• Tidak ada hasil yang ditemukan

52 BAB IV EPISTEMOLOGI JALALUDDIN RAKHMAT DALAM BUKUNYA TAFSIR BIL MA’TSUR : PESAN MORAL AL-QUR`AN DAN AL- THABARI DALAM KITABNYA JAMI’ AL-BAYAN FI TAFSIR AL- QUR`AN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "52 BAB IV EPISTEMOLOGI JALALUDDIN RAKHMAT DALAM BUKUNYA TAFSIR BIL MA’TSUR : PESAN MORAL AL-QUR`AN DAN AL- THABARI DALAM KITABNYA JAMI’ AL-BAYAN FI TAFSIR AL- QUR`AN"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Sehubungan dengan itu, di kalangan ulama dikenal apa yang disebut sebagai kaidah-kaidah tafsir (qawa’id al-tafsīr), latar belakang turunnya suatu ayat (sabab al-nuzīl),

Paradigma dari Tafsir Tematik al-Qur‟an tentang Hubungan Sosial Antarumat Beragama dan Tafsir At-Tanwir, ditemukan bahwa kedua tafsir kelembagaan Muhammadiyah tersebut

Karenanya, sejak saat itu apa yang disebut dengan tafsir tidak lagi hanya pemahaman atau penjelasan suatu maksud ayat al-Qur’an berdasarkan riwayat dari Nabi atau patra

asal Pakistan dan Quraish Shihab. Muhammad Abdul Fatah, dalam penelitiannya yang berjudul Tafsir Al-Qur’an tentang Poligami, mencoba membandingkan penafsiran Muhammad

Dalam Tafsir Fi Zhilalil Qur‟an, dengan gaya penuturan yang sejuk dan lembut serta gambaran masalah yang inspiratif ini, al-Qur‟an menyingkap rasa kesadaran manusia

Corak tafsir fiqhi adalah menafsirkan al-Qur’an yang lebih berorientasi kepada ayat-ayat hukum yang terdapat dalam al-Qur’an atau penafsiran ayat- ayat al-Qur’an yang berkaitan

Sebagian ulama mengklasifikasikan tharîqah tafsir kepada bentuk penafsiran yaitu bi al-ma‟tsûr dengan ayat lain atau hadis dan bi al-ra‟yi dengan pendapat teoritis seperti yang

Perbedaan Dan Persamaan Makna Bashara, Nazhara dan Ra`a serta Konteks Penggunaannya Dalam Al-Qur`an Perspektif Tafsir al-Mishbah Dari hasil analisis penafsiran lafazh bashara,