ANALISIS YURIDIS PENGGUNAAN INDIRECT EVIDENCE DALAM KASUS KARTEL SEPEDA MOTOR DI INDONESIA DITINJAU DARI HUKUM PERSAINGAN USAHA INDONESIA
Teks penuh
Dokumen terkait
indirect evidence sebagai salah satu jenis alat bukti yang dimaksud dalam Pasal 42 UU. Antimonopoli dalam bentuk tesis dengan judul : CIRCUMSTANTIAL
Kartel dapat dideteksi dengan cara melihat perilaku dari para pelaku usaha yang saling memberikan informasi dan transparansi diantara mereka. Biasanya para pelaku usaha
Pasal 11 tentang Kartel dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat terhadap asas dan tujuan perlindungan
Penggunaan satu alat bukti berupa economic evidence yang termasuk dalam alat bukti petunjuk ini juga dapat menjadi dasar bagi terlapor yang dalam hal ini adalah pelaku
harus mencari bukti tidak langsung / indirec evidence, dan dalam kasus ini KPPU memperoleh bukti petunjuk yaitu bukti ekonomi dan bukti komunikasi berupa risalah pertemuan
Melalui perbandingan tersebut, penulis mengungkapkan berbagai hal dalam penanganan perkara kartel di Amerika Serikat yang dapat diaplikasikan di Indonesia antara lain