• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH LAMA DAN MEDIA PENYIMPANAN BENIH TERHADAP PERKECAMBAHAN KARET (Hevea brasiliensis Muell Arg) KLON PB 260

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENGARUH LAMA DAN MEDIA PENYIMPANAN BENIH TERHADAP PERKECAMBAHAN KARET (Hevea brasiliensis Muell Arg) KLON PB 260"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel  1  Rata-rata  Persentase  Perkecambahan  benih  pada  perlakuan  lama  penyimpanan  dan  media penyimpanan
Tabel  2  Rata-rata  laju  perkecambahan  benih  karet  pada  perlakuan  lama  penyimpanan  dan  media penyimpanan
Tabel 3 Rata-rata tinggi tunas (cm) pada pengamatan 10 hss dan 20 hss
Tabel 6 Rata-rata panjang akar (cm) pada pengamatan umur 15 hss dan 20 hss pada perlakuan  lama penyimpanan dan media penyimpanan
+2

Referensi

Dokumen terkait

(2014) menyatakan pemberian kombinasi BAP dan NAA pada media MS untuk kultur jaringan tanaman karet menunjukkan pengaruh yang berbeda nyata terhadap persentase

Dari hasil analisis data yang dilakukan, diperoleh bahwa perlakuan lama penyinaran dan komposisi media yang berbeda memberikan pengaruh nyata terhadap persentase

Dari hasil analisis data yang dilakukan, diperoleh bahwa perlakuan lama penyinaran dan komposisi media yang berbeda memberikan pengaruh nyata terhadap persentase

(2014) menyatakan pemberian kombinasi BAP dan NAA pada media MS untuk kultur jaringan tanaman karet menunjukkan pengaruh yang berbeda nyata terhadap persentase

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media kecambah tanah yang dicampur arang limbah gergaji dan arang sekam dalam perkecambahan benih Aquilaria

Hal ini menunjukkan bahwa media pasir dan arang sekam merupakan media yang dapat digunakan untuk proses perkecambahan awal benih aren. Media perkecambahan ternyata

Hal ini menunjukkan bahwa media pasir dan arang sekam merupakan media yang dapat digunakan untuk proses perkecambahan awal benih aren. Media perkecambahan ternyata

karet pada percobaan jenis mata entres pada beberapa klon 3 variabel berbeda nyata yaitu variabel presentase tunas yang tumbuh, variabel tinggi tunas hasil