GENETIKA MENDEL
• Genetika dimulai dengan dikemukakannya teori pewarisan sifat pada tahun 1865 oleh Gregor Mendel
• Teori Mendel baru diakui kebenarannya pada awal abad 20 setelah terlihat adanya keparalelan dengan perilaku kromosom
H
UKUMM
ENDELV
ST
EORIP
EWARISANP
ENCAMPURAN•Sebelum teori genetika Mendel diterima, dipercayai bahwa proses pewarisan terjadi seperti proses pencampuran seluruh sifat dari kedua tetua, seperti mencampurkan dua cairan yang berasal dari dua bejana (teori blending
inheritance)
•Menurut Mendel setiap sifat dikendalikan oleh sepasang faktor; setiap faktor berasal dari kedua tetuanya, dan kedua faktor ini akan bersegregasi (berpisah) pada proses
Aa
Segregasi alel setara dengan migrasi kromosom homolog
A
a
Perpaduan bebas setara dengan kebebasan migrasi kromosom
AB/AB ab/ab
T
AHAPANP
EKERJAANM
ENDEL• Penyiapan bahan
– membuat galur murni dengan melakukan penyerbukan sendiri (self pollination)
• Menyilangkan galur murni dengan ciri yang berbeda nyata
• Menanam biji hasil persilangan dan mencatat sifat yang nampak
• Merumuskan hipotesis
S
IFATT
ANAMANY
ANGD
IAMATI•Bentuk biji: bundar & keriput
•Warna albumen: kuning & hijau
•Warna bunga: putih & merah-ungu
•Warna polong: kuning & hijau
•Bentuk polong: gembung & bergelombang
•Kedudukan bunga: aksial & terminal
I
STILAHG
ENETIK• Gen: bahan yang menentukan sifat organisme; bahan kimia: DNA; dapat diwariskan ke generasi berikutnya
• Lokus: letak (tempat/posisi) gen pada kromosom. Posisi lokus menunjukkan fungsi gen.
• Alel: ragam (bentuk alternatif dari) gen pada suatu lokus
• Homozigot: pada satu lokus terdapat alel yang sama
• Heterozigot: pada satu lokus terdapat alel yang berbeda
•Alel dominan: alel yang pengaruhnya menutupi pengaruh alel lain pada suatu lokus heterozigot
•Alel resesif: alel yang pengaruhnya tertutupi oleh pengaruh alel dominan.
•Fenotipe: sifat (karakter) organisme yang teramati
•Genotipe: komposisi gen yang menentukan suatu fenotipe organisme
•F1: generasi hibrid hasil perkawinan dua homozigot yang berbeda
•F2: turunan kawin sediri dari organisme F1
P
ERCOBAANP
ERSILANGAN•Pemurnian (kawin sendiri beberapa generasi)
•Pembentukan F1
(Perkawinan antara dua homozigot yang berbeda) •Pembentukan F2 (kawin
H
ASILP
ERCOBAANM
ONOHIBRIDAA aa
Aa
A
A
a
a
AA Aa
Aa aa
•Setiap sifat dikendalikan oleh sepasang gen
•Setiap gen dari pasangan tsb berasal dari tetua melalui perkawinan
•Antar gen dalam lokus yang sama terdapat hubungan dominan-resesif
•Pasangan gen bersegregasi pada saat pembentukan gamet
•Gamet berpadu secara bebas pada saat pembuahan
P
ENAFSIRANM
ENDEL(F1 seragam, F2: 3:1)
H
UKUMS
EGREGASI•Hukum Mendel I
•Suatu sifat dikendalikan oleh sepasang gen, yang berasal dari kedua tetuanya. Kedua gen ini tetap utuh dan dapat bersegregasi pada saat pembentukan gamet
P
ENGUJIANH
UKUMS
EGREGASISILANG UJI:
•Persilangan antara F1 dengan homozigot resesif •Hasilnya: 1 dominan: 1 resesif, artinya alel dominan merah (A) berpisah dengan alel resesif putih (a) pada saat pembentukan gamet
A
a
aa
A
Aa 0.5
aa 0.5
a
a
F1
merah putih
H
ASILP
ERCOBAAND
IHIBRIDBundar-Kuning X Keriput-Hijau
F1: Bundar-Kuning
PENAFSIRAN
MENDEL
F2=9:3:3:1
• 9:3:3:1 = A-B- : A-bb: aaB-: aabb muncul bila gamet F1 berpadu bebas dan
perbandingan AB:Ab:aB:ab= 1/4: 1/4:1/4:1/4
•Perbandingan gamet tersebut muncul bila segregasi di lokus A dan di lokus B bebas; dan alel di lokus A bebas berpadu dengan alel di lokus B
AABB aabb
AB Ab aB ab AB
Ab
aB
ab
AaBb
H
UKUMP
ERPADUANB
EBASAlel-alel pada suatu lokus bersegregasi secara bebas dari pengaruh segregasi lokus lain
A B b A a B
b a a b
B A
F1
0.250.25
0.25
Bukti Hukum Perpaduan Bebas
•Bila Hukum ini benar maka frekuensi gamet harus merupakan penggandaan frekuensi alel yang membentuknya (A=0.5, a=0.5; B=0.5; b=0.5)
•Dapat dibuktikan dengan silang-uji dihibrid
AB
ab
AB/ab =0.25
Ab/ab =0.25
aB/ab =0.25
ab/ab =0.25
H
ASILS
ILANG-
UJID
IHIBRIDP1 (Betina) x P2 (Jantan)
Bulat-kuning (AABB) Keriput-hijau (aabb)
F1
bulat-kuning (AaBb)
F1 (Betina) x (Jantan)
Bulat-kuning (AaBb) Keriput-hijau (aabb) 24 bulat-kuning (AaBb) 25 bulat-hijau (Aabb) 22 keriput-kuning (aaBb) 27 keriput-hijau (aabb)
(Betina) x F1 (Jantan)
Keriput-hijau (aabb) Bulat-kuning (AaBb) 31 bulat-kuning (AaBb) 25 bulat-hijau (Aabb) 27 keriput-kuning (aaBb) 26 keriput-hijau (aabb)
Silang uji 1:
FREKUENSI FENOTIPE DAN GENOTIPE
•Frekuensi fenotipe/genotipe trihibrid/polihibrid F2 = penggandaan frekuensi monohibrid penyusunnya
•Frekuensi fenotipe F2 monohibrid= 3:1, maka:
Frekuensi fenotipe F2 trihibribrid = (3:1)(3:1)(3:1) = (3:1)3
= 27:9:9:9:3:3:3:1
•Jika n = jumlah lokus (sifat beda) heterozigot pada F1
•Jumlah gamet pada F1 = 2nmacam
•Jumlah fenotipe F2 = 2nmacam
•Jumlah genotipe F2 = 3n macam
•Jumlah individu minimal untuk menunjukkan perbandingan tsb = 4n
Contoh
P:AABBCC x aabbcctrihibrid (3 sifat beda)
F1: AaBbCc
Jumlah gamet F1 = 23= 8
Jumlah fenotipe = 23= 8 macam
Jumlah genotipe F2 = 33= 27 macam
Jumlah individu minimal = 43= 64 individu
Frekuensi genotipe
Penentuan frekuensi genotipe
1. Pangkat 2 untuk heterozigot, 1 untuk homozigot 2. Pangkat digandakan sebagai pembilang
3. Frekuensi genotipe = pembilang tsb dibagi jumlah individu minimal (4n)
Contoh
Berapa frekuensi genotipeAABbccdari penyerbukan sendiri
tanaman F1: AaBbCc
• AA1Bb2cc1
• Pembilang = 1x2x1 = 2
• Jumlah individu = 43= 64
Frekuensi genotipe AABbcc = 2/64
Frekuensi Fenotipe?
Bila terdapat dominan-resesifdiagram cabang
3/4 C (3/4)(3/4)(3/4)= 27/64 ABC
3/4 B
1/4 c (3/4)(3/4)(1/4)= 9/64 ABc
3/4 A
3/4 C(3/4)(1/4)(3/4)= 9/64 AbC
1/4 b
1/4 c(3/4)(1/4)(1/4)= 3/64 Abc
3/4 C (1/4)(3/4)(3/4)= 9/64 aBC
3/4 B
1/4 c(1/4)(3/4)(1/4)= 3/64 aBc
1/4 a
3/4 C(1/4)(1/4)(3/4)= 3/64 abC
1/4 b
1/4 c(1/4)(1/4)(1/4)= 1/64 abc
Pengujian hasil persilangan
Perbandingan fenotipe F2 (3:1 atau 9:3:3:1) adalah hipotetik, asumsi:
1. Hubungan dominan-resesif
2. Alel bersegregasi bebas (Mendel I) 3. Alel berpadu bebas (Mendel II)
4. Gamet berpadu bebas saat pembentukan zigot
Persilangan antar 2 individu analisis?
Teori peluang dan uji X2
Peluang (X) =
Banyaknya kejadian X
Total kejadian yang muncul P(X) = 0-1 Mata uang logam:
Dua sisi seimbang (Sisi pertama A, sisi kedua a) P(A) = P(a) = 0,5
Sama seperti pembentukan gamet dari individu Aa Teori Peluang
Peluang munculnya kejadian serempak (A dan B) = perkalian peluang masing-masing
P(AB) = P(A) x P(B)
Contoh:
P(A)= 0,5 ; P(b) =0,5, maka: P(Ab)= 0,5 x 0,5 = 0,25
Kejadian bebas:
Kejadian yang satu tidak mempengaruhi kejadian lain
Contoh:
Khi-Kuadrat
Untuk menguji kesesuaian hasil pengamatan dengan perkiraan hipotetik/teorik (harapan)
Kesesuaian diukur berdasarkan nilai penyimpangan
Bila penyimpangan kecil, hasil pengamatan sesuai dengan perkiraan hipotetik, dan sebaliknya
Jika terdapat kikejadian (i= 1, 2, …, k) Frekuensi harapan = n1, n2, …, nk Hasil pengamatan = N1, N2, …, Nk N1+ N2 +…+ Nk= N
Bila pengamatan = harapan, maka
sebaran harapan = (n1x N), (n2x N), …, (nkxN) Apakah harapan = pengamatan?
Khi-kuadrat
Ni= # individu kejadian ke-i
ni= frekuensi kejadian ke-i N= # total individu
k= # kejadian
X
2=
(Ni–ni.N)2ni.N
i=1 k
X
2=
(Oi–Ei)2Ei
i=1
k O
i= # individu hasil
pengamatan ke-i
Ei= # individu harapan ke-i k= # kejadian
Penghitungan khi-kuadrat
Kejadian Pengamatan Frekuensi Harapan Khi-kuadrat
1 N1 n1 n1.N
(N1-n1.N)2
---n1.N
2 N2 n2 n2.N
(N2-n2.N)2
---n2.N
. .
. ... ... ... ...
k Nk nk nk.N
(Nk-nk.N)2
---nk.N
Total N 1 N X2hitung
X2hitung Vs X2tabel dengan derajad bebas (db) = k-1
dan selang kepercayaan 95% (atau a = 0,05) X2hitung < X2
(db, a) tabel pengamatan = harapan
X2hitung > X2
(db, a) tabel pengamatan harapan
Pengamatan harapan, artinya hipotesis (segregasi & perpaduan bebas) ditolak sifat yang diamati tidak mengikuti hukum mendel:
Sifat tidak disandi oleh gen di inti
Gen-gen terletak pada kromosom yang sama (terpaut) frekuensi rekombinasi?
Contoh perhitungan
Persilangan antara tanaman berbiji hijau dengan tanaman berbiji kuning menghasilkan tanaman F1 yang semuanya berbiji hijau. Tanaman F1 ini dibiarkan menyerbuk sendiri dan menghasilkan 428 tanaman berbiji hijau dan 152 tanaman berbiji kuning. Apakah hasil pengamatan ini sesuai dengan perbandingan F2 monohibrid pada percobaan Mendel?
Fenotipe Pengamatan Frekuensi Harapan Khi-kuadrat
Hijau 428 3/4 435 0,113 Kuning 152 1/4 145 0,113
Total 580 1 580 0,226
X2
(1, 0,05) = 3,84
X2 hitung < X2tabel, maka hasil pengamatan sesuai dengan
hasil F2 monohibrid pada percobaan Mendel
Latihan: