• Tidak ada hasil yang ditemukan

Membangun Masa Depan Berkelanjutan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Membangun Masa Depan Berkelanjutan"

Copied!
76
0
0

Teks penuh

(1)

Masa Depan

Berkelanjutan

(2)

02

Daftar Isi

03

Tema

04

Ikhtisar Kinerja Berkelanjutan

04

Kinerja Lingkungan Jasa Marga 2012

04

Kinerja Ekonomi

05

Kinerja Sosial

06

Peristiwa Penting 2012

10

Sambutan Dewan Komisaris

12

Sambutan Direksi

15

Profil Jasa Marga

15

Sekilas Jasa Marga

19

Struktur Organisasi

20

Visi dan Misi

20

Tata Nilai Perusahaan

21

Penghargaan Eksternal 2012

22

Tentang Laporan Ini

24

Tata Kelola Jasa Marga

24

Struktur Tata Kelola Perusahaan

28

Manajemen Risiko

28

Komitmen Jasa Marga terhadap Inisiatif Eksternal

29

Keanggotaan dalam Organisasi Industri

29

Pemetaan Keterlibatan Pemangku Kepentingan

31

Kesungguhan Pengelolaan Lingkungan Jasa Marga

31

Kebijakan dan Etika Pengelolaan Lingkungan

32

Penggunaan Material

32

Pemanfaatan dan Penghematan Energi

33

Pemanfaatan dan Daur Ulang Air

34

Pengendalian Polusi dan Efek Gas Rumah Kaca

35

Energi Ramah Lingkungan

36

Mitigasi Dampak Lingkungan

38

Membangun Masa Depan

39

Harmonisasi dengan Masyarakat Lokal

41

Jasa Marga dan Komitmen Pelayanan Pelanggan

42

Kepatuhan Terhadap Peraturan dan Standar

42

Informasi Produk Layanan Jalan Tol

43

Pengukuran Kepuasan Pelanggan

44

Komunikasi Pemasaran

45

Mengembangkan Sumber Daya Manusia

48

Pengembangan Kompetensi SDM

50

Kesejahteraan Karyawan

52

Pembinaan Hubungan Baik Industrial

53

Membudayakan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja

54

Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3)

54

Tingkat Kecelakaan Kerja

55

Kesehatan Kerja

56

Membangun Kesejahteraan Bersama

57

Program Kemitraan

59

Bina Lingkungan

63

Lampiran

71

Referensi silang GRI

DAFTAR ISI

(3)

Masa

Depan

(4)

• Tidak ada material yang tergolong sebagai Bahan Beracun dan Berbahaya (B3) yang digunakan dalam proses operasional Perseroan. Hasil sisa material utama yang dihasilkan adalah aspal bekas yang kembali digunakan untuk pembangunan jalan di daerah sekitar ruas jalan tol yang sedang dibangun.

[EN2] [EN26]

• Pengurangan konsumsi energi yang dicapai melalui penerapan sumber listrik alternatif solar cell sebagai sumber energi listrik untuk penerangan jalan adalah 3.288 KWh/bulan. [EN5] [EN6] [EN7].

• Sekitar 161 ribu pohon ditanam pada tahun 2012. Jumlah ini 15,8% lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai investasi yang dikeluarkan untuk upaya ini sepanjang tahun 2012 adalah Rp 9,28 miliar. [EN18] [EN30]

• Pendapatan usaha Perseroan mencapai Rp 9,07 triliun atau meningkat 39,85% persen dan sejalan dengan peningkatan laba bersih Perseroan yang mencapai Rp 1,60 triliun meningkat 33,92% dibandingkan tahun 2011.

• Pemberdayaan tenaga kerja lokal dalam aktivitas bisnis Perseroan telah mempekerjakan 2.275 orang yang tersebar di sembilan cabang. [EC9]

IKHTISAR KINERJA BERKELANJUTAN

JASA MARGA 2012

Kinerja Lingkungan

(5)

Kinerja Lingkungan

Kinerja Sosial

• Jumlah tenaga kerja tetap Perseroan menurun 1,5%, dari 5.154 pada 2011 menjadi 5.075 pada 2012. Penurunan jumlah tenaga kerja ini disebabkan karena beberapa karyawan beralih status menjadi purna karya dan adanya kebijakan zero growth policy. [LA2]

• Jasa Marga Development Center (JMDC) telah memfasilitasi pendidikan dan pelatihan dengan total jam pelaksanaan 118.241 jam pelatihan menurut kategori operasional dan non operasional dengan total trainee adalah 4.405 orang. Rata-rata jam pelatihan yang difasilitasi adalah 26,8 jam/ orang. Sedangkan untuk pendidikan dan pelatihan terkait aspek keselamatan dan kesehatan kerja, Perseroan memfasilitasi 757 orang karyawan dengan rata–rata jam pelatihan sebanyak 16,1 jam/orang. [LA10] [LA8]

• Peristiwa kecelakaan kerja yang terjadi selama tahun 2012, merupakan kejadian yang terjadi di luar tempat kerja dan di tempat kerja. Terhadap kejadian ini Perseroan terus mengingatkan kehati-hatian dalam berkendara bagi seluruh pekerjanya dan juga untuk selu berhati-hati dalam melaksanakan tugas. [LA7]

• Program kemitraan telah menyalurkan dana Rp 48,07 miliar kepada 4.994 mitra binaan. Nilai penyaluran ini lebih tinggi 1,8% dan 5,7% lebih banyak memberikan manfaat kepada mitra binaan dibandingkan tahun 2011.

• Kenaikan jumlah penelepon Jasa Marga Traffic Information Center dari tahun 2011 sampai 2012 adalah sebesar 45,05% dengan nilai persentase penyelesaian pengaduan 2012 sebesar 99,72%.

(6)

PERISTIWA PENTING 2012

06 Januari 2012

Jasa Marga bekerja sama dengan Panin Bank melakukan penghutanan di KM 06+200 A ruas Krapyak-Jatingaleh Jalan Tol Semarang, dengan menanam 2.300 Pohon Trembesi.

15 Februari 2012

Cabang Purbaleunyi dan Cabang Palikanci menerima penghargaan Mitra Pembangunan Jawa Barat untuk kegiatan Corporate Social

Responsibility (CSR) melalui Forum

CSR Jawa Barat.

29 Februari 2012

Berlokasi di Ruang Rapat Utama Kantor Pusat Jasa Marga, berlangsung acara penandatangan MoU penyiapan rencana kerjasama pembangunan tol Sumatera antara Jasa Marga dengan Pemprov Sumatera Utara. Penandatanganan diwakili oleh Wakil Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho dan Direktur Utama Jasa Marga Adityawarman.

18 Januari 2012

Jasa Marga memberikan pendidikan Perilaku & Tata Nilai Berlalu lintas kepada para pengemudi dari berbagai perusahaan transportasi, baik itu pengemudi truk, bus dan taksi. Kegiatan ini bekerja sama dengan Rhenald Kasali School For Enterpreneurs dan Rumah Perubahan.

30 Januari 2012

RUPSLB 2012 menetapkan Adityawarman sebagai Direktur Utama menggantikan Frans S. Sunito, Muh Najib Fauzan sebagai Direktur SDM & Umum menggantikan Firmansjah dan mengangkat Hasanudin sebagai Direktur Operasi yang baru. Perubahan komposisi Dewan Komisaris berdasarkan hasil RUPSLB menjadi Agoes Widjanarko sebagai Komisaris Utama, Ibnu Purna Muchtar, Akhmad Syakhroza dan Joyo Winoto sebagai Komisaris, serta Samsoedin dan Michael Dendron Primanto sebagai Komisaris Independen.

20 Maret 2012

Jasa Marga mendukung program pemerintah “Indonesia Tanpa Narkoba Tahun 2016” dengan diikuti oleh kurang lebih 100 karyawan di lingkungan Kantor Pusat dan Cabang se-Jabodetabek sebagai kader inti anti narkoba di lingkungan Perseroan.

Saat bersamaan, melalui SK Direksi No. 34/ KPTS/2012, tanggal 20 Maret 2012, Jasa Marga mencanangkan upaya penghematan listrik, air dan bahan bakar minyak di lingkungan Perseroan, dalam rangka menyikapi Instruksi Presiden RI No. 13 tahun 2011 tentang Penghematan Energi dan Air, Jasa Marga,

(7)

04 April 2012

Pencanangan proyek Jalan Tol Gempol-Pandaan, di Simpang Susun Gempol, Pasuruan-Jawa Timur yang dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur, Kapolres Pasuruan, DPRD Jawa Timur, pihak terkait lainnya.

09 Mei 2012

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan dan RUPS Luar Biasa diselenggarakan di Grand Ballroom Hotel The Dharmawangsa. Rapat antara lain membahas Perubahan Ketentuan Anggaran Dasar Perseroan; Penetapan penggunaan laba bersih; Persetujuan Atas Laporan Tahunan Perseroan Tahun Buku 2011 dan Pengesahan Laporan Keuangan Perseroan Tahun Buku 2011; Laporan Tahunan Pelaksanaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) Tahun Buku 2011; Penetapan Tantiem, Gaji serta Tunjangan Lainnya bagi Anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan Tahun Buku 2012; Penetapan Susunan Anggota Dewan Komisaris; dan Laporan Direksi atas Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Saham Tahun 2007 dan Obligasi Jasa Marga Tahun 2010, serta Penerapan IFRS pada Laporan Keuangan Perseroan Tahun Buku 2012.

01 Juni 2012

Sinergi dengan percepatan pengoperasian Jalan Arteri Porong–Japanan (pengganti Jalan Raya Porong), karyawan Proyek Pembangunan Jalan Tol Porong-Gempol melaksanakan gerakan penghijauan peduli lingkungan hidup.

05 April 2012

Membantu pengendalian banjir, Jasa Marga Cabang Jakarta-Tangerang memfasilitasi ketersediaan Biopori pada warga di sekitar jalan tol yang berlokasi di Kampung Warung Mangga, Kelurahan Panunggangan, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang.

01 Mei 2012

Edukasi ketertiban berlalu lintas pada 29.760 sekolah dasar di wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Medan melalui Buku “Aku Tertib Berlalu Lintas”.

05 Juni 2012

Jasa Marga memperoleh penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai pelaksana dan pemilik Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU)

Solar Cell terpanjang di jalan tol seluruh

Indonesia. Penyerahan sertifikat MURI ini diselenggarakan di Ballroom Hotel Ritz Carlton Pacific Place. Jasa Marga telah memasang 1.506 titik lampu

solar cell di Jalan Tol

Cawang-Tomang-Cengkareng. Lampu sepanjang 38 km itu sudah mulai beroperasi sejak 20 Mei 2012.

(8)

19 Juni 2012

Jasa Marga memfasilitasi kegiatan

Go Green dalam rangka HUT Asosiasi

Perusahaan Pialang Asuransi dan Reasuransi Indonesia (APPARINDO) ke-34, dengan penanaman 500 pohon trembesi di Km. 23.500 A di Jalan Tol Cabang Jagorawi, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat.

07 September 2012

01 Oktober 2012

Penandatanganan MOU di Kementerian Negara BUMN untuk pembangunan dan pengoperasian jalan tol akses pelabuhan Pelindo II serta kerjasama pengembangan dan pemanfaatan lahan di areal Jalan Tol Jakarta-Tangerang, Jakarta-Bogor dan Jakarta- Cikampek.

PT Jasa Marga Bali Tol bekerja sama dengan Hutama Karya memprakarsai penanaman 1000 pohon mangrove di sekitar bundaran Ngurah Rai, Proyek Jalan Tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa.

19 September 2012

04 Oktober 2012

Kunjungan Korea Development Indonesia di Proyek JORR W2

Jasa Marga menerima penghargaan Korporasi Peduli Lingkungan dari tim penilai KSN Awards 2012 dalam rangka memperingati Hari Kesetiakawanan Sosial.

26 Juni 2012

Jasa Marga meraih Sustainable and Responsible Investment Index (SRI) KEHATI Appreciation 2012 di ajang Indonesia Green Achievement 2012 di Hotel Shangrilla Jakarta. Ajang ini diselenggarakan Majalah SWA bekerjasama dengan Yayasan Keanekaragaman Hayati (KEHATI).

07-10 Juli 2012

Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT Jasa Marga (Persero) Tbk bersama mitra binaan mengikuti Indonesia Expo ke III di Al Hussein Youth City Club, Amman, Jordania

27 September 2012

14-18 Oktober 2012

Penerimaan 5 penghargaan Frontliner Grand Final The 8th National Customer

Service Championship 2012 baik untuk kategori perorangan maupun perusahaan

QCC Cabang Purbaleunyi berhasil meraih three stars (emas) dalam International Convention Quality Control Circle (ICQCC).

(9)

23 Oktober 2012

Jasa Marga mensponsori kegiatan Konferensi Anak Indonesia 2012, Jasa Marga dukung keselamatan anak di jalan.

06 Desember 2012

Penerimaan penghargaan Juara III GCG BUMN Terbaik kategori inovasi Good

Corporate Governance (GCG) BUMN Tbk

terbaik dalam Anugerah BUMN 2012.

21 Desember 2012

Jasa Marga Cabang Jagorawi bekerjasama dengan PT Marga Sarana Jabar (MSJ), melaksanakan serah terima jembatan penyeberangan yang menghubungkan antara Kampung Ciheuleut RT 01/06 dan Kaumsari ke RT 03/05 Kel. Cibuluh, Kec. Bogor Utara, Bogor. Jembatan yang dikerjakan selama ± 3 minggu merupakan bukti kepedulian Perseroan terhadap masyarakat sekitar.

22 November 2012

1. Penerimaan penghargaan Anugerah Peduli Pendidikan (APP) 2012 kategori Perusahaan BUMN terbaik. 2. Penerimaan penghargaan Best

Corporate Governance kategori Best Equitable Treatment of Shareholders dari Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD) dalam The 4th IICD Corporate Governance

Conference and Award.

23 November 2012

Penanaman pohon trembesi, ketapang, bungur dan mahoni di Cabang Jakarta-Tangerang dan sepanjang wilayah Jalan Tol Palikanci KM 209-KM 221, guna pengurangan emisi CO2.

(10)

SAMBUTAN DEWAN KOMISARIS

[1.1] [1.2]

Agoes Widjanarko

Komisaris Utama

Para pemangku kepentingan yang

terhormat,

Sungguh suatu hal yang menggembirakan karena pada tahun ini Jasa Marga telah mengaplikasikan secara penuh standar internasional Sustainability Reporting

Guidelines versi 3.1 yang disusun oleh Global Reporting Initiatives (GRI) dalam Laporan Keberlanjutan ini.

Selama dua tahun sebelumnya, Perseroan memang hanya mengacu pada standar tersebut. Namun puji syukur karena pada tahun ini aplikasi penuh GRI 3.1 dapat dihadirkan sebagai salah satu tambahan nilai bagi para pemangku kepentingan semua.

Sustainability Reporting Guidelines versi 3.1 yang

disusun oleh GRI merupakan standar pelaporan yang

saat ini menjadi referensi seluruh perusahaan di dunia dalam menyusun Laporan Keberlanjutan (Sustainability

Report). Bagi Jasa Marga laporan ini dibuat sebagai wujud

perhatian Perseroan terhadap Triple Bottom Line (People,

Planet, Profit) yang menjadi tolak ukur keberlanjutan

suatu perusahaan. Dewan Komisaris dan Direksi berharap bahwa dengan adanya evaluasi melalui laporan ini, dapat menjadikan Jasa Marga terus meningkatkan perhatian terhadap keberlanjutan bisnisnya.

Laporan ini juga merupakan bagian integral dari fungsi pengawasan yang dilaksanakan oleh Dewan Komisaris atas jalannya pengelolaan Perseroan. Hal ini dikarenakan pada Laporan Keberlanjutan memberikan informasi yang utuh dan lengkap mengenai proses pengelolaan perusahaan dari aspek lingkungan, ekonomi dan sosial yang dijalankan berdasarkan tata kelola perusahaan yang baik (Good

Laporan

Keberlanjutan Jasa

Marga memberikan

informasi yang

utuh dan lengkap

mengenai proses

pengelolaan

Perseroan dari

aspek lingkungan,

ekonomi dan sosial

yang dijalankan

berdasarkan tata

kelola perusahaan

yang baik

(11)

Corporate Governance) untuk mencapai target–

targetnya selaku entitas bisnis, sekaligus menjalankan fungsi sosial bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Beberapa hal penting yang menjadi apresiasi bagi Dewan Komisaris terhadap upaya pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan antara lain; Keberhasilan Perseroan dalam meningkatkan pendapatan dan laba bersih melebihi target yang telah ditetapkan pada, peningkatan inisiatif untuk melakukan efisiensi energi dengan peningkatan penggunaan sumber alternatif yang secara langsung berdampak pada keramahan lingkungan serta penurunan beban operasional. Lebih dari itu, perhatian terhadap lingkungan melalui program penghutanan jalan tol yang secara langsung juga berimbas pada pencegahan area operasional Perseroan dari banjir, namun berdampak global terhadap perubahan iklim dunia sangat perlu untuk terus dilakukan.

Selain perhatian terhadap aspek finansial dan lingkungan, Dewan Komisaris juga mendorong Direksi dan Manajemen Jasa Marga untuk terus melakukan investasi sumber daya manusia. Karyawan merupakan aset primer dalam pengelolaan bisnis Perseroan yang notabene adalah perusahaan jasa. Di tahun 2012, Direksi telah menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan kompetensi SDM melalui berbagai pendidikan dan pelatihan yang terkait dengan keberlanjutan bisnis. Dewan Komisaris mencatat ada lebih dari 5.162 karyawan yang ikut serta dalam pengembangan ini.

Hal penting lain yang menjadi perhatian Dewan Komisaris adalah mengenai kepuasan pelanggan.

Menyadari bahwa pelanggan adalah prioritas utama terhadap produk layanan Perseroan, maka Dewan Komisaris selalu mendorong Direksi agar melakukan optimalisasi pelayanan secara terus–menerus. Hal yang patut diapresiasi bahwa pelayanan yang dilakukan oleh Jasa Marga merupakan salah satu perusahaan dengan layanan yang terbaik. Hal ini dibuktikan dengan diraihnya penghargaan dalam bidang Service Excellence, Jasa Marga Traffic Information Center kategori Public Service dalam Service Quality Award 2012.

Dewan Komisaris menilai Visi dan Misi yang telah ditetapkan Direksi dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan merupakan suatu arah yang jelas dan pedoman bagi manajemen untuk menerapkan bisnis jalan tol yang berkelanjutan.

Ke depan Dewan Komisaris akan terus menjaga dan mengarahkan Perseroan untuk terus dapat memperhatikan keberlanjutan bisnis dengan memaksimalkan pemanfaatan potensi keuangan Perusahaan serta meningkatkan mutu dan efisiensi jasa pelayanan jalan tol melalui penggunaan teknologi yang optimal dan penerapan kaidah-kaidah manajemen perusahaan modern dengan tata kelola yang baik sesuai dengan Misi Jasa Marga. [1.2]

Dewan Komisaris mengucapkan terima kasih dan menyampaikan penghargaan kepada Direksi dan seluruh karyawan Jasa Marga atas kerja keras, dedikasi dan keberhasilannya dalam menjalankan pengelolaan Perseroan pada periode 2012 dengan memberikan perhatian yang penuh terhadap aspek keberlajutan.

Sambutan Dewan Komisaris

Jakarta, Juni 2013

PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Agoes Widjanarko

Komisaris Utama

(12)

Adityawarman

Direktur Utama

SAMBUTAN DIREKSI

Para pemangku kepentingan yang

terhormat,

Memasuki era “green business” seperti saat ini, Jasa Marga terus-menerus melakukan usaha untuk mengembangkan bisnisnya melalui perbaikan yang dilakukan secara berkelanjutan. Untuk itu, Jasa Marga

terus berekspansi dalam rangka pengembangan bisnis pengelolaan jalan tol dengan lebih memperhatikan aspek lingkungan, ekonomi dan sosial untuk memastikan keberlanjutan bisnis.

Mengadopsi

prinsip operasional

bisnis secara

berkelanjutan

sebagai bagian

integral dari operasi

bisnis merupakan

salah satu prinsip

Perseroan

(13)

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan prioritas yang terus ditingkatkan. Berbagai upaya K3 telah dilakukan Perseroan di tahun ini telah memberikan hasil yang memuaskan. Hal ini tercermin dari tidak adanya kejadian kecelakaan baik meninggal dunia, luka berat, maupun luka ringan yang terjadi saat melaksanakan kerja sehingga tidak menyebabkan hilangnya jam kerja. Perseroan berkomitmen agar prestasi ini terus ditingkatkan pada tahun–tahun yang akan datang. Selama tahun 2012, Jasa Marga juga terus meningkatkan optimalisasi pemberdayaan komunitas. Program Kemitraan yang dikelola oleh Perseroan telah menyalurkan dana Rp 48,07 milyar kepada 4.994 mitra binaan. Pencapaian tersebut merupakan komitmen Perseroan untuk membangun kesejahteraan bersama bagi stakeholder masyarakat terutama yang berlokasi disekitar wilayah operasional Perseroan

Hal yang menggembirakan lainnya adalah dalam hal kepuasan pelanggan. Peningkatan kendaraan bermotor yang tidak seiring dengan peningkatan jumlah jalan dan sering menimbulkan kemacetan adalah perhatian utama Perseroan terhadap kepuasan pelanggan. Menjawab tantangan tersebut, selain melalui perbaikan konstruksi jalan tol, Jasa Marga meningkatkan fasilitas– fasilitas seperti Jasa Marga Traffic Information Center (JMTIC), pemasangan VMS, video streaming kondisi jalan tol, informasi jalan tol secara mobile di smartphone dan lain–lain merupakan bentuk upaya Perseroan dalam menjamin kepuasan pelanggan. Kenaikan jumlah penelepon JMTIC dari 2011 ke 2012 adalah sebesar 45,05% dengan nilai persentase penyelesaian pengaduan 2012 sebesar 99,72%.

Peningkatan kinerja yang dicapai Jasa Marga sepanjang tahun 2012 juga dilengkapi dengan dianugerahinya beberapa penghargaan dari pihak eksternal. Beberapa penghargaan yang diterima antara lain Service Excellence Jasa Marga Traffic Information Center kategori

Public Service dalam Service Quality Award 2012, BUMN

Berpredikat Sangat Bagus atas Kinerja Keuangan 2011, Kategori Industri Non Keuangan yang diberikan dalam Infobank BUMN Awards 2012, Rekor pemasangan lampu solar cell terpanjang di jalan dan masuk ke dalam Mengadopsi prinsip operasional bisnis secara

berkesinambungan sebagai bagian integral dari operasi bisnis merupakan salah satu prinsip yang diimplementasikan oleh Perseroan. Prinsip berkelanjutan diterapkan pada setiap jenjang operasional, baik sebelum sebuah jalan tol dibangun, saat pembangunan maupun ketika sebuah proyek jalan tol beroperasi. Berbekal pada kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku secara internasional maupun nasional, Jasa Marga terus berupaya melakukan perbaikan dalam pengelolaan jalan tol sehingga lebih ramah terhadap lingkungan. Beberapa upaya yang telah ditingkatkan sepanjang 2012 ini adalah pemanfaatan kembali material daur ulang konstruksi, pengurangan konsumsi energi 3.288 KWh/bulan yang dicapai melalui penerapan sumber listrik alternatif solar

cell sebagai sumber energi listrik untuk penerangan

jalan, serta penanaman sekitar 161 ribu pohon ditanam pada tahun 2012. Jumlah ini 15,68% lebih banyak dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Peningkatan dalam bidang pengelolaan lingkungan juga akan kami dukung terus seiring dengan peningkatan pendapatan dan laba bersih Perseroan pada tahun ini. Pencapaian Perseroan dalam hal pendapatan meningkat 39,85% dan sejalan dengan peningkatan laba bersih Perseroan sebesar 33,92% dibandingkan tahun lalu. Implikasi dari peningkatan ini juga dapat berdampak secara tidak langsung terhadap pemberdayaan tenaga kerja lokal pada tahun yang akan mendatang. Pada tahun ini, Perseroan telah memberdayakan tenaga kerja lokal dalam aktivitas bisnis Perseroan sebanyak 2.275 orang yang tersebar di sembilan cabang.

Optimalisasi terhadap aspek sosial dimana sumber daya manusia, keselamatan dan kesehatan kerja, pemberdayaan komunitas serta pelayanan pelanggan merupakan faktor–faktor yang terus ditingkatkan sepanjang tahun. Dari sisi pengembangan sumber daya manusia, Jasa Marga telah mempekerjakan lebih dari lima ribu orang tiap tahunnya. Melalui fasilitas Jasa Marga Development Center, Jasa Marga memberikan pelatihan dan pendidikan kepada 5.162 karyawan dengan total jam pelaksanaan 118.241 jam dalam setahun dan rata–rata jam pelatihan yang difasilitasi adalah 26,8 jam/orang.

(14)

kelompok 25 Perusahaan listed dalam SRI KEHATI Index yang merupakan kelompok emiten-emiten yang memiliki kinerja sangat baik dalam mendorong usaha berkelanjutan, serta memiliki kesadaran terhadap lingkungan dan menjalankan tata kelola perusahaan yang baik.

Berlandaskan misi menambah panjang jalan tol secara berkelanjutan, dengan memaksimalkan pemanfaatan potensi keuangan Perusahaan serta meningkatkan mutu dan efisiensi jasa pelayanan jalan tol melalui penggunaan teknologi yang optimal dan penerapan kaidah-kaidah manajemen Perusahaan modern dengan tata kelola yang baik, Jasa Marga telah berkomitmen untuk terus mengimplementasikan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan sebagai integral aktivitas bisnis yang dijalankan.

Ke depannya implementasi keberlanjutan ini akan diaplikasikan dengan menetapkan skala prioritas utama yaitu mengkonservasi lingkungan yang berdekatan dengan seluruh area operasi Jasa Marga.

Adityawarman

Direktur Utama

Jakarta, Juni 2013

PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Sambutan Direksi

Komitmen ini adalah untuk menjaga ekosistem yang ada di sekitar wilayah jalan tol sehingga tetap memiliki keberanekaragaman hayati yang tinggi. [1.2]

Jasa Marga menyadari bahwa upaya dan inisiatif yang telah dilakukan selama tahun 2012 merupakan kontribusi Perseroan terhadap pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Akhirnya atas nama PT Jasa Marga (Persero) Tbk., Direksi mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setingi-tingginya kepada semua staf dan karyawan Jasa Marga, Pemegang Saham Pemerintah dan masyarakat, pengguna jalan tol serta para mitra kerja dan stakeholders lainnya atas kerja sama yang telah terjalin dengan baik untuk memastikan keberlanjutan bisnis Perseroan.

Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan karunia-Nya kepada kita semua, demi keberlangsungan masa depan generasi mendatang.

(15)

PROFIL JASA MARGA

Sekilas Jasa Marga

• PT Jasa Marga (Persero) Tbk. atau Jasa Marga merupakan Perusahaan Perseroan yang memiliki produk layanan dalam bidang pengelolaan, pemeliharaan dan pengadaan jaringan jalan tol. Pembentukan Jasa Marga didasarkan atas Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 04 tahun 1978 dalam kebutuhan negara terhadap jaringan jalan yang handal untuk mendukung gerak pertumbuhan ekonomi Indonesia. [2.1] [2.2]

• Jasa Marga memiliki kantor pusat yang berada di Jakarta–Ibukota negara Indonesia, dengan 9 Cabang dan 12 Anak Perusahaan. Jasa Marga adalah pemegang konsesi untuk 22 ruas jalan tol dengan pangsa pasar industri 73% dari total jalan tol di Indonesia, 16 diantaranya sepanjang 545 km telah beroperasi, termasuk tiga ruas baru yang dioperasikan secara bertahap yaitu ruas Bogor Outer Ring Road Seksi 1 (3,8 km), Semarang-Solo Seksi 1 (10,8 km) dan Surabaya-Mojokerto Seksi 1A (2,3 km). [2.4] [2.5] [2.7]

• Sebagai perusahaan yang kepemilikan modalnya terdiri dari 70% Pemerintah Indonesia dan 30% publik, Jasa Marga

merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berstatus perusahaan terbuka. [2.6]

PT JASA MARGA (PERSERO) Tbk.

PT JALANTOL LINGKARLUAR JAKARTA 99% PT MARGA LINGKAR JAKARTA 65% PT MARGA SARANA JABAR 55% PT MARGA NUJYASUMO AGUNG 55% PT TRANS MARGA JATENG 60% PT TRANS MARGA JATIM PASURUAN 93,62% PT MARGA KUNCIRAN CENGKARENG 76,07% PT SARANA MARGA UTAMA 99% PT MARGA TRANS NUSANTARA 60% PT MARGABUMI ADHIKARAYA 66,48% PT JASAMARGA BALI TOL 60% PT JASAMARGA PROPERTI 99% NEGARA REPUBLIK INDONESIA

70% PUBLIK 30%

Anak Perusahaan dan Persentase Kepemilikan Jasa Marga

Bagan Struktur Korporasi Jasa Marga

[2.3]

Kepemilikan Saham (%) 2012 2011 2010

Pemerintah RI 70 70 70

Publik 30 30 30

(16)

Nama AP Kepemilikan Jasa Marga Bidang Usaha Status PT Jalantol Lingkarluar Jakarta 99% Operator Jalan Tol Jakarta Outer Ring

Road Beroperasi

PT Marga Sarana Jabar 55% Operator Jalan Tol Bogor Outer Ring Road Beroperasi (Seksi I Sentul Selatan-Kedung Halang) PT Trans Marga Jateng 60% Operator Jalan Tol Semarang-Solo Beroperasi (Seksi I Semarang-Ungaran) PT Marga Kunciran Cengkareng 76,07% Operator Jalan Tol Cengkareng-Kunciran Belum Beroperasi PT Marga Trans Nusantara 60% Operator Jalan Tol Kunciran-Serpong Belum Beroperasi PT Marga Lingkar Jakarta 65% Operator Jalan Tol JORR W2 Utara Belum Beroperasi PT Marga Nujyasumo Agung 55% Operator Jalan Tol Surabaya-Mojokerto Beroperasi (Seksi IA Waru- Sepanjang) PT Trans Marga Jatim Pasuruan 93,62% Operator Jalan Tol Gempol-Pasuruan Belum Beroperasi PT Margabumi Adhikaraya 66,48% Operator Jalan Tol Gempol-Pandaan Belum Beroperasi PT Jasamarga Bali Tol 60% Operator Jalan Tol Nusa Dua-Ngurah Rai-

Benoa Belum Beroperasi

PT Sarana Marga Utama 99% Jasa Konstruksi, Perdagangan,

Persewaan kendaraan Beroperasi PT Jasamarga Properti 99% Pembangunan, Perdagangan dan Jasa

terkait Properti Beroperasi

JAWA TIMUR

Surabaya-Gempol: 49,0 km

Gempol-Pasuruan: 34,15 km Surabaya-Mojokerto: 36,3 km Gempol Pandaan: 13,61 km JABODETABEK & JAWA BARAT

Jagorawi: 59,0 km Jakarta-Tangerang: 33 km Ulujami-Pondok Aren: 5,55 km Jakarta Inner Ring Road: 23,55 km Prof. Dr. Ir. Sedyatmo: 14,3 km Jakarta-Cikampek: 83,0 km Jakarta Outer Ring Road: 43 km Cikampek Padalarang: 58,5 km Padalarang-Cileunyi: 64,4 km Palikanci: 26,3 km

Bogor Outer Ring Road: 11,0 km Cengkareng-Kunciran: 14,2 km Kunciran-Serpong: 11,2 km SUMATERA UTARA Belmera: 42,7 km JAWA TENGAH Semarang: 24,75 km. Semarang-Solo: 72,64 km BALI

Nusa Dua-Ngurah Rai- Benoa: 10 km

Peta Lokasi Jalan Tol Jasa Marga

Tabel Profil Anak Perusahaan Jasa Marga

Status per 31 Desember 2012

(17)

Sekilas Jasamarga

Perubahan Signifikan Selama

Tahun 2012

Dalam periode waktu pelaporan, Jasa Marga mengalami perubahan signifikan. Beberapa perubahan yang terjadi antara lain: [2.9]

1. RUPS Luar Biasa pada tanggal 30 Januari 2012 dengan agenda tunggal Perubahan Pengurus Perseroan. Hasil dari RUPS Luar Biasa ini memberhentikan dengan hormat beberapa anggota Dewan Komisaris dan Direksi yang lama, serta mengangkat Dewan Komisaris dan Direksi yang baru.

1A. Menyetujui memberhentikan dengan hormat: 1. Drs. Gembong Priyono, MSc. sebagai

Komisaris Utama.

2. Mayjen. (Purn.) Samsoedin sebagai Komisaris Independen.

3. Prof. DR. Akhmad Syakhroza sebagai Komisaris.

4. Ir. Sumaryanto Widayatin, MSCE. sebagai Komisaris.

B. Menyetujui mengangkat:

1. Ir. Agoes Widjanarko, MIP. sebagai Komisaris Utama.

2. Mayjen. (Purn.) Samsoedin sebagai Komisaris Independen.

3. Prof. DR. Akhmad Syakhroza sebagai Komisaris.

4. Ibnu Purna Muchtar, SE., MA. sebagai Komisaris.

2A. Menyetujui memberhentikan dengan hormat: 1. Ir. Frans S. Sunito sebagai Direktur Utama. 2. Ir. Abdul Hadi Hs., MM. sebagai Direktur

Pengembangan Usaha.

3. Ir. Reynaldi Hermansjah sebagai Direktur Keuangan.

4. Ir. Adityawarman sebagai Direktur Operasi. 5. Ir. Firmansjah, CES. sebagai Direktur

Sumber Daya Manusia dan Umum.

B. Menyetujui mengangkat:

1. Ir. Adityawarman sebagai Direktur Utama. 2. Ir. Abdul Hadi Hs., MM. sebagai Direktur

Pengembangan Usaha.

3. Ir. Reynaldi Hermansjah sebagai Direktur Keuangan.

4. Ir. Hasanudin, M.Eng.Sc. sebagai Direktur Operasi.

5. Ir. Muh Najib Fauzan, MSc. sebagai Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum.

2.C Sehingga pada saat ditutupnya Rapat ini, susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan adalah:

Direksi

• Direktur Utama: Ir. Adityawarman

• Direktur Operasi: Ir. Hasanudin, M.Eng.Sc. • Direktur Pengembangan Usaha: Ir. Abdul

Hadi Hs., MM.

• Direktur Keuangan: Ir. Reynaldi Hermansjah • Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum:

Ir. Muh Najib Fauzan, MSc. Dewan Komisaris

• Komisaris Utama: Ir. Agoes Widjanarko, MIP • Komisaris: Ibnu Purna Muchtar, SE., MA. • Komisaris: Prof. DR. Akhmad Syakhroza • Komisaris Independen: Mayjen. (Purn.)

Samsoedin

• Komisaris Independen: Irjen. Polisi (Purn.) Drs. Michael Dendron Primanto, SH., MH. • Komisaris: DR. Joyo Winoto

2. RUPS Tahunan pada tanggal 09 Mei 2012 dengan salah satu agenda adalah memberhentikan dan mengangkat kembali Dewan Komisaris yaitu: 2.1. Menyetujui memberhentikan dengan hormat: • DR. Joyo Winoto sebagai Komisaris.

• Irjen. Polisi (Purn.) Drs. Michael Dendron Primanto, SH., MH. sebagai Komisaris Independen.

dan menyetujui mengangkat kembali: • DR. Joyo Winoto sebagai Komisaris.

• Irjen. Polisi (Purn.) Drs. Michael Dendron Primanto, SH., MH. sebagai Komisaris Independen.

(18)

Skala Organisasi Jasa Marga

[2.8]

Uraian Periode Pelaporan

2012 2011 2010

Jumlah pegawai (orang) 5.075 5.154 5.303

Pendapatan usaha (Rp miliar) 9.070,2 6.485,8 *) 4.306,11

Total kapital (modal) (Rp miliar)

Aset 24.753,6 20.915,9*) 18.468,7*)

Utang 14.965,8 12.555,4*) 10.849,3*)

Ekuitas 9.787,8 8.360,5*) 7.619,4*)

Kuantitas produk layanan (KM) Sumatera Utara

Jalan Tol Belmera 42,7 42,7 42,7

Jakarta dan sekitarnya, serta Jawa Barat

Jalan Tol Jagorawi 59,0 59,0 59,0

Jalan Tol Jakarta–Cikampek 83,0 83,0 83,0

Jalan Tol Jakarta–Tangerang 33,0 33,0 33,0

Jalan Tol Purbaleunyi 122,9 122,9 122,9

Jalan Tol Ulujami–Pondok Aren 5,55 5,55 5,55

Jalan Tol Dalam Kota 23,55 23,55 23,55

Jalan Tol Prof. Dr. Ir Sedyatmo 14,3 14,3 14,3

Jalan Tol JORR 43,0 43,0 43,0

Jalan Tol Palikanci 26,3 26,3 26,3

Jalan Tol Bogor Outer Ring Road 3,8 dari 11,3 3,8 dari 11,3 3,8 dari 11,3

Jalan Tol Cengkareng–Kunciran**) 14,2 14,2 14,2

Jalan Tol Kunciran–Serpong **) 11,2 11,2 11,2

Jalan Tol JORR W2 North**) 7,67 7,67 7,67

Jawa Tengah

Jalan Tol Semarang 24,75 24,75 24,75

Jalan Tol Semarang–Solo 10,8 dari 72,6 10,8 dari 72,6 72,6

Jawa Timur

Jalan Tol Surabaya Gempol 49,0 49,0 49,0

Jalan Tol Gempol–Pasuruan**) 34,15 34,15 34,15

Jalan Tol Surabaya–Mojokerto 2,3 dari 36,3 2,3 dari 36,3 2,3 dari 36,3

Jalan Tol Gempol–Pandaan**) 13,61 13,61 13,61

Bali

Jalan Tol Nusa Dua–Ngurah Rai–Benoa**) 10,0 10,0 10,0

Keterangan: z* Restated ** belum beroperasi

Tabel Skala Organisasi Jasa Marga

Berikut adalah skala organisasi Jasa Marga dilihat dari aspek Sumber Daya Manusia, Keuangan dan Produk Layanan.

Pengangkatan tersebut berlaku terhitung sejak ditutupnya Rapat tersebut sampai dengan penutupan RUPS Tahunan ke-5 (kelima) sejak ditutupnya Rapat tersebut, sehingga susunan anggota Dewan Komisaris Perseroan adalah: • Komisaris Utama: Ir. Agoes Widjanarko, MIP. • Komisaris: Drs. Ibnu Purna Muchtar, SE., MA. • Komisaris: Prof. DR. Akhmad Syakhroza.

• Komisaris Independen: Mayjen. (Purn.) Samsoedin.

• Komisaris: DR. Joyo Winoto.

• Komisaris Independen: Irjen. Polisi (Purn.) Drs. Michael Dendron Primanto, SH., MH.

3. Penerapan IFRS ISAK 16 pada Laporan Keuangan 2012 yang disampaikan pada RUPS Tahunan pada tanggal 09 Mei 2012.

4. Transaksi afiliasi akuisisi saham PT Trans Lingkar Kita Jaya (operator Jalan Tol Cinere-Jagorawi) melalui PT Jalantol Lingkarluar Jakarta, Jasa Marga membeli saham milik PT Waskita Karya.

5. Penjualan saham PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk. (CMNP).

(19)

STRUKTUR ORGANISASI

ANAK PERUSAHAAN CABANG DEVELOPMENT CENTERUNIT JASA MARGA

Enkky Sasono SATUAN PENGAWASAN INTERN Djoko Dwijono DIREKTUR UTAMA Adityawarman DIREKTUR KEUANGAN Reynaldi Hermansjah DIREKTUR OPERASI Hasanudin

DIREKTUR SUMBER DAYA MANUSIA & UMUM

Muh Najib Fauzan

DIREKTUR PENGEMBANGAN USAHA Abdul Hadi Hs. BIRO PENCANAAN PERUSAHAAN M. Sofyan DIVISI PENGEMBANGAN USAHA JALAN TOL Dedi Krisnariawan S.

DIVISI MANAJEMEN OPERASI Taruli M. Hutapea

BIRO MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA

Emil Irfan

SEKRETARIS PERUSAHAAN David Wijayatno

BIRO PENGEMBANGAN ORGANISASI & MANAJEMEN

Unggul Cariawan PROYEK KONSTRUKSI JALAN TOL BIRO UMUM Bambang Sancoyo DIVISI PEMELIHARAAN Ricky Distawardhana BIRO HUKUM Tolu Ismed Arief

BIRO MANAJEMEN MUTU & RISIKO Satria Ganefanto DIVISI PENGEMBANGAN

USAHA LAIN Agus Setiawan

DIVISI TEKNIK Hestu Budi Husodo BIRO KEUANGAN

& AKUNTANSI Syachriani Atim

UNIT PROGRAM KEMITRAAN & PROGRAM BINA LINGKUNGAN

Sutirya Wiriasastra BIRO TEKNOLOGI INFORMASI PERUSAHAAN

D. Hari Pratama

Struktur Organisasi Perseroan

[2.3]

Struktur Organisasi Perseroan berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 156/KPTS/2010 tanggal 22 September 2010 adalah sebagai berikut:

(20)

Visi & Misi

[4.8]

Menambah panjang jalan tol secara berkelanjutan, sehingga Perusahaan

menguasai paling sedikit 50% panjang jalan tol di Indonesia dan usaha

terkait lainnya, dengan memaksimalkan pemanfaatan potensi keuangan

Perusahaan serta meningkatkan mutu dan efisiensi jasa pelayanan jalan tol

melalui penggunaan teknologi yang optimal dan penerapan kaidah-kaidah

manajemen perusahaan modern dengan tata kelola yang baik.

Tata Nilai Perusahaan

Integritas

Senantiasa melaksanakan pekerjaan dengan jujur dan penuh tanggung jawab serta

beretika, semata-mata untuk kepentingan Perseroan.

Mencintai Pekerjaan

Memiliki semangat dan gairah dalam bekerja yang dilandasi rasa bangga dan cinta

terhadap pekerjaan dan Perseroan.

Senang Belajar Untuk Kemajuan

Senantiasa belajar hal-hal baru dan berani untuk mencoba gagasan baru dan cara-cara

kerja yang lebih baik untuk kemajuan Perseroan.

Membangun Kepercayaan

Percaya pada niat baik dan senantiasa menjaga kepercayaan yang diamanahkan pada

kami dalam melaksanakan pekerjaan.

Visi

Misi

Menjadi perusahaan modern dalam bidang pengembangan dan

pengoperasian jalan tol, menjadi pemimpin (leader) dalam industri jalan

tol dengan mengoperasikan mayoritas jalan tol di Indonesia, serta memiliki

daya saing yang tinggi di tingkat Nasional dan Regional.

Berdasarkan Keputusan Direksi Nomor 194/KPTS/2009 tanggal 08 Desember

2009 tentang Struktur Organisasi PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

(21)

PENGHARGAAN EKSTERNAL 2012

[2.10]

Jakarta,

10 Mei 2012

Jakarta,

27 September 2012

Jakarta,

22 November 2012

Jakarta,

04 Juni 2012

Jakarta,

04 Oktober 2012

Jakarta,

22 November 2012

Jakarta,

26 Juni 2012

Yogyakarta,

19 Oktober 2012

Jakarta,

06 Desember 2012

Service Excellence Jasa Marga

Traffic Information Centre kategori Public Service dalam Service Quality Award 2012

National Customer Service (CS) Championship 2012 dalam Brand Championship

Best Corporate Governance kategori Best Equitable Treatment of Shareholders

Rekor pemasangan lampu solar cell terpanjang di jalan

KSN Award 2012

Kategori Koperasi Peduli Lingkungan

Penghargaan Anugerah Peduli Pendidikan (APP) 2012 kategori Perusahaan BUMN terbaik.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. terdaftar dalam Indeks SRI KEHATI

BUMN Berpredikat Sangat Bagus atas Kinerja Keuangan 2011, Kategori Industri Non Keuangan dalam Infobank BUMN Awards 2012

Juara III kategori Inovasi Good Corporate Governance BUMN Tbk. dalam Anugrah BUMN 2012

Center Customer Satisfaction and Loyalty (CARRE-CCSL) dan Majalah Service Excellence (Marketing Group)

Indonesian Institute for Corporate Directorship

Museum Rekor - Dunia Indonesia (MURI)

Kesetiakawanan Sosial Nasional (KSN)

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan

Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI)

Infobank

Kementerian Negara BUMN

LEMBAGA PEMBERI PENGHARGAAN

LEMBAGA PEMBERI PENGHARGAAN

LEMBAGA PEMBERI PENGHARGAAN

LEMBAGA PEMBERI PENGHARGAAN

LEMBAGA PEMBERI PENGHARGAAN

LEMBAGA PEMBERI PENGHARGAAN

LEMBAGA PEMBERI PENGHARGAAN

(22)

TENTANG LAPORAN INI

• Melalui Laporan Keberlanjutan 2012 ini, Jasa Marga berupaya memberikan nilai tambah kepada para stakeholders dengan menyajikan laporan sesuai standar pelaporan yang berpedoman pada penyusunan laporan keberlanjutan Global Report Initiatives (GRI) versi 3.1 secara keseluruhan. Laporan ini membahas mengenai kinerja lingkungan, ekonomi dan sosial dari Jasa Marga dengan periode pelaporan sejak 1 Januari hingga 31 Desember 2012. Laporan ini merupakan laporan yang dibuat secara tahunan dan berkesinambungan dimana perseroan juga menerbitkan laporan berkelanjutan periode 1 Januari - 31 Desember 2011 pada tahun 2011. [3.1] [3.2] [3.3]

• Jasa Marga terus berupaya untuk meningkatkan kualitas Laporan Keberlanjutan ini dari tahun

ke tahun. Saran dan umpan balik dari para pembaca yang berguna untuk perbaikan Laporan Keberlanjutan tahun yang akan datang, sangat diharapkan Perseroan. Penyampaian saran maupun umpan balik mengenai laporan ini dapat ditujukan kepada Jasa Marga dengan informasi kontak sebagai berikut. [3.4]

Kontak Perseroan

David Wijayatno

PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Kantor Pusat : Plaza Tol Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta 13550, Indonesia

Telepon : +6221 841 3630, 841 3526

Faksimili : +6221 841 3540

webiste : www.jasamarga.com e-mail : jasmar@jasamarga.com sekper@jasamarga.co.id

Perseroan berkomitmen untuk terus berkembang dan

memberikan nilai tambah kepada para stakeholders.

(23)

Proses Penetapan Isi Laporan

Informasi yang disajikan dalam laporan ini mencakup kegiatan Perseroan terkait tanggung jawab sosial pada unit–unit kerja yang terkait dengan investasi, pembangunan serta pengoperasian jalan tol. Program Kemitraan sebagai bagian dari tugas yang diemban oleh Perseroan juga tersaji sebagai bagian dalam laporan ini. Pengolahan dan penyajian materi dalam laporan ini didasarkan atas penyusunan laporan keberlanjutan Global Reporting Initiatives (GRI) versi 3.1 yang diselaraskan dengan aplikasi pembangunan dan pengelolaan jalan tol. Penyajian informasi dan data disampaikan dalam bentuk kuantitatif dan kualitatif. Penetapan topik dan isi laporan didasarkan pada pertimbangan prinsip materialitas, yaitu isu-isu yang berpengaruh signifikan bagi para stakeholders dalam membuat keputusan. Stakeholders tersebut antara lain: Investor, Pemegang Saham, Dewan Komisaris, Direksi, Seluruh Karyawan dan pemasok. Masukan dan harapan para investor adalah salah satu pertimbangan dalam menetapkan isi laporan ini. Indikator GRI G3.1 yang diungkapkan dalam laporan ini merupakan isu-isu yang yang dianggap material dan relevan dengan bidang usaha Jasa Marga. [3.5]

Sebagian indikator GRI G3.1 tidak diungkapkan dalam laporan ini karena dianggap tidak material, atau tidak relevan dengan bisnis Perseroan. Disamping itu terdapat pula indikator GRI G3.1 yang tidak diungkapkan dalam laporan ini karena ketidaktersediaan data, untuk ini Jasa Marga akan berupaya melengkapinya pada laporan tahun mendatang sejalan dengan peningkatan sistem dan prosedur yang tengah dilakukan dalam rangka memenuhi standar GRI G3.1.

Batasan Laporan dan Teknik

Pengukuran Data

Data dan informasi keberlanjutan yang disajikan dalam laporan ini mencakup tiga indikator kinerja Jasa Marga secara bervariatif. Penyajian data kinerja keuangan disampaikan secara konsolidasi Jasa Marga sebagai perusahaan induk serta anak Perusahaan. Informasi kinerja lingkungan dan sosial adalah gabungan antara perusahaan induk dan beberapa anak perusahaan yang memiliki tingkat justifikasi beragam. Anak Perusahaan

Jasa Marga yang turut memberikan kontribusi data dan informasi dalam pelaporan ini adalah PT Jalantol Lingkarluar Jakarta, PT Marga Sarana Jabar, PT Trans Marga Jateng, PT Marga Kunciran Cengkareng, PT Marga Trans Nusantara, PT Marga Lingkar Jakarta, PT Marga Nujyasumo Agung, PT Trans Marga Jatim Pasuruan, PT Jasamarga Bali Tol, PT Marga Bumi Adhika Raya, PT Sarana Margabhakti Utama. [3.6] [3.7] [3.8]

Penyajian data kuantitatif dalam laporan ini menggunakan prinsip daya banding (comparability), minimal dalam dua tahun berturut-turut, sehingga pengguna laporan dapat melakukan analisa tren. Teknik pengukuran data finansial menggunakan standar akuntansi yang berlaku di Indonesia. Sedangkan untuk data non-finansial atau data keberlanjutan, Perseroan menggunakan teknik pengukuran data yang berlaku secara internasional, seperti giga joule untuk menghitung pemakaian energi, dan sebagainya. [3.9]

Dalam hal pernyataan ulang terhadap informasi laporan sebelumnya, Laporan Keberlanjutan Jasa Marga 2012 ini merupakan laporan pertama yang mengimplementasikan secara penuh pedoman GRI. Perseroan berupaya untuk memberikan nilai tambah bagi para stakeholders dengan menyajikan laporan ini sesuai standar GRI. [3.10] [3.11]

Standar pengungkapan dalam laporan ini dapat diketemukan pada bagian akhir dalam laporan. Namun demikian, untuk memudahkan para pembaca menyesuaikan informasi laporan dengan indikator GRI yang diterapkan, Jasa Marga memberikan tanda kurawal kotak merah pada bagian laporan yang relevan. [3.12]

Assurance Eksternal

Jasa Marga akan terus berupaya meningkatkan kualitas laporan yang disajikan. Namun demikian pada tahun 2012 ini, Perseroan belum menugaskan eksternal assuror independen untuk melakukan jasa assurance atas laporan keberlanjutan. Untuk meningkatkan kualitas dan keandalan data keberlanjutan, kami merencanakan akan menugaskan eksternal assuror independen untuk melakukan assurance atas laporan keberlanjutan mulai periode pelaporan tahun yang akan datang. [3.13]

(24)

TATA KELOLA JASA MARGA

Jasa Marga telah mengembangkan struktur dan sistem tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance) dengan memperhatikan prinsip-prinsip GCG sesuai ketentuan dan peraturan serta best practice yang berlaku. Pelaksanaan GCG merupakan tindak lanjut Keputusan Menteri BUMN Nomor 117/M-MBU/2002 tanggal 31 Juli 2002 yang kemudian diperbarui dengan Peraturan Menteri Negara BUMN Nomor PER-01/ MBU/2011 tanggal 01 Agustus 2011 tentang Penerapan Tata Kelola yang Baik pada BUMN, yang menyebutkan bahwa “BUMN wajib melaksanakan operasional perusahaan dengan berpegang pada prinsip-prinsip GCG yaitu transparansi, akuntanbilitas, responsibilitas, independensi dan kewajaran”.

Struktur Tata Kelola Perusahaan

Mengacu pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas Bab I Mengenai Ketentuan Umum, maka struktur kelola Jasa Marga terdiri dari : [4.1]

1. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), yang merupakan organ tertinggi dalam Perseroan, mempunyai wewenang yang tidak diberikan kepada Dewan Komisaris atau Direksi dalam batas yang ditentukan dalam Anggaran Dasar dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

2. Dewan Komisaris bertindak sebagai organ perusahaan yang bertanggung jawab secara kolektif untuk melakukan pengawasan dan memberikan nasihat kepada Direksi serta memastikan bahwa Jasa Marga melaksanakan GCG pada seluruh tingkatan atau jenjang organisasi.

3. Direksi adalah organ perseroan yang bertugas dan bertanggung jawab secara kolektif untuk melakukan pengelolaan Perseroan serta melaksanakan GCG pada seluruh tingkatan atau jenjang organisasi.

(25)

Pemisahan struktur kelola Jasa Marga ini memastikan bahwa tidak ada Dewan Komisaris yang merangkap jabatan sebagai Direksi (pejabat eksekutif). Seluruh anggota Dewan Komisaris Jasa Marga bertindak independen dan bebas intervensi dari pihak manapun. [4.2]

Bagan Struktur Tata Kelola Jasa Marga

Rapat Umum Pemegang Saham

Dalam rangka memfasilitasi penyampaian rekomendasi maupun arahan, Jasa Marga memfasilitasi mekanisme penyampaian yang dapat dilakukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). RUPS merupakan organ tertinggi dalam Jasa Marga. Jadwal penyelenggaraan RUPS ini terdiri dari dua: [4.4]

1. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang diselenggarakan tiap tahun buku selambat-lambatnya enam bulan setelah tahun buku Perseroan ditutup.

2. Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yaitu Rapat Umum Pemegang Saham yang diadakan sewaktu-waktu berdasarkan kebutuhan.

Sepanjang tahun 2012, Jasa Marga melaksanakan satu kali RUPS Tahunan dan dua kali RUPS Luar Biasa. Penyelenggaraan RUPS tersebut telah melalui proses persiapan dan penyelenggaraan sesuai dengan UU Nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas Pasal 81, 82 dan 83 serta Keputusan Ketua Bapepam Nomor Kep-60/PM/1996 tentang Rencana dan Pelaksanaan RUPS.

Agenda yang menjadi pembahasan dalam RUPS Tahunan terkait kinerja ekonomi, sosial dan lingkungan

adalah Persetujuan Laporan Tahunan Perseroan Tahun Buku 2011 Mengenai Kegiatan Perseroan dan Pelaksanaan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris serta Pengesahan Laporan Keuangan Perseroan yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2011, Pengesahan Laporan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan untuk Tahun Buku 2011, Penetapan Penggunaan Laba Bersih Tahun Buku 2011 serta penerapan IFRS pada Laporan Keuangan Perseroan Tahun Buku 2012. Selain itu, adanya agenda Pergantian Pengurus Perseroan pada RUPS Luar Biasa. [4.10]

Selain melalui RUPS, Perseroan memberikan dukungan kepada keberadaan Serikat Karyawan Jasa Marga (SKJM) untuk berkumpul dan berserikat, sepanjang tidak bertentangan dengan perundang-undangan yang berlaku. Melalui serikat pekerja, pegawai Jasa Marga dapat menyampaikan rekomendasi, pendapat, maupun hal-hal lain terkait dengan pelaksanaan hubungan kerja dan pekerjaan yang sehat. Lebih dari itu, para pegawai dapat pula menyampaikan pendapat secara langsung melalui mekanisme berjenjang, yakni kepada atasan langsung, dan atasan dari atasan langsung. Bila upaya ini belum mendapat tanggapan semestinya, maka para pegawai juga dapat menyampaikan secara langsung

kepada Biro Manajemen Sumber Daya Manusia. [4.4]

Dewan Komisaris Dan Komite

Dewan Komisaris dalam melaksanakan kerjanya dibantu oleh komite–komite yang ada dibawahnya. Organ pendukung ini bertugas dan bertanggung jawab secara kolektif untuk membantu Dewan Komisaris dalam melakukan fungsi pengawasan dan pemberian nasihat kepada Direksi. Ada dua komite pendukung Dewan Komisaris Jasa Marga meliputi Komite Audit dan Komite Investasi dan Risiko Usaha.

Bagan Struktur Dewan Komisaris dan Komite

Dewan Komisaris

Komite Audit

Komite Investasi

dan Risiko Usaha

RUPS

Direksi

Dewan

Komisaris

(26)

Direksi terdiri dari 5 (lima) orang, yaitu 1 (satu) Direktur Utama dan 4 (empat) Direktur. Seluruh Direksi berdomisili di Indonesia. Direksi diangkat oleh RUPS, dengan periode jabatan masing-masing anggota selama 5 (lima) tahun dan dapat diangkat kembali sesuai keputusan RUPS. Jabatan anggota Direksi berakhir apabila mengundurkan diri, tidak lagi memenuhi persyaratan, meninggal dunia, diberhentikan oleh Dewan Komisaris atau berdasarkan keputusan RUPS.

Kompensasi dan Remunerasi

Dewan Komisaris dan Direksi

Prosedur, dasar penetapan dan besarnya remunerasi Anggota Dewan Komisaris merujuk pada Pasal 96 ayat (1) UU Perseroan Terbatas Nomor 40 tahun 2007 yang mengatur besarnya gaji dan tunjangan Direksi ditetapkan berdasarkan keputusan RUPS. Kewenangan tersebut berdasarkan Pasal 96 ayat (2) dapat dilimpahkan kepada Dewan Komisaris. Sedangkan Pasal 113, diatur bahwa ketentuan mengenai besarnya gaji dan honorarium serta tunjangan bagi anggota Dewan Komisaris ditetapkan oleh RUPS. Bentuk Tunjangan dan Fasilitas, serta komponen lain yang termasuk di dalam komponen penghasilan (selain gaji) mengacu pada ketentuan sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Negara BUMN Nomor Per-07/MBU/2010 tanggal 27 Desember 2010 tanggal 27 Desember 2010 tentang Pedoman Penetapan Penghasilan Direksi, Dewan Komisaris dan Dewan Pengawas BUMN. [4.5] [4.9] [4.10]

Untuk prosedur, dasar penetapan dan besarnya Remunerasi bagi pegawai di tingkat Senior Manager sampai staf ditetapkan Direksi dengan mempertimbangkan pencapaian indikator kunci kinerja atau key performance indicator (KPI) dan kinerja Perseroan secara keseluruhan.

Penerapan Prinsip-prinsip GCG di

Jasa Marga

Penerapan prinsip–prinsip GCG secara khusus terdokumentasi dalam Peraturan dan Code of Conduct (CoC) Perseroan termasuk di dalamnya mengenai hubungan bisnis dan risiko korupsi. Melalui sosialisasi peraturan dan CoC Perseroan, pelatihan Mengelola BUMN yang Bersih dan Bebas Korupsi, penyusunan mekanisme penanganan dan pelaporan atas Penerimaan Sesuai dengan Keputusan Direksi PT Bursa Efek

Indonesia No. Kep-305/BEJ/07-2004 tentang Peraturan No. I-A tentang Pencatatan Saham Dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham Yang Diterbitkan Oleh Perusahaan Tercatat, dimana setiap perusahaan publik harus memiliki Komisaris Independen sekurang-kurangnya 30% dari jumlah seluruh anggota Dewan Komisaris. Jasa Marga memiliki dua orang Komisaris Independen atau 33% dari enam orang Dewan Komisaris. [4.3]

Komisaris Independen merupakan anggota Dewan Komisaris yang tidak memiliki hubungan keuangan, kepengurusan, kepemilikan saham dan/atau hubungan keluarga dengan anggota Dewan Komisaris lainnya dan/atau dengan Pemegang Saham atau hubungan lainnya dengan Jasa Marga yang dapat mempengaruhi kemampuannya bertindak independen.

Proses penjaminan terhindarnya konflik kepentingan didasarkan atas ketentuan Anggaran Dasar Jasa Marga, anggota Dewan Komisaris dilarang merangkap jabatan sebagai: [4.6]

1. Anggota Direksi pada BUMN, BUMD, dan badan usaha milik swasta

2. Jabatan lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku

3. Pengurus partai politik dan atau calon/anggota legislatif

4. Jabatan lain yang dapat menimbulkan benturan kepentingan

Direksi

Direksi bertugas dan bertanggung jawab secara kolektif untuk melakukan pengelolaan Perseroan serta melaksanakan GCG dan bertanggung jawab kepada RUPS. Penentuan Direksi dilaksanakan melalui dua tahap. Pertama, seleksi serta uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) oleh Menteri negara BUMN sebagai pemegang saham mayoritas dan Dwiwarna. Mekanisme penjaringan atau nominasi calon anggota Direksi diatur dalam Peraturan Menteri Negara BUMN Nomor PER-06/MBU/2012 tanggal 21 Mei 2012. Pemegang Saham Dwiwarna melaksanakan

fit and proper test dengan menggunakan jasa pihak

independen. Kedua, hasil seleksi dibawa dalam RUPS sekaligus dilakukan penetapan. [4.7].

(27)

Gratifikasi yang tidak dapat dihindarkan, partisipasi aktif dalam keanggotaan Komunitas Pengusaha Anti Suap (KUPAS) dan menjadi bagian dari Studi Prakarsa Anti Korupsi (SPAK) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jasa Marga berjuang untuk mengedukasi dan mencegah karyawannya untuk melakukan tindakan korupsi. Upaya edukasi ini adalah dengan melaksanakan sosialisasi Whistle Blowing System (WBS) kepada seluruh karyawan baik secara internal melalui buletin

internal, poster, sosialisasi etika maupun presentasi langsung kepada unit kerja terkait, maupun secara eksternal melalui website dan pengiriman surat edaran atau memo. Melalui sistem yang dibangun ini pada tahun 2012 tidak adanya kejadian korupsi yang terjadi di Perseroan. Penerapan prinsip–prinsip GCG lain juga diterapkan Perseroan untuk mengupayakan tata kelola yang baik. [SO2] [SO3] [SO4]

Berikut ini adalah bagan mekanisme dan sarana WBS yang telah dilakukan oleh Perseroan:

Sarana Pelaporan PELAPOR

Analis Deloitte menanyakan hal-hal yang relevan kepada pelapor

Delloit contact centre memberikan tanggapan apabila pelapor menanyakan status tindak lanjut atas laporannya

Analis Deloitte akan memberikan nomor referensi yang unik kepada pelapor

Deloitte forensic investigator mereview call log, membuat laporan penyingkapan dan rekomendasi tindak lanjut

Laporan akan dimuat dalam E-Room dan semua email pemberitahuan akan dikirim kesemua angota Tim Pengelolaan WBS Jasa Marga Tim Pengelolaan WBS akan menindaklanjuti* dan memberikan tanggapan atas kasus tersebut kepada Delloit Delloit Contact Centre memberikan tanggapan kepada Pelapor berdasarkan nomor referensi

Bagan Mekanisme WBS

Sarana WBS

+62 21 2350 7022 +62811 1255 550 +62 21 2350 7023 http://jasamarga.tipoffs.asia jasamarga@tipoffs.asia P.O Box 2332, JKP 10023

Khusus untuk Pelaporan melalui sarana telepon dan sms, maka waktu Pelaporan secara Live adalah pukul 07:00 WIB s.d. 21:00 WIB Pelaporan yang masuk di luar waktu tersebut, akan dialihkan ke voice

mail.

*) Proses penanganan kasus penyingkapan sesuai dengan ketentuan dalam Keputusan Direksi Jasa Marga No. 09/KPTS/2013 - Lampiran II

(28)

Manajemen Risiko

Kebijakan Manajemen Risiko Jasa Marga diatur berdasarkan Keputusan Direksi PT Jasa Marga (Pesero) Tbk Nomor 129.2/KPTS/2010 Tentang Kebijakan Manajemen Risiko dan Manual Manajemen Risiko di Lingkungan PT Jasa Marga (Persero) Tbk tanggal 22 Juli 2010. Penetapan kebijakan Manajemen Risiko Perusahaan sebagai acuan dasar dalam rangka mencapai sasaran jangka panjang Perusahaan dan merupakan wujud komitmen untuk penerapan manajemen risiko di seluruh organisasi secara luas dan terintegrasi dalam rangka menunjang kepastian pencapaian sasaran jangka panjang Perusahaan serta memberikan kerangka penerapan manajemen risiko secara sistematis dan terukur sesuai dengan persyaratan internasional.

Perseroan mempunyai Manual dan Prosedur Pengelolaan Risiko yang berbasis ISO 31000:2009 dan telah menyusun Prosedur Pengelolaan Risiko dan Prosedur Penyusunan Register Risiko. Manajemen Risiko dimulai dari proses Komunikasi dan Konsultasi, Menentukan Konteks, Asesmen Risiko (identifikasi, analisa dan evaluasi risiko), penyusunan tindak lindung dan monitoring serta evaluasi. [4.11]

Tabel Sertifikasi yang Diperoleh oleh Jasa Marga

Untuk mendukung efektifitas penerapan Manajemen Risiko, pada tahun 2012 Jasa Marga telah menyusun beberapa prosedur antara lain:

a. Prosedur Pengelolaan Risiko (PK/PR/01-BMMR) b. Prosedur Penyusunan RPR dan PPR

(PK/PR/02-BMMR)

c. Prosedur Monitoring Pelaksanaan Tindak Lindung (PK/PR/03-BMMR)

d. Prosedur Penyusunan Profil Risiko Perusahaan (PK/ PR/04-BMMR)

e. Prosedur Dokumentasi dan Pelaporan (PK/PR/05-BMMR)

f. Prosedur Evaluasi Kejadian Risiko (PK/PR/06-BMMR) g. Prosedur Penyusunan Register Risiko

(PK/PR/07-BMMR)

Assessmen risiko untuk tahun 2012 dilakukan dengan meng-assess sasaran RKAP 2012 sehingga program hasil assessment (tindak lindung) dapat berfungsi untuk memastikanpencapaian tujuan dan sasaran dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2012. Setiap pengajuan program harus dikaji terlebih dahulu keterkaitannya dengan sasaran.

Komitmen Jasa Marga Terhadap Inisiatif Eksternal

Jasa Marga berupaya memenuhi kualifikasi maupun inisiatif eksternal, baik yang bersifat lokal, regional maupun nasional. Berapa sertifikasi yang diperoleh oleh Jasa Marga dan terus dikembangkan adalah sebagai berikut: [4.11] [4.12]

Nama Cabang

Sertifikasi Sejak Masa Validasi Jenis

Sertifikasi Nomor Sertifikat ISO 9001 OHSAS ISO 9001 OHSAS 9001 OHSASISO ISO 9001 OHSAS Semarang 6-1-05 25-10-11 6-1-11 s.d 6-1-14 25-10-11 s.d 25-10-14 4 1 ID05/00530 ID11/01882 Jagorawi 10-1-00 23-3-11 23-8-11 s.d 23-8-14 23-3-11 s.d 23-3-14 7 1 ID00/17172 ID11/1102954096

Cawang-Tomang-Cengkareng 15-2-05 3-3-11 15-2-11 s.d 15-2-14 3-3-11 s.d 3-3-14 4 1 ID05/00554 ID11/1102954092 Surabaya- Gempol 19-4-01 10-5-11 19-4-10 s.d 19-4-13 10-5-11 s.d 10-5-14 4 1 ID04/0376 ID11/1102954122 Belmera 12-10-04 31-1-11 12-10-10 s.d 12-10-13 31-1-11 s.d 31-1-14 3 1 ID04/0481 ID11/1102954067 Palikanci 21-7-04 24-9-12 21-7-10 s.d 21-7-13 24-9-12 s.d 5-7-15 3 1 ID04/0439 ID12/02180 Cikampek 4-2-05 31-1-11 4-2-11 s.d 4-2-14 31-1-11 s.d 31-1-14 4 1 ID05/00550 ID11/1102954070 Purbaleunyi 22-12-05 28-12-10 22-12-10 s.d 22-12-13 28-12-10 s.d 28-12-13 3 1 ID04/00515 ID11/1102954054 Tangerang 22-12-04 4-1-11 22-12-10 s.d 22-12-13 4-1-11 s.d 4-1-14 4 1 ID04/00516 ID11/1102954016

(29)

Keanggotaan dalam Organisasi

Industri

Jasa Marga turut mengambil bagian dalam keikutsertaaan organisasi Industri yang terkait dengan lini bisnis Perseroan. Dua keanggotaan organisasi yang diikuti oleh Jasa Marga adalah: [4.13]

• Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI)

• Persatuan Insinyur Indonesia (PII), organisasi profesi sebagai wadah berhimpunnya para Insinyur Indonesia, untuk secara bersama meningkatkan kompetensi dalam bidang keinsyuran.

Keterlibatan Pemangku

Kepentingan

Pengelolaan bisnis Jasa Marga sangat dipengaruhi oleh keterlibatan para pemangku kepentingan baik internal maupun eksternal. Secara umum, pemangku kepentingan ini dapat diklasifikasikan menjadi 9 kelompok, yaitu: [4.14]

1. Karyawan Jasa Marga

2. Pemerintah, baik pusat maupun daerah termasuk instansi yang ada di dalamnya

3. Pemegang saham

4. Pelanggan

5. Mitra usaha/Pemasok/Kontraktor 6. Pesaing

7. Kreditur

8. Komunitas Masyarakat dan lembaganya 9. Media Massa

Diferensiasi dan pemetaan pemangku kepentingan dilakukan dengan menganalisis kelompok–kelompok yang sering berinteraksi dengan Perseroan. Analisis dilakukan dengan menelaah keterkaitan antara kepentingan Jasa Marga dengan kepentingan dari

komponen pemangku kepentingan. [4.15]

Keterkaitan dan pembinaan hubungan dengan para pemangku kepentingan dilakukan dengan pola komunikasi spesifik bergantung pada target pemangku kepentingan tersebut. Secara rinci, upaya pembinaan hubungan dengan pemangku kepentingan Perseroan adalah sebagai berikut: [4.16] [4.17]

No Pemangku Kepentingan Keterkaitan dan metode pembinaan hubungan

1 Karyawan • Pemenuhan kewajiban-kewajiban Perseroan kepada Karyawan sesuai

dengan Perjanjian Kerja Bersama (PKB).

• Pemberian kesempatan yang sama kepada seluruh Karyawan Perseroan dalam hal karir/penempatan.

• Penerapan sistem penggajian Karyawan berbasis kinerja.

• Pengembangan kompetensi berupa pelatihan bagi Insan Jasa Marga.

2 Pemerintah, baik pusat

maupun daerah termasuk instansi yang ada di dalamnya

• Pemenuhan kewajiban Perseroan terhadap ketentuan, peraturan perundang-undangan serta peraturan lainnya.

• Pemenuhan kewajiban pelaporan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) dan Pajak-pajak Perseroan.

• Penyampaian Laporan Perseroan kepada Instansi Pemerintah terkait seperti Bapepam-LK, Bursa Efek Indonesia, Kementerian Negara BUMN dan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).

3 Pemegang saham • Penjaminan hak setiap Pemegang Saham sesuai ketentuan Anggaran

Dasar Perseroan, semua keputusan yang diambil secara sah dalam RUPS serta peraturan perundang-undangan yang berlaku.

• Pemberian informasi material yang lengkap, akurat dan tepat waktu kepada Pemegang Saham sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

• Pembayaran Dividen bagi para Pemegang Saham secara tepat waktu, adil dan transparan.

(30)

No Pemangku Kepentingan Keterkaitan dan metode pembinaan hubungan

4 Pelanggan • Penjaminan kualitas produk layanan

• Pertemuan berkala untuk membahas berbagai hal terkait pelaksanaan kontrak yang sudah disepakati.

• Survei berkala untuk mengetahui kepuasan pelanggan. • Menjaga privasi pelanggan

5 Mitra usaha/Pemasok/

Kontraktor

• Pengadaan Barang dan Jasa secara adil, transparan, dan menghindari praktik-praktik Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN)

• Pemilihan Mitra Usaha yang memiliki nilai-nilai serta etika bisnis yang sama dengan Perseroan.

• Pelaksanaan hak/kewajiban yang telah disepakati bersama secara konsisten

6 Pesaing Penerapan kaidah-kaidah persaingan yang sehat dan beretika, diantaranya

dengan ikut berpartisipasi dan berkompetisi dalam proses yang telah ditetapkan oleh Pemerintah dalam rangka memperoleh konsesi jalan tol secara fair sesuai dengan peraturan dan kaidah-kaidah etika bisnis yang berlaku. Sehingga Jasa Marga tidak pernah menghadapi tuduhan pelanggaran persaingan usaha. [SO7]

7 Kreditur • Penyediaan keterbukaan informasi yang aktual dan prospektif diantaranya

melalui ketersediaan informasi seperti saham Perseroan (JSMR) antara lain di website Perseroan, Laporan Tahunan Perseroan, Paparan Publik dan Media Massa.

• Pelaksanaan kewajiban Perseroan kepada Kreditur/Investor secara tepat waktu.

• Pelaksanaan hak/kewajiban yang telah disepakati bersama secara konsisten.

8 Komunitas Masyarakat dan

lembaganya

• Pelaksanaan AMDAL sebelum pembangunan jalan tol dan pengelolaan RKL dan RPL pada saat jalan tol beroperasi.

• Pelaksanaan Program Kemitraan, Bina Lingkungan dan Corporate Social

Responsibility (CSR) yang dikembangkan dan dilaksanakan ke arah

peningkatan kualitas hidup masyarakat di sekitar jalan tol Perseroan, dengan fokus utama kepada Program Kemitraan, Bantuan Pendidikan dan Kesenian, Bantuan Kesehatan, Fasilitas Ibadah, dan Pendidikan terkait lalu lintas.

9 Media Massa Pelaksanaan prinsip-prinsip keterbukaan informasi yang selayaknya diketahui

publik melalui penyampaian berita (press release) maupun bentuk informasi lainnya.

(31)

KESUNGGUHAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN

Aktivitas operasional suatu perusahaan baik besar maupun kecil pasti memiliki dampak negatif terhadap lingkungan. Seperti pada umumnya perusahaan, untuk mendapatkan manfaat dari proses bisnis ada dampak negatif yang harus diterima sebagai bentuk konsekuensi. Upaya perusahaan untuk meningkatkan dampak positif dan meminimalisasi dampak negatif dari aktivitas bisnisnya merupakan tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan.

Meminimalisasi dampak negatif akibat pembangunan dan pengelolaan jalan tol dan meningkatkan manfaatnya merupakan kesungguhan Jasa Marga dalam pengelolaan lingkungan. Perseroan menyadari bahwa aktivitas bisnis yang dilakukan baik di cabang, unit, maupun kantor pusat menghasilkan dampak negatif dengan skala yang bervariasi. Pembangunan jalan tol yang mengkonversi area hijau yang memiliki keanekaragaman hayati

didalamnya, pengelolaan jalan tol yang menambah intensitas polusi udara, pemanfaatan bahan bakar tak terbaharukan untuk operasional, penggunaan air dan kertas untuk berbagai tujuan maupun kegiatan operasional lainnya merupakan beberapa bentuk dampak yang ditimbulkan dari aktivitas bisnis yang dilakukan Jasa Marga. [EN12] [EN29]

Kebijakan dan Etika Pengelolaan

Lingkungan

Upaya untuk melakukan pengelolaan lingkungan adalah wujud tanggung jawab yang menjadi prioritas pertama Jasa Marga. Direksi dan Manajemen berkomitmen untuk menerapkan kebijakan lingkungan yang didasarkan atas Peraturan Pemerintah Nomor 27 tahun 1999 mengenai Analisis Mengenai Dampak Lingkungan, Undang-Undang Nomor 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor

(32)

11 tahun 2006 tentang Kewajiban Perseroan Melengkapi Dokumen Amdal (KA-Kerangka Acuan Amdal), Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 45 tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan Laporan Pelaksanaan Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL), serta Surat Edaran Direksi Nomor 18/SE/2010 mengenai Penghematan Energi dan Pelestarian Lingkungan. Melalui komitmen yang tertuang dalam pedoman RKL dan RPL ini Perseroan mengimplementasikan strategi pengelolaan lingkungan hidup yang berorientasi pada keramah lingkungan aktivitas operasi dan konservasi keanekaragaman hayati. [EN14]

Melampaui kepatuhan terhadap regulasi yang ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia, Jasa Marga memastikan bahwa tidak ada aktivitas operasional yang menyalahi ketentuan yang telah diarahkan oleh pemerintah. Perseroan selalu menerapkan kebijakan untuk mitigasi dampak lingkungan dari setiap proyek jalan tol. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) adalah salah satu langkah yang dilaksanakan Jasa Marga untuk memastikan jalan tol yang dibangun tidak akan mengakibatkan kerusakan pada lingkungan. Kebijakan terhadap lingkungan tidak hanya dilakukan sebelum proyek dikembangkan, melainkan ketika dikerjakan dan setelah proyek beroperasi.

Dalam pembangunan jalan tol, Jasa Marga mengkaji aspek fisik–kimia, topografi, ekologi, sosio–ekonomi, sosial–budaya, dan kesehatan masyarakat. Upaya ini diimplementasikan Perseroan dengan menerapkan AMDAL terhadap proyek jalan tol dimulai dari pemilihan material yang sebisa mungkin dapat didaur ulang hingga upaya untuk mengurangi dampak peningkatan polusi udara yang timbul akibat produk layanan. [EN26] Melalui Surat Edaran Nomor 18/SE/2010 tentang penghematan energi dan pelestarian lingkungan, Jasa Marga berupaya menerapkan peningkatan kualitas lingkungan hidup melalui kebijakan–kebijakan berikut ini: [EN26]

1. Penghematan energi melalui penggunaan teknologi baru yang dapat mengurangi penggunaan energi di lingkungan perusahaan.

2. Penggunaan produk–produk yang mengacu kepada

eco product (produksi yang ramah lingkungan)

3. Penanaman pohon sebagai akibat dari penebangan pohon yang harus dilakukan.

Dengan mengimplementasikan kebijakan–kebijakan tersebut, hingga akhir periode pelaporan tidak ada pelanggaran terhadap hukum dan regulasi lingkungan yang dilakukan sehingga Jasa Marga bebas dari nilai moneter denda. [EN28] [S08]

Penggunaan Material

Jasa Marga dalam membangun jalan tol berupaya menggunakan material–material kokoh yang akan menghasilkan kualitas jalan yang baik tanpa melupakan aspek ramah lingkungan dari material tersebut.

Material utama untuk perbaikan jalan tol dan fasilitasnya terdiri dari aggregat, aspal, pasir, semen maupun beberapa material lain. Tidak ada material yang tergolong sebagai Bahan Beracun dan Berbahaya (B3) yang digunakan dalam proses ini. Sehingga tidak ada material limbah bahan berat yang ditransportasikan maupun diolah untuk digunakan kembali. Informasi mengenai penggunaan material berdasarkan volume penggunaan material utama terlampir pada lampiran [EN1] [EN2] [EN22] [EN23] [EN24]

Pada periode pelaporan ini, residu dari material utama ini tidak didaur ulang. Hasil sisa material utama yang digunakan dalam proses operasional merupakan residu yang dihasilkan dari perbaikan konstruksi jalan tol diantaranya adalah aspal bekas. Salah satu bentuk pemanfaatan material residu ini adalah untuk pembangunan jalan di daerah sekitar ruas jalan tol yang sedang dibangun, contohnya adalah jalan pemukiman Warga Cikeas Sukaraja. [EN2] [EN26]

Pemanfaatan dan Penghematan

Energi

Kebutuhan energi terbesar Jasa Marga adalah bahan bakar fosil yang merupakan sumber energi primer dan digunakan untuk menunjang operasional dalam pengangkutan material jalan tol. Pemanfaatan sumber energi primer ini terdiri dari solar dan bensin

Gambar

Tabel Kepemilikan Saham Jasa Marga (%)
Tabel Profil Anak Perusahaan Jasa Marga  Status per 31 Desember 2012
Tabel Skala Organisasi Jasa Marga
Tabel Sertifikasi yang Diperoleh oleh Jasa Marga
+7

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan eksperimen yang dilakukan, sudut bukaan damper 30° memberi pengaruh terhadap aliran yang melewati elbow yang dilengkapi dengan double guide vane,

Penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat 21 bayi (34,3%) yang lahir prematur tetapi tidak mengalami asfiksia hal ini dapat dikarenakan berbagai faktor salah

Hasil percobaan menunjukkan bahwa zeolit yang sudah dimodifikasi surfaktan mampu mengadakan pertukaran secara efektif dengan klorida pada waktu 3 jam, sedangkan

Jumlah Bertambah / (Berkurang) Keterangan Rp Anggaran

Faktor- faktor yang berpengaruh secara signifikan dan positif terhadap tingkat adopsi teknologi usahatani padi sawah adalah pengetahuan, sedangkan

nilai p>0.05 sehingga dapat disimpulkan bahwa pengaruh resorpsi akar gigi molar bawah sulung fisiologis dan patologis terhadap tumbuh kembang gigi premolar satu

RUPSLB untuk Mata Acara 1 dan 2 dapat dilangsungkan apabila RUPSLB dihadiri oleh Pemegang Saham yang mewakili paling sedikit 2/3 dari jumlah seluruh saham dengan hak

Untuk lebih lanjut model tersebut diimplentasikan menjadi aplikasi mobile sehingga pengguna drone dengan lebih mengetahui infromasi mengenai daerah penerbangan drone dari