ALIH TEKNOLOGI PRE TEST POST TEST

Teks penuh

(1)

“(Tema: 8 Pengabdian Kepada Masyarakat)”

PENERAPAN IPTEKS TANAMAN MAWAR BAGI MASYARAKAT

DESA BANTERAN KECAMATAN SUMBANG

Oleh

Elly Proklamasiningsih

1

*, Iman Budisantoso, MP

1

, Kamsinah, MP

1

,

Murni Dwiati,

1

, Ardhini Rin Maharning

1

1

Dosen Fakultas Biologi Unsoed; Jl. Suparno Karangwangkal Purwokerto

*

e-mail: elly.proklamasi@gmail.com

ABSTRAK

Sentra mawar di Banyumas adalah Desa Banteran Kecamatan Sumbang, namun kondisi produksi bunga mawar sekarang sangat menurun, bahkan luasan perkebunan sangat berkurang, sampai saat ini pemilik perkebunan mawar tinggal 6 orang dengan luas lahan seluruhnya 872 m2. Menurunnya produktivitas bunga mawar disebabkan karena kurangnya pemeliharaan. Upaya yang perlu dilakukan adalah pendampingan yang intensif dalam teknik budidaya tanaman untuk mendapatkan bibit berkualitas, sehingga produksi meningkat. Kegiatan PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat) ini yang bekerja sama dengan PKH (Program Keluarga Harapan) Desa Banteran. Hasil kegiatan PKM menunjukkan bahwa kegiatan PKM telah menambah ilmu pengetahuan dan ketrampilan cara budidaya tanaman Mawar. Peserta juga mempunyai keinginan untuk budidaya mawar apabila diberikan bimbingan dalam hal penanganan pasca panen.

Kata kunci : mawar; PKH; Desa Banteran; Kecamatan Sumbang.

ABSTRACT

The center of roses in Banyumas is Banteran Village, Kecamatan Sumbang. However, the condition of the production of roses was greatly reduced, even the extent of plantations was greatly reduced, recently the owner of rose plantation lived 6 people with a total land area of 872 m2. The reduced productivity of roses was due to lack of maintenance. Efforts that need to be done intensive assistance in cultivation techniques to get quality seeds, so that the production increases. PKM activity was in collaboration with PKH (Program Keluarga Harapan) in Banteran Village.

Mawar sebagai bunga potongmempunyai nilai ekonomi yang cukup tinggi dalam

kegiatan perdagangan dan memberikan peringkat pertama yang terjual setiap harinya (Effendie,

1994). Bunga mawar dikelompokan menjadi 2 (dua) yaitu kelompok bunga potong atau pot,

dimanfaatkan sebagai bunga hias atau dimanfaatkan sebagai bunga pot, bunga tabur, dimanfaatkan

(2)

mempunyai tangkai sehingga akan mengutamakan keindahakan bunga. Sedangkan mawar tabur

biasanya dipanen tidak sebagai bunga mawar utuh namun antara kelopak dan mahkota bunga sudah

di lepas dari tangkai dasar bunga (Anonim, 2016). Permintan terhadap bunga mawar potong

meningkat terutama menjelang hari- haribesarseperti Idul Fitri maupun pesta pernikahan,

sedangkan bunga mawar tabur permintaan terjadi setiap hari Kamis sore atau hari Jum’at yang

digunakan sebagai bunga tabur pada kuburan/makam.

Guna meningkatan kualitas dan kwantitas bunga mawar yang sesuai dengan permintaan

konsumen maka perlu upayaperbaikan teknologi budidaya tanaman mawar.Beberapa teknologi

yang telah banyak dilaporkan antara lain: pengaturan jarak tanam, pemberian ZPT (zat pengatur

tumbuh)triakontanol, penggunaan benomil untuk pengendalian penyakit, penggunaan pupuk

organik dari kotoran sapi (Wuryaningsihetal., 1995; Wuryaningsihdan Kusumo, 1997; Djadnika

dan Nuryani, 1993; Sanjaya et.al., 1994). Penggunaan pupuk organikbokasi dengan dosis7,5– 10,5

ton/ha dapat meningkatkan produksi bunga sebesar17-50% (Purbiatietal., 2000).

Pemupukan pada tanaman perlu dilakukan karena melalui pemupukan akan meningkat

ketersediaan hara pada media. Pemupukan sebaiknya dilakukan dengan menggunakan pupuk

organik (Wuryaningsihetal., 1995). Kebutuhan hara pada awal pertumbuhan tanaman, unsur

nitrogen lebih besar selanjutnnya pada akhir pertumbuhan vegetatif, tanaman menjelang berbunga

kebutuhan hara pospor lebih di tingkatkan (Djadnika dan Nuryani, 1993). Untuk memacu atau

meningkatkan jumlah kuntum bunga dapat dilakukan dengan pemberian zat pengatur tumbuh

tanaman (ZPT). Zpt yang digunakan biasanya Giberelin, paklobutrazol.

Desa Banteran merupakan salah satu desa di Kab. Banyumas yang menerima bantuan dari

Kementerian Sosial bagi rumah tangga sangat miskin berupa Program PKH (Program Keluarga

Harapan). PKH merupakan program dibawah Kementerian Sosial yang merupakan program

perlindungan sosial yang memberikan bantuan tunai kepada Rumah Tangga Sangat Miskin

(RTSM) dan bagi anggota keluarga RTS diwajibkan melaksanakan persyaratan dan ketentuan yang

telah ditetapkan. Program ini, dalam jangka pendek bertujuan mengurangi beban RTSM dan dalam

jangka panjang diharapkan dapat memutus mata rantai kemiskinan antar generasi, sehingga

generasi berikutnya dapat keluar dari perangkap kemiskinan. Pelaksanaan PKH juga mendukung

upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Millenium. Lima Komponen Tujuan MDG’s yang akan

terbantu oleh PKH yaitu: Pengurangan penduduk miskin dan kelaparan; Pendidikan Dasar;

Kesetaraan Gender; Pengurangan angka kematian bayi dan balita; dan Pengurangan kematian ibu

melahirkan Diharapkan dalam jangka panjang PKH dapat memutus rantai kemiskinan antar

generasi. Guna meningkatkan pendidikan keluarga yang dapat digunakan untuk meningkatkan

usaha keluarga sehingga kegiatan PKH akan lebih berhasil maka anggota PKH perlu dilakukan

(3)

Banteran Kecamatan Sumbang merupakan salah satu masyarakat penyangga kawasan wisata

Baturraden, yang mempunyai PKH dengan jumlah anggota 400 KK.

Melalui kegiatan PPM Ipteks yang bekerjasama dengan PKH Desa Banteran diharapkan

terjadi peningkatan budidaya tanaman mawar sehingga produksi bunga mawar meningkat, bahkan

di Desa Banteran bukan hanya dikenal dengan produksi mawar tabur namun dikenal dengan mawar

pot atau mawar potong.

METODE PELAKSANAAN

Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah pemberian materi secara

teoritis dan praktek. Materi yang diberikan meliputi pemilihan bahan setek, pemberian zpt untuk

memacu perakaran setek, pembuatan media tanam, penanaman bibit pada polibag, penanaman bibit

di lahan. Sedangkan praktek yaitu setek, pembuatan media tanam, pemupukan dan penyemprotan

zpt, hama dan penyakit.

Guna mewujudkan kegiatan ini maka dilakukan pendekatan melalui transfer ilmu

pengetahuan dan alih teknologi budidaya tanaman mawar

(4)

Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pengetahuan peserta tentang manfaat mawar

sangat kurang. Manfaat mawar yang mereka ketahui hanyalah sebagai bunga tabur di pekuburan.

Oleh karena itu, beberapa pengetahuan yang ditransfer adalah:pembuatan bibit dari setek, budidaya

di lahan dan manfaat bunga setelah panen. Mawar merupakan sumber antioksidan dan mengandung

vitamin E, D, C, B3 dan A serta asam sitrat. Kuntum bunga mawar dapat dapat dimanfaatkan

sebagai minuman yang menyegarkan atau sebagai penyegar kulit. Sebagai minuman dapat dibuat

sirup atau teh bunga mawar.

Kegiatan-kegiatan Program Penerapan IPTEK yang telah dilaksanakan adalah:

1. Menentukan pertanaman yang akan dijadikan sebagai bibit setek (Gambar 2) yaitu kebun

milik salah satu peserta kegiatan ini.

2. Pembuatan media setek untuk petak percobaan (Gambar 3) dan pembuatan setek batang

(gambar 4)

3. Pembibitan setek sebagai petak percobaan (Gambar 5)

Kendalayang dihadapi dalam kegiatan ini adalah mendapatkan air, karena musim kemarau

Gambar 2. Kebun yang akan dijadikan sebagai sumber setek

(5)

Gambar 4. Pembuatan setek batang

Gambar 5. Pembibitan setek sebagai petak percobaan

Gambar 6. Kegiatan pada saat melalukan penyuluhan

Mengingat bunga mawar mempunyai nilai ekonomi penting maka kepada penduduk

Banteran perlu pembimbingan pascapanen. Sehingga Desa Banteran yang pernah menjadi sentra

mawar tidak hanya tinggal kenangan. Pada saat ini komoditas mawar di desa tersebut hanya tersisa

sebagian saja. Pada saat dilakukan kegiatan penyuluhan (Gambar 6), ada peserta yang menyatakan

(6)

produk. Hal tersebut menjadi tantangan bagi tim kami dalam kegiatan lebih lanjut apabila

mendapat kesempatan memperoleh dana besar.

KESIMPULAN

Peserta mendapatkan tambahan ilmu pengetahuan dan ketrampilan cara budidaya tanaman

Mawar. Peserta juga mempunyai keinginan untuk budidaya mawar apabila diberikan bimbingan

dalam hal penanganan pasca panen.

SARAN

Perlu pembimbingan yang lebih intensif dan pengelolaan lahan secara serius untuk

menghasilkan mawar berkualitas. Diperlukan supplier bibit berkualitas serta bimbingan pasca

panen.

UCAPAN TERIMA KASIH

Dalam kesempatan ini diucapkan terimakasihkepada LPPM Unsoed yang telah

memberikan fasilitas dana untuk kegiatan ini melalui Program Penerapan Ipteks

DAFTAR PUSTAKA

Anonim a. 2016. http://tanamanhiasan.com/teknik-budidaya-tanaman-hias-mawar/ didownload pada tanggal 6 Desember 2016 pukul 10.00.

Anonim b. 2016. http://www.bestbudidayatanaman.com/2014/09/budidaya-tanaman-hias-cara-menanam-bunga-mawar.html. Didownload pada tanggal 6 Desember 2016 pukul 10.00.

Djadnikadan Nuryani W.1993. Pengendalian penyakit embun tepung pada mawardengan fungisida dan minyak bawang putih. Bull. Penel. Tan. Hias. 1(1):93-98.

Effendie K., 1994. Tataniaga dan perilaku konsumen bunga potong.Bull.Penel.TanHias. 2(2):1-17.

Kartapradja, R. 1993. Botani dan ekologi mawar. hlm.1-5. Dalam Monograf Mawar Vol. 1. Balai Penelitian Tanaman Hias, Jakarta.

Paimin, F.R. dan S. Angkasa. 2001. Bungakan mawar di daerah panas.Trubus59(459):94.

Purbiati T., Wahyunindyowati, Suhariyono, Otto Endarto dan Hadi Mulyanto. 2000. Pengkajian budidaya bunga mawar ekoregion dataran tinggi.Pros. Seminar Hasil

penelitian/Pengkajian teknologi perta- nian mendukung ketahanan pangan berwawasan agri- bisnis.Sutjipto etal.,(Ed).p: 534-546.

Sanjaya L., Samijan danT. Sutarter. 1994. Pengaruh kapur dan pupuk kandang terhadap pertumbuhan dan produksi bunga mawar. Bull. Penel. Tan. Hias.2(1):73-82.

(7)

Figur

Gambar 2. Kebun yang akan dijadikan sebagai sumber setek
Gambar 2 Kebun yang akan dijadikan sebagai sumber setek . View in document p.4
Gambar 3. Persiapan media tanam
Gambar 3 Persiapan media tanam . View in document p.4
Gambar 4. Pembuatan setek batang
Gambar 4 Pembuatan setek batang . View in document p.5
Gambar 6. Kegiatan pada saat melalukan penyuluhan
Gambar 6 Kegiatan pada saat melalukan penyuluhan . View in document p.5

Referensi

Memperbarui...