• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH PUPUK NPK DAN PUPUK ORGANIK SERTA RESIDUNYA PADA KEDELAI DI TANAH ENTISOL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENGARUH PUPUK NPK DAN PUPUK ORGANIK SERTA RESIDUNYA PADA KEDELAI DI TANAH ENTISOL"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 2. Perlakuan kombinasi pupuk pada anak petak, 2009.
Tabel 3. Sifat kimia tanah Entisol KP Jambegede Malang pada awal penelitian, 2009.
Tabel 5.  Pengaruh saat pemupukan, pupuk anorganik NPK dan kotoran ayam terhadap tinggi  tanaman dan bobot 100 biji kedelai varietas Argomulyo di tanah Entisol, MT 2 2009
Tabel 6.  Pengaruh saat pemupukan, pupuk anorganik NPK dan kotoran ayam terhadap jumlah  polong isi kedelai varietas Argomulyo di tanah Entisol, MT 2 2009
+2

Referensi

Dokumen terkait

Media tanah latosol Darmaga + arang sekam + pupuk kandang kotoran ayam dengan komposisi 1:1:1 (v/v) dan fertigasi pupuk kandang kotoran ayam dengan konsentrasi 1 kg pupuk organik

Pengaruh perlakuan B 1 F 2 (bahan organik 20 ton/ha yang disertai pupuk NPK dengan dosis Urea 200 kg/ha, SP-36 200 kg/ha dan KCl 100 kg/ha) menghasilkan Jumlah daun jagung (42

Pemupukan dilakukan dengan Perbandingan dalam satu tambak kotoran sapi 100 kg (10 karung), kotoran ayam 500 kg (50 karung), jerami padi 50 ikat, pupuk urea 2 karung, hewan uji

Interaksi Rhizobium dengan pupuk NPK dosis 50 kg/ha berpengaruh nyata serta memberikan hasil terbaik terhadap tinggi tanaman, jumlah polong per tanaman, jumlah

Hasil penelitian didapatkan bahwa penggunaan pupuk lengkap (Urea + SP36 + KCl), atau kombinanasi Urea+KCl, atau kombinasi Urea+SP36 menunjukkan pengaruh yang

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk anorganik (NPK) dosis 300 kg/ha nyata meningkatkan serapan nitrogen pada tanaman, pemberian pupuk organik (pukan

Hal ini diduga bahwa penggunaan pupuk NPK pelet kotoran ayam 1 ton/h memenuhi kebutuhan nutrisi kedelai yang optimal dan lebih efisien sehingga memberikan berat 100 biji kering

Hal ini diduga bahwa penggunaan pupuk NPK pelet kotoran ayam 1 ton/h memenuhi kebutuhan nutrisi kedelai yang optimal dan lebih efisien sehingga memberikan berat 100 biji kering