• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA SORONG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA SORONG"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

No. 6/05/9171 Th. XIX, 1 Juni 2016

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN

/

INFLASI KOTA SORONG

MEI

2016

DEFLASI

0,92

PERSEN

Indeks Harga Konsumen (IHK) merupakan salah satu indikator ekonomi yang sering digunakan untuk mengukur tingkat perubahan harga (inflasi/deflasi) di tingkat konsumen, khususnya di daerah perkotaan. Perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukkan pergerakan harga dari paket komoditas yang dikonsumsi oleh rumah tangga. Di Indonesia, tingkat inflasi diukur dari persentase perubahan IHK dan diumumkan ke publik setiap awal bulan (hari kerja pertama) oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Begitu juga Kota Sorong, rilis inflasi dilakukan pada hari kerja pertama setiap awal bulan oleh BPS Kota Sorong.

Mulai Mei 2014, pengukuran inflasi di Indonesia menggunakan IHK tahun dasar 2012=100. Ada beberapa perubahan yang mendasar dalam penghitungan IHK baru (2012=100) dibandingkan IHK lama (2007=100), khususnya mengenai cakupan kota, paket komoditas, dan diagram timbang. Perubahan tersebut didasarkan pada Survei Biaya Hidup (SBH) 2012 yang dilaksanakan oleh BPS, yang merupakan salah satu bahan dasar utama dalam penghitungan IHK. Hasil

Pada bulan Mei 2016 Kota Sorong mengalami deflasi sebesar 0,92 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 122,83. Dari 82 kota Inflasi di Indonesia, 67 kota mengalami inflasi dan 15 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Pontianak yaitu sebesar 1,67 persen dengan IHK 132,06 dan Inflasi terendah terjadi di Kota Palangkaraya yaitu sebesar 0,02 persen dengan IHK sebesar 120,37. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Kota Sorong yaitu sebesar -0,92 persen dengan IHK sebesar 122,83 dan deflasi terendah terjadi di Kota Maumere yaitu sebesar -0,01 persen dengan IHK sebesar 117,15.

 Deflasi di Kota Sorong terjadi karena adanya perubahan indeks pada kelompok-kelompok barang dan jasa, yaitu: kelompok bahan makanan -3,35 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau sebesar 1,60 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar sebesar -0,02 persen; kelompok sandang sebesar -0,25 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,00 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,00 persen dan kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan sebesar 0,24 persen.

Tingkat inflasi tahun kalender 2016 (Mei 2016 terhadap Desember 2015) di Kota Sorong sebesar -0,30 persen, dan tingkat Inflasi tahun ke tahun (Mei 2016 terhadap Mei 2015) di Kota Sorong sebesar 4,57 persen.

(2)

SBH 2012 sekaligus mencerminkan adanya perubahan pola konsumsi masyarakat dibandingkan dengan hasil SBH sebelumnya.

SBH 2012 dilaksanakan di 82 kota, yang terdiri dari 33 ibukota provinsi dan 49 kota besar lainnya. Dari 82 kota tersebut, 66 kota merupakan cakupan kota SBH lama dan 16 merupakan kota baru. Survei ini hanya dilakukan di daerah perkotaan (urban area) dengan total sampel sebanyak 13.608 Blok Sensus dan total sampel rumahtangga sebanyak 136.080. SBH 2012 dilaksanakan secara triwulanan selama tahun 2012 sehingga setiap triwulan terdapat 34.020 sampel rumahtangga. Total sampel SBH 2012 di Kota Sorong sebanyak 120 Blok Sensus yang terbagi 4 triwulan (setiap triwulannya adalah 30 Blok Sensus) dengan jumlah rumah tangga setiap Blok Sensus adalah 10 rumah tangga. Sehingga jumlah rumah tangga sampel SBH 2012 di Kota Sorong ada sebanyak 1.200 rumah tangga.

Paket komoditas nasional hasil SBH 2012 terdiri dari 859 komoditas. Paket Komoditas terbanyak terdapat di Jakarta yaitu 462 komoditas dan yang paling sedikit di Kota Singaraja yaitu sebanyak 225 komoditas. Sedangkan untuk Kota Sorong menurut hasil SBH 2012 terdapat sebanyak 316 komoditas.

Berdasarkan hasil pemantauan BPS Kota Sorong pada Mei 2016 terjadi deflasi 0,92 persen, atau terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 123,97 pada April 2016 menjadi 122,83 pada Mei 2016. Tingkat inflasi tahun kalender (Mei 2016 terhadap Desember 2015) sebesar -0,30 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Mei 2016 terhadap Mei 2015) sebesar 4,57 persen.

Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh penurunan indeks pada beberapa kelompok barang dan jasa, yaitu: kelompok Bahan Makanan sebesar -3,35 persen; kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau sebesar 1,60 persen; kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar lainnya sebesar -0,02 persen; kelompok Sandang sebesar -0,25 persen; kelompok Kesehatan sebesar 0,00 persen; kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga sebesar 0,00 persen dan kelompok Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan sebesar 0,24 persen.

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada bulan Mei 2016 antara lain Sirih, Bunga Pepaya, Gula Pasir, Pepaya, Wortel dan Bawang Putih. Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga yaitu Ikan Kembung/Lema Segar, Daun Singkong, Ikan Kawalina Segar, Ikan Teri/Puri Segar, Jeruk Nipis/Limau dan Ikan Kakap Merah Segar.

Kelompok komoditas yang memberikan andil/sumbangan terhadap perubahan indeks pada Mei 2016, yaitu: kelompok bahan makanan -1,1871 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,2396 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar -0,0047 persen; kelompok sandang -0,0107 persen; kelompok kesehatan 0,0000 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,0000 persen; dan kelompok transpor, komunikasi,dan jasa keuangan 0,0362 persen.

(3)

Tabel 1

IHK dan Tingkat Inflasi Kota Sorong Mei 2016, Tahun Kalender 2016 dan Tahun ke Tahun menurut Kelompok Pengeluaran (2012 = 100)

Kelompok Pengeluaran IHK April 2016 IHK Mei 2016 Inflasi Mei 2016 *) Laju Inflasi tahun Kalender 2016 **) Tahun ke Inflasi Tahun ***)

[1] [2] [3] [4] [5] [6]

U m u m 123.97 122.83 -0.92 -0.30 4.57

1 Bahan Makanan 134.69 130.18 -3.35 -1.52 8.14

2 Makanan Rokok dan Tembakau Jadi, Minuman, 133.53 135.67 1.60 1.70 8.16

3 Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan bakar 117.84 117.82 -0.02 0.25 1.87

4 Sandang 100.54 100.29 -0.25 0.00 0.76

5 Kesehatan 122.32 122.32 0.00 2.09 5.34

6 Pendidikan, Rekreasi dan Olah Raga 98.62 98.62 0.00 0.34 -8.58

7 Transpor dan Komunikasi dan Jasa Keuangan 120.08 120.37 0.24 -1.14 2.99 *) Persentase perubahan IHK bulan Mei 2016 terhadap IHK bulan sebelumnya

**) Persentase perubahan IHK bulan Mei 2016 terhadap IHK bulan Desember 2015 ***) Persentase perubahan IHK bulan Mei 2016 terhadap IHK bulan Mei 2015

Tabel 2

Sumbangan Kelompok Pengeluaran terhadap Inflasi Kota Sorong (2012=100) Mei 2016 (Persen)

KELOMPOK PENGELUARAN ANDIL INFLASI(%)

[1] [2]

U M U M -0.92

1. BAHAN MAKANAN -1,1871

2. MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK & TEMBAKAU 0,2396 3. PERUMAHAN, AIR, LISTRIK, GAS & BAHAN BAKAR -0.0047

4. SANDANG -0,0107

5. KESEHATAN 0,0000

6. PENDIDIKAN, REKREASI & OLAHRAGA 0,0000

7. TRANSPOR, KOMUNIKASI & JASA KEUANGAN 0,0362

(4)

Gambar 1

Perkembangan IHK Kota Sorong (2012=100), Desember 2013–Mei 2016

Gambar 2

Sumbangan Kelompok Pengeluaran Terhadap Inflasi Kota Sorong (2012=100) Mei 2016

(5)

URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN 1. Bahan Makanan

Kelompok bahan makanan pada bulan Mei 2016 mengalami deflasi sebesar 3,35 persen atau terjadi penurunan indeks dari 134,69 pada April 2016 menjadi 130,18 pada Mei 2016.

Dari 11 subkelompok dalam kelompok Bahan Makanan, 3 subkelompok mengalami inflasi, 7 subkelompok mengalami deflasi dan 1 subkelompok tidak mengalami perubahan indeks. Inflasi tertinggi terjadi pada subkelompok Daging dan Hasil-hasilnya yaitu sebesar 2,40 persen dan inflasi terendah terjadi pada subkelompok Padi-padian, Umbi-umbian dan Hasilnya serta subkelompok Lemak dan Minyak yaitu masing-masing sebesar 0,03 persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi pada subkelompok Ikan Segar yaitu sebesar -11,97 persen dan deflasi terendah terjadi pada subkelompok Buah-buahan yaitu sebesar -0,70 persen.

Kelompok ini pada Mei 2016 memberikan sumbangan deflasi sebesar 1,1871 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi antara lain: Daging Ayam Ras sebesar 0,1368 persen; Bawang Putih sebesar 0,0884 persen; Sawi Hijau sebesar 0,0328 persen; Cabai Merah sebesar 0,0214 persen dan Bunga Pepaya sebesar 0,0200 persen. Sedangkan komoditas yang dominan memberikan sumbangan deflasi antara lain: Ikan Kembung/Lema Segar sebesar -0,4703 persen; Ikan Cakalang/Sisik Segar sebesar -0,2458 persen; Ikan Teri/Puri Segar sebesar -0,1548 persen; Bawang Merah sebesar -0.0971 persen; Cabai Rawit sebesar -0,0946 persen dan Ikan Kawalina Segar sebesar -0,0919 persen.

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau

Kelompok ini pada Mei 2016 mengalami inflasi sebesar 1,60 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 133,53 pada April 2016 menjadi 135,67 pada Mei 2016.

Dari 3 subkelompok dalam kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau; 2 subkelompok mengalami inflasi dan 1 subkelompok tidak mengalami perubahan indeks. Subkelompok yang mengalami inflasi tertinggi adalah subkelompok Minuman yang Tidak Beralkohol yaitu sebesar 5,77 persen. Sedangkan subkelompok yang mengalami inflasi teendah adalah subkelompok Tembakau dan Minuman Beralkohol sebesar 0,54 persen. Subkelompok yang tidak mengalami perubahan indek yaitu subkelompok Makanan Jadi.

Kelompok ini pada Mei 2016 secara keseluruhan memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,2396 persen. Komoditas dominan memberikan sumbangan inflasi yaitu Gula Pasir sebesar 0,1176 persen, Air Kemasan sebesar 0,0759 persen dan Sirih sebesar 0,0144 persen. Sedangkan sebaliknya tidak ada komoditas yang dominan memberikan sumbangan deflasi.

3. Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar

Kelompok ini pada Mei 2016 mengalami deflasi sebesar 0,02 persen atau terjadi penurunan indeks dari 117,84 pada April 2016 menjadi 117,82 pada Mei 2016.

(6)

Dari 4 subkelompok dalam kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar, 1 subkelompok mengalami inflasi, 1 subkelompok mengalami deflasi dan 2 subkelompok tidak mengalami perubahan indeks. Inflasi terjadi pada subkelompok Penyelenggaraan Rumahtangga sebesar 0,03 persen, deflasi terjadi pada subkelompok Bahan Bakar Penerangan dan Air sebesar -1,04 persen sedangkan subkelompok Biaya Tempat Tinggal dan subkelompok Perlengkapan Rumah Tangga tidak mengalami perubahan indeks.

Pada Mei 2016 kelompok ini secara umum memberikan sumbangan deflasi sebesar 0,0047 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi adalah Sabun Cair/Cuci Piring sebesar 0,0006 persen. Sedangkan komoditas yang dominan memberikan sumbangan deflasi adalah Tarif Listrik sebesar -0,0053 persen. 4. Sandang

Kelompok Sandang pada bulan Mei 2016 mengalami deflasi sebesar 0,25 persen atau terjadi penurunan indeks dari 100,54 pada April 2016 menjadi 100,29 pada Mei 2016.

Dari 4 subkelompok di kelompok Sandang, hanya 1 subkelompok mengalami deflasi yaitu subkelompok Barang Pribadi dan Sandang Lain. Sedangkan sunkelompok lainnya tidak mengalami perubahan indek. Subkelompok tersebut yaitu subkelompok Sandang Laki-laki, subkelompok Sandang Wanita dan subkelompok Sandang Anak-anak.

Pada Mei 2016 kelompok ini secara umum memberikan sumbangan deflasi sebesar 0,0107 persen. Tidak ada komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi. Sedangkan sebaliknya komoditas yang dominan memberikan sumbangan deflasi adalah Emas Perhiasan sebesar 0,0107 persen.

5. Kesehatan

Kelompok Kesehatan pada bulan Mei 2016 tidak mengalami perubahan angka indeks. Adapun nilai Indeksnya adalah sebesar 122,32.

Dari 4 subkelompok di kelompok Kesehatan, seluruhnya tidak mengalami perubahan indeks. Subkelompok tersebut antara lain subkelompok Jasa Kesehatan, subkelompok Obat-obatan, subkelompok Jasa Perawatan Jasmani dan Perawatan Jasmani dan Kosmetika. Kelompok ini pada Bulan Mei 2016 secara keseluruhan memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,0000 persen.

6. Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga

Kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga pada bulan Mei 2016 tidak mengalami perubahan angka indeks. Adapun nilai Indeksnya adalah sebesar 98,62.

Dari 5 subkelompok di kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga, yaitu subkelompok Pendidikan, subkelompok Kursus-kursus/Pelatihan, subkelompok Perlengkapan/Peralatan Pendidikan, subkelompok Rekreasi dan subkelompok Olahraga tidak mengalami perubahan indeks. Kelompok ini pada Bulan Mei 2016 secara keseluruhan memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,0000 persen.

(7)

7. Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan

Kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan pada Mei 2016 mengalami inflasi sebesar 0,24 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 120,08 pada bulan April 2016 menjadi 120,37 pada bulan Mei 2016.

Dari 4 subkelompok dalam kelompok ini, 1 subkelompok mengalami deflasi yaitu subkelompok Transpor sebesar 0,33 persen. Sedangkan 3 subkelompok lainnya tidak mengalami perubahan indeks yaitu subkelompok Komunikasi dan Pengiriman; subkelompok Sarana dan Penunjang Transpor serta subkelompok Jasa Keuangan. Secara keseluruhan kelompok ini pada Mei 2016 memberikan sumbangan terhadap deflasi sebesar 0,0362 persen. Komoditas yang memberikan sumbangan inflasi yaitu Angkutan Udara sebesar 0,0362 persen.

(8)

PERBANDINGAN INFLASI TAHUNAN

Tingkat inflasi tahun kalender (Mei 2016 terhadap Desember 2015) sebesar 0,62 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Mei 2016 terhadap Mei 2015) sebesar 5,74 persen. Sedangkan tingkat inflasi pada periode yang sama tahun kalender 2012, 2013, 2014 dan 2015 masing-masing 0,94 persen; 2,33 persen; 0,82 persen dan 1,03 persen.Sedangkan tingkat inflasi tahun ke tahun untuk Mei 2012 terhadap Mei 2011, Mei 2013 terhadap Mei 2012, Mei 2014 terhadap Mei 2013 dan Mei 2015 terhadap Mei 2014 masing-masing 4,06 persen; 6,56 persen; 7,03 persen dan 7,06 persen.

Tabel 3

Inflasi Bulanan, Tahun kalender, Tahun ke Tahun Tahun 2012–2016 Inflasi 2012 2013 2014 2015 2016 (1) (2) (3) (4) (5) (5) 1. Mei 0,57 0,29 0,60 0,19 -0,92 2. Tahun Kalender 1,51 2,63 1,43 1,33 -0,30 3. Tahun ke Tahun 4,55 6,27 7,03 6,62 4,57 Gambar 3

(9)

Perbandingan Antarkota di Wilayah Indonesia Bagian Timur

Kota-kota IHK di wilayah Indonesia Bagian Timur yang berjumlah 18 kota, pada Mei 2016 tercatat 14 kota mengalami inflasi dan 4 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Ambon sebesar 1,64 persen dengan IHK 122,65 dan inflasi terendah terjadi di Kota Mamuju sebesar 0,0,13 persen dengan IHK 122,28. Sedangkan Deflasi tertinggi terjadi di Kota Sorong sebesar -0,92 persen dengan IHK sebesar 122,83 dan deflasi terendah terjadi di Kota Makassar sebesar -0,10 persen dengan IHK sebesar 123,79. (Lihat Tabel 4).

Tabel 4

Perbandingan Indeks dan Inflasi/Deflasi Mei 2016 Kota-Kota di Wilayah Indonesia Bagian Timur

(2012=100) K O T A Mei 2016 IHK Inflasi/Deflasi (%) (1) (2) (3) 1. AMBON 122.65 1.64 2. BAU-BAU 127.82 1.44 3. PALU 124.75 0.80 4. MERAUKE 128.16 0.74 5. JAYAPURA 125.55 0.70 6. PARE-PARE 119.91 0.65 7. MANOKWARI 116.63 0.64 8. BULUKUMBA 127.02 0.29 9. TERNATE 128.08 0.29 10. WATAMPONE 118.39 0.28 11. GORONTALO 120.42 0.26 12. KENDARI 119.61 0.15 13. MANADO 123.01 0.14 14. MAMUJU 122.28 0.13 15. MAKASSAR 123.79 -0.10 16. PALOPO 120.68 -0.39 17. TUAL 135.28 -0.60 18. SORONG 122.83 -0.92

(10)

Tabel 5

Indeks Harga Konsumen Kota Sorong, Laju Inflasi Bulanan, Laju Inflasi Tahun Kalender dan Laju Inflasi Tahunan (Year on Year) pada Bulan Mei 2016 (2012 = 100)

Kelompok/Sub Kelompok IHK Mei 2015 IHK April 2016 IHK Mei 2016 Inflasi Mei 2016

Inflasi Tahun Kalender Mei 2016 Inflasi Tahunan Mei 2016 UMUM 117.46 123.97 122.83 -0.92 -0.30 4.57 I BAHAN MAKANAN 120.38 134.69 130.18 -3.35 -1.52 8.14

Padi-padian, Umbi-umbian dan Hasilnya 111.80 114.92 114.96 0.03 0.20 2.83

Daging dan Hasil-hasilnya 119.02 131.85 135.02 2.40 2.72 13.44

Ikan Segar 130.51 154.60 136.10 -11.97 -8.51 4.28

Ikan Diawetkan 126.63 128.20 125.05 -2.46 -3.51 -1.25

Telur, Susu dan Hasil-hasilnya 124.47 129.71 128.27 -1.11 -2.44 3.05

Sayur-sayuran 112.12 129.86 125.58 -3.30 -10.66 12.00

Kacang – kacangan 135.77 138.40 135.76 -1.91 -1.19 -0.01

Buah – buahan 118.39 123.47 122.60 -0.70 3.03 3.56

Bumbu - bumbuan 130.40 165.92 161.41 -2.72 15.28 23.78

Lemak dan Minyak 112.26 113.67 113.70 0.03 1.04 1.28

Bahan Makanan Lainnya 106.34 110.13 110.13 0.00 0.58 3.56

II MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK & TEMBAKAU 125.44 133.53 135.67 1.60 1.70 8.16

Makanan Jadi 126.96 130.15 130.15 0.00 0.16 2.51

Minuman yang Tidak Beralkohol 114.48 123.77 130.91 5.77 8.49 14.35

Tembakau dan Minuman Beralkohol 134.56 150.88 151.69 0.54 -1.64 12.73

III PERUMAHAN,AIR,LISTRIK,GAS & BAHAN BAKAR 115.66 117.84 117.82 -0.02 0.25 1.87

Biaya Tempat Tinggal 107.63 109.79 109.79 0.00 0.71 2.01

Bahan Bakar, Penerangan dan Air 137.01 139.26 139.13 -0.09 -1.03 1.55

Perlengkapan Rumahtangga 113.46 114.84 114.84 0.00 0.27 1.22 Penyelenggaraan Rumahtangga 114.14 116.97 117.01 0.03 1.58 2.51 IV SANDANG 99.53 100.54 100.29 -0.25 0.00 0.76 Sandang Laki-laki 97.66 98.65 98.65 0.00 0.15 1.01 Sandang Wanita 101.81 103.20 103.20 0.00 0.47 1.37 Sandang Anak-anak 97.35 97.73 97.73 0.00 0.05 0.39

Barang Pribadi dan Sandang Lain 103.57 105.12 103.46 -1.58 -1.17 -0.11

V KESEHATAN 116.12 122.32 122.32 0.00 2.09 5.34

Jasa Kesehatan 124.63 132.65 132.65 0.00 3.93 6.44

Obat-obatan 115.90 117.73 117.73 0.00 1.58 1.58

Jasa Perawatan Jasmani 114.70 115.80 115.80 0.00 0.96 0.96

Perawatan Jasmani dan Kosmetika 112.52 120.45 120.45 0.00 1.56 7.05

VI PENDIDIKAN, REKREASI DAN OLAH RAGA 107.88 98.62 98.62 0.00 0.34 -8.58

Pendidikan 108.06 90.52 90.52 0.00 0.00 -16.23

Kursus-kursus / Pelatihan 102.97 102.97 102.97 0.00 0.00 0.00

Perlengkapan / Peralatan Pendidikan 102.56 106.09 106.09 0.00 1.99 3.44

Rekreasi 110.76 110.95 110.95 0.00 0.17 0.17

Olahraga 101.90 101.90 101.90 0.00 0.00 0.00

VII TRANSPOR,KOMUNIKASI DAN JASA KEUANGAN 116.87 120.08 120.37 0.24 -1.14 2.99

Transpor 124.38 129.19 129.62 0.33 -1.68 4.21

Komunikasi Dan Pengiriman 100.53 100.53 100.53 0.00 0.00 0.00

Sarana dan Penunjang Transpor 102.29 102.36 102.36 0.00 0.26 0.07

Jasa Keuangan 122.16 123.77 123.77 0.00 1.32 1.32

Catatan:

a. Inflasi Mei 2016 adalah persentase perubahan IHK bulan Mei 2016 terhadap IHK bulan April 2016.

b. Inflasi Tahun Kalender Mei 2016 adalah persentase perubahan IHK bulan Mei 2016 terhadap IHK bulan Desember 2015 c. Inflasi Tahunan Mei 2016 adalah persentase perubahan IHK bulan Mei 2016 terhadap IHK bulan Mei 2015.

(11)

Diterbitkan oleh :

Badan Pusat Statistik Kota Sorong

Jl. Merpati No 7,RemuUtara, Kota Sorong

Telp. (0951) 321845

Email: [email protected]

Website: http://sorongkota.bps.go.id

Contact Person:

Novi Andy Dwi Setyawan, M.Si(08124833069)

Anna Kristiana Yunita, S.ST (081328190038)

Referensi

Dokumen terkait

Elevasi ekstremitas bawah ini diharapkan bisa menjadi salah satu metode perawatan pasien dengan ulkus diabetik untuk mempercepat proses penyembuhan ulkus. The

kalkulator dikemukakan oleh Van de Walle (2008) adalah sebagai berikut: 1) Kalkulator tidak membahayakan bagi siswa, dan setiap guru harus memberikan batasan pada

Budiono, Guru Kelas VIA MI Badrussalam Kali Kendal Surabaya, Wawancara Pribadi, 10 Oktober 2017... kesempatan yang sama untuk memberikan konstribusi mereka dan mendengarkan pandangan

Istilah management berasal dari kata “to manage” yang berarti mengatur, melaksanakan, mengelola, mengendalikan, dan memperlakukan. Namun kata manajemen sendiri

Penelitian ini merupakan upaya untuk mengetahui biografi KH. Wahid Hasyim dalam pembaharuan sistem pendidikan pesantren. Abdul Wahid Hasyim relevansi pembaharuan

Penelitian terhadap unjuk kerja proses elektrolisa telah dilakukan dengan dua sistem, yakni direct system yang menggunakan sumber daya langsung yang dinamis dari

has been approved by BIRO KLASIFIKASI INDONESIA in accordance with the requirements of BKI's Rules based upon the approval test as follows:.. telah disetuiui oleh

Dalam pencapaian tujuan tersebut media memegang peranan penting sebab dengan adanya media ini bahan dengan mudah dipahami oleh siswa (Sudjana,2009:99). Media barang produk