• Tidak ada hasil yang ditemukan

Diplomasi dan Negosiasi Isu media massa

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Diplomasi dan Negosiasi Isu media massa"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Page 1

Diplomasi dan Negosiasi : Analisa Kasus Media Massa

Tugas ini dibuat untuk memenuhi Mata Kuliah Diplomasi dan Negosiasi

Dosen Pengampu:

Mely Noviriyani, S.Sos, MA

Disusun oleh :

Adhitia Pahlawan Putra

NIM. 105120407111010

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Program Studi Hubungan Internasional

Universitas Brawijaya

Malang

(2)

Page 2

Isu Media massa dan Komunikasi dalam Hubungan Internasional

Peranan Diplomasi Publik (Soft power) bagi Indonesia

Peranan diplomasi Publik dan upaya kehumasan sangat besar

pengaruhnya bagi Indonesia. Dalam perspektif diplomatic, diplomasi public

dapat dikategorikan sebagai pragmatic diplomacy. Jadi, bukan diplomasi dalam

arti formal yang hanya berlangsung di antara perwakilan diplomatic dengan

instansi pada negara penempatannya, tetapi juga mencakup upaya kehumasan

oleh pihak non-pemerintah yang atraractive dan bisa sampai mempengaruhi

kebijakan public. Peranan dipomasi tersebut antara lain.

Pertama, Upaya Memperbaiki Citra. Langkah ini ditempuh sedemikian

rupa. Sehingga, menguah kesan/citra buruk dari Indonesia. Seperti Isu HAM,

Seperatisme, dan Terorisme. Implikasinya adalah untuk menggagalang

pendapat umum (public opnion).

Kedua, Upaya Meningkatkan Citra. Diplomasi Publik tidak selalu hanya

upaya memperbaiki citra, tetapi juga meningkatkan citra. Contohnya adalah

Indonesia mengadakan konvensi kelautan dan berbagai negara pun ikut serta

untuk terlibat dalam acara tersebut. Ada Sail Ambon, Sail Wakatobi, dan juga

Sail Belitong.

Ketiga, Mengarahkan Opini Publik. Dalam dipomasi public lzaim pula

berlangsung kegiatan untuk mengarahkan atau membentuk public opinion. Ini

menjadi penting karena tujuan dari diplomasi public adalah untuk ini.

Sementara itu, Mengutip dari KBRI Brussels, “Fungsi Diplomasi

Publik, Penerangan dan Sosial Budaya pada KBRI Brussel memiliki tugas untuk

meningkatkan hubungan, kerjasama, dan promosi sosial dan budaya antara

Indonesia dengan Kerajaan Belgia, Keharyapatihan Luksemburg dan Uni Eropa,

serta untuk memberika pelayanan media kepada mereka yang membutuhkan”1

1

(3)

Page 3 Sebagai contoh juga, Indonesia pernah mendapat julukan “Mega

Biodeiversity” karena keragaman dan kekayaan ekosisitemnya. Dimana sebagian besar kekayaan dan keragaman ekosistem itu tersimoan dalam

hutan-hutan tropis yang luas. Hutan-hutan-hutan di Indonesia bukan hanya terdiri dari

pohon-pohon, tetapi juga memiliki 27.500 jenis tumbuhan berbunga (10%

tumbuhan yang ada didunia) , 1.539 jenis burung (17 % dari seluruh jenis

burung yang ada didunia) 515 spesies satwa mamalia dan 511 spesies satwa

reptilian (15% dari populasi satwa di seluruh dunia2. Dari fakta tersebut, maka

Indonesia dapat menjadikannya sebagai Publik Diplomasi bagi negara-negara

maju, terkait dengan isu pemanasan global yang menjadi isu kontemporer saat

ini. Sehingga Bantuan luar negeri untuk sustainable dan penjagaan hutan di

Indonesia akan terus berdatangan karena pada prinsipnya negara-negara maju

tidak ingin mengurangi laju industrialisasinya3.

Tetapi disisi lain, laju deforestasi di Indonesia cukup tinggi, akibat dari

perluasan perkebunan kelapa sawit ataupun pembukaan lahan baru

perkebunan, penenbangan liar, dan praktik penyeludupan kayu yang pada

akhirnya harus merusak ekosistem hutan. Oleh karena itu, disinilah perlunya

public diplomacy untuk ikut dalam upaya perbaikan (koreksi) ke dalam, agar

kemudian citra keluar bisa diperbaiki atau ditingkatkan. Perlu kita sadari

sepenuhnya bahwa kondisi serta upaya pelestraian hutan-hutan tropis di

Indonesia menjadi sorotan dunia internasional. Tidak heran kemudian, jika

Departemen Kehutanan (Dephut) melakukan konferensi dan kerjasama

internasional dengan Uni Eropa (Illegal Logging Response Center), World Wildlife

Fund (WWF), dan The Nature Conservacy (TNC).

2

Lihat, “ Selamatkan Hutan dari Pencurian : Tangkapi Bandar Besarnya”, Harian Umum Pikiran Rakyat,

5 juni 2003, hal.7, kolom 5-9. Dalam buku Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Internasional, T. May

Rudy, 2005 Penerbit: Refika Aditama, hal 165.

3

(4)

Page 4

Contoh Kasus : Voice Of America Effect?

Selanjutnya, saya akan memberikan contoh kasus yaitu Diplomasi

Publik Amerika Serikat di Indonesia. Salah satu stasisun TV Swasta Indonesia

yaitu Metro TV, berulang-ulang bagaikan selingan pariwara, selama bulan

ramadhan menayangkan cuplikan kehidupan warga muslim di Amerika Serikat

melalui Voice Of America (VOA) salah satu stasiun TV yang bersala dari AS.

Serial tayangan “pesan” itu menceritakan kehiduan yang nyaman, aman,

tentram, dan sejahtera bagi warga yang beragama Islam di AS. Ada dokter,

ilmuwan, dosen, guru, ibu rumah tangga, mahasiswa, pelajar sekolah, dan lain

sebagainya. Bahkan penanyangan seperti itu berulang-ulang menyelingi

program-program acara regular di televise. “Pesan LMA untuk persahabatan”4 itu muncul setelah AS gencar menuding Indonesia sebagai “sarang teroris”,

menuduh K,H Abubakar Baasyir5 sebagai salah satu dalang terror dan kaki

tangan jaringan Al-Qaeda , yang menimbulkan rekasi keras dan kritik pedas dari

tokoh-tokoh muslim dan ormas-ormas Islam di Indonesia.

Jelasnya bahwa maksud dari diplomasi public yang disponsori AS itu

adalah untuk mem-public relations-kan bahwa kalangan warga Muslim di AS

tidak mengalami diskriminasi dan intimidasi. Bahwa AS hanya memusuhi

teroris bukan memusuhi penduduk yang beragama Islam. Sehingga tidak bisa

dipungkiri bahwa penanyangan “pesan LMA untuk persahabatan” adalah

4

LMA adalah singkatan untuk Lembaga Muslim Indonesia atau American Moeslem Institute For

Friendship.

5

(5)

Page 5 bagian dari diplomasi public melalui jurnalistik. Dalam hal ini AS melalui VOA

membuat pertimbangan dan melaksanakan program diploasi public berdasarkan

model apresiasi situasi serta model pilihan media. Bahwa berkembang situasi

“permusuhan” terhadap AS sehubungan invasi AS ke Afghanistan, tudingan teroris kepada tokoh Islam, dan Invansi di Irak. Oleh karena itu, pemerintah AS

perlu mengambil langkah-langkah kehumasan untuk menghapus atau

mengurangi sikap permusuhan, memperbaiki citra, dan mengubah opini public

di Indonesia terhadap AS (dari opini public yang negative ke opini public yang

positif).

Namun di kasus yang lain, VOA juga pernah membentuk opini public

serta propaganda yang menyelipkan kebohongan adalah ketika pemerintah AS

gencar menuding bahwa krisis pangan pada akhir tahun 2007 adalah akibat

tingkat konsmusi tinggi pada negara berpenduduk banyak seperti China, India,

dan Indonesia. Padahal hal tersebut adalah akibat dari permainan

spekulan-spekulan yang bermain dipasar komoditas yang kemudian memonopoli harga

bahan pangan. Dan mereka/spekulan tersebut menggunakan VOA untuk

menjustifikasi bahwa hal tersebut adalah karena alasan diatas. “That is

Capitalism”mungkin istilah itulah yang cocok dengan kasus ini.

Sehingga saya menarik kesimpulan bahwa pengaruh media asing ada

yang bersifat positif dan ada yang bersifat negative. Pengaruh negative lebih

sering ditimbulkan oleh pemberitaan media/pers yang partisan. Sedangkan

untuk pemberitaan dan opini media/pers yang objektif dan positif, tentunya

justru perlu memepertimbangkan nya dalam perumusan kebijakan yang

berkaitan dengan masalah/isu yang bersangkutan. Artinya apa? Media

kemudian dalam public diplomasi sangat penting karena menjadi “Opinion

Leader” sehingga untuk melakukan Publik Diplomasi itu, “Harus mempunyai

(6)

Page 6 pemerintahan lainnya, yaitu, Legislatif, Eksekutif dan Yudikatif. Hal ini

menunjukan besarnya peranan media/pers dalam mempengaruhi kebijakan

pemerintah dan transfer nilai-nilai yang mengkosntruksi masyarakat, apa lagi

yang masyarakat yang berada pada tipe grass-root. Apalagi dalam konteks HI

saat ini. Terima kasih.

Referensi

Dokumen terkait

Maka dari itu, pada 19 November 1945 mengumumkan bahwa Jakarta akan menjadi kota yang terbuka untuk diplomasi, angkatan bersenjata maupun laskar perjuangan Indonesia harus

Kedua , masih di tahap pertumbuhannya, Harian Akçaya waktu itu mampu menjadi pilihan public untuk “mengkorankan” berbagai prestasi yang dicapai oleh pemerintah dan masyarakat

Ketika Perang Aceh terjadi, maka sejak saat itu juga hubungan diplomasi Kesultanan Aceh dan Turki Utsmani yang pernah terjalin baik menjadi merenggang (2) penyebab

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi diplomasi komersial pemerintah Republik Indonesia dalam meningkatkan ekspor produk tekstil dan

Sementara alasan Cabug incumbent itu karena alasan normatif, dia gubernur yang sudah punya program yang dilaksanakan, sementara kandidat lain belum punya.. Dia menganggap debat

Media televisi sebagai sarana tayang realitas sosial menjadi penting artinya bagi manusia untuk memantau diri manusia dalam kehidupan sosialnya. Selain itu, kualitas informasi

(Muhammad Adnan, Siti Nur Husna & Mohd Izhar Ariff, 2018) Untuk itu, masyarakat Melayu khususnya perlu menjaga elemen-elemen asli yang menjadi teras kepada

Sementara itu, media kini mengubah kehidupan masyarakat sehingga membentuk hiper realitas yang menjadi bagian fungsional dalam berbagai struktur masyarakat, terutama hadirnya televisi