• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pelaksanaan hak angket Dewan Perwakilan Rakyat kepada Komisi Pemberantasan Korupsi perspektif Sadd Al Dhari'ah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pelaksanaan hak angket Dewan Perwakilan Rakyat kepada Komisi Pemberantasan Korupsi perspektif Sadd Al Dhari'ah"

Copied!
129
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Faktor-faktor yang menyebabkan terlaksananya hak angket antara lain: “Penyebab dilakukan hak angket adalah adanya keputusan Walikota yang dianggap bertentangan

Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3) menjelaskan lebih lanjut bahwa wewenang dan tugas DPD dalam menindaklanjuti hasil

Hal itu, menurut peneliti bahwa pertimbangan tersebut adalah penalaran hukum yang keliru, karena hakim Mahkamah Konstitusi dalam merumuskan suatu putusan tidak melihat dan

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DPRD, Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2003 tentang Susunan dan Kedudukan MPR/DPR/DPRD/DPD dan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan

Menindaklanjuti UU Nomor 27 tahun 2009 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD terkait dengan Pengelolaan Anggaran dan dalam rangka mewujudkan pengelolaan keuangan negara

“Hak angket adalah hak DPR untuk melakukan penyelidikan terhadap kebijakan pemerintah yang penting dan strategis serta berdampak luas pada kehidupan bermasyarakat

Seperti terdapat pada Undang-undang (UU) Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilu Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Dewan

Akibat hukum dari penggunaan hak angket Dewan Perwakilan Rakyat ini terhadap kebijakan Presiden dapat mengarah kepada upaya pemberhentian presiden dan,atau Wakil Presiden,