;
Nilai Tukar Petani (NTP) Gabungan bulan Februari 2013 Provinsi Kalimantan Barat sebesar 99,37 poin turun 0,10 poin atau berubah 0,09 persen dibanding NTP bulan Januari 2013 yaitu 99,47 poin. Hal ini disebabkan karena Indeks Harga yang Diterima Petani naik sebesar 0,14 persen, sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani naik sebesar 0,23 persen.;
NTP Tanaman Padi dan Palawija (NTPP) Februari 2013 sebesar 96,97 poin mengalami penurunan 0,50 persen dibandingkan dengan bulan Januari 2013 yaitu sebesar 97,46 poin.NTP Hortikultura (NTPH) Februari 2013 sebesar 101,75 poin mengalami penurunan 0,16 persen dibandingkan dengan bulan Januari 2013 yaitu sebesar 101,91 poin. NTP Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) Februari 2013 sebesar 109,35 poin mengalami kenaikan sebesar 0,49 persen dibandingkan dengan Januari 2013 yaitu sebesar 108,81 poin.
NTP Peternakan (NTPT) Februarir 2013 sebesar 79,07 poin mengalami penurunanan 0,13 persen dibandingkan dengan Januari 2013 yaitu sebesar 79,17 poin.
NTP Perikanan (NTPN) Februari 2012 sebesar 104,03 poin mengalami kenaikan 0,38 persen dibandingkan dengan bulan Januari 2013 yaitu sebesar 103,64 poin.
;
Dari empat Provinsi di Pulau Kalimantan yang dilaporkan pada bulan Februari 2013, Provinsi Kalimantan Barat mengalami penurunan NTP yaitu sebesar 0,09 persen, NTP Provinsi Kalimantan Tengah turun sebesar 0,18 persen, NTP Provinsi Kalimantan Selatan naik sebesar 0,35 persen, NTP Provinsi Kalimantan Timur turun sebesar 0,52 persen.
No. 15/03/61/Th.XVI,1 Maret 2013
PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI KALIMANTAN BARAT
BULAN : FEBRUARI 2013
1. Nilai Tukar Petani
Nilai Tukar Petani (NTP) diperoleh dari perbandingan antara Indeks Harga yang Diterima Petani (It) dengan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) dalam persentase. Pengeluaran konsumsi rumah tangga dan biaya produksi pertanian, merupakan salah satu Indikator Proxy untuk melihat tingkat kesejahteraan petani. NTP juga menunjukkan daya tukar (term of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP, relatif semakin sejahtera tingkat kehidupan petani.
NTP berfluktuasi setiap bulannya selama periode Januari 2008 – Februari 2013. Penurunan NTP umumnya terjadi pada saat panen tanaman pangan, tanaman hortikultura (tanaman bahan makanan) maupun tanaman perkebunan rakyat, tetapi naik kembali pada waktu sesudahnya. Pada periode Januari 2008 – Februari 2013 penurunan NTP terbesar di Kalimantan Barat terjadi pada bulan Februari 2009 (98,20 poin) karena penurunan harga jual bahan makanan ataupun hasil tanaman bahan makanan ataupun hasil tanaman perkebunan rakyat. Meskipun demikian, fluktuasi harga komoditas konsumsi rumah tangga dan biaya produksi serta penambahan barang modal (BPPBM) juga mempengaruhi tinggi rendahnya NTP. 1.1. Indeks Harga yang Diterima Petani (It)
Indek Harga yang Diterima Petani (It) menunjukkan fluktuasi harga komoditas pertanian yang dihasilkan petani. Pada bulan Februari 2013, It Kalimantan Barat mengalami kenaikan sebesar 0,14 persen dibandingkan It bulan sebelumnya, yaitu dari 140,04 poin pada bulan Januari 2013 menjadi 140,24 poin pada bulan Februari 2013. Kenaikan It tersebut dipengaruhi oleh penurunanan indeks Tanaman Pangan sebesar 0,28 persen, kenaikan indeks Hortikultura sebesar 0,06 persen, kenaikan indeks Tanaman Perkebunan Rakrat sebesar 0,77 persen, kenaikan indeks Peternakan sebesar 0,10 persen, dan kenaikan indeks Perikanan sebesar 0,54 persen
1.2. Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib)
Melalui Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) dapat dilihat fluktuasi harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat pedesaan, khususnya petani yang merupakan bagian terbesar, serta fluktuasi harga barang dan jasa yang diperlukan untuk memproduksi hasil pertanian.
Pada bulan Februari 2013 Ib Kalimantan Barat mengalami kenaikan sebesar 0,23 persen dibandingkan Ib bulan sebelumnya, yaitu dari 140,80 poin pada bulan Januari 2013 menjadi 141,13 poin pada bulan Februari 2013. Kenaikan Ib dimana komponen pendukungnya yaitu Indeks Konsumsi Rumah Tangga mengalami kenaikan sebesar 0,26 persen, sedangkan Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) Pertanian mengalami kenaikan sebesar 0,13 persen.
Naiknya Indeks Konsumsi Rumah Tangga pada bulan Februari 2013 dibandingkan Januari 2013 juga menunjukkan terjadinya Inflasi perdesaan pada bulan Februari 2013, indeks ini mengalami kenaikan sebesar 0,26 persen dibanding Januari 2013, yang disebabkan oleh ketujuh pendukung subkelompok Konsumsi Rumah Tangga, yaitu subkelompok Bahan Makanan naik sebesar 0,32 persen, subkelompok Makanan jadi turun sebesar 0,02 persen, subkelompok Perumahan naik sebesar 0,31 persen, subkelompok Sandang naik sebesar 0,59 persen, subkelompok Kesehatan naik sebesar 0,06 persen,
subkelompok Pendidikan, Rekreasi & Olah Raga naik sebesdar 0,20 persen dan subkelompok Transportasi dan komunikasi naik sebesar 0,15 persen.
Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) Pertanian pada bulan Februari 2013 tercatat sebesar 121.97 poin mengalami kenaikan sebesar 0,16 poin atau berubah 0,13 persen dibandingkan Januari 2013 yaitu sebesar 121.81 poin. Dari keenam komponen pendukung pada subkelompok indeks ini, subkelompok Bibit naik sebesar 0,05 persen, subkelompok Obat-obatan & Pupuk naik sebesar 0,12 persen, subkelompok Transportasi naik sebesar 0,19 persen, subkelompok Penambahan Barang Modal naik sebesar 0,24 persen,dan subkelompok Upah Buruh Tani naik sebesar 0,12 persen, sementara subkelompok Sewa Lahan, Pajak & lainnya tidak mengalami perubahan.
2. NTP Subsektor Tanaman Padi dan Pelawija (NTPP)
Pada bulan Februari 2013, Nilai Tukar Petani (NTP) Subsektor Tanaman Padi dan Palawija Provinsi Kalimantan Barat tercatat 96,97 poin, turun 0,49 poin atau berubah 0,50 persen dibanding NTP Januari 2013 yaitu 97,46 poin. Hal ini disebabkan karena Indeks Harga yang Diterima Petani Tanaman Padi dan Palawija turun sebesar 0,28 persen, dan Indeks Harga yang Dibayar Petani naik sebesar 0,22 persen.
2.1. Indeks Harga yang Diterima Petani (It)
Indek Harga yang Diterima Petani (It) Subsektor Tanaman Padi dan Palawija menunjukkan fluktuasi harga komoditas pertanian yang dihasilkan petani. Pada bulan Februari 2013, It Sub sektor Tanaman Padi dan Palawija Kalimantan Barat mengalami penurunan sebesar 0,28 persen dibandingkan It bulan sebelumnya, yaitu dari 138,49 poin pada bulan Januari 2013 menjadi 138,10 poin pada bulan Februari 2013. Penurunan It tersebut dipengaruhi oleh turunnya Indeks Tanaman Padi sebesar 0,38 persen, dan Indeks Tanaman Palawija turun sebesar 0,05 persen.
2.2. Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib)
Pada bulan Februari 2013 Ib Subsektor Tanaman Padi dan Palawija Kalimantan Barat mengalami kenaikan sebesar 0,22 persen dibandingkan Ib bulan sebelumnya, yaitu dari 142,10 poin pada bulan Januari 2013 menjadi 142,42 poin pada bulan Februari 2013. Kenaikan Ib dimana komponen pendukungnya yaitu Indeks Konsumsi Rumah Tangga mengalami kenaikan sebesar 0,25 persen, sedangkan Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) Pertanian juga naik sebesar 0,14 persen.
3. NTP Subsektor Hortikultura (NTPH)
Pada bulan Februari 2013, Nilai Tukar Petani (NTP) Subsektor Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat tercatat 101,75 poin, turun 0,16 poin atau berubah 0,16 persen dibanding NTP Januari 2013 yaitu 101,91 poin. Hal ini disebabkan karena Indeks Harga yang Diterima Petani Hortikultura mengalami kenaikan sebesar 0,06 persen, sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani naik sebesar 0,22 persen.
3.1. Indeks Harga yang Diterima Petani (It)
Indek Harga yang Diterima Petani (It) Subsektor Hortikultura menunjukkan fluktuasi harga komoditas pertanian yang dihasilkan petani. Pada bulan Februari 2013, It Subsektor Hortikultura Kalimantan Barat mengalami kenaikan sebesar 0,06 persen dibanding It bulan sebelumnya. yaitu dari 146,36 poin pada bulan Januari 2013 menjadi 146,45 poin pada bulan Februari 2013. Kenaiknan It tersebut dipengaruhi oleh naiknya Indeks Sayur-sayuran sebesar 1,58 persen dan indeks Buah buahan turun sebesar 0,72 persen.
3.2. Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib)
Pada bulan Februari 2013 Ib Subsektor Tanaman Hortikultura Kalimantan Barat mengalami kenaikan sebesar 0,22 persen dibandingkan Ib bulan sebelumnya, yaitu dari 143,61 poin pada bulan Januari 2013 menjadi 143,93 poin pada bulan Februari 2013. Kenaikan Ib dimana komponen pendukungnya yaitu Indeks Konsumsi Rumah Tangga mengalami kenaikan sebesar 0,24 persen, sedangkan Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) pertanian mengalami kenaikan sebesar 0,11 persen.
4. NTP Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR)
Pada bulan Februari 2013, Nilai Tukar Petani (NTP) Subsektor Perkebunan Rakyat Provinsi Kalimantan Barat tercatat 109,35 poin naik 0,54 poin atau berubah 0,49 persen dibanding NTP Januari 2013 yaitu 108,81 poin. Hal ini disebabkan karena Indeks Harga yang Diterima Petani Perkebunan Rakyat naik sebesar 0,77 persen, sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani naik sebesar 0,28 persen.
4.1. Indeks Harga yang Diterima Petani (It)
Indek Harga yang Diterima Petani (It) Subsektor Perkebunan Rakyat menunjukkan fluktuasi harga komoditas pertanian yang dihasilkan petani. Pada bulan Februari 2013, It Sub sektor Perkebunan Rakyat Kalimantan Barat mengalami kenaikan sebesar 0,77 persen dibandingkan It bulan sebelumnya, yaitu dari 153,43 poin pada bulan Januari 2013 menjadi 154,61 poin pada bulan Februari 2013. Kenaikan It tersebut dipengaruhi oleh naiknya Indeks Tanaman Perkebunan Rakyat (TPR) sebesar 0,77 persen.
4.2. Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib)
Pada bulan Februari 2013 Ib Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat Kalimantan Barat mengalami kenaikan sebesar 0,28 persen dibandingkan Ib bulan sebelumnya, yaitu dari 141,00 poin pada bulan Januari 2013 menjadi 141,39 poin pada bulan Februari 2013. Dimana komponen pendukungnya yaitu Indeks Konsumsi Rumah Tangga mengalami kenaikan sebesar 0,29 persen, sedangkan Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) naik sebesar 0,22 persen.
5. NTP Subsektor Peternakan (NTPT)
Pada bulan Februari 2013, Nilai Tukar Petani (NTP) Subsektor Peternakan Provinsi Kalimantan Barat tercatat 79,07 poin turun sebesar 0,10 poin atau berubah 0,13 persen dibanding NTP Januari 2013 yaitu 79,17 poin. Hal ini disebabkan karena Indeks Harga yang Diterima Petani Peternakan naik sebesar 0,10 persen, sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani naik sebesar 0,23 persen.
5.1. Indeks Harga yang Diterima Petani (It)
Indek Harga yang Diterima Petani (It) Subsektor Peternakan menunjukkan fluktuasi harga komoditas pertanian yang dihasilkan petani. Pada bulan Februari 2013, It Sub sektor Peternakan Kalimantan Barat mengalami kenaikan sebesar 0,10 persen dibandingkan It bulan sebelumnya, yaitu dari 106,82 pada bulan Januari 2013 menjadi 106,92 poin pada bulan Februari 2013. Kenaikan It tersebut dipengaruhi oleh naiknya indeks Unggas sebesar 0,55 persen, sementara Indeks Ternak Besar, indeks Ternak Kecil, dan indeks Hasil Ternak tidak mengalami perubahan.
5.2. Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib)
Pada bulan Februari 2013 Ib Subsektor Peternakan Kalimantan Barat mengalami kenaikan sebesar 0,23 persen dibandingkan Ib bulan sebelumnya yaitu dari 134,93 pada bulan Januari 2013 menjadi 135,23 pada bulan Februari 2013. Kenaikan Ib dimana komponen pendukungnya yaitu Indeks Konsumsi Rumah Tangga mengalami kenaikan sebesar 0,23 persen, sedangkan Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) turun sebesar 0,04 persen.
6. NTP Subsektor Perikanan (NTPN)
Pada bulan Februari 2013, Nilai Tukar Petani (NTP) Subsektor Perikanan Provinsi Kalimantan Barat tercatat 104,03 poin naik 0,39 poin atau berubah 0,38 persen dibanding NTP Januari 2013 yaitu 103,64 poin. Hal ini disebabkan karena Indeks Harga yang Diterima Petani Perikanan naik sebesar 0,54 persen, sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani naik sebesar 0,15 persen.
6.1. Indeks Harga yang Diterima Petani (It)
Indek Harga yang Diterima Petani (It) Subsektor Perikanan menunjukkan fluktuasi harga komoditas pertanian yang dihasilkan petani. Pada bulan Februari 2013, It Subsektor Perikanan Kalimantan Barat naik sebesar 0,54 persen dibandingkan It bulan sebelumnya, yaitu dari 139,67 poin pada bulan Januari 2013 menjadi 140,42 poin pada bulan Februari 2013. Kenaikan It tersebut dipengaruhi oleh naiknya indeks Penangkapan sebesar 0,61 persen dan indeks Budidaya turun sebesar 0,09 persen.
6.2. Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib)
Pada bulan Februari 2013 Ib Subsektor Perikanan Kalimantan Barat mengalami kenaikan sebesar 0,15 persen dibandingkan Ib bulan sebelumnya, yaitu dari 134,77 poin pada bulan Januari 2013 menjadi 134,98 poin pada bulan Februari 2013. Kenaikan Ib dimana komponen pendukungnya yaitu Indeks Konsumsi Rumah Tangga mengalami kenaikan sebesar 0,22 persen, sementara Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) Pertanian tiodak mengalami perubahan.
Lebih rinci mengenai perbandingan lt, lb dan NTP bulan Januari 2013 dan Februari 2013 dapat dilihat pada tabel 1.
Tabel 1.
Perubahan Nilai Tukar Petani Provinsi Kalimantan Barat Bulan Januari – Februari 2013
(2007=100)
SEKTOR, KELOMPOK DAN SUBSEKTOR GABUNGAN (NTPP, NTPH, NTPR, NTPT & NTPN) Indeks Perubahan (%) Januari 2013 Februari 2013 (1) (2) (3) (4)
1. INDEKS HARGA YANG DITERIMA PETANI 144,04 144,24 0,14
2. INDEKS HARGA YANG DIBAYAR PETANI 140,80 141,13 0,23
2.1. KONSUMSI RUMAH TANGGA 147,03 147,42 0,26
2.1.1. Bahan Makanan 159,50 160,01 0,32
2.1.2. Makanan Jadi 140,96 140,94 -0,02
2.1.3. Perumahan 141,31 141,76 0,31
2.1.4. Sandang 133,90 134,69 0,59
2.1.5. Kesehatan 122,19 122,26 0,06
2.1.6. Pendidikan, Rekreasi & Olah Raga 117,94 118,18 0,20
2.1.7. Transportasi dan Komunikasi 108,51 108,67 0,15
2.2. INDEKS BIAYA PRODUKSI DAN 121,81 121,97 0,13
PENAMBAHAN BARANG MODAL (BPPBM)
2.2.1. Bibit 126,23 126,29 0,05
2.2.2. Obat-obatan dan Pupuk 124,32 124,47 0,12
2.2.3. Sewa Lahan, Pajak dan lainnya 107,96 107,96 0,00
2.2.4. Transportasi 116,30 116,52 0,19
2.2.5. Penambahan Barang Modal 130,34 130,66 0,24
2.2.6. Upah Buruh Tani 121,39 121,54 0,12
3. NILAI TUKAR PETANI 99,47 99,37 -0,09
Tabel 2.
Perubahan Nilai Tukar Petani Provinsi Kalimantan Barat Dirinci Menurut Sub Sektor
Bulan Januari – Februari 2013 ( 2007=100 )
URAIAN SUB SEKTOR
Indeks Perubahan Januari 2013 Februari 2013 (%) (1) (2) (3) (4)
1.INDEKS HARGA YANG DITERIMA PETANI 140,04 140,24 0,14
1.1. Petani Padi Palawija 138,49 138,10 -0,28 1.2. Petani Hortikultura 146,36 146,45 0,06 1.3. Petani Perkebunan Rakyat 153,43 154,61 0,77 1.4. Petani Peternakan 106,82 106,92 0,10 1.5. Petani Perikanan 139,67 140,42 0,54
2. INDEKS HARGA YANG DIBAYAR PETANI 140,80 141,13 0,23
1.1. Petani Padi Palawija 142,10 142,42 0,22 1.2. Petani Hortikultura 143,61 143,93 0,22 1.3. Petani Perkebunan Rakyat 141,00 141,39 0,28 1.4. Petani Peternakan 134,93 135,23 0,23 1.5. Petani Perikanan 134,77 134,98 0,15
3. NILAI TUKAR PETANI 99,47 99,37 -0,09
1.1. Petani Padi Palawija (NTPP) 97,46 96,97 -0,50 1.2. Petani Hortikultura (NTPH) 101,91 101,75 -0,16 1.3. Petani Perkebunan Rakyat (NTPR) 108,81 109,35 0,49 1.4. Petani Peternakan (NTPT) 79,17 79,07 -0,13 1.5. Petani Perikanan (NTPN) 103,64 104,03 0,38
7. Perbandingan Antar Provinsi dan Indonesia (Nasional)
Bila dibandingkan Nilai Tukar Petani (NTP) antar Provinsi di pulau Kalimantan dari empat provinsi dan NTP Indonesia (Nasional) yang dilaporkan pada bulan Februari 2012, Provinsi Kalimantan Barat turun sebesar 0,09 persen, Provinsi Kalimantan Tengah turun sebesar 0,18 persen, Provinsi Kalimantan Selatan naik sebesar 0,35 persen, dan Provinsi Kalimantan Timurt turun 0,52 persen. Sedangkan NTP Indonesia (Nasional) turun sebesar 0,45 persen.
Perbandingan perubahan NTP untuk Pulau Kalimantan dan NTP Nasional dapat dilihat pada Tabel 3.
Tabel 3.
Perbandingan Nilai Tukar Petani (NTP)
Desember 2012-Januari 2013 dan Januari-Februari 2013 Di Pulau Kalimantan dan Indonesia(2007=100)
No Provinsi
N T P Perubahan ( % )
Desember
2012 Januari 2013 Februari 2013 Desember 2012-Januari 2013
Januari-Februari 2013 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1 Kalimantan Barat 99,88 99,47 99,37 -0,41 -0,09 2 Kalimantan Tengah 98,66 98,57 98,40 -0,09 -0,18 3 Kalimantan Selatan 107,00 106,45 106,83 -0,51 0,35 4 Kalimantan Timur 97,14 96,38 95,87 -0,79 -0,52 5 Indonesial (Nasional) 105,87 105,67 105,19 -0,19 -0,45
Informasi lebih lanjut hubungi: Edi Rahman Asmara, SSi, MM Kepala Bidang Statistik Distribusi
Telepon: 0561-735345 E-mail : distribusi [email protected]
Website : http://kalbar.bps.go.id
BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT
VISI BPS :
Pelopor Data Statistik Terpercaya Untuk SemuaInformasi lebih lanjut hubungi: Edi Rahman Asmara, SSi, MM Kepala Bidang Statistik Distribusi
Telepon: 0561-735345 E-mail : distribusi [email protected]