PERILAKU PETANI TERHADAP KETERSEDIAAN TEKNOLOGI DALAM PENGEMBANGAN USAHATANI KACANG TANAH DI KABUPATEN MAROS
Farmers Behaviour on the Availability of Technology to the Development of Peanut farming in The Maros Regency
DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN KABUPATEN MAROS
2016
Disampikan pada Seminar Tgl. 26 April 2017
Oleh :
Masalah Pengkajian
Berdasarkan uraian dari latar belakang tersebut di atas, maka dirumuskan beberapa permasalahan sebagai berikut :
1. Bagaimana ketersediaan sarana dan prasarana paket teknologi produksi ( lahan, benih, pupuk, air, pestisida, dan pasar ) yang dapat menunjang
pengembangan kacang tanah di Kabupaten Maros 2. Bagaimana intensitas penyuluhan, pengetahuan,
Tujuan Pengkajian
Tujuan yang ingin dicapai dari pengkajian ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui ketersediaan sarana dan prasarana paket teknologi produksi ( lahan, benih, pupuk, air, pestisida, dan pasar ) yang dapat menunjang pengembangan kacang tanah di Kabupaten Maros
Kegunaan Pengkajian
Kegunaan Pengkajian
1. Sebagai bahan informasi bagi petani yang ingin meningkatkan pendapatan melalui pengembangan usahatani kacang tanah.
2. Sebagai bahan masukan bagi pelaku yang bergerak dalam sektor pangan khususnya kacang tanah di Kabupaten Maros.
BAB III
METODE PENGKAJIAN
Lokasi dan Waktu Pengkajian
Populasi dan Sampel
Populasi yang digunakan dalam pengkajiann ini adalah keseluruhan petani pada Kecamatan Camba dan Cenrana yang melakukan usahatani kacang tanah tempat penelitian akan dilaksanakan.
Jenis dan Sumber Data
Jenis data yang dibutuhkan di dalam pelaksanaan penelitian ini adalah data primer dan data sekunder.
Data Primer
Data primer adalah data yang diperoleh langsung di lapangan
baik melalui observasi maupun melalui wawancara kepada petani responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan daftar kuesioner yang telah disiapkan sebelumnya.
Data Sekunder
Data Sekunder adalah data yang bersumber dari buku, arsip, dokumen, dan naskah dari Kantor Dinas Pertanian Tanaman
Teknik Pengumpulan Data
Kuesioner, pengumpulan data yang dilakukan dengan jalan mengedarkan atau menanyakan langsung kepada responden dengan menggunakan daftar pertanyaan yang telah disediakan
Wawancara mendalam, data yang dikumpulkan untuk melengkapi data yang tidak sempat tertulis dalam kuesioner
Teknik Analisis Data
Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
Analisis Deskriptif :
Hipotesis yang pertama akan dianalisis dengan menggunakan Analisis Deskriptif yang dimaksudkan untuk menjelaskan atau menginterpretasikan data yang ada dalam bentuk tabel atau grafik dan mengkaji secara mendalam, sehingga dapat digambarkan mengenai hal-hal yang dapat menunjang pengembangan usahatani kacang tanah di Kabupaten Maros.
Analisis “ UJI CHI-SQUARE “.
1. Sikap negatif petani adalah kecenderungan petani untuk memberikan penilaian atau tanggapan yang negatif terhadap paket teknologi. Menurut Sevilla, C.G, dkk (1993) dan Danin (2004) bahwa sikap diukur dengan menggunakan ukuran skala atau ukuran interval Pengukurannya yaitu : Pernyataan yang diajukan kepada petani responden sebanyak delapan item yang terdiri dari empat item pernyataan nilai positif dan empat item pernyataan nilai negatif.
Untuk pernyataan yang mengukur nilai positif, jawaban dinilai dengan angka yaitu :
BAB V
HUBUNGAN ANTARA INTENSITAS PENYULUHAN, PENGETAHUAN, KETERAMPILAN DAN SIKAP PETANI DENGAN TINGKAT PENERAPAN PAKET
BAB VI