BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
Metodologi penelitian adalah suatu kerangka pendekatan pola pikir dalam rangka menyusun dan melaksanakan suatu penelitian. Tujuannya adalah mengarahkan proses berpikir untuk menjawab permasalahan yang akan diteliti lebih lanjut.
3.1 Objek Penelitian
Penentuan objek penelitian harus terkait dengan pokok permasalahan yang diangkat. Dalam tugas akhir ini, yang menjadi obyek penelitian adalah pengaruh kerja lembur terhadap diagram cash flow, dimana studi kasus diambil pada Proyek Pembangunan Gudang Peleburan Karbon PT.Inalum Kuala Tanjung Kabupaten Batu Bara.
3.2 Metodologi Penelitian
3.2.1 Metode pengumpulan data
1. Studi Lapangan
Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini untuk mendapatkan data lapangan sebagai berikut :Upah kerja harian normal dan kerja lembur, waktu kerja lembur, kurva s, dokumen kontrak dan rencana anggaran biaya (RAB). Penelitian ini mengambil lokasi diproyek pembangunan gudang peleburan karbon PT.Inalum Kuala Tanjung.
2. Studi Literatur
Metodologi ini terdiri dari beberapa data pendukung, baik dari perusahaan maupun buku-buku literatur yang berkaitan dengan judul tugas akhir saya.
3.2.2 Sumber Data
Sumber data dari penulisan tugas akhir ini adalah data kurva s , RAB, upah kerja harian normal dan kerja lembur, waktu kerja lembur dan dokumen kontrak yang didapatkan dari kontraktor dilapangan pada proyek konstruksi pembangunan gudang peleburan karbon PT.Inalum.
START MERUMUSKAN MASALAH TUJUAN PENELITIAN PENGUMPULAN DATA STUDI LAPANGAN 1. Kurva s 2. Rencana anggaran biaya
3. Upah harian normal 4. Upah kerja lembur 5. Waktu kerja lembur
6. Dokumen kontrak
STUDI LITERARTUR Buku- buku literatur yang berhubungan dengan judul
ANALISA DATA
1. Menghitung Waktu Kerja Lembur 2. Menghitung Biaya Kerja Lembur
3. Analisa Diagram Cash Flow
TINJAUAN PUSTAKA
3.3 Teknik Analisa Data
Teknik analisa data adalah cara-cara yang akan digunakan untuk menganalisa data, baik berupa data primer maupun data sekunder melalui studi kasus yang dilakukan pada proyek.
Adapun langkah – langkah dalam menganalisis pengaruh kerja lembur terhadap cash flow diagram antara lain yaitu:
1. Menghitung waktu kerja lembur
Pada langkah ini akan diketahui berapa lama waktu kerja lembur yang dilakukan pada proyek pembangunan gudang peleburan karbon PT. Inalum. Berdasarkan peraturan Menteri Tenaga Kerja Lembur Dan Transmigrasi Republik Indonesia No. KEP. 102/MEN/VI/2004 Tentang Waktu Kerja Lembur Dan Upah Kerja Lembur, bahwa maksimal kerja lembur itu tiga jam perhari. Kontraktor PT. Inalum telah menjalankan sesuai dengan peraturan diatas, untuk menghitung berapa lamanya terjadi kerja lembur pada proyek tersebut yaitu dengan cara waktu kerja lembur perhari dikali dengan jumlah berapa lama dilakukan kerja lembur selama proyek itu berjalan.
2. Menghitung biaya kerja lembur
Pada langkah ini akan diketahui berapa besar biaya yang dikeluarkan selama kerja lembur pada proyek pembangunan gudang peleburan karbon PT. Teknis perhitungan upah lembur ini mengacu pada
2. Cara Menghitung upah sejam adalah 1/ 173 x upah sebulan
Ketentuan – ketentuan cara menghitung upah lembur sebagai berikut: 1. Jika upah pekerjaan secara harian penghitungan besarnya upah
sebulan adalah sebagai berikut :
a. Bagi pekerja yang bekerja enam hari kerja dalam satu minggu, upah satu hari dikalikan 25, dan
b. Bagi pekerja yang berkerja lima hari kerja dalam satu minggu, upah satu hari dikalikan 21.
2. Jika upah pekerja dibayar berdasarkan satuan hasil upah satu bulan adalah upah rata-rata 12 bulan terakhir.
3. Jika upah terdiri dari upah pokok dan tunjangan tetap dasar perhitungan upah lembur adalah 100% dari upah.
4. Jika upah terdiri dari upah pokok, tunjangan tetap dan tunjangan tidak tetap, tetapi jumlah upah pokok ditambah tunjangan tetap lebih kecil dari 75% keseluruhan upah dasar perhitugan upah lembur adalah 75% dari keseluruhan upah.
Setelah dihitung berapa upah lembur, maka dihitung berapa besar biaya yang dikeluarkan kontraktor selama kerja lembur yaitu dengan persamaan sebagai berikut :
C = T x Ul Keterangan : C : Cost
Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada Proyek Pembangunan Gudang Peleburan Karbon PT.Inalum diperoleh perhitungan upah kerja lembur terdiri dari beberapa kriteria yaitu :
a. Kerja lembur yang diadakan dari hari Senin sampai Jumat, upah lembur diperoleh dengan 1/8 x upah harian normal untuk perjam nya. b. Kerja lembur yang diadakan di hari sabtu, upah kerja lembur sama
dengan upah harian normal untuk perjam nya.
c. Kerja lembur yang diadakan pada hari minggu, upah kerja lembur 2 x upah harian normal untuk perjam nya.
3. Menganalisis biaya kerja lembur dengan cash flow diagram
Pada langkah ini akan dianalisis biaya kerja lembur terhadap biaya awal proyek dengan menggunakan diagram cash flow. Perhitungan cash flow seperti berikut :
Adapun langkah – langkah perhitungan cash flow diantara nya: 1. Membuat cash flow in
2. Membuat cash flow out
Gambar 3.3. Diagram Cash Flow Out
3. Menghitung besar present value dari masing– masing cash flow in dan cash flow out.
Dimana present value adalah berapa nilai uang saat ini untuk nilai tertentu di masa yang akan datang.
Dengan rumus :
P = F / ( 1 + i ) n atau P = F ( P/F, i, n)
Keterangan: :
F = future value ( nilai masuk pada bulan ke – n ) P = nilai sekarang
i = suku bunga n = jumlah waktu
Dimana NPV ( net present value ) adalah selisih antara biaya masuk ( cash
in) dan biaya keluar ( cash out).
NPV = P (cash in) – P ( cash out )
Atau dapat juga dicari dengan rumus:
Keterangan :
NB = arus kas bersih i = suku bunga n = jumlah waktu
Cat: jika NPV (+) maka proyek menguntungkan jika NPV (-) maka proyek merugikan
BAB IV
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
4.1 Gambaran UmumProyek pembangunan Gudang Peleburan Karbon PT.Inalum:
Nama Proyek : Pembangunan Gudang Peleburan Karbon
No Kontrak : SIV-SW-51-0146
Nilai Kontrak : Rp. 3.935124.000 Waktu Pelaksanaan : 44 Minggu Kalender Tanggal Pekerjaan Dimulai : 30 Juni 2015
Tanggal Pekerjaan Selesai : 30 April 2016
Lokasi : Kuala Tanjung Kec.Sei Suka
Kab. BatuBara, Sumatera Utara 21257 Pemilik Proyek : PT. INALUM
Kontraktor Pelaksana : PT. WIRATAMA ADJI JAYA
4.2 Pengumpulan Data
Data yang digunakan dalam menganalisis diagram cash flow adalah data yang diperoleh langsung dari kontraktor. Data yang dimaksud didapat dari PT.Wiratama Adji Jaya. Dimana data yang diperoleh adalah :
1. Kurva s
2. Rencana anggaran biaya 3. Upah harian normal 4. Upah kerja lembur 5. Waktu kerja lembur 6. Dokumen kontrak
Selanjutnya data tersebut digunakan untuk menganalisis pengaruh kerja lembur terhadap diagram cash flow untuk mengetahui pengaruhnya pada kontraktor.
4.3 Pengolahan Data
Proses analisis ini menggunakan konsep diagram cash flow, dimana dari diagram tersebut kita dapat mengetahui berapa nilai PV ( Present Value ) atau keadaan keuangan sekarang dari uang masuk dan uang keluar. Kemudian kita mencari nilai NPV ( Net Present Value ).
4.3.1 Waktu Kerja Lembur
Kerja lembur dapat diartikan sebagai jadwal kerja yang direncanakan merujuk pada situasi dimana operasi itu telah dijadwalkan secara teratur untuk melampaui hari yang terdiri dari jam yang normal, 40 jam seminggu.
Keterlambatan pekerjaan merupakan salah satu faktor diadakan nya kerja lembur. Dari kurva s yang diperoleh dapat dilihat bahwa proyek Pembangunan Gudang Peleburan Karbon ini mengalami keterlambatan pekerjaan.
Gambar 4.1. Kurva S realisasi ( Sumber : Data Proyek, 2016 )
Dari progress pekerjaan dapat kita lihat bahwa proyek mengalami penurunan sebesar 10,64% pada bulan ke 6. Proyek mengalami keterlambatan pada pekerjaan konstruksi pengecoran dikarenakan kondisi cuaca yang kurang baik pada waktu itu. Dengan adanya keterlambatan pekerjaan tersebut maka pekerjaan yang lain juga mengalami keterlambatan. Untuk mengejar keterlambatan tersebut maka diadakan jam kerja lembur.
Kerja lembur mulai diadakan pada bulan September 2015. Dimulai dari jam 17.00 sore hingga selesai. Lamanya jam kerja bervariasi sesuai kebutuhan dengan minimal jam kerja lembur 1 jam dan maksimal 7 jam. Adapun perincian mengenai waktu lembur pada proyek Pembangunan Gudang Peleburan Karbon sebagai berikut :
Tabel 4.1 Waktu Kerja Lembur
BULAN TANGGAL JUMLAH JAM
September 2015 14 1,5 15 1,5 17 3,5 18 6,5 29 1,5 Oktober 2015 22 1,5 23 1,5 25 Minggu 26 1,5 29 3 November 2015 3 1,5 4 1,5 5 1,5 6 1,5
Desember 2015
1 7
4 2
7 1,5
8 1
Tabel 4.2 Waktu Kerja Lembur ( Lanjutan )
Januari 2016 7 6,5 8 4 9 Sabtu 11 4 12 2 13 3 16 3 19 4 20 2 22 4 25 4 26 3 27 2 28 4 29 3 Februari 2016 1 2 2 2 3 2 4 2 10 5 11 3,5
15 2 17 2 18 2 22 2 23 2 24 2 25 2 26 2
Gambar 4.2. Kurva S realisasi setelah kerja lembur ( Sumber : Hasil Pengolahan Data, 2016 )
4.3.2 Biaya Kerja Lembur
Dikatakan biaya kerja lembur yaitu biaya yang terdiri dari upah pekerja, biaya tambahan material, biaya peralatan dan biaya tak terduga lain nya seperti penerangan dan biaya tambahan transportasi pekerja.
4.3.2.1 Upah Pekerja
Berdasarkan data yang diperoleh untuk upah pekerja lembur dapat dihitung dengan rumus beberapa kriteria diantara nya:
1. Kerja lembur yang diadakan dari hari Senin sampai Jumat, upah lembur diperoleh dengan 1/8 x upah harian normal untuk perjam nya. 2. Kerja lembur yang diadakan di hari sabtu, upah kerja lembur sama
dengan upah harian normal untuk perjam nya.
3. Kerja lembur yang diadakan pada hari minggu, upah kerja lembur 2 x upah harian normal untuk perjam nya.
Dimana satuan upah harian normal setiap pekerja berbeda sesuai dengan kemampuan pekerja. Berdasarkan rencana anggaran yang diperoleh untuk upah harian normal dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:
Tabel 4.3 Upah Harian Normal Rencana
Description Unit Price ( Rp)
Civil Work Site Manager 425.000 Supervisor 325.000 Foreman 200.000
Tabel 4.4 Upah Harian Normal Rencana ( Lanjutan)
Commno Labour 90.500
Crane Operator 125.000
Ass. Crne Operator 90.500
Electrical Work
Supervisor 325.000
Foreman 200.000
Skill Labour 165.000
Commno Labour 92.500
( Sumber : Rencana Anggaran Biaya Proyek, 2016) Tabel 4.5 Rekapitulasi Upah Kerja Lembur
Bulan Biaya Kerja Lembur ( Rp) September 577.813 Oktober 3.157.750 November 1.765.188 Desember 3.246.282 Januari 13.644.813 Februari 4.938.376 TOTAL 27.330.222
4.3.2.2 Biaya Sewa Alat
Berdasarkan data yang diperoleh setelah diadakan nya kerja lembur atau biaya peralatan secara kenyataan mengalami penambahan. Hal ini dapat dilihat dari tabel berikut :
Tabel 4.6 Biaya Sewa Alat Rencana
DESCRIPTION Q,ty Unit
UNIT
PRICE AMOUND
( Rp ) ( Rp )
Escavator Include Operator and Fuel
10 Days 1.750.000 17.500.000 Pilling Machine 45 Ton/ Pile 5 Days 3.100.000 15.500.000
Truc Crane 10 Ton 46 Days 1.350.000 62.100.000
Tandem Roller 6 Ton 2 Days 1.200.000 2.400.000
Tire Roller 12 Ton 2 Days 900.000 1.800.000
Stamper Machine 2 Days 75.000 150.000
Welding Machine 46 Days 60.000 2.760.000
Concrete Mixer 16 Days 60.000 960.000
Concrete Vibrator 16 Days 30.000 480.000
Gas Cutting Equipment 46 Days 145.000 6.670.000
Grinding Machine 46 Days 30.000 1.380.000
Working Stage 1 Ls 1.000.000 1.000.000
Generator 46 Days 75.000 3.450.000
Drilling Machine 30 Days 30.000 900.000
Carpentary Tools / Brick Tools 1 Ls 1.000.000 1.000.000
Submersible Pump 8 Days 35.000 280.000
Other Tools & Equipment 1 Ls 1.500.000 1.500.000 Tools & Equipment Cost Elect. 0,035 % 50.500.000 1.767.500
Sub - total IV 121.597.500
Tabel 4.7 Biaya Alat Realisasi
URAIAN SATUAN VOLUME UNIT (Rp) TOTAL (Rp)
Escavator Include Operator and
Fuel Days 11 1.750.000 19.250.000
Pilling Machine 45 Ton/ Pile
( include Operator and fuel) Days 5 3.120.000 15.600.000 Truc Crane 10 Ton
( include Operator and fuel ) Days 47 1.400.000 65.800.000 Tandem Roller 6 Ton
( include Operator and fuel ) Days 2 1.200.000 2.400.000 Tire Roller 12 Ton
( include Operator and fuel ) Days 2 906.000 1.812.000
Stamper Machine Days 2 69.000 138.000
Welding Machine Days 45 60.500 2.722.500
Concrete Mixer Days 15 58.000 870.000
Concrete Vibrator Days 16 30.000 480.000
Gas Cutting Equipment Days 45 143.000 6.435.000
Grinding Machine Days 45 30.000 1.350.000
Working Stage Ls 1 1.200.000 1.200.000
Generator Days 45 75.000 3.375.000
Drilling Machine Days 31 30.000 930.000
Carpentary Tools / Brick Tools Ls 1 850.000 850.000
Submersible Pump Days 10 37.500 375.000
Other Tools & Equipment Ls 1 500.000 500.000 Tools & Equipment Cost Elect.
( 3,5% x Elect. Matl Price ) % 0,035 55.450.000 1.940.750
TOTAL 126.028.250
Biaya tambahan = biaya realisasi – biaya rencana = Rp. 126.028.250 – Rp. 116.747.500 = Rp.9.280.750
Dengan demikian dengan adanya kerja lembur mengalami penambahan biaya sebesar Rp.9.280.750.
4.3.2.3 Biaya Lain
Biaya lain dalam hal menyangkut biaya transportasi dan biaya tak terduga lain nya seperti biaya penerangan. Dengan adanya kerja lembur maka biaya transportasi dan biaya penerangan mengalami penambahan.
Tabel 4.8 Biaya Lain Rencana
DESCRIPTION Q,ty Unit
UNIT
PRICE AMOUND
( Rp ) ( Rp )
Transportation of Man Power ( Civil )
155 Days 95.000 14.725.000
Transportation of Man Power
( Electrical ) 12 Days 95.000 1.140.000
Mobilization and demobilization of
Heavy Equip. 1 Ls 10.000.000 10.000.000
Sub total - VI 25.865.000
( Sumber : Rencana Anggaran Biaya Proyek, 2016 Tabel 4.9 Biaya Lain Realisasi
URAIAN SATUAN VOLUME UNIT (Rp) TOTAL
(Rp)
Transportation of Man Power
( Civil ) Days 160 115.000 18.400.000
Transportation of Man Power
Biaya tambahan = biaya realisasi – biaya rencana = Rp.39.550.000 – Rp.25.175.000 = Rp.14.375.000
Dengan demikian dengan adanya kerja lembur mengalami penambahan biaya sebesar Rp.14.375.000.
4.4 Analisis Diagram Cash Flow 4.4.1 Diagram Cash In Rencana
Berdasarkan dokumen kontrak yang diperoleh dapat diketahui alur masuk dana ke proyek terbagi atas dua tahap yaitu :
Tabel 4.10 Rekapitulasi Cash In Rencana
TAHAP BESAR % JUMLAH UANG
( Rp)
I 20% 787.024.800
II 80% 3.148.099.200
( Sumber : Dokumen Kontrak Proyek, 2016 )
Dalam menjalankan proyek ini pihak kontraktor bekerjasama dengan pihak bank dalam bentuk Bank Garansi. Berdasarkan data yang diperoleh besar nya provisi yang dibayar kontraktor kepada pihak Bank adalah sebesar 2% .Lama nya jaminan yang jalankan pihak kontraktor selama 12 bulan atau 1 tahun.
( Sumber : Arus Dana Kontraktor, 2016 ). Maka dapat kita buat diagram cash in rencana pada proyek :
P
i = 2 %
I II n = 1 tahun
Rp.787.024.800
Maka dapat kita hitung nilai PV:
PV = 787.024.800 ( P/F, 2%,1 ) + 3.148.099.200 ( P/F, 2%,1 ) = 771.284.304 + 3.085.137.216
= 3.856.421.520
Didapat nilai PV untuk cash in rencana sebelum ada kerja lembur sebesar Rp. 3.856.421.520.
4.4.2 Diagram Cash Out Rencana
Dari rencana anggaran biaya dapat kita ketahui berapa besar biaya yang dikeluarkan oleh kontraktor yaitu:
Tabel 4.11 Rekapitulasi Cash Out Rencana
Jenis Pengeluaran Biaya ( Rp )
Man Power Cost 505.792.500
Material Cost 2.867.575.200 Consumable Cost 30.968.700 Tools and Equipment 116.747.500 Safety Protektor 26.340.961 Transportation 25.175.000
P i = 2% 25.175.000 5.265.831 116.747.500 26.340.961 30.968.700 2.867.575.200 505.792.500 n = 1 tahun
Gambar 4.4. Diagram Cash Out Rencana ( Sumber : Hasil Pengolahan Data, 2016 )
Maka dapat kita hitung nilai PV : PV = 505.792.500 ( P/F, 2%,1 ) + 2.867.575.200 ( P/F, 2%,1 ) + 30.968.700 ( P/F, 2%,1 ) + 116.747.500 ( P/F, 2%,1 ) + 26.340.961 ( P/F, 2%,1 ) + 25.175.000 ( P/F, 2%,1 ) + 5.265.831 ( P/F, 2%,1 ) = 500.784.653,46 + 2.839.183.366,34 + 30.662.079,21 + 115.591.584,16 + 26.080.159,41 + 24.925.742,57 + 5.213.694,06 = 3.547.441.279,21
Didapat nilai PV untuk cash out rencana sebelum ada kerja lembur sebesar Rp. 3.547.441.279,21. Dengan demikian nilai Net Present Value ( NPV ) yaitu : NPV = PV cash in – PV cash out
= Rp. 3.856.421.520 - Rp. 3.547.441.279,21 = Rp 308.980.240,79
Maka nilai NPV rencana sebelum ada kerja lembur adalah sebesar Rp 308.980.240,79.
4.4.3 Diagram Cash In Realisasi
Berdasarkan data yang diperoleh untuk cash in realisasi pada tabel dibawah : Tabel 4.12 Rekapitulasi Cash In Realisasi
Tahap Biaya ( Rp ) I 787.024.800 II 1.574.049.600 III 787.024.800 IV 787.024.800 TOTAL 3.935.124.000 ( Sumber : Data Proyek, 2016 )
Maka dapat kita buat diagram cash in realisasi sebagai berikut:
P i = 2% n = 1 tahun 787.024.800 1.574.049.600 787.024.800 787.024.800
Maka nilai PV dapat dihitung :
Pv = 787.024.800 (P/F, 2%,1 )+1.574.049.600( P/F,1%,1)+787.024.80 ( P/F, 2%,1 ) + 787.024.800 ( P/F, 2%,1 )
= 771.284.304 + 1.542.568.608 + 771.284.304 + 771.284.304 = 3.856.421.520
Didapat nilai PV cash in realisasi setelah ada kerja lembur sebesar Rp. 3.856.421.520.
4.4.4 Diagram Cash Out Realisasi
Dari data diperoleh dapat diketahui cash out realisasi proyek sebagai berikut : Tabel 4.13 Rekapitulasi Cash Out Realisasi :
Jenis Pengeluaran Biaya ( Rp ) Man Power Cost 485.153.400
Material Cost 2.877.651.950
Consumable Cost 32.921.000
Tools and Equipment 126.028.250
Safety Protektor 30.300.949
Transportation 39.550.000
Upah Lembur 27.330.222
Maka dapat kita buat diagram cash out realisasi sebagai berikut : P i = 2% 39.550.000 27.330.222 5.265.831 126.028.250 30.300.949 32.921.000 2.877.651.950 485.153.400 n = 1 tahun
Gambar 4.6. Diagram Cash Out Realisasi ( Sumber : Hasil Pengolahan Data, 2016 )
Maka dapat kita hitung nilai PV : PV = 485.153.400 ( P/F, 2%,1 ) + 2.877.651.950 ( P/F, 2%,1 ) + 32.921.000 ( P/F, 2%,1 ) + 126.028.250 ( P/F, 2%,1 ) + 30.300.949( P/F, 2%,1 ) + 39.550.000 ( P/F, 2%,1 ) + 27.330.222 ( P/F, 2%,1 ) + 5.265.831( P/F, 2%,1 ) = 480.301.866 + 2.849.160.346,53 + 32.595.049,50 + 124.780.445,54 + 30.000.939,60 + 39.158.415,84 + 27.059.625,74 + 5.213.694,06 = 3.588.318.417,8
Maka nilai PV dari cash out realisasi setelah ada kerja lembur sebesar Rp. 3.588.318.417,8. Dengan demikian nilai NPV yaitu :
NPV = Pv cash in – Pv cash out
= Rp. 3.856.421.520- Rp. 3.588.318.417,8 = Rp. 268.103.102,2
Kerugian kontraktor = NPV rencana – NPV realisasi
= Rp. 308.980.240,79- Rp. 268.103.102,2 = Rp.40.877.138,59
Dari hasil analisis diperoleh nilai NPV rencana sebelum ada kerja lembur sebesar Rp. 308.980.240,79 dan NPV realisasi setelah ada kerja lembur sebesar Rp. 268.103.102,2. Dari kedua nilai NPV dapat dilihat dengan adanya
penambahan kerja lembur maka kontraktor mengalami kerugian sebesar Rp.40.877.138,59 dari nilai NPV yang direncanakan.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Setelah dilakukan analisis pada proyek Pembangunan Gudang Peleburan Karbon PT.Inalum didapat kesimpulan, adanya kerja lembur yang dimulai dari bulan September sampai Februari menyebabkan penambahan biaya untuk upah pekerja sebesar Rp.27.330.222, biaya sewa alat sebesar Rp.9.280.750 dan biaya trasnportasi dan mobilisasi sebesar Rp.14.375.000. Dari hasil analisis terhadap diagram cash flow diperoleh untuk NPV sebelum diadakan kerja lembur sebesar Rp. 308.980.240,79 dan NPV setelah diadakan kerja lembur sebesar Rp.
268.103.102,2. Dari kedua nilai NPV yang diperoleh menunjukkan bahwa dengan adanya kerja lembur pihak kontraktor mengalami kerugian sebesar
Rp.40.877.138,59 dari nilai NPV yang direncanakan.
5.2 Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka peneliti memberikan saran sebagai berikut :
1. Dianjurkan kepada pihak proyek untuk memperhatikan masalah waktu dan upah kerja lembur sesuai UUD NO.13 Tahun 2003 pasal 78 dan Kepmenakertrans No. 102 Tahun 2004.
2. Dianjurkan kepada semua kontraktor perlunya membuat diagram cash
flow guna untuk mengetahui aliran dana proyek serta dapat mengambil