• Tidak ada hasil yang ditemukan

Unduh BRS Ini

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Unduh BRS Ini"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

1 |Berita Resmi Statistik Provinsi Sumatera Selatan No.53/09/16/Th.XVIII, 01 September 2016  Di Provinsi Sumatera selatan, jumlah usaha non-pertanian hasil pendaftaran usaha

Sensus Ekonomi 2016 (SE2016) mencapai 656,7 ribu usaha, meningkat sebesar 20,5 persen jika dibandingkan jumlah usaha hasil Sensus Ekonomi 2006 yang tercatat sebanyak 545 ribu usaha.

 Dari sebanyak 656,7 ribu usaha hasil SE2016, tercatat sebanyak 181,6 ribu usaha yang menempati bangunan khusus untuk tempat usaha. Dengan demikian, sebanyak 475 ribu usaha tidak menempati bangunan khusus usaha, seperti pedagang keliling, usaha di dalam rumah tempat tinggal, usaha kaki lima, dan lain sebagainya.

 Berdasarkan jumlah usaha, Kota Palembang memiliki jumlah usaha terbanyak yaitu 154 ribu usaha, sedangkan Kabupaten Muratara memiliki jumlah usaha terkecil yaitu 10,4 ribu usaha . Berdasarkan pertumbuhan jumlah usaha, Kabupaten Musi Rawas memiliki pertumbuhan usaha tertinggi yaitu 60,9 persen, sementara Kabupaten Empat Lawang merupakan kabupaten/kota dengan pertumbuhan usaha terendah yaitu 0,7 persen.

JUMLAH USAHA NON PERTANIAN MENCAPAI 656,7 RIBU

Sensus Ekonomi (SE) merupakan amanat Undang-Undang No. 16 Tahun 1997 tentang

Statistik, dimana penyelenggaraan SE dilaksanakan sepuluh tahun sekali, yaitu tahun yang

berakhiran angka 6. SE di Indonesia telah dilaksanakan sebanyak 4 kali oleh Badan Pusat

Statistik, diawali pada tahun 1986, ke-dua tahun 1996, dan ke tiga tahun 2006. Sensus

Ekonomi merupakan kegiatan pendataan lengkap atas seluruh unit usaha/perusahaan (kecuali

sektor pertanian) yang berada dalam batas-batas wilayah suatu negara. Seluruh informasi yang

dikumpulkan bermanfaat untuk mengetahui gambaran tentang struktur ekonomi suatu negara

baik menurut wilayah, lapangan usaha, maupun skala usaha.

Keberadaan suatu unit usaha/perusahaan akan diidentifikasi oleh petugas lapangan

dengan cara mengunjungi setiap bangunan yang berada di wilayah kerjanya, dalam hal ini blok

(2)

2 |Berita Resmi Statistik Provinsi Sumatera Selatan No.53/09/16/Th.XVIII, 01 September 2016 dari suatu unit usaha dilakukan dengan cara wawancara pemilik/pengelola unit

usaha/perusahaan atau penanggung jawab dari aktivitas ekonomi yang dilakukan oleh unit

usaha/perusahaan di tempat atau di bangunan tersebut.

Kegiatan Pendaftaran Usaha SE2016 bertujuan untuk:

a. Menyajikan data dasar unit usaha/perusahaan dan aktivitas usaha di luar usaha pertanian.

b. Menyusun peta dan direktori perusahaan Usaha Menengah Besar (UMB) yang lengkap dan

terpadu.

c. Memperoleh populasi UMB dan Usaha Mikro Kecil (UMK) menurut wilayah maupun

lapangan usaha.

d. Menyusun kerangka sampel (sampling frame) survei bidang ekonomi.

e. Mendapatkan informasi lain seperti penggunaan internet dalam kegiatan usaha (on-line), sistem waralaba (franchise), serta kepemilikan unit usaha/perusahaan (ownership).

Dalam menghadapi pasar bebas khususnya terkait dengan penerapan Masyarakat

Ekonomi ASEAN (MEA), kekuatan dunia usaha perlu dipetakan. Sensus Ekonomi 2016 yang

baru saja selesai dilaksanakan oleh BPS menghasilkan informasi awal berupa jumlah usaha di

luar sektor pertanian. Berdasarkan hasil Sensus Ekonomi 2016, jumlah usaha non-pertanian di

Provinsi Sumatera selatan sebanyak 656,7 ribu usaha, meningkat sebesar 20,5 persen jika

dibandingkan jumlah usaha hasil Sensus Ekonomi 2006 yang tercatat sebanyak 545 ribu

usaha.

Tabel 1

Jumlah Usaha Hasil SE2016 dan Pertumbuhannya terhadap SE2006

No Kabupaten/Kota Jumlah Usaha (Dalam ribu) Pertumbuhan UsahaSE2016 thd SE2006 (%)

SE2016 SE2006

(1) (2) (3) (4) (5)

1 Kabupaten OKU 26.0 23.2 12.1

2 Kabupaten OKI 64.5 44.7 44.2

3 Kabupaten Muara Enim 43.3 36.7 18.0 4 Kabupaten Lahat 35.5 26.9 32.0 5 Kabupaten Musi Rawas 25.0 15.5 60.9 6 Kabupaten Musi Banyuasin 38.0 24.5 55.2 7 Kabupaten Banyuasin 53.5 45.3 18.0 8 Kabupaten OKU Selatan 25.6 24.7 3.7 9 Kabupaten OKU Timur 47.8 40.6 17.8 10 Kabupaten Ogan Ilir 47.4 33.7 40.7 11 Kabupaten Empat Lawang 19.0 18.9 0.7 12 Kabupaten PALI 12.3 11.1 11.3 13 Kabupaten Muratara 10.4 9.0 15.5 14 Kota Palembang 154.4 149.9 3.0 15 Kota Prabumulih 16.8 12.3 36.4 16 Kota Pagar Alam 13.8 10.4 33.1 17 Kota Lubuklinggau 23.4 17.6 32.9

(3)

3 |Berita Resmi Statistik Provinsi Sumatera Selatan No.53/09/16/Th.XVIII, 01 September 2016 Dari sebanyak 656,7 ribu usaha hasil SE2016, tercatat sebanyak 181,6 ribu usaha yang

menempati bangunan khusus untuk tempat usaha. Dengan demikian, sebanyak 475 ribu usaha

tidak menempati bangunan khusus usaha, seperti pedagang keliling, usaha di dalam rumah

tempat tinggal, usaha kaki lima, dan lain sebagainya. Dari hasil Sensus Ekonomi 2016 kiranya

tantangan yang dihadapi Provinsi Sumatera selatan cukup berat di era persaingan bebas,

mengingat lebih dari 72,3 persen usaha tidak menempati bangunan yang khusus diperuntukkan

Gambar

Tabel 1

Referensi

Dokumen terkait

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi

Dapat memperkaya wawasan ilmu pengetahuan tentang harga dan promosi dengan pengembangan pada dunia website online store yang ada di Indonesia dan memberikan kajian

Amarta 8-10 Raya Terminal Baru Kartasura Sukoharjo Solo Jawa T.. Raya Kedu Km 2 Kalisat Bulu Temanggung Jawa

62 Paramita Tanggerang, RS Banten Tangerang Kawasan Industri CCM Kav. Raya Serang KM.. No Nama Rumah Sakit Provinsi Kota Alamat Rumah Sakit No. Telepon Catatan 63 Permata Pamulang,

Wawancara digunakan sebagai metode pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, dan juga

Menentukan tetapan laju reaksi berdasarkan data hasil percobaan 4.7 Merancang, melakukan, dan menyimpulkan serta menyajikan. hasil percobaan faktor-faktor yang mempengaruhi laju

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan untuk Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat khususnya yang berkaitan dengan

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan jumlah sari tomat dan sari temulawak terhadap sifat organoleptik jelly drink yang meliputi (warna, aroma, rasa,