NAMA
: MUHAMAD RIZALDI
NIM
: 03061381520063
TUGAS DETAIL ENGINEERING DESIGN (DED)
JENIS STRUKTRUR : DINDING PEMIKUL
Sistem struktur dinding pemikul menggunakan dinding sebagai penopang struktur utama selain sebagai pembatas ruang. Dinding pada struktur ini menerima beban dari semua beban bangunan dan meneruskannya ke dalam tanah (tanpa dibantu dengan rangka), dengan demikian dinding harus menerus dari bawah (pondasi) sampai atas (atap).
Beban pada dinding ini dapat dipasang di sembarang tempat sepanjang dinding, dengan demikian kuda-kuda dapat di mana saja dan pondasi harus berbentuk garis sepanjang dindingnya.
Keuntungan sistem struktur dinding pemikul
· Tanpa harus meletakkan kolom-kolom pada ruang bangunan
· Letak tumpuan beban dapat di mana sepanjang dinding sehingga posisi kuda kuda, balok dan sebagainya mudah ditempatkan dan disesuaikan dengan aspek lain dalam bangunan
Kerugian sistem struktur dinding pemikul
· Ruang akan relatif terikat dengan posisi garis dinding sehingga ruang fungsi harus mengikuti ruang yang ada
· Pondasi yang digunakan harus sesuai sepanjang dinding sehingga relatif besar dimensinya dan mahal
· Konstruksi dinding yang tebal dan besar akan mengakibatkan bangunan menjadi relatif lebih mahal karena volume waktu dan bahan
MATERIAL DINDING PEMIKUL, KOLOM, BALOK DAN RANGKA ATAP : BETON
BERTULANG
Beton adalah suatu campuran yang terdiri dari pasir, kerikil, batu pecah, atau agregat-agregat lain yang dicampur menjadi satu dengan suatu pasta yang terbuat dari semen dan air membentuk suatu massa mirip batuan. Terkadang, satu atau lebih bahan aditif ditambahkan untuk menghasilkan beton dengan karakteristik tertentu, seperti k e m u d a h a n p e n g e r j a a n ( w o r k a b i l i t y ) , durabilitas dan waktu pengerasan.
Beton didapat dari pencampuran bahan-bahan agregat halus dan kasar yaitu pasir, batu, batu pecah, atau bahan semacam lainnya dengan menambahkan secukupnya bahan perekat semen, dan air sebagai bahan pembantu guna keperluan reaksi kimia selama proses pengerasan dan perawatan beton berlangsung.
Beton bertulang adalah merupakan gabungan logis dari dua jenis bahan: beton polos yang memiliki kekuatan tekan yang tinggi akan tetapi kekuatan tarik yang rendah dan batang-batang baja yang ditanamkan didalam beton dapat memberikan kekuatan tarik yang diperlukan.
Beton tidak dapat menahan gaya tarik melebihi nilai tertentu tanpa mengalami retak-retak. Untuk itu, agar beton dapat bekerja dengan baik dalam suatu sistem struktur, perlu dibantu dengan memberinya perkuatan penulangan yang terutama akan mengemban tugas menahan gaya tarik yang bakal timbul didalam sistem.
Menurut Mc Cormac (2004), ada banyak kelebihan dari beton sebagai struktur bangunan diantaranya adalah:
1. Beton memiliki kuat tekan lebih tinggi dibandingkan dengan kebanyakan bahan lain;
2. Beton bertulang mempunyai ketahanan yang tinggi terhadap api dan air,bahkan
merupakan bahan struktur terbaik untuk bangunan yang banyak bersentuhan dengan air. Pada peristiwa kebakaran dengan intensitas rata-rata, batang- batang struktur dengan ketebalan penutup beton yang memadai sebagai pelindung tulangan hanya mengalami kerusakan pada permukaanya saja tanpa mengalami keruntuhan;
3. Beton bertulang tidak memerlukan biaya pemeliharaan yang tinggi;
4. Beton biasanya merupakan satu-satunya bahan yang ekonomis untuk pondasi telapak, dinding basement, dan tiang tumpuan jembatan;
5. Salah satu ciri khas beton adalah kemampuanya untuk dicetak menjadi bentuk yang beragam, mulai dari pelat, balok, kolom yang sederhana sampai atap kubah dan cangkang besar;
kerikil, dan air) dan relatif hanya membutuhkan sedikit semen dan tulangan baja, yang mungkin saja harus didatangkan dari daerah lain
Lebih lanjut, Mc Cormac (2004), juga menyatakan kekurangan dari penggunaan beton sebagai suatu bahan struktur yaitu:
1. Beton memiliki kuat tarik yang sangat rendah, sehingga memerlukan penggunaan tulangan tarik;
2. Beton bertulang memerlukan bekisting untuk menahan beton tetap ditempatnya sampai beton tersebut mengeras;
3. Rendahnya kekuatan per satuan berat dari beton mengakibatkan beton
bertulang menjadi berat. Ini akan sangat berpengaruh pada struktur bentang panjang dimana berat beban mati beton yang besar akan sangat mempengaruhi momen lentur;
25
4. Rendahnya kekuatan per satuan volume mengakibatkan beton akan berukuran relatif besar, hal penting yang harus dipertimbangkan untuk bangunan- bangunan tinggi dan struktur-struktur berbentang panjang;
5. Sifat-sifat beton sangat bervariasi karena bervariasinya proporsi campuran dan pengadukannya. Selain itu, penuangan dan perawatan beton tidak bisa ditangani seteliti seperti yang dilakukan pada proses produksi material lain seperti baja dan kayu lapis.
KOLOM BETON BERTULANG
Kolom adalah batang tekan vertikal dari rangka struktur yang memikul beban dari balok. Kolom merupakan suatu elemen struktur tekan yang memegang peranan penting dari suatu bangunan, sehingga keruntuhan pada suatu kolom merupakan lokasi kritis yang dapat menyebabkan runtuhnya (collapse) lantai yang bersangkutan dan juga runtuh total (total collapse) seluruh struktur (Sudarmoko, 1996). SK SNI T-15-1991-03 mendefinisikan kolom adalah komponen struktur bangunan yang tugas utamanya menyangga beban aksial tekan vertikal dengan bagian tinggi yang tidak ditopang paling tidak tiga kali dimensi lateral terkecil. Fungsi kolom adalah
sebagai penerus beban seluruh bangunan ke pondasi. Bila diumpamakan, kolom itu seperti rangka tubuh manusia yang memastikan sebuah bangunan berdiri. Kolom termasuk struktur utama untuk meneruskan berat bangunan dan beban lain seperti beban hidup (manusia dan barang-barang), serta beban hembusan angin. Kolom berfungsi sangat penting, agar bangunan tidak mudah roboh. Beban sebuah bangunan dimulai dari atap. Beban atap akan meneruskan beban yang diterimanya ke kolom. Seluruh beban yang diterima kolom didistribusikan ke permukaan tanah di bawahnya. Kesimpulannya, sebuah bangunan akan aman dari kerusakan bila besar dan jenis pondasinya sesuai dengan perhitungan. Namun, kondisi tanah pun harus benar-benar sudah mampu
menerima beban dari pondasi. Kolom menerima beban dan meneruskannya ke pondasi, karena itu pondasinya juga harus kuat, terutama untuk konstruksi rumah bertingkat, harus diperiksa
kedalaman tanah kerasnya agar bila tanah ambles atau terjadi gempa tidak mudah roboh. Struktur dalam kolom dibuat dari besi dan beton. Keduanya merupakan gabungan antara material yang tahan tarikan dan tekanan. Besi adalah material yang tahan tarikan, sedangkan beton adalah material yang tahan tekanan. Gabungan kedua material ini dalam struktur beton memungkinkan kolom atau bagian struktural lain seperti sloof dan balok bisa menahan gaya tekan dan gaya tarik pada bangunan.
Dalam buku struktur beton bertulang (Istimawan dipohusodo, 1994) ada tiga jenis kolom beton bertulang yaitu :
1. Kolom menggunakan pengikat sengkang lateral. Kolom ini merupakan kolom brton yang
ditulangi dengan batang tulangan pokok memanjang, yang pada jarak spasi tertentu diikat dengan pengikat sengkang ke arah lateral. Tulangan ini berfungsi untuk memegang tulangan pokok memanjang agar tetap kokoh pada tempatnya.
2. Kolom menggunakan pengikat spiral. Bentuknya sama dengan yang pertama hanya saja sebagai pengikat tulangan pokok memanjang adalah tulangan spiral yang dililitkan keliling membentuk heliks menerus di sepanjang kolom. Fungsi dari tulangan spiral adalah memberi kemampuan kolom untuk menyerap deformasi cukup besar sebelum runtuh, sehingga mampu mencegah terjadinya kehancuran seluruh struktur sebelum proses redistribusi momen dan tegangan terwujud.
3. Struktur kolom komposit merupakan komponen struktur tekan yang diperkuat pada arah
memanjang dengan gelagar baja profil atau pipa, dengan atau tanpa diberi batang tulangan pokok memanjang.
PONDASI BETON BERTULANG
Pondasi bangunan adalah kontruksi yang paling terpenting pada suatu bangunan. Karena pondasi berfungsi sebagai penahan seluruh beban yang ada diatasnya dan seluruh gaya dari luar. Pondasi merupakan bagian dari struktur yang berfungsi meneruskan beban menuju lapisan tanah pendukung dibawahnya. Dalam struktur apapun, beban yang terjadi baik yang disebabkan oleh berat sendiri ataupun akibat beban rencana harus disalurkan ke dalam suatu lapisan pendukung dalam hal ini adalah tanah yang ada di bawah struktur tersebut. Beton bertulang adalah material yang paling cocok sebagai pondasi untuk struktur beton bertulang maupun bangunan baja, jembatan, menara, dan struktur lainnya. Beban dari kolom yang bekerja pada pondasi ini harus disebar ke permukaan tanah yang cukup luas sehingga tanah dapat memikul beban dengan aman. Jika tegangan tekan melebihi tekanan yang diizinkan, maka dapat menggunakan bantuan tiang pancang untuk membantu memikul tegangan tekan pada dinding dan kolom pada struktur.
PERSYARATAN PERENCANAAN PONDASI
Dengan memperhatikan faktor-faktor dalam pemilihan tipe pondasi terdapat juga Syarat-syarat umum dari pondasi yaitu :
1. Kedalaman harus memadai untuk menghindarkan pergerakan tanah lateral dari bawah pondasi khususnya untuk pondasi telapak dan pondasi rakit
2. Kedalaman harus berada dibawah daerah perubahan volume musiman yang disebabkan oleh pembekuan, pencairan dan pertumbuhan tanaman.
3. Sistem harus aman terhadap penggulingan, rotasi, penggelinciran atau pergeseran tanah.
4. Sistem harus aman terhadap korosi atau kerusakan yang disebabkan oleh bahan berbahaya yang terdapat didalam tanah.
5. Sistem harus mampu beradaptasi terhadap beberapa perubahan geometri konstruksi atau lapangan selama proses pelaksanaan perlu dilakukan.
6. Metode pemasangan harus seekonomis mungkin.
7. Pergerakan tanah keseluruhan dan pergerakan diferensial harus dapat ditolerir dan elemen pondasi dan elemen bangunan atas.
LANTAI BETON BERTULANG
Lantai beton bertulang
Ada dua jenis plat lantai beton bertulang; cetak di tempat (cast in site) dan pracetak
(precast). Lantai beton bertulang cast in site/in situ dicetak secara lengkap pada keranga struktur yaitu balok dan kolom sehingga mebentuk konstruksi gedung. Lantai pracetak tidak memberikan tambahan kekuatan pada strukturnya. Lantai beton bertulang memerlukan perancah/acuan untuk mendukung berat beton basah dan perancah baru dapat dibongkar setelah beton mempunyai kekuatan yang cukup.
Jenis pelat beton cetak di tempat (cast in site) : • Lantai flush (flush slab
• Balok dan plat (beam and slab) • Plat drop (drop slab)
• Plat waffle (waffle slab)
!
!
B. Lantai beton pracetak
•
Dibuat dalam unit-unit pracetak
•
Keuntungan; tidak memerlukan perancah/bekisting, campuran dapat dibuat dengan
baik, ukuran dapat teliti, waktu pengerjaan menjadi lebih cepat.
•
Pemasangan menggunakan alat berat
•
Lantai jenis ini tidak dapat membentuk kesatuan konstruksi dengan rangka
dindingnya
•
Ada batasan jarak antar tumpuan pelat sehingga diperlukan perencanaan yang
baik.
•
Jenis lantai pracetak: plat datar masif, plat papan berongga pacetak prategang, plat
papan bentuk canal pracetak prategang, plat rusuk berongga pracetak prategang
!
Lantai Beton Pracetak
3. Lantai beton perkuatan plat baja
Digunakan bila diinginkan pelaksanaan dalam waktu yang lebih
cepat. Struktur lantai menjadi ringan karena betonnya menjadi lebih
tipis. Ada dua jenis baja yang digunakan; sheet steel dan cellular steel.
!
Lantai Beton Dengan Perkuatan Rangkaian Baja Profil Untuk Beban
Yang Berat
!
Lantai Beton Dengan Perkuatan Lembaran Baja
JENIS PONDASI : MENERUS
Pondasi menerus biasanya digunakan untuk mendukung beban memanjang atau beban garis, baik untuk mendukung beban dinding atau kolom dengan jarak yang dekat dan fungsional kolom tidak terlalu mendukung beban berat. Pondasi menerus dibuat dalam bentuk memanjang dengan potongan persegi ataupun trapesium. Penggunaan bahan pondasi ini biasanya sesuai dengan kondisi lingkungan atau bahan yang tersedia di daerah setempat. Bahan yang digunakan bisa dari batu kali, batubata atau beton kosong/tanpa tulangan dengan adukan 1 pc : 3 Psr : 3 krl. Keuntungan memakai pondasi ini adalah beban bangunan dapat disalurkan secara merata, dengan catatan seluruh pondasi berdiri diatas tanah keras. Sementara kelemahan pondasi ini, biaya untuk pondasi cukup besar, memakan waktu agak lama dan memerlukan tenaga kerja yang banyak.
JENIS SISTEM PEMBALOKAN : PEMBALOKAN WAFFLE
Slab wafel (waffle slab) adalah sistem beton bertulang dua arah bertinggi konstan yang mempunyai rusuk dalam dua arah. Rusuk ini dibentuk oleh cetakan khusus yang terbuat dari baja atau fibreglass. Rongga yang dibentuk oleh rusuk sangat mengurangi berat sendiri struktur. Untuk situasi bentang besar, slab wafel lebih menguntungkan dibandingkan dengan plat datar. Slab wafel juga dapat diberi pasca tarik untuk digunakan pada bentang besar, Di sekitar kolom, slab biasanva dibiarkan tetap tebal. Daerah yang kaku ini berfungsi sama dengan drop panels atau kepala kolom pada slab datar. Dengan demikian, kemungkinan terjadinya keruntuhan geser pons akan berkurang, dan kapasitas tahanan momen sistem ini akan meningkat termasuk pula kapasitas pikul bebannya.
MATERIAL PENUTUP LANTAI : MARMER
Salah satu jenis batuan yang ada di Bumi adalah batu marmer. Batuan marmer ini merupakan salah satu jenis batuan metamorf atau malihan, dimana proses terbentuknya batu marmer ini karena diakibatkan oleh proses metamorfosis batu kapur atau batu gamping. Batu marmer seringkali kita temukan sebagai batu yang menghiasi rumah, sebagai batu yang digunakan untuk lantai, dinding, bahkan furniture seperti m e j a , b a n g k u , d a n l a i n sebagainya.
Alasan mengapa batu marmer ini seringkali dipilih sebagai batu penghias rumah adalah karena batu ini mempunyai tampilan yang sangat indah. Marmer mempunyai corak atau pola tertenu dan mempunyai beragam warna yang mengombinasinya, hal inilah yang membuat marmer indah dan cocok digunakan sebagai bahan untuk dekorasi bagunan. Selain itu juga karena batu marmer mempunyai sifat yang tanah lama dan juga mudah dipahat. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas lebih banyak mengenai batu marmer. Artikel ini akan menjelaskan mengenai berbagai macam informasi mengenai batu marmer.
Ciri- ciri Batu Marmer :
Sebagai salah satu jenis batu alam, dan salah satu jenis batuan metamorf atau malihan, batu marmer ini mempunyai ciri khusus yang membedakannya dengan jenis batu lain. Beberapa jenis dari batu marmer adalah sebagai berikut:
1 Mempunyai struktur batu yang kompak.
2 Gugusan kristal yang ada di batu marmer relatif sama dengan tekstur halur sampai yang
agak kasar.
3 Pada umumnya marmer tersusun atas mineral kalsit dengan mineral minor lainnya seperti
mika, klhorit, kuarsa, dan jenis silikat lainnya seperti graphit, hematit, dan juga limorit. 4 Mempunyai nilai komersil atau ekonomi yang bergantung pada warna dan tekstur batu
tersebut.
5 Terpengaruh oleh porositas, kekuatan regangan, dan kekuatan terhadap cuaca.
JENIS ATAP : LIMAS
Model rumah yang memiliki atap limas merupakan rumah yang modern dan juga lebih baik di gunakan untuk daerah perkotaan yang sempit. Rumah berbentuk limas ini memiliki kecuraman atap mulai dari 40 sampai 60 derajat. Keuntungan menggunakan rumah model atap rumah limas dengan model terbaru ini ketika sedang musim hujan, air yang jatuh akan langsung jatuh ke bawah sehingga atap akan aman dan tidak mengalami kebocoran. Menggunakan atap limas dengan mengikuti panduan contoh model atap rumah limas Terbaru menjadi salahs atu cara yang tepat untuk membuat rumah idaman dengan menggunakan atap limas. Namun, keuntungan dan juga ke kurangan dalam menggunakan rumah atap limas pun tetap ada, dan berikut ini adalah keuntungan dan juga kerugiannya :
Keuntungan dari menggunakan atap rumah berbentuk limas
1. Dapat melindungi rumah dari matari dan hujan secara merata untuk setiap sisi dari atap rumah. 2. Terlihat lebih mewah dan juga megah di bandingan dengan atap rumah datar.
3. Lebih modern dan juga kekinian di bandingkan dengan yang lainnya.
4. Dapat di gunakan untuk bentuk rumah di lahan yang sempit maupun lahan yang luas. Kekurangan menggunakan atap rumah berbentuk limas :
1. Lebih besar pengeluarannya karena menggunakan kuda-kuda yang lebih banyak 2. Lebih rumit meski ketika sudah jadi terlihat indah
MATERIAL KUSEN PINTU DAN JENDELA : KAYU
Kayu, mungkin dan hampir pasti setiap hari kita melihat yang namanya kayu. Mulai dari meja, kursi, pintu, rangka atap, dan masih banyak lagi benda yang menggunakan kayu sebagai bahan pembuatannya. Meski saat ini sudah ada bahan alternatif pengganti kayu, misalkan saja baja, besi, plastik, dan lain sebagainya, namun kayu masihlah menjadi bahan yang paling banyak dipergunakan.
Dibandingkan dengan material lain, kayu memiliki beberapa kelebihan, diantaranya adalah:
• Kayu mudah dalam pengerjaan, bisa dibuat atau dibentuk sesuai keinginan, misalkan saja
untuk ukiran, desain kusen, dll. Selain itu, kayu juga mudah untuk dipaku, dibaut, dan direkatkan
• Kualitas kayu bisa dilihat secara visual, misalkan saja bila terjadi cacat kayu dapat
diketahui secara kasat mata.
• Kayu lebih tahan terhadap tekanan dan lenturan.
• Dengan adanya bermacam jenis kayu, maka kayu memiliki tekstur yang baik dan indah.
• Kayu memiliki berat jenis yang cukup ringan sehingga bisa mengapung dan sifat
resonansinya.
• Kayu dapat diubah menjadi bentuk pulp (bubur kayu), dan bisa diolah untuk dijadikan
bahan produk lainnya, misal untuk bahan baku pembuatan kertas. Sedangkan kekurangan atau kelemahan material kayu diantaranya adalah:
• Tidak tahan api, sehingga kayu mudah terbakar, apalagi kalau dalam kondisi kering.
• Kayu tidak dapat dimanfaatkan secara keseluruhan sehingga sisa penggunaan kayu hanya
menjadi limbah.
• Untuk pekerjaan tertentu (yang besar atau lebar), kayu tidak bisa menutup secara
keselurahan karena terbatasnya diameter kayu. Biasanya untuk menyikapi hal ini kayu harus disambung atau diperlebar/perbesar.
• Kayu mudah diserang oleh serangga pemakan kayu seperti rayap atau serangga lainnya.
• Kayu mengandung air dan berpengaruh besar terhadap bentuk kayu. Kayu yang belum
kering biasanya masih mengalami penyusutan atau perubahan bentuk, oleh karena itu kayu harus dikeringkan sebelum digunakan.
• Kayu bersifat higroskopis, dan sensitif terhadap kelembaban.
MATERIAL PENUTUP PLAFOND : KALSI
Kalsiboard adalah material bangunan yang terbuat dari campuran semen, pasir silica, dan serat selulosa. Kemudian bahan-bahan tersebut diproses sedemikian rupa, lalu dikeringkan dengan memakai tekanan dan temperatur yang sangat tinggi. Hal inilah yang membuat kalsiboard bersifat aman bagi kesehatan serta ramah terhadap lingkungan.
Kalsiboard tersedia dalam berbagai pilihan ukuran dengan tingkat ketebalan yang berbed
Kelebihan pertama yang melekat pada kalsiboard adalah bahwa material ini sangat aman bagi kesehatan. Kalsiboard mengandung nol persen asbes. Perlu diketahui, asbes merupakan salah satu penyebab kanker paru-paru. Tanpa adanya kandungan asbes juga membuat kalsiboard tidak gampang patah.
2. Pemasangannya Mudah dan Cepat
Satu dari sekian banyak ragam kalsiboard ialah kalsiboard recessed. Kalsiboard ini memiliki bagian pinggiran yang lebih tipis sehingga mempermudah dalam penyambungannya. Hasilnya permukaan sambungan sama rata dengan permukaan lembaran. Bahkan tanpa pemakaian kompon pun kalsiboard-kalsiboard tersebut sudah terhubung dengan kuat.
3. Sifatnya Kuat Tetapi Lentur
Kebanyakan material yang kokoh cenderung lemah terhadap gaya tarik. Berbeda halnya dengan kalsiboard yang mempunyai kekuatan dan elastisitas yang bagus. Tidak hanya plafon yang datar, kalsiboard juga dapat dimanfaatkan untuk membuat plafon yang melengkung. Artinya kalsiboard dapat digunakan untuk menciptakan plafon dengan berbagai bentuk tanpa mengurangi kekuatannya.
4. Perawatannya Lebih Sederhana
Kalsiboard merupakan bahan bangunan yang antirayap, antilapuk, dan antikarat. Kalaupun terjadi kebocoran yang menimbulkan noda air di plafon kalsiboard, perbaikannya cukup dilakukan dengan mengampelas plafon tersebut lalu mengecatnya kembali. Dan yang paling penting yaitu plafon kalsiboard lebih tahan terhadap api sama seperti plafon gypsum.
5. Usia Pakainya Lama
Pada dasarnya, kalsiboard juga mempunyai tingkat keawetan yang tinggi. Plafon ini mampu bertahan hingga puluhan tahun tanpa mengalami kerusakan yang berarti. Oleh karena itu, harganya yang agak mahal sudah tertutup oleh usia pakainya yang lama.
Walaupun memiliki banyak kelebihan, plafon kalsiboard juga tidak terlepas dari kekurangan. Berikut ini kelemahannya :
Tingkat Kembang Susunnya Tinggi
Kekurangan satu-satunya dari kalsiboard ialah memiliki tingkat kembang surut yang tinggi. Ukuran kalsiboard akan bertambah saat musim penghujan karena strukturnya mengembang. Sebaliknya pada musim kemarau, ukurannya bakal berkurang akibat strukturnya menyusut.
Itulah sebabnya plafon kalsiboard sering terlihat mengalami keretakan rambut yang tipis khususnya terjadi pada musim kemarau. Akibat ukuran pori-porinya yang mengecil, maka timbul lah semacam keretakan pada sambungan plafon ini. Untuk mengatasinya, disarankan menggunakan AC supaya suhu di dalam ruangan tetap stabil.
MATERIAL PENUTUP ATAP : GENTENG BETON
Genteng merupakan jenis penutup atap yang populer kita temui. Bahan genteng pun bermacam-macam. Ada genteng tanah liat, keramik, metal, dan beton. Kali ini kita coba bahas mengenai keunggulan dan kekurangan penggunaan genteng beton.
Genteng beton terbuat dari pasir, bahan material semen, dan fly ash, yang dicampur dengan air dan dicetak, lalu dikeringkan. Kekuatan genteng ini dipengaruhi oleh kebersihan dan ukuran butiran pasir yang dipergunakan, serta material bahan semen sebagai bonding agent. Fly ash dibutuhkan sebagai filler untuk mengisi celah-celah di antara butiran pasir, sehingga didapatkan genteng yang lebih padat dan kuat.
Genteng jenis ini di pasaran pada dua bentuk yakni genteng beton gelombang dan genteng beton flat. Daya tutup keduanya hampir sama, yaitu 11 buah genteng per m2.
Dibandingkan dengan genteng lainnya genteng beton memiliki kelemahan dan kelebihan. Kelebihannya adalah lebih kuat dan lebih ekonomis. Kuat karena genteng beton tahan karat, dibanding dengan genteng logam. Harganya juga relatif terjangkau dibanding dengan genteng bahan lainnya.
Sayangnya genteng ini punya kelemahan yaitu bobotnya yang berat sehingga membebani struktur. Sebagai perbandingan, berat genteng adalah 60 kg/m2. Sedangkan bahan lain yang mendekati bobot tersebut adalah genteng keramik yaitu 45 kg/m2.
Kelemahan lainnya adalah kurang tahan terhadap kebocoran karena interlock tidak sempurna dan keretakan pada bodi. Untuk mengurangi bocor dan retak, finishing genteng biasanya dilakukan dengan cat.