Ulasan Pasar
Perubahan imbal hasil Surat Utang Negara pada perdagangan hari Senin, 5 Agustus 2019 mengalami kecenderungan kenaikan di tengah aksi jual pelaku pasar yang khawatir terhadap eskalasi perang dagang Amerika-China serta pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika.
Kenaikan tingkat imbal hasil yang terjadi pada perdagangan hari Senin, 5 Agustus 2019 mencapai sebesar 75 bps, dengan rata-rata mengalami kenaikan sebesar 14 bps yang didorong oleh adanya penurunan harga hingga mencapai 620 bps. Imbal hasil Surat Utang Negara dengan tenor pendek mengalami perubahan hingga sebesar 15 bps di tengah adanya perubahan harga yang mencapai 38 bps. Se-mentara itu imbal hasil Surat Utang Negara dengan tenor menengah mengalami kenaikan hingga sebesar 38 bps didorong oleh adanya penurunan harga hingga 208 bps. Imbal hasil Surat Utang Negara dengan tenor panjang bergerak dengan kecenderungan mengalami kenaikan hingga sebesar 75 bps didorong oleh adanya penurunan harga yang bergerak turun dengan rata-rata penurunan harga sebesar 114 bps.
Adapun dari Surat Utang Negara seri acuan, kenaikan imbal hasil terjadi pada keseluruhan seri dengan kenaikan yang mendekati 8 bps setelah mengalami penurunan harga yang bergerak diantara 35 bps hingga 117 bps. Seri acuan dengan tenor 5 tahun dan 10 tahun mengalami kenaikan imbal hasil masing - masing sebesar 8,5 bps di level 7,057% dan sebesar 12 bps di level 7,656%. Se-mentara itu untuk seri acuan dengan tenor 15 tahun dan 20 tahun mengalami kenaikan imbal hasil hingga mendekati 12 bps masing-masing berada pada level 7,962% dan 8,115%.
Pergerakan imbal hasil Surat Utang Negara yang cenderung mengalami kenaikan pada perdagangan kemarin didorong oleh adanya aksi jual oleh para investor di tengah khawatirnya eskalasi perang dagang antara Amerika dan China. Pern-yataan Presiden Trump yang akan kembali mengenakan tarif tambahan sebesar 10% bagi barang-barang China per 1 September 2019 ditanggapi oleh China dengan membiarkan mata uang Yuan China jatuh melemah ke level terendah dan meminta beberapa perusahaan China untuk menangguhkan impor terhadap produk-produk pertanian Amerika Serikat.
Sementara itu, dari faktor domestik, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II tahun 2019 juga mengalami perlambatan yang mencapai 5,05%. Angka ini jauh lebih rendah bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 5,27% dan dengan kuartal I tahun 2019 yang sebesar 5,07%. Beberapa kondisi tersebut membuat para pelaku pasar cenderung mengambil aksi jual cepat (panic selling) terhadap beberapa aset di negara berkembang, termasuk Indone-sia, sehingga menyebabkan penurunan harga Surat Utang Negara.
Seiring dengan pergerakan imbal hasil US Treasury yang menunjukkan penurunan, imbal hasil Surat Utang Negara dengan denominasi mata uang Dollar Amerika juga menunjukkan penurunan yang terjadi pada hampir keseluruhan seri Surat Utang Negara. Imbal hasil dari INDO29 mengalami penurunan sebesar 1 bps di level 3,155% didorong oleh adanya kenaikan harga hingga 5 bps. Adapun imbal hasil dari INDO44 pada perdagangan kemarin ditutup dengan mengalami penurunan sebesar 0,3 bps di level 4,208% dan imbal hasil pada INDO49 ditutup mengalami penurunan sebesar 1 bps sehingga berada pada level 4,088%.
Sumber : Bloomberg
Sumber : IDX
Sumber : IDX
Fixed Income Daily Notes
MNC Sekuritas Research Division
Selasa, 06 Agustus 2019
Kurva Imbal Hasil Surat Utang Negara
Perdagangan Surat Utang Negara
Perdagangan Sukuk Negara Seri High Low Last Vol Freq FR0078 105,50 103,76 104,25 5444,85 134 FR0077 104,47 103,85 104,20 3561,06 60 FR0072 103,65 100,80 102,00 1287,16 45 FR0082 98,35 95,00 95,15 1113,07 64 FR0053 103,00 101,75 102,50 702,27 11 FR0068 105,15 103,30 103,70 695,74 24 FR0079 105,75 101,30 105,00 670,93 82 FR0064 91,00 90,25 90,90 590,47 11 SPN03191031 98,68 98,66 98,66 550,00 5 FR0056 104,85 104,00 104,00 477,18 4
Seri
High
Low
Last
Vol
Freq
PBS014
99,85
99,53 99,53 900,00
9
PBS016
99,90
99,85 99,90 286,00
4
PBS012 108,80 106,90 108,80 52,00
10
SR011
104,50 101,00 102,65 43,25
38
PBS017
93,76
93,75 93,76 28,00
2
PBS019 104,57 104,55 104,57 10,00
2
SR009
100,00
99,50 99,60
1,78
7
SR010
99,25
98,00 99,25
1,55
5
Volume perdagangan Surat Berharga Negara yang dilaporkan pada perdagangan kemarin yaitu senilai Rp18,77 triliun dari 43 seri. Surat Berharga Negara dengan volume perdagangan seri acuan senilai Rp10,37 triliun. Obligasi Negara seri FR0078 menjadi Surat Utang Negara dengan volume perdagangan terbesar, senilai Rp5,44 triliun dari 134 transaksi yang diikuti oleh perdagangan Obligasi Negara seri FR0077 senilai Rp3,56 triliun dari 60 kali transaksi. Adapun Project Based Sukuk seri PBS014 menjadi Sukuk Negara dengan volume perdagangan terbesar, senilai Rp900,00 miliar dari 9 kali transaksi yang diikuti oleh perdagangan Project Based Sukuk seri PBS016 senilai Rp286,00 miliar dari 4 kali transaksi.
Adapun volume perdagangan surat utang korporasi yang dilaporkan senilai Rp2,66 triliun dari 38 seri surat utang korporasi yang diperdagangkan. Obligasi Berkelanjutan III Indosat Tahap II Tahun 2019 Seri A (ISAT03ACN2) menjadi surat utang korporasi dengan volume perdagangan terbesar senilai Rp1,08 tri-liun dari 40 kali transaksi yang diikuti oleh perdagangan Sukuk Ijarah Berke-lanjutan III Indosat Tahap II Tahun 2019 Seri A (SIISAT03ACN2) senilai Rp293,00 miliar dari 20 kali transaksi. Adapun perdagangan Obligasi Berkelanju-tan IV Adira Finance Tahap III Tahun 2018 Seri A (ADMF04ACN3) senilai Rp214,00 miliar dari 2 kali transaksi.
Sementara itu nilai tukar Rupiah ditutup melemah sebesar 70,00 pts (0,49%) di level 14255 per Dollar Amerika. Pelemahan Rupiah tersebut bergerak sepanjang sesi perdagangan. Pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika pada perdagangan kemarin bergerak pada kisaran 14188 hingga 14280 per Dollar Amerika. Pelemahan nilai tukar Rupiah pada perdagangan kemarin terjadi di tengah melemahnya sebagian besar nilai tukar mata uang regional. Mata uang Renminbi China (CNH) mengalami pelemahan tertinggi pada mata uang regional yaitu sebesar 1,54% diikuti oleh pelemahan mata uang Won Korea Selatan (KRW) dan Rupee India (INR) masing-masing sebesar 1,40% dan 1,26%. Ada-pun mata uang Yen Jepang (JPY) dan Baht Thailand (THB) yang mengalami pen-guatan sebesar 0,56% dan 0,05% terhadap Dollar Amerika.
Imbal hasil US Treasury dengan tenor 10 tahun ditutup melemah di level 1,687% dan untuk tenor 30 tahun juga turun di level 2,245%. Hal ini seiiring dengan kondisi pasar saham Amerika Serikat yang mengalami koreksi, dimana indeks saham utamanya mengalami penurunan hingga sebesar 347 bps (NASDAQ) dan 290 bps (DJIA). Adapun imbal hasil surat utang Inggris dan Jer-man juga ikut mengalami penurunan, masing - masing di level 0,502% dan – 0,522%.
Pada perdagangan hari ini kami perkirakan harga Surat Utang Negara masih berpotensi mengalami penurunan ditengah meningkatnya persepsi risiko ter-hadap instrumen surat utang negara - negara berkembang yang tercermin dari meningkatnya angka CDS serta kekhawatiran dari para pelaku pasar terhadap eskalasi perang dagang yang terjadi antara Amerika dan China. Adapun faktor pertumbuhan ekonomi Indonesia yang melambat pada kuartal II tahun 2019 juga menjadi pertimbangan para pelaku pasar. Saat ini para pelaku pasar cenderung untuk wait and see terlebih dahulu sebelum masuk kembali ke pasar sekunder.
Rekomendasi
Dengan masih terbukanya peluang terjadinya koreksi harga, maka kami sarank-an kepada investor untuk tetap mencermati pergeraksarank-an harga Surat Utsarank-ang Negara dengan fokus pada seri Surat Utang Negara dengan tenor pendek dan menengah. Beberapa seri yang cukup menarik untuk dicermati diantaranya ada-lah sebagai berikut ini: FR0031, FR0053, FR0061, FR0056, FR0059 dan FR0064. Adapun Surat Utang Negara dengan tenor panjang yang cukup menarik adalah FR0058, FR0065, FR0068 FR0080 dan FR0072.
Sumber : Bloomberg
Sumber : IBPA, Bloomberg
Sumber : Bloomberg
Imbal Hasil SUN Acuan
Indeks Obligasi (INDOBeX)
Sumber : Bloomberg
Sumber : IBPA, Bloomberg
Sumber : IDX Sumber : Bloomberg
Perdagangan Surat Utang Korporasi Spread US T 10 Yrs—SUN 10 Yrs
Imbal Hasil Surat Utang Global
Spread Obligasi Korporasi
Berita Pasar
•
Rencana Lelang Surat Berharga Syariah Negara atau Sukuk Negara seri SPN-S 07022020 (New Issuance), PBS014 (Reopening), PBS019 (Reopening), PBS021 (Reopening), PBS022 (Reopening) dan PBS015 (Reopening) pada hari Selasa tanggal 6 Agustus 2019.
Pemerintah akan melakukan lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara pada hari Selasa, tanggal 6 Agustus 2019. Seri SBSN yang akan dilelang adalah seri SPN-S (Surat Perbendaharaan Negara - Syariah) dan PBS (Project Based Sukuk) untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2019. Target penerbitan adalah senilai Rp8 triliun dengan seri – seri yang akan dilelang adalah sebagai berikut:
- Surat Perbendaharaan Negara seri SPN-S 07022020 (Diskonto; 7 Februari 2020);
- Project Based Sukuk Seri PBS014 (6,5000%; 15 Mei 2021); - Project Based Sukuk Seri PBS019 (8,2500%; 15 September 2023); - Project Based Sukuk Seri PBS021 (8,2500%; 15 November 2026); - Project Based Sukuk Seri PBS022 (8,6250%; 15 April 2034); dan - Project Based Sukuk Seri PBS015 (8,0000%; 15 Juli 2047).
Kami perkirakan jumlah penawaran yang masuk akan berkisar antara Rp15—25 triliun dengan jumlah penawaran terbesar masih akan didapati pada Surat Per-bendaharaan Negara serta pada PBS014. Berdasarkan kondisi di pasar sekunder menjelang pelaksanaan lelang, kami perkirakan tingkat imbal hasil yang akan dimenangkan pada lelang hari ini adalah sebagai berikut :
- Surat Perbendaharaan Negara seri SPN-S 07022020 berkisar antara 6,06250 - 6,15625;
- Project Based Sukuk seri PBS014 berkisar antara 6,81250 - 6,90625; - Project Based Sukuk seri PBS019 berkisar antara 7,21875 - 7,31250; - Project Based Sukuk seri PBS021 berkisar antara 7,65625 - 7,75000; - Project Based Sukuk seri PBS022 berkisar antara 8,09375 - 8,18750; dan - Project Based Sukuk seri PBS015 berkisar antara 8,34375 - 8,43750.
Lelang akan dibuka pada hari Selasa tanggal 6 Agustus 2019 pukul 10.00 WIB dan ditutup pukul 12.00 WIB. Hasil lelang akan diumumkan pada hari yang sama. Adapun setelmen akan dilaksanakan pada hari Kamis, tanggal 8 Agustus 2019 atau 2 hari kerja setelah tanggal pelaksanaan lelang (T+2). Di tahun 2019, target penerbitan bersih (net issuance) Surat Berharga Negara senilai Rp389,0 triliun dimana pada kuartal III tahun 2019 pemerintah mentargetkan penerbitan Surat Berharga Negara melalui lelang senilai Rp185 triliun dari 7 kali lelang Surat Utang Negara dan 6 kali lelang Sukuk Negara.
Di Semester I tahun 2019 pemerintah telah menerbitkan Surat Berharga Negara melalui lelang senilai Rp354,57 triliun yang terdiri atas penerbitan di kuartal I 2019 senilai Rp221,61 triliun dan di kuartal II 2019 senilai Rp132,96 triliun. Pada lelang sebelumnya, pemerintah meraup dana senilai Rp8,00 triliun dari total pena-waran yang masuk senilai Rp16,47 triliun.
Seri Rating High Low Last Vol Freq
ISAT03ACN2 idAAA 100,60 100,00 100,45 1084,00 40 SIISAT03ACN2 idAAA(sy) 100,00 100,00 100,00 293,00 20 ADMF04ACN3 idAAA 100,03 100,02 100,03 214,00 2 ISAT01BCN1 idAAA 101,03 100,92 101,03 145,00 3 BBIA02CN1 AAA(idn) 100,43 100,42 100,43 142,00 2 BIIF02ACN2 AA+(idn) 101,10 101,10 101,10 100,00 1 PPLN03ACN4 idAAA 100,15 100,00 100,00 96,00 2 OTMA03B idAA+ 101,35 101,33 101,35 56,00 12 SIPPLN02ACN3 idAAA(sy) 95,49 95,47 95,49 36,00 2 BNII02CN2 idAAA 97,22 97,20 97,22 34,00 2 AAA AA A BBB 1 115,51 153,18 278,70 459,58 2 119,08 159,99 270,71 498,03 3 122,46 163,43 264,00 520,08 4 125,34 165,16 267,17 540,81 5 127,58 166,36 278,46 561,96 6 129,12 167,79 294,17 581,90 7 129,99 169,95 311,21 599,01 8 130,26 173,15 327,57 612,51 9 130,02 177,49 342,16 622,33 10 129,37 183,01 354,50 628,89 Tenor Rating
Sumber : DJPPR-Kemenkeu RI
Harga Surat Utang Negara
Kepemilikan Surat Berharga Negara
Dec'15 Dec'16 Dec'17 Mar'18 Jun'18 Sep'18 Dec'18 Jan'19 Feb'19 Mar'19 Apr'19 May'19 Jun'19 Jul'19 01-Aug-19 02-Aug-19
BANK 350,07 399,46 491,61 564,86 461,15 621,35 481,33 652,81 631,89 649,10 606,51 503,90 588,77 605,88 624,38 628,13 Institusi Pemerintah 148,91 134,25 141,83 93,96 210,04 111,39 253,47 123,29 147,46 132,03 153,00 252,30 153,88 150,57 135,21 130,66 Bank Indonesia * 148,91 134,25 141,83 93,96 210,04 111,39 253,47 123,29 147,46 132,03 153,00 252,30 153,88 150,57 135,21 130,66 NON-BANK 962,86 1.239,57 1.466,33 1.525,78 1.525,73 1.573,90 1.633,65 1.661,75 1.707,60 1.746,86 1.742,50 1.750,24 1.788,39 1.823,92 1.832,38 1.833,18 Reksadana 61,60 85,66 104,00 103,62 111,38 117,78 118,63 120,38 119,64 113,05 109,03 107,11 106,76 120,32 121,08 121,10 Asuransi 171,62 238,24 150,80 166,71 172,81 191,42 201,59 203,52 205,39 208,35 211,02 213,18 212,78 214,47 214,49 214,50 Asing 558,52 665,81 836,15 858,79 830,17 850,85 893,25 909,93 942,73 967,12 960,34 949,56 988,75 1.013,04 1.018,96 1.019,36 - Pemerintahan dan Bank Sentral 110,32 120,84 146,88 143,77 149,14 161,01 163,76 166,74 173,26 181,99 161,57 159,58 162,56 180,18 180,22 179,74 Dana Pensiun 49,83 87,28 198,06 208,73 219,41 215,71 212,88 217,56 221,81 226,13 230,45 235,95 237,04 241,72 242,17 242,36 Individual 42,53 57,75 59,84 63,15 61,94 64,32 73,07 73,06 72,39 82,57 82,85 84,20 77,23 75,14 75,17 75,31 Lain - lain 78,76 104,84 117,48 124,78 130,02 133,81 134,22 137,31 145,65 149,64 148,80 160,24 165,82 159,24 160,52 160,55 TOTAL 1.461,85 1.773,28 2.099,77 2.184,59 2.196,92 2.306,64 2.368,45 2.437,86 2.486,95 2.527,99 2.502,01 2.506,44 2.531,04 2.580,37 2.591,97 2.591,97 Asing Beli (Jual) 97,17 107,286 170,340 22,640 (28,622) 20,687 42,398 16,677 32,800 24,397 (6,780) (10,783) 39,193 (1,628) 5,926 0,398
Sumber : Bloomberg IDR—USD Dollar INDEX FR0077 Sumber : Bloomberg Sumber : Bloomberg
Sumber : Bloomberg FR0078 FR0068 Sumber : Bloomberg FR0079 Sumber : Bloomberg
MNC SEKURITAS RESEARCH TEAM
Edwin J. Sebayang
Head of Retail Research, Technical, Auto, Mining [email protected]
(021) 2980 3111 ext. 52233
I Made Adi Saputra
Head of Fixed Income
[email protected] (021) 2980 3111 ext. 52117
Victoria Venny
Telco, Toll Road, Logistics, Consumer, Poultry [email protected]
(021) 2980 3111 ext. 52236
Rr. Nurulita Harwaningrum
Banking, Auto, Plantation
[email protected] (021) 2980 3111 ext. 52237
Thendra Crisnanda
Head of Institutional Research, Strategy [email protected] (021) 2980 3111 ext. 52162
Tomy Zulfikar Fixed Income Sales
[email protected] Telp : (+62 21) 2980 3316
MNC Research Investment Ratings Guidance
BUY : Share price may exceed 10% over the next 12 months HOLD : Share price may fall within the range of +/- 10% of the next 12 months
SELL : Share price may fall by more than 10% over the next 12 months Not Rated : Stock is not within regular research coverage
PT MNC SEKURITAS
MNC Financial Center Lt. 14 – 16 Jl. Kebon Sirih No. 21 - 27, Jakarta Pusat 10340
Telp : (021) 2980 3111 Fax : (021) 3983 6899 Call Center : 1500 899
M. Rudy Setiawan
Research Associate, Construction [email protected] (021) 2980 3111 ext. 52317
Ikhsan Hadi Santoso Research Associate
[email protected] (021) 2980 3111 ext. 52235
MNC SEKURITAS FIXED INCOME SALES TEAM
Andri Irvandi
Head of Capital Market [email protected] Telp : (+62 21) 2980 3268
Yoni Bambang Oetoro Fixed Income Sales
[email protected] Telp : (+62 21) 2980 3230 Nurtantina Lasianthera
Fixed Income Sales
[email protected] Telp : (+62 21) 2980 3266
Annie Djatmiko Fixed Income Sales
[email protected] Telp : (+62 21) 2980 3294
Prama Ditya Noor Izmi Irianto Fixed Income Sales
[email protected] Telp : (+62 21) 2980 3226 Bambang Adhitya
Fixed Income Sales
[email protected] Telp : (+62 21) 2980 3173