LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA
PERIODE JANUARI – DESEMBER 2019LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA – TAHUN 2019 1 PENGANTAR
Sebagaimana diketahui bahwa kegiatan BPR merupakan salah satu jenis bank yang merupakan lembaga kepercaayaan dan dalam kegiatan usahanya terbatas pada menghimpun dana dalam bentuk tabungan dan deposito dari masyarakat serta menyalurkannya dalam bentuk kredit kepada masyarakat. Sebagai lembaga kepercayaan, BPR memiliki konsekuensi yang berat agar dana yang dipercayakan masyarakat kepada BPR dapat dijaga dan dikelola dengan baik sehingga kepercayaan masyarakat tetap tinggi dan bertumbuh.
Selanjutnya, dengan semakin meluasnya pelayanan disertai peningkatan volume usaha Bank Perkreditan Rakyat, maka semakin meningkat pula risiko Bank Perkreditan Rakyat sehingga mendorong kebutuhan terhadap penerapan tata kelola yang baik oleh BPR.
Untuk itu, dalam rangka meningkatkan kinerja BPR, melindungi pemangku kepentingan (stakeholders), dan meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan serta nilai-nilai etika yang berlaku umum pada perbankan, maka Otoritas Jasa Keuangan mewajibkan BPR untuk menerapkan tata kelola dan melaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan pada setiap tahunnya, sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 4/POJK.03/2015 tanggal 31 Maret 2015 tentang Penerapan Tata Kelola Bagi Bank Perkreditan Rakyat.
PT BPR SUDARAKITA membuat laporan Penerapan Tata Kelola ini utamanya disampaikan kepada OJK untuk memenuhi ketentuan tersebut, juga disampaikan kepada stakeholders agar dapat mengetahui komitmen dan kinerja PT BPR SAUDARAKITA serta kepatuhan BPR terhadap peraturan yang berlaku.
PT. BPR SAUDARAKITA berkomitmen dalam mengelola BPR senantiasa menerapkan tata kelola yang baik, oleh karena itu hal-hal yang berkaitan dalam penyempurnaan pelaksanaan tata kelola akan dilakukan terus menerus dan berkesimbungan.
LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA
PERIODE JANUARI – DESEMBER 2019LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA – TAHUN 2019 2 BAB I
PENDAHULUAN
Sebagai Lembaga kepercayaan, BPR yang merupakan salah satu jenis bank, memiliki komitmen tinggi untuk menerapkan tata kelola yang baik dalam operasional dan pengelolaan BPR. Hal ini merupakan faktor sangat penting dalam upaya memelihara kepercayaan dan keyakinan masyarakat dan pemegang saham. Tata kelola BPR yang baik dirasakan semakin penting seiring dengan meningkatnya risiko bisnis dan tantangan yang dihadapi oleh industri perbankan.
Dengan mengutamakan Good Corporate Governance (GCG) dan pengelolaan risiko yang baik, Bank diharapkan dapat terhindar dari permasalahan struktural yang berdampak pada kinerja bank yang akan dapat menyebabkan terganggunya kelangsungan usaha bank bahkan dapat dicabut ijin usahanya. Hal ini disadari bahwa setiap keputusan bisnis dapat menimbulkan risiko, untuk itu Bank harus mengelola risiko melalui pengawasan yang efektif dan pengendalian internal yang merupakan bagian dari pelaksanaan prinsip – prinsip GCG. Struktur pengendalian internal yang terpadu dan komprehensif dapat meminimalkan dampak tersebut.
PT. BPR SAUDARAKITA dalam pengelolaan bank telah menerapkan prinsip-prinsip dalam pelaksanaan Tata Kelola yang baik (GCG) sesuai dengan ketentuan, sebagai berikut :
1. Keterbukaan (Transparency) yaitu keterbukaan dalam mengemukakan informasi yang material dan relevan serta keterbukaan dalam proses pengambilan keputusan.
Bank mengungkapkan informasi secara tepat waktu, memadai, jelas, akurat dan mudah diperbandingkan serta mudah diakses oleh stakeholders sesuai dengan haknya. Prinsip keterbukaan oleh Bank tidak mengurangi kewajiban untuk memenuhi ketentuan rahasia Bank sesuai Undang-Undang yang berlaku.
2. Akuntabilitas (Accountibility) yaitu kejelasan fungsi dan pelaksanaan pertanggungjawaban organ Bank sehingga pengelolaannya berjalan secara efektif. Bank memiliki ukuran kinerja dari semua bagian berdasarkan ukuran-ukuran yang konsisten dengan nilai-nilai perusahaan, sasaran, dan usaha dan strategi Bank sebagai pencerminan akuntabilitas Bank.
3. Tanggung Jawab (Responsibility) yaitu kesesuaian pengelolaan Bank dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan prinsip-prinsip pengelolaan Bank yang sehat.
Sebagai wujud pertanggungjawaban Bank untuk menjaga kelangsungan usahanya, Bank berpegang pada prinsip kehati-hatian (prudential banking
practices) dan menaati peraturan perundang-undangan yang berlaku. Bank
bertindak sebagai good corporate citizen (warga perusahaan yang baik) termasuk peduli terhadap lingkungan dan melaksanakan tanggung jawab sosial.
4. Independensi (Independency) yaitu pengelolaan Bank secara profesional tanpa pengaruh/tekanan dari pihak manapun.
LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA
PERIODE JANUARI – DESEMBER 2019LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA – TAHUN 2019 3
Bank menghindari terjadinya dominasi yang tidak wajar oleh stakeholders manapun, dan tidak terpengaruh oleh kepentingan sepihak serta bebas dari benturan kepentingan (conflict of interest), dan setiap keputusan berdasarkan objektifitas serta bebas dari tekanan dari pihak manapun.
5. Kewajaran (Fairness) yaitu keadilan dan kesetaraan dalam memenuhi hak-hak
stakeholders yang timbul berdasarkan perjanjian dan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
Bank memperhatikan kepentingan seluruh stakeholders berdasarkan asas kesetaraan dan kewajaran (equal treatment) serta memberikan/menyampaikan pendapat bagi kepentingan Bank atau mempunyai akses terhadap informasi sesuai dengan prinsip keterbukaan.
A. Dasar Hukum
Dalam pelaksanaan tata kelola (GCG), PT. BPR SAUDARAKITA berpedoman pada ketentuan yang diatur pada :
1. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 4/POJK.03/2015 tanggal 31 Maret 2015 tentang Penerapan Tata Kelola Bagi Bank Perkreditan Rakyat
2. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 13/POJK.03/2015 tanggal 3 November 2015 tentang Penerapan Manajemen Risiko Bagi Bank Perkreditan Rakyat
3. Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) Nomor 5/SEOJK.03/2016 tanggal 10 Maret 2016 tentang Penerapan Tata Kelola Bagi Bank Perkreditan Rakyat
4. Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) Nomor 6/SEOJK.03/2016 tanggal 10 Maret 2016 tentang Penerapan Fungsi Kepatuhan Bagi Bank Perkreditan Rakyat
5. Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) Nomor 7/SEOJK.03/2016 tanggal 10 Maret 2016 tentang Standar Pelaksanaan Fungsi Audit Intern Bank Perkreditan Rakyat
B. Tujuan Tata Kelola
PT. BPR SAUDARAKITA senantiasa berupaya untuk menerapkan praktek tata kelola perusahaan yang sehat (GCG), dengan tujuan :
1. Menjaga agar kegiatan operasional Bank mematuhi peraturan internal dan eksternal Bank, serta ketentuan perundangan yang berlaku untuk menjaga dana masyarakat tetap aman dan mencegah terjadinya penyimpangan, serta menekan risiko kerugian sehingga dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap bank.
2. Meningkatkan kinerja dan produktivitas Bank dengan menerapkan GCG dalam segala kegiatan Bank sejalan dengan visi, misi dan rencana strategi usaha yang telah ditetapkan Bank agar bank semakin berkembang, Sehat, Besar dan Kuat
LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA
PERIODE JANUARI – DESEMBER 2019LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA – TAHUN 2019 4
3. Meningkatkan citra dan kepercayaan serta memberikan nilai tambah Bank sebagai pertanggungjawaban kepada Stakeholders.
4. Memperbaiki budaya kerja Bank.
5. Mengelola sumber daya Bank secara lebih efektif dan optimal.
C. Komitmen Penerapan Tata kelola
Penerapan tata kelola merupakan faktor penting dalam memelihara kepercayaan para pemegang saham dan para pemangku kepentingan terhadap PT. BPR SAUDARAKITA. Hal ini dirasakan semakin penting seiring dengan meningkatnya risiko bisnis dan tantangan yang dihadapi oleh industri perbankan.
Dengan berlandaskan pada pandangan tersebut di atas, PT. BPR SAUDARAKITA berkomitmen untuk menerapkan tata kelola yang baik dalam mengelola bank dan terus berupaya meningkatkan, konsisten dan berkelanjutan dalam implementasi dari prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku sehingga dapat mempertahankan kelangsungan usaha yang sehat dan kompetitif.
D. Struktur Tata Kelola Perusahaan
(Bagan Struktur Organisasi terlampir)
Pembagian tugas, fungsi dan tanggung jawab yang jelas antar bagian pada PT. BPR BPR SAUDARAKITA, mencerminkan adanya upaya penerapan prinsip-prinsip tata kelola serta sistem pengendalian internal yang baik.
E. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)
Pada tahun 2019 PT. BPR SAUDARAKITA telah mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), sebagai berikut :
No Tanggal Pelaksanaan Keputusan penting
1 18 Mei 2019
- Perhitungan tahunan - Laporan tahunan Direksi
- Persetujuan penggunaan laba perseroan yang diperoleh pada tahun buku yang berakhir 31 Desember 2018 (audited) sebesar Rp 2.504.642.291,62
- Permohonan perubahan gaji/honor Direksi dan Dewan Komisaris tahun 2019
2 2 Desember 2019 Persetujuan pemberhentian Bpk Asep selaku Direktur yang membawahkab fungsi Kepatuhan
3 9 Januari 2020 Penunjukan Kantor Akuntan Publik untuk pemeriksaan tahun buku 2019
LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA
PERIODE JANUARI – DESEMBER 2019LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA – TAHUN 2019 5 BAB II
PELAKSANAAN TATA KELOLA
PT. BPR SAUDARAKITA pada posisi akhir bulan Desember 2019 memiliki Modal Inti sebesar Rp8.330.900 ribu atau masih di bawah Rp 15 milyar. Sesuai ketentuan, maka BPR dalam penerapan Tata Kelola paling sedikit memuat :
1. Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Direksi
2. Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris 3. Penanganan benturan kepentingan
4. Penerapan fungsi Kepatuhan 5. Penerapan fungsi Audit Intern
6. Penerapan Manajemen Risiko termasuk system pengendalian intern 7. Batas Maksimum Pemberian Kredit
8. Rencana Bisnis BPR
9. Transparansi kondisi keuangan dan non keuangan
A. Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Direksi 1. Tugas dan Tanggung jawab Direksi
a. Bertanggungjawab penuh atas pelaksanaan kepengurusan BPR.
b. Mengelola BPR sesuai dengan kewenangan dan tanggungjawab sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar BPR dan peraturan perundang-undangan.
c. Menerapkan Tata Kelola pada setiap kegiatan usaha BPR di seluruh tingkatan atau jenjang organisasi.
d. Menunjuk Pejabat Eksekutif yang melaksanakan : - Fungsi Audit Intern
- Fungsi Manajemen Risiko, dan - Fungsi Kepatuhan
e. Menindaklanjuti temuan audit dan rekomendasi dari satuan kerja atau pejabat yang bertanggungjawab terhadap pelaksanaan audit intern BPR, audit ektern, hasil pengawasan Dewan Komisaris, Otoritas Jasa Keuangan, dan/atau otoritas lainnya.
f. Memastikan terpenuhinya jumlah sumber daya manusia yang memadai g. Pemisahan tugas dan tanggungjawab antara satuan atau unit kerja yang
menangani pembukuan, operasional, dan kegiatan penunjang operasional.
h. Penunjukan pejabat yang bertanggungjawab terhadap pelaksanaan audit intern, dan independen terhadap unit kerja lainnya.
i. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
j. Menyediakan data dan informasi yang akurat, relevan dan tepat waktu kepada Dewan Komisaris.
k. Direksi membudayakan pembelajaran secara berkelanjutan dalam rangka peningkatan pengetahuan perbankan dan perkembangan terkini
LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA
PERIODE JANUARI – DESEMBER 2019LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA – TAHUN 2019 6
terkait bidang keuangan /lainnya pada seluruh tingkatan atau jenjang organisasi.
l. Direksi memiliki dan melaksanakan pedoman dan tata tertib anggota Direksi yang paling sedikit mencantumkan etika kerja, waktu kerja dan peraturan rapat.
2. Penerapan Tugas dan Tanggung jawab Direksi
a. Direksi melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara independen dan tidak memberikan kuasa umum yang dapat mengakibatkan pengalihan tugas dan wewenang tanpa batas.
b. Direksi telah menindaklanjuti sebagian besar temuan audit dan rekomendasi dari Pejabat Eksekutif yang ditunjuk sebagai auditor intern, auditor ekstern, dan hasil pengawasan Otoritas Jasa Keuangan dan/atau hasil pengawasan otoritas lain.
c. Direksi selalu berupaya menyediakan data dan informasi yang lengkap, akurat, terkini, dan tepat waktu kepada Dewan Komisaris.
d. Rapat Direksi rutin dilakukan setiap 1 (satu) kali dalam sebulan, pengambilan keputusan rapat yang bersifat strategis dilakukan berdasarkan musyawarah namun belum dituangkan sepenuhnya dalam risalah rapat
e. Direksi tidak menggunakan BPR untuk kepentingan pribadi, keluarga, dan/atau pihak lain yang dapat merugikan atau mengurangi keuntungan BPR, serta tidak mengambil dan/atau menerima keuntungan pribadi dari BPR, selain remunerasi dan fasilitas lainnya yang ditetapkan RUPS.
f. Anggota Direksi telah membudayakan pembelajaran secara berkelanjutan dalam rangka peningkatan pengetahuan tentang perbankan dan perkembangan terkini terkait bidang keuangan/lainnya yang mendukung pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya pada seluruh tingkatan atau jenjang organisasi antara lain dengan peningkatan keikutsertaan pegawai BPR dalam pendidikan/pelatihan dalam rangka pengembangan kualitas individu.
g. Anggota Direksi senantiasa berusaha mampu mengimplementasikan kompetensi yang dimilikinya dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya, antara lain pemahaman atas ketentuan mengenai prinsip kehati-hatian.
h. Direksi telah memiliki dan melaksanakan pedoman dan tata tertib kerja anggota Direksi yang paling sedikit mencantumkan etika kerja, waktu kerja, dan peraturan rapat tetapi belum sepenuhnya di terapkan secara optimal
3. Hasil Penerapan Tugas dan Tanggung jawab Direksi
Jumlah anggota Direksi sesuai modal inti BPR yang masih kurang dari Rp. 50.000.000.000,- (lima puluh miliar rupiah), telah memenuhi ketentuan yang berlaku yaitu :
LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA
PERIODE JANUARI – DESEMBER 2019LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA – TAHUN 2019 7
a. Direksi PT. BPR SAUDARAKITA sejak awal tahun 2019 terdiri dari 2 (dua) orang, yaitu 1 (satu) orang Direktur Utama dan 1 (satu) orang Direktur yang membawahkan fungsi kepatuhan, namun pada tanggal 2 Desember 2019 Susunan Direksi di PT. BPR SAUDARAKITA hanya terdapat 1 (satu) orang Direksi, dikarenakan salah satu Direksi yang membawahkan fungsi Kepatuhan mengundurkan diri dari susunan Direksi dengan keputusan RUPS No. 02 tanggal 8 Januari 2020
Adapun dengan susunan Direksi PT BPR SAUDARAKITA selama tahun 2019 ada;ah sebagai berikut sebagai berikut
No Nama Jabatan Masa Jabatan
1 Susanto Isbandi Direktur Utama 6 Januari 2022
2 Asep Direktur yang membawahkan
Kepatuhan
Mengundurkan diri per tanggal 2 Desember 2019
b. Anggota Direksi merupakan pihak yang independen dan merupakan tenaga profesional yang memiliki pengalaman pada industri perbankan dan telah dinyatakan kompeten dalam penilaian kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan.
c. Seluruh anggota Direksi tidak saling memiliki hubungan keluarga maupun hubungan keuangan sampai dengan derajat kedua dengan sesama anggota Direksi dan atau dengan anggota Dewan Komisaris. d. Tidak ada anggota Direksi, baik secara sendiri ataupun bersama,
yang memiliki saham pada suatu Bank atau perusahaan lain.
e. Pertanggungjawaban Direksi telah dilaksanakan melalui RUPS dan telah diterima oleh pesaham dengan baik dan tanpa catatan.
d. Direksi telah mengkomunikasikan kepada seluruh pegawai mengenai kebijakan strategis BPR di bidang kepegawaian.
e. Rapat Direksi dilaksanakan minimal 1 (satu) kali dalam setiap bulannya namun belum sepenuhnya dituangkan dalam risalah rapat. f. Direksi telah mengikuti pelatihan dan sosialisasi baik yang
dilaksanakan OJK maupun lembaga lainnya dalam rangka meningkatkan kompetensi.
g. Seluruh anggota Direksi berdomisili di kota/kabupaten yang sama dalam wilayah provinsi Jawa Barat.
h. Penggantian dan/atau pengangkatan Direksi telah memperhatikan rekomendasi Dewan Komisaris serta memperoleh persetujuan dari RUPS
i. Direksi telah menyampaikan laporan penerapan Tata Kelola pada Otoritas Jasa Keuangan, Asosiasi BPR di Indonesia, dan 1 (satu) kantor media atau majalah ekonomi dan keuangan sesuai ketentuan serta mencantumkan pada website yang dimiliki oleh BPR.
j. Direksi senantiasa menindaklanjuti hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh OJK dan tidak ditemukan adanya pelanggaran ketentuan.
k. Seluruh anggota Direksi memiliki pengalaman lebih dari 5 (lima) tahun di bidang operasional perbankan sebagai pejabat eksekutif bank.
LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA
PERIODE JANUARI – DESEMBER 2019LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA – TAHUN 2019 8
l. Dalam melaksanakan pengelolaan bank Direksi senantiasa berpedoman dan mentaati ketentuan yang berlaku serta memperhatikan hasil pengawasan dan arahan Dewan Komisaris. m. Dari hasil periksaan yang dilakukan oleh OJK, KAP dan Auditor
Intern, tidak ditemukan adanya pelanggaran ketentuan namun masih ditemukan adanya berbagai kelemahan serta kesalahan yang bersifat administrasif
4. Rapat Direksi
Selama periode tahun 2019 Direksi rutin mengadakan rapat minimal 1 (satu) kali dalam sebulan, namun hasil rapat Direksi belum seluruhnya dituangkan dalam bentuk risalah rapat, risalah rapat di buat hanya untuk rapat yang bersifat khusus yang dilaksanakan Direksi.
Selama tahun 2019, rapat Direksi yang diadakan terutama menyangkut kebijakan dan strategi khusus dan dituangkan dalam risalah rapat adalah sebagai berikut :
No Tanggal Materi Pembahasan Peserta
1. 17 Januari 2019 Penetapan target dan kinerja lending
- Direksi - PE Kepatuhan 2 2 Februari 2019 Penetapan target Funding - Direksi
- PE Kepatuhan 3 9 Maret 2019 Menentukan target Penyelesaian NPL, PAR dan AYDA - Direksi - Kabag Remedial - Staff Remedial 4 12 April 2019 Penetapan Target
Remedial Triwulan II
- Direksi
- Kabag Remedial - Staff Remedial 5 10 Mei 2019 Evaluasi kinerja lending
- Direksi - Kapala cabang
- Kepala Bagian remedial
6 3 Juni 2019 Menentukan target Penyelesaian NPL, PAR dan AYDA - Direksi - Kabag Remedial - Kabag Operasional 7 25 Juli 2019 Membahas Ketentuan mekanisme Survey dan Taksasi Jaminan Calon Debitur
- Direksi - PE Kepatuhan 8 11 Agustus 2019 Rencana Literasi dan
inkluisi 2019
- Direksi - PE Kepatuhan 9 7 September 2019 Penyelesaian PAR & NPL - Direksi
- PE Kepatuhan
10 6 Oktober 2019 Rencana Bisnis BPR 2020 - Direksi - PE Kepatuhan - Kepala Cabang - Kepalan Bagian Operasional
- Kepala Bagian remedial
11 12 November 2019 Penyelasaian NPL & AYDA - Direksi - PE Kepatuhan - Kepala Cabang - Kepala Bagian Remedial
LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA
PERIODE JANUARI – DESEMBER 2019LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA – TAHUN 2019 9
12 14 Desember 2029 Action plan pemenuhan target RBB 2019 - Direksi - PE Kepatuhan - Jepala Cabang - Kepala Bagian Operasional
- Keala Bagian Remedial
5. Pelatihan Direksi
Anggota Direksi dijadwalkan untuk mengikuti program pelatihan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam setahun, guna menunjang pelaksanaan tugas dan kewajibannya serta meningkatkan kompetensinya.
Program pelatihan yang diikuti oleh anggota Direksi dalam Tahun 2019 adalah sebagai berikut :
Nama Direksi Program Latihan Penyelenggara Lokasi Tanggal
Susanto Isbandi
Implementasi
Manajemen Risiko Metha Vision Bandung 9 Maret 2019
Asep Pelatihan manajemen Risiko Ir. Jerry Marmen, M.S, M.Ec, M.Mgt, PhD Bandung 23 Februari 2019 Pelatihan dan Survanien Direktur
Metha Vision Bandung 28 Februari 2019 Pelatihan KAP,
PPAP dan PKPB sesuai POJK No 33/POJK.03/2018
Lucas Bandung 6 Maret 2019
Workshop RBB
2019 Metha Vision Bandung
25 Oktober 2019
B. Pelaksanaan Tugas dan Tanggung jawab Dewan Komisaris 1. Tugas dan Tanggung jawab Dewan Komisaris
a. Dewan Komisaris melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dan tanggungjawab serta memberikan nasihat kepada Direksi, antara lain pemberian rekomendasi atau nasihat tertulis terkait pemenuhan ketentuan BPR termasuk prinsip kehati-hatian.
b. Dalam rangka melakukan tugas pengawasan, Komisaris mengarahkan, memantau dan mengevaluasi pelaksanaan kebijakan strategis BPR. c. Dewan Komisaris tidak terlibat dalam pengambilan keputusan kegiatan
operasional BPR, kecuali dalam hal penyediaan kredit kepada pihak terkait sebagaimana diatur dalam ketentuan mengenai batas maksimum pemberian kredit BPR dan hal-hal lain yang ditetapkan dalam peraturan perundangan dalam rangka melaksanakan fungsi pengawasan.
d. Dewan Komisaris memastikan bahwa Direksi menindaklanjuti temuan audit intern, audit ekstern, hasil pengawasan Otoritas Jasa Keuangan,
LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA
PERIODE JANUARI – DESEMBER 2019LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA – TAHUN 2019 10
dan/atau hasil pengawasan otoritas lainnya antara lain dengan meminta Direksi untuk menyampaikan dokumen hasil tindak lanjut temuan.
e. Anggota Dewan Komisaris melakukan pemantauan terhadap laporan pelaksanaan tugas dan tanggungjawab anggota Direksi yang membawahkan fungsi kepatuhan yang memerlukan tindak lanjut Direksi.
2. Penerapan Tugas dan Tanggungjawab Dewan Komisaris
a. Dewan Komisaris melakukan rapat Dewan Komisaris setiap bulan sekali dalam rangka evaluasi pelaksanaan RBB 2019 dan penerapan tata kelola BPR yang baik, ditindaklanjuti dengan rapat dengan Direksi dan Pejabat, terkait dengan evaluasi kinerja dan dalam rangka memberikan arahan.
b. Dewan Komisaris senantiasa memberikan hasil pengawasan dan arahan dalam bentuk memorandum kepada Direksi untuk hal-hal yang perlu mendapat perhatian dan ditindaklanjuti.
c. Dewan Komisaris telah melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dan tanggung jawab serta memberikan nasihat kepada Direksi, antara lain pemberian rekomendasi atau nasihat tertulis terkait dengan pemenuhan ketentuan BPR termasuk prinsip kehati-hatian.
d. Dalam rangka melakukan tugas pengawasan, Komisaris mengarahkan, memantau dan mengevaluasi pelaksanaan kebijakan strategis BPR. e. Dewan Komisaris tidak terlibat dalam pengambilan keputusan kegiatan
operasional BPR, kecuali dalam hal penyediaan dana kepada pihak terkait sebagaimana diatur dalam ketentuan mengenai batas maksimum pemberian kredit BPR dan hal-hal lain yang ditetapkan dalam peraturan perundangan dalam rangka melaksanakan fungsi pengawasan.
f. Dewan Komisaris memastikan bahwa Direksi menindaklanjuti temuan audit intern, audit ekstern, hasil pengawasan Otoritas Jasa Keuangan, dan/atau hasil pengawasan otoritas lainnya antara lain dengan meminta Direksi untuk menyampaikan dokumen hasil tindak lanjut temuan.
g. Dewan Komisaris menyediakan waktu yang cukup untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal dan menyelenggarakan Rapat Dewan Komisaris paling sedikit 1 (satu) kali dalam sebulan yang dihadiri oleh seluruh anggota Dewan Komisaris. h. Anggota Dewan Komisaris selalu melakukan pemantauan terhadap
laporan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab anggota Direksi yang membawahkan fungsi kepatuhan yang memerlukan tindak lanjut Direksi.
LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA
PERIODE JANUARI – DESEMBER 2019LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA – TAHUN 2019 11
a. Dewan Komisaris PT. BPR SAUDARAKITA diangkat melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang sebelumnya telah dinyatakan lulus fit and proper test oleh Otoritas Jasa Keuangan, jabatan Dewan Komisaris tercantum dalam Anggaran Dasar Perusahaan PT. BPR SAUDARAKITA dan telah mendapat pengesahan dari Kementerian Hukum dan Hak Asazi manusia.
Masa jabatan Dewan Komisaris adalah 3 (tiga) tahun dan dapat diperpanjang 3 (tiga) tahun berikutnya apabila RUPS menyetujuinya dan juga disetujui oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Sampai dengan akhir tahun 2019 jumlah Modal Inti PT. BPR SAUDARAKITA sudah melebihi Rp.50.000.000.000, sehingga sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No 4/POJK.03/2015 maka jumlah anggota Dewan Komisaris paling sedikit 2 (dua) orang anggota Dewan Komisaris. Dengan demikian jumlah anggota Dewan Komisaris sudah sesuai dengan ketentuan POJK.
Selama tahun 2019 tidak terdapat pergantian anggota Dewan Komisaris, yang susunan anggota Dewan Komisaris adalah sebagai berikut :
No Nama Jabatan Masa Jabatan
1 Dra. M.A Indiah B.
Effendi Komisaris Utama
16 Desember 2018 s/d 16 Desember 2020 2 Muhardjo Sri Widodo Komisaris 17 April 2018 s/d 17 April
2021
b. Anggota Dewan Komisaris bertempat tinggal di kota/kabupaten pada provinsi yang sama atau provinsi yang berbatasan langsung dengan provinsi dimana lokasi Kantor Pusat PT. BPR SAUDARAKITA yakni berdomisili di Kota Bandung dan Tangerang.
c. Dewan Komisaris sudah memiliki pedoman dan tata tertib kerja termasuk pengaturan etika kerja, waktu kerja dan ketentuan rapat. d. Dewan Komisaris tidak merangkap jabatan sebagai anggota Dewan
Komisaris pada lebih dari 2 (dua) BPR atau BPRS lainnya, atau sebagai Direktur atau Pejabat Eksekutif pada BPR, BPRS dan/atau Bank Umum.
e. Dewan Komisaris tidak memiliki hubungan keluarga atau semenda sampai dengan derajat kedua dengan sesama anggota Dewan Komisaris atau Direksi.
f. Seluruh Komisaris Independen tidak ada yang memiliki hubungan keuangan, kepengurusan, kepemilikan saham dan/atau hubungan keluarga dengan anggota Dewan Komisaris lain, Direksi dan/atau pemegang saham pengendali atau hubungan lain yang dapat mempengaruhi kemampuannya untuk bertindak independen.
4. Rapat Komisaris
Selama periode tahun 2019 telah diselenggarakan rapat berkala Dewan Komisaris dengan sebanyak 12 (dua belas) kali, terdiri yang mana rapat tersebut secara rutin diadakan di Kantor Pusat
LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA
PERIODE JANUARI – DESEMBER 2019LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA – TAHUN 2019 12
Frekuensi Rapat dan Tingkat Kehadiran Dewan Komisaris selama Tahun 2019 adalah sebagai berikut :
Nama Jabatan Jumlah Rapat Kehadiran Persentase
(%) Dra MA Indiah B Effendi Komisaris Utama 12 12 100% Ir Muhardjo S Widodo Komisaris 12 12 100%
Rapat Dewan Komisaris dengan Direksi dan Pejabat yang diselenggarakan selama tahun 2018, adalah sebagai berikut :
No Tanggal Materi Pembahasan Peserta
1. 15 Januari 2019 Evaluasi kinerja tahun 2019 Dewan Komisarsi, 2. 26 Februari 2019
- Evaluasi kinerja Januari 2019 - Tindaklanjut pemeriksaan
laporan keuangan audited oleh KAP
Dewan Komisaris,
3. 11 Maret 2019 - Evaluasi kinerja Februari 2019 - Mutasi dan rotasi karyawan
Dewan Komisaris
4 23 April 2019
- Evaluasi kinerja Maret 2019 - Penerapan APU dan PPT - Persiapan RUPS 2019
Dewan Komisaris
5 13 Mei 2019
- Evaluasi kinerja April 2019 - Peningkatan kinerja
mengantisipasi libur panjang Idul Fitri 2019
Dewan Komisaris
6 27 Juni 2019
- Evaluasi kinerja Mei 2019 - Peningkatan kinerja
pencapaian RBB 2019
- Rencana percepatan penjualan AYDA
Dewan Komisaris
7 25 Juli 2019 - Evaluasi kinerja Juni 2019 - Penyelesaian PAR dan NPL
Dewan Komisaris 8 27 Agustus 2019 - Evaluasi kinerja Juli 2019
- Penyelesaian kredit bermasalah
Dewan Komisaris
9 21 September 2019
- Evaluasi kinerja Agustur 2019 - Peningkatan kinerja
pencapaian RBB 2019
Dewan Komisaris
10 2 Oktober 2019
- Evaluasi kinerja September 2019
- Rencana percepatan AYDA - APU dan PPT
Dewan Komisaris
11 12 November 2019
- Evaluasi kinerja Oktober 2019 - Penyusunan Draf RBB 2020
Dewan Komisaris
12 6 Desember 2019
- Evaluasi kinerja November 2019
- Pembahasan RBB 2020 - Arahan dan intruksi Dewan
Komisaris
Dewan Komisaris
Hasil rapat Dewan Komisaris dituangkan dalam bentuk notulen rapat yang ditandatangani oleh seluruh peserta yang hadir dan di dokumentasikan secara baik termasuk jika terdapat perbedaan pendapat yang terjadi dalam rapat tersebut.
LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA
PERIODE JANUARI – DESEMBER 2019LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA – TAHUN 2019 13 C. Penanganan Benturan Kepentingan
Pada tahun 2019 PT. BPR SAUDARAKITA BPR sudah memiliki ketentuan secara khusus yang mengatur tentang benturan kepentingan,
Selama tahun 2019 transaksi yang telah dilakukan pada PT. BPR SAUDARAKITA terdapat Benturan Kepentingan, terlihat pada tabel dibawah ini:
No Nama dan jabatan pihak yang memiliki Benturan Kepentingan Nama dan jabatan pengambil keputusan Jenis transaksi Nilai Transaksi Keterangan 1 Agus Pramono, MM (Pemegang Saham Pengendali) Dra. Indiah B Effendi (Komisaris Utama) Kredit Modal Kerja 450.000.000 Pinjaman sudah dilunasi Pemegang Saham pengendali
pada tanggal 16 April 2019
Dalam memproses dan memutuskan kredit kepada PSP dilakukan secara independent dan berdasarkan azas-azas pemberian kredit yang sehat dan prinsip-prinsip kehati-hatian.Selain itu BPR meyakini meski terdapat benturan kepentingan, namun pengurus melakukan Analisa secara obyektif terkait kapasitas serta sumber pelunasan pinjaman yang berasal dari pembagian deviden dari laba bersih tahun buku 2019 dan meminta secara tertulis komitmen bahwa Direksi akan langsung memotong deviden yang digunakan pelunasan kredit tersebut.
D. Penerapan Fungsi Kepatuhan
Sejak tanggal 21 Februari 2018, PT. BPR SAUDARAKITA telah memiliki Direktur yang membawahkan fungsi kepatuhan, berdasarkan RUPS tanggal 21 Februari 2018 Menetapkan : Nama Direktur Fungsi Tanggal Pengangkatan Keterangan
Asep Kepatuhan 21 Februari 2018 Mengundurkan diri tanggal 2 Desember 2019
Namun sejak tanggal 2 Desember 2019 Direksi yang membawahkan fungsi kepatuhan mengudurkan diri dan telah ditetap dalam RUPS No 02 tanggal 8 Januari 2020.
Dalam rangka pelaksanaan fungsi kepatuhan, PT BPR SAUDARAKITA telah menunjuk Pejabat Eksekutif yang menangani fungsi kepatuhan, adapun Pejabat Eksekutif yang ditunjuk adalah :
LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA
PERIODE JANUARI – DESEMBER 2019LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA – TAHUN 2019 14 Nama Pejabat
Eksekutif
Fungsi Tanggal
Pengangkatan
Slamet Riyadi Kepatuhan 26 Maret 2018
1. Penerapan Fungsi Kepatuhan
Dalam penerapan fungsi Kepatuhan, Direktur yang membawahkan fungsi Kepatuhan berupaya menetapkan langkah-langkah yang diperlukan untuk meningkatkan budaya kepatuhan, antara lain :
a. Memastikan bahwa seluruh unit kerja memiliki pedoman dan prosedur kerja yang terkini sesuai dengan job description dan struktur organisasi BPR.
b. Membuat program-program peningkatan kompetensi pegawai melalui
training yang berkesinambungan dan sertifikasi untuk bidang-bidang
tertentu.
c. Melakukan sosialisasi ketentuan internal dan eksternal baik secara tidak langsung yaitu melalui surat edaran, surat keputusan ataupun secara langsung dengan tatap muka/mengadakan sosialisasi ke unit bagian di kantor pusat, kantor cabang atau kantor kas.
d. Melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan prinsip kehati-hatian dalam aktivitas operasional bank, produk dan lain-lain.
e. Melakukan review terhadap rancangan kebijakan yang akan diterbitkan dan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.
f. Memantau dan menjaga kepatuhan BPR terhadap seluruh perjanjian dan komitmen yang dibuat oleh BPR kepada Otoritas Jasa Keuangan, lembaga otoritas yang berwenang dan pihak ketiga lainnya.
g. Memantau penyampaian Laporan sesuai ketentuan termasuk mempersiapkan pelaporan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Direktur yang membawahkan fungsi Kepatuhan.
Untuk penerapan fungsi Kepatuhan, Direktur yang membawahkan fungsi Kepatuhan menunjuk Pejabat Eksekutif yang akan melaksanakan fungsi kepatuhan, dan bertanggung jawab langsung kepada Direktur yang membawahkan fungsi Kepatuhan.
2 Hasil Penerapan Fungsi Kepatuhan
Hasil penerapan Fungsi Kepatuhan di PT. BPR SAUDARAKITA selama tahun 2018 telah melakukan hal-hal sebagai berikut :
a. Pengkajian Rancangan Kebijakan
1) Telah melakukan upaya pengkajian terhadap rancangan kebijakan produk dan operasional yaitu ketentuan internal dan kebijakan operasional/SOP
2) Melakukan pengkajian terhadap rancangan pedoman dan kebijakan perkreditan, pedoman dan kebijakan teknologi informasi,serta Pedoman dan kebijakan manajemen risiko, b. Pemantauan Pemberian Kredit
LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA
PERIODE JANUARI – DESEMBER 2019LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA – TAHUN 2019 15
1) Melakukan review terhadap proposal permohonan kredit, Terutama terhadap permohonan kredit debitur inti.
2) Melakukan pemantauan terhadap kualitas kredit dan melakukan pembinaan dengan menerbitkan Surat Edaran/ Surat Keputusan/Memo Intern, mengenai ketentuan-ketentuan yang berlaku, dalam rangka menerapkan prinsip kehati-hatian.
c. Pelaksanaan Sosialisasi Ketentuan
Pelaksanaan sosialisasi merupakan salah satu upaya peningkatan budaya kepatuhan, yang telah dilakukan PT. BPR SAUDARAKITA selama Tahun 2019 adalah mengadakan sosialisasi ketentuan internal dan eksternal.
Pelaksanaan sosialisasi yang telah dilakukan selama tahun 2019 adalah sebagai berikut:
No Jenis Pelatihan Penyelenggara/Narasumber Peserta Pelaksanaan Tanggal
1 Sosialisasi persiapan
Lapbul Otoritas Jasa Keuangan
Akunting & Kasie Operasional
Februari 2019
2 Survailen Direksi Perbarindo Direktur 15 Februari 2019 3 Materi Pelatihan KAP,
PPAP Lucas Muliawan Direktur 4 Maret 2019 4 Pelatihan
Menagement Risiko Yapindo
Direktur Utama
& Kacab 9 Maret 2019
5 Sosialisasi persiapan
Lapbul PT Krisna Putra (Vendor CBS)
Kabag Operasional & SDM, Akunting & IT 14 Maret 2019 6 Workshop
Ketenagakerjaan Disnaker Karawang
Kabag Operasional &
SDM
9 Mei 2019
7 Pelatihan Refresh &
Update Pajak Dirjen pajak AKunting 5 Juli 2019
8 Pelatihan Praktek
Lapbul Baru PT Krisna Putra (Vendor CBS)
Kabag Operasional & SDM, Akunting & IT 24 Juli 2019 9 Pelatihan Penilaian
Jaminan Perbarindo Karawang
Admin Kredit, AO Funding
14 Agustus 2019 10 Pelatihan APU PPT Perbarindo Karawang AO Lending, AO
Funding & CS 9 Oktober 2019
11 Operation Excelent Evioplus Consultant
Kabag Operasional &
SDM
28 Oktober 2019
12 Workshop APU-PPT Otoritas Jasa keuangan PE Kepatuhan 25 Agustus 2019
13 Mitigasi Resiko Group BPR
Kepala Cabang, Admin Kredit, Kasie Kredit, AO Lending 29 Oktober 2019
14 Workshop RBB 2020 Intern Direksi, Kepala
LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA
PERIODE JANUARI – DESEMBER 2019LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA – TAHUN 2019 16 Kepaala Bagian,
Kepala Seksi 15 Pelatihan Penyusunan
RBB Hendri Wirjakusuma & Rekan Direktur
26 Oktober 2019
d. Pemantauan Pemenuhan Komitmen
Komitmen PT. BPR SAUDARAKITA kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait dengan tindak lanjut hasil pemeriksaan Otoritas Jasa Keuangan di bulan November 2019 dengan posisi laporan 31 Oktober 2019, komitmen telah disampaikan kepada OJK sesuai batas waktu penyampaian,
Hasil pemenuhan komitmen dari hasil pemerikasaan Otoritas Jasa Keuangan yang dilaksanakan pada bulan Oktober 2019, adalah sebagai berikut :
No Temuan Komitmen
Ke Batas Waktu Penjelasan
1
Berdasarkan pemeriksaan pada Struktur Organisasi PT. BPR Saudarakita posisi Oktober 2019, terdapat kekosongan struktur organisasi sebagai berikut:
- Kepala Bagian Lending
(sejak April 2019)
- Kepala Bagian Funding
(Tidak pernah diisi).
OJK 30 Oktober 2019
BPR berencana akan memenuhi
kekosongan struktur organisasi untuk jabatan Kepala Bagian Lending dan Kepala Bagian Funding sesuai dengan RBB tahun 2020,
2
Masih terdapat kelemahan pada job description, yaitu: a.Job description tidak
sesuai dengan struktur organisasi BPR, yaitu: Pada Job description
untuk jabatan Teknologi Informasi berada dibawah Kepala Bagian Operasional, sedangkan pada struktur organisasi jabatan Teknologi Informasi berada dibawah Kasie Operasional dan SDM. Pada Job description
untuk jabatan Costumer Service berada dibawah Kepala Bagian Operasional, sedangkan pada struktur organisasi jabatan Costumer Service berada dibawah Kasie Operasional dan SDM. a. Job description audit
internal belum OJK 30 Oktober 2019 BPR sudah melakukan perbaikan job description, semua fungsi jabatan operasional berada dibawah kasie Operasional & SDM sesuai dengan Struktur Organisasi yang berlaku. tanggapan sudah disampaikan dan dikirim kepada OJK tertanggal 30/12/2019 dengan Surat No 118/BPR-SK/XII/2019
LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA
PERIODE JANUARI – DESEMBER 2019LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA – TAHUN 2019 17 mencantumkan
pernyataan bahwa Auditor Intern tidak boleh mempunyai wewenang atau tanggung jawab untuk melaksanakan kegiatan operasional dari Auditee.
3
BPR belum menerapkan tata kelola BPR sebagaimana diatur dalam POJK Nomor 4/POJK.03/2015 tanggal 31 Maret 2015 tentang Penerapan Tata Kelola bagi BPR tercermin dari hal-hal sebagai berikut:
Pemberian fasilitas kredit kepada pihak terkait belum mendapatkan persetujuan dari Dewan Komisaris.
OJK 30 Desember 2019 BPR sudah melengkapi persetujuan Dewan Komisaris untuk pemberian fasilitas kredit kepada pihak terkait. tanggapan sudah disampaikan dan dikirim kepada OJK tertanggal 30/12/2019 dengan Surat No 118/BPR-SK/XII/2019
4
Terdapat kelemahan dokumentasi kredit yaitu: a. Tidak terdapat cek list file
kredit dan tidak terdapat dokumentasi foto debitur
pada saat
penandatanganan
perjanjian kredit, yakni pada berkas kredit debitur a.n. Wulan Nursafitri (No. Rekening 2000000476);
b. Cek list file kredit tidak
diisi dan tidak ditandatangani oleh admin kredit dan kepala cabang, yakni pada berkas kredit debitur a.n. Agus Muhtar W K (No. Rekening 1010001329);
c.Tidak terdapat jadwal angsuran debitur, yakni pada berkas kredit debitur a.n. Agus Muhtar W K (No. Rekening 1010001329) dan Jamar Susanto (No. Rekening 2010000021).
OJK 31 Oktober 2019
BPR sudah melengkapi kekurangan
dokumentasi kredit sesuai yang dimaksud OJK pada tanggal 31 Oktober 2019
5
Terdapat penetapan kualitas kredit yang tidak sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 8/19/PBI/2006 tentang KAP dan PPAP BPR sebagaimana telah diubah dengan PBI Nomor 13/26/PBI/2011 tanggal 28 Desember 2011, yaitu kredit karyawan BPR atas nama Nurghozin (No.Rekening 2010000019) masih dinilai BPR berkualitas
OJK 31 Oktober 2019
BPR sudah melakukan perubahan penetapan kualitas kredit sesuai dimaksud OJK pada tanggal 31 Oktober 2019 dan sudah dilaporkan kepada OJK dengan surat no 118/BPR/SK/XII/2019 tertanggal 30 Desember 2019
LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA
PERIODE JANUARI – DESEMBER 2019LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA – TAHUN 2019 18 Lancar meskipun perjanjian
kreditnya telah jatuh tempo tanggal 08 Juli 2019 atau lebih dari 2 bulan. Terhadap hal tersebut wajib dilakukan penyesuaian kualitas kredit menjadi Macet,
6
Terdapat kurang akuratnya pencatatan laporan keuangan, yaitu Beban Lainnya lainnya (sandi 223) (Rincian terlampir) yang dicatat pada Beban Pendidikan dan Pelatihan (sandi 204), sehingga BPR harus melakukan reklas sebagai berikut: (2 item kesalahan) OJK 30 Desember 2019 BPR Sudah melakukan koreksi pencatatan laporan keuangan sesuai pos yang sesungguhnya dan sudah dilaporkan kepada OJK dengan surat No 118/BPR-SK/XII /2019 tertanggal 30 Desember 2019
7
Terdapat koreksi atas pos Pendapatan Bunga Yang Akan Diterima (PYAD) sejalan dengan penurunan kualitas kredit terhadap 3 (tiga) debitur dari Lancar menjadi NPL. OJK 30 Desember 2019 BPR sudah melakukan koreksi atas pendapatan bunga yang diterima sesuai penurunan kualitas kredit yang dimaksud, dan sudah dilaporkan kepada OJK dengan
surat no
118/BPR/SK/XII/2019 tertanggal 30 Desember 2019
8
Laporan Bulanan BPR untuk periode September 2019 belum sesuai dengan Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 15/20/DKBU Tanggal 22 Mei 2013 perihal Laporan Bulanan Bank Perkreditan Rakyat, yaitu sebanyak 410 item di Kantor Pusat dan 338 item di Kantor Cabang, sehingga BPR dikenakan denda untuk Kantor pusat dan Kantor Cabang masing-masing sebesar Rp1.000.000 (satu juta rupiah) OJK 14 November 2019 BPR sudah melakukan koreksi terhadaplapran bulanan bank berupa sandi Bank, daftar rincian pada bank lain dan kode panjamin asuransi, kode pihak terkait pada tanggal 5 November 2019 dan dilaporkan kepada OJK dengan surat No 118/BPR-SK/XII/2019 tertanggal 31 Desember 2019
E. Penerapan Fungsi Audit Intern
Dalam rangka pelaksanaan Fungsi Audit Intern, Direktur telah menunjuk Pejabat Eksekutif yang menangani Fungsi Audit Intern. Adapun Pejabat Eksekutif yang di tunjuk adalah :
LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA
PERIODE JANUARI – DESEMBER 2019LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA – TAHUN 2019 19 Pengangkatan
Jon Preddy S Audit Intern 10 Januari 2019
Mengundurkan diri per tanggal 13 Desember 2019
Namun pada tanggal 13 Desember 2019 terjadi kekosongan jabatan Pejabat Eksekutif Audit Intern dikarenakan Pejabat yang menjabat posisi tersebut mengundurkan diri.
Sejak tanggal 15 Januari 2019 PT BPR SAUDARAKITA telah memenuhi Jabatan Pejabat Eksekutif Audit Intern, yakni dengan mengangkat dan menunjuk sebagai berikut :
Nama Pejabat Eksekutif Fungsi Tanggal Pengangkatan
Dudung Sugiri Fajar Audit Intern 15 Januari 2019
1. Pelaksanaan Fungsi Audit Intern
a. Pejabat Eksekutif yang bertanggungjawab terhadap pelaksanaan fungsi audit intern telah memiliki dan mengkinikan pedoman kerja serta prosedur untuk melaksanakan tugas bagi audit intern sesuai perundang-undangan dan telah di setujui oleh Direktur Utama dan Dewan Komisaris.
b. Perjabat Eksekutif bertanggungjawab terhadap pelaksanaan funsi audit intern independen terhadap satuan kerja operasional (satuan terkait dengan penghimpunan dan penyaluran dana).
c. Pejabat Eksekutif yang bertanggungjawab terhadap pelaksanaan fungsi audit intern sesuai ketentuan harus bertanggungjawab langsung kepada Direktur Utama.
d. Dalam melakukan pemeriksaan audit intern telah berpedoman pada BPP Audit Intern Berbasis Risiko seperti SOP Internal, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No 7/SEOJK.03/2016 serta peraturan-peraturan terkait lainnya.
e. Pelaksanaan fungsi audit intern dilaksanakan sudah cukup memadai dan independen yang mencakup persiapan audit, penyusunan program audit, pelaksanaan audit, pelaporan hasil audit dan tindaklanjut hasil audit.
2. Pemeriksaan Audit Intern tahun 2019
Berdasarkan hasil pemeriksaan audit intern periode pemeriksaan Januari 2019 s/d Desember 2019 tidak didapati penyimpangan dalam pelaksanaan operasional BPR, namun ada beberapa hal yang masih perlu dilakukan perbaikan, yakni berupa :
a. Pada umumnya target yang ditetapkan dalam RBB 2019 tidak tercapai, namun rasio-rasio keuangan seluruhnya tergolong Sehat.
b. Beberapa kekurangan administratif dan pelanggaran ketentuan yang perlu mendapatkan perhatian dan ditindaklanjuti serta perbaikan atau
LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA
PERIODE JANUARI – DESEMBER 2019LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA – TAHUN 2019 20
penyempurnaan SOP utamanya dalam menentukan parameter untuk menilai risiko yang masih kualitatif agar disempurnakan dengan parameter kuantitatif agar dapat meningkatkan Sistem Pengendalian Intern yang efektif.
c. Sumber Daya Manusia yang ada saat ini belum memadai dan masih memerlukan peningkatan disiplin dan kompetensi terutama kepada AO Lending yang masih dalam masa On The Job training serta meningkatkan fungsi pengawasan pejabat terkait.
d. Produktivitas bank menurun tercermin dari ROA yang menurun dan semakin tidak efisien tercermin dari BOPO yang cenderung meningkat tidak sejalan dengan rasio LDR yang mendekati optimal.
e. Berbagai kelemahan dalam pelaksanaan bidang kredit antara lain analisa yang masih kurang akurat, komite kredit belum diterapkan secara menyeluruh dan konsisten, serta Bank belum optimal dalam menggali usaha-usaha lain yang produktif yang masih berpeluang besar untuk meningkatkan pencapaian penyaluran kredit Bank itu sendiri.
f. Berbagai kelemahan di bidang Dana antara lain :
1) Sumber Dana Manusia yang masih kurang kompetensi terutama AO Funding Deposito
2) Dalam memperoleh Deposito Bank masih menambah ekstra bunga sebagai daya tariknya.
3) Belum ada target yang jelas untuk parameter pencapaian AO Funding.
4) Masih tergantung kepada Deposan besar dan Antar Bank Pasiva, yang merupakan hasil marketing Direktur Utama.
F. Penerapan Manajemen Risiko Termasuk Sistem Pengedalian Intern
Dalam rangka pelaksanaan fungsi Manajemen Risiko, Direktur telah menunjuk Pejabat Eksekutif yang menangani fungsi Manajemen Risiko. Adapun Pejabat Eksekutif yang ditunjuk adalah :
Nama Pejabat Eksekutif Fungsi Tanggal Pengangkatan
Slamet Riyadi Manajemen Risiko 25 Maret 2018
BPR telah melakukan persiapan dalam penerapan Manajemen Risiko yang diwajibkan penyelesaiannya paling lambat pada 31 Desember 2019.
BPR telah menyampaikan laporan realisasi Rencana Tindak Penerapan Manajemen Risiko kepada OJK pada tanggal 31 Januari 2019 untuk posisi 31 Desember 2019 (Semester II), meliputi :
1. Kelengkapan Organisasi dan Fungsi Manajemen Risiko yaitu penunjukan Pejabat Eksekutif yang bertanggung jawab terhadap Penerapan Fungsi Manajemen Risiko
2. Penyusunan ketentuan intern yang memuat kewenangan dan tanggung jawab Direksi dan Dewan Komisaris terkait dengan penerapan Manajemen Risiko .
LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA
PERIODE JANUARI – DESEMBER 2019LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA – TAHUN 2019 21
3. Penyusunan kebijakan dan prosedur yang memuat :
a. Kebijakan Manajemen Risiko, prosedur Manajemen Risiko, dan penetapan limit Risiko.
b. Proses Identifikasi, Pengukuran, Pemantauan, dan Pengendalian Risiko
c. Sistem informasi Manajemen Risiko d. Sistem pengendalian intern
e. Produk dan aktivitas baru.
Pada tahun 2019, BPR sudah melakukan upaya rencana tindak penerapan manajemen resiko dan realisasi tindak penerapan Manajemen Risiko yang dalam tahapan pelaksanaannya sesuai dengan klasifikasi BPR yang memiliki modal inti paling sedikit Rp15.000.000.000 (lima belas milyar rupiah) dan kurang dari Rp50.000.000.000 (lima puluh milyar rupiah) paling sedikit bisa menerapkan 1 (satu) Risiko, yaitu Risiko kredit dan dan sudah dilaporkan dan dikirim kepada Otoritas Jasa Keuangan dengan Surat No 013/BPR-SK/I/2020 tertanggal 29 Januari 2020
G. Batas Maksimum Pemberian Kredit
Penyediaan Dana Kepada Pihak terkait (Related Party) dan Penyediaan Dana Kepada Pihak tidak terkait atau BMPK, PT. BPR SAUDARAKITA selalu mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No 49/POJK.03/2017 tentang Batas Maksimum Pemberian Kredit Bank Perkreditan Rakyat, maka dalam hal ini : 1. BPR sudah memiliki sistem dan prosedur secara tertulis terkait dengan
BMPK dalam Pedoman dan Kebijakan Kredit.
2. BPR secara berkala sudah mengevaluasi dan mengkinikan kebijakan, sistem dan prosedur BMPK agar disesuaikan dengan peraturan perundang-undangan yang tertuang dalam Revisi 1.2 Pedoman dan Kebijakan Kredit yang disetujui tanggal 11 September 2019
3. BPR tidak pernah melakukan pelanggaran dan pelampauan BMPK dalam penyediaan Dana kepada pihak terkait dan tidak terkait.
4. BPR telah menerapkan prosedur dan kebijakan perkreditan bagi Pihak Terkait dengan prinsip kehati-hatian.
5. Penyediaan dana kepada Pihak terkait dan Penyediaan Dana Besar (Debitur Inti) diputuskan dan disetujui oleh seluruh anggota Direksi dan Dewan Komisaris.
6. BPR telah menyampaiksn secara berkala Laporan BMPK kepada OJK secara tepat waktu dan akurat.
7. Penyediaan dana kepada pihak terkait dan debitur inti posisi Desember 2019 adalah sebagai berikut :
No Penyediaan Dana Jumlah
Debitur Nominal
1 Kepada Pihak Terkait 6 Rp 264.989.256 2
Kepada Debitur Inti :
a. Individu 25 Rp 7.902.093.676
LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA
PERIODE JANUARI – DESEMBER 2019LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA – TAHUN 2019 22
Penyediaan Dana kepada anggota Dewan Komisaris dan anggota Direksi posisi Desember 2019 adalah :
No Nama Jabatan Pinjaman
1 Dra. MA Indiah B Effendi Komisaris Utama -
2 Ir Muhardjo S Widodo Komisaris 71.394.974 3 Susanto Isbandi Direktur Utama 70.983.728
4 Asep DIrektur -
H. Rencana Bisnis BPR
Adapun Laporan Realisasi Rencana Bisnis PT. BPR SAUDARAKITA tahun 2019 adalah sebagai berikut :
Pos Rencana Realisasi Selisih
Nominal % Total Aset 54.410.559 50.156.191 4.362.864 92,18% Kredit Yang Diberikan 47.270.254 40.420.287 4.600.520 85,50% A B A 2.442.582 7.538.004 853.249 308,60% Tabungan 6.244.866 6.205.784 833.953 99,37% Deposito 28.287.000 25.266.436 425.253 89,32% ABP : Deposito 6.006.773. 5.157.501 (649.272) 85,86% Pinjaman Diterima 0 3.500.000 3.500.000 Laba/Rugi Tahun Berjalan 4.006.484 2.764.260 212.848 68,99%
Dari data diatas terlihat bahwa RBB tahun 2019 belum dapat direalisasikan sebagaimana mestinya, sehingga laba BPR yang ditetapkan sebesar Rp4.006.4484 ribu nhanya tercapai Rp2.764.260 ribu (68.99%).
Hal ini disebabkan antara lain oleh masih tingginga NPL dan Deosito yang masih memberikan ekstra bunga menjadi di atas LPS serta tingginya biaya tenaga kerja yang tidak diimbangi dengan produktivitas.
Total Aset pada tahun 2019 mengalami peningkatan sebesar Rp4.362.864 ribu dari sebesar Rp45.793.327 ribu menjadi Rp50.156.191 ribu namun masih belum optimal mencapai target yang ditetapkan di tahun 2018 sebesar
LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA
PERIODE JANUARI – DESEMBER 2019LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA – TAHUN 2019 23
Rp54.410.559 ribu. Perkembangan Total Aset ini, terutama disebabkan oleh peningkatan dari sisi pasiva yaitu dari Tabungan yang mencapai 15,52 % dari sebesar Rp5.371.831 ribu menjadi Rp 6.205.784 ribu dan Pinjaman diterima dari Bank lain sebesar Rp3.500.000 ribu.
Untuk Tahun 2020 PT. BPR SAUDARAKITA telah menyusun dan menyampaikan Rencana Bisnis BPR (RBB) yang mencakup Rencana Jangka Pendek, Rencana Jangka Menengah, dan/atau Rencana Strategis Jangka Panjang, sebagaimana diatur pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 37/POJK.03/2016 tentang Rencana Bisnis Bank Perkreditan Rakyat dan Bank Perkreditan Rakyat Syariah, serta Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) Nomor 52/SEOJK.03/2016 tentang Rencana Bisnis Bank Perkreditan Rakyat (RBB).
1. Rencana dan langkah-langkah strategis
a. Rencana dan langkah-langkah strategis jangka pendek periode (satu) tahun.
1) Komitmen BPR untuk menerapkan Good Corporate Governance (GCG) dalam operasional BPR secara konsisten dan kontinyu. 2) Senantiasa mematuhi ketentuan dan menerapkan terkait APU &
PPT, manajemen risiko, dan internal audit dalam operasional BPR yang sehat, termasuk memastikan ketersediaan kebijakan dan prosedur yang up to date sesuai ketentuan yang berlaku
3) Renovasi Kantor Pusat dan Cabang agar menjadi lebih
representative yang diharapkan mampu meningkatkan brand image
dan aksesibilitas BPR.
4) Target jangka pendek memberikan perhatian terhadap efesiensi biaya agar dapat menyokong penambahan laba antara lain penurunan limit tunjangan pulsa, biaya BBM pegawai yang sebelumnya berupa Lumsum diubah menjadi berdasarkan
Reimburse/add cost, kebijakan kewenangan limit biaya dan uang
muka, penerapan reward dan punishment yang lebih tegas dan jelas
5) Menurunkan NPL menjadi maksimal 5% dengan cara mempertajam analisis kredit dan meningkatkan kompetensi petugas AOL , penagihan intensif, meningkatkan monitoring penyelamatan dan penyelesaian kredit bermasalah, serta menghilangkan PAR menjadi
Zero PAR
6) Menciptakan budaya patuh dan sadar resiko.
7) Peningkatan volume dana simpanan pihak ketiga bukan bank melalui langkah-langkah strategis sebagai berikut :
- Diversifikasi produk simpanan (tabungan dan deposito)
- Melakukan penetrasi pasar berdasarkan segmentasi pasar yang memiliki potensi, misalnya kegiatan marketing di komunitas
LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA
PERIODE JANUARI – DESEMBER 2019LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA – TAHUN 2019 24
pasar tradisional, kelompok petani, kelompok pengrajin dan lain sebagainya
- Meningkatkan kegiatan promosi baik itu kegiatan promosi yang bersifat advertising, personal selling, sales promotion,
publishing, maupun direct marketing. Serta berupaya aktif
melakukan promosi melalui media sosial.
- Memberikan target kepada AO Funding terutama untuk produk deposito (berorientasi kepada volume/saldo)
- Melakukan kegiatan literasi dan inklusisertapromosi dan selling - Penetapan target AO Funding dan penetapan target funding
berdasarkan target Kantor Pusat, Kantor Cabang dan Kantor Kas.
- Penambahan Leader AO Funding dengan target saldo atau volume dana simpanan.
8) Peningkatan volume kredit yang aman, sehat dan menguntungkan serta melalui langkah-langkah strategis sebagai berikut :
- Diversifikasi produk kredit yang menarik dan sesuai kebutuhan masyarakat, seperti produk kredit umroh, kredit biaya pendidikan masuk universitas, dan lain sebagainya. - Melakukan kegiatan promosi marketing dan selling.
- Melakukan penetrasi pasar berdasarkan segmentasi pasar yang memiliki potensi, misalnya kegiatan marketing di komunitas pasar tradisional, kelompok petani, kelompok pengrajin dan lain sebagainya.
- Penambahan AO Lending sebanyak 4 orang melalui rotasi karyawan dari bagian lain
- Memberikan sistem reward dan punisment kepada AO Lending
- Memperkuat kompetensi AO Lending terutama dalam hal analisa kredit.
- Meningkatkan kemampuan dalam menganalisa kebutuhan pasar yang akan menjadi target.
- Pemberian target untuk marketing, PUK dan target keseluruhan.
9) Peningkatan kualitas aktiva produktif dan pertumbuhan portofolio kredit yang sehat.
- Memperkuat proses monitoring, penagihan, dan pengawasan kredit.
- BPR akan membuat SMS blast untuk mengingatkan angsuran yang akan jatuh tempo berikut petunjuk dan mekanisme pembayarannya
- Memastikan bahwa legalitas jaminan dan legalitas kredit kuat dan valid.
- Memberikan punishment dan reward kepada AO Lending secara tegas dan konsisten
- Memberikan target per masing-masing AO Lending dan bagian remedial terkait penanganan kredit.
- Mewajibkan kepada AO untuk mencapai target zero par (par sebesar 0).
LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA
PERIODE JANUARI – DESEMBER 2019LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA – TAHUN 2019 25
- Melakukan administrasi penagihan sesuai dengan perjanjian kredit yang ada.
- Mengdministrasikan dokumen kredit secara lengkap, valid, terkini, akurat dan tertib.
10) Peningkatan kompetensi SDM dan kode etik.
- Memberikan pelatihan-pelatihan terkait bidang APU & PPT, analisa kredit, hukum perbankan, penyelesaian litigasi, serta perbankan digital.
- Membuat jadwal pelatihan selama 1 (satu) tahun untuk periode 2019 sesuai kebutuhan.
- Melakukan sosialisasi terhadap aturan/regulasi baik internal maupun eksternal.
- Peningkatan fungsi supervisi PUK, pengendalian internal dan audit internal.
- Pemberian reward terhadap karyawan berprestasi dan
punishment terhadap karyawan yang melakukan
penyimpangan dan/atau fraud dan juga tidak mencapai kinerja yang sudah ditetapkan
11) Pembelian aktiva tetap dan inventaris
Pembelian sebanya 2.unit komputer dan mengganti perabot kantor yang tidak layak pakai dan pengadaan baru sesuai kebutuhan pegawai serta perlengkapan lainnya yang dibutuhkan.
b. Rencana dan langkah-langkah strategis jangka menengah periode 3 (tiga) tahun, meliputi :
1) Peningkatan volume funding dan lending.
2) Penguatan modal BPR melalui peningkatan laba. 3) Peningkatan kompetensi SDM
4) Peningkatan efisiensi dan produktivitas
c. Rencana dan langkah-langkah strategis jangka menengah periode 5 tahun (tiga) tahun, meliputi :
1) Meningkatkan total aset menjadi minimal Rp 100 Milyar 2) Meningkatkan modal inti menjadi minimal Rp 15 Milyar 3) Menambah jaringan 1 (satu) Kantor Cabang
2. Target jangka pendek dan menengah
a. Target Jangka Pendek
1) Perbaikan kualitas aktiva produktif atau penurunan NPL melalui langkah-langkah sebagai berikut :
- Memperkuat proses pengawasan dan monitoring kredit, khususnya kredit yang jatuh tempo.
- Memberikan training berkala khususnya untuk memperkuat analisa dalam pemberian kredit.
LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA
PERIODE JANUARI – DESEMBER 2019LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA – TAHUN 2019 26
- Menerapkan prinsip kehatian-hatian seperti analisa 6C
(Character, Capital, Capacity, Collateral, Condition Of Economy dan Cash Flow).
- Memperkuat dan memperjelas proses penyelesaian kredit bermasalah baik melalui litigasi maupun non litigasi.
- Melakukan proses 3R sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan debitur serta tidak menyimpang dari aturan/regulasi yang ada.
- Memperkuat dan memperjelas proses administrasi penagihan (SP1-7 hari, SP2-14 hari, SP3-21 hari, Surat Pemasangan Plang).
- Melakukan penagihan secara intensif
2) Rencana dan langkah-langkah strategis peningkatan fungsi intermediasi.
(a) Penghimpunan Dana
- Menetapkan Target untuk AO Funding
- Melakukan penetrasi pasar berdasarkan segmentasi yang ada seperti halnya segmentasi yang ada komunitas pedagang pasar, lembaga pendidikan, komunitas keagamaan dan komunitas lainnya
- Melakukan kegiatan Direct Selling dan layanan Pick Up
Service
- Pemenuhan tenaga Leader Funding
- Memberikan target yang lebih besar kepada AO Funding yang lebih senior
(b) Penyaluran Dana
- Peningkatan volume kredit melalui pemberian kredit modal kerja dan kredit investasi pada UMKM maupun pada sektor produktif lainnya.
- Memberikan literasi dan inklusi tentang praktek keuangan yang sehat
- Penyebaran pemberian kredit sesuai dengan sektor ekonomi yang dikuasai BPR.
- Pemberian kredit kepada 25 debitur inti maksimal 20% dari portofolio kredit
3) Rencana dan langkah-langkah strategis peningkatan efisiensi. (a) Melakukan cost control atas biaya rutin dan biaya non rutin.
(b) Optimalisasi pendapatan
(c) Peningkatan efisiensi dan efektifitas SDM
(d) Pemberian bunga dana simpanan dibawah LPS
b. Target jangka menengah
1) Memperkuat daya saing BPR melalui peningkatan permodalan dari kinerja BPR.
LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA
PERIODE JANUARI – DESEMBER 2019LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA – TAHUN 2019 27
3) Melakukan pengendalian internal melalui sistem manajemen risiko dari setiap unit operasional dan kegiatan usaha BPR.
I. TRANSPARANSI KONDISI KEUANGAN DAN NON KEUANGAN
1. TRANSPARANSI KONDISI KEUANGAN
Informasi kondisi keuangan PT. BPR SAUDARAKITA telah dituangkan secara jelas dan transparan dalam beberapa laporan, diantaranya sebagai berikut :
a. Laporan Tahunan
b. Laporan Keuangan Publikasi Triwulan
Transparansi kondisi keuangan dilakukan melalui media cetak/surat kabar lokal, BPR, papan pengumuman BPR dan pengiriman langsung kepada Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan serta pencantuman laporan pada website yang dimiliki oleh BPR dan Perbarindo.
2. TRANSPARANSI KONDISI NON KEUANGAN
Transparansi tentang informasi produk disajikan dalam bentuk brosur, dan media promosi lainnya.
Sehubungan dengan hal transparansi kondisi keuangan dan non keuangan tersebut, PT. BPR SAUDARAKITA telah melakukan hal-hal sebagai berikut :
a. Menyusun dan menyajikan laporan dengan tata cara, jenis dan cakupan sebagaimana diatur dalam ketentuan Otoritas Jasa Keuangan tentang Transparansi Kondisi Keuangan BPR.
b. Mempublikasikan informasi produk BPR sesuai ketentuan tentang transparansi Informasi Produk BPR.
c. Menyampaikan Laporan Tahunan kepada OJK dan lembaga lainnya.
3. TRANSPARANSI PENERAPAN TATA KELOLA (GCG)
Dalam hal transparansi pelaksanaan penerapan tata kelola (Good Corporate
Governance) BPR telah menyusun laporan pelaksanaan penerapan tata kelola Good Corporate Governance) dengan cakupan sesuai dengan ketentuan yang
berlaku. Laporan tersebut disertai dengan hasil Self Assessment BPR terhadap pelaksanaan tata kelola sesuai dengan indikator yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
a. Hubungan Keluarga/ Hubungan Keuangan Anggota Direksi
LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA
PERIODE JANUARI – DESEMBER 2019LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA – TAHUN 2019 28 Anggota
Direksi Direksi Dewan
Komisaris Pemegan g Saham Direksi Dewan Komisari s Pemegang Saham Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tida
k Ya Tidak Susanto Isbandi Direktur Utama √ √ √ √ √ Asep Direktur Operasional merangkap sebagai Direktur Kepatuhan √ √ √ √ √
Seluruh anggota Direksi tidak memiliki hubungan keuangan, dan/atau hubungan keluarga sampai dengan derajat kedua dengan anggota Dewan Komisaris, anggota Direksi lainnya dan/atau pemegang saham pengendali BPR yang dapat mempengaruhi kemampuannya untuk bertindak independen.
b. Kepemilikan Saham Anggota Direksi
Nama Anggota
Direksi Jabatan
Jumlah (%) Kepemilikan Sahan Anggita Direksi dari Modal Disetor pada :
PT.BPR
SAUDARAKITA Perusahaan Lain
Susanto Isbandi Direktur Utama - -
Asep
Direktur
Operasional dan Kepatuhan
- -
Tidak ditemukan adanya kepemilikan saham anggota Direksi pada PT. BPR SAUDARAKITA dan/atau pada perusahaan lainnya.
c. Rangkap Jabatan Anggota Direksi Nama Anggota
Direksi
Jabatan Pada PT BPR SAUDARAKITA
Pada Perusahaan Lain Nama
Perusahaan Jabatan
Susanto Isbandi Direktur Utama - -
Asep Direktur Operasional
dan Kepatuhan - -
Seluruh anggota Direksi tidak memiliki rangkap jabatan sebagai anggota Dewan Komisaris, anggota Direksi atau Pejabat Eksekutif pada bank lain, perusahaan, dan/atau lembaga lain.
LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA
PERIODE JANUARI – DESEMBER 2019LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA – TAHUN 2019 29 Nama
Anggota Direksi
Jabatan
Hubungan Keluarga Dengan : Hubungan Keuangan Dengan : Direksi Dewan Komisaris Pemegang Saham Direksi Dewan Komisari s Pemegang Saham Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tida
k Ya Tidak Dra MA Indiah B Effendie Komisaris Utama √ √ √ √ √ √ Ir Muhardjo S Widodo Komisaris √ √ √ √ √ √
Seluruh Dewan Komisaris tidak memiliki hubungan keuangan, dan/atau hubungan keluarga sampai dengan derajat kedua dengan anggota Dewan Komisaris, anggota Direksi lainnya dan/atau pemegang saham pengendali BPR yang dapat mempengaruhi kemampuannya untuk bertindak independen.
e. Kepemilikan Saham Anggota Dewan Komisaris
Nama Anggota
Direksi Jabatan
Jumlah (%) Kepemilikan Sahan Anggita Direksi dari Modal Disetor pada :
PT.BPR
SAUDARAKITA Perusahaan Lain
Dra MA Indiah B Effendie Komisaris Utama - - Ir Muhardjo S Widodo Komisaris - -
Tidak ditemukan adanya kepemilikan saham anggota Direksi pada PT. BPR SAUDARAKITA dan/atau pada perusahaan lainnya.
f. Rangkap Jabatan Anggota Dewan Komisaris
Nama Anggota Direksi
Jabatan Pada PT BPR SAUDARAKITA
Pada Perusahaan Lain Nama Perusahaan Jabatan
Dra MA Indiah B
Effendie Komisaris Utama - -
Ir Muhardjo S
Widodo Komisaris
PT BPR
HARAPANSAUDARA Komisaris Utama PT BPR ANA ARTHA Komisaris
Seluruh anggota Dewan Komisaris memiliki rangkap jabatan sebagai anggota Dewan Komisaris dan/atau anggota Direksi pada perusahaan lain. BPR tetap memperhatikan bahwa rangkap jabatan yang dimiliki oleh