• Tidak ada hasil yang ditemukan

10.1. Keuangan Daerah Komponen Keuangan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "10.1. Keuangan Daerah Komponen Keuangan"

Copied!
47
0
0

Teks penuh

(1)

RPIJM Kabpaten Merangin Tahun 2009 - 2013 10.1. Keuangan Daerah

10.1.1. Komponen Keuangan

Guna mendukung pelaksanaan program pembangunan di daerah, tentunya tidak akan terlepas dari dukungan kemampuan keuangan. Kondisi keuangan yang berkemampuan, akan memberikan dampak yang besar terhadap pemenuhan tuntutan masyarakat, akan tetapi sebaliknya, apabila kondisi keuangan juga terbatas, maka akan berdampak terhadap pelaksanaan kegiatan. Karena itu, tanpa adanya anggaran yang memadai, niscaya jalannya roda pemerintahan tidak akan mampu berjalan sebagaimana yang diharapkan. Faktor kemampuan keuangan daerah, pada dasarnya merupakan faktor kunci dalam mendukung jalannya roda Pemerintahan.

Sejalan dengan dikeluarkannya Undang-undang Nomor : 17 Tahun 2003, Undang-undang Nomor : 22 Tahun 2003, Undang-undang Nomor 1 Tahun 2005 dan Undang-undang 32 tahun 2005, menuntut penyelenggaraan pemerintahan dapat dilaksanakan secara transparan dan akuntabel. Dengan perubahan sistem ini, secara langsung juga berpengaruh terhadap pengelolaan keuangan di daerah. Pendekatan yang selama ini menggunakan pendekatan

(2)

RPIJM Kabpaten Merangin Tahun 2009 - 2013

proyek, selaras dengan paradigma baru dirubah dengan menggunakan pendekatan sistem Anggaran Berbasis Kinerja ( ABK ). Perubahan ini selaras dengan dikeluarkannya Inpres Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, yang memberikan pengaruh secara holistik dalam memanifestasikan setiap pencapaian kinerja pembangunan. Perubahan yang cukup mendasar dari upaya ini, selanjutnya ditindaklanjuti dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, yang kemudian disempurnakan dengan Permendagi Nomor : 59 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, yang secara jelas menggambarkan rincian rencana pencapaian target kinerja per kegiatan dan program pembangunan.

Dalam rangka membiayai program dan kegiatan tersebut, tidak terlepas dari komponen penerimaan yang melingkupinya. Komponen Penerimaan Pendapatan merupakan pendapatan yang menjadi hak pemerintah daerah yang diakui sebagai penambah kekayaan bersih. Penerimaan Pendapatan terdiri atas : (1) Pendapatan Asli Daerah (PAD); (2) Dana Perimbangan; dan (3) Pendapatan lainnya yang sah. Berikut akan dijelaskan satu persatu subkomponen Pendapatan dan gambaran umum tentang subkomponen Pendapatan di daerah pada umumnya.

10.1.1.1. Komponen Penerimaan Pendapatan (PAD)

Dalam mendukung pengelolaan keuangan daerah, tidak akan terlepas dari pendapatan daerah. Pendapatan daerah dalam proses pengelolaan daerah harus dituangkan terlebih dahulu. Tanpa diketahuinya sumber-sumber pendapatan daerah, maka pengelolaan keuangan daerah tidak akan dapat dikelola secara sempurna. Setelah itu, baru diikuti dengan langkah-langkah

(3)

RPIJM Kabpaten Merangin Tahun 2009 - 2013

lainnya, sesuai aturan yang berlaku. Adapun dalam mendukung pendapatan ini, baik yang menyangkut Pendapatan Asli Daerah ( PAD ), Dana Perimbangan maupun Bagi Hasil Privinsi, tetap harus dilakukan secara optimal, dengan harapan mampu meningkatkan pendapatan daerah secara optimal.

Pendapatan Asli Daerah (PAD) adalah pendapatan daerah yang dipungut berdasarkan peraturan daerah sesuai dengan peraturan perundangan. Adapun komponen penerimaan yang termasuk dalam kelompok belanja PAD adalah sebagai berikut :

1. Pajak Daerah. Subkomponen yang termasuk dalam Pajak Daerah ini menyangkut : Pajak Kendaraan Bermotor, Pajak Kendaraan di atas Air, Pajak Balik Nama, Pajak Bahan Bakar, Pajak Pengambilan Air Tanah, Pajak Hotel, Pajak Restoran, Pajak Hiburan, Pajak Reklame, Pajak Penerangan Jalan, Pajak Galian Golongan C, Pajak Parkir, dan Pajak lain-lain. Pajak-pajak Daerah ini diatur oleh UU No. 34/2000 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, Peraturan Pemerintah No. 65/2001 tentang Pajak Daerah.

2. Retribusi Daerah. Subkomponen yang termasuk dalam Retribusi Daerah ini menyangkut : Retribusi Pelayanan Kesehatan; Retribusi Pelayanan Persampahan; Retribusi Biaya Cetak Kartu, Retribusi Pemakaman, Retribusi Parkir di Tepi Jalan, Retribusi pasar, Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor, Retribusi Pemadam Kebakaran, dan lain-lain. Retribusi ini diatur oleh UU No. 34/2000 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, dan Peraturan Pemerintah No. 66/2001 tentang Retribusi Daerah.

3. Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan. Subkomponen yang termasuk dalam pos ini antara lain hasil deviden BUMD; dan

4. Lain-lain pendapatan yang sah. Pada pos penerimaan ini antara lain menyangkut : hasil penjualan kekayaan daerah yang tidak dipisahkan, jasa

(4)

RPIJM Kabpaten Merangin Tahun 2009 - 2013

giro, pendapatan bunga, keuntungan selisih nilai tukar, komisi, potongan, dan lain-lain yang sah.

Adapun langkah-langkah yang ditempuh dalam rangka peningkatan Pendapatan Asli Daerah ( PAD ) adalah sebagai berikut :

1. Intensifikasi dan Ekstensifikasi Pendapatan Daerah

Upaya-upaya yang dilaksanakan dalam rangka peningikatan pendapatan daerah, khususnya PAD, ditempuh melalui berbagai bentuk terobosan dan strategi agar penerimaan PAD dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Salah satu terobosan paling penting dalam meningkatkan PAD adalah melakukan program intensifikasi dan

ekstensifikasi terhadap wajib pajak dan retribusi daerah.

Beberapa kegiatan yang dilakukan dalam mendukung terwujudnya intensifikasi pajak dan retribusi daerah, diantaranya melakukan pendaftaran dan pendataan kembali subyek dan obyek pajak, penetapan dan penyuluhan pajak atau retribusi, melakukan koordinasi dan pengawasan atas pekerjaan penagihan pajak daerah, retribusi dan pendapatan daerah lainnya, pemantauan, evaluasi dan mengkaji ulang terhadap kelayakan tariff pajak dan retribusi dengan kondisi sekarang, serta memberikan teguran terhadap waijb pajak dan retribusi yang menunggak.

Disamping upaya diatas, dalam rangka mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga dilakuan program ekstensifikasi pajak dan retribusi daerah. Kegiatan yang dilakukan antara lain berupa penggalian terhadap sumber pungutan baru yang masih belum terjangkau dan mampu memberikan peluang kontribusi terhadap penerimaan daerah. Upaya ini akan dilakukan, mengingat kondisi Kabupaten Merangin yang mempunyai rentangn kendali cukup besar, secara nyata belum mampu semua dapat

(5)

RPIJM Kabpaten Merangin Tahun 2009 - 2013

terjangkau untuk mendayagunakan potensi sumber pendapatan daerah. Untuk itu, kedepan secara bertahap dan berkesinambungan akan terus ditingkatkan cakupan penanganannya. Selain itu, dalam mendukung peningkatan penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD), dilakukan pula pembuatan peraturan-peraturan baru dan menjaring wajib apajak dan retribusi yang baru untuk tahun anggaran berikutnya.

Berkaitan dengan peningkatan penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) seperti pajak daerah, retribusi daerah, upaya-upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Merangin antara lain:

a. Usaha intensifikasi, meliputi:

o Melakukan penyuluhan terhadap para wajib pajak dan wajib retribusi Daerah.

o Melakukan koordinasi dengan Dinas/Instansi terkait maupun tidak Pemerintah Propinsi dan Pemerintah Pusat dalam menunjang peningkatan bagi hasil pajak dan bukan pajak.

o Melakukan pemantauan dan evaluasi serta pengkajian ulang terhadap tariff pajak dan retribusi yang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan sekarang.

o Melakukan pendekatan dengan WP/WR serta berupaya meningkatkan pelayanan terhadap WP/WR tersebut.

o Menginventarisir dan mengklarifikasi WP/WR dengan meningkatkan efektifitas control disegala bidang termasuk didalamnya kegiatan menelaah data tunggakan pajak/retribusi serta melakukan tindak lanjut penagihan.

o Meningkatkan kemampuan dan ketrampilan pegawai dalam mendukung peningkatan kualitas pengelolaan pendapatan dengan

(6)

RPIJM Kabpaten Merangin Tahun 2009 - 2013

mengirim Pegawai dalam berbagai kursus yang berkaitan dengan bidang tugasnya masing-masing.

o Secara rutin dan berkala mengadakan sinkronisasi data dengan Dinas/Instansi terkait, serta mendata langsung setiap WP/WR yang ada.

o Melakukan sosialisasi Perda, khususnya yang baru disahkan.

o Menerbitkan SK Bupati mendahului Perda dengan persetujuan DPRD. o Melakukan revisi terhadap Perda-Perda yang tidak sesuai dengan

situasi dan kondisi sekarang.

o Dalam hal pengamanan Perda serta penegakan sanksi hokum kita lakukan koordinasi dengan instansi terkait.

o Memberikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada para wajib pajak /wajib retribusi yang taat dan lunas Pajak/Retribusi tepat waktu serta para Camat, Kepala Desa/Lurah yang dapat merealisasikan penerimaan PBB yang mencapai target serta memberikan teguran/peringatan kepada para Camat yang realisasi penerimaan PBB tidak mencapai target tahapan.

o Mengadakan rapat evaluasi dan koordinasi PAD dan PBB secara berkala dengan Dinas/Instansi terkait guna peningkatan penerimaan masukan, rekapitulasi permasalahan dan tanggapan serta menemukan alternative pemecahan secara bersama.

o Melakukan kerjasama dengan PLN dan PDAM dalam rangka penagihan pajak penerangan jalan dan retribusi kebersihan rumah tangga melalui pembayaran rekening pad setiap bulannya.

o Meningkatkan efektfitas dan efesiensi pemungutan dengan cara menekan biaya operasionalnya.

(7)

RPIJM Kabpaten Merangin Tahun 2009 - 2013

o Mengurangi jumlah tunggakan pajak/retribusi melalui penerapan sanksi yang tegas bagi WP/WR yang belum membayar.

o Meningkatkan pengawasan pelaksanaan penagihan untuk mengurangi tingkat kebocoran.

o Berupaya menentukan target penerimaan sesuai dengan potensi penerimaan.

b. Usaha Ekstensifikasi, meliputi:

 Menggali sumber-sumber pungutan baru sesuai dengan kondisi dan potensi daerah penerimaan daerah, yang kemudian ditindaklanjuti dengan membuat peraturan daerah yang baru yang tidak bertentangan dengan ketentuan yang lebih tinggi.

 Menjaring wajib pajak/retribusi baru yang belum terdata.

 Melakukan studi banding kedaerah lain yang pengelolaan penerimaannya lebih baik dan potensi daerahnya relatif sama, tujuannya untuk mendapatkan masukan atas pelaksanaan pungutan daerah di daerah tersebut.

 Melakukan pertukaran informasi dengan daerah-daerah lain mengenai sumber-sumber pendapatan daerah berikut dengan aturan main dan pengelolaannya.

(8)

RPIJM Kabpaten Merangin Tahun 2009 - 2013

Tabel 11.1. Anggaran dan Realisasi Pendapatan Daerah selama 5 (lima) Tahun Terhitung Tahun Anggaran 2003-2007

No Tahun Anggaran (Rp) Realisasi (Rp) Lebih (Kurang) (Rp) % Kenaikan % 1 2 3 4 5 6 7 1 2003 200.798.020.948,35 205.734.049.150,24 4.9311.028.201,89 102,46 14,20 2 2004 211.272.477.088,11 220.283.805.430,65 9.011.328.342,54 104,27 7,07 3 2005 235.805.0811.887,46 247.813.605.492,83 12.008.518.605,37 105,09 12,50 4 2006 397.904.995.962,63 4211.045.020.470,76 28.140.024.508,13 107,07 71,92 5 2007 422.294.088.726,87 453.0511.401.870,90 30.762.313.144,03 107,28 6,34

Rata-Rata Kenaikan per Tahun 22,41

Sumber: Dispenda Kab. Merangin

Dengan adanya Undang-undang Nomor 32 tahun 2005 tentang Pemerintahan Daerh dan Undang-undang Nomor 33 tahun 2005 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah, selaras dengan Undang-undnag Nomor 34 tahun 2000 tentang Pajak dan Retribusi Daerah yang diikuti dengan Peraturann Pemerintah Nomor 65 tahun 2001 tentang pajak Daerah dan Peraturan PemerintahNomor 66 tahun 2001 tentang Retribusi Daerah sebagai Pengganti Undang-undang Nomor 18 tahun 1997, Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 1997 dan Peraturan Pemerintah Nomor 20 tahun 1997, maka daerah diberikan kesempatan yang lebih luas dalam menggali potensi yang dimiliki daerah secara optimal. Sebagai tindak lanjut dari ketentuan-ketentuan dalam Undang-undang dan PP tersebut, maka upaya yang ditempuh Pemerintah Daerah adalah melakukan penyusunan Perda-perda yang sesuai dengan potensi dan kemampuan yang dimiliki daerah, dengan tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(9)

RPIJM Kabpaten Merangin Tahun 2009 - 2013

Dari keempat sumber penerimaan tersebut, secara nyata telah memberikan kontribusi besar terhadap pendapatan daerah. Oleh karena itu, atas upaya intensifikasi secara berkesinambungan telah mampu meningkatkan pendapatan secara realistic. Gambaran terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah, adalah sebagai berikut :

Tabel 10.2. Anggaran dan Realisasi Pendapatan Asli Daerah selama 5 (lima) Tahun Terhitung dari Tahun Anggaran 2003-2007

No Tahun Anggaran (Rp) Realisasi (Rp) Lebih (Kurang) (Rp) % Kenaikan % 1 2 3 4 5 6 7 1 2003 9.917.932.948,35 10.314.853.249,81 394.920.301,46 104,00 21,93 2 2004 11.834.969.088,11 11.367.503.568,58 (467.465.519,53) 96,05 10,21 3 2005 11.757.880.887,46 13.2311.183.996,43 1.488.303.108,97 112,66 16,53 4 2006 17.922.94.212,63 20.028.673.828,97 2.105.879.616,34 111,75 51,20 5 2007 19.613.053.343,98 23.049.074.984,20 3.4311.021.640,22 117,52 15,08

Rata-Rata Kenaikan per Tahun 22,99

Sumber : Dispenda Kab. Merangin

Penerimaan PAD yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Merangin selama 5 (lima) tahun selalu mengalami peningkatan dengan rata-rata peningkatan pertahun sebesar 22,99%. Pada tahun 2003 penerimaan PAD meningkat sebesar 21,93% dari tahun 2002, kemudian pada tahun 2004 terjadi peningkatan sebesar 10,21% dan tahun 2005 peningkatan sebesar 16,53% pada tahun 2006, pencapaian penerimaan PAD mengalami peningkatan sebesar 51,20%. Peningkatan ini sangat signifikan jika dibandingkan penerimaan tahun-tahun sebelumnya yang merupakan kondisi nyata dari kesungguhan dan semakin meningkatnya professional pemanfaatan peluang

(10)

RPIJM Kabpaten Merangin Tahun 2009 - 2013

yang ada serta dukungan dari Dinas/Instansi secara terpadu. Penerimaan PAD pada tahun 2007, juga mengalami peningkatan sebesar 15,08%. Peningkatan ini juga tidak terlepas dari peningkatan program intensifikasi dan ekstensifikasi yang memungkinkan dalam menggali sumber-sumber pendapatan daerah yang mendukung percepatan pelaksanaan pembangunan daerah khususnya di Kabupaten Merangin.

10.1.1.2 Dana Perimbangan

Selain pendapatan yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), secara berkesinambungan Pemerintah Kabupaten Merangin juga mendapat kucuran anggaran yang bersumber dari Pemerintah Pusat. Dengan kucuran pendanaan ini, diharapkan pemenuhan kebutuhan daerah dapat terpenuhi. Akan tetapi pos pendanaan yang diwajibkan dari sumber dana ini, lebih menekankan pada pembiayaan aparatur. Baru kemudian setelah terjadi kelebihan, dapat dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan masyarakat.

Dana Perimbangan adalah dana yang bersumber dari Pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Dana Perimbangan terdiri atas :

1. Dana Bagi Hasil terbagi atas Bagi Hasil Pajak (BHP) dan Bagi Hasil Bukan Pajak (BHBP) atau yang berasal dari hasil pengelolaan sumber daya alam. BHP antara lain: Pajak Bumi Bangunan (PBB), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), dan Pajak Penghasilan Badan maupun Pribadi; sedangkan BHBP atara lain : kehutanan, pertambangan umum, perikanan, peryambangan minyak bumi, pertambangan gas bumi, dan pertambangan panas bumi.

(11)

RPIJM Kabpaten Merangin Tahun 2009 - 2013

2. Dana Alokasi Umum (DAU) dibagikan berdasarkan “Celah Fiskal” yaitu

selisih antara Kebutuhan Fiskal dan Kapasitas Fiskal ditambah Alokasi Dasar.

3. Dana Alokasi Khusus (DAK) yang diberikan untuk kegiatan khusus, misalnya: reboisasi, penambahan sarana pendidikan dan kesehatan, dan bencana alam.

Gambaran terhadap penerimaan dana yang bersumber dari Pemerintah Pusat (Dana Perimbangan) dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan. Berkaitan dengan realisasi penerimaan pendapatan tersebut tergambar pada tabel berikut.

Tabel 11.3. Anggaran dan realisasi Penerimaan dari Pemerintah pusat (Dana Perimbangan) selama 5 (lima) Tahun dari Tahun Anggaran 2003-2007 No Tahun Anggaran (Rp) Realisasi (Rp) Lebih (Kurang) (Rp) % Kenaikan % 1 2 3 4 5 6 7 1 2003 185.343.275.000,00 187.593.234.192,00 2.249.959.192,00 101,21 18,06 2 2004 199.437.508.000,00 208.9111.301.862,07 9.478.793.862,07 104,75 11,37 3 2005 218.869.049.000,00 233.0611.065.039,40 14.197.0111.039,40 106,49 11,56 4 2006 369.3511.401.750,00 400.439.684.708,79 31.083.282.958,79 108,42 71,81 5 2007 294.830.532.377,00 417.7611.672.950,10 22.9311.140.573,10 105,81 04,33

Rata-Rata Kenaikan per Tahun 23,43

Sumber : Dispenda Kab. Merangin

Dari tabel 11.3 di atas, menunjukkan bahwa pendapatan daerah yang bersumber dari dana perimbangan selama 5 (lima) tahun terus mengalami peningkatan dengan rata-rata kenaikan sebesar 23,43%. Pada tahun 2003 penerimaan dana perimbangan meningkat sebesar 18,06% dari tahun 2002,

(12)

RPIJM Kabpaten Merangin Tahun 2009 - 2013

kemudian pada tahun 2004 terjadi peningkatan sebesar 11,37% dan tahun 2005 peningkatan sebesar 11,56%. Pada tahun 2006, pencapaian penerimaan dana perimbangan sebesar 7181%. Oeningkatan ini secara nyata dan merupakan hasil kerja keras Pemerintah Kabupaten Merangin dalam mencari peluang-peluang pendanaan yang bersumber dari Pemerintah Pusat maupun Instansi yang lebih tinggi. Penerimaan dana Perimbangan pada tahun 2007, juga mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 6,34%.

10.1.1.3 Lain-lain Pendapatan Yang Sah

Secara berkesinambungan Pemerintah Kabupaten Merangin juga mendapat bantuan anggaran yang bersumber dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi. Melalui alokasi dana ini diharapkan kepada Pemerintah Daerah mampu lebih mandiri dalam menunjang pengelolaan keuangan daerahnya. Adapun penerimaan lain-lain pendapatan yang sah sebagai berikut:

a) Bantuan Dana Kontijensi/Penyeimbang b) Dana Bagi Hasil Pajak Provinsi

(13)

RPIJM Kabpaten Merangin Tahun 2009 - 2013

Tabel 11.4. Anggaran dan Realisasi Penerimaan Lain-lain Pendapatan Yang Sah selama 5 (lima) Tahun Terhitung dari Tahun Anggaran 2003-2007 No Tahun Anggaran (Rp) Realisasi (Rp) Lebih (Kurang) (Rp) % Kenaikan % 1 2 3 4 5 6 7 1 2003 5.5311.813.000,00 7.825.961.708,43 2.289.148.708,43 141,34 - 2 2004 - - - - - 3 2005 5.178.157.000,00 1.501.3511.457,00 (3.6711.800.543,00) 28,99 - 4 2006 10.625.800.000,00 5.5711.661.933,00 (5.049.138.067,00) 52,48 271,44 5 2007 7.850.503.005,89 12.240.653.936,60 4.390.150.930,71 155,92 119,50 Sumber : Dispenda Kab. Merangin

Dari tabel 11.4. diatas, menunjukkan bahwa Pendapatan Daerah yang bersumber dari lain-lain pendapatan yang sah selama 5 (lima) tahun secara keseluruhan mengalami peningkatan. Pada tahun 2003 realisasi penerimaan lain-lain pendapatan yang sah melalmpaui anggaran yang telah ditetapkan sebesar 141,34 % yang bersumber dari bagi hasil Pajak Provinsi. Sementara pada tahun 2004 tidak dianggarkan dalam komponen lain-lain pendapatan yang sah dan dianggarkan dalam Dana perimbangan. Pada tahun 2005 penerimaan lain-ain pendapatan yang sah tidak mencapai anggaran yang telah ditetapkan dan hanya terealisasi sebesar 28,99% yang bersumber dari bantuan dana kontijensi/penyeimbang berupa bantuan hibah dari Pemerintah Republik Indonesia (HWS) pada Dinas Kesehatan Kabupaten Merangin.

Pada tahun 2006 secara keseluruhan penerimaaan lain-lain pendapatan yang sah tidak mencapaianggaran yang telah ditetapkan dan hanya terealisasi sebesar 52,48 % dan mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya sebesar 52,48 % dan mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya sebesar 271,44 % yang bersumber dari bantuan dana

(14)

RPIJM Kabpaten Merangin Tahun 2009 - 2013

kontijensi/penyeimbang berupa bantuan hibah dari Pemerintah Republik Indonesia (HWS) pada Dinas Kesehatan Kabupaten Merangin terealisasi sebesar 35,90 % dan bantuan untuk pembangunan Daerah Kabupaten Merangin terealisasi sebesar 100 %. Pada tahun 2007 realisasi penerimaan lain-lain pendapatan yang sah melampaui anggaran yang ditetapkan sebesar 119,50 % yang bersumber dari Dana Bagi hasil Pajak Provinsi.

10.1.1.4 Komponen Pengeluaran Belanja

Dalam mengelola keuangan daerah selama kurun waktu 2003 sampai tahun 2007, telah terjadi berbagai perubahan-perubahan dalam penyelenggaraan Sistem Pengelolaan Keuangan Daerah yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah. Kejadian ini tidak lain sebagai bentuk reformasi dalam penanganan anggaran. Pengaturan belanja mendasarkan pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 tahun 2006 tentang Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor : 13 Tahun 2006 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Dengan pengaturan ini, telah terjadi reformasi dalam pengelolaan keuangan daerah, dengan membagi anggaran kedalam kelompok Belanja Tidak Langsung dan Belanja Langsung. Dalam pemilahan tersebut, dimana masing-masing kelompok belanja menyangkut belanja yaitu Barang dan Jasa dan Belanja Modal.

Perubahan Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana Peraturan Menteri Dalam Negeri ( Permendagri ) Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah menjadikan praktek pengelolaan keuangan daerah menjadi lebih sederhana dan mudah dijalankan dalam praktek. Pengelolaan keuangan ini juga mendasarkan pada pendekatan kinerja, akan

(15)

RPIJM Kabpaten Merangin Tahun 2009 - 2013

tetapi secara prinsip terjadi perubahan mendasar pada konsep pembagiannya. Yaitu, dengan diberlakukannya Peraturan tersebut terjadi perubahan struktur belanja pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2007 terbagi menjadi 2 kelompok belanja yaitu:

1) Kelompok belanja tidak langsung, yang terdiri: a. Belanja Pegawai

b. Belanja Bunga c. Belanja Subsidi d. Belanja Hibah

e. Belanja Bantuan Sosial f. Belanja Bagi hasil

g. Belanja Bantuan Keuangan h. Belanja Tidak Terduga

2) Kelompok belanja langsung, yang terdiri: a. Belanja Pegawai

b. Belanja Barang dan Jasa c. Belanja Modal

Dari pengelompokan belanja tersebut, kemudian dijabarkan dalam bentuk Anggaran Pendapatan dan belanja Daerah setiap tahunnya. Manifestasi terhadap pengalokasian anggaran sebagaimana dimaksud di atas, dapat dilihat pada struktur APBD Kabupaten Merangin Tahun 2007. Hal ini disebabkan karena penerapan Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, yang disempurnakan dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor. : 59 Tahun 2007 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor : 13 Tahun 2006 Tentang

(16)

RPIJM Kabpaten Merangin Tahun 2009 - 2013

Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, baru dilaksanakan pada tahun 2007. Gambaran terhadap pengelolaan keuangan tersebut sebagai berikut :

Tabel. 11.5. Struktur Pengeluaran Belanja Pemerintah Daerah Kabupaten Merangin Tahun 2007

No. Sub-Komponen Belanja Rp

1 Belanja Operasi - Belanja Pegawai 137.305.180.475,50 - Belanja Barang 82.169.6311.827 - Belanja Bunga -- Belanja Subsidi -- Belanja Hibah

-- Belanja Bantuan Sosial 7.649.385.190

Jumlah 227.124.202.492,50

2. Belanja Modal

- Belanja Tanah 8.733.152.175

- Belanja Peralatan dan Mesin 38.033.545.166

- Belanja Gedung dan Bangunan 43.868.510.913

- Belanja Jalan, Irigasi dan Jaringan 57.880.045.383

- Belanja Aset tetap lainnya 931.117.000

- Belanja Aset lainnya

-Jumlah 149.4411.370.637

3. Transfer ke desa/kel

- Bagi hasil pajak

-- Bagi hasil Retribusi

-- Bagi hasil pendapatan lainnya 454.825.102

(17)

RPIJM Kabpaten Merangin Tahun 2009 - 2013

4. Belanja tak terduga 162.233.085

Jumlah 162.233.085

Sumber : Bagian Keuangan Kabupaten Merangin 10.1.5. Komponen Pembiayaan

Komponen Pembiayaan ( Financing ) merupakan komponen yang baru dalam Sistem Keuangan Daerah. Istilah Pembiayaan berbeda dengan Pendanaan ( Funding ). Pendanaan diartikan sebagai dana atau uang dengan kata umum yang telah dijumpai sehari-hari. Sedangkan Pembiayaan diartikan sebagai penerimaan yang perlu dibayar kembali dan/atau pengeluaran yang akan diterima kembali dan dapat dipergunakan untuk membiayai kekurangan pendanaan lainnya . Contoh konkritnya, di dalam SAP-D yang lama, apabila daerah memperoleh pinjaman, pinjaman tersebut diakui sebagai Penerimaan Pendapatan.

Tabel 11.6. Struktur Pembiayaan Anggaran Pemerintah Kabupaten Merangin Tahun 2007

No. Subkomponen Pembiayaan Rp

1 Penerimaan Pembiayaan

a. Penggunaan SILPA 145.582.543.806,11

b. Pencarian Dana Cadangan -

c. Pinjaman Dalam negeri-pemerintah pusat -

d. Pinjaman dalam negeri-pemda lain -

e. Pinjaman dalam negeri-Bank -

f. Pinjaman dalam negeri-Non Bank -

g. Pinjaman dalam negeri-Obligasi -

(18)

RPIJM Kabpaten Merangin Tahun 2009 - 2013

i. Penerimaan kembali pinjaman kpd pers.negara -

j. Penerimaan kembali pinjaman kpd pers.daerah -

k. Penerimaan kembali pinjaman kpd pemda lainnya 240.178.240

Jumlah 145.822.722.046,11

2 Pengeluaran Pembiayaan

a. Pembentukan dana cadangan -

b. Pembayaran pokok pinjaman DN-Pem.Pusat 500.000.000

c. Pembayaran pokok pinjaman DN-Pemda lain -

d. Pembayaran pokok pinjaman DN-Bank -

e. Pembayaran pokok pinjaman DN-Non Bank -

f. Pembayaran pokok pinjaman DN-Obligasi -

g. Pembayaran pokok pinjaman DN-lainnya 1.689.389.641

h. Pemberian pinjaman kpd pers. Negara -

i. Pemberian pinjaman kpd pers.daerah -

j. Pemberian pinjaman kpd Pemda lainnya -

Jumlah 2.189.389.641

Total 148.012.111.687,11

Selanjutnya, Penerimaan Pendapatan dari Pinjaman ini tidak mempunyai konsekuensi atau dicatat pembayaran kembali; sedangkan di dalam SAP-D yang baru, apabila daerah memperoleh Pinjaman, maka diterima sebagai Penerimaan Pembiayaan yang perlu dibayar kembali. Demikian pula bila daerah memberi pinjaman, maka dikeluarkan sebagai Pengeluaran Pinjaman karena akan diterima kembali.

(19)

RPIJM Kabpaten Merangin Tahun 2009 - 2013 10.2 Profil Keuangan Kabupaten Merangin 10.2.1 Keuangan Daerah

Dalam mendukung keberhasilan pembangunan daerah, tidak terlepas dari pengelolaan keuangan daerah. Keuangan daerah yang baik, akan mampu digambarkan melalui propil keuangan setiap tahunnya. Melalui propil keuangan ini, selanjutnya dapat difungsikan pula untuk mengatahui tingkat investasi yang dilakukan Pemerintah Daerah. Dengan demikian, peran propil keuangan Kabupaten Merangin dalam penyusunan RPIJM yang bertujuan untuk membuat taksiran dana yang tersedia, yang dapat dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan investasi program PU-CK Kabupaten. Propil tersebut meliputi :

 Gambaran umum kondisi keuangan daerah selama 5 tahun terakhir, yang dipergunakan untuk mengetahui sejauh mana kinerja keuangan dapat dicapai (Lampiran 1 Tabel 11.6 Realisasi dan Proyeksi APBD)

 Struktur anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), mencakup (i) Struktur Penerimaan; (ii) Struktur Belanja;

 Trend perkembangan penerimaan dari: (i) Dana Perimbangan; (ii) Pendapatan Asli Daerah (PAD); (iii) Penerimaan Daerah Yang Sah;

 Trend besaran penerimaan dana pembantuan dari pemerintah atasan (Pusat atau Propinsi);

 Profil dan perkembangan APBD, mencakup :

1. Perkembangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dalam APBD Kabupaten/Kota

2. Perkembangan bantuan Pemerintah Pusat (GOI) 3. Perkembangan kontribusi dan masyarakat

4. Perkembangan dana pinjaman 5. Perkembangan dan public saving

(20)

RPIJM Kabpaten Merangin Tahun 2009 - 2013 10.2.2 Keuangan Perusahaan Daerah

Untuk mendukung sumber pembiayaan dalam komponen proyek cost recovery dan telah memiliki BUMD (seperti sektor air minum, persampahan dan limbah aspek keuangannya meliputi kondisi existing, permasalahan , analisa dan proyeksi untuk:

1

1..NNeerraaccaa((ddaallaammrruuppiiaahh)) 1.1 ASET

ASET LANCAR

Kas di Kas Daerah

Jumlah tersebut merupakan saldo rekening giro Kas Daerah yang terdapat pada Rekening Giro BPD Jambi, BNI, dan BRI per 31 Desember 2007 dan 31 Desember 2006 sebesar Rp.144.860.140.446,84 dan Rp.

142.761.423.740,86 dengan rincian sebagai berikut :

31 Desember 2007 31 Desember 2006

- Rekening Giro BPD Jambi Cabang Merangin :

▪ Nomor 0801560001 1.095.975.621,00 32.7011.741.414,00 ▪ Nomor 0801560004 2.075.8511.342,17 27.620.102.720,50 ▪ Nomor 0801560006 7.777.2211.433,98 5.185.0211.268,98 ▪ Nomor 0801560007 2.198.557.628,26 1.550.2411.030,30 ▪ Nomor 0801560016 20.900.000,00 3611.575,30 ▪ Nomor 0801560024 412.632.508,00 391.855.167,00

(21)

RPIJM Kabpaten Merangin Tahun 2009 - 2013 ▪ Nomor 0801560032 2611.294.044,00 682.269.818,10 ▪ Nomor 0801560041 1.462.469,00 341.504.942,00 ▪ Nomor 0801560059 2.904.288,00 309.322.178,00 ▪ Nomor 0801560067 80.920.250,00 32.7011.741.414,00 ▪ Nomor 0801560075 39.978.409,00 27.620.102.720,50 - Rekening Giro BNI KCP Bangko :

▪ 0089 127 399 354.151.121,00 347.047.990,00

▪ 0089 127 402 1.268.568,00 234.4511.666,00

▪ 0089 126 781 87.337.064,00 708.040.355,00

- BRI Cabang Pembantu Bangko :

▪ 0604 01 000045 30.1 130.218.648.524,43 72.523.728.414,68 ▪ 0604 01 000047 30.3 2211.027.176,00 160.715.201,00 JUMLAH 144.860.140.446,84 142.761.423.740,86

Saldo rekening per 31 Desember 2007 dan 31 Desember 2006 sebesar Rp 144.860.140.446,84 dan Rp. 142.761.423.740,86,- tersebut terdiri dari:

- Saldo Kas milik Pemda pd BUD 144.711.685.903,84 142.577.538.100,86 - PPN dan PPh belum disetor 148.454.543,00 183.885.640,00

Jumlah 144.860.140.446,8 4

142.761.423.740,86

(22)

RPIJM Kabpaten Merangin Tahun 2009 - 2013

Kas di Bendahara Pengeluaran per tanggal 31 Desember 2007 dan 2006 sebesar Rp. 11.793.712.175,85 dan Rp. 3.005.005.705,25 merupakan sisa UYHD yang belum disetor sampai dengan tanggal 31 Desember 2007 dengan rincian sebagai berikut

31 Desember 2007 31 Desember 2006

▪ Sisa UYHD Tahun 2007 11.580.104.184,00 0,00

▪ Sisa UYHD Tahun 2006 124.3811.778,00 2.711.358.384,00

▪ Sisa UYHD Tahun 2005 7.314.224,00 14.245.561,00

▪ Sisa UYHD Tahun 2004 59.401.860,25 59.401.860,25

▪ Kas Bon 22.505.129,60 220.000.000,00

▪ JUMLAH 11.793.712.175,85 3.005.005.705,25

Piutang Pajak 31 Desember 2007 31 Desember 2006

Piutang Pajak Reklame 0,00 7.241.000,00

Piutang Pajak Galian Gol.C 511.257.697,00 85.052.022,00 Piutang Pajak Penerangan Jalan 0,00 1111.810.065,00 511.257.697,00 209,103,087.00

(23)

RPIJM Kabpaten Merangin Tahun 2009 - 2013

namun belum dilunasi/diterima pembayarannya sampai dengan 31 Desember 2007 dan 31 Desember 2006 sebesar Rp. 511.257.697,00 dan Rp. 209.103.087,00.

Piutang Retribusi 811.142.000,00 147.265.000,00

Jumlah tersebut merupakan tagihan retribusi daerah yang telah ditetapkan namun belum dilunasi/diterima pembayarannya sampai dengan 31 Desember 2007 dan 31 Desember 2006, terdiri dari :

• Retribusi Pasar 611.842.000,00 142.345.000,00

• Retribusi Sewa Ruko Pemda 19.300.000,00 1.800.000,00

• Retribusi Persampahan 0,00 3.120.000,00

Jumlah 811.142.000,00 147.265.000,00

Piutang Lainnya 4.318.545.458,10 2,494,982,1311.0 0

Jumlah Piutang lainnya tersebut terdiri dari:

1. Piutang KUPEM: 31 Desember 2007 31 Desember 2006

• Piutang KUPEM Tahun 2002 0,00 35.318.331,00

• Piutang KUPEM Tahun 2003 0,00 205.703.725,00

• Piutang KUPEM Tahun 2004 0,00 113.359.526,00

(24)

RPIJM Kabpaten Merangin Tahun 2009 - 2013

• Piutang KUPEM Tahun 2006 0,00 437.753.081,00

• Piutang KUPEM Tahun 2007 0,00 0,00

Sub Jumlah 0,00 1.028.971.653,00

2. Piutang BPAB : 522.971.629,00 97,551,543.00 3. Piutang Bagi Hasil

Provinsi 3.635.573.829,10 1,368,458,940.40PKB 377.663.941`,00 91.501.692,00BBNKB 1.174.697.550,20 1911.417.602,50PBBKB 2.081.911.940,90 1.075.169.706,90Air Bawah Tanah 5611.214,00 4.675.354,00Air Permukaan 734.183,00 604.585,00 4. Piutang Pelelangan

Kendaraan 160.000.000,00 0,00

Jumlah 4.318.545.458,10 2.494.982.136,40

Per 31 Desember 2007 piutang KUPEM direklasifikasi menjadi Investasi Non Permanen.

Piutang BPAB merupakan piutang dari hasil penjualan air bersih kepada masyarakat yang dilakukan oleh Badan Pengelola Air Bersih, yang sampai dengan 31 Desember 2007 belum dilunasi.

Persediaan 31 Desember 2007 31 Desember 2006 2.889.477.484,57 840.749.386,79

Jumlah tersebut merupakan saldo persediaan barang habis pakai per 31 Desember 2007 dan 31 Desember 2006 sebesar Rp.

(25)

RPIJM Kabpaten Merangin Tahun 2009 - 2013

berikut:

31 Desember 2007 31 Desember 2006

a. Persediaan ATK 2.923.000,00 1.982.700,00

b. Persediaan Benda Berharga 173.712.000,00 213.129.800 c. Persediaan Bahan Kimia 4.9111.500,00 11.120.000,00

d. Persediaan Bahan Instalasi 237.758.996,00 0,00

e. Persediaan Obat-obatan GF 1.541.170.782,00 614.5111.886,79

f. Persediaan Obat-obatan RSUD 478.704.660,00 0,00

g. Persediaan Pipa 450.291.546,57 0,00

Jumlah 2.889.477.484,57 840.749.386,79

INVESTASI JANGKA PANJANG Investasi Non Permanen

Investasi Non Permanen merupakan Kredit Usaha Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (KUPEM) per 31 Desember 2007 dengan Rincian Sebagai Berikut: 31 Desember 2007 31 Desember 2006 KUPEM Tahun 2002 35.318.331,00 0,00 KUPEM Tahun 2003 200.583.33,00 00,0 KUPEM Tahun 2004 98.701.915,00 0,00

(26)

RPIJM Kabpaten Merangin Tahun 2009 - 2013

KUPEM Tahun 2005 173.568.330,00 0,00 KUPEM Tahun 2006 297.649.003,00 0,00 KUPEM Tahun 2007 468.240.354,00 0,00

Jumlah 1.274.061.266,00 0,00

Per 31 Desember 2007 terdapat KUPEM yang jatuh tempo sebesar Rp. 508.171.909,00 yaitu KUPEM Tahun 2002 sampai dengan Tahun 2005,

Investasi Permanen 11.737.000.000,0 0 11.737.000.000,0 0

Jumlah tersebut merupakan Investasi Permanen per 31 Desember 2007 dan 31 Desember 2006 berupa Penyertaan Modal Pemerintah Kabupaten Merangin sebesar Rp. 11.737.000.000,00 dan Rp. 11.737.000.000,00 dengan rincian sebagai berikut:

31 Desember 2007 31 Desember 2006 - Saham nominal Rp 5.000.000,00 sebanyak 250 lembar 1.250.000.000,00 1.250.000.000,00 - Saham nominal Rp 1.000.000,00 sebanyak 2.487 lembar 2.487.000.000,00 2.487.000.000,00 - Saham Penyertaan 1.500.000.000,00 1.500.000.000,00

(27)

RPIJM Kabpaten Merangin Tahun 2009 - 2013 Tahun 2006

b. P.T Jambi Info Trade Center 500.000.000,00 500.000.000,00 c. P.T Serumpun Pseko 1.000.000.000,00 1.000.000.000,00 Jumlah 11.737.000.000,0 0 11.737.000.000,0 0

Catatan : Pemerintah Kabupaten Merangin memiliki 100% kepemilikan pada PD. Serumpun Pseko, Laporan Keuangan PD. Serumpun Pseko tidak dilampirkan pada laporan ini karena PD. Serumpun Pseko tidak beroperasi sejak tahun 2004. Investasi dicatat dengan metode biaya.

ASET TETAP

Saldo Aset Tetap Pemerintah Kabupaten Merangin per 31 Desember 2007 dan 31 Desember 2006 sebesar Rp. 1.074.078.519.543,50 dan Rp. 9211.323.777.519,00 dengan rincian :

Tanah 168.824.112.862,5

0

160.895.574.300,0 0 Aktiva tersebut merupakan nilai tanah yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Merangin, terdiri dari:

- Nilai tanah per 31-12-2006 160.895.574.300,00 - Penambahan tahun 2007 8.733.152.175,00 - Pengurangan tahun 2007 (804.613.612,50) - Jumlah nilai tanah per

31-12-2007

168.824.112.862,5 0

(28)

RPIJM Kabpaten Merangin Tahun 2009 - 2013 Peralatan dan Mesin

92.133.731.481,00

54.714.1811.315,0

0

Jumlah tersebut merupakan nilai peralatan dan mesin yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Merangin pada awal dan akhir tahun 2007, yaitu :

- Nilai peralatan dan mesin

per 31-12-2006 54.714.1811.315,00

- Penambahan tahun 2007 38.033.545.166,00 - Pengurangan tahun 2007 (614.000.000,00) - Jumlah nilai peralatan dan

mesin per 31-12-2007 92.133.731.481,00

Saldo Peralatan dan Mesin per 31 Desember 2007 dan per 31 Desember 2006 sebesar Rp 92.133.731.481,00 dan Rp. 54.714.1811.315,00 dengan rincian: 31 Desember 2007 31 Desember 2006 - Alat-alat Besar 11.188.750.000,00 620.000.000,00 - Alat Angkutan 311.133.8011.866,00 21.131.865.000,00 - Alat Bengkel 1.853.830.750,00 1.437.235.750,00 - Alat Pertanian 1.241.7911.200,00 791.991.200,00 - Alat Kantor dan Rmh Tangga 30.120.700.500,00 19.585.390.300,00

- Alat Studio 3.002.760.000,00 1.201.6811.500,00

- Alat Kedokteran 11.880.203.652,00 8.777.714.152,00 - Alat Laboratorium 1.711.883.513,00 1.168.303.413,00

(29)

RPIJM Kabpaten Merangin Tahun 2009 - 2013 Jumlah 92.133.731.481,0 0 54.714.1811.315, 00

Gedung dan Bangunan

282.734.737.953,00

234.4511.373.558. 00 Jumlah tersebut merupakan nilai gedung dan bangunan yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Merangin, terdiri dari:

- Nilai gedung dan bangunan per

31-12-2006 234.4511.373.558.00

- Penambahan tahun 2007 48.551.379.395,00 - Pengurangan tahun 2007 (273.015.000,00) - Jumlah nilai gedung dan

bangunan per 31-12-2007 282.734.737.953,0 0

Jalan, Irigasi dan Jaringan

518.405.140.472,00

463.512.031.678,0 0 Jumlah tersebut merupakan nilai Jalan, Irigasi, Jaringan yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Merangin pada awal dan akhir tahun 2007, yaitu :

- Nilai jalan, irigasi, dan jaringan

per 31-12-2006 463.512.031.678,00

- Penambahan tahun 2007 54.893.108.794,00 - Jumlah nilai jalan, irigasi, dan

(30)

RPIJM Kabpaten Merangin Tahun 2009 - 2013

jaringan per 31-12-2007 518.405.140.472,0 0

Saldo Jalan, irigasi dan jaringan per 31 Desember 2007 dan 31 Desember 2006 sebesar Rp. 518.405.140.472,00 dan Rp. 463.512.031.678,00 terdiri dari : 31 Desember 2007 31 Desember 2006 Jalan 369.017.802.990,00 339.374.894.231,00 Jembatan 94.9411.861.890,00 85.892.1311.195,00 Bangunan Air 211.963.904.000,00 211.545.011.000,00 Instalasi 4.008.804.017,00 3.983.904.017,00 Jaringan 23.467.767.575,00 7.7111.0811.235,00 518.405.140.472, 00 463.512.031.678, 00

Aset Tetap Lainnya 2.759.214.400,00 1.828.097.400,00

Jumlah tersebut merupakan nilai aset tetap lainnya per 31 Desember 2007 yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Merangin, terdiri dari:

(31)

RPIJM Kabpaten Merangin Tahun 2009 - 2013

31-12-2006 1.828.097.400,00

- Penambahan tahun 2007 931.117.000,00 - Jumlah nilai aset tetap lainnya

per 31-12-2007 2.759.214.400,00

Saldo Aset Tetap lainnya per 31 Desember 2007 dan 31 Desember 2006 sebesar Rp. 2.759.214.400,00 dan Rp. 1.828.097.400,00 tersebut terdiri dari: 31 Desember 2007 31 Desember 2006 Buku Perpustakaan 1.020.033.000,00 861.533.000,00 Barang Bercorak Kesenian 4311.292.000,00 135.290.000,00 Hewan/ Ternak 1.062.881.900,00 672.301.900,00 Tanaman 114.472.500,00 110.472.500,00 Alat Persenjataan 125.535.000,00 48.500.000,00 2.759.214.400,00 1.828.097.400,00 Konstruksi Dalam Pengerjaan 9.221.582.375,0 0 10.917.514.268, 00

Saldo Konstruksi Dalam Pengerjaan per 31 Desember 2007 sebesar Rp 9.221.582.375,00 merupakan jumlah keseluruhan biaya yang dibayarkan untuk perolehan asset tetap berupa Jembatan, Jalan dan Bangunan Gedung yang sampai dengan 31 Desember 2007 masih dalam proses pengerjaan/pembangunan.

(32)

RPIJM Kabpaten Merangin Tahun 2009 - 2013 DANA CADANGAN

Dana Cadangan 0,00 0,00

Dana Cadangan merupakan alokasi dana yang dicadangkan Pemerintah Daerah untuk tujuan tertentu (seperti pembangunan/belanja modal yang memerlukan dana beberapa tahun anggaran/multi years) dan dibahas bersama DPRD untuk ditetapkan sebagai Peraturan Daerah. Dalam tahun 2007 tidak terdapat dana cadangan yang dialokasikan oleh Pemerintah Kabupaten Merangin.

Aset Lainnya 0,00 0,00

Dalam tahun 2007 tidak terdapat aset milik Pemerintah Kabupaten Merangin yang termasuk dalam kelompok aset lainnya.

KEWAJIBAN

KEWAJIBAN JANGKA PENDEK Utang PFK

31 Desember 2007 31 Desember 2006 - PPn yang belum disetorkan 73.374.602,00 141.591.137,00 - PPh yang belum disetorkan 75.079.941,00 42.294.503,00 148.454.543,00 183.885.640,00

EKUITAS DANA

EKUITAS DANA LANCAR

(33)

RPIJM Kabpaten Merangin Tahun 2009 - 2013

Saldo Ekuitas Dana Lancar per 31 Desember 2007 dan 31 Desember 2006 sebesar Rp. 158.855.820.719,39 dan Rp. 149.274.643.415,90 dengan rincian:

Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA)

151.505.398.079,69 145.7611.429.446,1 1 Cadangan Piutang 4.460.945.155,10 2.851.350.223,00 Cadangan Persediaan 2.889.477.484,57 840.749.386,79 Dana yg Hrs Disediakan utk

Pembayaran Utang Jk. Pendek 0,00 (183.885.640,00)

JUMLAH 158.855.820.719,3 6

149.274.643.415,9 0

EKUITAS DANA INVESTASI

Saldo Ekuitas Dana Investasi per 31 Desember 2007 dan 31 Desember 2006 sebesar Rp. 1.082.089.580.809,50 dan Rp. 933.060.777.519,00 dengan rincian: 31 Desember 2007 31 Desember 2006 Diinvestasikan dalam Investasi

Jangka Panjang

8.011.061.266,00 11.737.000.000,00 Diinvestasikan dalam Aset Tetap

1.074.078.519.543,50 9211.323.777.519,0 0 JUMLAH 1.082.089.580.809 ,50 933.060.777.519, 00

(34)

RPIJM Kabpaten Merangin Tahun 2009 - 2013

Tabel 11.7

PEMERINTAH KABUPATEN MERANGIN LAPORAN ARUS KAS

UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR SAMPAI DENGAN 31 DESEMBER 2007 (Dalam Rupiah)

URAIAN Catatan Jumlah

A ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI 5.1.7.1

Arus Kas Masuk :

Pajak Daerah 1.707.680.135,00

Retribusi Daerah 1.1411.602.746,00

Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan 1.002.339.686,48 Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah 9.913.043.857,60

Dana Bagi Hasil Pajak 60.663.2811.031,00

Dana Bagi Hasil Bukan Pajak (Sumber Daya Alam) 31.694.632.829,00

Dana Alokasi Umum 240.532.992.000,00

Dana Alokasi Khusus 311.621.300.000,00

(35)

RPIJM Kabpaten Merangin Tahun 2009 - 2013

Hibah 4.000.000.000,00

Dana Darurat -

Bagi Hasil Provinsi 11.540.517.076,00

Jumlah Arus Masuk Kas 398.822.394.361,08

Arus Kas Keluar :

Belanja Pegawai 137.305.180.475,50

Belanja Barang dan Jasa 82.169.6311.827,00

Belanja Bunga -

Belanja Subsidi -

Belanja Hibah -

Belanja Bantuan Sosial 7.649.385.190,00

Belanja Bantuan Keuangan 13.762.697.370,00

Belanja Tidak Terduga 162.233.085,00

Belanja Bagi Hasil ke Desa 454.825.102,00

Jumlah Arus Kas Keluar 241.503.958.049,50 Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi 157.318.4311.311,58

(36)

RPIJM Kabpaten Merangin Tahun 2009 - 2013

B ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI ASET NON KEUANGAN 5.1.7.2

Arus Kas Masuk

Pendapatan Penjualan atas Tanah - Pendapatan Penjualan atas Peralatan dan Mesin - Pendapatan Penjualan atas Gedung dan Bangunan - Pendapatan Penjualan atas Jalan, Irigasi dan Jaringan - Pendapatan dan Penjualan Aset Tetap Lainnya - Pendapatan dan Penjualan Aset Lainnya - Jumlah Arus Masuk Kas - Arus Kas Keluar

Belanja Tanah 8.733.152.175,00

Belanja Peralatan dan Mesin 38.033.545.166,00

Belanja Gedung dan Bangunan 43.868.510.913,00

Belanja Jalan, Irigasi dan Jaringan 57.880.045.383,00

Belanja Aset Tetap Lainnya 931.117.000,00

Belanja Aset Lainnya -

(37)

RPIJM Kabpaten Merangin Tahun 2009 - 2013

C ARUS KAS DARI AKTIVITAS PEMBIAYAAN 5.1.7.3

Arus Kas Masuk

1 Penerimaan Kembali Pemberian Pinjaman Daerah 240.178.240,00

Jumlah Arus Kas Masuk 240.178.240,00

Arus Kas Keluar

Pembentukan Dana Cadangan -

Penyertaan Modal (Investasi) Pemerintah Daerah 500.000.000,00 Pembayaran Pokok Utang Pinjaman dan Obligasi 1.689.389.641,00

Pemberian Pinjaman -

Jumlah Arus Kas Keluar 2.189.389.641,00 Arus Kas Bersih dari Aktivitas Pembiayaan (1.949.211.401,00)

D ARUS KAS DARI AKTIVITAS NON ANGGARAN 5.1.7.4

Arus Kas Masuk

Penerimaan Perhitungan Fihak Ketiga 27.249.821.093,00

(38)

RPIJM Kabpaten Merangin Tahun 2009 - 2013

Pengeluaran Perhitungan Fihak Ketiga 27.285.252.190,00

Jumlah Arus Kas Keluar 27.285.252.190,00 Arus Kas Bersih dari Aktivitas Nonanggaran (35.431.097,00)

Kenaikan (Penurunan) Bersih Kas 5.887.423.176,58

Saldo Awal Kas 145.7611.429.446,11

Saldo Akhir Kas 151.653.852.622,69

(39)

RPIJM Kabpaten Merangin Tahun 2009 - 2013 10.3 Permasalahan dan Analisa Keuangan

10.3.1 Kondisi Keuangan Pemerintahan Kabupaten / Kota

Segala permasalahan yang ada tentang kondisi keuangan daerah pada profil keuangan daerah. Pengelompokan permasalahan dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Permasalahan yang berhubungan dengan pengelolaan pungutan pajak dan retribusi yang sedikit mempunyai kaitan dengan kapasitas pelayanan yang diberikan Pemerintah Kabupaten/Kota.

2. Mekanisme dan prosedur pungutan daerah terutama kurangnya keterpaduan fungsi yan efektif antara unit instansi yang bersangkutan. 3. Sarana dan prasrana operasional yang kurang

4. Kurangnya kesadaran wajib pajak dalam memenuhi kewajibannya

5. Dan hal-hal lain yang berkaitan dengan operasionalisasi perolehan pendapatan daerah.

10.3.2 Proyeksi Kemampuan Keuangan Kabupaten/Kota

Proyeksi kemampuan keuangan Kabupaten/Kota yang disesuaikan dengan kondisi keuangannya: (Lampiran 1Tabel 11.3 Realisasi dan Proyeksi APBD)

1. Dihitung untuk kurun waktu 5 tahun 2. Gunakan asumsi dasar sebagai berikut:

a. Melihat kecenderungan trend historis pertumbuhan rata-rata per tahun

b. Estimasi pertumbuhan akibat adanya action plan

(40)

RPIJM Kabpaten Merangin Tahun 2009 - 2013

3. Proyeksi ketersediaan dana untuk pelaksanaan RPIJM

4. Perhitungan kemampuan meminjam Pemerintahan Kabupaten/Kota (ambang batas DCR adalah 1,5)

Perhatian terhadap aspek ekonomi dalam penyusunan RPIJM adalah hasil total atau produktifitas atau keuntungan yang didapat dari semua sumber yang dipakai dalam proyek untuk masyarakat atau perekonomian secara keseluruhan tanpa melihat siapa yang menyediakan sumber tersebut dan siapa dalam masyarakat yang menerima hasil proyek tersebut.

1. Proyeksi Penerimaan dan Belanja (Lampiran 1 Tabel 11.5)

Proyeksi penerimaan dihitung:

• Penghitungan berdasarkan kurun waktu 5

• Menggunakan asumsi atas dasar pertumbuhan rata-rata, yang disesuaikan dengan inflasi yang berlaku serta kesepakatan antara Pemerintah Propinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota;

• Dianalisis berapa besar anggaran rutin dibandingkan dengan

anggaran belanja barang dan modal untuk penyelenggaraan bidang kecipta karyaan;

2. Proyeksi PAD dan Dana Perimbangan (lampiran 1.Tabel 11.6)

Kondisi PAD & Dana Perimbangan

• Struktur dan perkembangan penerimaan rutin, dan belanja barang dan modal, serta prosentase pertumbuhannya;

1. Kontribusi pajak daerah terhadap PAD rata-rata sebesar 16,97% per tahun.

(41)

RPIJM Kabpaten Merangin Tahun 2009 - 2013

3. Perkembangan (pertumbuhan) PAD terhadap penerimaan daerah sebesar 2,07%.

4. Pengeluaran pembangunan rata-rata tumbuh 32,35% pertahun, dan perkembangan belanja modal 39,48% per tahun terhadap total pengeluaran (belanja).

• Kontribusi pajak daerah dan retribusi yang memberikan kontribusi cukup besar yaitu 56,26% terhadap PAD, terutama untuk menjadi dasar pada penguatan kapasitas keuangan daerah;

• Kelompok pajak daerah dan retribusi yang memberikan kontribusi kecil dikelompokkan dalam unsur penerimaan "lainnya"

• Analisis kemampuan penerimaan dengan analisis rasio: coverage ratio, yaitu kemampuan memperoleh PAD dari sumber pajak dan retribusi saja sebesar 56,26% tahun 2007.

• Perhitungan proyeksi PAD dan Dana Perimbangan, antara lain sebagai berikut:

1. Dihitung untuk kurun waktu 5 tahun

2. Menggunakan asumsi atas dasar trend rata-rata pertumbuhan historis, yang disesuaikan dengan inflasi yang berlaku serta kesepakatan antara Pemerintah Propinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota;

3. Analisis selama kurun waktu proyeksi tersebut unsur PAD dan penerimaan yang memberikan kontribusi terbesar

3. Proyeksi Public Saving

Kondisi Eksisting Public Saving selama 5 tahun untuk mengetahui: Public Saving (Tabungan Masyarakat) diperhitungkan dengan rumus: PS = (PAD + PBB + DBH + DAU + DAK) – Belanja Wajib

(42)

RPIJM Kabpaten Merangin Tahun 2009 - 2013

Belanja Wajib = Belanja Mengikat + Kewajiban Daerah

4. Gambaran besarnya public saving dan laju pertumbuhannya 5. Besarnya angsuran pinjaman dan bunga

6. Besarnya DSCR, batas ketentuan adalah 2,5

7. Dengan DSCR ditentukan sebesar 2,5 dapat diperoleh besaran maksimum pinjaman yang dapat diperoleh

Perhitungan public saving, antara lain sebagai berikut:

8. Dihitung untuk kurun waktu 5 tahun

9. Menggunakan asumsi atas dasar trend pertumbuhan rata-rata historis, yang disesuaikan dengan inflasi yang berlaku serta kesepakatan antara Pemerintah Propinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota;

10. Alokasi dana public saving untuk kawasan perkotaan dihitung dengan cara membandingkan penduduk perkotaan sesuai wilayah perencanaan dengan total penduduk kabupaten;

11. Dihitung dana yang dapat dialokasikan untuk bidang cipta karya, dimana besaran prosentase dapat mempergunakan trend yang ada atau dengan hasil diskusi dengan pemerintah kabupaten/kota;

12. Hasil akhir adalah prakiraan dana pembangunan untuk bidang cipta karya dari public saving selama 5 tahun;

13. Proyeksi belum termasuk perhitungan untuk pinjaman baru (without project projection).

(43)

RPIJM Kabpaten Merangin Tahun 2009 - 2013 Tabel 11.7 Publik Saving

No

Sumber

Penerimaan Realisasi Pertumbuhan

2005 2007 Rata-rata (%) I Penerimaan 1. PAD 7.054.112.878 13.742.525.465 39,58 2. DBHP 38.160.3111.186 48.937.983.632 13,24 3. DBHBP 14.569.722.184 43.269.729.209 72,33 4. DAU 139.535.000.000 240.532.992.000 31,29 5.DAK 111.254.000.000 311.819.075.620 50,51 II Belanja Wajib 1. Pembiayaan 12.869.565.856 145.363.209.429 236,08 2. Pembelanjaan 211.751.755.332 2.189.389.641 -89,83

Total Publik Saving 440.194.472.436 530.854.904.996 353,20

Sumber : Keuangan Kab. Merangin

10.4 Analisa Tingkat Ketersediaan Dana

Analisa yang diperlukan adalah terhadap ketersediaan dan Pemerintahan Kabupaten/Kota yang dpat digunakan dalam pembangunan RPIJM, misalnya indikasi sumber penerimaan yang harus diperhatikan yakni sebagaimana yang tertera padA lampiran yang meliputi:

1. Analisa perkembangan masa lalu dengan memperhatikan kebijaksanaan keuangan pemerintahan maka dibuat proyeksi anggaran pendapatan dan belanja yang dapat dilihat pada tabel (lampiran)

(44)

RPIJM Kabpaten Merangin Tahun 2009 - 2013

2. Analisa perkembangan pajak daerah termasuk perkembangan kontribusi per tahun.

3. Analisa perkembangan PAD per tahun, kontribusi terhadap penerimaan rata-rataAnalisa pengeluaran pembangunan berkembang rata-rataporsi rata-rataterhadap total pengeluaran , kecenderungan porsi naik/turun.

10.4.1 Analisa terhadap pinjaman yang telah diterima berkembang dengan porsi besarnya cicilan sebesar Analisa Kemampuan Keuangan Daerah

Kemampuan keuangan daerah dapat bersumber dari:

1. Sumber internal dari pemerintah daerah sendiri (public saving)

2. Sumber eksternal dari luar pemerintah daerah (pemerintah pusat, pemerintah propinsi, pinjaman, partisipasi swasta (KPS), dan swadaya masyarakat)

• Analisis dan teliti perkembangan sumber pendanaan eksternal untuk pembiayaan pemerintah pusat dan pemerintah propinsi;

• Identifikasi perkembangan dana dari partisipasi dan kerjasama swasta;

• Identifikasi dana partisipasi masyarakat yang dipergunakan untuk

pembangunan khususnya dalam membiayai operasi dan

pemeliharaan;

• Pisahkan biaya operasi dan pemeliharaan dan investasi

• Identifikasi pinjaman minimal yang dapat diperoleh dengan memperhatikan Debt Service Ratio (DSR)

(45)

RPIJM Kabpaten Merangin Tahun 2009 - 2013

• Estimasi sumber dana yang dapat dipergunakan untuk membiayai bidang cipta karya termasuk kontribusi PDAM untuk pendanaan sektor air minum;

• Output dari analisa keuangan adalah total dana yang dapat dialokasikan untuk membiayai bidang cipta karya selama 5 tahun. (catatan: tabel estimasi sumber dana bidang cipta karya)

10.4.2 Aspek Keuangan Daerah

Analisis keuangan ini penting untuk dapat menjabarkan arti dari data dan informasi yang tercantum dalam laporan keuangan. Analisis yang dipergunakan antara lain:

1. Analisis Prosentase

2. Indikator Debt Service Cost Ratio (DSCR)

10.5Rencana Pembiayaan Program 10.5.1Rencana Pembiayaan

Sumber-sumber pebiayaan berasal dari Pemerintah Kabupaten/Kota, Pemerintah Indonesia, Bantuan Luar Negeri dan masyarakat. Untuk sektor air minum, limbah dan sampah biasanya komponen yang lebih dominan dalam membiayai adalah pemerintahan Kabupaten/Kota, sebaliknya pada penganggulangan bencana , jalan negara, drainase makro pemerintah pusat lebih dominan.

Baik Bantuan Luar Negeri maupun dana pemrintah Pusat ke Pemerintah kabupaten/Kota sifatnya stimulan dan pelengkap, namun pembangunan harus didasarkan kepada kekuatan sendiri, dalam hal ini

(46)

RPIJM Kabpaten Merangin Tahun 2009 - 2013

Pemerintah Kabupaten/Kota dan masyarakat (community based development).

Kerangka kerja pembiayaan disusun bersifat indikatif dan disesuaikan dengan kapasitas daerah, bersumber dari APBD Kabupaten Merangin, APBD Propinsi Jambi dan APB serta sumber pendanaan lainnya yang sah.

Tabel 11.8

Proyeksi kebutuhan pembiayaan program pembangunan Kabupaten Merangin Tahun 2007-2011

PROGRAM 2007 (Rp.000) 2008 (Rp.000) 2009 (Rp.000) 2010 (Rp.000) 2011 (Rp.000) (1) (2) (3) (4) (5) (6)

Program Misi Pertama : Meningkatkan infrastruktur jalan, jembatan, dan irigasi serta pencetakan sawah baru termasuk sarana dan prasarana pendidikan, kesehatan, listrik dan air bersih

1. Program Pembangunan jalan dan jembatan 54.265.922 57.521.877 61.548.408 611.472.281 72.454.786 2. Program Rehabilitasi dan peningkatan jalan dan jembatan

124.914.604 164.209.480 175.704.144 189.760.475 2011.838.918 3. Program pembangunan saluran drainase 415.000 439.900 470.693 508.348 554.100 4. Program pembangunan turap 250.000 265.000 283.550 3011.234 333.795 5. Peningkatan pelayanan angkutan 4.820.000 5.109.200 5.4611.844 5.904.192 11.435.569 6. Lingkungan sehat perumahan 575.200 609.712 652.392 704.583 767.996 7. Program

pengem-bangan kinerja pe-ngelolaan air minum

5.995.000 11.354.700 11.799.529 7.343.491 8.004.406 8. Pengembangan, 705.000 747.300 799.611 863.580 941.302

(47)

RPIJM Kabpaten Merangin Tahun 2009 - 2013

pengelolaan, dan konservasi sungai dan danau

Program Misi Kedua : Meningkatkan taraf perekonomian daerah dan pendapatan masyarakat

dengan memberikan perhatian utama pada usaha pembangunan ekonomi perdesaan 1. Peningkatan kapasitas kelembagaan perencanaan pembangunan daerah 289.000 3011.340 327.784 354.007 385.867 2. Program perencanaan pembangunan daerah 220.000 233.200 249.524 269.486 293.740

Sumber: RPJM-D Kabupaten Merangin tahun 2009-2013 10.5.2 Pelaksanaan Pembiayaan RPIJM

Setelah melalui proses penilaian RPIJM oleh Pemerintah Kabupaten/Kota, maka selanjutnya adalah program sekaligus proses pembiayaannya. Pada pelaksanaan pembiayaaan, maka semua sumber pembiayaan yang sudah disepakati antara Pemerintah Kabupaten/Kota dengan Pemerintah Pusat, termasuk dana bantuan Luar Negeri dirumuskan dalam dokumen Project Memorandum (Kesepakatan Pelaksanaaan Program

Gambar

Tabel 11.1. Anggaran dan Realisasi Pendapatan Daerah selama 5 (lima) Tahun  Terhitung Tahun Anggaran 2003-2007
Tabel 10.2. Anggaran dan Realisasi Pendapatan Asli Daerah selama 5 (lima)  Tahun Terhitung dari Tahun Anggaran 2003-2007
Tabel 11.3. Anggaran dan realisasi Penerimaan dari Pemerintah pusat (Dana   Perimbangan) selama 5 (lima) Tahun dari Tahun Anggaran  2003-2007  No  Tahun  Anggaran  (Rp)  Realisasi (Rp)  Lebih (Kurang) (Rp)  %  Kenaikan %  1  2  3  4  5  6  7  1  2003  185.
Tabel  11.4.  Anggaran  dan  Realisasi  Penerimaan  Lain-lain  Pendapatan  Yang  Sah  selama  5  (lima)  Tahun  Terhitung  dari  Tahun  Anggaran 2003-2007  No  Tahun  Anggaran  (Rp)  Realisasi (Rp)  Lebih (Kurang) (Rp)  %  Kenaikan %  1  2  3  4  5  6  7
+2

Referensi

Dokumen terkait

Terdapat perbedaan atas kinerja keuangan Pemerintahan Daerah dalam kemampuan pembiayaan yang bersumber dari peningkatan rata-rata pendapatan asli daerah dan bagi hasil pajak

Secara umum sumber pendapatan daerah otonom adalah pendapatan asli daerah, dana perimbangan merupakan dana yang bersumber dari penerimaan anggaran pendapatan belanja

Adapun upaya untuk mendorong peningkatan pendapatan yang bersumber dari kelompok Dana Bagi Hasil Pajak dari Pemerintah Propinsi dan Bantuan Keuangan dari

Bantuan dana berupa dana perimbangan bersumber dari dana bagi hasil yaitu dana alokasi umum (DAU) dan dana alokasi khusus (DAK), yang diterima oleh daerah

Pemerintah daerah dapat menggunakan pendapatan yang dimiliki baik itu yang bersumber dari pendapatan asli daerah (PAD), dana perimbangan (DAU, DAK, DBH) dan

Dana Perimbangan adalah dana yang bersumber dari pendapatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang dialokasikan kepada Daerah untuk mendanai kebutuhan Daerah dalam

Dana perimbangan merupakan dana yang bersumber dari Pemerintah Pusat yang terdiri atas Bagi Hasil Pajak, Bagi Hasil Bukan Pajak, Dana Alokasi Umum, dan Dana Alokasi

Kebijakan Pengelolaan Pendapatan Daerah Kota Mataram diarahkan untuk meningkatkan pendapatan daerah melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Dana Perimbangan agar