• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Rancangan Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode penelitian true eksperimen, dengan

rancangan pretest dan posttest control group design. Menurut Sugiyono

(2009) bahwa metode true eksperimen adalah desain penelitian eksperimen

yang mempunyai ketelitian tinggi karena sampel yang dipilih secara random baik kelompok kontrol maupun kelompok perlakuan (Hidayat, 2010).

Sedangkan pre dan posttest control group design, yaitu memilih

kelompok penelitian yang dilakukan secara random baik kelompok kontrol maupun kelompok perlakuan, dan sebelum perlakuan kedua kelompok dilakukan pretest terlebih dahulu untuk mengukur keadaan awal kedua kelompok dan setelah perlakuan dilakukan posttest untuk mengukur hasil dari perlakuan tersebut. Kelompok sampel pertama mendapatkan pendidikan kesehatan dengan metode bermain peran sedangkan kelompok kedua tidak mendapatkan pendidikan kesehatan. Informasi dan data pada penelitian ini dikumpulkan melalui pemberian kuesioner pada siswa kelas X yang berada di SMK Penerbangan Perwiratama Purbalingga. Setelah data diperoleh maka dilakukan analisis untuk mencari ada tidaknya tingkat keefektifan metode bermain peran terhadap sikap dan pengetahuan kesehatan reproduksi pada remaja.

(2)

B. Populasi dan Sampel 1.Populasi

Populasi adalah keseluruhan dari unit di dalam pengamatan yang kita lakukan (Hastono, 2006). Populasi pada penelitian ini adalah semua siswa kelas X yang berada di SMK Penerbangan Perwiratama Purbalingga, yang berjumlah 60 siswa.

2.Jumlah Sampel dan Teknik Sampling

Sampel adalah sebagian dari populasi yang dinilai atau karakteristiknya kita ukur yang nantinya kita pakai untuk menduga karakteristik dari populasi (Hastono, 2006). Dalam penelitian ini teknik sampel yang digunakan adalah menggunakan teknik total sampling atau

keseluruhan populasi dijadikan sampel karena jumlah populasi dibawah 100 (Arikunto, 2006). Sampel di ambil dari seluruh siswa kelas X yang ada di SMK Penerbangan Perwiratama Purbalingga yang berjumlah 60 siswa, dimana akan dibagi menjadi dua kelompok secara random yaitu kelompok pertama dengan metode bermain peran dengan jumlah 30 siswa dan kelompok yang kedua tidak dilakukan intervensi (kontrol) dengan jumlah 30 siswa.

C. Tempat dan Waktu Penelitian

Lokasi penelitian ini adalah di SMK Penerbangan Perwiratama Purbalingga. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2011.

(3)

D. Identifikasi Variabel

1. Variable bebas (Independen) Metode bermain peran 2. Variable terikat (Dependen)

Pengetahuan dan sikap tentang kesehatan reproduksi remaja

E. Definisi Operasional

Tabel 3.1. Definsi Operasional

Variable Definisi Operasional Alat ukur Skala Hasil Ukur

Dependen Pengetahuan tentang kesehatan reproduksi Pengetahuan kesehatan reproduksi adalah kemampuan responden dalam menjawab 18 pertanyaan tentang kesehatan reproduksi remaja dengan benar.

Kuesioner tertutup dengan pilihan jawaban memakai skala Gutman yaitu Benar dan Salah

Nominal Hasil pengukuran

a. Baik, jika > 9

jawaban benar sesuai dengan kunci jawaban

b. Kurang, jika ≤ 9

jawaban benar sesuai dengan kunci jawaban Dependen Sikap tentang kesehatan reproduksi remaja Sikap kesehatan reproduksi adalah bagaimana seseorang merespon, pendapat tentang kesehatan reproduksi, yang diwujudkan dengan menjawab 18 pernyataan. Kuesioner tertutup dengan pilihan jawaban memakai skala likert yaitu: Sangat Tidak Setuju, Tidak Setuju, Setuju, Sangat Setuju

Nominal Hasil pengukuran :

a. Positif, > 36

jawaban benar sesuai dengan kunci jawaban

b. Negatif, ≤ 36

jawaban benar sesuai dengan kunci jawaban

(4)

F. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data adalah sebagai berikut: 1.Pengumpulan data

Pengumpulan data untuk mengukur pengetahuan dan sikap tentang kesehatan reproduksi remaja menggunkan kuesioner yang berisi pertanyaan-pertanyaan mengenai pengetahuan dan sikap tentang kesehatan reproduksi remaja. Kuesioner dibagikan kepada siswa kelas X di SMK Penerbangan Perwiratama Purbalingga. Sebelum siswa mengisi kuesioner, siswa diminta untuk mengisi lembar persetujuan terlebih dahulu sebagai bukti siswa bersedia menjadi responden.

Gambar 3.4 Skema Jalannya Penelitian:        dibandingkan Pengukuran I pretest Intervensi Metode bermain peran Remaja SMK Kelas X  Kel. Remaja A yg akan diintervensi Kel. Remaja B tidak diintervensi Pengukuran I pretest Tidak diintervensi Pengukuran II posttest Pengukuran II posttest

(5)

2.Sumber data a. Data primer

Data primer adalah data yang dikumpulkan sendiri oleh peneliti dan didapat langsung dari responden pada saat penelitian berlangsung. Data ini diperoleh berdasarkan pertanyaan dalam bentuk kuesioner yang dibagikan kepada siswa dan diberi perlakuan dengan menggunakan bermain peran selama 4 hari dan dievaluasi 7 hari setelah perlakuan.

Dalam penelitian ini kuesioner digunakan sejumlah 36 pertanyaan. Alat tersebut digunakan setelah dilakukan uji coba terlebih dahulu. Dari pertanyaan tersebut dibagi menjadi 2 bagian yaitu pengetahuan dan sikap tentang kesehatan reproduksi.

Untuk mengukur variabel pengetahuan, peneliti menggunakan pertanyaan pilihan ganda, dimana responden mengerjakan soal sesuai dengan pengetahuannya. Alternative jawaban yang digunakan dalam skala pengetahuan adalah jawaban benar sesuai dengan kunci jawaban pertanyaan dengan diberi skor 1 dan jika jawaban salah diberi skor 0.

Untuk mengukur variable sikap, menggunakan metode rating yang dijumlahkan (metode Likert). Butir-butir skala dibuat dengan

pilihan majemuk, yang setiap butirnya berisi pertanyaan. Alternatif jawaban disusun dalam bentuk skala Likert yang telah dimodifikasi dari 4 alternatif jawaban dengan menghilangkan jawaban ragu-ragu.

(6)

Hal ini dimaksudkan untuk menghindari ketidakpastian, sehingga subjek akan menjawab kearah yang lebih pasti sesuai dengan pilihannya sendiri. Adapun alternatif jawaban pada skala sikap yang digunakan adalah (Hidayat, 2010):

a. Sangat Tidak Setuju (STS) b. Tidak Setuju (TS)

c. Setuju (S)

d. Sangat Setuju (SS)

Tabel 3.2. Kategori Jawaban Pengetahuan

Kategori jawaban Favourable Unfavourable

Benar 1 0

Salah 0 1

Tabel 3.3. Sebaran Pertanyaan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi

No Aspek No item Jumlah 1. Pertanyaan pengetahuan kesehatan reproduksi yang mendukung (favourabel) 1,2,3,4,5,6,7,8,9,10, 11,12,14,15,17,18 17 2. Pernyataan pengetahuan kesehatan reproduksi yang tidak mendukung

(unfavourabel)

13 1

(7)

Tabel 3.4. Kategori Jawaban Sikap

Kategori jawaban Favourable Unfavourable

Sangat Tidak Setuju 1 4 Tidak Setuju 2 3

Setuju 3 2

Sangat Setuju 4 1

Tabel 3.5. Sebaran Pernyataan Sikap Kesehatan Reproduksi

No Aspek No item Jumlah 1. Pernyataan sikap

kesehatan reproduksi yang mendukung (favourable)

1,2,3,7,8,10,14,15,17 9

2. Pernyataan sikap kesehatan reproduksi yang

tidak mendukung (unfavourable) 4,5,6,9,11,12,13,16, 18 9 Total 18 b. Data sekunder

Data sekunder adalah data yang diperoleh dari sumber lain selain responden. Data sekunder digunakan sebagai data penunjang dan data pelengkap dari data primer yang ada relevansinya dengan keperluan penelitian, data sekunder dalam penelitian ini diambil dari SMK Penerbangan Perwiratama Purbalingga.

(8)

G. Instrumen Penelitian

Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Kuesioner

2. Leaflet

3. Alat penunjang dalam bermain peran, seperti pakaian santai, seragam sekolah, alat tes kehamilan, stetoskop, jas laboratorium, pembalut, minyak kayu putih, sarung, daster, selimut, bantal, tempat tidur, air minum.

4. Puzzle organ reproduksi laki-laki dan perempuan

Uji instrumen penelitian kuesioner dilakukan untuk mengetahui validitas dan reliabilitas alat ukur.

a. Validitas

Validitas digunakan untuk menguji kelayakan butir-butir dalam suatu daftar pertanyaan dalam mendefinisikan suatu variabel. Daftar pertanyaan ini pada umumnya mendukung suatu kelompok variabel tertentu. Kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan suatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut.

Alat ukur yang valid atau sah mempunyai validitas yang tinggi sebaliknya alat ukur yang kurang valid berarti mempunyai validitas yang rendah. Untuk mengukur validitas alat ukur yang telah dibuat digunakan rumus korelasi pearson moment product (Hidayat, 2010) sebagai berikut:

r =

∑ ∑

− − − 2 2 2 2) ( ) ( ) ( ) ( ) . ( ) ( Y XY N X X N Y X XY N

(9)

Keterangan:

N : jumlah responden X : skor pertanyaan Y : skor total r : taraf signifikan

Dasar pengambilan keputusan:

Jika r hasil positif serta r hasil ≥ r tabel, maka item tersebut valid Jika r hasil negatif serta r hasil < r tabel, maka item tersebut tidak valid.

b. Reliabilitas

Reabilitas menunjuk pada satu pengertian bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik (Arikunto, 2006). Untuk mengetahui reliabilitas dari instrumen menggunakan belah dua Spearman Brown yang akan diolah dengan sistem

komputerisasi (Arikunto, 2006) sebagai berikut :

Keterangan :

= reliabilitas kuesioner

= yang disebutkan sebagai indeks korelasi antara dua belahan dari total butir valid yang dibelah dua.

(10)

Untuk menentukan realibilitas dengan nilai r, keputusan yang diambil dengan dasar :

1) Jika r alpha positif dan r ≥ r tabel, maka kuesioner tersebut reliabel. 2) Jika r alpha negatif dan r < r tabel, maka kuesioner tersebut tidak

reliabel.

Perhitungan uji validitas dan reliabilitas dengan menggunakan program komputer. Uji validitas dan reliabilitas dilakukan terhadap 30 remaja di SMK Muhammadiyah 3 Purbalingga. Dalam penelitian ini perhitungan seleksi item menggunakan program software komputer.

Tabel 3.6 Hasil uji validitas dan reliabilitas kuesioner pengetahuan dan sikap

Pengetahuan Sikap Pertanyaan r hitung r tabel r hitung r tabel

Item 1 0.581 0,361 0,441 0,361 Item 2  0,642 0,361 0,398 0,361 Item 3  0,410 0,361 0,580 0,361 Item 4  0,686 0,361 0,415 0,361 Item 5  0,413 0,361 0,425 0,361 Item 6  0,451 0,361 0,395 0,361 Item 7  0,512 0,361 0,534 0,361 Item 8  0,483 0,361 0,406 0,361 Item 9  0,423 0,361 0,476 0,361 Item 10  0,451 0,361 0,423 0,361 Item 11  0,545 0,361 0,528 0,361 Item 12  0,366 0,361 0,393 0,361 Item 13  0,377 0,361 0,402 0,361 Item 14  0,383 0,361 0,430 0,361 Item 15  0,602 0,361 0,417 0,361 Item 16  0,377 0,361 0,397 0,361 Item 17  0,372 0,361 0,485 0,361 Item 18  0,461 0,361 0,457 0,361 r spearmen brown (r11) 0,801 0,361 0,580 0,361

(11)

Berdasarkan Tabel 3.6 diketahui bahwa secara keseluruhan variabel pengetahuan dan sikap dapat dikatakan valid, karena nilai hasil pengujian pada r hitung menunjukkan ≥ 0,361, demikian juga dengan realiabilitas alat ukur juga dapat dikatakan realiabel, karena diperoleh r speramen brown (r11) ≥ 0,361 untuk variabel pengetahuan dan variabel sikap.

H. Prosedur Penelitian 1.Tahap persiapan

Tahap ini dimulai dari pengajuan judul, penyusunan proposal, seminar proposal dan permohonan ijin lahan penelitian.

2.Tahap pelaksanaan

Pelaksanaan penelitian, yang dilakukan di SMK Penerbangan Perwiratama Purbalingga.

3.Tahap penyelesaian

Tahap ini meliputi tahap pengolahan data, analisis data dan penyelesaian.

I. Pengolahan Data

Data yang telah diproses diolah melalui beberapa tahap yaitu (Hidayat, 2010):

1.Editing

Editing dilakukan untuk memeriksa kembali jawaban atas kuesioner yang telah diisi dan dikembalikan oleh responden, editing

(12)

meliputi kelengkapan pengisian, pengisian dan konsistensi dari setiap jawaban.

2.Coding

Mengklarifikasikan setiap jawaban responden ke dalam kategori-kategori, dan diberi kode angka.

3.Scoring

Dilakukan untuk mengetahui jumlah skor dari jawaban responden atas kuesioner.

4.Tabulating

Merupakan kelanjutan dari coding untuk mengkelompokan data ke dalam suatu data tertentu menurut sifat-sifat yang dinilai.

J. Analisa Data

Analisa data merupakan langkah terakhir dalam penelitian ini. Analisa data dilakukan secara bertahap dan dilakukan melalui system komputerisasi dengan menggunakan system software computer. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi:

1.Analisa univariat

Analisa univariat dilakukan untuk mengetahui karakteristik responden, gambaran pengetahuan dan sikap siswa tentang kesehatan reproduksi remaja.

2.Analisa bivariat

Analisis bivariat untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh pendidikan kesehatan reproduksi dengan metode bermain peran pada

(13)

kelompok perlakuan mempergunakan data pretest dan posttest diolah

dengan uji statistik melalui pengujian hipotesis komparatif, menguji parameter populasi yang berbentuk perbandingan apabila berdistribusi normal menggunakan uji t-paired (berpasangan). Dengan tingkat

kepercayaan 95%, maka jika nilai p kurang dari 0,05 berarti terdapat pengaruh yang bermakna (Santoso, 2001).

Rumus uji t-paired (berpasangan) adalah sebagai berikut :

t =

n S

d

d /

dapat juga dibuat rumus t =

d

S n d.

Nilai t selalu positif (nilai mutlak)

Dimana d adalah selisih/ beda antara pre (sebelum) dengan post

(sesudah).

d adalah rata-rata dari beda antara nilai pre dengan post, yaitu :

Sd adalah simpangan baku dari d n adalah banyaknya sampel

(14)

Untuk mencari kemaknaan perbedaan pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah dengan metode bermain peran digunakan hipotesis sebagai berikut (Riwidikdo, 2007):

Ho : Tidak ada perbedaan tingkat pengetahuan dan sikap tentang kesehatan reproduksi dengan pendidikan kesehatan metode bermain peran

Ha : Ada perbedaan perbedaan tingkat pengetahuan dan sikap tentang kesehatan reproduksi dengan pendidikan kesehatan metode bermain peran.

Kesimpulan kemaknaan dilihat dari diterima tidaknya Ho sebagai berikut Ho ditolak jika p value ≤ 0,05 atau t hitung ≥ t tabel (df = n-1)

Ha diterima jika p value > 0,05 atau t hitung < t tabel (df = n-1).

Untuk mengetahui besarnya pengaruh metode bermain peran terhadap pengetahuan dan sikap di gunakan rumus effect size sebagai berikut Cohen (1982) :

Interpretasi hasil effect size sebagai berikut adalah nilai 0< r <0,2 (efek kecil), 0,2< r <0,8 (efek sedang) dan r >0,8 (efek besar).

Gambar

Tabel 3.1. Definsi Operasional
Gambar 3.4 Skema Jalannya Penelitian:                                                             dibandingkan        Pengukuran I pretest  Intervensi Metode  bermain peran Remaja  SMK   Kelas X  Kel
Tabel 3.2. Kategori Jawaban Pengetahuan
Tabel 3.4. Kategori Jawaban Sikap
+2

Referensi

Dokumen terkait

In this research, the writer found the mother’s affection for her child in the novel “Mom’s List” through the theory of Tronshaw which are direct physical affection,

Ulead Video Studio ini sangat cocok digunakan untuk kalangan pemula yang ingin belajar editing video, selain itu program ini memiliki tampilan yang menarik dan menu-menu

untuk mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) dan dianggap mengudurkan diri dari proses Seleksi CPNS di lingkungan Politeknik. Negeri

Skripsi berjudul Analisis Usaha Pertanian Terpadu Petani Kopi di Desa Sidomulyo Kecamatan Silo Kabupaten Jember telah diuji dan disahkan oleh Fakultas Pertanian.. Universitas

Dengan kurang maksimalnya penegakan hukum terhadap penambang pasir tanpa izin di Kabupaten Bener Meriah dapat kita pahami bahwa hukum belum bekerja secara baik terhadap

[r]

Untuk menghasilkan bakso daging yang bermutu tinggi, jumlah tepung tapioka yang paling baik digunakan untuk pembuatan bakso adalah 10-15% dari berat dagingnya (Wibowo, 2001)..

[r]