HUKUM
HUKUM
WAKAF
WAKAF
HUKUM
1. Definisi dari Imam Nawawi Menahan harta yang
dapat diambil manfaat darinya bukan untuk dirinya dan digunakan manfaatnya untuk kebaikan dan mendekatkan diri kepada Alloh.
2. Definisi dari Al-Syarbini Al-Khatib dan Ramli Al-kabir
Menahan harta yang dapat diambil manfaatnya
dengan menjaga keamanan benda tersebut dengan memutuskan kepemilikan barang tersebut dari pemiliknya untuk hal-hal yang dibolehkan.
3. Definisi dari Ibn Hajar Al-Haitami dan Syaikh Umairah
Menahan harta yang bisa dimanfaatkan dengan
menjaga keutuhan harta tersebut dengan memutuskan kepemilikan barang tersebut dari pemiliknya untuk hal yang dibolehkan.
4. Definisi dari Syeikh Syihabuddin Al-Qulyubi
Menahan harta untuk dimanfaatkan dalam hal yang dibolehkan dengan menjaga keutuhan harta tersebut.
ISTILAH WAKAF MENURUT
MAZHAB SYAFI’I
•
Difinisi dari Ibn Qudamah
Menahan asal
dan mengalirkan hasilnya
1. Difinisi ini dikutip dari hadist Nabi SAW kepada
Umar bin Khathab r.a. “Menahan yang asal
dan mengalirkan hasilnya.”
2. Difinisi ini tidak ditentang
DIFINISI TERPILIH
“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna) sebelum
kamu menafkahkan
sebagian harta yang kamu cintai.”
(Q.S Ali Imron [3] : 92)
DASAR PENETAPAN HUKUM
1. Dari Ibn Umar r.a ia berkata, “Umar pernah
mendapatkan sebidang tanah di khaibar. Lalu beliau
mendatangi Rasululloh dan berkata, “Saya mendapatkan tanah maka bagaimana engkau memerintahkanku?”
Rasulullah bersabda “Jika kamu bersedia kamu bisa menyedekahkannya. “Maka umar menyedekahkannya dan membuat ketentuan bahwa tanah itu tidak dijual, tidak dihibahkan, tidak pula diwariskan kepada fakir
miskin maupun kerabat. Sedangkan bagi mereka yang mengelolanya tidak diharamkan untuk mengambil
manfaat darinya selama dalam batas makruf atau untuk menolong karibnya tanpa bermaksud mencari
keuntungan. (HR Bukhari Muslim)
WAKAF YANG PERNAH DILAKUKAN
SAHABAT DENGAN PERSETUJUAN
RASULULLOH
3. Dari Anas bin Mali r.a ia berkata “Ketika Rasululloh tiba di Madinah beliau memerintahkan untuk membangun Masjid. Beliau bersabda “Wahai Banni Najjar, hargakan (juallah) kepadaku bangunan kalian!” Mereka berkata “Tidak, demi Alloh kami tidak menginginkan harga, melainkan kami serahkan itu kepada Alloh. (HR Bukhari) 4. Dari Abu Hurairah r.a ia berkata “Nabi mengutus Umar