i
PENGARUH HARGA JUAL, KUALITAS PRODUK, DAN PERIKLANAN TERHADAP VOLUME PENJUALAN MOBIL TOYOTA AVANZA PADA
PT HADJI KALLA DI KOTA MAKASSAR
SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Meraih Gelar Sarjana Ekonomi (SE) Jurusan Manajemen pada Fakultas Syari’ah Dan Hukum
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Oleh
RAHMAN PRATAMA NIM. 10600108038
FAKULTAS SYARI’AH DAN HUKUM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN
MAKASSAR 2012
ii
PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI
Dengan penuh kesadaran, penyusun yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa skripsi ini benar adalah hasil karya penyusun sendiri. Jika di kemudian hari terbukti bahwa ia merupakan duplikat, tiruan, plagiat, atau dibuat oleh orang lain, sebagian atau seluruhnya, maka skripsi dan gelar yang diperoleh karenanya batal demi hukum.
Makassar, 17 Desember 2012 Penyusun,
Rahman Pratama NIM: 10600108038
iii
PERSETUJUAN PEMBIMBING
Pembimbing penulisan skripsi saudara RAHMAN PRATAMA Nim: 10600108038, Mahasiswa Jurusan Manajemen Ekonomi, Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Alauddin Makassar, setelah dengan seksama meneliti dan mengoreksi maka skripsi yang bersangkutan dengan judul “Pengaruh Harga Jual, Kualitas Produk, dan Periklanan terhadap Volume Penjualan pada PT. Hadji kalla di Kota Makassar”, memandang bahwa skripsi tersebut telah memenuhi syarat-syarat ilmiah dan disetujui untuk diajukan ke sidang munaqasyah.
Demikian persetujuan ini diberikan untuk diperoses selanjutnya.
Makassar, 14 Desember 2012
Pembimbing I Pembimbing II
Jamaluddin M, SE, M.Si Dra. Nila Sastrawaty, M.Si
iv
PENGESAHAN SKRIPSI
Skripsi yang berjudul "Pengaruh Harga Jual, Kualitas Produk, dan Periklananan terhadap Volume Penjualan Mobil Toyota Avanza Pada PT. Hadji Kalla di Kota Makassar", yang disusun oleh Rahman Pratama, NIM: 10600108038, mahasiswa Jurusan Manajemen pada Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Alauddin Makassar, telah diuji dan dipertahankan dalam sidang munaqasyah
yang diselenggarakan pada hari Jum’at 21 Desember 2012 M, bertepatan dengan 7 Safar 1434 H, dinyatakan telah dapat diterima sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi.
Makassar, 29 April 2013 M. 18 Jumadil Akhir 1434 H.
DEWAN PENGUJI:
Ketua : Prof. Dr. H. AliParman, MA (……….….)
Sekretaris : Drs. Hamzah Hasan, M.HI. (……….….)
Munaqisy I : Drs. Syahruddin, M.Si. (……….….)
Munaqisy II : Dr. H. Kasjim, SH.,M.Th.I (……….….)
Pembimbing I : Jamaluddin, M. SE., M.Si (…...……….)
Pembimbing II : Dra. Nila Sastrawaty, M.Si. (……….….)
Diketahui oleh:
Dekan Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Alauddin Makassar,
Prof. Dr. H. Ali Parman, M. A NIP. 19570414 198603 1 003
v
KATA PENGANTAR
Assalaamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh,
Alhamdulilahi Rabbal Alamin, segala puja dan puji syukur kehadirat Allah
SWT Yang Maha Agung pemilik seluruh alam semesta ini. Allah yang tidak
beranak dan tidak diperanakkan. Sholawat serta salam kepada junjungan nabi
besar kita Muhammad SAW, Seorang panutan yang senantiasa kita ridukan dan
kita cintai, yang membawa ummatnya dari zaman kegelapan menuju zaman yang
terang benderang.
Di bulan terakhir tahun 2012 ini, bulan yang berisi banyak ramalan-
ramalan akan suatu kejadian yang besar, Alhamdulillah penulis telah
menyelesaikan sebuah karya ilmiah yang berjudul" PENGARUH HARGA
JUAL, KUALITAS PRODUK, DAN PERIKLANAN TERHADAP
VOLUME PENJUALAN MOBIL TOYOTA AVANZA PADA PT HADJI KALLA DI KOTA MAKASSAR ". Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat meraih gelar Sarjana Ekonomi (SE) Jurusan Manajemen Fakultas Syari’ah dan Hukum Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.
Skripsi ini saya persembahkan untuk Bangsa Indonesia yang tercinta
sebagai proses untuk mencerdaskan anak bangsa, untuk umat muslim sebagai
landasan intelektual dalam bidang manajemen ekonomi. Terkhusus kepada kedua
orang tua penulis Ibunda Sunarti dan Ayahanda Mustari yang dengan jerih payah,
kasih sayang serta nasihat sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini pada
vi
Adapun orang-orang yang berada dibelakang penulis dan selalu
memberikan semangat serta motivasi dan terpenting dari semua itu adalah doa
mereka yang tulus, penulis ucapkan terima kasih kepada:
1. Bapak Prof. Dr. H. A. Qadir Gassing HT, M.S, selaku Rektor Universitas
Islam Negeri Alauddin Makassar.
2. Bapak Prof. Dr. H. Ali Parman, M.A, selaku Dekan Fakultas Syari’ah dan
hukum Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.
3. Drs. Syahruddin, M.Si (Ketua Jurusan Manajemen Fakultas Syari’ah dan
Hukum), dan Awaluddin SE. MM (Sekjur Manajemen Ekonomi). Yang
selalu bersifat kooparatif terhadap mahasiswa manajemen membantu dan
memperhatikan kami.
4. Bapak Jamaluddin, SE. M.Si. selaku Pembimbing I dan ibu Dra. Nila
Sastrawaty, M.Si. selaku pembimbing II atas kesediaannya memberikan
bimbingan, mengoreksi dan masukan yang membangun dalam proses
penyelesaian skripsi ini.
5. Seluruh Dosen dan Staf Fakultas Syari’ah Hukum dan Ekonomi yang penulis tidak bisa menyebut mereka satu persatu. Terima kasih memudahkan
penulis dalam mengurus admnistrasi.
6. Kepada Pimpinan dan staf PT Hadji Kalla di Kota Makassar yang telah
banyak membantu dan memberikan informasi dan data-data yang dibutuhkan
penulis selama melakukan riset.
7. Buat keluarga dan saudara- saudari: Ririn, Syamsi, AnNur yang Selalu
vii
8. Seluruh teman- teman manajemen angkatan 2008 yang selama ini berjuang
bersama-sama dalam suka maupun duka. Terimakasih telah mengukir sebuah
kenangan yang takkan terlupakan selamanya, we are family.
9. Kepada kakanda angkatan 2007, atas masukan saran yang membantu dalam
proses penyelesaian skripsi ini.
10. Buat seluruh teman-teman KKN angkatan 47 Panca Lautang, khususnya
posko Bilokka, terimakasih atas kebaikan dan keceriaannya, we are family. Sebagai penutup, “no body is perfect”, karena kesempurnaan hanyalah milik Allah dan keburukan datangnya dari diri manusia.
Wassalam….
Makassar, 13 Desember 2012 Penulis,
Rahman Pratama NIM: 10600108038
viii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ... i
PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ... ii
PERSETUJUAN PEMBIMBING ... iii
PENGESAHAN SKRIPSI ... iv
KATA PENGANTAR... v
DAFTAR ISI ... viii
DAFTAR TABEL ... x DAFTAR GAMBAR ... xi ABSTRAK ... xii BAB I PENDAHULUAN ... A.Latar Belakang ... 1 B. Rumusan Masalah ... 6 C.Definisi Operasional ... 7
D.Tujuan dan Manfaat Penelitian... 8
E. Sistematika Penulisan ... 9
BAB II LANDASAN TEORI ... A.Harga Jual ... 1. Pengertian Harga Jual ... 10
2. Tujuan Penetapan harga ... 11
3. Potongan harga ... 13
B. Kualitas Produk ... 1. Pengertian Kualitas Produk ... 15
2. Dimensi Kualitas ... 17 C.Periklanan ... 1. Pengertian periklanan ... 18 2. Tujuan periklanan ... 19 3. Media periklanan ... 21 4. Pelaku Periklanan ... 22 D.Volume Penjualan ... 24
ix
F. Penelitian Terdahulu... 30
G.Kerangka Fikir ... 32
H.Hipotesis ... 35
BAB III METODOLOGI PENELITIAN ... A.Jenis Penelitian ... 36
B. Lokasi dan Waktu Penelitian ... 36
C.Populasi dan Sampel ... 36
D.Tekhnik Pengumpulan Data ... 38
E. Uji Kualitas Data ... 40
F. Teknik Analisis Data ... 40
BAB IV HASIL PENELITIAN ... A.Gambaran Umum Perusahaan ... 45
1. Sejarah Perusahaan... 45
2. Struktur Organisasi ... 51
3. Uraian Tugas dan Tanggung Jawab ... 55
4. Kegiatan Pemasaran ... 58
B. Pembahasan Hasil Penelitian dan Analisis ... 58
1. Karakteristik Responden ... 59
2. Hasil Penyataan Responden ... 63
3. Hasil Pengujian Kualitas Data ... 73
4. Hasil Analisis Data ... 75
BAB V PENUTUP... A.Kesimpulan ... 82 B. Saran ... 83 DAFTAR PUSTAKA ... 84 LAMPIRAN-LAMPIRAN RIWAYAT HIDUP
x
DAFTAR TABEL
Tabel 1.1 : Penjualan Mobil Toyota Avansa PT. Hadji Kalla di Makassar... 5
Tabel 4.1 : Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin... 59
Tabel 4.2 : Karakteristik Responden Berdasarkan Usia ... 60
Tabel 4.3 : Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir... 61
Tabel 4.4 : Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan ... 62
Tabel 4.5 : Karakteristik Responden Berdasarkan Pendapatan Perbulan ... 63
Tabel 4.6 : Rekapitulasi Frekuensi Jawaban Responden Terhadap Variabel Harga Jual ... 64
Tabel 4.7 : Rekapitulasi Frekuensi Jawaban Responden Terhadap Variabel Kualitas Produk... 66
Tabel 4.8 : Rekapitulasi Frekuensi Jawaban Responden Terhadap Variabel Periklanan... 68
Tabel 4.9 : Rekapitulasi Frekuensi Jawaban Responden Terhadap Variabel Volume Penjualan ... 71
Tabel 4.10 : Hasil Uji Validitas ... 73
Tabel 4.11 : Hasil Uji Reliabitas... 75
Tabel 4.12 : Hasil Analisis Regresi Berganda ... 76
Tabel 4.13 : Hasil Uji-t ... 79
xi
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 : Kerangka Fikir... 34
xii
ABSTRAK
Nama Penyusun : Rahman Pratama
NIM : 10600108038
Judul Skripsi : “Pengaruh Harga Jual, Kualitas Produk, dan Periklanan terhadap Volume Penjualan Mobil Toyota Avanza pada PT Hadji Kalla di Makassar”
Skripsi ini membahas tentang pengaruh harga jual, kualitas produk, dan periklanan terhadap volume penjualan mobil Toyota Avanza pada PT Hadji Kalla di kota Makassar.
Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriftif kualitatif yang dilakukan di di PT. Hadji Kalla di Kota Makassar selama 1 bulan. Populasi dalam penelitian ini adalah pengguna produk mobil Toyota Avanza pada PT Hadji Kalla di Kota Makassar selama satu tahun terkahir (2011), yang berjumlah 2.456 konsumen. Sampel dalam penelitian ini adalah 96 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik purposive sampling (sampling pertimbangan). Jenis datanya adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Uji kualitas data menggunakan uji validitas dan realibilitas. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda, uji koefisien determinasi, ujia parsial, dan uji simultan.
Hasil analisis dengan menggunakan SPSS versi 16.0 adalah uji koefisien determinasi menunjukkan bahwa nilai adjusted r square sebesar 78,2% volume penjualan mobil Toyota Avanza dipengaruhi oleh variabel atau faktor harga jual. kualitas produk, dan periklanan dan sebanyak 21,8% dipengaruhi oleh faktor atau variabel lain diluar penelitian ini. Koefisien korelasi menunjukkan bahwa harga jual, kualitas produk, dan periklanan memiliki hubungan yang sangat kuat dan positif terhadap volume penjualan mobil Toyota Avanza pada PT Hadji Kalla di kota Makassar. Pengujian hipotesis secara parsial dari variabel independen signifikan. Pengujian hipotesis secara simultan dari variabel independen signifikan. Dari hasil analisis regresi berganda diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa harga jual memiliki pengaruh dominan terhadap volume penjualan.
Variabel harga jual perlu dipertimbangkan adanya pemberian potongan lebih atau pemberian bonus-bonus menarik pada setiap pembelian. Variabel periklanan perlu peningkatan kegiatan periklanan, diantaranya pameran di pusat-pusat perbelanjaan. Variabel kualitas produk perlu dipertimbangkan adanya penambahan aksesoris variasi yang menarik atau menambah kenyamanan selain dari aksesoris standar dari pabriknya.
Kata kunci: Harga Jual, Kualitas Produk, Periklanan, dan Volume Penjualan
1 BAB I PENDAHULUAN A.Latar Belakang Masalah
Pembangunan nasional yang sedang gencar-gencarnya dilaksanakan oleh
pemerintah memiliki tujuan untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur
secara merata. Dalam mewujudkannya, pemerintah tidak dapat bergerak sendiri
bila tidak ada dukungan dari pihak swasta. Oleh karena itu, pemerintah senantiasa
berupaya mendorong pihak swasta untuk ikut berperan aktif dalam melaksanakan
pembangunan.
Dunia usaha dalam sektor produksi, industry, jasa, maupun dalam bidang
transportasi dewasa ini semakin hari semakin berkembang, hal ini dapat dilihat
dari semakin banyaknya jumlah kendaraan pribadi maupun kendaraan umum
khususnya di kota-kota besar saat ini. Fenomena ini tentu saja memberi dampak
yang positif bagi kemajuan perekonomian bangsa, serta bagi perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi (iptek). Hal ini juga sejalan dengan upaya pencapaian tujuan pembangunan nasional.
Pertumbuhan dunia usaha dewasa ini ditandai oleh munculnya persaingan
yang ketat di antara perusahaan-perusahaan yang memasarkan produk yang
sejenis dengan harga dan kualitas yang hampir sama, serta berbagai macam
promosi periklanan yang dilakukan dan tentunya perusahaan harus
memperhatikan aspek-aspek yang menjadikan produk-produknya memperoleh
perhatian dari masyarakat atau konsumen. Dengan demikian perusahaan yang
2
pada salah satu fungsi yang sangat penting dalam suatu perusahaan karena
keberhasilan dalam memasarkan suatu produk adalah merupakan kesuksesan dari
perusahaan itu sendiri.
Semakin meningkatnya jumlah populasi penduduk dari tahun ke tahun juga
berarti semakin meningkatnya kebutuhan dalam hal transportasi. Selain itu adanya
tren yang berkembang di kalangan masyarakat yang menginginkan gaya dan
peningkatan taraf hidup dengan keinginan untuk masing-masing memiliki
kendaraan pribadi khususnya mobil bahkan mengoleksi. Juga semakin banyaknya
kalangan pengusaha yang menjalankan bisnis penyewaan kendaraan atau rental
mobil. Melihat kondisi ini, maka perusahaan yang bergerak dalam bidang
produksi atau pun distribusi sarana transportasi khususnya mobil, memiliki
peluang yang besar untuk memasarkan produknya dalam jumlah yang lebih
banyak agar dapat meningkatkan keuntungan.
Telah menjadi sunnatullah manusia harus tunjang-menunjang, dan saling
tolong- menolong antara satu dengan yang lainnya. Sebagai makhluk sosial, maka
manusia menerima dan memberikan andilnya kepada orang lain dan saling
bermu’amalah antara sesamanya. Hal inilah yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang memproduksi atau pun mendistribusikan produk-produk yang
berguna dan dibutuhkan oleh orang lain, termasuk dalam hal ini kebutuhan akan
sarana transportasi pribadi maupun umum serta kebutuhan-kebutuhan lain untuk
3
Terdapat berbagai macam bentuk-bentuk perniagaan seperti jual beli,
tukar-menukar atau barter, sewa-menyewa, ekspor-impor, upah-mengupah, dan lain-lain
yang dapat dipergunakan oleh manusia untuk saling menunjang dan saling
tolong-menolong serta memperoleh keuntungan.
Firman Allah dalam surat Al-Baqarah / 2 : 254.
Terjemahnya :
Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi syafa'at. dan orang-orang kafir Itulah orang-orang-orang-orang yang zalim.1
Ayat di atas menjelaskan bahwa Allah menganjurkan kita untuk melakukan
jual beli dengan cara yang benar dari sebagian rezki yang telah Allah berikan
untuk memenuhi segala kebutuhan hidup atau memperoleh keuntungan.
PT. Hadji Kalla merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang
penjualan produk otomotif, perdagangan umum, dan konstruksi. Dalam bidang
otomotif, perusahaan milik keluarga Kalla ini memasarkan mobil merek Toyota
dan merupakan dealer utama (main dealer) dari PT. Toyota Astra Motors untuk wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi
Tenggara. PT. Hadji Kalla dalam upayanya untuk memenuhi kebutuhan
masyarakat dalam bidang transportasi memasarkan tipe-tipe mobil Toyota seperti
: Kijang Innova, Yaris, Avansa, Fortuner, Rush, Crown, Pick Up (Hilux), dan
1
4
New Dyna. Sedangkan untuk penjualan mobil sedan Toyota ada beberapa tipe
yang dipasarkan oleh PT. Hadji Kalla, antara lain New Vios, Corolla Altis, dan
Camry.
PT. Hadji Kalla dalam memasarkan mobil bersaing ketat dengan merk-merk
terkenal lain, mengingat kendaraan yang dipasarkan oleh kompetitor memiliki
harga dan kualitas yang hampir sama. Yang menjadi kompetitor PT. Hadji Kalla
yaitu merk Suzuki dan Honda dan di samping terdapat pula merk lain yang
memegang sebahagian kecil pasar seperti Mitsubishi dan Hyundai.
Mengingat persaingan ketat tersebut, maka masalah pemasaran memegang
kendali yang sangat penting dalam upaya mencapai tujuan yang diinginkan atau
dengan kata lain, sangat diperlukan strategi pemasaran yang terencana dengan
baik. Dalam mewujudkan hal itu, pihak perusahaan lewat staf manajerialnya perlu
melaksanakan upaya yang terarah di setiap kebijakan yang diambil sehingga
dalam menghadapi kompetitor-kompetitor lainnya perusahaan tersebut dapat
mengatasi berbagai masalah yang muncul dalam pemasaran produknya.
Dalam penelitian ini, penulis hanya akan meneliti produk yang dipasarkan
oleh PT. Hadji Kalla yakni mobil Toyota Avansa, hal ini dikarenakan banyaknya
tipe mobil Toyota lain yang dipasarkan oleh PT. Hadji Kalla yang tentunya tidak
bisa penulis teliti secara menyeluruh, juga karena keterbatasan waktu dan
5
Berikut ini adalah tabel yang menyajikan jumlah penjualan Toyota Avansa
dari tiga dealer PT. Hadji Kalla yang ada di kota Makassar pada tahun 2008-2011:
Tabel 1. 1
Penjualan Mobil Toyota Avansa PT. Hadji Kalla di Kota Makassar
2008 2009 2010 2011
Dealer A 539 703 925 811
Dealer B 473 673 851 752
Dealer C 435 497 789 893
Total 1447 1873 2565 2456
(Sumber: Wisma Kalla)
Pada tahun 2008, penjualan dealer A mencapai 539 unit, dealer B mencapai 473 unit, dan dealer C mencapai 435 unit, sehingga total penjualan Toyota Avansa pada tiga dealer yang ada di kota Makassar pada tahun 2008 mencapai 1.447
unit. Pada tahun 2009, penjualan dealer A mencapai 703 unit, dealer B mencapai 673 unit, dan dealer C mencapai 497 unit, sehingga total penjualan pada tiga dealer yang ada di kota Makassar pada tahun 2009 mencapai 1.873 unit. Pada
tahun 2010, penjualan dealer A mencapai 925 unit, dealer B mencapai 851 unit, dan dealer C mencapai 789 unit, sehingga total penjualan pada tiga dealer yang ada di kota Makassar pada tahun 2010 mencapai 2.565 unit. Pada tahun 2011,
penjualan dealer A mencapai 811 unit, dealer B mencapai 752 unit, dan dealer C mencapai 893 unit, sehingga total penjualan pada tiga dealer yang ada di kota
6
Dari tabel di atas memperlihatkan adanya peningkatan volume penjualan
Toyota Avansa pada tahun 2009 yakni mencapai 1.873 unit dari tahun
sebelumnya yang hanya mencapai 1.447 unit. Kemudian pada tahun 2010, volume
penjulan Toyota Avansa juga mengalami peningkatan, yakni mencapai 2.565 unit
dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai 1.873 unit. Teapi pada tahun 2011
volume penjualan Toyota Avansa mengalami penurunan, yakni dari tahun
sebelumnya yang mencapai 2.565 unit tetapi pada tahun 2011 hanya mencapai
2.456 unit.
Melihat penurunan volume penjualan Toyota Avansa yang terjadi pada
tahun 2011, penulis merasa ada kejanggalan yang terjadi pada
kebijakan-kebijakan perusahaan, maka penulis memilih beberapa hal yang dianggap
memiliki potensi untuk mempengaruhi volume penjualan yang dijadikan sebagai
variabel dalam penelitian yang akan dilaksanakan.
Berdasarkan alasan tersebut di atas maka penulis tertarik untuk mengambil
judul skrispi tentang: “PENGARUH HARGA JUAL, KUALITAS PRODUK, DAN PERIKLANAN TERHADAP VOLUME PENJUALAN MOBIL
TOYOTA AVANSA PADA PT. HADJI KALLA DI KOTA MAKASSAR”.
B.Rumusan Masalah
Dalam pembahasan proposal skripsi ini penulis membatasi diri pada
penelitian harga jual, kulitas produk, dan periklanan yang merupakan bagian dari
marketing mix. Agar pembahasannya ini lebih terarah, maka penulis akan
7
1. Bagaimana pengaruh harga jual, kualitas produk dan periklanan terhadap
Volume Penjualan mobil Toyota Avansa Pada PT. Hadji Kalla di Kota
Makasar?
2. Variabel mana yang berpengaruh dominan terhadap volume penjualan Pada
PT. Hadji Kalla di Kota Makassar ?
C.Definisi Operasional 1. Harga Jual (X1)
Harga jual adalah jumlah keseluruhan nilai yang dibayarkan oleh
konsumen atau pelanggan untuk memperoleh suatu produk atau jasa dari
perusahaan.
2. Kualitas Produk (X2)
Kualitas produk merupakan tingkat keunggulan suatu produk yang
ditawarkan oleh perusahaan, sehingga kualitas merupakan ukuran relatif
kebaikan.
3. Periklanan (X3)
Periklanan adalah salah satu bentuk kegiatan promosi untuk
memperkenalkan, menarik dan mempertahankan langganan untuk
menggunakan produk PT. Hadji Kalla dengan melalui media-media, yang
diukur dalam jumlah biaya yang dikeluarkan.
4. Volume Penjualan (Y)
Volume penjualan adalah besarnya jumlah penjualan yang dicapai
oleh perusahaan pada waktu atau periode tertentu dan diukur dengan jumlah
8 C. Tujuan dan Manfaat Penelitian
Ada pun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui pengaruh harga jual, kualitas produk, dan periklanan
terhadap Volume Penjualan mobil Toyota Avansa Pada PT. Hadji Kalla di
Kota Makassar
2. Untuk mengetahui pengaruh yang dominan antara harga jual, kualitas produk,
dan periklanan terhadap Volume Penjualan Pada PT. Hadji Kalla di Kota
Makassar.
Dengan adanya penelitian ini diharapkan bisa memberikan masukan bagi
pihak-pihak berikut:
1. Bagi penulis
Untuk menerapkan teori-teori dan pengetahuan yang didapat di bangku
kuliah ke dalam masalah yang sebenarnya terjadi pada suatu perusahaan
khususnya mengenai bauran pemasaran yang dilaksanakan pada suatu
perusahaan..
2. Bagi Almamater
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan referensi maupun sebagai
acuan khususnya bagi yang berminat pada permasalahan bauran pemasaran.
3. Bagi Publik
Hasil penelitian ini diharapkan bisa menjadi bahan masukan bagi
9
keputusan yang terkait dengan tujuan jangka pendek ataupun jangka panjang
perusahaan khususnya dalam hal pemasaran.
E. Sistematika Penulisan
Dalam penulisan proposal skripsi ini, penulis menggunakan sistematika
penulisan yang disusun ke dalam 5 (lima) bab. Masing-masing bab terbagi dalam
beberapa sub bab yang merupakan pokok bahasan dari bab yang bersangkutan.
Tiap bab tersebut disusun sebagai berikut :
Pada bab pertama diuraikan tentang pendahuluan yang mencakup latar
belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, kegunaan penelitian, dan
sistematika penulisan.
Pada bab kedua diuraikan tentang landasan teori yang mencakup pengertian
harga jual, pengertian kualitas produk, pengertian periklanan, volume penjualan,
kerangka fikir, dan hipotesis.
Pada bab ketiga diuraikan tentang metodologi penelitian yang mencakup
jenis penelitian, lokasi dan waktu penelitian, populasi dan sampel, teknik
pengumpulan data, uji validitas dan rehabilitas, teknik analisis data, dan definisi
operasional variabel.
Pada bab keempat diuraikan tentang hasil penelitian yang mencakup
gambaran umum perusahaan dan pembahasan hasil dari permasalahan yang
diteliti.
Pada bab kelima diuraikan tentang kesimpulan dari permasalahan yang
10 BAB II
LANDASAN TEORI
A.Harga Jual
1. Pengertian Harga Jual
Harga memegang peranan penting dalam pemasaran baik itu bagi penjual
maupun pembeli. Harga adalah satu-satunya alat bauran pemasaran yang dapat
dimanfaatkan perusahaan untuk mencapai tujuan pemasarannya.2 Keputusan
harga harus dikoordinasikan dengan keputusan desain, produksi ,dan distribusi
produk untuk membentuk program pemasaran yang konsisten dan efektif.
Harga adalah salah satu unsur dalam bauran pemasaran (Marketing Mix) yang mennpunyai peranan penting bahkan sangat menentukan keberhasilan
suatu kegiatan pemasaran. Tanpa penetapan harga, seorang pemasar mungkin
tidak dapat menawarkan produknya kepada calon pelanggan. Dengan adanya
harga, seorang pemasar dapat mernproyeksikan beberapa tingkat penjualan
yang akan dicapai dan beberapa profit yang akan diperoleh.
Harga adalah jumlah uang yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah
kombinasi dari produk dan pelayanannya3. Berdasarkan pendapat dari ahli
tersebut dapat disimpulkan bahwa harga adalah merupakan alat tukar untuk
mengukur suatu nilai uang yang terkandung dalam suatu barang atau jasa, dan
sekaligus merupakan pelayanan dari penjual kepada pembeli.
2
Philip Kotler dan Amstrong, Prinsip-Prinsip Pemasaran, Ed. 3 (Cet. 1; Jakarta: Erlangga, 1997), h. 342.
3
Basu Swastha dan Irawan, Manajemen Pemasaran Modern, Ed. 2 (Cet. 13; Yogyakarta: Liberty Offset, 2008), h. 241.
11
Keberhasilan perusahaan dalam mengoptimalkan laba sangat dipengaruhi
oleh pamasaran produk dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan. Salah satu
faktor yang mendukung keberhasilan pemasaran ini adalah penetapan harga
jual yang tepat, sebab salah satu pertimbangan utama konsumen dalam
memilih satu dari berbagai jasa atau produk itu sendiri. Penetapan harga yang
baik, selayaknya mempertimbangkan sumber daya yang yang digunakan dalam
menghasilkan barang atau jasa, tingkat keuntungan yang sesuai dengan target
pertumbuhan usaha, baik konsumen maupun investor.
2. Tujuan Penetapan Harga
Sebelum harga jual suatu produk ditetapkan, perusahaan terlabih dahulu
harus menetapkan tujuan-tujuan dari penetapan harga yang akan dilakukan.
Adapun tujuan penetapan harga adalah:4
1. Mencapai target pengembalian investasi
2. Memaksimalkan profit
3. Alat persaingan terutama untuk perusahaan sejenis
4. Menyeimbangkan harga itu sendiri
5. Sebagai penentu market share
Selanjutnya tujuan penetapan harga akan diuraikan sebagai berikut:
1. Mencapai target pengembalian investasi
Perusahaan menetapkan harga produknya atau jasa yang diberikan
atas dasar sasaran pencapaian prosentase tertentu untuk pengembalian
4
Indriyo Gitosudarmo, Manajemen Pemasaran, Ed. 2 (Cet. 1; Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta, 2008), h. 276.
12
investasi atau laba penjualan bersih. Sasaran seperti ini menjadi kacau baik
bagi perusahaan maupun pialangnya.
2. Memaksimalkan profit
Sasaran penetapan harga atau dasar menghasilkan uang
sebanyak-banyaknya mungkin merupakan sasaran yang paling banyak dianut oleh
perusahaan. Dalam teori ekonomi atau praktek bisnis, tidak ada yang salah
dengan sasaran seperti ini. Secara teoritis apabila laba menjadi terlalu besar
karena penawaran lebih kecil dibandingkan permintaan, modal baru akan
tertanam dalam bidang usaha ini. Dengan sendirinya hal ini akan
mengurangi laba sampai setingkat normal.
3. Alat persaingan terutama untuk perusahaan sejenis
Banyak perusahaan, tidak tergantung dari besar kecilnya, secara sadar
memberi harga produknya untuk memenangkan persaingan. Meskipun
perusahaan sudah besar, hanya mempunyai peranan yang kecil dalam
menentukan harga pasar.
4. Menyeimbangkan harga itu sendiri
Stabilitas harga sering menjadi sasaran industri-industri yang
mempunyai pemimpin harga.
5. Sebagai penentu market share
Perusahaan yang mempunyai sasaran penetapan harga tipe ini
memutuskan perhatian pada upaya mempertahankan atau meningkatkan
pangsa pasar. Satu sektor yang membuat sasaran ini tercapai adalah
13
Dalam beberapa hal, pangsa pasar merupakan indikator kondisi perusahaan
yang lebih baik dibandingkan dengan target laba investasi artinya, sasaran
penetapan harganya yang lebih baik. Hal ini bisa terjadi terutama pada
waktu pasar total sedang berkembang dan perusahaan bisa memperoleh laba
yang bisa diharapkan. Akan tetapi jika manajemen tidak mengetahui bahwa
pasar sedang berkembang, akibatnya pangsa pasar perusahaan bisa
mengalami kemunduran.
3. Potongan Harga
Potongan harga merupakan tindakan yang memberikan penurunan harga
kepada seorang pembeli atau pelanggan . Potongan harga diberikan untuk
menarik pelanggan dan merupakan salah satu pelayanan yang diberikan oleh
penjual kepada pembeli.
Untuk memperoleh gambaran secara lebih jelas mengenai potongan
harga, maka dibawah ini akan diuraikan tentang macam-macam atau jenis-jenis
potongan (discount) menurut Rewoldt, Scott, dan Warshaw sebagai berikut:5
a. Discount kuantitas b. Discounts dagang
c. Discounts dan allowances promosi
5
Rewoldt, Scott, dan Warshaw, Strategi Harga Dalam Pemasaran, (Cet. 3; Jakarta: Rineka Cipta, 2002), h. 45-62.
14
Berikut ini akan dijelaskan jenis-jenis potongan harga sebagai berikut:
a. Discount kuantitas
Potongan kuantitas adalah pengurangan dari harga tercatat yang
ditawarkan oleh seorang penjual untuk menarik seorang pelanggan membeli
dalam jumlah yang lebih besar dari biasanya. Potongan berdasarkan pada
jumlah pembelian dalam rupiah atau dalam unit.
b. Discounts dagang
Discount dagang kadang-kadang disebut potongan fungsional,
merupakan potongan dari harga tercatat (daftar harga) yang ditawarkan ke
pembeli yang diharapkan akan mempunyai fungsi pemasaran. Contohnya
produsen memberikan potongan kepada agen 15 % dengan syarat yang 10%
diberikan kepada pengecer.
c. Discounts dan allowance promosi
Discount promosi merupakan potongan harga yang diberikan oleh
penjual sebagai imbalan promosi yang dilakukan oleh pembeli. Misalnya
pabrik alat-alat besar bangunan membeli beberapa jenis barang gratis untuk
para penyalur sebagai imbalan pemeragaan produk eceran teratur. Atau
pabrik akan menanggung 50% biaya iklan toko pengecer yang
mengiklankan produknya.
Dari uraian di atas disimpulkan bahwa jenis potongan harga dapat
digunakan sesuai dengan jenis perusahaan dalam memilih jenis potongan
15 B.Kualitas Produk
1. Pengertian Kualitas Produk
Produk adalah sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk
mendapatkan perhatian, dibeli, dipergunakan atau dikonsumsi dan yang dapat
memuaskan keinginan atau kebutuhan6. Berbicara mengenai produk, maka
aspek yang perlu diperhatikan adalah kualitas produk. Dalam membeli suatu
produk, konsumen selalu mengharapkan agar barang yang dibelinya dapat
memberikan kepuasan terhadap segala keinginan dan kebutuhannya. Kualitas
produk yang baik merupakan harapan konsuman yang harus dipenuhi oleh
perusahaan sebagai produsen, karena kualitas produk yang baik merupakan hal
yang sangat penting bagi perkembangan produktivitas perusahaan.
Definisi kualitas menurut Taguchi adalah kerugian yang disebabkan oleh
suatu produk bagi masyarakat setelah produk tersebut dikirim, selain kerugian
kerugian yang disebabkan fungsi intrinsik produk7. Definisi ini didasarkan
pada premis bahwa biaya dapat diturunkan dengan cara memperbaiki kualitas
dan kualitas tersebut secara otomatis dapat diperbaiki dengan cara mengurangi
variasi dalam produk atau proses.
Sedangkan Juran mendefinisikan kualitas sebagai kecocokan untuk
pemakaian8. Definisi ini menekankan orientasi pada pemenuhan harapan
pelanggan, yaitu apabila suatu produk mampu menyediakan dan memenuhi apa
6
Daryanto, Manajemen Pemasaran, (Cet.1; Bandung: PT. Sarana Tutorial Nurani Sejahtera, 2011), h. 49.
7
Fandy Tjiptono, Prinsip-Prinsip Total Quality Service, (Yogyakarta: Andi Offset, 2005), h. 12.
16
yang diharapkan pelanggan untuk mencapai kepuasannya maka dikatakan
memiliki kualitas. Jadi ukuran kualitas tergantung pada perfektif
masing-masing pelanggan.
Adapun definisi kualitas menurut Goetsch Davis (1994): Kualitas
merupakan suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa,
manusia, proses, dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan9.
Definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa kualitas merupakan kondisi terbaik
dari suatu produk sehingga dapat memenuhi kepuasan konsumen.
Kualitas produk dan jasa adalah keseluruhan gabungan karakteristik
produk dan jasa yang dihasilkan dari pemasaran, rekayasa, produksi, dan
pemeliharaan yang membuat produk dan jasa tersebut dapat digunakan
memenuhi harapan pelanggan atau konsumen10. Kualitas suatu produk
dipengaruhi oleh beberapa faktor yang dapat menentukan bahwa produk
tersebut dapat memenuhi tujuannya, beberapa faktor tersebut antara lain :
a) Fungsi suatu barang
Kualitas yang ingin dicapai sesuai dengan fungsi barang tersebut yang
tercermin pada spesifikasi barang tersebut, seperti kegunaannya, beratnya,
bunyi, keawetannya, atau perawatannya.
b) Wujud luar
Salah satu faktor penting yang sering menjadi bahan penilaian bagi
konsumen dalam memilih suatu produk pertama kali, dalam menentukan
9Zulian Yamit, Manajemen Kualitas, Ed. 1 (Cet. 5; Yogyakarta: Ekonisia, 2010), h. 8. 10
17
kualitas produk adalah wujud luar dari produk tersebut. Faktor wujud luar
yang terdapat pada suatu produk tidak hanya terlihat dari bentuknya, tetapi
juga dari warna, aksesoris, dan lain-lainnya.
c) Biaya produk
Pada umumnya biaya dan harga suatu produk akan menentukan
kualitas produk tersebut. Hal ini dapat dilihat dari kenyataan yang sering
terjadi bahwa produk-produk yang mempunyai biaya atau harga yang mahal
relatif memiliki kualitas yang lebih baik.
2.Dimensi Kualitas
Apabila perusahaan ingin mempertahankan keunggulan kompetitifnya
dalam pasar, perusahaan harus mengerti aspek dimensi apa saja yang
digunakan oleh konsumen untuk membedakan produk yang dijual perusahaan
tersebut dengan produk pesaing.
Dimensi kualitas produk terdiri dari :11
1. Kinerja ( performance ), berhubungan dengan kerakteristik operasi operasi pokok dari sebuah produk.
2. Fitur ( features ), merupakan kerakteristik produk yang dirancang untuk menyempurnakan fungsi produk atau melengkapi produk.
3. Kehandalan ( reability ), semakin kecil kemungkinan terjadinya kerusakan maka produk tersebut semakin dapat diandalkan.
11
18
4. Kesesuaian dengan spesifikasi ( conformance to specifications ), yaitu sejauh mana karakteristik desain dan operasi memenuhi standar yang talah
ditetapkan sebelumnya.
5. Daya tahan ( durability ), berkaitan dengan berapa lama produk tersabut dapat bertahan digunakan sebelum produk tersebut harus diganti.
6. Estetika ( aesthetics ), berhubungan dengan bagaimana penampilan produk dapat dinilai dari tampak, rasa, bau, dan bentuk produk.
7. Kesan kualitas ( perceived quality ), yaitu citra dan reputasi produk serta tanggung jawab perusahaan terhadapnya.
C.Periklanan
1. Pengertian Periklanan
Produk barang atau jasa baik penamaan, penetapan harga, dan
distribusinya semua tercermin dalam kegiatan periklanan yang sering kali
disebut sebagai darah kehidupan bagi suatu organisasi. Tanpa adanya
periklanan, berbagai produk atau jasa tidak dapat mengalir dengan lancar ke
para distributor atau penjual, apa lagi sampai ke para konsumen dan
pemakainya12.
Di dalam dunia periklanan yang semakin modern, tingkat persaingan
antar perusahaan saling berlomba untuk menjual hasil produksi
sebanyak-banyaknya. Dengan demikian perusahaan dituntut untuk meningkatkan
pemasaran. Adapun alat pemasaran yang sering digunakan adalah periklanan,
19
karena periklanan dipandang sebagai kegiatan penawaran kepada suatu
kelompok masyarakat tentang suatu produk, jasa atau ide.
Periklanan adalah semua bentuk bayaran dari tayangan non personal dan
promosi gagasan, barang dan jasa oleh sponsor yang dikenal13. Iklan bisa
menjadi cara yang efektif dari segi biaya untuk mendistribusikan pesan, baik
dengan tujuan membangun preferensi merek atau mendidik orang. Bahkan
dalam lingkungan media yang penuh tantangan saat ini, iklan yang baik akan
menghasilkan hasil yang memuaskan.
Pendapat ekonom lain menyatakan bahwa periklanan adalah komunikasi
non-individu, dengan sejumlah biaya, melalui berbagai media yang dilakukan
oleh perusahaan, lembaga non-laba, serta individu- individu.14
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa periklanan adalah suatu alat
yang dipergunakan untuk mempengaruhi konsumen dan tujuan dari periklanan
adalah untuk meningkatkan volume penjualan.
2. Tujuan Periklanan
Adapun tujuan periklanan menurut Kotler dan Amstrong yang dikutip oleh
Machfoeds adalah 15:
1. Menginformasikan
a) Memberi informasi kepada pasar tentang produk baru
13
Ginting dan Nembah Hartimbul, Manajemen Pemasaran, (Cet. 1; Bandung : Yrama Widya, 2011 ), h. 201.
14
Basu Swastha, Azas-Azas Mak eting, Ed. 3 (Cet. 3; Yogyakarta: Liberty Offset: 1999), h. 245.
15
Machfoedz, Pengantar Pemasaran Modern, (Cet. 1; Yogyakarta: Akademi Manajeman Perusahaan YKPN, 2005), h. 90.
20
b) Menganjurkan cara baru menggunakan produk
c) Menginformasikan perubahan harga kepada pasar
d) Menerangkan cara kerja produk baru
e) Menerangkan jasa yang tersedia
f) Mengoreksi kesan yang salah
g) Menurunkan tingkat kekhwatiran pembeli
h) Membangun citra perusahaan
2. Menganjurkan
a) Membangun preferensi merek
b) Memotivasi konsumen agar mengalihkan perhatian dari merek yang telah
digunakan ke merek yang diiklankan dari satu perusahaan
c) Menganjurkan konsumen agar segera membeli
d) Menganjurkan konsumen agar menerima kunjungan penjualan
3. Mengingatkan
a) Mengingatkan konsumen bahwa produk yang diiklankan mungkin
diperlukan pada waktu yang akan datang
b)Mengingatkan konsumen tentang tempat penjualan produk yang diiklankan
c) Mempertahankan agar konsumen tetap mengingat produk yang diiklankan
d)Menjaga agar produk yang diiklankan berada pada urutan pertama dalam
21 3. Media Periklanan
Media periklanan yang dapat digunakan adalah:16
1. Media Cetak
2. Media Elektronik
3. Media Lain
Selanjutnya media periklanan diuraikan sebagai berikut:
1. Media Cetak
a. Surat Kabar
Sebagai media iklan, surat kabar bersifat fleksibel dan tepat waktu. Ukuran iklan untuk surat kabar bervariasi, mulai dari yang dimuat satu halaman sampai dengan yang dimuat beberapa halaman.
b. Majalah
Majalah merupakan pilihan yang tepat jika pemasang iklan menginginkan kualitas cetakan. Cetakan gambar dapat dibuat berwarna sesuai dengan warna produk yang diiklankan. Majalah dapat menjangkau pasar internasional dan berumur relatif lama.
c. Daftar Alamat
Daftar alamat merupakan buku yang memuat daftar nama orang atau perusahaan lengkap dengan nomor telepon dan alamat.
2. Media Elektronik a. Radio
Radio disukai sebagai media budaya dan iklan beberapa dekede terakhir. Radio dapat didengar oleh masyarakat dari semua tingkat sosial. Aneka acara
16
22
mulai dari penyajian informasi hingga berbagai jenis hiburan seperti music, sandiwara, dan sebagainya dengan jangkauan siaran yang luas radio merupakan media iklan yang efektif untuk menjangkau pasar tertentu.
b. Televisi
Televisi merupakan media iklan yang paling menonjol, yakni kombinasi gambar dan suara. Produk dapat ditunjukkan dan diterangkan pada waktu yang sama. Televisi dapat menjangkau wilayah geografis yang sangat luas dan fleksibel dalam penyampaian pesan.
3. Media Lain
Iklan Luar Ruang
Iklan luar ruang mampu menjangkau persentase yang besar dari populasi audience karena sifat mobilitas masyarakat yang cukup tinggi. Setiap unit iklan luar ruang yang dipampang di tempat terbuka tidak memerlukan biaya yang besar.
4. Pelaku Periklanan
Pelaku periklanan menurut Machfoedz adalah :17
a. Pemasang Iklan b. Agen Periklanan
c. Media
d. Perantara
Pelaku periklanan akan dijelaskan sebagai berikut:
1. Pemasang Iklan
Periklanan bermula dari pemasang iklan, orang atau perusahaan yang
mengawali proses periklanan. Mereka juga merupakan pengambil keputusan
17
23
terakhir yang berhubungan dangan khalayak sasaran, media yang akan
dijadikan sarana beriklan, volume anggaran periklanan, dan jangka waktu
yang diperlukan untuk beriklan.
2. Agen Periklanan
Untuk mengiklankan sustu produk, pemasangan iklan menggunakann
jasa agen periklanan dari luar perusahaan untuk merencanakan dan
menerapkan sebagian dari keseluruhan upaya periklanan. Alasan pemasang
iklan menggunakan jasa agen perklanan dari luar karena perusahaan percaya
bahwa pekerjaan agen periklanan akan lebih efisien.
3. Media
Media adalah saluran komunikasi yang membawa pesan dari
pemasang iklan kepada khalayak. Wakil perusahaan media secara khusus
menemui pemasang iklan atau pihak yang mewakilinya dan mencoba untuk
meyakinkan mereka bahwa medium yang ditunjuk merupakan wahana yang
tepat untuk mengantarkan pesan kepada khalayak.
4. Perantara
Perantara dalam hal ini adalah kelompok perusahaan jasa yang
membantu pemasang iklan, agen periklanan, dan media. Anggota kelompok
ini juga disebut konsultan. Jajaran konsulta mencerminkan berbagain tugas
24 D.Volume Penjualan
Menurut Abbas Kardaniata (1996, Hal : 151): “volume penjualan
merupakan faktor yang mempengaruhi besarnya modal kerja maupun komponen –
komponen modal kerja.
Dari defenisi di atas dapat disimpulkan bahwa suatu perusahaan
menanamkan sebagian dari dananya dalam modal kerja karena modal kerja
diperlukan untuk menunjang kegiatan operasional yang bertumpuh pada penjualan”18
Penjualan merupakan sumber hidup suatu perusahaan, karena dari penjualan
dapat diperoleh laba serta suatu usaha memikat konsumen yang diusahakan untuk
mengetahui daya tarik konsumen sehingga dapat mengetahui hasil produk yang
dihasikan. Dalam kegiatan pemasaran yang sangat komplek dan saling berkaitan
yang satu dengan yang lainnya, seperti promosi dan penjualan hendaknya dikelola
dengan baik untuk mencapai tujuan perusahaan, yaitu laba. Promosi berfungsi
untuk meningkatkan volume penjualan juga sebagai strategi untuk menjangkau
pembeli untuk melakukan pertukaran. Sedangkan penjualan adalah pemindahan
barang dan jasa yang dilakukan oleh penjual. Pada umumnya perusahaan yang
ingin mempercepat proses peningkatan volume penjualan akan melakukan untuk
mengadakan kegiatan promosi melalui iklan, personal selling, dan publisitas.
18
http://belajarilmukomputerdaninternet.blogspot.com/2009/11/pengertian -volume-penjualan.html (3 Juli 2012)
25
E. Harga jual, Kualitas Produk, dan Periklanan dalam Islam 1. Penetapan Harga Jual dalam Islam
Dalam menentukan harga dari produk yang dijual, kesan harga palsu dilarang berdasarkan hukum Islam. Mengubah harga tanpa adanya perubahan terhadap kualitas dan kuantitas juga tidak diperbolehkan. Islam tidak membatasi penjual untuk menetapkan harga yang lebih tinggi dari harga pasar, tetapi hal itu harus dilakukan dengan cara yang benar dengan nilai-nilai Islam sebagai pedoman di dalam penetapan harga yang sesuai tersebut. Persaingan yang sehat antar pengusaha adalah suatu keharusan dalam ekonomi Islam. Beberapa kondisi pada zaman Khalifah dan Nabi Muhammad saw dapat menjadi gambaran bagaimana proses penetapan harga produk harus diterapkan dalam bisnis.
Islam yang sifatnya rahmatan lil a’alamin mengajarkan intervensi otoritas resmi dan memberikan kewenangan kepada pemerintah untuk melakukan
kebijakan pengendalian harga (price fixing). Bila ada kenaikan harga barang
diatas batas kemampuan masyarakat, maka pemerintah melakukan pengaturan
dengan operasi pasar. Sedangkan, bila harga terlalu turun sehingga merugikan
produsen, maka pemerintah meningkatkan pembelian atas produk tersebut dari
pasar.
Dalam fiqih Islam dikenal dua istilah berbeda mengenai harga suatu barang,
yaitu ats-tsaman dan ats-si’r. as-saman adalah patokan harga satuan barang,
sedangkan as-si’r adalah harga yang berlaku secara aktual di pasar.19
19
26 a. Al-Tsaman
Mencari keuntungan dalam bisnis pada prinsipnya merupakan suatu perkara yang jaiz (boleh) dan dibenarkan syara’. Dalam al-Qu’an dan hadits tidak ditemukan berapa persen keuntungan atau laba (patokan harga satuan
barang) yang diperbolehkan. Tingkat laba atau keuntungan berapa pun
besarnya selama tidak mengandung unsur-unsur keharaman dan kezhaliman
dalam praktek pencapaiannya, maka hal itu dibenarkan syariah sekalipun
mencapai margin 100 % dari modal bahkan beberapa kali lipat.
Firman Allah dalam surat An-Nisa/4 : 29.
Terjemahnya:Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang Berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.20
b. Al-tsi’r
Ulama fiqih membagi as-si’r menjadi dua macam, yaitu:
a) Harga yang berlaku secara alami, tanpa campur tangan pemerintah. Dua dari
empat mazhab terkenal, Hambali dan Syafi’i, menyatakan bahwa pemerintah tidak mempunyai hak untuk menetapkan harga.
20
27
b) Harga suatu komoditas yang ditetapkan pemerintah setelah
mempertimbangkan modal dan keuntungan wajar bagi pedagang ataupun
produsen serta melihat keadaan ekonomi riil dan daya beli masyarakat.
Mekanisme ini lazim al-Tas’ir al-Jabari.
Islam menghargai hak penjual dan pembeli untuk menentukan harga
sekaligus melindungi hak keduanya. Dalam rangka melindungi hak penjual dan
pembeli, Islam membolehkan bahkan mewajibkan pemerintah melakukan
penetapan harga bila kenaikan harga disebabkan adanya penyimpangan antara
permintaan dan penawaran. Konsep harga yang adil telah dikenal oleh
rasullulah, yang kemudian banyak menjadi pembahasan dari para ulama di
masa kemudian. Adanya suatu harga yang adil telah menjadi pegangan yang
mendasar dalam transaksi yang Islami. Secara umum harga yang adil adalah
harga yang tidak menimbulkan eksploitasi atau penindasan (kezaliman)
sehingga merugikan salah satu pihak dan menguntungkan pihak yang lain.
Penentuan harga dalam Islam ditentukan oleh kekuatan penawaran dan
permintaan yang terjadi secara alami. Dari uraian di atas dapat penulis pahami
bahwa diperbolehkan bagi siapapun untuk mencari keuntungan tanpa ada
batasan keuntungan tertentu selama mematuhi hukum-hukum Islam. Serta
menentukan standar harga sesuai dengan kondisi pasar yang sehat. Namun bila
terjadi penyimpangan dan kesewenang-wenangan harga dengan merugikan
pihak konsumen, tidak ada halangan bagi pihak penguasa, sesuai dengan tugas
dan tanggung jawabnya, untuk membatasi keuntungan pedagang atau mematok
28
dengan pihak-pihak terkait agar tidak ada yang dilangkahi maupun dirugikan
hak-haknya.
2. Kualitas Produk dalam Islam
Pengambilan keputusan mengenai jenis produk dan bagaimana kualitas produk harus disesuaikan dengan aturan Islam. Merupakan pengetahuan dasar bahwa pemilik bisnis harus tahu tentang aspek produksi dalam etika bisnis Islam.
Dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah / 2 : 267.
Terjemahnya :
Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, Padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.21
Ayat di atas menjelaskan bahwa agama Islam mengajarkan bahwa
apabila kita ingin memberikan hasil usaha yang baik berupa barang atau pun
jasa hendaknya kita memberikan yang berkualitas kepada pelanggan, dan
jangan memberikan sesuatu yang buruk atau tidak berkualitas kepada orang
lain.
21
29
Ibnu Al Ukhuwwah menyebutkan hal-hal penting dalam pengambilan
keputusan tentang produk bisnis menurut Islam, yaitu:22
a. Produk harus legal sesuai dengan hukum Islam
b. Produk tersebut harus didukung oleh aset
c. Produk harus bisa diberikan dan nyata
d. Identifikasi nilai tambah untuk produk harus dilakukan terlebih dahulu
e. Kedua belah pihak harus mengetahui kondisi produk yang sebenarnya dan
ada kesepakatan tentang produk yang digunakan dalam transaksi.
Dalam cara Islam, proses produksi harus diputuskan sebagai proses yang akan membawa manfaat dan tidak melawan hukum.
3. Periklanan dalam Islam
Penjual diperbolehkan untuk mempromosikan produk mereka selama promosi ini didasarkan pada kejujuran. Para pengusaha dibatasi untuk memberikan informasi yang berisikan penipuan tentang kondisi sebenarnya dari produk mereka dalam rangka untuk menarik konsumen untuk memilih produk mereka daripada produk pesaing. Menghina penjual lain yang menjual produk yang sama juga bertentangan terhadap prinsip-prinsip bisnis syariah.
Teknik promosi dalam Islam tidak membolehkan pedagang untuk
menggunakan daya tarik seksual dan ketakutan, testimonial palsu dan teknik yang akan memotivasi para pembeli untuk melakukan hal yang salah seperti pemborosan dan perilaku hidup konsumtif.
22
30 F. Penelitian Terdahulu
1. Penelitian yang dilakukan oleh Firman (2010) yang berjudul “ Pengaruh Harga
Jual terhadap Volume Penjualan Mobil Toyota Jenis Rush pada PT. Hadji Kalla
Cabang Urip Sumoharjo Makassar ”. Motode penelitian yang digunakan adalah
asosiatif yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara variabel harga
terhadap varibel volume penjualan. Melalui analisis korelasi ditemukan
persamaan Y= 111.778 + 6.988 X dan pada analisis korelasi ditemukan bahwa
terdapat pengaruh yang positif dan pengaruh yang signifikan dari harga
terhadap volume penjualan dengan nilai korelasi 0,481.23
2. Penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Alief (2011) yang berjudul “ Pengaruh Kualitas Produk terhadap Peningkatan Volume Penjualan Motor Yamaha Mio pada PT. Suracojaya Abadimotor di kota Makassar “. Metode penelitian adalah deskriftif kualitatif dengan metode pengumpulan data
menggunakan kuesioner. Hasil analisis dengan SPSS 16.0 menunjukkan bahwa
kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan
volume penjualan. Dari hasil koefisien regresi yang didapat menunjukkan,
faktor kehandalan (b4 = 0,488) menjadi faktor terbesar yang mempengaruhi
peningkatan volume penjualan, kemudian daya tahan (b1= 0,382), kinerja (b1=
0,330), estetika (b6= 0,289), keistimewahan tambahan (b6= 0,175), dan
kesesuaian spesifikasi (b5= 0,109) menjadi faktor terendah yang
23
Firman, Pengaruh Harga Jual Terhadap Volume Penjualan Mobil Toyota Jenis Rush Pada PT. Hadji Kalla Cabang Urip Sumoharjo Mak assar, (Tugas akhir Program Pendidikan Diploma III Politeknik Negeri Ujung Pandang ), 2010.
31
mempengaruhi volume penjualan. Pengujian hipotesis secara simultan dari
variabel independen signifikan, karena nilai signifika nsi < 0,05.24
3. Penelitian yang dilakukan oleh Dine Transetyo (2009) yang berjudul “
Pengaruh Advertising dan Pengembangan Produk terhadap Volume Penjualan pada Perusahan Kopi Sumber Agung Malang “.Dalam penelitian ini digunakan pendekatan metode eksplanatif untuk menjelaskan hubungan kausalitas (sebab
akibat) antara variabel bebas yaitu periklanan dan pengembangan produk
terhadap variabel terikat yaitu volume penjualan. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa periklanan dan pengembangan produk secara simultan
berpengaruh signifikan terhadap terhadap volume penjualan pada Perusahaan
Kopi Sumber Agung Malang, yang ditunjukkan dari nilai Fhitung sebesar
22,140 lebih besar dari nilai Ftabel sebesar 9,55 pada probabilitas sebesar
0,016 lebih kecil dari 0,05 dan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,937
dan setelah disesuaikan didapatkan nilai R adjustnya sebesar 0,894
menunjukkan bahwa variabel periklanan (X1), dan pengembangan produk (X2)
secara simultan memberikan kontribusi/sumbangan sebesar 89,4% terhadap
perubahan volume penjualan (Y), sedangkan sisanya sebesar 1,6% merupakan
sumbangan/kontribusi variabel lain yang tidak diamati dalam penelitian ini.25
24Muhammad Alief, Pengaruh Kualitas Produk terhadap Peningk atan Volume Penjualan Motor Yamaha Mio pada PT. Suracojaya Abadimotor di k ota Mak assar, (Skripsi Sarjana Fakultas Syari’ah dan Hukum Universitas Islam Negeri Alauddin), 2011.
25
Dine Transetyo, Pengaruh Advertising Dan Pengembangan Produk Terhadap Volume Penjualan Pada Perusahaan Kopi Sumber Agung Malang, (Skripsi Sarjana Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang), 2009.
32 G.Kerangka Fikir
Variabel harga dalam penelitian ini dilengkapi dengan pembahasan
teori-teori yang berhubungan dengan harga dan aspek penetapan harga, serta
pembahasan mengenai potongan harga yang biasa diberikan untuk menarik minat
pelanggan. Harga merupakan salah satu unsur dalam bauran pemasaran yang
mempunyai peranan penting bahkan sangat menentukan keberhasilan suatu
kegiatan pemasaran. Tanpa penetapan harga, seorang pemasar mungkin tidak
dapat menawarkan produknya kepada calon pelanggan. Kemudian dengan adanya
potongan harga, artinya perusahaan telah memberikan pelayanan kepada
pelanggan.
Dalam penelitian ini dibahas mengenai teori yang berhubungan dengan
kualitas produk dan aspek dimensi kualitas yang dapat digunakan oleh pelanggan
untuk membedakan produk antara suatu perusahaan dengan perusahaan lainnya.
Kualitas produk merupakan ukuran relatif suatu produk barang atau jasa yang
dapat memberikan gambaran mengenai seberapa jauh tingkat keunggulan suatu
produk mampu memenuhi harapan dan keinginan konsumen. Hal ini harus sangat
diperhatikan oleh perusahaan karena kualitas produk yang didapatkan oleh
konsumen akan membuat suatu persepsi bagi konsumen yang akan menentukan
apakah konsumen akan membeli produk yang ditawarkan atau tidak.
Kegiatan periklanan dilakukan dengan berbagai cara dengan memanfaatkan
bermacam-macam media periklanan baik yang berupa media cetak atau pun
media elektronik. Periklanan merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengajak
33
dilakukan untuk menciptakan suatu pemahaman mengenai produk yang
ditawarkan dengan harapan akan menarik minat konsumen untuk menggunakan
produk yang dipasarkan sehingga perusahaan dapat mencapai target penjualannya.
Volume penjualan memberikan gambaran mengenai jumlah keseluruhan
penjualan suatu produk pada sebuah perusahaan. Naik turunnya volume penjualan
suatu perusahaan dapat dipengaruhi oleh berbagai macam faktor, diantaranya
aspek harga, aspek kualitas produk, dan kegiatan periklanan yang dilakukan oleh
perusahaan. Seberapa besar pengaruh aspek-aspek tersebut terhadap penjualan
tentunya tergantung dari kebijakan-kebijakan yang diterapkan oleh perusahaan itu
sendiri.
34 Gambar 2.1
Kerangka Fikir
PT. Hadji Kalla (Kalla Toyota) di Kota Makassar
Harga Jual Kualitas Produk
Analisis Regresi Berganda
1. Uji Koefisien Determinansi (R2) 2. Uji Parsial (Uji-t)
3. Uji Simultan (Uji-f)
Periklanan
Volume Penjualan
Rekomendasi Uji Kualitas Data :
1. Uji Validitas
35 H.Hipotesis
Berdasarkan rumusan masalah, tujuan penelitian,dan landasan teori yang
telah dijelaskan di atas, maka dapat ditarik hipotesis sebagai berikut:
1. Diduga bahwa kebijakan harga, kualitas, dan periklanan berpengaruh
signifikan terhadap Volume Penjualan Pada PT. Hadji Kalla di Kota Makasar.
2. Diduga bahwa variabel harga mempunyai pengaruh dominan terhadap Volume
36 BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A.Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriftif
kualitatif. Penelitian kualitatif digunakan untuk menyajikan suatu fakta atau
mendeskripsikan statistik dan menunjukkan hubungan antara variabel.26
B.Lokasi dan Waktu Penelitian
Lokasi penelitian dilakukan di PT. Hadji Kalla di Kota Makassar. Adapun
waktu penelitian dilaksanakan selama 1 bulan.
C.Populasi dan Sampel
a. Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas ojek yang
mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti
untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.27
Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen yang membeli mobil
Toyota Avansa pada PT. Hadji Kalla di Kota Makassar pada tahun 2011
yang berjumlah 2.456 orang.
26Indrayanto.penelitiankuantitatif.http://id.shvoong.com/social sciences/education/2023657-pengertian-penelitian-kuantitatif/(18 juni 2012)
27Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, (Cet.6; Bandung: Alfabeta, 2009), h. 80.
37 b. Sampel
Sampel adalah suatu sub kelompok dari populasi yang dipilih dalam
penelitian28. Dengan kata lain sampel dapat diartikan sebagai himpunan
bagian dari populasi.
Pemilihan sampel pada penelitian ini menggunakan tekhnik
nonprobabilitas. Pemilihan sampel dengan metode-metode nonprobabilitas
atau secara tidak acak, elemen-elemen populasi tidak mempunyai
kesempatan yang sama untuk terpilih menjadi sampel29. Teknik pemilihan
sampel nonprobabiltas yang dipakai adalah pemilihan sampel bertujuan (
purposive sampling ), yaitu pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu dalam pemilihan sampel.
Penentuan ukuran sampel yang digunakan dalam penelitian ini
menggunakan rumus Slovin, yaitu sebagai berikut:30
n = 2 1 Ne N di mana: n = ukuran sampel N = ukuran populasi
e = tingkat kesalahan yang dapat ditolerir, yaitu 10%.
jadi, ukuran sampel pada penelitian ini adalah:
28
Widayat dan Amirullah, Riset Bisnis, Ed. 1 (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2002),h. 52. 29
Nur Indriantoro dan Bambang Supomo, Metodologi Penelitian Bisnis, Ed. 1 (Cet. 2; Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta, 2002), h. 131.
30Husein Umar, Metode Riset Bisnis, (Cet. 2; Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2003), h. 141.
38 n = 2 10 , 0 . 456 . 2 1 456 . 2 n = 01 , 0 . 456 . 2 1 456 . 2 n = 56 , 25 456 . 2
n = 96,09 atau dibulatkan menjadi 96 orang.
Kriteria sampel pada penelitian ini adalah konsumen yang membeli
Toyota Avansa di PT. Hadji Kalla di Kota Makassar pada tahun 2011 yang
berumur 18 tahun ke atas.
D.Teknik Pengumpulan Data
a. Data dan sumber data
Dalam penelitian ini digunakan dua macam data yaitu data perimer
dan data sekunder :
a) Data primer yaitu data yang diperoleh secara langsung dari responden
dengan menggunakan questioner dan yang diperoleh dari perusahaan.
Questioner dibagikan kepada konsumen yang akan diteliti
b) Data sekunder yaitu data yang berisi dokumentasi, tulisan- tulisan, dan
data yang diperoleh dari studi pustaka dan buku-buku literatur yang
berkaitan dengan masalah penelitian.
b.Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini
adalah: