.BAB I PENDAHULUAN. untuk berhasil upaya perubahan sebuah organisasi. seorang pemimpin sendiri. Banyak yang memiliki pandangan bahwa pemimpin

Teks penuh

(1)

.BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Peningkatan globalisasi dan dampak kemajuan teknologi telah mengubah lingkungan di mana organisasi harus bersaing. Keberhasilan banyak organisasi tergantung pada persiapan dan kemampuan untuk cepat merespon perubahan. Peran kepemimpinan dalam berkomunikasi yang baik sangat penting untuk keberhasilan perubahan organisasi.

Komunikasi sangat penting untuk keberhasilan pelaksanaan organisasi dalam perubahan dan kurangnya komunikasi juga merupakan alasan yang signifikan untuk kegagalan organisasi dalam mewujudkan perubahan. Masalah komunikasi dan masalah kepemimpinan kadang-kadang memberikan kontribusi untuk berhasil upaya perubahan sebuah organisasi.

Kunci keberhasilan dalam perusahaan tidak pernah lepas dari peran pemimpin (Leadership). Banyak orang yang ingin menjadi seorang pemimpin akan tetapi menjadi seorang pemimpin tidaklah mudah. Seorang pemimpin memegang tanggung jawab yang sangat besar dalam perusahaan Penyebab kegagalan untuk menjadi seorang pemimpin adalah salah mendefinisikan arti dari seorang pemimpin sendiri. Banyak yang memiliki pandangan bahwa pemimpin adalah sebuah posisi atau jabatan yang berhasil di raih di posisi atas. Begitu banyak pandangan tentang kepemimpinan sehingga membuat definisi mengenai pemimpin sendiri menjadi bias.

(2)

Menurut Daft (2011) Kepemimpinan adalah hubungan mempengaruhi antara pemimpin dan pengikutnya yang bertujuan untuk mencapai perubahan nyata dan memperoleh hasil yang sesuai dengan tujuan bersama. Sedangkan menurut Dubrin (2010) Kepemimpinan ialah kemampuan menginspirasi untuk memperoleh kepercayaan dan dukungan dari orang-orang diperlukan untuk mencapai tujuan organisasi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi pengikut untuk mencapai tujuan bersama. Sehingga pemimpin adalah arahan yang diikuti oleh para pengikut untuk menuju keberhasilan.

Orang dapat disebut pemimpin apabila dapat mempengaruhi sesorang untuk menuju kearah yang baik, tidak peduli ia perempuan atau laki-laki. Namun, menurut data dari insitusi StockWatch dari 398 CEO perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, jumlah perempuannya hanya 19 orang atau 4,77%. Begitu pula dengan kuantitas direktur perempuan, dari 1.289 direktur di perusahaan yang telah go public, porsi perempuan hanya 12,02% atau 155 orang saja. Presentase CEO perempuan di perusahaan public yang terdaftar di SWA100 tahun 2008 hanya 2% saja. (Swa Majalah, 2009).

Dari data diatas dapat kita lihat bahwa jumlah pemimpin perempuan sangat sedikit, dapat disimpulkan bahwa perempuan masih sulit untuk menjadi pemimpin di dunia bisnis. Padahal bukan tidak mungkin perusahaan dengan dipimpin perempuan dapat menjadi lebih berhasil dibandingkan perusahaan yang dipimpin oleh laki-laki.

(3)

Berdasarkan data yang dilakukan oleh Credit Suisse (2012) pada perusahaan yang setidaknya memiliki satu perempuan yang menjabat sebagai pemimpin direksi, performanya 26% lebih tinggi daripada perusahaan saingannya yang selama 6 tahun. Hasil penelitian juga menunjukan bahwa dengan memiliki atasan seorang perempuan juga menunjukan performa yang baik dalam pembagian harga, keuntungan dan memiliki hutang 2% lebih sedikit dalam perusahaan.

Hasil penelitian lainya juga menjelaskan bahwa perusahaan yang dipimpin perempuan memiliki tingkat pengembalian modal ratarata sebesar 16%, sementara perusahaan lainnya hanya 12%. Tidak hanya itu pertumbuhan pendapatan perusahaan pun dapat mencapai 14% sedangkan perusahaan lain yang tidak dipimpin oleh seorang pemimpin perempuan pertumbuhannya hanya mencapai 10% saja. (DetikCom, 2012).

Fakta yang telah diuraikan diatas belum cukup menginspirasi banyak orang untuk mengakui kemampuan para perempuan.Bahkan menurut Catalyst pula, sekitar 10 persen dari 500 perusahaan papan atas di Amerika, dan 40 persen dari 500 perusahaan terbesar di Kanada, tidak memiliki pemimpin perempuan di jajaran direksinya.

Diskriminasi gender masih dialami perempuan Indonesia dalam upaya menduduki jabatan tinggi di perusahaan. Sebuah survei yang dilakukan oleh lembaga survei McKinsey dan Femina terhadap 500 perempuan bekerja yang menduduki posisi junior manager, eksekutif, hingga CEO, di seluruh Indonesia, mengungkap fakta bahwa 47 persen dari separuh responden lulusan sarjana

(4)

mampu menduduki jabatan di entry level. Sedangkan pada level middle management, porsi perempuan semakin menurun dan hanya tersisa 20 persen saja. Jumlah ini semakin mengecil pada level direksi, yaitu enam persen di level direksi dan lima persen di posisi CEO. (Kompas, 2012).( journal AGORA Vol. 2, No. 2, (2014),Jessie Amanda Zabrina dan Roy Setiawan Program Manajemen Bisnis, Program Studi Manajemen, Universitas Kristen Petra Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya ).

Para perempuan Indonesia saat ini mulai menunjukkan kemampuan dengan menduduki posisi tertinggi di perusahaan, seperti Karen Agustiawan, Presiden Direktur Pertamina Indonesia, dan Wendy Yap, Presiden Direktur dan CEO PT Nippon Indosari Corpindo (Sari Roti), yang menguasai 90 persen pasar roti Indonesia. Nama mereka bahkan tercatat dalam daftar "Asia's 50 Power Business women 2012" versi Majalah Forbes. Selain itu beberapa pimpinan tertinggi di beberapa perusahaan dunia sudah dipegang oleh perempuan. Misalnya, Sheryl Sandberg -COO Facebook, Virginia Rometty -CEO IBM, dan Marissa Mayer -CEO Yahoo. Perempuan maupun laki-laki.

Menurut Tjiptono (2001) gaya kepemimpinan adalah suatu cara yang digunakan pemimpin dalam berinteraksi dengan bawahannya. Sementara itu, pendapat lain menyebutkan bahwa gaya kepemimpinan adalah pola tingkah laku (kata-kata dan tindakan-tindakan) dari seorang pemimpin yang dirasakan oleh orang lain (Hersey, 2004). Menurut penelitian sebelumnya dikatakan bahwa perempuan memiliki gaya memimpin feminim-maskulin (Stelter, 2002).

Ada pula yang mengatakan dalam penelitian sebelumnya bahwa perempuan memimpin dengan menggunakan gaya transformasional-transaksional

(5)

memiliki hubungan feminim cenderung pada transformasional (van Engen, Rien, & Willemsen, 2001). Sedangkan maskulin cenderung pada transaksional (Verhulp, 2012). Sehingga kedua gaya ini dapat disatukan.

Berdasarkan uraian diatas dapat kita lihat secara tak langsung hal ini merupakan pembuktian nyata bahwa perempuan punya kapabilitas untuk menjadi seorang pimpinan. Perempuan pun memiliki gaya dalam memimpin. Gaya kepemimpinan mempengaruhi kinerja karyawan yang membantu perusahaan dalam mengatasi persaingan.

Sehingga dari fenomena-fenomena yang ada peneliti tertarik untuk menganalisa pemimpin perempuan pada perusahaan layanan dan jasaterkait gaya Kepemimpinan transaksional dalam Kepempinan Perempuan Asertif di PT.CKB Logistics yang didirikan di Jakarta pada tahun 1997.(sumber.website.ckb.co.id)

Gaya komunikasi transaksional dalam kepemimpinan assertif perempuan pada perusahaan transportasi layanan dan jasa PT. CKB Logistics yang memegang peran dalam pembagian tugas yang mengenai kegiatan operasionalnya ke tiga wilayah utama, yakni Sumatra, Kalimantan, dan bagian Indonesia Timur masih dipimpin seorang perempuan sejak tahun 2004 hingga sekarang yang menggunakan gaya kepemimpinan yang di miliki para pemimpin perempuan dimana sebuah kerja keras para bawahannya dihargai sekecil apapun subangsinya untuk kemajuan perusahaan yang bergerak di bidang layanan dan jasa.

Sebagai bahan pertimbangan peneliti ada sebuah penomena yang terjadi pada tayangan stasiun televisi belakangan ini jadi bahan perbanding kasus penelitian ini dalam acara Fear Factor, sebuah acara reality show di televisi

(6)

(pernah ditayangkan oleh salah satu stasiun televisi swasta di Indonesia) yang menyuguhkan tantangan yang sangat ekstrem kepada para pesertanya untuk berkompetisi memperebutkan sejumlah uang, Para peserta kadang-kadang terdiri dari gabungan laki-laki dan perempuan.

Mereka berkompetisi melalui beberapa tantangan ekstrem untuk menguji ketahanan fisik dan psikisnya. Dari beberapa episode tayangan, ternyata tidak sedikit yang menjadi pemenangnya justru dari kalangan perempuan. Artinya, mithos yang selama ini perempuan dianggap sebagai makhluk lemah, dengan menyaksikan tayangan acara televisi tersebut kita bisa melihat bahwa sebenarnya kaum perempuan pun bisa menunjukkan dirinya sebagai makhluk yang luar biasa kuat dan berani, dan tidak kalah dari kaum laki-laki. Secara esensial dalam manajemen dan kepemimpinan pun pada dasarnya tidak akan jauh berbeda dengan kaum laki-laki.

Mari mencatat beberapa tokoh perempuan yang berhasil menjadi pemimpin, Margareth Tatcher di Inggris yang dijuluki sebagai “Si Wanita Besi”, Indira Gandhi di India, Cory Aquino di Philipina, Megawati di Indonesia dan tokoh-tokoh perempuan lainnya.( http://www.artikelbagus.com/2011/12/18).

Menurut R.Wayne Pace dan Don F. Faules dalam bukunya organizational communication strategic to improve company performance mengatakan iklim komunikasi merupakan gabungan dari persepsi suatu evaluasi makro mengenai peristiwa komunikasi,perilaku manusia ,respons pegawai terhadap pegawai lainya,harapan-harapan,komplik-komplik antar personal dan kesempatan bagi pertumbuhan dalam organisasi.

(7)

Fenomena iklim komunikasi ini terjadi saat kepempinan laki-laki di PT.CKB Logistics ketika di bawah kepemimpinan laki-laki cenderung melihat kedekatan atasan dan bawahaan yang mengakibatkan tidak ada lagi proposional dalam bekerja sehingga atas dasar kedekatan bawahan memudahkan tugas serta tanggung jawab untuk membuat raporan-laporan kerja yang sudah di lakukan yang seharusnya di berikan oleh atasan agar dapat melihat hasil dari pekerjaan yang sudah di lakukannya untuk review hasil dari pekerjaan oleh pimpinan laki-laki, pola yang di bangun kepemimpinan laki-laki hasil bukan lagi proses,berbeda dengan iklim komunikasi kepemimpinan perempuan PT.CKB Logistics, proses di kedepankan,bagaimana pekerjaan seorang bawahan melakukan tugas dan tanggung jawabnya untuk mencapai hasil maksimal dalam proses pekerjaan tersebut yang akan menghasilkan raporan tepat waktu guna menganalisa kurang lebihnya proses itu berjalan menghasilkan raporan tepat waktu,sangat penting untuk keberhasilan pelaksanaan organisasi dalam melakukan perubahan.( R.Wayne Pace dan Don F. Faules, 2010 hal:148).

1.2 . Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang jurnal sebelumnya, maka rumusan masalah pada penelitian ini adalah : Bagaimana Gaya kepemimpinan Transaksional dalam Komunikasi Perempuan Asertif Perusahaan Transportasi (Studi Kasus PT. CKB Logistics) dapat meningkatan kinerkerja para karyawan dapat berproduktivitas dengan baik sesuai visi /misi perusahaan serta dapat berprestasi dalam bekerja di bidangnya masing-masing.

(8)

1.3 . Maksud dan Tujuan Peneliti

Maksud penelitian ini adalah mengkaji secara mendalam Gaya kepemipinan Transaksional dalam komunikasi Perempuan Asertif diperusahaan Transportasi di PT.CKB Logistics yang bergerak di bidang layanan/ jasa dan untuk dapat mengetahui bagaimana proses gaya komunikasi kepemimpinan perempuan dalam menjalankan visi/misi perusahaan yang bergerak di bidang layanan dan jasa.

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Gaya kepemimpinan Transaksional dalam Komunikasi Perempuan Asertif diperusahaan Transportasi yang bergerak di bidang layanan dan jasa serta mengklarilifikasi isu-isu yang datang dari dalam maupun dari luar dengan Gaya Kepemimpinan Transaksional perempuan Asertif yang di milikinya.

1.4 . Maanfaat Penelitian 1.4.1.Manfaat Akademis

Penelitian ini di harapkan bisa menjadi pengembangan ilmu komunikasi dalam Gaya Komunikasi Transaksional dalam Kepemimpinan Perempuan Asertif diperusahaan Transportasi yang bergerak di bidang layanan dan jasa serta menambah wawasan ilmu komunikasi dalam pengetahuan terkait gaya kepemimpinan Transaksional dalam komunikasi perempuan Asertif perusahaan Transportasi ( Studi Kasus PT.CKB Logistics).

1.4.2. Manfaat Praktis

Kajian penelitian ini di harapkan dapat mengungkapkan bagaimana Gaya Kepemimpinan Transaksional dalam Komunikasi Perempuan Asertif

(9)

diperusahaan Transportasi yang bergerak di bidang layanan dan jasa,serta diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan sumbangan bagi para pemimpi perempuan di PT.CKB Logistics untuk memperluas wawasan dalam mempimpin perusahaan sehingga hasil penelitian ini dapat bermafaat untuk perkembangan perusahaan kedepannya.

Figur

Memperbarui...

Related subjects :