• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH MOTIVASI INTERNAL TERHADAP PROD

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PENGARUH MOTIVASI INTERNAL TERHADAP PROD"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH MOTIVASI INTERNAL TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN

DI PT. INDOSAT Tbk CABANG GARUT

Acep Abdul Basit

Fakultas Ekonomi - Universitas Garut [email protected]

Abstrak

Perusahaan bukan saja mengharapkan karyawan yang mampu, cukup, dan terampil, tetapi yang terpenting mereka mau bekerja giat dan berkeinginan untuk mencapai hasil kerja yang optimal. Kemampuan, kecakapan, dan keterampilan karyawan tidak ada artinya bagi perusahaan, jika mereka tidak mau bekerja keras dengan mempergunakan kemampuan, kecakapan, keterampilan yang dimilikinya. Motivasi kerja penting karena dengan motivasi kerja khususnya motivasi internal diharapkan setiap karyawan mau bekerja keras dan antusias untuk mencapai produkstivitas kerja yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Motivasi Internal terhadap Produktivitas kerja. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode asosiatif hubungan kausal. Populasi yang diambil untuk penelitian ini adalah karyawan PT. Indosat Cabang Garut yang berjumlah 30 orang. Seluruh data populasi akan dijadikan data sampel dalam penelitian ini, peneliti mengambil sampel berdasarkan metode sensus. Hasil penelitian produktivitas kerja dapat dipengaruhi oleh motivasi internal karena karyawan yang memiliki motivasi internal yang tinggi akan sangat penting bagi semangat serta etos kerja karyawan yang nantinya akan berpengaruh penting bagi perusahaan apalagi karyawan yang berada didalam perusahaan mempunyai etos dan semangat kerja yang tinggi maka akan berpengaruh pada perusahaan itu sendiri. Artinya motivasi internal dalam penelitian ini berpengaruh terhadap produktivitas kerja.

Kata Kunci: Motivasi Internal, Produktivitas Kerja

ABSTRACT

Companies not only expect capable, adequate and skilled employees, but most importantly they are willing to work hard and eager to achieve an optimal result. Abilities, proficiencies, and skills of the employees are meaningless to the company, if they are unwilling to work hard by using their abilities, proficiencies and skills. Working motivation is important because with work motivation, especially internal motivation, every employees are expected to be willing to work hard and enthusiastic to achieve a high working productivity. The purpose of this research is to discover the effect of Internal Motivation towards Working Productivity. The method which used in this research is associative method of causal relationship. Population taken for this research is the employees of PT. Indosat Garut Branch, with an amount of 30 people. All population datas will be used as sample data under this research, the researchers took the sample based on the census method. The results of working productivity research can be influenced by internal motivation, because employees who have high internal motivation will be very important for the spirit and work ethic of employees, which will have an important effect for the company, moreover employees who are inside the company has a high ethic and high working spirit, then it will affect the company itself. This means that internal motivation in this research have an effect on working productivity.

(2)

PENDAHULUAN

Dunia bisnis sekarang dituntut menciptakan produktivitas karyawan yang tinggi untuk pengembangan perusahaan. Perusahaan harus mampu membangun dan meningkatkan kinerja didalam lingkungannya. Keberhasilan perusahaan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor dan salah satu faktor pentingnya adalah sumber daya manusia, karena sumber daya manusia merupakan pelaku dari keseluruhan tingkat perencanaan sampai dengan evaluasi yang mampu memanfaatkan sumberdaya – sumberdaya lainnya yang dimiliki oleh organisasi atau perusahaan.

Di lain pihak, tidak sedikit perusahaan yang hanya menganggap penting faktor – faktor produksi modal. Walaupun sumber daya – sumber daya tersebut penting bagi organisasi, faktor yang menunjukan keunggulan kompetitif potensial perusahaan adalah sumber daya manusia. Tanpa adanya sumber daya manusia, yang menggerakan faktor – faktor produksi tersebut, sumber – sumber yang dimiliki tidak akan produktif. Sumber daya manusia harus dikelola dengan baik untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi organisasi, sebagai salah satu fungsi dalam perusahaan (Danang Sunyoto, 2015)

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan peneliti, diperoleh bahwa produktivitas karyawan PT Indosat Tbk., untuk cabang Garut divisi direct selling (Marketing and Salles) dapat dikatakan rendah. Hal ini didukung dengan tingkat produktivitas outlet di PT Indosat Tbk cabang Garut yang fluktuatif tiap tahunnya seperti yang ditunjukan pada tabel 1.1 berikut ini:

Tabel 1.1

Tingkat Produktivitas PT. Indosat Cabang Garut

(3 tahun terakhir)

PRODUCTIVE OUTLET

Tahun Penjualan Kartu

Penjualan

Voucher % Ach

2014 53.4 % 41.4 % 47.4 %

2015 54.3 % 43.9 % 49.1 %

2016 51.0 % 41.8 % 46.4 %

Sumber: Data Score KPI PT. Indosat Tbk Cabang Garut

Dari tabel tersebut dapat diketahui bahwa dalam 3 tahun terakhir ini tingkat penjualan perusahaan ini fluktuatif dan cenderung menurun. Dimulai dari tahun 2014 yang ditandai dengan rata-rata dari produktivitas outlet sebesar 47,4 % yang berasal dari penjualan kartu berbayar nya sebesar 53,4% , penjualan voucher nya sebesar 41,4%. Untuk tahun 2015 meningkat untuk rata-rata dari produktivitas outlet sebesar 49,1% yang berasal dari penjualan kartu berbayar nya sebesar 54,3% , penjualan voucher nya sebesar 43,9%. Namun untuk tahun selanjutnya, tahun 2016 menjadi menurun untuk rata-rata produktivitas outlet sebesar 46,4% yang berasal dari penjualan kartu berbayar nya sebesar 51,0% , penjualan voucher nya sebesar 46,4%.

Setelah dilakukan wawancara dan observasi terhadap salah seorang karyawan PT Indosat Tbk cabang Garut diketahui bahwa, penurunan jumlah penjualan ini disebabkan kurangnya motivasi secara internal dalam motivasi kerja, masih adanya tingkat kejenuhan karyawan dalam pekerjaan yang diakibatkan oleh salah satu faktor yaitu pemberian gaji dan pemberian jadwal kerja yang terlalu lama yang mempengaruhi terhadap kondisi kerja menjadi tidak nyaman.

Mengingat begitu vitalnya peranan sumber daya perusahaan, sudah sepatutnya jika suatu perusahaan memperhatikan aspek – aspek kerja yang berkaitan dengan sumber daya manusia (karyawan perusahaan). Karena karyawan yang memiliki motivasi kerja yang kuat merupakan keunggulan kompetitif suatu perusahaan. Menurut Irham Fahmi (2016) menyatakan bahwa “motivasi kerja adalah aktivitas perilaku yang bekerja dalam usaha memenuhi kebutuhan – kebutuhan yang diinginkan”.

Kita mengetahui bahwa motivasi merupakan hasil interaksi antara individu dengan situasi. Motivasi sebagai proses yang menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan seorang individu untuk mencapai tujuannya. (Stephen P. Robbins – Timothy A. Judge: 2012).

(3)

disadari maupun kebutuhan yang tidak disadari. Pemenuhan kebutuhan manusia ini juga dijelaskan oleh A.A. Anwar Prabu Mangkunegara (2015) mengutip perkataan Mc Clelland tentang adanya tiga macam kebutuhan manusia yaitu 1) need for achievement, yaitu kebutuhan untuk berprestasi yang merupakan refleksi dari dorongan akan tanggung jawab untuk pemecahan masalah; 2) need for affliation, yaitu kebutuhan untuk berafiliasi yang merupakan dorongan untuk berinteraksi dengan orang lain, berada bersama orang lain, tidak mau melakukan sesuatu yang merugikan orang lain; 3) need for power, yaitu kebutuhan untuk kekuasaan yang merupakan refleksi dari dorongan untuk mencapai otoritas untuk memiliki pengaruh terhadap orang lain.

Pemenuhan kebutuhan tersebut merupakan dasar dari motivasi kerja seorang karyawan khususnya motivasi internal seorang karyawan. Jika dalam proses pemenuhan kebutuhan tersebut karyawan merasakan adanya peluang dalam mencapai tujuannya, maka motivasi internal ini untuk mencapainya akan makin berlipat.

Menurut Danang Sunyoto (2015) produktivitas kerja merupakan sikap mental yang selalu berusaha dan mempunyai pandangan bahwa suatu kehidupan hari ini lebi baik dari hari kemarin dan hari esok lebih baik dari hari ini. Produktivitas kerja karyawan dari suatu organisasi memegang peranan yang sangat penting. Karena maju mundurnya organisasi sangatlah tergantung pada naik turunnya produktivitas kerja karyawan. Seseorang karyawan yang melakukan sesuatu jenis pekerjaan tertentu dapat dipastikan akan memperoleh hasil. Produktivitas kerja karyawan akan mencerminkan sikap seseorang terhadap pekerjaannya, yang nampak dalam sikap positif karyawan terhadap pekerjaan dan segala sesuatu yang dihadapi dilingkungan pekerjaannya.

Permasalahan yang telah diuraikan diatas peneliti tertarik untuk melakukan penelitian, bagaimana pengaruh motivasi internal terhadap produktivitas kerja karyawan di PT Indosat Tbk Cabang Garut.

LANDASAN TEORI DAN

PENGEMBANGAN HIPOTESIS

Motivasi

Menurut Irham Fahmi (2016) “motivasi adalah aktivitas perilaku dalam usaha memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang diinginkan”. Disisi lain Irham Fahmi (2016) mengutip teori dari Santoso Soroso mengatakan bahwa “motivasi adalah suatu set atau kumpulan perilaku yang memberikan landasan bagi seseorang untuk bertindak dalam suatu cara yang diarahkan kepada tujuan spesifik tertentu (specific goal directed way)”.

Berdasarkan pendapat para ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa motivasi merupakan suatu dorongan kebutuhan dalam diri pegawai yang perlu dipenuhi agar pegawai tersebut dapat menyesuaikan diri terhadap lingkungannya, sedangkan menurut Dr. AA Anwar Prabu Mangkuneraga (2015) berpendapat lain bahwa: “motivasi adalah kondisi yang menggerakan pegawai agar mampu mencapai tujuan dari motifnya”.

Motivasi dapat pula dikatakan sebagai energi untuk membangkitkan dorongan dalam diri (drive arousal). Bagi setiap individu sebenarnya memiliki motivasi yang mampu menjadi spirit dalam memacu dan menuumbuhkan semangat kerja dalam bekerja. Spirit yang dimiiki oleh seseorang tersebut dapat bersumber dari dirinya maupun dari luar, dimana kedua bentuk tersebut akan lebih baik jika dua-duanya bersama-sama ikut menjadi pendorong motivasi seseorang.

Motivasi merupakan hal yang sangat penting dalam meningkatkan kegairahan atau semangat kerja (work satisfication) bawahan yang akhirnya bermuara kepada peningkatan produktivitas individu dan tentunya juga berbias kepada peningkatan produktivitas suatu organisasi. Motivasi berasal dari bahasa latin Movere yang berarti menggerakan (Danang Sunyoto, 2015). Motivasi adalah kekuatan (dorongan) yang kuat dari dalam seseorang untuk melakukan aktivitas sesuai dengan dorongan tersebut.

(4)

kemauan bekerja seseorang; setiap motif mempunyai tujuan tertentu yang ingin dicapai. Motivasi mempersoalkan bagaimana cara mendorong gairah kerja pegawai, agar mereka mau bekerja keras dengan memberikan semua kemampuan dan keterampilannya untuk mewujudkan tujuan perusahaan. Motivasi ini penting karena dengan motivasi diharapkan setiap individu karyawan mau bekerja keras dan antusias untuk mencapai produktivitas kerja yang tinggi. Tingkah laku seseorang dipengaruhi serta dirangsang oleh keinginan, kebutuuhan, tujuan dan keputusannya. Ransangan timbul dari diri sendiri (internal) dan dari luar (eksternal lingkungannya). Rangasangan ini akan menciptakan “motif dan

motivasi” yang mendorong orang untuk

bekerja untuk memperoleh kebutuhan dan kepuasan dari hasil bekerjanya.

Bentuk-bentuk Motivasi

Bagi setiap individu sebenarnya memiliki motivasi yang mampu menjadi spirit dalam memacu dan menumbuhkan semangat kerja dalam bekerja. Spirit yang dimiliki oleh seseorang tersebut dapat akan lebih baik jika dua-duanya bersama-sama ikut menjadi pendorong motivasi seseorang.

Motivasi muncul dalam dua bentuk dasar, yaitu:

1. Motivasi ekstrinsik atau eksternal (dari luar), dan

2. Motivasi instinsik atau internal (dari dalam diri seseorang/kelompok).

Motivasi ekstrinsik muncul dari luar diri seseorang, kemudian selanjutnya mendorong orang tersebut untuk membangun dan menumbuhkan semangat motivasi pada diri orang tersebut untuk mengubah seluruh sikap yang dimiliki olehnya saat ini ke arah yang lebih baik. Sedangkan motivasi inrinsik adalah motivasi yang muncul dan tumbuh serta berkembang dalam diri orang tersebut, yang selanjutnya kemudian mempengaruhi dia dalam melakukan sesuatu secara bernilai dan berarti.

Motivasi Internal

Irham Fahmi (2016) mendefinisikan motivasi internal adalah motivasi yang muncul dan tumbuh serta berkembang dalam diri orang

tersebut, yang selanjutnya kemudian mempengaruhi dia dalam melakukan sesuatu secara bernilai dan berarti.

Adapun Anwar Prabu Mangkunegara (2015) mengutip pendapat Abraham Sperling

(1987) mengemukakan bahwa “Motive is

defined as a tendency to activity, started by a drive and ended by an adjustment. The

adjustmentis said to satisfy the motive”. (Motif didefinisikan sebagai suatu kecenderungan untuk beraktivitas, dimulai dari dorongan dalam diri (drive) dan diakhiri dengan penyesuaian diri. Penyesuaian diri dikatakan untuk memuaskan motif).

Emron Edison (2016) menyebutkan bahwa timbulnya motivasi internal disebabkan karena adanya kebutuhan dan keinginan yang ada dalam diri seseorang, maka motivasi internal yang baik ditandai dengan adanya kekuatan yang akan mempengaruhi pikirannya, yang selanjutnya akan mengarahkan perilaku seseorang tersebut untuk bekerja dengan baik.

Dalam mengukur motivasi kerja

karyawan khususnya motivasi

instrinsik/internal dapat diukur dengan: 1. Prestasi

Prestasi merupakan kesempatan yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan yang berprestasi.

2. Penghargaan

Penghargaan adalah pemberian

pengharagaan kepada karyawan atas hasil kerja untuk mengembangkan diri.

3. Tanggung jawab

Tanggung jawab adalah tugas karyawan agar memahami dengan benar peran yang diberikan oleh perusahaan.

4. Kesempatan maju dan berkembang

Kesempatan kerja dan berkembang adalah kesempatan karyawan untuk maju dan berkembang dalam hal pekerjaan.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Motivasi Internal

(5)

sehingga peran pemimpin dalam menciptakan suasana yang lebih baik menjadi penting, misalnya, mau mendengar, menghargai, member harapan dan dorongan, serta tidak diskriminatif. Tidak kalah pentingnya adalah memotivasi, sebab kegagalan dalam

memotivasi dengan membiarkan

pegawai/karyawan menghadapi masalah atau memberi jarak kepada mereka yang dianggap salah, justru sangat kontraproduktif.

Menurut Torang (2013), motivasi memiliki beberapa faktor, yaitu:

a. Faktor internal

Faktor internal yang dapat mempengaruhi pemberian motivasi pada seseorang, antara lain:

a. Keinginan untuk dapat hidup b. Keinginan untuk dapat memiliki

c. Keinginan untuk dapat memperoleh penghargaan

d. Keinginan untuk berkuasa b. Faktor eksternal

Faktor eksternal yang dapat mempengaruhi pemberian motivasi pada seseorang antara lain:

a. Kondisi lingkungan kerja b. Kompensasi yang memadai c. Supervise yang baik

d. Adanya jaminan pekerjaan e. Status dan tanggung jawab f. Peraturan yang fleksibel

Memotivasi secara internal ini juga bertujuan untuk mengubah motif atau

dorongan yang ada pada diri

pegawai/karyawan dari rendah menjadi tinggi, sebab motivasi dapat memberikan energi perilaku pada gilirannya dapat meningkatkan kinerja serta produktivitas.

Produktivitas

Produktivitas secara umum diartikan sebagai hubungan antara keluaran (barang-barang atau jasa) dengan masukan (tenaga kerja, bahan, dan uang). Secara filosofis, produktivitas merupakan sikap mental yang selalu berusaha dan mempunyai pandangan bahwa suatu kehidupan hari ini lebih baik dari hari kemarin dan hari esok. Menurut Danang Sunyoto (2015) produktivitas dapat didefisikan sebagai perbandingan antara hasil yang dicapai dan keseluruhan sumber daya

yang dipergunakan, produktivitas tenaga kerja merupakan perbandingan antara hasil yang dicapai dengan pasar tenaga kerja persatuan waktu dan sebagai tolak ukur jika ekspansi dan aktivitas dari sikap sumber yang digunakan selama produktivitas berlangsung dengan membandingkan jumlah yang dihasilkan dengan setiap sumber yang digunakan.

Jadi produktivitas kerja adalah ukuran yang menunjukan input dan output yang dikeluarkan perusahaan serta peran tenaga kerja yang dimiliki persatuan waktu. Atau dengan kata lain mengukur efisiensi memerlukan identifikasi dari hasil kinerja.

Disisi lain, menurut National Productivity Board Singapore, menjelaskan bahwa produktivitas adalah sikap mental yang mempunyai semangat untuk melakukan peningkatan perbaikan.

Setiap manajer menginginkan hasil produktivitas yang berkualitas dan harga yang terjangkau. Dengan tujuan produk yang dihasilkan akan mampu terserap pada pasar dengan cepat. Namun yang perlu diingat oleh para manajer adalah suatu produktivitas yang baik tidak akan mungkin terbentuk tanpa dipengaruhi oleh faktor-faktor yang menjadi pendukungnya.

Faktor-faktor yang mempengaruhi Produktivitas Kerja

Menurut Sedarmayanti (2011) pengukuran produktivitas secara umum dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu:

1. Produktivitas total

Adalah perbandingan antara total keluaran (output) dengan total masukan (input) per satuan waktu. Dalam menghitung produktivitas total, semua faktor masukan (tenaga kerja, kapital, bahan, energi) terhadap total keluaran harus diperhitungkan.

2. Produktivitas parsial

Adalah perbandingan dari keluaran dengan satu jenis masukan atau input per satuan waktu seperti upah, tenaga kerja, kapital, bahan, energi, beban kerja, dan lain-lain.

(6)

maka faktor tersebut harus betul-betul serasi dengan kemampuan, kebolehan, dan batasan manusia pekerja.

Menurut Balai Pengembangan Produktivitas Daerah dalam Sedarmayanti (2009) enam faktor utama yang menentukan produktivitas tenaga kerja adalah:

1. Sikap kerja, seperti kesediaan untuk bekerja secara bergiliran (shift work), dapat menerima tambahan tugas dan bekerja dalam suatu tim.

2. Tingkat keterampilan, yang ditentukan oleh pendidikan, latihan dalam manajemen dan supervisi serta keterampilan keterampilan dalam teknik industri.

3. Hubungan antara tenaga kerja dan pimpinan organisasi yang tercermin dalam usaha bersama antara pimpinan organisasi dan tenaga kerja untuk meningkatkan produktivitas melalui lingkaran pengawasan mutu (quality control circle) dan panitia mengenai kerja unggul. 4. Manajemen produktivitas, yaitu:

manajemen yang efisien mengenai sumber dan sistem kerja untuk mencapai peningkatan produktivitas.

5. Efisiensi tenaga kerja, seperti: perencanaan tenaga kerja dan tambahan tugas.

6. Kewiraswastaan, yang tercermin dalam pengambilan resiko, kreativitas dalam berusaha, dan berada pada jalur yang benar dalam berusaha.

Dimensi Produktivitas Kerja

Selain itu ada lima dimensi dalam produktivitas menurut Michell (1998) yang dikutip oleh Irham Fahmi (2016) yang tidak dapat dipisahkan antara satu sama lainnya. Dimensi-dimensi tersebut adalah sebagai berikut:

1. Kualitas Kerja (Quality of work) 2. Tepat waktu (Promtness)

3. Inisiatif (Inisiative) 4. Kemampuan (Capability) 5. Komunikasi (Communication)

Ada pendapat lain yang

mendefinisikan tentang produktivitas, diantaranya Schemerhorn (1996) yang dikutif oleh A.A Anwar PM (2015) mengemukakan

bahwa: “Produktivitas sebagai ringkasan pengukuran dari kuantitas dan kualitas atau performa kerja dengan sumber daya yang dipakai. Produktivitas dapat diukur pada tingkat individu, group atau organisasi dan mencapai maksimal bila tampilan yang tinggi di capai pada biaya yang rendah.

Pengaruh Motivasi Internal terhadap Produktivitas Kerja

Motivasi dan Produktivitas erat kaitannya karena merupakan aspek yang penting bagi perusahaan, apalagi tenaga kerja dalam perusahaan mempunyai kerja yang tinggi, maka perusahaan akan memperoleh keuntungan dan hidup suatu perusahaan akan terjamin, untuk meningkatkan produktivitas kerja perlu adanya tenaga kerja yang memiliki keterampilan dan keahlian bekeja karena apabila tenaga kerja tidak memiliki keahlian dan keterampilan akan berakibat menurunnya produktivitas dan merugikan perusahaan, produktivitas dipengaruhi berbagai faktor, baik yang berhubungan dengan tenaga kerja itu sendiri maupun faktor-faktor lainnya, seperti pendidikan, keterampilan, disiplin kerja, sikap, etika, manajemen, motivasi kerja baik internal maupun eksternal, teknologi, sarana, produksi, kesempatan kerja, dan kesempatan berprestasi serta lingkungan kerja yang mendukung (Sedarmayanti, 2011).

Irham Fahmi (2016), mengemukakan bahwa motivasi internal dan produktivitas adalah bagian yang saling terkait satu sama lainnya. Peningkatan motivasi kerja secara internal akan mempengaruhi peningkatan produktivitas, dan begitu pula sebaliknya.

(7)

merupakan salah satu hal yang mempengaruhi perilaku manusia, motivasi secara internal merupakan suatu pendorong karyawan untuk bekerja dengan baik di perusahaan. Motivasi internal itu sendiri merupakan pendorong keinginan, pendukung atau kebutuhan-kebutuhan yang dapat membuat seseorang bersemangat dan termotivasi untuk memenuhi dorongan diri sendiri, sehingga dapat bertindak dan berbuat menurut cara-cara tertentu yang akan membawa kearah yang optimal. Hal ini didukung oleh penelitian A. Khairul Hakim, bahwa terdapat hubungan positif antara motivasi internal terhadap produktivitas kerja karyawan. Penelitian Gilang Gumilang menunjukan bahwa adanya pengaruh antara motivasi internal terhadap produktivitas karyawan, dan penelitian Bayu Fadilah yang menunjukan bahwa variabel motivasi mempunyai pengaruh yang signifikan bersama-sama terhadap produktivitas kerja karyawan (jurnal volume 1, edisi no. 4).

METODE PENELITIAN

Metode Penelitian

Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode asosiatif hubungan kausal.

Tujuan dari penelitian asosiatif hubungan kausal untuk mengetahui hubungan serta pengaruh antara variabel independen terhadap variabel dependen di dalam penelitian ini. Sugiyono (2012).

Populasi dan Sampel

Populasi yang diambil untuk penelitian ini adalah karyawan PT. Indosat Cabang Garut yang berjumlah 30 orang. Seluruh data populasi akan dijadikan data sampel dalam penelitian ini, peneliti mengambil sampel berdasarkan metode sensus dimana jumlah populasi = jumlah sampel (N=n). Maka sampel dalam penelitian ini terdiri dari 30 orang karyawan sebagai responden.

Analisis Data

Teknik pengolahan data dalam penelitian ini akan dilakukan dengan analisis kuantitatif.

Analisis kuantitatif digunakan untuk mengetahui hasil jawaban dari responden dengan bantuan alat statistik melalui program Software SPPS (Statistic Package and Social Science) 20 for Windows.

Untuk mengetahui besarnya kontribusi dari pengaruh variabel motivasi internal terhadap produktivitas kerja menggunakan analisis data statistik koefisien determinasi.

HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Uji Validitas

Pengujian validitas penelitian terhadap data hasil dari penyebaran kuisioner terhadap 30 responden yaitu karyawan yang berada di PT. Indosat cabang Garut. Dalam pengujian validitas hasil dari indikator dibuatkan atas beberapa pernyataan dari setiap variabelnya, untuk dapat mengetahui nilai korelasinya berdasarkan item pernyataannya maka digunakan pengolahan data menggunakan metode Croanch Alpha dan Spit Half.

Untuk mengetahui tingkat validitas dengan membandingkan nilai rhitung dengan nilai rtabel, apabila hasil menyatakan rhitung > rtabel maka hasil dinyatakan Valid, dan apabila hasil menyatakan bahwa rhitung < rtabel maka hasil dinyatakan Tidak Valid. Pengolahan uji validitas variabel Motivasi Internal dan Produktivitas ini dengan menggunakan program aplikasi SPSS vers. 20 terlihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 4.1

Uji Validitas Variabel Motivasi Internal (X)

Corrected Item-Total Correlation

r tabel

(0.05;8) Keputusan

item 1 .656 .632 Valid

item 2 .641 .632 Valid

item 3 .661 .632 Valid

item 4 .677 .632 Valid

item 5 .646 .632 Valid

item 6 .651 .632 Valid

item 7 .697 .632 Valid

item 8 .651 .632 Valid

item 9 .640 .632 Valid

(8)

Tabel 4.2

Uji Validitas Variabel Produktivitas (Y)

bahwa keseluruhan item pernyataan lebih besar dibandingkan dari nilai rtabel yaitu 0.632, maka keseluruhan hasil dari item pernyataan dinyatakan valid.

Uji Reliabilitas

Pengujian reliabilitas terhadap perhitungan setiap item pernyataan dari variabel motivasi internal dan produktivitas menggunakan pendekatan dengan Alpha

Cronbach dan dibandingkan dengan nilai

Alpha. Apabila hasil menyatakan bahwa Alpha Cronbach > Nilai Alpha maka hasil dinyatakan reliabel, sedangkan apabila hasil menyatakan bahwa Alpha Cronbach < Nilai Alpha maka hasil dinyatakan tidak reliabel.

Hasil dari pengolahan data uji reliabilitas variabel motivasi internal dan produktivitas dengan menggunakan pengolahan data dengan menggunakan aplikasi SPSS vers. 20 terlihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 4.2

Uji Reliabilitas Variabel Motivasi Internal (X)

Cronbach's Alpha N of Items

.849 10

Tabel 4.3

Uji Reliabilitas Variabel Produktivitas (Y)

Cronbach's Alpha N of Items

.821 10

Berdasarkan Tabel 4.3, Tabel 4.4

diketahui bahwa variabel yang diteliti memiliki nilai Alpha Cronbach lebih dari nilai

Alpha (α) sebesar 0.05, maka alat ukur yang

digunakan berupa kuisioner dinyatakan reliabel dan dapat digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian.

Motivasi Internal dan Produktivitas kerja karyawan di PT Indosat Tbk cabang Garut

Tabel 4.5

Rekapitulasi Tanggapan Responden Terhadap Item Pernyataan Variabel Motivasi Internal

Secara Keseluruhan

1 Kondisi Kerja di Indosat sudah

berjalan Kondusif 124 Baik

2

Gaji yang diberikan perusahaan sudah memadai untuk membeli kebutuhan pokok kehidupan karyawan.

128 Baik

3

Saya sangat termotivasi dalam bekerja karena pimpinan saya sangat

menyenangkan. 125 B

aik

4

Rekan-rekan kerja sangat

menyenangkan sehingga membuat

saya bekerja lebih nyaman. 128 B

aik

5

Saya senang dalam bekerja karena didukung oleh suasana lingkungan

kerja yang nyaman. 131 San

g perhatian terhadap pekerjaan yang

saya kerjakan. 121 B

aik

7

Pimpinan saya selalu memeberikan perhatian secara personal tentang

persoalan pribadi yang saya hadapi 129 B

aik

8

Pimpinan tidak membeda-bedakan karyawan sehingga semuanya

mendapatkan perhatian yang sama. 125 B

aik

9

Pimpinan sangat memperhatikan serta menghargai prestasi yang

didapatkan karyawannya. 116 B

aik

10 Pimpinan memfasilitasi untuk

pengembangan diri karyawannya. 118 Baik

Rata-rata

(9)

Berdasarkan Tabel 4.5 yang merupakan ringkasan deskripsi dari variabel motivasi internal, dimana skor tertinggi adalah 131 poin dengan kriteria “Sangat Baik” yaitu mengenai “Saya senang dalam bekerja karena didukung oleh suasana lingkungan kerja yang nyaman”, sedangkan untuk skor paling rendah adalah 116 poin dengan kriteria “Baik” yaitu

Mengenai pernyataan “Pimpinan sangat memperhatikan serta menghargai prestasi yang didapatkan karyawannya”, maka dapat disimpulkan mengenai kriteria item pernyataan untuk variabel motivasi internal

(X) adalah “Baik” dengan skor rata-rata 124,5

poin, secara empiris motivasi internal yang dimiliki oleh karyawan di PT Indosat cabang Garut ini dinilai cukup baik, dikarenakan motivasi yang muncul dan tumbuh serta berkembang dalam diri orang tersebut sangat baik dalam menciptakan semangat dan etos kerja.

Secara teoritis Irham Fahmi (2016) mengemukakan bahwa motivasi internal dan produktivitas adalah bagian yang saling terkait satu sama lainnya, peningkatan motivasi kerja secara internal akan mempengaruhi peningkatan produktivitas begitu pula sebaliknya. Artinya, data empiris mendukung terhadap teori produktivitas yang tinggi dapat dicapai dan didukung para karyawannya yang mempunyai motivasi kerja secara interal yang baik.

Pada Tabel 4.6 dibawah yang merupakan ringkasan deskripsi dari variable produktivitas kerja, dimana skor tertinggi adalah 139 dengan kriteria “Sangat Baik” yaitu mengenai menjalin hubungan baik dengan permimpin, sedangkan untuk skor paling rendah adalah 95 dengan kriteria “Kurang Baik” yaitu mengenai mampu menghadapi hambatan bekerja dalam menyelesaikan tugas, maka dapat disimpulkan mengenai kriteria item pernyataan untuk variabel produktivitas

kerja (Y) adalah “Baik” dengan skor rata-rata

117. Artinya, secara teoritis dapat dikatakan bahwa produktivitas kerja merupakan sikap mental yang mempunyai semangat untuk melakukan peningkatan perbaikan, dan produktivitas dapat didefinisikan sebagai

perbandingan antara hasil yang dicapai dan keseluruhan sumber daya yang dipergunakan.

Tabel 4.6

Rekapitulasi Tanggapan Responden Terhadap Item Pernyataan Variabel Produktivitas Kerja

Secara Keseluruhan

Sumber: Hasil Pengolahan Data Primer

No Pernyataan

mengerjakan tugas 116 Bai

k

4 Saya selalu menghargai

waktu bekerja saya 114 Bai

k

5

Saya selalu melaksanakan tugas atas inisiatif sendiri tanpa harus menunggu

9 Menjalin hubungan baik

dengan sesama karyawan 124 Bai

k

10 Menjalin hubungan baik

dengan pemimpin 139

(10)

Analisis Koefisien Determinasi

Berdasarkan hasil pengolahan data dengan menggunakan aplikasi SPSS vers 20, diperoleh haisl perhitungan koefisien determinasi (r2) sebagai berikut:

Tabel 4.7

Model Summary Koefisien Determinasi

Model R R

a. Predictors: (Constant), motivasi.intern Sumber: Output SPSS

Berdasarkan Tabel 4.7, diperoleh hasil korelasi 0,758 maka korelasi variabel X terhadap Y dapat dikatakan kuat karena nilai R berada diantara nilai (0,60 - 0,799). Jadi terdapat hubungan yang kuat antara motivasi internal dan produktivitas kerja karyawan di PT Indosat cabang Garut.

Output SPSS pada Tabel 4.7 tampak dari hasil perhitungan diperoleh koefisien determinasi (r2) sebesar 0,543. Hal ini menunjukan bahwa besarnya pengaruh variabel independen yaitu motivasi internal terhadap produktivitas kerja, yang dapat diterangkan dengan persamaan ini adalah 54,3% dan sisanya 45,7% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain diluar variabel yang diteliti dalam penelitian.

Hasil Pengujian Pengaruh Motivasi Internal terahadap Produktivitas kerja karyawan di PT Indosat Tbk cabang Garut

Tabel 4.8

Hasil Pengujian Pengaruh Motivasi Internal terahadap Produktivitas kerja karyawan di

PT Indosat Tbk cabang Garut

Model

a. Dependent Variable: produktivitas Sumber: Output SPSS

Berdasarkan hasil perhitungan statistika Uji-t maka diperoleh hasil, untuk nilai thitung dapat dilihat dari output pada keterangan t pada tabel Tabel 4.8, dimana hasilnya adalah sebagai berikut: Variabel X didapatkan hasil 1,919.

Variabel motivasi internal dengan thitung > ttabel yaitu 1,919 > 1,7011 artinya bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Jadi, kesimpulannya terdapat pengaruh motivasi internal terhadap produktivitas kerja karyawan di PT Indosat cabang Garut.

Berdasarkan hasil penelitian diatas, sejalan dengan beberapa teori yang dikemukakan oleh beberapa ahli, yakni untuk hubungan antara motivasi internal dengan produktivitas kerja karyawan, hal tersebut sejalan dengan teori dari Irham Fahmi (2016), mengemukakan bahwa motivasi internal dan produktivitas adalah bagian yang saling terkait satu sama lain. Peningkatan motivasi kerja secara internal akan mempengaruhi peningkatan produktivitas dan begitu pula sebaliknya.

Produktivitas yang tinggi dapat dicapai jika didukung para karyawan yang mempunyai motivasi kerja secara inernal yang baik dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya, motivasi secara internal dapat menimbulkan kemampuan bekerja saat bekerja sama, maka secara tidak langsung ini akan meningkatkan produktivitas.

PENUTUP Simpulan

(11)

Hasil Uji Pengaruh, bahwa motivasi internal berpengaruh terhadap produktivitas kerja, artinya produktivitas yang tinggi dapat dicapai jika didukung para karyawan yang mempunyai motivasi kerja secara inernal yang baik dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya, motivasi secara internal dapat menimbulkan kemampuan bekerja saat bekerja sama, maka secara tidak langsung ini akan meningkatkan produktivitas.

Saran

Berdasarkan variabel motivasi internal, untuk menumbuhkan motivasi internal yang tinggi kepada karyawan maka seharusnya pihak perusahaan khususnya pemimpin memberikan sebuah penghargaan atau memberikan reward kepada karyawan yang telah bekerja dengan baik, pemberiaan penghargaan tersebut dapat berbentuk materi ataupun non materi.

Penelitian dimasa yang akan datang sebaiknya memperluas variabel dan pengukuran vaariabel penelitian sehingga produktivitas kerja karyawan di PT Indosat cabang Garut bisa lebih meningkat.

Daftar Pustaka

Edison, Emron, Anwar, Yohny & Komariyah, Imas. 2016. Manajemen Sumber Daya Manusia (Strategi dan Perubahan dalam Rangka Meningkatkan Kinerja Pegawai dan Organisasi). Bandung: Alfabeta.

Fadillah, Bayu., Handoyo Djoko dan Agung Budiatmo.2013. Pengaruh Motivasi dan Lingkungan Kerja terhadap Produktivitas Karyawan melalui Kepuasan Kerja Karyawan Produksi Bagian Jamu Tradisional Unit Kaligawe PT. Njoja Meneer Semarang. Jurnal

Sosial dan Politik. UNDIP.

www.id.portalgaruda.org, diunduh 1 januari

2017.

Fahmi, Irham. 2016. Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung: Alfabeta.

Gumilang, Gilang., Suryadi ., Wahyu Hidayat.2013. Pengaruh Motivasi dan Lingkungan Kerja terhadap Produktivitas

Karyawan Produksi PT.Meubeulindo

Semarang. UNDIP. www.id.portalgaruda.org,

diunduh 1 januari 2017

Hakim, A. Khairul. 2011. Pengaruh Kompensasi dan Motivasi Internal terhadap

Produktivitas Kerja Pegawai. Jurnal

Managemen dan Bisnis. Vol. 11.

www.jurnal.umsu.ac.id, diunduh 1 januari

2017

Mangkunegara, Anwar Prabu. 2015.

Manajemen Sumber Daya Manusia

Perusahaan. Bandung: PT. Remaja

Rosdakarya

Robbins, Stephen P & Judge, Thimothy A. 2012. Perilaku Organisasi (Organization Behavior) (Buku ke 1, Edisi ke 12). Jakarta: Salemba Empat.

Sedarmayanti. 2009. Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja. Bandung: Mandar Maju.

Sedarmayanti. 2011. Tata Kerja dan Produktivitas Kerja. Bandung: Manda Maju.

Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sunyoto, Danang. 2015. Manajemen dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Cetakan Pertama. Yogyakarta: CAPS.

Gambar

Tabel 4.8 Hasil Pengujian Pengaruh Motivasi Internal

Referensi

Dokumen terkait

Diperlukan pemahaman guru pengajar di kelas bahwa anak tuna laras dapat memahami bahasa reseptif di kelas tetapi mengalami kesulitan untuk mengungkapkan dengan bahasa

Sedangkan pada browser kedua yang digunakan untuk menjalankan program dengan teknik non-blocking, program ini mengeksekusi proses pertama saat t = 0 detik.. Ketika

Implementasi pembelajaran produk- tif bidang keahlian teknik bangunan ber- jalan dengan baik, hal ini dapat dilihat dari indikator-indikator: (1) adanya sasar- an mutu;

Laporan keuangan pada dasarnya adalah hasil akhir dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi antara data keuangan atau aktivitas suatu

Nasional yang dapat dilaksanakan oleh SKPD dibagi jumlah program Nasional x 100%.. -

Buku panduan praktek klinik keperawatan yang berisi uraian target aktifitas dan keterampilan yang sesuai dengan tujuan kurikulum pendidikan fakultas ilmu

PEMISAHAN DAN PEMURNIAN SENYAWA METIL PIPERAT DARI EKSTRAK METANOL TUMBUHAN CABE JAWA (Piper retrofractum Vahl. ) ASAL JAWA BARAT.. Universitas Pendidikan Indonesia |

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan terhadap pegorganisasian koleksi terhadap temu kembali koleksi pada Kantor Perpustakaan dan