KOMISI APARATUR SIPIL NEGARA
REPUBLIK INDONESIA
Oleh:
DR. Ir Iwan Krisnadi MBA Peserta Seleksi Komisioner KASN
DASAR HUKUM
1. Undang Undang no 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara.
2. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi no 13 tahun 2014 tentang Tata Cara Pengisian Jabatan Pimpina Tinggi Secara Terbuka di lingkungan Instansi Pemerintah
MANDAT Sifatnya :
Lembaga Nonstruktural yang mandiri dan bebas dari intervensi politik untuk menciptakan Pegawai ASN yang Profesional dan berkinerja, memberikan Pelayanan secara Adil dan Netral , serta menjadi perekat dan Pemersatu Bangsa.
Tujuannya :
menjamin terwujudnya Sistem Merit dalam kebijakan dan Manajemen ASN
Mewujudkan ASN yang Profesional, berkinerja tinggi, sejahtera, dan berfungsi sebagai perekat Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mendukung penyelenggaraaan pemerintahan negara yang efektif, effisien dan terbuka , serta bebas dari praktik korupsi, kolusi dan nepotisme
Mewujudkan Pegawai ASN yang netral dan tidak membedakan masyarakat yang dilayani berdasarkan suku, agama, ras dan golongan.
Menjamin terbentuknya profesi ASN yang dihormati pegawainya dan masyarakat; dan
Mewujudkan ASN yang dinamis dan berbudaya pencapaian kinerja.
Fungsinya :
I. PENDAHULUAN
KASN Lembaga Independen yang mengawasi Aparatur Sipil Negara (ASN) mulai dari rekrutmen, promosi, jabatan, sampai dengan pensiun
Tugas KASN adalah menjamin bahwa proses pengisian Jabatan dilakukan berdasarkan basis kompetensi, kualifikasi kinerja pada posisi2 jabatan secara terbuka termasuk Jabatan Non PNS misalnya Pejabat eselon 1 dan Pimpinan Lembaga Non Kementerian (BPN,BKPM)
Komisi bisa mengawasi : Kode etik profesi, dan pelaksanaan Undang Undang Aparatur Sipil Negara.
Mencegah politisasi birokrasi (Seperti halnya KPK nya ASN)
Mewujudkan Sistem Merit yaitu Kebijakan dan Manajemen ASN yang berdasarkan pada kualifikasi, kompetensi dan kinerja secara adil dan wajar dengan tanpa diskriminasi (politik, ras, warna kulit, agama, asal usul, jenis kelamin, status pernikahan, umur, atau kondisi kecacatan
II. UNDANG UNDANG NO 5 TAHUN 2014 TENTANG APARATUR SIPIL NEGARA
Dalam Undang Undang No 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara tersurat dan tersirat : Dasar Pertimbangannya :
Pembangunan ASN yang mempunyai Integritas , Profesional, Netral dan bebas Politik serta KKN ( Korupsi Kolusi dan Nepotisme).
Pelayanan Publik , Perekat Kesatuan dan Kesatuan Bangsa
ASN (APARATUR SIPIL NEGARA) itu terdiri dari PNS ( Pegawai Negeri Sipil ) dan PPPK ( Pegawai Pemerintah Pekerja Kontrak).
Manajemen ASN adalah pengelolaan yang Profesional; memiliki Nilai Dasar dan Etika Profesi; Bebas dari politik dan KKN (Korupsi, Kolusi , Nepotisme).
SISTEM INFORMASI ASN adalah Informasi dan Data JABATAN mencakup :
Pimpinan Tinggi
Pejabat Administrasi
Pejabat Fungsional
Pejabat yang berwenang
Gambar 1. Jabatan yang tersurat dalam Undang Undang ASN KELEMBAGAAN
Untuk memahami Posisi KASN seperti yang diamanatkan oleh Undang Undang secara kelembagaan , maka dapat dilihat dalam gambar 2, dibawah ini.
KASN harus bersinergi dengan Kementerian PAN&RB, LAN dan BKN. Dimana KASN akan melaksanakan Monitoring dan Evaluasi.
Gambar 2. Kelembagaan yang terkait dengan Undang Undang ASN
•
Jabatan Administrasi:
Administrator
Pengawas
Pelaksana
•
Keahlian
Ahli Utama
Ahli Madya
Ahli Muda
Ahli Pratama
•
Ketrampilan
:
Penyelia
Mahir
Terampil
Pemula
Jabatan Fungsional
•
Jabatan Pimpinan:
Pimpinan Tinggi Utama
Pimpinan Tinggi Madya
Pimpinan Tinggi Pratama
PRESIDEN
Kebijakan, Pembinaan Profesi, Manajemen ASN
Pendelegasian
Kementerian PAN
KASN – Monitoring & Evaluasi
LAN
BKN
KASN : Menjamin Terwujudnya:
• Merit System
• ASN Profesional, Kinerja Tinggi • Penyelenggara Effective , Efisien • ASN Netral
• ASN dinamis
Diharapkan dengan adanya KASN dapat terwujudnya Merit system , ASN yang Profesional dengan Kinerja Tinggi , Penyelenggaraan yang Effective dan Efisien , ASN Netral dan ASN Dinamis.
Berkaitan dengan kewenangan nya akan mencakup monitoring dan Evaluasi pelaksanaan Kebijakan dan Manajemen ASN untuk menjamin perwujudan Sistem Merit serta pengawasan terhadap penerapan asas serta kode etik dan kode perilaku ASN
Amanat Undang Undang mengenai kewenangan kelembagaan seperti pada tabel 1, dibawah ini Tabel 1. Kewenangan Institusi
PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI no 13 tahun 2014 tentang Tata Cara Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi secara Terbuka di lingkungan Instansi Pemerintah
Sesuai Ketentuan pasal 74 UU no 5/2014 ditetapkan bahwa Pengembangan Karier , Pengembangan Kompetensi , Pola Karier, Promosi dan Mutasi diatur oleh peraturan pemerintah, dalam hal ini tersurat dalam Peraturan Menteri PAN&RB no 13 tahun 2014.
No. Institusi UU 5/2104 Keterangan
1. Menpan dan RB
Bab VII Bagian kesatu ps 25(2)b.
Perumusan dan Penetapan Kebijakan , koordinasi dan sinkronisasi kebijakan, serta Pengawasan atas
Pelaksanaan Kebijakan ASN
2. KASN Bab VII Bagian kesatu ps 25 (2).b
Monitoring dan Evaluasi pelaksanaan kebijakan dan Manajemen ASN untuk menjamin perwujudan Sistem Merit serta pengawasan terhadap penerapan asas serta kode etik dan kode perilaku ASN
3. LAN Bab VII Bagian kesatu ps 25 (2).c
Penelitian, Pengkajian Kebijakan Manajemen ASN, Pembinaan, dan Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan ASN;
4. BKN Bab VII Bagian kesatu ps 25 (2).d
Gambar 3. Gran Desain Reformasi Birokrasi (Visi Birokrasi 2025)
Sudah dicanangkan Grand Desain Reformasi Birokrasi seperti gambar 3, diatas dan juga telah direncanakan 9 Program Percepatan Reformasi Birokrasi, yang mencakup:
1. Penataan Struktur Birokrasi,
2. Penataan Jumlah dan Distribusi PNS,
3. Sistem Seleksi CPNS dan Promosi PNS secara terbuka, 4. Profesionalisasi PNS,
5. Pengembangan Sistem Elektronik Pemerintah (e-Government), 6. Peningkatan Pelayanan Publik,
7. Peningkatan Transparansi dan Akuntabilitas Aparatur, 8. Peningkatan Kesejahteraan Pegawai Negeri, dan
9. Efisiensi Penggunaan Fasilitas, Sarana dan Prasarana Kerja PNS
III. MANAJEMEN PERUBAHAN
Agar Perubahan Reformasi Birokrasi dapat berjalan dengan baik , maka perlu disimak tentang manajemen Perubahan .
Kesuksesan Perubahan adalah transisi yang memadukan transisi perubahan organisasi dan transisi perubahan individual nya selaras dengan baik.
Perubahan = Transisi Organisasi + Individu
Gambar 4 Perubahan sebagai transisi Organisasi dan Individu
4 (Empat) Faktor dengan 8 (Delapan) Tonggak Perubahan
Supaya Perubahan dapat dilakukan dengan sebaik baiknya , maka perlu adanya:
Faktor Pendorong mencakup pilar Kesiapan Organisasi dan Tempat Bisnis ; serta Pilar Visi untuk Berubah
Faktor Infrastruktur termasuk pilar Arsitektur Perubahan dan Pilar Strategi Komunikasi
Faktor Kapasitas yaitu pilar Kapasitas Kepemimpinan (Leadership) & Komitmen Stakeholder; serta pilar kapasitas Individu dan kapasitas Team
Faktor Penyesuaian (Alignment) , dalam pilar Penyesuaian Budaya dan pilar Disain Organisasi & Manajemen Kinerja ( Performance Management)
Status kini
ORGANISASI
INDIVIDU
Pengalaman Terbaik untuk melakukan Perubahan tergambar pada gambar 5, dibawah ini.
Gambar 5. 8 (Delapan) Pilar Perubahan
Keberhasilan Perubahan memerlukan penyesuaian Budaya dan Struktur
Gambar 6. Hubungan Budaya – Struktur - Strategi
Kesiapan Organisasi dan Kasus Bisnis untuk Perubahan
Desain Organisasi dan
Performance Management “Drivers
”
• Perilaku tidak Produktip
• Cara Kerja yang tidak
konsisten
• Permainan Kekuasaan,
Lemahnya kerjasama Team
• Ketidak Percayaan
Struktur
• Did integrasi Objektip
• Tidak Jelasnya Peran dan
Tanggung JAwab
• Salah memberikan
Insentip Orang
• Kesenjangan
Bila Strategi Baru diterapkan , namun Struktur lama masih digunakan , maka akan terjadi
kesenjangan. Kesenjangan itu akan mengakibatkan dis-integrasi Objektip ; Tidak Jelasnya Peran dan Tanggung jawab; Salah memberi insentip orang ;dan Kesenjangan Akuntabilitas.
Sedangkan bila Struktur Baru di gunakan , namun Budaya Lama masih dipakai , akan terjadi
kesenjangan berupa Perilaku yang tidak Produktip, Cara Kerja Yang tidak Konsisten, Bermain dengan Kekuasaan, serta Lemahnya kerjasama Team; Timbul ketidak percayaan.
Oleh karenanya agar Perubahan dapat berlangsung baik bila unsur holistik perubahan dibawah ini terpenuhi , Yaitu :
Adanya kebutuhan untuk berubah (Need of Change) ; Visi bersama (Shared Vision) ; Komitmen Kepemimpinan (Leadership Commitment ); Partisipasi ASN (Employee Involvement) ; Perubahan Organisasi yang terintegrasi (Integrated Organizational Change); dan Pengukuran Kinerja ( Performance Measure)
Gambar 7. Holistik Perubahan
Bila tidak ada Need for Change , maka tidak akan ada pergerakan untuk berubah
Bila tidak ada Shared Vision, maka tidak ada arah perubahan
Bila tidak ada Leadership Commitment, ,maka tidak ada panutan
Bila tidak ada partisipasi Pegawai, maka tidak akan ada rasa memiliki
Bila tidak ada perubahan organisasi terintegrasi , maka tidak ada keterpaduan
Bila tidak ada Pengukuran Kinerja , maka tidak akan ada Hasil
+ + + +
Need for
Change Shared Vision Commitment Leadership Involvement Employee
Integrated Organizational
Changes + =
Performance Measures
Lasting Change
=
=
=
=
=
=
No Action
No Direction
No “Role Model”
No Ownership
No Integration
No Result
= LASTING CHANGE
O
O
O
O
O
IV. KOMISI APARATUR SIPIL NEGARA (KASN)
Peran dan Tanggung Jawab KASN mencakup Monitoring dan Evaluasi Pelakanaan Kebijakan dan Manajemen ASN untuk mewujudkan Sistem Merit, Juga Melakukan Pengawasan terhadap Penerapan Asas dan Kode Etik serta kode Perilaku.
Konotasi Misi adalah untuk apa keberadaannya. Jadi Misi KASN adalah amanat tentang keberadaan KASN.
Sesuai dengan Amanat Undang Undang no 5/2014 tentang Aparat Sipil Negara, maka MISI KASN adalah :
Menjamin terwujudnya Sistem Merit dalam kebijakan dan Manajemen ASN
Mewujudkan ASN yang profesional, berkinerja tinggi, sejahtera, dan berfungsi sebagai perekat NKRI
Mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang efektif, efisien, terbuka , serta bebas dari praktek korupsi, kolusi dan nepotisme.
mewujudkan Pegawai ASN yang netral dan tidak membedakan masyarakat yang dilayani berdasarkan suku, agama, ras, dan golongan
Menjamin terbentuknya profesi ASN yang dihormati pegawainya dan masyarakat
Mewujudkan ASN yang dinamis dan berbudaya pencapaian kinerja
Sedangkan konotasi VISI KASN adalah menjawab” Kemana KASN menuju ?” .
Seperti diharapkan Stakeholder maka Visi KASN adalah “Terwujudnya Birokrasi Republik Indonesia Kelas Dunia, ”dan “Terbangunnya Aparatur Sipil Negara yang memiliki Integritas, Profesional, Netral, dan bebas dari intervensi Politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi dan Nepotisme, serta mampu menjalankan peran sebagai unsur perekat persatuan dan kesatuan bangsa”
Untuk membawa Misi dan Visi KASN , maka diperlukan NILAI atau VALUE yang merupakan keyakinan ( What we beleive in).
Nilai KASN seyogyanya menuntut tegaknya:
Integritas (Respect, Fairness,Sincere,Behaving lawfully & ethically, Responsible corporate citizen)
Independen
Netral
Sebagai Pelengkap, bahwa KASN juga harus mempunyai PRINSIP, yaitu bagaimana seharusnya ber Perilaku (How we behave) , termasuk :
Akuntabilitas
Transparan
Predictability
KERANGKA LOGIS KASN
Gambar 8. Kerangka Logis KASN
Seperti yang diharapkan oleh Undang Undang ASN dan Stakeholder, maka Kerangka Logis KASN adalah seperti dalam gambar 8.
Bahwa Sasaran bagi masyarakat adalah untuk Pengembangan Sumber Daya Manusia untuk Pengurangan Kemiskinan dan Peningkatan Kesejahteraan ,dengan hadirnya ASN yang mempunyai Kompetensi dan Kualifikasi.
Pengembangan Sumber Daya Manusia untuk pengurangan
kemiskinan
Sasaran kemasyarakatan
Sasaran sektoral Perbaikan
Pelayanan Publik
Good Governance (Profesional,bebas KKN dan
diskriminasi)
Keluaran
Keorganisasian Sistem Merit dan Rewards dalam memperkuat ASN
Pool global kompetitive dari Pimpinan dan Manajemen
Informasi agensi sistem
Karier
Monitor & Evaluasi: Pengembangan Kebijakan , standarad
dan Regulasi Manajemen ASN
Pengembangan Kebijakan , standarad , aturan dan Regulasi
Sebagai Sasaran Sektoralnya adalah Perbaikan Pelayanan Publik dan Good Governance yaitu sistem yang Profesional, bebas KKN dan diskriminasi
Sedangkan keluaran keorganisasian dari KASN adalah terwujudnya Sistem Merit dan Rewards dalam memperkuat ASN dan mempunyai pool global kompetitive dari Pimpinan.
Keluaran Akhir dari KASN akan mengawasi pelaksanaan norma dasar, kode etik dan kode perilaku ASN, serta penerapan Sistem Merit dalam kebijakan dan Manajemen ASN pada Instansi Pemerintah dalam bentuk : Layanan Legal ;, layanan Ujian/Test , Rekrutasi, Penempatan; , Layanan Kebijakan Personnel dan Standard ASN ;, Layanan Penunjukan dan Tindakan Personnel lainnya;, Layanan Pengembangan Sumber Daya ASN; , Peningkatan Disiplin dan Akuntabilitas ASN; , serta Layanan Data Personnel ASN dan Manajemen Informasi.
KERANGKA LOGIS KASN UNTUK SELEKSI PIMPINAN ASN ( CESB = Career Executive Service Board)
Pengembangan Sumber Daya Manusia untuk
pengurangan kemiskinan/meningkatkan kesejahteraan
Sasaran kemasyarakatan
Sasaran sektoral (Profesional,bebas KKN dan Good Governance diskriminasi)
Keluaran Keorganisasian
Penguatan Sistem Merit dan Kesesuaian jabatan dan karier
pimpinan ASN
Pool dari Persaingan Global & layanan penopang karier
Pimpinan Performansi dan
Penghargaan / Rewards
Layanan Formulasi Kebijakan, Peningkatan,
dan Monitoring
Seri Leadership dan Governance
CES competency profiling
Review dan Monitoring : Formulasi Kebijakan ,
Peningkatan,
Gambar 9. Kerangka Logis KASN untuk seleksi Pimpinan ASN
Warna dan Kiprah suatu organisasi sangat kental dipengaruhi oleh Pimpinannya sebagai Pembawa bendera Organisasi. Oleh karenanya Seleksi Pimpinan ASN menjadi sangat penting untuk
mewujudkan Birokrasi kelas dunia seperti yang diharapkan stakeholder.
Kerangka Logis KASN untuk seleksi Pimpinan ASN adalah seperti gambar 9 diatas.
Bila pimpinannya baik, tentunya akan mebangun Birokrasi yang baik. Bila Birokrasi semakin baik, maka akan mensejahterakan masyarakat. Itulah yang menjadi sasaran masyarakat.
Sasaran sektoral nya adalah Good Governance yang berarti Birokrat harus yang Profesional, bebas KKN dan diskriminasi
Keluaran Keorganisasian nya berupa Penguatan Sistem Merit dan Kesesuaian Jabatan dan Karier Pimpinan ASN serta Pool dari Executive/Pimpinan/Calon Pimpinan .
Sedangkan Keluaran Akhir nya adalah Layanan Proteksi Sistem Merit dan Kesuaian ;,Layanan Penempatan Pimpinan yang Efektif;, Layanan Peningkatan kapabilitas Competency-based dan Pengembangan Pimpinan;, Layanan Manajemen Performansi dan Penghargaan/Rewards ;, dan Layanan Formulasi Kebijakan;,Peningkatan;,dan Monitoring;, dan Sistim Informasi Manajemen.
KEBIJAKAN KASN : 3-2-1
KASN seyogyanya mempunyai kebijakan yang disebut Kebijakan KASN 3-2-1, yaitu: 3 Sasaran, 2 Strategi dan 1 Modal Dasar.
3 Sasaran mencakup:
Memberikan Citra Terbaik
Memberikan Hasil Terbaik untuk Stake Holder
Memberikan Hasil Terbaik untuk KASN 2 Strategi mencakup:
Strategi Sumber Daya Manusia , dengan SDM KASN yang mempunyai Integritas, Profesional, Mandiri/ Independen, Kreatif, dan Netral dan Bisa menjadi Panutan.
Strategi Teknologi Informasi dan Komunikasi , yaitu memanfaatkan teknologi ini untuk melaksanakan tugasnya, hal ini akan mewujudkan good governance. 1 Modal Dasar
Rencana Aksi Pengelolaan KASN mencakup
1. Tahap Persiapan :
Karena KASN belum ada sebelumnya, maka perlu dibangun Sistim , Budaya, Struktur dan Strategi.
Dalam Persiapan ini termasuk pemantapan Organisasi KASN , termasuk didalamnya Sekretariat, Hubungan Masyarakat, Legal , dan Divisi Divisi yang akan mensukseskan Penyelenggaraan KASN.
Tidak kalah pentignya adalah mengisi Sumber Daya Manusia KASN yang Profesional, berintegrasi tinggi, Independen/Mandiri, Netral dan bisa jadi panutan.
Sarana dan Prasarana Kantor dan perangkat Teknologi informasi dan komunikasi yang memadai untuk menunjang Visi dan Misi KASN
2. Rencana Strategis
Dalam Rencana Strategis KASN , mencakup :
Menjalin kerjasama dengan Instansi Inti ( MenPAN&RB , LAN, BKN), Instansi Pemerintah baik Pusat dan Daerah, Swasta, Komisi Komisi dan Asosiasi(seperti KPK, KIP, KPI, PPATK, IDI, APINDO, dsb), Media , serta Kerja Sama Internasional.
Membangun Citra terbaik KASN , seperti menjadi “Role Model”
Membangun Pool Pimpinan dan Calon Pimpinan dan Manajer Profesional
Monitoring & Evaluasi, Pengawasan Budaya Birokasi (Kode Etik dan Perilaku)
Monitoring & Evaluasi Pelaksanaan Kebijakan dan Manajemen ASN dalam mewujudkan Sistem Merit
Monitoring & Evaluasi : Pengaduan,non Pengaduan dan Informasi dan atau Berita Media tentang tindakan ASN
Monitoring & Evaluasi Pelaksanaan e-Government , e-Promosi, e-Budgeting
Kesimpulan
KASN (Komisi Aparatur Sipil Negara),haruslah :
Meningkatkan moral ,efisiensi, integritas ,ke responsif an, Ke progresif an ASN.
Mengadopsi langkah untuk menguatkan sistem Merit & Sistem Penghargaan,
Mengintegrasikan semua Pengembangan Program Sumber Daya Manusia untuk semua level dan jabatan,