• Tidak ada hasil yang ditemukan

ProdukHukum BankIndonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ProdukHukum BankIndonesia"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

1

Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/3/PBI/2009 tanggal 29 Januari 2009

tentang

Bank Umum Syariah

Frequently Asked Question:

Q: Apakah latar belakang disempurnakannya PBI No.6/24/PBI/2004 tentang Bank Umum yang Melaksanakan Kegiatan Usaha Berdasarkan Prinsip Syariah menjadi PBI No. 11/3/PBI/2009 tentang Bank Umum Syariah?

A: Salah satu pertimbangan mendasar disempurnakannya PBI tersebut adalah karena telah disahkan UU No. 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah pada tanggal 16 Juli 2008 dimana terdapat beberapa pengaturan yang harus disesuaikan. Selain itu, penyempurnaan pengaturan juga dilakukan untuk lebih mendukung perkembangan Bank yang sehat dan tangguh.

Q: Dalam PBI ini diatur mengenai muatan anggaran dasar Bank. Kapan Bank wajib menyesuaikan anggaran dasarnya dengan PBI ini?

A: Anggaran dasar Bank wajib disesuaikan paling lambat tanggal 16 Juli 2009 atau tepat satu tahun sejak disahkan Undang-undang Perbankan Syariah.

Q: Apakah kewajiban pencantuman kata syariah juga berlaku bagi Bank sebelum disahkan Undang-undang Perbankan Syariah?

A: Tidak, pencantuman kata syariah setelah kata Bank atau setelah nama Bank hanya berlaku bagi Bank yang mendapatkan izin usaha setelah disahkan Undang-undang Perbankan Syariah.

Q: Apakah yang dimaksud dengan “counter Bank non permanen”?

A: “counter Bank non permanen” adalah salah satu jenis kas keliling yang berupa counter

Bank yang dapat dibuka di tempat-tempat keramaian dan sifatnya tidak permanen.

Q: Jumlah anggota DPS diatur paling kurang 2 orang atau paling banyak 50% jumlah Direksi. Dalam hal Direksi berjumlah 3 orang, berapa jumlah maksimal anggota DPS?

(2)

2

Q: Rencana kantor Bank untuk tidak beroperasi di hari kerja wajib memperoleh persetujuan Bank Indonesia. Bagaimana sebaliknya jika kantor Bank akan beroperasi di hari libur? A: Pertimbangan pengaturan adalah faktor berkurang tidaknya pelayanan perbankan kepada

masyarakat. Dengan demikian, jika kantor Bank akan beroperasi di hari libur, maka tidak perlu memperoleh persetujuan Bank Indonesia karena justru akan menambah pelayanan kepada masyarakat.

Q: Dalam PBI ini, Unit Pelayanan Syariah (UPS) tidak lagi diatur. Bagaimana status UPS yang sudah berjalan sampai saat ini?

A: UPS yang telah mendapat penegasan Bank Indonesia dan telah beroperasi sebelum berlakunya PBI ini ditetapkan menjadi KCP.

Q: Apakah ketentuan ini juga berlaku untuk bank yang berkantor pusat di luar negeri (bank asing syariah)?

Referensi

Dokumen terkait

5. Proses Pencabutan Izin Usaha, Pembubaran Badan Hukum dan Likuidasi sesuai ketentuan yang berlaku. Perlu dijelaskan bahwa status Bank tidak selalu bergerak ke arah memburuk

Bagaimana tata cara perubahan izin usaha Bank Umum menjadi izin usaha BPR bagi Bank yang tidak dapat memenuhi modal inti minimum pada 31 Desember 2010. Tata cara

syariah cukup lapor apabila produk baru-nya termasuk dalam buku kodifikasi. produk perbankan syariah dengan

Q : Apakah perbankan syariah dapat menjual surat berharga syariah yang dimiliki. sebelum

FLIS is a funding facility provided by Bank Indonesia to Sharia Commercial Bank (Bank Umum Syariah/BUS)/Sharia Business Unit (Unit Usaha Syariah/UUS) in its capacity as

Direktorat Perizinan dan Informasi Perbankan setelah mendapatkan persetujuan penerbitan Kartu ATM oleh Direktorat Akunting dan Sistem Pembayaran. Kartu Debet Direktorat Akunting

Komite Perbankan Syariah, yang selanjutnya disebut Komite adalah forum yang beranggotakan para ahli di bidang syariah muamalah dan/atau ahli ekonomi, ahli

a. Kemudahan dalam pemberian izin menjadi bank devisa. 1) Permohonan pemanfaatan insentif berupa kemudahan dalam pemberian izin menjadi Bank devisa diajukan oleh Bank