• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

Pada Mei 2016, Kota Ternate mengalami inflasi sebesar 0,29 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 128,08. Sedangkan Nasional mengalami inflasi sebesar 0,24 persen dengan indeks harga konsumen sebesar 123,48. Dari 82 kota IHK, 67 kota mengalami inflasi dan 15 kota mengalami deflasi, dimana inflasi tertinggi terjadi di Kota Pontianak 1,67 persen, Kota Ambon 1,64 persen, dan Kota Bau-Bau 1,44 persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Kota Sorong 0,92 persen, Kota Bungo 0,91 persen dan Kota Bima 0,71 persen.

Inflasi Kota Ternate Mei 2016, menurut kelompok pengeluaran adalah sebagai berikut: kelompok bahan makanan 0,02 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,52 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar -0,02 persen; kelompok sandang 0,08 persen; kelompok kesehatan 0,02 persen; kelompok pendidikan; rekreasi dan olahraga -0,02 persen; serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 1,48 persen.

Inflasi tahun kalender Kota Ternate sebesar 0,20 persen dan inflasi year on year Kota Ternate sebesar 4,49 persen. Sedangkan inflasi tahun kalender dan inflasi year on year Nasional yaitu masing-masing sebesar 0,40 persen dan 3,33 persen.

 Menurut inflasi tahun kalender, 61 kota mengalami inflasi dan 21 kota mengalami deflasi, dimana inflasi tertinggi terjadi di Kota Tarakan 2,12 persen, Kota Pontianak 1,77 persen, Kota Jayapura 1,62 persen. Sedangkan 3 kota yang mengalami deflasi tertinggi yaitu, Kota Merauke 2,20 persen, Kota Manado 1,75 persen, dan Kota Bulukumba 1,03 persen.

 Menurut inflasi year on year, semua kota mengalami inflasi, dimana inflasi tertinggi terjadi di Kota Banjarmasin 5,65 persen, Kota Pangkal Pinang 5,38, dan Kota Kupang 5,27. Sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Tual 0,47, Kota Ambon 1,22 persen, dan Kota Bulukumba 1,80 persen.

Kota-kota IHK di wilayah Pulau Sulawesi, Maluku dan Papua yang berjumlah 18 kota, pada Mei 2016 tercatat 14 kota mengalami inflasi dan 4 kota mengalami deflasi, dimana inflasi tertinggi terjadi di Kota Ambon 1,64 persen, Kota Bau-Bau 1,44 persen, dan Kota Palu 0,80 persen. Sedangkan kota mengalami deflasi tertinggi yaitu Kota Sorong 0,92 persen, Kota Tual 0,60 persen dan Kota Palopo 0,39 persen.

No. 30/06/82/Th XV, 01 Juni 2016

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

(2)

Berdasarkan hasil pemantauan BPS Provinsi Maluku Utara, pada pasar tradisional dan pasar modern di wilayah Kota Ternate, bulan Mei 2016 terjadi inflasi 0,29 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 127,71 pada April 2016, menjadi 128,08 pada Mei 2016. Tingkat inflasi tahun kalender dan tingkat inflasi year on year yaitu masing-masing sebesar 0,20 persen dan 4,49 persen.

Pada Mei 2016, lima kelompok pengeluaran mengalami inflasi, dan dua kelompok pengeluaran mengalami deflasi. Adapun perubahan indeks harga konsumen (IHK) masing-masing kelompok pengeluaran tersebut adalah sebagai berikut: kelompok bahan makanan 0,02 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,52 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar -0,02 persen; kelompok sandang 0,08 persen; kelompok kesehatan 0,02 persen; kelompok pendidikan; rekreasi dan olahraga -0,02 persen; serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 1,48 persen.

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Mei 2016 antara lain: telur ayam ras, buncis, tomat sayur, beberapa jenis ikan seperti (cakalang, cakalang asap, bawal, biji nangka, cumi-cumi, teri, lolosi), telur ayam kampung, gula pasir, rokok (kretek, kretek filter, putih), emas perhiasan, dan tarif angkutan udara.

Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga adalah: bayam, wortel, cabe merah, cabe rawit, bawang merah, terong panjang, berbagai jenis ikan (kakap merah, ekor kuning, tongkol, malalugis, kembung, bubara), bensin, dan tarif listrik.

Gambar 1.

Inflasi Kota Ternate Menurut Kelompok Pengeluaran (2012 = 100), April - Mei 2016 0.05 0.60 0.44 -0.11 0.00 0.00 0.01 -0.65 0.29 0.02 0.52 -0.02 0.08 0.02 -0.02 1.48 -1.00 -0.50 0.00 0.50 1.00 1.50 2.00 Umum Bahan Makanan

Makanan Jadi Perumahan Sandang Kesehatan Pendidikan Transpor

(3)

Tabel 1.

IHK dan Inflasi Kota Ternate Bulan Mei 2016, Inflasi Tahun Kalender, dan Inflasi Year on Year menurut Kelompok Pengeluaran (2012 = 100)

Kelompok Pengeluaran IHK Maret 2016 IHK April 2016 IHK Mei 2016 Inflasi Mei 2016 1) Inflasi Tahun Kalender 2) Inflasi Year on Year3) UMUM 127,64 127,71 128,08 0,29 0,20 4,49 1 Bahan Makanan 120,33 121,05 121,08 0,02 -7,32 5,96

2 Makanan Jadi, Minuman,

Rokok & Tembakau 126,19 126,75 127,41 0,52 2,57 6,14 3 Perumahan, Air, Listrik, Gas &

Bahan Bakar 129,48 129,34 129,32 -0,02 3,60 5,08

4 Sandang 145,93 145,93 146,04 0,08 1,81 5,69

5 Kesehatan 127,15 127,15 127,17 0,02 1,40 1,73

6 Pendidikan, Rekreasi &

Olahraga 124,65 124,66 124,63 -0,02 0,25 4,48

7 Transpor, Komunikasi & Jasa

Keuangan 130,08 129,24 131,15 1,48 0,28 -0,06

1) Persentase perubahan IHK bulan Mei 2016 terhadap IHK bulan sebelumnya. 2) Persentase perubahan IHK bulan Mei 2016 terhadap IHK bulan Desember 2015 3) Persentase perubahan IHK bulan Mei 2016 terhadap IHK bulan Mei 2015

Pada Mei 2016, kelompok pengeluaran memberikan andil/sumbangan inflasi masing-masing sebagai berikut: kelompok bahan makanan 0,01 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,07 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar -0,01 persen; kelompok sandang 0,00 persen; kelompok kesehatan 0,00 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,00 persen; serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,22 persen.

Tabel 2.

Sumbangan/Andil Kelompok Pengeluaran terhadap Inflasi Kota Ternate, Bulan Mei 2016 (2012 = 100)

Kelompok Pengeluaran Bulan Mei

2016

UMUM 0,29

1 Bahan Makanan 0,01

2 Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau 0,07 3 Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar -0,01

4 Sandang 0,00

5 Kesehatan 0,00

6 Pendidikan, Rekreasi & Olahraga 0,00 7 Transportasi, Komunikasi & Jasa Keuangan 0,22

(4)

Gambar 2.

Perkembangan Inflasi Kota Ternate dan Nasional Mei 2015 – Mei 2016

IHK DAN INFLASI MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN

1. Bahan Makanan

Kelompok bahan makanan pada Mei 2016 mengalami inflasi 0,02 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 121,05 pada April 2016, menjadi 121,08 pada Mei 2016.

Dari 11 subkelompok dalam kelompok bahan makanan, lima subkelompok mengalami inflasi, dan dua stagnan serta sisanya mengalami deflasi. Subkelompok yang mengalami inflasi yaitu daging dan hasil-hasilnya 1,51 persen; ikan segar 1,59 persen; telur, susu, dan hasil-hasil-hasilnya 1,12 persen; buah-buahan 0,37 persen; lemak dan minyak 0,07 persen. Sedangkan subkelompok yang mengalami deflasi yaitu padi-padian, umbi-umbian, dan hasil-hasilnya -0,05 persen; ikan diawetkan -0,14 persen; sayur-sayuran -0,70 persen; dan bumbu-bumbuan -4,44 persen. Sementara subkelompok yang harganya tidak berubah adalah kacang-kacangan dan bahan makanan lainnya.

Kelompok ini pada Mei 2016 memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,01 persen. Beberapa komoditi yang mengalami kenaikan harga antara lain; tomat sayur, buncis, daging ayam ras, telur ayam ras, beberapa jenis ikan antara lain (cumi-cumi, lolosi, cakalang, cakalang asap, bawal, teri). Sementara itu komoditi yang mengalami penurunan harga antara lain; beberapa jenis ikan antara lain (bubara, kakap merah, tuna, malalugis, sorihi, ekor kuning), terong panjang, sawi putih, wortel, cabe merah, dan cabe rawit.

Mei-15 Jun-15 Jul-15 Agust-15 Sep-15 Okt-15 Nop-15 Des-15 Jan-16 Feb-16 Mar-16 Apr-16 Mei-16 Ternate 0.65 0.89 0.90 1.56 -1.58 0.91 0.02 1.53 0.52 -0.95 0.28 0.05 0.29 Nasional 0.50 0.54 0.93 0.39 -0.05 -0.08 0.21 0.96 0.51 -0.09 0.19 -0.45 0.24 -2.00 -1.50 -1.00 -0.50 0.00 0.50 1.00 1.50 2.00

(5)

Tabel 3.

IHK dan Inflasi Kota Ternate menurut Subkelompok pada Kelompok Bahan Makanan, Mei 2016 (2012 = 100)

Kelompok / Subkelompok IHK Inflasi

Tahun

Kalender Year on Year (%)

(%) (%)

Umum 128,08 0,29 0,20 4,49

I. Bahan Makanan 121,08 0,02 -7,32 5,96

a. Padi-padian, umbi- umbian, dan hasilnya 120,43 -0,05 -0,48 3,10

b. Daging dan hasil-hasilnya 138,15 1,51 1,34 1,10

c. Ikan segar 124,28 1,59 -15,67 5,07

d. Ikan diawetkan 139,53 -0,14 -1,52 45,68

e. Telur, susu, dan hasil-hasilnya 130,59 1,12 0,11 4,10

f. Sayur-sayuran 89,45 -0,70 -22,11 10,19

g. Kacang-kacangan 116,14 0,00 -9,96 -3,48

h. Buah-buahan 148,00 0,37 -14,80 -11,16

i. Bumbu-bumbuan 127,76 -4,44 13,90 26,48

j. Lemak dan minyak 98,77 0,07 -4,41 -1,02

k. Bahan makanan lainnya 127,60 0,00 0,67 7,93

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau

Kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau pada Mei 2016 mengalami inflasi 0,52 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 126,75 pada April 2016, menjadi 127,41 pada Mei 2016.

Tabel 4.

IHK dan Inflasi Kota Ternate menurut Subkelompok pada Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau,

Mei 2016 (2012 = 100)

Kelompok / Subkelompok IHK Inflasi

Tahun

Kalender Year on

Year (%)

(%) (%)

Umum 128,08 0,29 0,20 4,49

II. Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau 127,41 0,52 2,57 6,14

a. Makanan Jadi 124,88 0,06 0,42 2,18

b. Minuman yang Tidak Beralkohol 112,07 0,88 2,01 7,48

(6)

Berdasarkan subkelompoknya, perubahan indeks masing-masing subkelompok yaitu subkelompok makanan jadi 0,06 persen; subkelompok minuman yang tidak beralkohol 0,88 persen; serta subkelompok tembakau dan minuman beralkohol 0,88 persen.

Kelompok ini pada Mei 2016 memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,07 persen. Komoditi yang mengalami kenaikan harga antara lain: gula pasir, dan rokok (kretek, putih, dan kretek filter).

3. Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar

Kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar pada Mei 2016 mengalami deflasi 0,02 persen atau terjadi penurunan indeks dari 129,34 pada April 2016, menjadi 129,32 pada Mei 2016.

Tabel 5.

IHK dan Inflasi Kota Ternate menurut Subkelompok pada Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar,

Mei 2016 (2012 = 100)

Kelompok / Subkelompok IHK Inflasi

Tahun

Kalender Year on Year (%)

(%) (%)

Umum 128,08 0,29 0,20 4,49

III. Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar 129,32 -0,02 3,60 5,08

a. Biaya Tempat Tinggal 130,53 0,00 4,68 6,13

b. Bahan Bakar, Penerangan, dan Air 119,23 -0,18 -2,13 -0,97

c. Perlengkapan Rumah Tangga 133,95 -0,41 0,49 2,69

d. Penyelenggaran Rumah Tangga 130,82 0,48 4,41 6,25

Berdasarkan subkelompoknya, perubahan indeks masing-masing subkelompok yaitu subkelompok biaya tempat tinggal 0,00 persen; subkelompok bahan bakar, penerangan dan air -0,18 persen; subkelompok perlengkapan rumah tangga -0,41 persen; serta subkelompok penyelenggaraan rumah tangga 0,48 persen.

Kelompok ini pada Mei 2016 memberikan sumbangan deflasi sebesar 0,01 persen. Beberapa komoditi yang mengalami kenaikan harga antara lain; sabun cuci batangan, pembersih lantai dan sabun detergen bubuk/cair. Sementara komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain; tarif listrik, piring dan lemari hias/bupet.

4. S a n d a n g

Kelompok sandang pada Mei 2016 mengalami inflasi 0,08 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 145,93 persen pada April 2016 menjadi 146,04 pada Mei 2016.

(7)

Berdasarkan subkelompoknya, perubahan indeks masing-masing subkelompok yaitu subkelompok sandang laki-laki -0,06 persen; subkelompok sandang wanita 0,00 persen; subkelompok sandang anak-anak 0,00 persen; serta subkelompok barang pribadi dan sandang lain 0,73 persen.

Tabel 6.

IHK dan Inflasi Kota Ternate menurut Subkelompok pada Kelompok Sandang, Mei 2016 (2012 = 100)

Kelompok / Subkelompok IHK Inflasi

Tahun

Kalender Year on Year (%) (%) (%) Umum 128,08 0,29 0,20 4,49 IV. Sandang 146,04 0,08 1,81 5,69 a. Sandang Laki-laki 144,94 -0,06 2,77 6,04 b. Sandang Wanita 155,12 0,00 1,64 15,40 c. Sandang Anak-anak 151,28 0,00 0,29 -1,96

d. Barang Pribadi dan Sandang Lain 124,49 0,73 3,11 5,14

Kelompok ini pada April 2016 memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,00 persen. Komoditas yang mengalami kenaikan harga yaitu emas perhiasan dan tas tangan wanita sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga yaitu sepatu.

5. K e s e h a t a n

Tabel 7.

IHK dan Inflasi Kota Ternate menurut Subkelompok pada Kelompok Kesehatan, Mei 2016 (2012 = 100)

Kelompok / Subkelompok IHK Inflasi

Tahun

Kalender Year on Year (%) (%) (%) Umum 128,08 0,29 0,20 4,49 V. Kesehatan 127,17 0,02 1,40 1,73 a. Jasa Kesehatan 109,86 0,00 5,11 5,11 b. Obat-obatan 124,37 0,03 3,10 2,99

c. Jasa Perawatan Jasmani 167,74 0,00 0,00 1,38

d. Perawatan Jasmani dan Kosmetik 127,64 0,03 -0,44 -0,09

Kelompok kesehatan pada Kesehatan 2016 mengalami inflasi 0,02 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 127,15 pada April 2016, ke 127,17 pada Mei 2016.

(8)

Berdasarkan subkelompoknya, perubahan indeks masing-masing subkelompok yaitu subkelompok jasa kesehatan 0,00 persen; subkelompok obat-obatan 0,03 persen; subkelompok jasa perawatan jasmani 0,00 persen; serta subkelompok perawatan jasmani dan kosmetik 0,03 persen.

6. Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga

Tabel 8.

IHK dan Inflasi Kota Ternate menurut Subkelompok pada Kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olah Raga,

Mei 2016 (2012 = 100)

Kelompok / Subkelompok IHK Inflasi

Tahun

Kalender Year on Year (%)

(%) (%)

Umum 128,08 0,29 0,20 4,49

VI. Pendidikan, Rekreasi dan Olah Raga 124,63 -0,02 0,25 4,48

a. Jasa Pendidikan 127,50 0,00 0,00 7,19

b. Kursus-kursus / Pelatihan 112,85 0,00 0,98 4,93

c. Perlengkapan / Peralatan Pendidikan 102,29 -0,11 1,48 0,68

d. Rekreasi 126,41 -0,04 0,28 1,03

e. Olah Raga 166,08 0,00 0,13 0,13

Kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga pada Mei 2016 mengalami deflasi sebesar 0,02 persen. Atau terjadi penurunan indeks dari 124,66 pada April 2016 menjadi 124,63 pada Mei 2016.

Berdasarkan subkelompoknya, perubahan indeks masing-masing subkelompok yaitu subkelompok jasa pendidikan 0,00 persen; subkelompok kursus-kursus/pelatihan 0,00 persen; subkelompok perlengkapan/peralatan pendidikan -0,11 persen; serta subkelompok rekreasi -0,04 persen; dan olahraga 0,00 persen.

Kelompok ini pada Mei 2016 memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,00 persen. Komoditas yang mengalami penurunan harga adalah vcd/dvd player dan printer.

7. Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan

Kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan pada Mei 2016 mengalami inflasi sebesar 1,48 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 129,24 pada April 2016, menjadi 131,15 pada Mei 2016.

Berdasarkan subkelompoknya, perubahan indeks masing-masing subkelompok yaitu subkelompok transpor 2,05 persen; subkelompok komunikasi dan pengiriman 0,00 persen; subkelompok sarana dan penunjang transpor 0,14 persen; serta subkelompok jasa keuangan 0,00 persen.

(9)

Kelompok ini pada Mei 2016 memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,22 persen. Komoditi yang mengalami kenaikan harga adalah tarif angkutan udara dan ban luar mobil. Sementara komoditi yang mengalami penurunan harga yaitu bensin.

Tabel 9.

IHK dan Inflasi Kota Ternate menurut Subkelompok pada Kelompok Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan,

Mei 2016 (2012 = 100)

Kelompok / Subkelompok IHK Inflasi

Tahun

Kalender Year on Year (%)

(%) (%)

Umum 128,08 0,29 0,20 4,49

VII. Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan 131,15 1,48 0,28 -0,06

a. Transpor 150,63 2,05 -0,03 -0,62

b. Komunikasi dan Pengiriman 92,72 0,00 0,00 0,03

c. Sarana dan Penunjang Transpor 133,13 0,14 8,32 10,90

(10)

PERBANDINGAN ANTARKOTA DI INDONESIA

Pada Mei 2016, Kota Ternate mengalami inflasi sebesar 0,29 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 128,08. Sedangkan Nasional mengalami inflasi sebesar 0,24 persen dengan indeks harga konsumen sebesar 123,48. Dari 82 kota IHK, 67 kota mengalami inflasi dan 15 kota mengalami deflasi, dimana inflasi tertinggi terjadi di Kota Pontianak 1,67 persen, Kota Ambon 1,64 persen, dan Kota Bau-Bau 1,44 persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Kota Sorong 0,92 persen, Kota Bungo 0,91 persen dan Kota Bima 0,71 persen.

Inflasi tahun kalender Kota Ternate sebesar 0,20 persen dan inflasi year on year Kota Ternate sebesar 4,49 persen. Sedangkan inflasi tahun kalender dan inflasi year on year Nasional yaitu masing-masing sebesar 0,40 persen dan 3,33 persen.

Menurut inflasi tahun kalender, 61 kota mengalami inflasi dan 21 kota mengalami deflasi, dimana inflasi tertinggi terjadi di Kota Tarakan 2,12 persen, Kota Pontianak 1,77 persen, Kota Jayapura 1,62 persen. Sedangkan 3 kota yang mengalami deflasi tertinggi yaitu, Kota Merauke 2,20 persen, Kota Manado 1,75 persen, dan Kota Bulukumba 1,03 persen.

Menurut inflasi year on year, semua kota mengalami inflasi, dimana inflasi tertinggi terjadi di Kota Banjarmasin 5,65 persen, Kota Pangkal Pinang 5,38, dan Kota Kupang 5,27. Sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Tual 0,47, Kota Ambon 1,22 persen, dan Kota Bulukumba 1,80 persen.

Perbandingan Antar Kota di Pulau Sulawesi, Maluku dan Papua

Kota-kota IHK di wilayah Pulau Sulawesi, Maluku dan Papua yang berjumlah 18 kota, pada Mei 2016 tercatat 14 kota mengalami inflasi dan 4 kota mengalami deflasi, dimana inflasi tertinggi terjadi di Kota Ambon 1,64 persen, Kota Bau-bau 1,44 persen, dan Kota Palu 0,80 persen. Sedangkan kota mengalami deflasi tertinggi yaitu Kota Sorong 0,92 persen, Kota Tual 0,60 persen dan Kota Palopo 0,39 persen.

(11)

Tabel 10.

Perbandingan IHK dan Inflasi Mei 2016

Kota-kota di Pulau Sulawesi, Maluku dan Papua dengan Nasional (2012 = 100)

KOTA Mei 2016 Tahun Kalender Year on Year KOTA Mei 2016 Tahun Kalender Year on Year IHK Inflasi (%) (%) (%) IHK Inflasi (%) (%) (%) 1 MANADO 123,01 0,14 -1,75 3,09 11 MAMUJU 122,28 0,13 -0,41 4,04 2 PALU 124,75 0,80 -0,38 3,60 12 AMBON 122,65 1,64 0,66 1,22 3 BULUKUMBA 127,02 0,29 -1,03 1,80 13 TUAL 135,28 -0,60 -0,60 0,47 4 WATAMPONE 118,39 0,28 -0,08 2,30 14 TERNATE 128,08 0,29 0,20 4,49 5 MAKASSAR 123,79 -0,10 1,02 5,09 15 MANOKWARI 116,63 0,64 0,80 3,48 6 PARE-PARE 119,91 0,65 0,28 3,22 16 SORONG 122,83 -0,92 -0,30 4,57 7 PALOPO 120,68 -0,39 0,17 3,16 17 MERAUKE 128,16 0,74 -2,20 3,40 8 KENDARI 119,61 0,15 1,31 3,69 18 JAYAPURA 125,55 0,70 1,62 4,23 9 BAU-BAU 127,82 1,44 0,88 4,35 NASIONAL 123,48 0,24 0,40 3,33 10 GORONTALO 120,42 0,26 0,17 4,57

(12)

Tabel 11.

Inflasi Mei 2016, 82 Kota di Indonesia, Tertinggi – Terendah

(2012 = 100)

No Kota Inflasi (%) No Kota Inflasi (%) No Kota Inflasi (%)

1 PONTIANAK 1,67 29 SUMENEP 0,31 57 TANJUNG PINANG 0,11

2 AMBON 1,64 30 BANJARMASIN 0,30 58 DENPASAR 0,11

3 BAU-BAU 1,44 31 SUKABUMI 0,29 59 BEKASI 0,09

4 TANJUNG PANDAN 1,30 32 BULUKUMBA 0,29 60 YOGYAKARTA 0,08

5 JAMBI 0,89 33 TERNATE 0,29 61 DUMAI 0,06

6 BENGKULU 0,88 34 WATAMPONE 0,28 62 BANDAR LAMPUNG 0,06

7 SERANG 0,88 35 CIREBON 0,27 63 MADIUN 0,06

8 PEMATANG

SIANTAR 0,82 36 GORONTALO 0,26 64 SAMARINDA 0,05

9 PALU 0,80 37 LHOKSEUMAWE 0,25 65 SURAKARTA 0,04

10 MERAUKE 0,74 38 BANDUNG 0,24 66 SINGARAJA 0,02

11 BANDA ACEH 0,73 39 PEKANBARU 0,23 67 PALANGKARAYA 0,02

12 KUPANG 0,70 40 DKI JAKARTA 0,19 68 MAUMERE -0,01

13 JAYAPURA 0,70 41 KUDUS 0,16 69 METRO -0,02

14 PALEMBANG 0,66 42 CILACAP 0,15 70 BATAM -0,07

15 PARE-PARE 0,65 43 JEMBER 0,15 71 MAKASSAR -0,10

16 MANOKWARI 0,64 44 MALANG 0,15 72 PANGKAL PINANG -0,11

17 TARAKAN 0,57 45 PROBOLINGGO 0,15 73 MATARAM -0,18

18 CILEGON 0,45 46 TANGERANG 0,15 74 TANJUNG -0,19

19 MEDAN 0,44 47 KENDARI 0,15 75 BUKITTINGGI -0,34

20 TASIKMALAYA 0,44 48 MANADO 0,14 76 PADANG -0,37

21 SAMPIT 0,42 49 SURABAYA 0,13 77 PALOPO -0,39

22 SINGKAWANG 0,41 50 BALIKPAPAN 0,13 78 SIBOLGA -0,47

23 MEULABOH 0,39 51 MAMUJU 0,13 79 TUAL -0,60

24 BOGOR 0,37 52 TEMBILAHAN 0,12 80 BIMA -0,71

25 LUBUKLINGGAU 0,33 53 PURWOKERTO 0,12 81 BUNGO -0,91

26 TEGAL 0,33 54 SEMARANG 0,12 82 SORONG -0,92

27 DEPOK 0,32 55 BANYUWANGI 0,12

(13)

Tabel 12.

Inflasi Tahun Kalender, 82 Kota di Indonesia, Tertinggi – Terendah

(2012 = 100)

No Kota Inflasi (%) No Kota Inflasi (%) No Kota Inflasi (%)

1 TARAKAN 2,12 29 CILACAP 0,53 57 GORONTALO 0,17

2 PONTIANAK 1,77 30 DENPASAR 0,53 58 PALOPO 0,17

3 JAYAPURA 1,62 31 PANGKAL PINANG 0,52 59 PADANG 0,12

4 SINGARAJA 1,52 32 BENGKULU 0,49 60 SEMARANG 0,10

5 MEDAN 1,38 33 PURWOKERTO 0,48 61 BANDA ACEH 0,00

6 KENDARI 1,31 34 TEMBILAHAN 0,43 62 BALIKPAPAN -0,02

7 SERANG 1,20 35 TEGAL 0,42 63 BEKASI -0,04

8 BANJARMASIN 1,16 36 CIREBON 0,41 64 WATAMPONE -0,08

9 BOGOR 1,10 37 TANJUNG PANDAN 0,39 65 KEDIRI -0,10

10 MAKASSAR 1,02 38 YOGYAKARTA 0,38 66 SAMPIT -0,12

11 MEULABOH 1,01 39 KUPANG 0,38 67 LHOKSEUMAWE -0,19

12 CILEGON 0,95 40 METRO 0,36 68 SORONG -0,30

13 PEMATANG

SIANTAR 0,93 41 JAMBI 0,33 69 PALU -0,38

14 PALEMBANG 0,90 42 SUKABUMI 0,33 70 MAUMERE -0,38

15 BAU-BAU 0,88 43 BANYUWANGI 0,32 71 BUNGO -0,39

16 TASIKMALAYA 0,87 44 JEMBER 0,31 72 MAMUJU -0,41

17 MANOKWARI 0,80 45 PARE-PARE 0,28 73 BANDAR LAMPUNG -0,45

18 SAMARINDA 0,74 46 TANJUNG PINANG 0,28 74 PALANGKARAYA -0,55

19 BIMA 0,69 47 SUMENEP 0,27 75 TUAL -0,60

20 PADANGSIDIMPUAN 0,68 48 SIBOLGA 0,26 76 BATAM -0,60

21 SURAKARTA 0,68 49 KUDUS 0,26 77 TANJUNG -0,66

22 SURABAYA 0,66 50 DKI JAKARTA 0,24 78 BUKITTINGGI -0,69

23 AMBON 0,66 51 PROBOLINGGO 0,24 79 PEKANBARU -0,74

24 BANDUNG 0,65 52 MATARAM 0,24 80 BULUKUMBA -1,03

25 SINGKAWANG 0,64 53 MALANG 0,22 81 MANADO -1,75

26 DUMAI 0,62 54 LUBUKLINGGAU 0,22 82 MERAUKE -2,20

27 MADIUN 0,58 55 TERNATE 0,20

(14)

Tabel 13.

Inflasi Year on Year, 82 Kota di Indonesia, Tertinggi – Terendah

(2012 = 100)

No Kota Inflasi (%) No Kota Inflasi (%) No Kota Inflasi (%)

1 BANJARMASIN 5,65 29 BANDUNG 3,66 57 DKI JAKARTA 2,90

2 PANGKAL PINANG 5,38 30 KUDUS 3,65 58 MADIUN 2,89

3 KUPANG 5,27 31 TANGERANG 3,60 59 JAMBI 2,86

4 MAKASSAR 5,09 32 PALU 3,60 60 SEMARANG 2,86

5 TARAKAN 5,09 33 SURAKARTA 3,53 61 YOGYAKARTA 2,86

6 BENGKULU 4,99 34 BATAM 3,52 62 DUMAI 2,82

7 PONTIANAK 4,93 35 SINGARAJA 3,50 63 MALANG 2,78

8 SERANG 4,86 36 BUKITTINGGI 3,48 64 TANJUNG PANDAN 2,71

9 TANJUNG 4,69 37 MANOKWARI 3,48 65 JEMBER 2,69

10 SORONG 4,57 38 MERAUKE 3,40 66 PALANGKARAYA 2,63

11 GORONTALO 4,57 39 MAUMERE 3,34 67 MEULABOH 2,61

12 MEDAN 4,50 40 LHOKSEUMAWE 3,28 68 DENPASAR 2,52

13 PEMATANG

SIANTAR 4,49 41 SINGKAWANG 3,25 69 BANYUWANGI 2,42

14 TERNATE 4,49 42 SIBOLGA 3,24 70 WATAMPONE 2,30

15 LUBUKLINGGAU 4,45 43 PARE-PARE 3,22 71 SUKABUMI 2,29

16 SAMARINDA 4,43 44 BANDAR LAMPUNG 3,17 72 BEKASI 2,27

17 SAMPIT 4,41 45 PALOPO 3,16 73 TEMBILAHAN 2,22

18 BAU-BAU 4,35 46 PURWOKERTO 3,15 74 PROBOLINGGO 2,13

19 PALEMBANG 4,30 47 MANADO 3,09 75 TANJUNG PINANG 2,12

20 JAYAPURA 4,23 48 BOGOR 3,06 76 BANDA ACEH 2,12

21 BIMA 4,11 49 BUNGO 3,05 77 PEKANBARU 2,07

22 TASIKMALAYA 4,11 50 CILACAP 3,05 78 CIREBON 1,86

23 MAMUJU 4,04 51 DEPOK 3,02 79 KEDIRI 1,83

24 BALIKPAPAN 4,02 52 METRO 3,01 80 BULUKUMBA 1,80

25 CILEGON 4,02 53 MATARAM 3,01 81 AMBON 1,22

26 TEGAL 4,00 54 PADANGSIDIMPUAN 2,97 82 TUAL 0,47

27 PADANG 3,91 55 SURABAYA 2,94

Referensi

Dokumen terkait

Sedangkan pada Game Edukasi Siaga Bencana Gempa Bumi terdapat video animasi yang berisikan tentang tindakan yang harus dilakukan ketika pra bencana gempa bumi, saat

Pada bab ini akan menganalisis bagaimana kebijakan kerjasama militer bisa dipakai sebagai sarana untuk mengakomodasikan kepentingan nasional, terutama kepentingan strategis

Merupakan suatu kondisi Polis ini bahwa tidak menjamin setiap harta benda yang dalam lingkup secara langsung atau tidak langsung dijamin oleh asuransi lain (baik Polis

Uterus tidak akan pernah kembali seperti keadaan sebelum hamil, tetapi terjadi penurunan ukuran, dari berat 1000 gr setelah melahirkan, menjadi 500 gr pada akhir minggu I

TUJUAN (T) Mewujudkan Pengembangan & Promosi Inovasi dalam Bidang AN (TDIAN1) Mewujudkan Pengembangan Inovasi dalam Bidang Tata Pemerintahan (TPITP1) Mewujudkan

Desain Perangkat Lunak (Lanjutan) Struktur Navigasi adalah alur dari suatu program yang merupakan rancangan hubungan (rantai kerja) dari beberapa area yang berbeda

Kepekaan terhadap makhluk hidup dan lingkungannya merupakan sikap ilmiah khusus yang sangat diperlukan oleh orang yang belajar biologi maupun pendidik biologi untuk menempa

Tujuan penelitian ini adalah menentukan jalur kritis, menghitung biaya yang ditimbulkan pada pengerjaan proyek MVR Evaporator Shelter dengan durasi pengerjaan awal