KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR
Puji
Puji syukur syukur kehadirat kehadirat ALLAH ALLAH SWT sehingga SWT sehingga saya dapat saya dapat menyelesaikan menyelesaikan makalah makalah AtrofiAtrofi Desaka
Desakan ini. n ini. Makalah atroMakalah atrofi desakan ini dibuat penulis untuk dapat menyelfi desakan ini dibuat penulis untuk dapat menyelesaikaesaikan tugas akhir n tugas akhir mata kuliah patologi umum serta untuk membagikan informasi tentang atrofi desakan. Penulis mata kuliah patologi umum serta untuk membagikan informasi tentang atrofi desakan. Penulis juga
juga berterima berterima kasih kasih kepada kepada kedua kedua orang orang tua tua yang yang telah telah member member dukungan dukungan moril moril maupunmaupun mat
materieril. l. SerSerta ta kepakepada da dosdosen en yanyang g menmengajagajar r matmata a kulkuliah iah patpatoloologi gi umuumum m yang yang memmemberberikaikann banyak
banyak ilmu ilmu yang yang membantu membantu penulis penulis menyelesaikan menyelesaikan makalah makalah atrofi atrofi desakan desakan ini ini sebagai sebagai tugastugas akhir indi!idu mata kuliah patologi umum.
akhir indi!idu mata kuliah patologi umum.
Penulis menyadari bah"a makalah ini masih jauh dari kata sempurna maka dari itu Penulis menyadari bah"a makalah ini masih jauh dari kata sempurna maka dari itu penulis memohon
penulis memohon maaf apabila terdapat maaf apabila terdapat kekurangan di kekurangan di dalam makalah dalam makalah ini dan ini dan sangat menerimasangat menerima kritik ataupun sara yang ingin diberikan
kritik ataupun sara yang ingin diberikan #arena penulis masih dalam proses belajar.#arena penulis masih dalam proses belajar.
Ttd Ttd
Multia el!iani
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Atrofi $bahasa %nggris& atrophy' merupakan simtoma penyusutan jaringan atau organ. Atrofi berkemungkinan berlaku akibat tindak balas adaptasi terhadap tekanan sehingga isi padu sel mengerut dan seterusnya keperluan tenaga diturunkan ke tahap yang minimum. penyebab lain yang mungkin ialah sel kurang digunakan seperti dalam otot rangka. selain penurunan keperluan sesuatu fungsi kekurangan bekalan oksigen atau nutrisin
inflamasikronik dan proses penuaan juga menyumbang kepada fenomena atropi. (egitu juga dengan gangguan isyarat dalam tindakan hormon berakibat fungsi sesuatu organ
berkurangan.
Atrofi adalah penge)ilan dari jaringan tubuh yang telah men)apai ukuran normal.
Menge)ilnya alat tubuh tersebut terjadi karena sel*sel spesifik yaitu sel*sel paren)hym yang menjalankan fungsi alat tubuh tersebut menge)il. Atrofi yang terjadi pada suatu alat tubuh menyebabkan alat tubuh menge)il. Dengan perkataan lain alat tubuh tersebut melisut. Menge)ilnya alat tubuh tersebut terjadi karena sel sel spesifik yaitu sel sel paren)hym
yangmenjalankan fungsi alat tubuh tersebut menge)il. +adi bukan mengenai sel sel jaringan ikat atu stroma alat tubuh tersebut. Stroma tampaknya bertambah, yang sebenarnya hanya relatif karena stroma tetap.#adang kadang dapat terjadi atrofi akibat jumlah sel paren)hym berkurang yaitu atrofi numerik.Meskipun atrofi biasanya merupakan proses patologik juga
dikenal atrofi fisiologik. (eberapa alat tubuh dapt menge)il atu menghilang sama sekali selama masaperkembangan-kehidupan dan jika alat tubuh tersebut sesudah masa usia tertentu tidak menghilang malah dianggap patologik.
1.2 Ruu!an a!ala"
Penulis membatasi pembahasan dengan rumusan masalah yang akan dibahas yaitu&
• Pengertian atrofi desakan
• Pengkajian atrofi
• Pen)egahan dan pengobatan atrofi
1.# Tu$uan %enuli!an akala"
• memberikan informasi tentang Atrofi desakan
• mengetahui pen)egahan dan pengobatannya.
• Memenuhi tugas akhir mata kuliah patologi umum
BAB II
PE&BAHA'AN
Atrofi Desakan $pressure atrophy' & yang terjadi karena desakan yang terus*menerus atau desakan untuk "akru yang lama dan mengenai suatu alat tubuh atau jaringan missal &
a' Atrofi desakan fisiologis & pada gusi akibat desakan gigi yang mau tumbuh $pada anak* anak'.
b' Atrofi desakan patologis & pada sternum akibat aneurisma aorta. Pelebaran aorta di daerah substernal akibat syphilis. Akibat desakan yang tinggi dan terus menerus mengakibatkan sternum menipis.
atrofi dibagi atas &
ϖ Atrofi eurogen & akibat dari kelumpuhan saraf mis. pada orang yang lumpuh.
ϖ Atrofi /askuler & akibat dari gangguan sirkulasi darah mis. penge)ilan otak karena
arteriosklerosis pada usia lanjut.
ϖ Disuse Atrofi & akibat dari tidak dipergunakan dalam "aktu yang lama mis. pada orangsakit yang
harus berbaring lama di tempat tidur.
ϖ Atrofi 0ndokrin & akibat dari pengaruh hormon mis. penge)ilan payudara pada "anita lanjut
karena produksi hormon yang berkurang
atrofi karena *e!akan
Mengalami desakan dari pertumbuhan di sekelilingnya yang dapat terjadi se)ara langsung $dengan menekan sel*selnya' dan tidak langsung $tekanan pada pembuluh darahnya'.
#ausa $penyebab' dari desakan dapat berupa&
• akumulasi substansi yang abnormal • tekanan dari luar badan
2.2 Pengka$ian atrofi
Atro%"+
,Atrofi-1 kemunduran suatu organ-jaringan yang telah terbentuk sempurna 23 menjadi lebih ke)il. Atrofi dapat mengenai sel parenkim $sel yang melakukan fungsi suatu organ' atau mengenai stroma $jaringan penunjuang organ'.
0tiologi
• Paling sering karena gangguan nutrisi akibat&
o aliran darah ke daerah tsb berkurang
o kekurangan-gangguan sirkulasi limfatik di daerah tsb
o peningkatan akti!itas metabolik suatu organ-jaringan anpa diimbangi suplai darah
yang )ukup
• Adaptasi organ terhadap beban yang berkurang atau karena jarang dipergunakan
misalnya pada kaki yang terkena polio
• #ehilangan stimulasi endokrin
+enis
• 4isiologik, karena proses penuaan $in!olusi' berlangsung se)ara fisiologik. 5ontoh&
o +aringan limfoid menge)il pada pubertas
o Proses penuaan pada otak dengan bertambah umur setelah mele"ati usia
pertengahan
o 7rgan seksual menge)il pada usia kira*kira 389 tahun
• Patologik
o atrofi inakti!asi $disuse atrophy'
7rgan menge)il karena penyempitan pembuluh darah dan kekurangan
nutrisi
(erkurangnya fungsi dari organ
A. Peerik!aan fung!i otorik
; Pemeriksaan kekuatan otot
Pemeriksaan kekuatan otot dapat dilakukan dengan menggunakan pengujian otot se)ara manual $manual mus)le testing MMT'. Pemeriksaan ini ditujukan untuk mengetahui kemampuan mengontraksikan kelompok otot se)ara !olunter.
; Prosedur pelaksanan MMT
a' Lansia diposisikan sedemikan rupa sehingga otot mudah berkontraksi sesuai dengan kekuatannya
b' (agian tubuh yang dites harus terbebas dari pakaian
)' (erikan penjelasan dan )ontoh gerakan yang harus dilakukan
d' Lansia mengkontraksikan ototnya dan stabilisasi diberikan pada segmen proksimal
e' Selama terjadi kontraksi gerakan yang terjadi diobser!asi baik palpasi pada tendon atau perut otot
f' Memberikan tahanan pada otot yang bergerak dengan luas gerak sendi penuh g' Melakukan pen)atatan hasil MMT
#riteria hasil pemeriksaan MMT
a. normal $8' & mampu bergerak dengan luas gerak sendi penuh mela"an gra!itasi dan mela"an tahan maksimal .
b. good $<' & mampu bergerak dengan luas gerak sendi penuh mela"an gra!itasi dan mela"an tahanan sedang $moderat'
). fair $=' & mampu bergerak dengan luas gerak sendi penuh dan mela"an gra!itasi tanpa tahanan.
d. poor $>' & mampu bergerak dengan luas gerak sendi penuh tanpa mela"an gra!itasi e. Tra)e $?' & tidak ada gerakan sendi tetapi kontraksi otot dapat dipalpasi
f. @ero $9'& kontraksi otot tidak terdeteksi dengan palpasi
B. Peerik!aan tonu! otot
Tonus otot adalah ketegangan minimal suatu otot dalam keadaan istirahat. Dapat diperiksa dengan beberapa )ara yaitu dengan palpasi gerakan pasien dan !ibrasi.
(. Peerik!aan lua! garak !en*i
Luas gerak sendi $LS' merupakan luas gerak sendi yang dapat dilakukan oleh suatu sendi. Tujuan pemeriksaan LS adalah untuk mengetahui besarnya LS suatu sendi dan membandingkannya dengan LS sendi yang normal membantu diagnosis dan menentukan fungsi sendi.
Pengukuran LS menggunakan oniometer&
a' Posisi a"al posisi anatomi yaitu tubuh tegak lengan lurus di samping tubuh lengan ba"ah dan tangan menghadap ba"ah.
b' Sendi yang di ukur harus terbuka
)' (erikan penjelasan dan )ontoh gerakan d' (erikan gerakan pasif > atau = kali
e' (erikan stabilisasi pada segmen bagian proksimal f' Tentukan aksis gerakan baik se)ara aktif-pasif
g' Letakkan tangkai goniometer yang stati) parallel dengan aksis longitudinal h' Pastikan aksis goniometer tepat pada aksis gerakan sendi
i' (a)a dan )atat hasil pemeriksaan LS
5. Peerik!aan %o!tur
Pemeriksaan postur di lakukan dengan )ara inspeksi pada posisi berdiri. Pada posisi tersebut postur yang baik- normal dapat terlihat dengan jelas. Dari samping tampak telinga akromium
trunk trokanter mayor patela bagian posterior dan maleolus lateralis aada dalam satu garis lurus.
Ada beberapa system penilaian yang dikembangkan dalam pemeriksaan kemampuan fungsional.
a' %ndeks (arthel yang dimodifikasi. b' %ndeks #at@
)' %ndeks kenny*self )are d' %ndeks ADL
2.# Penega"an *an %engobatan Pen)egahan
; #onseling genetik seharusnya dita"arkan kepada seluruh keluarga pasien dengan atrofiotot spinal. Memperoleh sejarah keluarga yang lengkap
; 0dukasi tentang bagaimana penyakit ini diturunkan dapat men)egah konsepsi dari indi!iduyang terkena.
; Lebih lanjut lagi peran dari diagnosa prenatal khususnya pada "anita hamil karier atau pada mereka yang dengan onset remaja atau de"asa juga harus ditangani
Pera"atan-Pengobatan
Program olahraga $di ba"ah bimbingan seorang terapis atau dokter' sangat dianjurkan termasuk latihan dalam air untuk mengurangi beban kerja otot. Selain itu adalah mengkonsumsi makanan bergi@i.
BAB III PENUTUP
/.1 KE'I&PULAN
• Atrofi $bahasa %nggris& atrophy' merupakan simtoma penyusutan jaringan atau
organ.
• Atrofi Desakan $pressure atrophy' & yang terjadi karena desakan yang terus*menerus
atau desakan untuk "akru yang lama dan mengenai suatu alat tubuh atau jaringan
/.2 'ARAN
• Program olahraga $di ba"ah bimbingan seorang terapis atau dokter' sangat
dianjurkan termasuk latihan dalam air untuk mengurang i beban kerja otot. Selain itu adalah mengkonsumsi makanan bergi@i.
• #onseling genetik seharusnya dita"arkan kepada seluruh keluarga pasien
dengan atrofiotot spinal. Memperoleh sejarah keluarga yang lengkap memfasilitasi konseling genetik.
DA)TAR PU'TAKA
Hima"an Sutisna. ?BC=. Patologi. (agian Patologi Anatomik. 4akultas kedokteran. ni!ersitas %ndonesia & +akarta
+u"ono lilian #urniadhi (udi Sudiono janti. >99=. Ilmu patologi. Buku kedokteran 05 & +akarta
Eobbins#umar.?BB8. Buku Ajar Patologi 1. +akarta& 05
Sander Mo)hamad Ale6. +ilid ?. >99<. Atlas berwarna patologi anatomi. PT Eaja rafindo Persada & +akarta
PENGERTIAN ATR()I DALA&
PAT(L(GI
• #lasik • #artu Lipat • Majalah • Mo@aik • (ilah Sisi • 5uplikan • #ronologis ?. o! ?<ATR()I
Atrofi yang terjadi pada suatu alat tubuh menyebabkan alat tubuh menge)il. Dengan perkataan lain alat tubuh tersebut melisut. Menge)ilnya alat tubuh tersebut terjadi karena sel sel spesifik yaitu sel sel paren)hym yangmenjalankan fungsi alat tubuh
tersebut menge)il. +adi bukan mengenai sel sel jaringan ikat atu stroma alat tubuh tersebut. Stroma tampaknya bertambah, yang sebenarn ya hanya relatif karena stroma tetap.
#adang kadang dapat terjadi atrofi akibat jumlah sel paren)hym berkurang yaitu atrofi numerik.
Meskipun atrofi biasanya merupakan proses patologik juga dikenal atrofi fisiologik. (eberapa alat tubuh dapt menge)il atu menghilang sama sekali selama masaperkembangan-kehidupan dan jika alat tubuh tersebut sesudah masa usia tertentu tidak menghilang malah dianggap patologik.
?. Atrofi senilis
Alat tubuh pada orangyang sudah berumur lanjut pada umumnyamenge)il. Proses menjadi tuaakhir akhir ini banyak menjadi perhatian dan banyak dipelajari oleh berbagai pihak. Sebab sebab atrofi pada masa tua itu berma)am ma)am diantaranya
ialah pengaruh endokrin in!olusi akibat hilangnya rangsang rangsang tumbuh
mengurangnya perbekalan darah akibat sklerosis arteri. Pada atrofi senilis atrofi terjadi pada sema alat tubuh se)ara umum karena atrofi sneilis termasuk ke dalam atrofi umum.
Atrofi umum juga terjadi pada kelaparan. Star!ation atrophy adalah atrofi yang terjadi bila tubuh tidak mendapat makanan untuk "aktu yang lama.
>. Atrofi setempat
Atrofi setempat dapat terjadi akibat keadaan keada an tertentu
=. Atrofi inakti!itas
Terjadi akibat inakti!itas alat tubuh atau jaringan misalnya inakti!itas otot otot mengakibatkan otot otot tersebut menge)il. Atrofi ini disebut juga atrofi neurotrofik.
<. Atrofi desakan
Atrofi ini terjadi akibat desakan yang terus menerus atau desakan yang lama dan mengenai suatu lat tubuh atau jaringan.
8. Atrofi endokrin
Atrofi endokrin terjadi pada alat tubuh yang akti!itasnya bergantungkepada rangsang hormon tertentu. Atrofi ini akan terjadi apabila hormon tersebut berkurang atauterhenti sama sekali.
Diposkan ?<th o!ember >9?> oleh ram 9
Taba"kan koentar
Memuat
Template Dynami) /ie"s. Diberdayakan oleh (logger .