• Tidak ada hasil yang ditemukan

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 54 TAHUN 2013 TENTANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 54 TAHUN 2013 TENTANG"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

Dok. Informasi Hukum - JDIH Biro Hukum Setda Prov Jatim

PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 26 TAHUN 2013 TENTANG PERJALANAN D

PIMPINAN DAN ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH, PEGAWAI NEGE

Menimbang : bahwa

dinas perlu dilakukan penyempurnaan

Gubernur Jawa Timur Nomor 26 Tahun 2013 tentang

Dinas bagi Gubernur/Wakil Gubernur, Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daera

Tidak Tetap dengan Peraturan Gubernur Jawa Timur. Mengingat : 1.

2.

3.

4.

5.

JDIH Biro Hukum Setda Prov Jatim PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR

NOMOR 54 TAHUN 2013 TENTANG

PERUBAHAN ATAS

PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 26 TAHUN 2013 TENTANG PERJALANAN DINAS BAGI GUBERNUR/WAKIL GUBERNUR,

PIMPINAN DAN ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH, PEGAWAI NEGERI DAN PEGAWAI TIDAK TETAP

GUBERNUR JAWA TIMUR,

bahwa dalam rangka tertib administrasi pelaksanaan perjalanan dinas perlu dilakukan penyempurnaan

Gubernur Jawa Timur Nomor 26 Tahun 2013 tentang

Dinas bagi Gubernur/Wakil Gubernur, Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daera

Tidak Tetap dengan Peraturan Gubernur Jawa Timur.

Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4286);

Undang-Undang Nomor 1

Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4355);

Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 66,

Nomor 4400);

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437), sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang

Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang

Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4844);

Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat

(Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4438);

JDIH Biro Hukum Setda Prov Jatim

PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR TAHUN 2013

ATAS

PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 26 TAHUN 2013 TENTANG S BAGI GUBERNUR/WAKIL GUBERNUR,

PIMPINAN DAN ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH, DAN PEGAWAI TIDAK TETAP

GUBERNUR JAWA TIMUR,

dalam rangka tertib administrasi pelaksanaan perjalanan dinas perlu dilakukan penyempurnaan terhadap Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 26 Tahun 2013 tentang Perjalanan Dinas bagi Gubernur/Wakil Gubernur, Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Pegawai Negeri dan Pegawai Tidak Tetap dengan Peraturan Gubernur Jawa Timur.

Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4286);

Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang

Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4355);

Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara

Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437), sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4844);

Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan tah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4438);

6. Peraturan

PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 26 TAHUN 2013 TENTANG

dalam rangka tertib administrasi pelaksanaan perjalanan Peraturan Perjalanan Dinas bagi Gubernur/Wakil Gubernur, Pimpinan dan Anggota h, Pegawai Negeri dan Pegawai

Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan

Tahun 2004 tentang

Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung jawab Keuangan Negara (Lembaran

Tambahan Lembaran Negara Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437), sebagaimana telah diubah Undang Nomor 12 Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan an Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Peraturan

(2)

Dok. Informasi Hukum - JDIH Biro Hukum Setda Prov Jatim

6. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan

Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Tahun 2011 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5234);

7. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2004 tentang

Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 90, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4416), sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2007 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2004 tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan Dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4712);

8. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang

Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4578);

9. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006

tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;

10.Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 55 Tahun 2008

tentang Tata Cara Penatausahaan dan Penyusunan Laporan Pertanggungjawaban Bendahara serta Penyampaiannya;

11.Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 11 Tahun 2011

tentang Pedoman Perjalanan Dinas Ke Luar Negeri Bagi Pejabat/Pegawai Di Lingkungan Kementerian Dalam Negeri, Pemerintah Daerah, Dan Pimpinan serta Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah;

12.Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 37 Tahun 2012

tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2013 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 16 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 37 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2013;

13.Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 2 Tahun 2007

tentang Pengelolaan Keuangan Daerah Provinsi Jawa Timur (Lembaran Daerah Tahun 2007 Nomor 1, Seri E);

14.Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 76 Tahun 2012

tentang Sistem dan Prosedur Pengelolaan Keuangan Daerah Provinsi Jawa Timur Tahun 2013;

(3)

Dok. Informasi Hukum - JDIH Biro Hukum Setda Prov Jatim

15.Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 26 Tahun 2013

tentang Perjalanan Dinas bagi Gubernur/Wakil Gubernur, Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Pegawai Negeri dan Pegawai Tidak Tetap.

MEMUTUSKAN:

Menetapkan : PERATURAN GUBERNUR TENTANGPERUBAHAN ATAS

PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 26 TAHUN 2013

TENTANG PERJALANAN DINAS BAGI GUBERNUR/WAKIL

GUBERNUR, PIMPINAN DAN ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH, PEGAWAI NEGERI DAN PEGAWAI TIDAK TETAP.

Pasal I

Beberapa ketentuan dalam Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 26 Tahun 2013tentang Perjalanan Dinas bagi Gubernur/Wakil Gubernur, Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Pegawai Negeri dan Pegawai Tidak Tetap, diubah sebagai berikut:

1. Ketentuan Pasal 1 angka3, 5,6,7,9,15 dan 16 diubah, sehingga

Pasal 1 berbunyi sebagai berikut: Pasal 1

Dalam Peraturan Gubernur ini yang dimaksud dengan:

1. Pemerintah Daerah adalah Pemerintah Daerah Provinsi

Jawa Timur.

2. Gubernur/Wakil Gubernur adalah Gubernur/Wakil

Gubernur Jawa Timur.

3. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang selanjutnya

disingkat DPRD adalah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur.

4. Pegawai Negeri adalah setiap warga Negara Republik

Indonesia yang telah memenuhi syarat yang ditentukan, diangkat oleh pejabat berwenang dan diserahi tugas dalam suatu jabatan dalam negeri, atau diserahi tugas negara lainnya dan digaji berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(4)

Dok. Informasi Hukum - JDIH Biro Hukum Setda Prov Jatim

5. Pegawai Tidak Tetap yang selanjutnya disingkat PTT

adalah :

a. Pegawai yang diangkat untuk jangka waktu tertentu guna melaksanakan tugas pemerintahan daerah dan pembangunan yang bersifat teknis profesional dan

administrasi sesuai dengan kebutuhan dan

kemampuan organisasi;

b. Pegawai diluar Pemerintah Daerah Provinsi yang ditugaskan dalam pelaksanaan kegiatan daerah.

6. Perjalanan dinas adalah perjalanan dalam atau luar

wilayah Provinsi dari tempat kedudukanke tempat yang dituju dalam rangka melaksanakan tugas kedinasanuntuk kepentingan daerah dan kembali ke tempat kedudukan semula.

7. Tempat Kedudukan adalah lokasi kantor Satuan Kerja

Perangkat Daerah/Unit Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah.

8. Tempat Tujuan adalah tempat/kota yang menjadi tujuan

Perjalanan Dinas.

9. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang

selanjutnya disingkat APBD adalah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Jawa Timur yaitu rencana keuangan tahunan pemerintahan daerah yang dibahas dan disetujui bersama oleh pemerintah daerah dengan DPRD dan ditetapkan dengan Peraturan Daerah.

10. Satuan Kerja Perangkat Daerah yang selanjutnya disingkat

SKPD adalah Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah

Daerah Provinsi Jawa Timur selaku Pengguna

Anggaran/Pengguna Barang.

11. Unit Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah yang

selanjutnya disingkat Unit Kerja SKPD adalah Unit Pelaksana Teknis Dinas/Unit Pelayanan Satuan Kerja Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Timur.

12. Pengguna Anggaran yang selanjutnya disingkat PA adalah

pejabat pemegang kewenangan penggunaan anggaran untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi SKPD yang dipimpinnya.

13. Kuasa Pengguna Anggaran yang selanjutnya disingkat KPA

adalah pejabat yang diberi kuasa untuk melaksanakan sebagian kewenangan PA dalam melaksanakan sebagian tugas dan fungsi SKPD.

14. Dokumen Pelaksanaan Anggaran SKPD yang selanjutnya

disingkat DPA-SKPD adalah dokumen yang memuat pendapatan dan belanja yang digunakan sebagai dasar pelaksanaan anggaran oleh PA.

(5)

Dok. Informasi Hukum - JDIH Biro Hukum Setda Prov Jatim

15. Surat Perintah Perjalanan Dinas yang selanjutnya

disingkat SPPD adalah dokumen yang ditandatangani oleh PA/KPA/KPAP dalam rangka pelaksanaan Perjalanan Dinas.

16. Pelaksana Perjalanan Dinas adalah Gubernur/Wakil

Gubernur, Pimpinan dan Anggota DPRD, Pegawai Negeri dan PTT yang melaksanakan perjalanan dinas.

17. Lumpsum adalah suatu jumlah uang yang telah dihitung

terlebih dahulu (pre-calculated amount) dan dibayarkan sekaligus.

18. Biaya Riil adalah biaya yang dikeluarkan sesuai dengan

bukti pengeluaran yang sah.

19. Perhitungan Rampung adalah perhitungan biaya

Perjalanan Dinas yang dihitung sesuai kebutuhan riil berdasarkan ketentuan yang berlaku.

20. Uang Persediaan yang selanjutnya disingkat UP adalah

uang muka kerja dalam jumlah tertentu yang diberikan kepada Bendahara Pengeluaran untuk membiayai kegiatan operasional sehari-hari SKPD, yang tidak mungkin dilakukan melalui mekanisme pembayaran langsung.

2. Ketentuan Pasal 5 ayat (4) huruf c diubah, sehingga Pasal 5

berbunyi sebagai berikut:

Pasal 5

(1) Perjalanan dinas dilakukan sesuai perintah pejabat yang

berwenang dan tertuang dalam Surat Perintah Tugas.

(2) Surat Perintah Tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1)

ditandatangani oleh:

a. Di lingkungan Sekretariat Daerah :

- Gubernur, untuk Perjalanan dinas yang dilakukan

Gubernur dan Wakil Gubernur, apabila berhalangan ditandatangani Wakil Gubernur,

- Wakil Gubernur, untuk Perjalanan dinas yang

dilakukan Pejabat Eselon I, apabila berhalangan ditandatangani Gubernur;

- Sekretaris Daerah, untuk Perjalanan dinas yang

dilakukan oleh Pejabat Eselon IIa, apabila

berhalangan ditandatangani Asisten Administrasi Umum;

- Asisten Administrasi Umum, untuk perjalanan dinas

yang dilakukan oleh Pejabat Eselon IIb, apabila berhalangan ditandatangani Asisten yang lain;

- Kepala Biro untuk perjalanan dinas yang dilakukan

oleh Pejabat Eselon III, Pejabat Eselon IV dan pegawai lainnya, apabila berhalangan ditandatangani Pejabat Eselon III yang membidangi ketatausahaan.

(6)

Dok. Informasi Hukum - JDIH Biro Hukum Setda Prov Jatim

b. Ketua DPRD untuk Perjalanan dinas yang dilakukan

oleh Pimpinan dan Anggota DPRD, apabila berhalangan ditandatangani salah satu Wakil Ketua DPRD;

c. Di lingkungan Sekretariat DPRD :

- Sekretaris Daerah untuk perjalanan dinas yang

dilakukan oleh Pejabat Eselon II, apabila berhalangan ditandatangani Asisten Administrasi Umum ;

- Sekretaris DPRD untuk perjalanan dinas yang

dilakukan oleh Pejabat Eselon III dan IV, apabila berhalangan ditandatangani Kepala Bagian Umum;

- Pejabat Eselon III untuk perjalanan dinas yang

dilakukan oleh pegawai lainnya, apabila berhalangan ditandatangani Kepala Bagian Umum.

d. Di lingkungan Dinas/Badan/Rumah Sakit di Surabaya:

- Sekretaris Daerah, untuk perjalanan dinas yang

dilakukan oleh Pejabat Eselon IIa, apabila

berhalangan ditandatangani Asisten Administrasi Umum;

- Direktur Rumah Sakit, untuk perjalanan dinas yang

dilakukan oleh Pejabat Eselon IIb, apabila

berhalangan ditandatangani Wakil Direktur;

- Direktur Rumah Sakit/Kepala Badan/Dinas untuk

perjalanan dinas yang dilakukan oleh Pejabat Eselon III, apabila berhalangan ditandatangani oleh Wakil Direktur/Sekretaris/Pejabat Eselon III lainnya;

- Kepala Bidang masing-masing untuk perjalanan dinas

yang dilakukan oleh Pejabat Eselon IV dan pegawai lainnya, apabila berhalangan ditandatangani oleh Sekretaris/Kepala Bagian Tata Usaha/Kepala Sub Bagian Tata Usaha.

e. Di lingkungan Bakorwil/Rumah Sakit diluar Surabaya,

Kantor Perwakilan, Balai/UPTD di luar Surabaya berlaku sebagai berikut :

- Bakorwil :

1) Kepala Bakorwiluntuk perjalanan dinas yang

dilakukan Pejabat Eselon II dan III apabila berhalangan ditandatangani Sekretaris Bakorwil

2) Sekretaris/Kepala Bidang masing-masing untuk

perjalanan dinas yang dilakukan oleh Pejabat

Eselon IV dan pegawai lainnya apabila

berhalangan ditandatangani Sekretaris;

- Rumah Sakit Klasifikasi Type A/Type B di luar

Surabaya :

1) Direktur Rumah Sakit untuk perjalanan dinas

yang dilakukan Pejabat Eselon II dan III apabila berhalangan ditandatangani Wakil Direktur;

(7)

Dok. Informasi Hukum - JDIH Biro Hukum Setda Prov Jatim

2) Kepala BagianTata Usaha/Kepala Bidang

masing-masing untuk perjalanan dinas yang dilakukan Pejabat Eselon IV dan pegawai lainnya.

- Kepala Kantor, Kepala Balai/Kepala UPTD atau

Kepala Sub Bagian TU untuk perjalanan dinas yang dilakukan pegawai dilingkungan Kantor Perwakilan,

Balai/UPTD, sedangkan untuk Non SKPD

dilingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur

di tandatangani Ketua Lembaga atau Sekretaris bila Ketua Lembaga berhalangan.

(3) SuratPerintahTugas sebagaimana dimaksud pada ayat (2)

paling sedikit mencantumkan hal-hal sebagai berikut:

a. pemberi tugas;

b. pelaksana tugas;

c. waktu pelaksanaan tugas;

d. tempat pelaksanaan tugas; dan

e. maksud pelaksanaan tugas.

(4) Perjalanan dinas luar daerah maksimal :

a. 2 (dua) hari, dengan angkutan udara;

b. 3 (tiga) hari, dengan angkutan darat/laut;

c. batasan waktu perjalanan dinas luar daerah dapat

melebihi ketentuan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b, apabila dilampiri dengan jadwal kegiatan/undangan/bukti lain yang sah.

3. Ketentuan Pasal 8 ayat (5),ayat (8)dan ayat (11) diubah,

sehingga Pasal 8berbunyi sebagai berikut : Pasal 8

(1) Biaya perjalanan dinas terdiri atas komponen-komponen

sebagai berikut:

a. uang harian;

b. biaya transport;

c. biaya penginapan;

d. uang representasi; dan/atau

e. sewa kendaraan.

(2) Uang harian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a

terdiri atas:

a. uang makan;

b. uang transport lokal; dan

c. uang saku.

(8)

Dok. Informasi Hukum - JDIH Biro Hukum Setda Prov Jatim

(3) Biaya transport sebagaimana dimaksud pada ayat (1)

huruf b terdiri atas:

a. Perjalanan Dinas Dalam Daerah :

- biaya transport dari tempat kedudukan sampai

tempat tujuan dan sebaliknya;

- retribusi yang dipungut di terminal

bus/stasiun/bandara/ pelabuhan keberangkatan dan kepulangan.

b. Perjalanan Dinas Luar Daerah :

- biaya tiket, airport tax, taxi/angkutan dari tempat

kedudukan sampai tempat tujuan keberangkatan dan sebaliknya;

- retribusi yang dipungut di terminal

bus/stasiun/bandara/ pelabuhan keberangkatan dan kepulangan.

(4) Biaya penginapan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)

huruf c merupakan biaya yang diperlukan untuk menginap :

a. di hotel; atau

b. ditempat menginap lainnya.

(5) Dalam hal Pelaksana SPPD tidak menggunakan biaya

penginapan sebagaimana dimaksud pada ayat (4), berlaku ketentuan:

a. pelaksana SPPD diberikan biaya penginapan sebesar

30% (tiga puluh persen) dari tarif hotel di kota tempat tujuan yang besarnya sebagaimanadiatur dalam Standar Biaya yang ditetapkan oleh Gubernurdengan

melampirkan Surat Pernyataan yang isinya

menyatakan bahwa yang bersangkutan tidak menginap di hotel atau tempat menginap lainnya;

b. biaya penginapan sebagaimana dimaksud pada huruf a

dibayarkan secaralumpsum.

c. Ketentuan sebagaimana dimaksud pada padahuruf a

tidak berlaku bagi pelaksana SPPD yang menginap di Kantor Perwakilan Provinsi Jawa Timur di Jakarta.

(6) Uang representasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1)

huruf d dapat diberikan kepada Gubernur/Wakil

Gubernur, Sekretaris Daerah, Pimpinan dan Anggota DPRD serta Pejabat Eselon II.

(7) Untuk keperluan pelaksanaan tugas di tempat tujuan,

sewa kendaraan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf e dapat diberikan kepada :

a. Gubernur/Wakil Gubernur,

b. Pelaksana SPPD secara bersama-sama atau rombongan

(minimal 3 orang).

(9)

Dok. Informasi Hukum - JDIH Biro Hukum Setda Prov Jatim

(8) Pelaksana SPPD sebagaimana dimaksud pada ayat (7)

huruf b hanya diberikan biaya transport dari tempat kedudukan ke Bandara/stasiun/pelabuhan/terminal (PP) sebesar 50% (lima puluh persen) dari biaya transport yang ditetapkan dalam standart biaya, tiketkeberangkatan dan kepulangan.

(9) Bagi pelaksana SPPD secara bersama-sama/rombongan

dapat menyewa kendaraan dari tempat kedudukan ke tempat tujuan dan tidak diberikan biaya transport.

(10) Sewa kendaraan sebagaimana dimaksud pada ayat

(7)sudah termasuk biaya untuk pengemudi, bahan bakar minyak, dan pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

(11) Apabila melakukan perjalanan dinas yang menggunakan

mobil pribadi atau dinas, dapat diberikan biaya bahan bakar minyak (BBM) sebagai pengganti biaya transport (1 Liter per 8 Km).

(12) Khusus dalam hal kegiatan pembinaan dan pengawasan,

pelaksana SPPD Inspektorat Provinsi Jawa Timur

mendapatkan bantuan pembinaan dan pengawasan yang besarannya ditetapkan dengan Keputusan Inspektur Provinsi Jawa Timur.

(13) Komponen biaya Perjalanan dinas dicantumkan pada

Rincian Biaya Perjalanan Dinas dengan format

sebagaimana tersebut dalam Lampiran B.

4. Ketentuan Pasal 10 ayat (4), ayat (5), dan ayat (6) diubah dan ditambah2 (dua) ayat baru yaitu ayat (7) dan ayat (8), sehingga Pasal 10 berbunyi sebagai berikut :

Pasal 10

(1) Perjalanan dinas untuk mengikuti rapat, seminar, dan

sejenisnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf b biaya Perjalanan dinasnyadapat ditanggung oleh penyelenggara.

(2) Panitia penyelenggara menyampaikan pemberitahuan

mengenai pembebanan biaya Perjalanan dinas

sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dalam

surat/undangan mengikuti rapat, seminar, dan sejenisnya.

(3) Dalam hal biaya Perjalanan dinas untuk mengikuti

kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak ditanggung atau tidak memanfaatkan fasilitas yang disediakan oleh penyelenggara, maka biaya Perjalanan dinas dibebankan pada DPA-SKPD Penerbit SPPD.

(10)

Dok. Informasi Hukum - JDIH Biro Hukum Setda Prov Jatim

(4) Apabila menghadiri kegiatan yang akomodasi dan

konsumsi ditanggung oleh penyelenggara, pelaksana SPPD hanya mendapatkan Bantuan Transport/Tiket dan Uang Saku.

(5) Untuk menghadiri suatu kegiatan rapat, seminar, dan

kegiatan lainnya, pelaksana SPPD dapat menginap pada

hotel/tempat penginapan yang sama dengan

penyelenggaraan kegiatan tersebut.

(6) Dalam hal tarip penginapan pada hotel/tempat

penginapan sebagaimana dimaksud pada ayat (5) lebih tinggi dari standart satuan yang ditetapkan oleh Gubernur, maka pelaksana SPPD menggunakan fasilitas kamar dengan tarip terendah pada hotel/tempat penginapan dimaksud.

(7) Apabila fasilitas kamar sebagaimana dimaksud pada ayat

(6) tidak tersedia, dapat menggunakan fasilitas

diatasnyadengan menyertakan surat keterangan dari pihak hotel/tempat penginapanyang menerangkan bahwa pada saat penyelenggaraan kegiatan tersebut tidak tersedia fasilitas dengan tarip yang terendah.

(8) Pelaksana SPPD lebih dari 1 (satu) orang dengan

menggunakan 1 (satu) kamar hotel/tempat penginapan,

biayanya dapat ditanggung bersama dengan

memperhatikan standart biaya.

5. Ketentuan Pasal 16 ayat (2) huruf f diubahdanhuruf g dihapus, sehingga Pasal 16 berbunyi sebagai berikut :

Pasal 16

(1) Pelaksana SPPD mempertanggungjawabkan pelaksanaan

Perjalanan Dinas kepada pemberi tugas dan biaya Perjalanan Dinas kepada PA/KPA/KPAP paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah Perjalanan Dinas dilaksanakan.

(2) Pertanggungjawaban biaya Perjalanan dinas

sebagaimanadimaksud pada ayat (1) dengan melampirkan dokumen berupa:

a. Surat Perintah Tugas yang sah dari pejabat yang

berwenang sesuai Pasal 5 ayat (2);

b. SPPD (lembar I) yang telah ditandatangani oleh

PA/KPA/KPAP dan pejabat ditempat pelaksanaan Perjalanan Dinas dan pihak terkait yang menjadi Tempat Tujuan Perjalanan Dinas (lembar II);

c. tiket pesawat, boarding pass, airport tax, retribusi, dan

bukti pembayaran moda transportasi lainnya;

(11)

Dok. Informasi Hukum - JDIH Biro Hukum Setda Prov Jatim

d. bukti pembayaran yang sah untuk sewa kendaraan

berupa kuitansi atau bukti pembayaran lainnya yang dikeluarkan oleh badan usaha yang bergerak di bidang jasa penyewaan kendaraan;

e. bukti pembayaran hotel atau tempat menginap lainnya;

f. bagi pelaksana SPPD yang menginap di hotel dengan

menggunakan voucher melampirkan fotocopy voucher dengan mencantumkan nomor kamar, tanggal check-in dan check-out yang diketahui pihak hotel;

g. dihapus.

h. surat keterangan dari pihak hotel atau tempat

menginap atau travel yang mengeluarkan voucher bagi pelaksana SPPD jika fasilitas kamar dengan tarip terendah pada hotel atau tempat ppenginapan sudah tidak tersedia sebagaimana tersebut dalam Lampiran huruf D; dan

i. Laporan Hasil Perjalanan Dinas kepada PA/KPA.

(3) Apabila bukti pengeluaran transportasi dan/atau

penginapan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf c, huruf d dan huruf e tidak diperoleh maka pelaksana SPPD

melampirkan Daftar Pengeluaran Riil sebagaimana

tersebut dalam Lampiran huruf H. Pasal II

Peraturan Gubernur ini mulai berlaku pada tanggal

diundangkan.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan

pengundangan Peraturan Gubernur ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Provinsi Jawa Timur.

Ditetapkan di Surabaya pada tanggal19 Juli 2013

GUBERNUR JAWA TIMUR ttd

(12)

Dok. Informasi Hukum - JDIH Biro Hukum Setda Prov Jatim Diundangkan di Surabaya

Pada tanggal 19 Juli 2013

an. SEKRETARIS DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR

Kepala Biro Hukum ttd

SUPRIANTO, SH, MH Pembina Utama Muda NIP. 19590501 198003 1 010

Referensi

Dokumen terkait

bahwa untuk kelanjutan Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 126 Tahun 2016 tentang Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi Provinsi Jawa Timur Tahun 2016-2019 dan dalam

Sebagai penyempurnaan lebih lanjut Peraturan Daerah Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Timur Nomor 4 Tahun 1979 tentang Dinas Perikanan Daerah Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Timur

Menimbang : bahwa dalam rangka tertib pelaksanaan Program Pendidikan dan Pelatihan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota di Jawa

Menimbang : bahwa tarip dasar retribusi penjualan produksi Daerah sebagaimana diatur dalam Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 71 Tahun 2002 tentang Petunjuk Pelaksanaan

(a) kop naskah dinas yang berisi gambar lambang Negara kuning emas dengan perisai berwarna dan tulisan Gubernur Jawa Timur (untuk Gubernur/Wakil Gubernur), gambar

Sebagai penyempurnaan lebih lanjut Peraturan Daerah Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Timur Nomor 5 Tahun 1979 tentang Dinas Peternakan Daerah Propinsi Daerah Tingkat I Jawa

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Gubernur Jawa Tengah tentang Perubahan Atas Peraturan

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 15 TAHUN 2022 TENTANG PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU PADA SEKOLAH MENENGAH ATAS, SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN, DAN SEKOLAH LUAR