SMA N I Kota Bangun

360

12 Haris Fadillah SMA N I Kota Bangun

420

13 Evi. V. Dkk

SMA N I Kota Bangun

335

14 Sri Waheda

SMA N I Muara Kaman

470

Juara II

15 M. Sodiqin

-

280

(31)

Lampiran 4.

FOTO-FOTO ACARA KAMPANYE DAN HASIL PERLOMBAAN

Gambar 1. Seluruh peserta menyambut kedatangan tim kampanye dengan baik (SMU N 1 Muara Muntai)

(32)

Gambar 3. Penyampaian materi kepada seluruh peserta kampanye (SMP N 1 Muara Muntai)

(33)

Gambar 5. Permainan mendidik (Lingkungan) (SMP N 13 Muara Pahu)

Gambar 7. Tanya jawab juga dilakukan oleh peserta lain (pihak guru) untuk menambah wawasan para pengajar. (SMP N 1 Kota Bangun)

Gambar 8. Tanya jawab para peserta yang sangat menarik dan ingin menambah keingintahuan terhadap lingkungan mereka.

(SMU N 1 Muara Muntai)

Gambar 6. Suasana kampanye terlihat penuh canda namun tetap serius

(34)

Gambar 9. Tim Kampanye dan seluruh peserta foto bersama setiap kampanye ke sekolah

(35)

Gambar 11. Pembagian hadiah bagi pemenang 1 lomba poster (Susan Sefti dari SLTP Negeri 1 Kota Bangun)

Gambar 12. Pembagian hadiah bagi juara Favorit dan juara umum lomba Esay (Anggita Aryani dan M.Gazali. H dari SMU N I Sendawar)

Gambar

Diagram 1. Tanggapan peserta per sekolah mengenai permasalahan lingkungan hidup  Dari hasil diagram diatas, diketahui 43% dari peserta SLTP dan 39% dari  peserta SMU menyatakan bahwa permasalahan lingkungan hidup yang sering terjadi  adalah penebangan huta
Tabel 1.   Tanggapan peserta mengenai dampak kegiatan yang tak berkelanjutan dan  upaya pencegahannya setelah presentasi
Diagram 2. Tanggapan peserta per sekolah mengenai permasalahan lingkungan hidup
Diagram 4.  Hasil tanggapan dari seluruh pihak sekolah dalam bentuk berita acara  Selain itu para pihak sekolah juga menyatakan harapan-harapan setelah  adanya program kampanye ini, antara lain;
+6

Referensi

Dokumen terkait

Dalam penelitian ini akan menguji pengaruh dari tipe kepemilikan dan manajemen laba terhadap pemilihan kantor akuntan publik dan fee audit.. Manajemen laba menurut Healy dan

Mikroba endofit hidup bersimbiosis dengan tanaman di dalam jaringan tanaman, apabila mikroba tersebut mampu menghasilkan suatu agen biologis yang dapat memerangi

Oleh karena antara komunikator dan komunikan berasal dari kebudayaan yang berbeda.Fenomena yang sering muncul, yang terkait dengan komunikasi antar budaya adalah

Sedangkan untuk data-data penelitian yang digunakan dalam penelitian yaitu jumlah penduduk usia sekolah, data siswa sekolah, data lokasi sekolah, daya tampung sekolah,

Mutu memiliki arti yaitu kemampuan ability yang dimiliki oleh sutau produk atau jasa services yang dapat memenuhi kebutuhan atau harapan, kepuasan satisfaction pelanggan

Gambar 3.9 menjelaskan bahwa berdasarkan kajian yang dilakukan Pokja AMPL kabupaten Karimun dengan jumlah responden 710 rumah tangga, yang tersebar di 71 kelurahan dan desa

Menimbang, bahwa setelah memeriksa dan meneliti secara seksama berkas perkara beserta salinan resmi putusan Pengadilan Negeri Sidikalang nomor : 33/Pdt.G/2015/PN.Sdk

Pada mesin pulverizer adalah mesin yang digunakan untuk mensupplay kebutuhan bahan bakar batubara pada boiler yang beroperasi terus menerus dan hanya pada saat overhaul saja